Family Super Konyol Part 11

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 11

Start Family Super Konyol Part 11 | Family Super Konyol Part 11 Start

Part XI : Nathan, Tak Berdaya

Hari minggu pukul 19:15 aku pun tiba di rumah Om ku setelah seharian bermain di rumah agnes, kini awal peperanganku dengan dirinya akan segera dimulai karena aku memutuskan untuk membicarakannya hari ini juga, sebelum aku pulang kerumah aku sudah mengirimkan pesan singkat untuk mengajaknya berbicara empat mata denganku dan dirinya pun setuju.

Hal ini tak bisa terhindarkan lagi cepat atau lambat pasti akan kebongkar juga, aku sudah menyiapkan semua strategi untuk mengalahkannya dan tak lupa beberapa taktik busuk pun telah aku rencanakan. bisa di pastikan 65% adalah peluangku untuk menang, dan aku akan memperbudakmu selamanya.

Sudah waktunya aku harus berangkat sekarang, sesuai perjanjian kita mengadahkan pertemuan di sebuah hotel santika di kawan bintaro sektor 9, jakarta selatan. memakan waktu 45 menit untuk sampai disana, aku pun memasuki hotel tersebut dan menuju reception untuk mengetahui kamar yang sudah di pesan oleh Agustina Rahmayanti, yaa.. dirinya adalah tante rahma, tanteku sendiri.

langkah demi langkah, perlahan kaki ku pun mengarah ke kamar tante rahma, di dalam perjalanan itu aku mengingat semua kejadian tadi pagi di toilet plaza indonesia.

Dimulai saat kami berpapasan dan bertatapan muka, hal itu tidak akan mungkin di hindari lagi. aku berhenti dan terus memandangnya dengan tatapan tajam, lalu tante pun berhenti dan memandangku dengan penuh amarah.

“hi.. nathan, sedang apa disini ?!”, tanya tante dengan sinis.

“tidak.. tidak sedang apa-apa !”, jawabku pelan.

“ohh.. apa kamu sedang menguntit tante yaa !”, tutur tante dengan nada menantang.

“tidak !”, ucapku santai.

ku tatap dengan tajam mata tanteku, terasa mendidih seluruh emosi dan amarahku bukan karena aku marah terhadap tanteku tapi lebih karena pria yang di sampingnya. apakah ini cemburu.. mungkin saja benar karena aku sangat tidak menyukai pria itu menyentuh tanteku, seakan ingin ku bunuh pria itu saat ini juga.

bukannya melepas pelukannya tapi pria itu justru memamerkan kemesraannya di depanku, tangan kanannya merangkul leher tanteku lalu dia cium rambutnya, dan saat tanteku berbicara dia dengan sengaja memainkan jemarinya untuk mengelus-elus bibir bawah tanteku. hal seperti dia ingin menunjukan bahwa dia bisa memperbudak tante, tanteku mungkin hanya di anggap anjing peliharaannya saja.

“terus kamu mau apa sekarang ?!”, tanya tanteku lagi.

“tidak tau !”, jawabku pelan tapi emosi.

“ohh.. nih kalau kamu mau telpon om kamu !”, ucapnya dengan menyodorkan HP nya kepadaku.

Aku tak tau kenapa tante berani menyuruhku untuk menelpon om ku, apa mungkin hanya menggertakku saja tapi kalau di lihat dari ekspresi dia terlihat sangat santai. aku saat ini benar-benar tidak bisa berpikir jernih, semua otakku di penuhi oleh emosi.

“tidak usah !”, ucapku.

“aku tau semua aktifitas apa saja yang km lakukan dirumah”, ancam tanteku.

“apa kamu ingin keluarga besar suryadharma mengetahuinya “, lanjut tanteku.

mendengar hal tersebut aku langsung tersudut mati tak bisa berkutik, tidak mungkin bagaimana bisa dia mengetahui semua aktifitasku, apa mungkin mbak puji yang melakukannya, tapi apa dia tidak takut akan ancamanku. semua hal-hal dan pradugaku bermunculan untuk mencari tau bagaimana tau sumbernya. mungkin dia hanya menggertakku, otakku benar-benar buntu tak bisa di gunakan sama sekali. yang ada sekarang aku malah ketakutan setengah mati jika yang dibicarakan tante benar adanya.

disaat bersamaan tiba-tiba pria itu pun memotong arah pembicaraan ku dengan tante, tanpa sopan dia pun memanggil ku,

“hi bocah.. liat nih !”, ujar tuh pria.

sesaat setelah bicara dia mengarahkan kedua telapak tangannya ke payudara tanteku dan meremas-remasnya, melihat hal tersebut semua amarah dan emosiku pun sampai pada puncaknya.

