Family Super Konyol Part 13

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 13

Start Family Super Konyol Part 13 | Family Super Konyol Part 13 Start

Part XIII : Hari Minggu yang Melelahkan II

Gila sudah jam 5:30 aja nih, rumahku ke tempat agnes memakan waktu hampir satu jam, aku pun bergegas mandi dan siap-siap untuk berangkat ke rumah agnes. setelah semua selesai aku pun berpamitan dengan om dan tante, kalau aku akan main kerumah temen. hari ini aku terlihat sangat ceria, dan begitu senang setelah aku bisa mendapatkan tubuh mbak puji, nanti mungkin aku bisa mendapatkan tubuh bu farah.

kemudian aku sampai di rumah agnes, yaa sepertinya aku tepat waktu, sekarang jam tepat menunjukan jam 7:00. saat akan ku ketok pintu ternyata agnes dah mau berangkat,

“hi, gue cabut dulu, nih kunci kamar gue dan nih kunci rumah gue… kalau ini kunci kamar mama, hehehe… !”, terang agnes.

“mamamu mana.. ?”, tanyaku.

“noh.. masih ileran !’ cetusnya.

dia mengajakku masuk ke dalam ruang tamu lalu agnes menyuruhku duduk dan dia masuk ke kamar mamanya untuk pamitan. ku lihat dari pantulan kaca bagaimana saat agnes membangunkan mamanya, dia mencium bibir mamanya yang sedang tidur adegan ini cukup lama lalu dia berpamitan dan pergi tanpa menutup pintu kamar mamanya. yaa dia meninggalkan ku tanpa pamit, sekarang aku hanya berdua saja dengan bu farah yang sedang bermalas-malasan di ranjangnya, ternyata bu farah tidak sadar kalau aku sudah ada di ruang tamu, aku selalu melihat pantulan kaca yang melihatkan bu farah sedang tidur. begitu cantik, seksi dan menggairahkan.

Tak lama kemudian bu farah bangun, dikibasnya selimut yang menutupinya, tubuh sintal, payudara besar jelas terlihat, dia pun berdiri dan semakin terlihat jelas seluruh tubuhnya, bu farah benar-benar telanjang, ada satu hal menawan hati yaitu bulu-bulu di atas kemaluannya terlihat masih lebat, dia pun menggarung-garung bulu itu sambil berjalan keluar pintu, sentak bu farah kaget.

“Aaaahhh… kamu udah dateng nathan, kok ga bilang-bilang ?”, tanyanya dengan terkaget-kaget, dan dia pun berlari menuju kamar untuk mengenakan baju. saat dia keluar,

“tadi saya sudah ketemu dengan agnes bu.. emg agnes ga bilang ?”, jawabku.

“ohh.. mungkin agnes lupa”, jawabnya dengan tersipu malu.

dengan mengenakan busana tidur tanpa mengenakan BH dan CD, membuat lekuk tubuhnya terasa nyata apa lagi puting susunya yang jelas tergambar di busananya.

tiba-tiba agnes BBM, “sory baru ngasih tau, mamaku lagi dapet, hahahhaa… “, tulisnya.

aku pun membalasnya,”bodoh amat, masih banyak lobang, hahaha..”.

selagi asyik BBM dengan agnes bu farah pun telah selesai dari kamar mandi. terlihat bu farah sibuk di dapur menyiapkan makanan.

“nathan, sini sarapan pagi dulu.. ibu buatin roti bakar dengan teh hangat nih?”, ujarnya.

“makasih banyak bu.. !”, jawabku sembari berjalan ke meja makan.

aku mencuri-curi pandang untuk memperhatikan tubuh bu farah, handuknya dia gunakan untuk melilit dan menutupi rambutnya yang basah sehingga tidak ada 1 helai rambut pun yang tergurai, baju tidur yang dia gunakan pun masih sama seprti yang tadi, berlengan pendek dan ukurannya hanya sebatas pahanya dan itupun hanya di ikat simpul sederhana, tapi dia sudah menggunaka BH dan CD karena lekuk terlihat lebih besar terutama dibagian payudaranya.

sarapan telah selesai, bu farah telah rapi dan bersiap pergi kebutiknya, dia berpesan untuk baik-baik dirumahnya. setelah semua penghuni rumah telah tiada kini giliran untuk blusukan di kamar bu farah. kunci yang di kasih agnes memang cocok dan aku bisa masuk kedalam kamarnya, pikiranku langsung menuju ke kamar mandi mencari bercak darah tanda-tanda haid nya bu farah, hanya untuk memastikan saja apakah benar bu farah sedang haid. memang kutemukan pembalut dengan darah yang banyak di tempat sampah kamar mandinya.

