Family Super Konyol Part 12

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 12

Start Family Super Konyol Part 12 | Family Super Konyol Part 12 Start

Part XII : Hari Minggu yang Melelahkan I

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi juga, sekarang hari sabtu pertama di bulan desember tahun 2015 atau 6 minggu setelah kejadian hotel santika. sejak kejadian di hotel kartika yang sangat membuatku hancur berantakan, aku pun memilih untuk mencari pelampiasan atas semuanya, dan sasaranku adalah bu farah dengan memanfaatkan agnes aku berusaha mendapatkan semua info tentang bu farah untuk bisa kumiliki dirinya.

aku selalu mengingat-ingat kejadian dirumah agnes karena hal itu bisa mengalihkan pikiran dari rasa sakit hatiku dan terinjak-injaknya harga diriku di hotel santika, dengan mengingat-ingat peristiwa dimana aku menyetubuhi bu farah membuat ku ketagihan bukan kepalang, tapi setiap kali aku berhadapan dengan bu farah aku pasti tertunduk malu, walaupun bu farah tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya. di balik semua perasaanku itu hampir setiap malam aku selalu menonton ulang rekaman saat aku menyetubuhi bu farah, ingin rasa mengulangi kembali kejadian itu. dan untuk melepaskan hasrat terpendamku, aku pun memintah agnes untuk merekam adegan-adegan mesumnya dengan bu farah. setiap hari aku hanya disajikan video mesum agnes dan mamanya.

Hidupku berubah 90 derajat hanya dalam beberapa bulan saja, akhir-akhir ini aku sering memanjakan agnes dengan mengikuti semua kemauannya, itu semua aku lakukan untuk bisa masuk kedalam kehidupan mamanya dan kali ini agnes mengajakku sebuah mall di bintaro dan kami pun berangkat menggunakan sepeda motor milik bu farah, emang dasar sial di tengah jalan ada razia polisi dan kita pun kena tilang STNK motornya pun di tahan, dan kita di suruh balik pulang. di tengah jalan aku pun terpikirkan untuk menghubungi Om teguh untuk menolong agnes dari masalah ini.

“om.. maaf ganggu, saya minta tolong donk. tadi STNK motor temanku di tilang di daerah jakarta selatan, bisa di ambilin gak om”, demikian pesanku terhadap Om teguh.

“siap 86”, balasan dari om ku.

aku pun tak lupa menjelaskan secara detail tempat, kejadian, dan perkaranya. tak lama berselang om ku pun BBM lagi.

“besok temenmu di rumah aja soalnya bawahan om akan ngirim STNK nya” tulisan pesan om.

“ok.. makasih bro”, balasku santai.

aku pun memberi tau pesan dari Om ku kepada agnes.

“yaa.. besok gue mau ke tempat keluarga bokap gue di suruh mama, soalnya udah lama gak kesana !”, ujar agnes kepadaku.

“kalau mamaku hari minggu dia ngurusin butiknya, biasanya pulang siang jam 2an gitu !”, jelasnya lagi.

“pesenin aja ke tetanggamu”, saranku ke agnes.

agnes pun mengabari mamanya dan menjelaskan tentang kejadian ini, akhirnya mereka memiliki titik temu, agnes pun mejelaskannya.

“hehe… gue ada kabar baik nih, besok lu aja jaga rumah gue, udah dpt izin dari mama kok !”, jelas agnes.

mendengar penjelasan agnes kontan otak ngeres ku langsung bergerilya dan merencanakan berbagai siasat busuk untuk mengisengi bu farah. mulai dari aku akan mencuri CD bu farah dan juga BH nya, aku akan onani di gelas tempat dia minum, mengoles-oleskan handuk bu farah ke kemaluanku, dan banyak lagi otak mesum yang bermunculan di kepala ini.

aku pun langsung mengangguk-angguk, si agnes pun sudah paham akan kelakuanku, akhir dia percayakan rumahnya bahkan mamanya kepadaku, yaa.. sejak aku menyetubuhi bu farah hal itu tidak bisa lepas dari kepalaku bahkan kemolekan tubuh mbak puji dan tante pun bagai hilang di telan bumi, sudah tidak ada tempat lagi untuk mereka berdua di otakku.

yaa.. memang benar aku sekarang sedikit berbeda dengan saat awal datang ke jakarta, sekarang aku lebih terlihat sebagai manusia yang manjadi budak nafsu, mungkin lebih tepat saat aku harus berhadapan dengan wanita-wanita tertentu saja dimana nafsu begitu bergejolak sampai aku tak bisa menahannya, tapi saat aku berhadapan dengan wanita yang biasa saja, aku masih bisa mengontrolnya, contoh nya dengan agnes dan mbak puji. tapi…..”