“Hentikan !”, ucapku dengan nada penuh emosi.

“yuk.. tinggalin aja dia, ga penting ini !”, ujar si pria kepada tanteku.

sesaat sebelum mereka pergi tanteku pun berucap,

“aku tidak pernah melarangmu untuk melapor ke om teguh, tapi taukan resikonya !”, ancam tanteku.

dan mereka pun pergi meninggalkan diriku sendiri, lalu aku meluapkan emosiku dengan menghantam dinding toilet.

Yaa.. kurang lebih seperti itulah kejadian waktu itu, dan sekarang aku memilih untuk maju berperang dengan tanteku, untuk membuktikan kebenaran ucapkan tanteku dan mematahkan semua argumentasi beserta alibinya.

sesampainya aku di depan pintu kamar yang telah di pesan tanteku, aku mengetuknya beberapa kali dan terbukalah pintu itu, tanteku membuka pintu kamar itu untukku dan menyuruhku masuk, kulihat keadaan di dalam terlihat sepi hanya ada tante seorang tanpa seseorang pun kecuali aku, disuruh nya aku duduk di sofa putih dekat dengan ranjang hotel.

ku lihat tante menggunakan busana tidur dengan warna putih, rambut tergurai lemas kebawah, bentuk tubuh sintal nan seksinya terlihat menggoda. dia berjalan ke arah dan mengambil air minum lalu di tawarkan kepadaku, dan pembicaraan pun di mulai.

“Minum Aqua botol aja ya.. !”, ucap tanteku.

“yaa.. !”, ucapku.

“terus mau ngapain kamu ngajak ketemuan dengan tante ?”, ucap tanteku.

“ingin bahas perselingkuhan tante !”, ucapku tenang dan tegas.

mendengar omonganku tadi tante pun segera mengunci pintu dan menutupi tirai jendela di kamarnya, lalu dia duduk di ranjang di dekat sofa yang aku duduki, kini kita berdua pun saling berhadap-hadapan.

“apa yang ingin kamu tau ?”, tanya tante.

“kenapa ?”, tanyaku balik.

“hobby !”, terangnya dengan ekspresi mengejek.

“bagaimana dengan om ?”, lanjutku,

“tanya saja pada om kamu !”, jawabnya.

“siapa saja yg tau tentang ini !”, tanyaku.

“kau dan puji !”, jawabnya.

“kau akan di keluarkan dari keluarga besar suryadharma !”, ancamku.

“begitu juga dengan dirimu !”, ancam balik tanteku.

“bagaimana bisa ??”, tanyaku.

“ohh.. kau ingin bukti, baiklah.. tapi tunjukan dulu bukti-buktimu!”, nadanya dengan santai.

Aku pun mengambil HP ku dan menunjukan beberapa video dan rekaman tentang perselingkuhannya.

“pertama, video saat tante dan selingkuhan tante di ruang keluarga lantai atas. kedua, video call tante dengan selingkuhan. ketiga, rekaman pembicaraan saat ini !”, paparku.

“wow.. menyeramkan, sangat otentik dan aku pun tidak membantahnya, tapi tante juga bukti otentik yang bisa membawamu ke dalam kehancuran !”, ancam tante.

“buktikan ?”, tantangku.

tante pun mengambil laptopnya dan dia tunjukan sebuah file video yang menunjukan aktifitasku di rumah om ku.

“aku memasang camera di kamarku, terlihat jelas semua aktifitasmu di dalam kamar tante !”, papar tante.

Dalam hal ini aku harus berhati-hati dalam bicara karena bisa saja dia melakukan cara yang sama seperti apa yang aku lakukan, yaitu merekam pembicaraan saat ini.

“karena aku sedang mencari barang bukti perselingkuhan tante !”, bantahku.

“masuk ke kamar rina dan membuat lubang di atas kamar tante dan kamar mandi tante !”, ujarnya.

“untuk mendapatkan bukti dan buktinya adalah rekaman video call itu !”, bantahku lagi.

“ohh.. hebat sekali alibimu, sayang, tapi tante punya kartu AS yaitu video dirimu dan puji saat di kamarmu !”, desak tante menyudutkan ku.

Yaa.. sesuai prediksiku, saat tante mengucapkan telah mengetahui seluruh aktifitasku di rumah maka kelakuanku terhadap mbak puji pasti akan dia bongkar dan akan dia jadikan kartu AS.

“hahahaha… tidak masalah, selepas SMA aku akan menikahinya !”, jawabku.