“sialan.. kayaknya ucapan agnes emang bener. semua fantasiku sepertinya ga bisa tersalurkan”, gumamku dalam hati.

aku pun tiduran di ranjangnya dan membayangkan kejadian itu terulang kembali, kini aku bisa bertahan lumayan lama tidak seperti pertama dulu. bau badan bu farah dan agnes begitu identik dsini, ku coba mencari-cari hal atau benda lain yang berharga di kamar ini tapi tidak ada satupun yang penting, kalau CD dan BH itu udah mainstream.

tiba-tiba pintu rumah terketuk aku pun lanjut keluar dan mengunci kamar bu farah, kubuka pintu rumah, berdiri seorang wanita berambut pendek dengan tingginya sama denganku, wajah yang ayu rupawan, badan tegap nan indah terbentuk sangat ramping, dan terpapang nama di nametagnya Herlina Pramudya.

“benar ini rumah ibu Farahdillah Nuraini ??”, tanyanya.

“iya benar !”. jawabku.

“ibu nya ada ?”, lagi tanyanya.

“Tidak ada!”, jawabku.

“lalu saya berbicara dengan siapa?”, tanyanya lagi.

“Nathael Suryadharma, keponakan Om Teguh Suryadharma”. jawabku.

“ohh.. saya pernah dengar nama ada dari Pak teguh, saya kesini untuk mengantar STNK milik ibu farah”,tuturnya.

seketika itu pula tatapannya kepadaku berubah seolah-olah dia sangat tertarik kepadaku, wow.. apakah aku akan mendapatkan mangsa baru. dia pun beberapa kali melirik kepadaku, sesekali memperhatikan seluruh badanku mulai dari kaki sampai ujung rambutku. dan semuanya selesai begitu saja dia pun pergi setelah menyerahkan STNK motor bu farah kepadaku, tetapi parasnya, lirikannya, tatapannya, dan tingkahnya yang sedikit aneh membuatku bertanya-tanya ada apa dengan dirinya, sepertinya dia begitu tertarik kepadaku.

sejenak kucoba merenungi diri ini, apa ada yang salah dengan diriku, kenapa aku sangat mudah tertarik kepada wanita yang jauh lebih tua dariku, saat pertama kali aku melihat bu farah yang usianya 20tahun lebih tua dariku, aku mulai menyukainya tergoda untuk memilikinya bahkan aku selalu mencari-cari kesempatan untuk meluapkan hasratku. kemudian dengan tanteku sendiri yang berumur 42tahun, aku akui pertama kali aku sangat membencinya bahkan parasnya pun bukan typeku seperti yang pernah aku bilang dia hanya bermodal kulit putih saja, tapi lama kelamaan apalagi saat aku sering mengintipnya, sedikit demi sedikit tanteku terlihat cantik juga dan bahkan aku sampai tak rela jika dia disentuh oleh selingkuhannya dan lelaki lainnya, mungkin om ku sendiri, apa aku cemburu terhadap tanteku.

Kemudian mbak puji yang berusia 27 tahun, terkadang dia sangat menarik perhatian, terkadang dia begitu mempesona apalagi saat dia melakukan gestur-gestur tertentu hal itu membuatku menyukainya bahkan aku pun sampai memperkosanya, mungkin aku sudah di perbudak oleh nafsuku. dan sekarang walaupun kita baru pertama kali bertemu sosok Herlina Pramudya sangat menawan dan wajah melekat tepat di hati, tapi kenapa aku tidak tertarik terhadap teman wanita seusiaku atau paling tidak si agnes, berulang kali dia menggodaku tapi aku hanya mengacuhkan saja, bagiku dia hanya terlihat sebagai anak kecil saja yang masih membutuhkan perhatian lebih dari orang tuanya.