Akhirnya tiba di rumah, pikiranku terus memikirkan rencana-rencana busuk untuk besok pagi.. tak sadar aku pun ketiduran dan terbangun saat dengar suara benda jatuh, sumber suara itu ada berasal dari atas, berarti ad orang yang sedang berada di tempat jemuran sekarang. kulihat jam dinding menunjukan pukul 22:20 malam.

aku pun bangun dan menuju tempat jemuran untuk melihat suara apa tadi, tiba di lokasi ku lihat mbak puji sedang mengambil menjemur pakaian.

“ohh.. mbak puji toh, suara apa tadi mbak ??”, tanyaku.

“ini mas.. bak cucian jatuh dr kursi !”, jawabnya.

“kok malem hari jemurnya ??”, tanyaku lagi.

“iya mas.. besok pagi-pagi sekali mau di aja nyonya keluar !”, tandasnya.

“lho.. kenapa baru kasih tau sekarang, keluar kemana ??”, tanyaku beruntun.

“sudah saya BBM ke mas waktu mas tidur.. saya juga kurang tau mau di ajak kemana, cuma pagi-pagi sekali saya di suruh bersiap-siap”, jawabnya.

dengan perasaan kasian aku pun membantu mbak puji menjemur pakaian, walaupun dilarang oleh mbak puji, aku tidak menghiraukannya dan aku teruskan kegiatanku menjemur pakaian sampai selesai. saat semua sudah selesai, kita pun meninggalkan lokasi menuruni tangga dengan mbak puji berada di depanku.

ku lihat bagaimana ayunan pantatnya yang menggoda, aku pun mengingat kejadian di kamarku, dan kini aku mulai membayangkannya lagi betapa gilanya aku waktu itu. aku pun menelan ludah terus menerus ingin mencicipi lagi kenikmatan pantatnya. saat mbak puji berbelok ke arah dapur, aku memilih untuk ke kamarku saja daripada nanti aku memperkosanya, hehehe… sesampainya di kamar aku rebahan lagi dan mencoba membayangkan bu farah lagi, karena aku begitu tergoda olehnya apalagi besok akan ada kesempatan yang sempurna.

Wow.. sudah jam 4 subuh kenapa aku tidak bisa tidur, dari tadi aku hanya melamun saja membayangkan tentang bu farah sampai-sampai kemaluanku sangat tegang. waktu begitu cepat berlalu dan sekarang hari minggu, aku berencana jam 7 harus sampai rumah bu farah, ingin bertemu bu farah sebelum dia pergi ke butik.

dari pada bosan menunggu waktu mending aku olahraga di taman, aku berjalan menuju taman di samping kamarku, saat melewati kamar mbak puji ternyata pintunya terbuka kecil tidak terkunci, ku intip kedalam mbak puji sedang tidur pulas hanya menggunakan dress putih selutut tanpa mengenakan BH dan CD.

pikiran mesum tentang bu farah belum pudar kini aku disuguhi pose menantang mbak puji, hal ini membuat terangsang, dengan posisi telentang dimana dress nya tersingkap sampai ke paha dan terlihat jelas kemaluan mbak puji, dan tangan yang terbuka lebar sehingga terlilhat bentuk payudara dan ketiaknya, kemaluanku yang tadinya akan bobo manis tiba-tiba terbangun lagi.

melihat ini semua nafsuku langsung melonjak naik, tanpa ragu aku pun masuk ke kamar mbak puji dan tak lupa mengunci pintunya. ku dekati perlahan tubuhnya, kudekatkan wajahku dengan mukanya, kucoba menikmat setiap hembusan nafasnya, kulihat jam sudah menunjukan pukul 04:15, jika aku ingin menikmati tubuh mbak puji aku harus cepat menyelesaikan ini, kalau tidak om dan tanteku akan terbangun karena mereka terbiasa bangun pagi sekitar jam 05:00, apalagi mbak puji akan pergi dengan tante pagi-pagi sekali.

kutelanjangi diriku sendiri lalu naik ke atas kempat tidur mbak puji dengan posisi mengakanginya, ternyata manis juga pembantu om ku ini, kudekatkan wajahku kewajah mbak puji dan ku kecup bibirnya, sontak mbak puji pun terbangun dan kaget melihat diriku sudah berada di atas tubuhnya.

“mas.. jangan mas !”, mohon mbak puji.

mendengar pinta mbak puji aku tak lagi menghiraukan yang ada di otak ku sekarang adalah menikmati tubuh sebelum om dan tante terbangun.

