Family Super Konyol Part 14

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 14

Start Family Super Konyol Part 14 | Family Super Konyol Part 14 Start

Part XIV : Sensasi Yang Luar biasa

“Bu.. yang di jurnal udah di input semua nih, di copy ke flashdisk juga gak ?”, tanya kepada bu farah.

“Ohh iya sekalian aja kamu save, biar besok kerjaan di sekolah aja, keburu malam nanti kalau diterusin !”, jawab bu farah.

“ohh iya nathan kalau udah sekalian yaa box yang di deket kamu bawa masuk ke mobil, jangan lupa nanti kunci pintunya yaa.. !”, papar bu farah.

“ok bos.. !”, candaku.

Semua karyawan sudah pulang sekarang hanya tersisa aku dan bu farah di butiknya, dan sekarang ini kita sudah bergegas untuk pulang, waktu sudah menunjukan pukul 20:50, aku berpikir mungkin hari ini rencanaku untuk menikmati tubuh bu farah telah sirna, aku harus pulang karena besok hari senin dan aku harus sekolah.

Tak apalah yang penting sudah ada lampu hijau untuk masuk ke dalam hati bu farah, hanya tinggal menunggu waktu kapan aku bisa menggenggam seluruh hatinya dalam pelukanku. ok semuanya sudah beres waktunya pulang ke rumah bu farah untuk mengambil barangku yang aku tinggal di rumahnya baru aku pulang kerumah om ku.

Dan saat di dalam perjalan menuju rumah bu farah,

“kita makan dulu, ibu belum makan dari tadi siang !”, ucap bu farah kepadaku.

“ya udah.. !”, jawabku.

“kamu mau makan apa nathan.. kamu belum makan kan ??”, tanya bu farah.

“ehm… ga terlalu laper seh, bubur ayam aja deh !”, jawabku.

“ohh.. ya udah kalau gitu !”, kata bu farah.

Kita pun menuju tukang bubur ayam pinggir jalan dan memesan 2 porsi bubur ayam. berhubung semua tempat duduk penuh jadi bu farah memutuskan untuk di bungkus saja. setelah pesanan selesai kita pun melanjutkan perjalan menuju rumah bu farah, sesampainya di rumah bu farah, hunian tersebut terlihat sangat gelap karena tapi aku lupa menyalakan lampu-lampu rumahnya, bu farah pun memarkir mobilnya dan kita masuk kedalam rumah.

“Kamu lupa hidup lampu rumah yaa tadi.. ?”, tanya bu farah.

“iya bu.. tadi aku pikir bakal bentaran ternyata sampai semalam ini !”, jawabku.

“kamu masuk duluan aja ibu mau nyalain lampu halaman dulu !”, ucap bu farah.

Aku pun masuk dengan membawa bubur ayam menuju ke dapur dan menyiapkan sajian bubur ayam tersebut di atas mangkuk. dan ku lihat bu farah menuju ke arah setelah mengunci pintu rumahnya.

“wew.. dah di siapin nih !”, ucap bu farah.

“oh iya nathan kamu pulang malam gini ?!”, tanya bu farah.

“kayaknya harus pulang bu.. besok aku harus sekolah !”, jawabku

“ohh ya sudah.. hati-hati lho udah malam soalnya !”, ujar bu farah.

“tapi makan dulu bubur, sayang udah di belikan kalau ga di makan !”, saut nya lagi.

Kami berdua pun makan bubur ayam di atas meja makan dan bu farah duduk di sampingku, di saat makan ini obrolan pun terjadi lagi.

“enak juga nih buburnya !”, ucapku.

“iya ini bubur ayam langganan si agnes.. !?”, tandas bu farah.

“makanan favoritmu apa seh nathan ?”, tanya bu farah.

“lontong balap ama rujak cingur !”, jawabku.

“khas banget yaa.. !”, saut bu farah.

“iya bu.. maklum lidah orang surabaya !”, ucapku.