“bukankah hal ini dulu juga pernah terjadi dengan tante dan om, saat itu tante adalah orang biasa yang bekerja sebagai pegawai kantin di kantor keluargaku, jika itu bisa terjadi kepada om dan tante maka hal itu harusnya bisa terjadi antara aku dan puji !”, lanjutku lagi.

“sudahlah tante, aku hanya ingin tante sadar akan perbuatan tante, tinggalkan lelaki itu dan ikutlah denganku !”, bujukku.

“yaa.. ikutlah denganku, karena aku akan memberikan apa yang tak kau dapatkan !”, ucapku dalam hati.

Kulihat ekspresi tante tertunduk lesuh, wajahnya mengarah kebawah terlihat begitu menyesal, sepertinya begitu.

“kau sangat pintar, keponakanku, Nathael Suryadharma.. tapi kau sedikit ceroboh dan kurang teliti, sebenarnya kau sangat terobsesi denganku kan, apa kau ingin menyentuh tubuh tantemu sendiri !”, lantur ucapnya.

“apa kau kira aku cuma memiliki 1 kartu AS saja ! kau harus tau dalam satu pack kartu ada 4 kartu AS, dan tante masih punya 3 kartu AS, Keponakanku sayang !”, ancamnya dengan begitu yakin.

Apaa… 3 kartu AS lagi, mana mungkin. tidak mungkin aku yakin aku hanya melakukan 1 kesalahan yaitu dengan mbak puji, selebihnya masih di batas normal, dan aku masih bisa membantahnya, dia hanya menggertakku, dia bohong… ya tante berbohong untuk mengelabuhiku.

“buktikan ?”, suruh dengan nada gugup.

“ingat waktu pertama kali kita bertemu saat kau memandangku tubuh tantemu ini dengan penuh nafsu, ingat saat ku suruh kau untuk mengambil belanjaan tante di mobil dan kau jilatin lingerie tante dengan penuh nafsu, dan apa kau masih ingat kejadian dimana kau merekam puji di tempat jemuran dan beberapa kali kau mengambil lingerie tante yang sedang di jemur !”, papar tante secara perlahan.

“dimobil tante ada kameranya, di tempat jemuran juga tante pasang kamera. dari semua yang tante paparkan adalah bentuk obsesi km terhadap tante dengan fantasimu sendiri, dan satu lagi selama sepekan lebih kau mengintip tante di kamar mandi jika hanya untuk mendapatkan bukti, 1 kali saja sudah cukup tapi kau melakukannya terus menerus hal ini menegaskan bahwa kau sangat terobsesi dengan tantemu !”, jelasnya.

“jika tante ungkapkan hal ini kepada om mu mungkin hubunganmu akan jadi kacau, dan untuk menghancurkan keluarga besar suryadharma, cukup dengan 2 kartu AS terakhirku, yaitu Teddy Suryadharma dan Retno Suryadharma, tentang Teddy Suryadharma mungkin kau sudah mengetahuinya tapi tidak dengan yang lainnya, dan itulah alasannya kenapa kau tidak boleh tinggal di sekitar mereka”, ujar tanteku.

Tidak mungkin… bagaimana bisa tante juga tau dengan tragedi yang ada di keluargaku yang bahkan om ku pun belum tentu tau. aku tidak boleh gegabah aku harus memikirkan sesuatu untuk keluar dari situasi ini, aku harus bagaimana. tenang, tenang, tenang… pikirkan baik-baik, untuk saat ini jangan melawan karena akan sangat fatal akibatnya. Yaa… aku harus fokus untuk memikir bagaimana caraku untuk keluar dari situasi ini tanpa perlawanan !

aku hanya bisa diam terpaku, keringat dinginpun keluar dari sekujur tubuhku karena posisiku sangat tersudut. ini diluar perkiraanku, disaat semua pikiranku binggung tiba-tiba tante rahma pun bangun dari ranjangnya kemudian duduk di pangkuanku, lalu…

“sudahlah kita hentikan permainan ini, bukankah kau terobsesi dengan tubuhku, sayang.. !”, shadu suaranya mendesis di telingaku.

Sekujur tubuh terasa lemas tak percaya kalau tanteku telah terjatuh dalam pelukanku. tangan kanan tante memeluk lalu tangan kirinya mengelus-elus wajahku, payudaranya menempel kurasakan, pantat besarnya terasa hangat dan penisku pun tegang berdiri….

“aku akan membawamu masuk kedalam surgaku, percayalah… !”, rayu tanteku.

Bersambung

END – Family Super Konyol Part 11 | Family Super Konyol Part 11 – END

(Family Super Konyol Part 10)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 12)