“diem.. nikmati aja, ku jamin mbak akan ketagihan !”,bujuk rayuku.

aku pun memegang kedua tangannya dan kuarahkan ke atas kepalanya, lalu mulai ku jilatin ketiak mbak puji, rontahan dari suara mbak puji malah membuat semakin menggila, kucumbu bibir supaya tak meronta lagi kulumat abis kedua bibirnya, kugigit pelan-pelan sembari kutarik, kakiku mulai merentangkan kedua paha mbak puji sehingga penisku bisa masuk dengan mulus ke dalam lubang kemaluannya.

“tahan mbak yaa.. aku bakal pelan-pelan kok !”, ujar ke mbak puji.

“jangan mas… saya minta ampun !”, mohon dengan sangat melas.

aku pun tak memperdulikan permintaannya, aku langsung masukan penisku kedalam vaginanya, wow.. kurasakan sensasi yang berbeda dari milik bu farah, vagina mbak puji tidak sesempit milik bu farah, apa karena mbak puji sering melakukan masturbasi, pikirku.

“Aaaaaahh… ” desahan mbak puji mendesis dalam telingaku.

kulakukan penetrasi perlahan-lahan dan ku perhatikan ekspresi wajah mbak puji yang begitu pasrah dan terkadang terlihat menikmati dengan mengigit bibir bawahnya. kulepaskan kedua genggamanku yang menahan tangannya, wajahku masih begitu dekat dengan wajah mbak puji karena aku ingin menikmati setiap deru nafasnya, ku masukan 2jari tangan kananku ke dalam mulut mbak puji, lalu kumainkan di dalam mulutnya, mbak puji hanya diam saja.

“isep mbak jariku… isep yang kuat”, perintahku.

mbak puji pun menurutinya, dengan pasrah. kutarik jari lalu yang telah di banjiri ludahnya, lalu ku oleskan kewajah mbak puji, ku tampar pipi chubby nya seraya

“buka mulutnya mbak.. buka yang lebar”, perintah ku lagi ke mbak puji.

mbak puji pun membuka mulutnya lalu aku mengerluarkan ludahku ke dalam mulutnya.

“sekarang telan.. dan nikmati”, perintahku.

“bagaimana mbak… enak apa gak? jawab”, tanyaku ke mbak puji.

mbak puji hanya diam saja, wajahnya di penuh oleh tetesan air matanya dan di sudut tertentu terlihat air liur membasahinya wajahnya, aku pun mulai menjilatinya dan menikmati setiap bagian wajahnya, mulai dari dagu, pipi, kening, hidung dan kembali ke mulutnya.

terdengar sangat lirih desahan mbak puji, yang sengaja ditahan tapi melihat hal tersebut aku pun semakin menggelora, dan sekilas ku lihat jam dinding sudah menunjukan 4:50, gila cepet banget waktunya, dan benar saja sebelum aku sempat melakukan fantasi-fantasi liar ku, terdengar suara langkah seseorang menuruni tangga utama.

“sialan.. nanggung banget!”, gumamku.

“bangun mbak tapi jangan sampai lepas penisku, nikmati aja”, perintahku.

ku bangunkan tubuh mbak puji dengan memeluk tubuhnya, tangan mbak puji ku arahkan untuk memeluk leherku, saat aku sudah duduk diatas ranjang dan mbak puji duduk di atas pahaku, ku pegang kedua pahanya supaya terlepas kemaluanku dari kemaluannya, kuangkat badan mbak puji, dan sekarang posisi mbak puji bergelantung memeluk tubuhku. kakinya mengapit pinggulku, tanggaku menahan pantatnya dan meremas-remasnya, ku berjalan kearah pintu dan membukanya dengan menggunakan kakiku dan ku ajak mbak puji masuk ke dalam kamar mandi belakang sambil ku gendong, bibir dan lidah mbak puji ku kulum dengan mulutku, tanganku meremas-remas pantatnya dan mengayun-ayunnya supaya penetrasiku tidak berhenti, kulakukan adegan tersebut dengan berjalan lalu sesampai di kamar mandi kututup pintu kamar mandi lalu kita melanjutkan sex di kamar mandi.

seperti biasanya jam 5 pagi penghuni rumah akan bangun, dan seperti biasanya pula bila mbak puji belum bangun maka om atau tante akan membangunkannya. oleh karena mbak puji ku ajak ke kamar mandi biar di sangka mbak puji telah terbangun dan sedang melakukan aktifitas di kamar mandi. kalau tentangku jika jam 5 pagi pintu kamar masih tertutup tandanya aku masih tidur dan om, tante, mbak puji ga akan membangunkanku. karena ini adalah hari minggu, hari minggu biasanya aku bangun siang.

kuturunkan badan mbak puji dan kusuruh nungging membelakangiku, lalu kumulai lagi penetrasiku dengan cepat karena takut om atau tante tau.