Aku makan dengan sangat cepat karena ingin segera pulang sedangkan kulihat makanan bu farah masih tersisa setengah, kalau aku tinggal pamitan pulang ga enak banget terpaksa aku menunggunya sampai selesai makan.

“cepet amat makannya.. nih bantuin ibu, ibu dah mau kenyang nih !”, ucap bu farah.

Dengan menyodorkan sendok yang berisi bubur ayam, bu farah pun menyuapiku dengan lembut, saat menyuapiku kulihat mulut bu farah membuka perlahan dan aku saat memperhatikan hal itu tiba-tiba pikiran ngeresku dateng lagi. tatapan mesumku tertuju pada mulut bu farah, aku membayangkan kalau mulut itu aku masuki dengan penisku.

Lalu…. ayunan tangan bu farah mengarah ke depan mataku,

“hey.. lagi makan kok malah ngelamun !”, ucapnya.

“enggak kok bu.. !”, ucapku.

“enggak apaan nih buktinya.. dasar mesum !”, ucap bu farah.

Tangan bu farah yang memegang sendok tiba-tiba pukulkan ke penisku yang tanpa ku sadari telah berdiri tegak dan keras sekali.

“Aaaahhh… sakit bu !”, teriak ku lirih.

“hahaha.. bodo amat !”, jawab bu farah.

Nafsuku kembali menggelora sampai ke ubun-ubun, lalu tanpa pikir panjang aku membuka celanaku dan mengeluarkan penisku yang sudah tegak berdiri, ku tarik tangan bu farah dan ku arahkan ke penisku.

“bu.. bantuin, td waktu di butik lum tuntas !”, ujar genit ke bu farah.

“ehmm.. nanti kamu kemalaman lho !”, tanya bu farah.

“makanya cepetan.. udah pingin di keluarin !”, tandasku.

Kita pun menghentikan acara makan kami dan bu farah mulai mengelus-elus kemaluan ku lalu mengocoknya pelan-pelan, dan sesekali dia menampar burungku terlihat dia begitu gemas sekali lalu aku berdiri dan ku arahkan kepala bu farah mendekat ke penisku.

“bu hisap donk.. !”, pintaku.

“heh.. ga mau ahh.. kamu belum mandi kan, jorok ahh !”, ucap bu farah.

Aku benar-benar tidak bisa menahan nafsuku dan ingin sekali cepat menuntaskan tapi bu farah sengaja mengulur waktuku, tanpa pikir panjang ku angkat tubuh bu farah sampai berdiri, lalu ku cumbui bibirnya penuh nafsu, kuarahkan tangan kirinya untuk mengocok penisku, kugerakan langkah menuju dinding dapur lalu kusandarkan tubuh bu farah ke tembok.

“minum dulu.. masih ada rasa buburnya tuh !”, ujar bu farah.

Aku pun mengambil minum dan meminumnya dan sekalian berkumur untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di mulutku. lalu kami melanjutkan cumbuan kami, lidah kami saling bergulat dengan serunya di dalam mulut, bu farah pun dengan ganasnya melumat habis lidahku dengan menghisap dan mengigitnya, aku pun sesekali mengigit bibir bawahnya, sangat menggemaskan.

Saat kita bercumbu, aku berpikir bahwa fantasi mungkin tak akan terwujud jadi aku harus memutar otak untuk membawanya masuk kedalam perangkapku aku tidak peduli walaupun itu harus memaksanya, Yaa.. otak sekarang sudah di penuhi oleh para iblis jahanam. baiklah yang harus aku lakukan sekarang adalah membawa bu farah masuk terdalam ke lautan nafsu supaya dia tidak bisa berpikir dengan jernih sehingga curiga dan antisipasinya pun akan menurun.

Bu farah sepertinya sangat bersemangat dan bernafsu, dia begitu mendominasi cumbuan ini, sepertinya sekarang saat nya meluncurkan rencanaku, ku hentikan cumbuan aku dan berujar,

“bu.. aku ga tahan lagi, hisep ya bu !”, nada melas meminta dengan di penuhi nafsu.