merenung sendirian di dlam kamar bu farah membuatku lupa waktu dan sekarang sudah jam 4 sore tapi bu farah masih belum pulang juga, aku mencoba menghubungi agnes belum ada jawaban sampai sekarang, aku pun tak tau nomor telpon bu farah, alamat butiknya yang katanya dekat juga aku ga tau dimana, akhir ku coba tanya tetangga sebelah di mana butik bu farah, akhir ada juga yang mengantarkan aku kesana, disana butik masih terbuka dan terlihat sangat rame, di mana bu farah dan beberapa karyawan tokonya begitu kuwalahan meladenin pada konsumen. aku pun masuk kedalan butik untuk menemui bu farah dan menawarkan jasaku untuk membantunya, mungkin dengan ini aku akan bisa mencuri perhatian dan simpatinya.

“bu rame banget butiknya ?!”, tanyaku.

“ehh.. nathan, iya nih rame.. kok kamu tau butik ibu !”, tanya balik bu farah.

“iya bu.. tadi saya tanya tetangga dan di anterin kesini !”, jawabku.

“ohh.. terus rumahnya sudah dikunci semua, dan STNK motornya bagaimana !”, tanya bu farah.

“udah beres semua kok bu !”, jawabku.

“apa ada bisa saya bantu bu.. biar cepet selesai !”, tawarku.

“waduh tambah ngerepotin aja nih ibu.. !”, ujar bu farah.

“gpp kok bu.. kasian ngelihat ibu kelihatan kewalahan !”, ucapku.

“ohh… ini aja nathan, bantu ibu ngitung pembukuan, kamu kan pinter tuh kalau urusan akuntansi, sambil ibu bantu nginputnya.”, jelas bu farah.

Aku duduk di depan meja komputer yang ada di pojok belakang deket dengan pintu belakang yang mengarah ke ruang kecil yang di gunakan untuk mencoba pakaian, sedangkan bu farah berada tepat di sampingku karena komputer kami sejajar dalam 1 meja.

penampilan bu farah kali ini begitu menggoda, hijab hijau daunnya terlihat sangat rapih membalut kepalanya kemudian pakaian yang dia pakai merupakan dress panjang dari atas sampai mata kaki di mana di bagian dadanya terlihat ketat sehingga buah dadanya terlihat besar tapi dia gunakan jaket dari kain yang lentur untuk membuat kesan tidak polos dan sedikit menutupi bagian dadanya, sedangkan di bagian bawahnya terkesan sangat longgar tergurai atau tidak ketat, pantat seksinya hanya sesekali saja terlihat press dengan pakaiannya.

“dari sini sana nathan masukinnya.. biar lebih gampang !”, ucap bu farah.

entah apa yang salah dengan otakku, mendengar kata-kata itu seolah-olah bu farah sedang mengajariku berhubungan intim. hehehe… aku pun membiarkan otakku melayang-layang berfantasi dengan menikmati tubuh bu farah, dengan posisi kita yang sedekat ini aroma wangi tubuh bu farah tercium sangat menggoda.

“hey.. malah ngelamun “, tegur bu farah.

“ohh.. maaf bu, ini angin semilir-semilir enak jadi agak ngantuk !”, ujar ku.

“tidur aja di rumah kalau ngantuk, ibu gpp kok ngerjain sendiri !”, ucap bu farah.

“udah bu tenang aja… nathan jamin beres !”, sautku.

aku pun memutar lagu supaya bisa memecah keheningan, lagu dari band dewa pun aku putar dengan volume sedang dan aku pun ikut bernyanyi sambil mengerjakan pekerjaanku. dengan maksud bu farah paham apa yang aku butuhkan sekarang.

“di setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak, berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang.. aku sedang ingin bercinta, karena.. mungkin ada kamu disini, aku ingin “, lantun pelan terdengar.

sembari kulirik bu farah yang tersenyum tersipu-sipu dengan mengerjakan tugas-tugasnya, dan dia pun mengambil handphone nya lalu menghadap ke arahku.

“mau di pukul lagi pakai handphone !”, ucapnya dengan sedikit senyum kecil.