“Aaaahhhh…. desah mbak puji sedikit keras terdengar.

“jangan keras desahnya… atau kita berdua bakal celaka !”, peringatku.

ditempat lain terdengar suara..

“puj.. bangun puj..”, ucap seorang wanita.

ohh.. teernyata tante yang bangun duluan, lalu ku perintahkan mbak puji untuk menjawab.

“iya nyonya..”, jawab mbak puji.

seketika itu aku langsung ganti posisi, ku berdirikan tubuh mbak puji dan kusandarkan ke tembok, kaki kirinya kusuruh angkat dan pijakan ke bak mandi dengan begini selakangan mbak puji terbuka dan aku bisa leluasa menghajar lagi lubang vaginanya. aku melakukan penetrasi pelan sembari menikmatinya, tangan kiriku mengelus-elus paha kirinya dan tangan kananku memainkan bibirnya sambil sesekali aku cium, gigit, isap atau aku ludahi mulutnya.

“kamu dimana puj..?”, tanya tante.

“di kamar mandi nyonya”, jawab puji.

kuharap tante segera pergi saat denger mbak puji sedang di kamar mandi, tapi tante rahma malah samperi kita yang sedang making love.

“puj.. sedang apa kamu, di dalam?”, tanya tante.

aku langsung menyuruh mbak puji untuk menjawab buang air besar, sekalian mandi biar terkesan lama. dengan membisikan di telingannya.

“sedang buang air besar nyonya sekalian mandi !”, jawab puji.

tak sengaja penetrasiku ku kencangkan karena gemes melihat ekspresi muka mbak puji, dan mbak puji pun merintih.

“suaramu kok merintih gitu puj.. sedang mansturbasi yaa, hehe.. !”, ejek tante.

“ehm.. enggak nyonya !”, jawabnya puji.

“yaa.. udah, ohh iya titipanku yang kemarin kamu taruh mana puj.. ??”, tanya tante.

“di kamar nyonya, di laci deket televisi !”, jawabnya mbak puji.

tatapanku mengarah tajam ke arah mbak puji, ternyata selama ini dia sepenuhnya jujur kepadaku. dia hanya melaporkan hal-hal kecil saja, saking keselnya. penetrasiku aku keras dan tanganku meremas kuat payudaranya. mbak puji pun sentak mendesah keras,

“AaaaAhhH…. “, desah keras mbak puji.

“Puji.. kamu ngapain ??”, tanya tante dengan tegas.

Ohh.. god, aku tidak sadar kalau tante masih ada disekitar sini, sehingga bisa dengar suara mbak puji. aku pun menyarankan mbak puji untuk bilang “lagi mansturbasi”, aku yakin tante rahma akan bisa untuk memakluminya.

“jujur aja puj.. ga usah bohong, tante juga ngerti kok !”, ucap tante

akhirnya tante pun melangkah pergi ke arah kamar mbak puji untuk mengambil titipannya. disaat bersamaan aku pun bertanya kepada mbak puji dengan masih melakukan penetrasi pelan.

“titipan apa tuh ?”, tanyaku.

“tidak tau mas.. !”, jawabnya.

kutekan pipi kanan kirinya dengan tangan kananku, lalu tanya lagi. hal ini terkesan seperti kekerasan dalam hubungan sexual.

“kotak kecil di bungkus kotak kayu, saya tidak tahu apa isinya ??”, jelasnya.

ahh sudahlah.. otak ku sekarang sedang tidak pokus, yang harus aku selesaikan sekarang ada menuntaskan hasratku kepada mbak puji, lalu kusuruh mbak puji jongkok dah menghisap kemaluanku sampai keluar getah-getah maninya.

dia pun mulai menghisap kemaluanku, seringkali aku menekan kepala mbak puji dengan tangan untuk melumat habis penisku. di lihat dari cari dia menghisap seperti dia belum terlalu joga soalnya masih sering terkena gigi dan tidak terlalu berasa, aku pun menyudahi aksi blowjobnya.

sekarang kusuruh mbak puji membuka mulutnya dan mengangga lalu aku melakukan onani di depan mulutnya. tak lama kemudian magma putih kental muncrat dengan derasnya. Ooohhh… Aaaahhh… terasa sangat lega dan puas, lututpun mulai lemas, ku arahkan air maniku ke arah mulut mbak puji tapi malah membanjiri muka dan rambutnya, melihat mukanya seperti ini begitu sangat menggoda, dia pun aku suruh membersihkan sisa mani di kemaluanku dengan mulutnya.

“lumayan hidangan pembuka sebelum sajian utamaku, bu farah !”, gumamku dalam hati.

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 12 | Family Super Konyol Part 12 – END

(Family Super Konyol Part 11)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 13)