“tapi dibersihin dulu yaa.. !”, paparbu farah dengan nafas mengebu.

Lalu aku angkat tubuh bu farah, kedua tanganku mengankat pahanya dan tangan bu farah memeluk erat bahuku, aku pun berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar bu farah, cumbuan kami pun masih terus berlanjut dan semakin ganas, ludah kami pun seringkali bertukar di dalam mulut, bu farah beberapa kali telah menelan ludah dan air liurku begitu pula dengan diriku.

Sesampainya di kamar mandi aku hentikan langkahku di tepat di bawah shower, lalu dengan sengaja ku putar kran shower itu supaya membasahi tubuh bu farah dan tubuhku.

“nathan.. ihh basah semua kan !”, ucap bu farah.

“ga sengaja bu.. !”, ujarku.

“sekalian mandi aja bu.. !”, lanjutku.

“huh.. maunya !”, goda genitnya.

Kami pun melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh kami dan sekarang kami telanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh.

“di bak mandi aja yuk bu.. capek berdiri mlulu !”, rayuku.

“ibu bersihin dulu darah haid ibu, nanti air baknya kotor kena haid ibu !”, jelasnya.

Bu farah pun merenggangkan kaki nya lalu membersihkannya dengan menggunakan shower, gesturnya benar-benar membuatku diburu nafsu, ku peluk tubunya dari belakang dan penisku ku gesek-gesek ke pantatnya. akhirnya kami pun menuju bak peraduan, aku berbaring di dalam bak dan bu farah nungging dengan kepalanya menghadap penisku, dia pun membersihkan penisku dengan air lalu dia mulai kecup mesra penisku.

Di kulum nya dengan penuh nafsu, perlahan penisku masuk kedalam mulutnya, hangat dan terasa seperti di sedot isi dalam kemaluanku, lidahnya memainkan perannya dengan menggoyang-goyangkan kepala penisku. semua ini benar-benar membuatku melayang tinggi, lalu di kocoknya nya penisku dengan mulutnya, tangan nya pun tak hanya diam, dia memeras buah zakarku, terkadang di tariknya, ohh.. sumpah aku tidak kuat lagi, lalu dengan cepat kusingkirkan kepala bu farah dari kemaluanku.

“kenapa ?”, tanya bu farah dengan nafas yang mendesah.

“bentar.. mau keluar !”, ucapku.

“pa… yaaahh.. !”, ledeknya.

Bodoh amat dengan ucapan bu farah, yang tadi itu nyaris saja membubarkan semua rencanaku, untungnya aku bisa menahannya…

Kutarik tubuh bu farah ke arahku, ku kecup manis bibirnya lalu kumiringkan tubuhnya membelakangiku, tahan kiriku kujadikan bantalan untuk sandaran kepala bu farah laluku pegang tangan kanannya, dan tangan kananku mengangkat paha bu farah dan menahannya. Lalu kugerakan penisku yang tegak berdiri dan sangat keras menuju lubang bu farah, sentak bu farah pun merontah-rontah.

“nathan.. hentikan !”, ucap bu farah dengan panik.

“tidak apa-apa bu.. !”, kataku.

“heh… nathan, jangan main-main.. ibu ga suka ini !”, ucap bu farah.

“lepaskan nathan.. awas kamu !”, lanjut bu farah dengan mengancam.

Aku tak menggubris semua omongan bu farah, bu farah pun terus merontah-rontah dari pelukanku, yaaa.. dengan posisi seperti ini bu farah sangat kesulitan untuk lepas dari kuncianku, dan aku pun dengan leluasa menjalankan misiku.