“sakit bu.. !”, cetusku.

Kulancarkan sssemua jurus-jurus maut yang ku dapatkan dari agnes untuk menggoda bu farah, kelihatannya sampai saat ini berjalan dengan baik, sedikit lagi aku bisa menjatuhkan bu farah dalam genggamanku.

Detik demi detik pun berjalan tak kusangka waktu sudah menunjukan pukul 18:30 malam tapi pekerjaan kita belum selesai, butik sudah mulai lengang dari kerumunan konsumen, beberapa karyawan terlihat beberes untuk pulang ke rumah.

“wah.. udah malam aja nih, kamu gpp nathan pulang malam begini, tinggal aja pekerjaannya dari pada kamu kemalaman, ibu jadi gak enak nanti ?!”, ucap bu farah.

“gpp seh.. tapi bentar lagi deh bu, nanggung nih !”, ujarku.

“gak nih bu kalau nanggung-nanggung gini.. !”, ujarku dengan nada memancing-mancing.

“hehhehe.. bisa aja kamu, sini ibu ajarin biar cepet, jangan manual gitu !”,

Bu farah pun berdiri dari tempat duduknya dan mengarah ke belakangku, dan kini posisi bu farah ada di belakangku dengan gestur setengah jongkok, tangan kanan memegang mouse ku lalu tangan kiri memegang keyboard, dan kepala bu farah tepat berada di samping kepalaku di atas bahu kananku.

wajah kami pun sangat berdekatan, aroma tubuhnya begitu kental terasa, hembusan nafas seperti mendayuh-dayuh di pikiranku, sentak saja kemaluanku pun berdiri dengan tegaknya dan bagian bawahku telihat sangat menonjol, disaat seperti itu bu farah pun tersenyum melihat keanehan di celanaku.

“jorok mlulu nih pikirannya !”, ucap bu farah.

dengan mencendulkan kepalaku, dengan tersipu malu dan menahan tawa dia pun lalu dia pun menyuruhku kebelakang untuk.

“kebelakang sana, kasian tuh !”, suruhnya.

aku pun berdiri dan berjalan menuju ke arah toilet belakang, tapi aku balik lagi-lagi pura-pura tidak tau dimana toiletnya, supaya bu farah juga ikut kebelakang. bu farah pun terpancing dan menuju ke arahku.

“ya ampun kayak kios ini besar aja ga tau toilet ada dmn !”, ucapnya.

bu farah berjalan mendahului menuju toilet dan dia bukakan pintu toilet tersebut.

“nih toiletnya.. !?”, ucap bu farah.

aku pun berjalan menuju toilet, sesaat sebelum masuk toilet kutarik tangan bu farah sehingga kita berdua masuk kedalam toilet tersebut, dengan cepat ku tutup pintu toilet itu.

“tadikan ibu aku bantuin, sekarang bantuin aku donk… !” ucapku lirih menggoda.

“ohh,.. udah mulai berani yaa !”, katanya dengan senyum manis.

“ya udah buruan sini cepetan.. karyawan ibu masih ada di luar tuh nanti mereka curiga lho !”, tutur bu puji.

Lalu ku buka celana ku dan celana dalamku, sontak keluarlah penisku yang sudah keras berdiri tegak. di pegangnya penisku oleh bu farah dengan tangan kanannya lalu mulailah dia mengelus-elus dan di kocoknya.

“buruan keluarin.. “, ucap bu farah.

aku tak menggubris ucapannya lalu ku rangkul leher bu farah dan ku arahkan wajahnya kearah wajahku sehingga aku bisa mencumbu bibirnya, lalu…

“ibu… ada baju yang belum kehitung nih !”, suara karyawan bu farah.

dengan cepat bu farah menghentikan cumbuanku dan aksi mengkocoknya, dia dengan cepat keluar dari toilet menuju ke tempat karyawannya berada, sesaat sebelum itu..

“bu.. nanggung nih !”, ucapku.

“bodo amat.. !”, cetus bu farah dengan menahan tawa.

Oalah… Nasib… nasib… !, ucapku pasrah.

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 13 | Family Super Konyol Part 13 – END

(Family Super Konyol Part 12)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 14)