Kumasukan penis yang sudah sangat mengeras ke dalam lubang bu farah, walaupun susah karena masih sangat rapet, aku pun terus memaksanya untuk masuk, dengan bantuan air bak sebagai pelicin secara perlahan dan sedikit memaksa akhirnya kepala penisku pun masuk ke lubangnya bu farah.

“Aaaahhh… AaaaHh… sakit nath.. !”, desahan bu farah dengan merintih.

“tahan bu.. !”, ucapku dengan penuh nafsu.

Perlahan ku tenggelamkan lebih dalam lagi ke dalam lubang anusnya, Yaaa… aku meng-Anal bu farah untuk menyalurkan fantasiku, kini seluruh batang penisku telah masuk kedalam lubang anus bu farah. Terasa sangat hangat, himpitannya begitu menggigit sekali.

Ooohh… sensasi yang sangat luar biasa sekali, ku lihat bu farah sangat menahan rasa sakit, dan tetesan air matanya jatuh berderai ke pipinya, ku kecup rambutnya dan perlahan aku melakukan penetrasi kedalam lubang anusnya, desahan demi desahan terus keluar dari mulut bu farah dibarengi dengan rintihannya, semua itu membuatku semaakin bergairah dan membakar seluruh nafsu di jiwaku.

Deru nafas terus mengebu penetrasi pun semakin ganas mengayun, teriak bu farah pun semakin nyata terdengar.

“udah nath…. AaahhhH.. !”, ucap bu farah untuk di lepaskan dengan mendesah-desah.

“bentar lagi bu… !”, jawabku dengan bernafsu.

Aku kencangkan penetrasiku, semua nafsu sudah mencapai puncak, gairah pun semakin mengganas, dan “Croooottt… ” keluarlah getah-getah maniku dan berhamburan di dalam liang duburnya, dan aku pun merasakan kehangatn air maniku di dalam anusnya.

“AaaaAHhh.. Aaahh.. sudah bu !”, ucapku dengan nada kepuasan.

Lalu ku lepaskan tangan ku yang menahan tangan dan kakinya, sehingga kini dia terlepas dari kuncianku dan bebas bergerak, terlihat bu farah begitu lemas dan hanya bisa pasrah saja, lalu kupallingkan wajahnya ke arahku, mulai kucium bibirnya dan ku kecup pipinya, kebelai rambutnya dan ku basuh air matanya, semoga dengan ini dia bisa tenang lagi.

“maaf bu.. !”, ucap ku pelan.

“sakit tau.. !”, ucapnya juga pelan.

Kupeluk erat tubuhnya dan kusandarkan pipiku dengan pipinya, kita hanya terdiam meresapi semua kejadian yang telah berlalu, bu farah terlihat lebih tenang sekarang, aku terus memeluknya dan sesekali mencium pipinya.

“ke kamar yuk.. !”, ucapku halus kepada bu farah.

“yaa.. kamu nginep aja, besok pagi ibu anterin pulang !”, ucapnya sangat lirih.

“oke.. ya udh yuk ke kamar, biar aku gendong aja !”, ucapku.

Setelah ku bilas badanku dan badan bu farah, ku gendong bu farah menuju ranjang. ku baringkan badannya di ranjang lalu aku pun merebahkan badanku di samping bu farah, hanya selimut yang menutupi tubuh telanjang kami, suasana yang sangat romantis.

Ini adalah rencanaku dari awal, menggoda bu farah lalu membuatnya terbakar nafsu, aku sengaja mengarahkan ke kamar mandi bu farah yang ada bak mandinya, sengaja aku basahi tubuhnya dengan shower supaya bisa mandi bersama, sengaja pula ku ajak dia untuk bercumbu di bak mandi untuk memudahkanku meng-Anal dirinya, rencana yang sempurna.

Kulihat bu farah sudah terlelap dalam tidurnya, ku kecup keningnya dan kubelai bibir sensualnya, dengan bergumam aku berkata.

“Welcome to my fantasy”

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 14 | Family Super Konyol Part 14 – END

(Family Super Konyol Part 13)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 15)