Family Super Konyol Part 10

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5Part 6Part 7Part 8
Part 9Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15Part 16
Part 17Part 18Part 19Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30Tamat

Family Super Konyol Part 10

Start Family Super Konyol Part 10 | Family Super Konyol Part 10  Start

Part X : Kemaluan Yang Tersakiti

“Bruuuaaaakkk…”, dentuman keras terdengar sangat aku memukul tembok di dalam toilet, untung saja toilet saat itu kosong tidak ada orang sama sekali, luapan emosi yang begitu dalam kusalurkan dengan pukulanku.

“kubunuh kau, anjing.. !”, ucapku dengan penuh emosi.

Ternyata aku belum sepenuh bisa mengendalikan emosiku, belum sepenuhnya aku bisa berpikir dewasa, begitu mudahnya nafsu dan emosi membakar jiwaku, menghentikan akal sehatku, mau tak mau harus ku akui kalau aku masih labil. tunggu dulu, aku berbeda dengan anak-anak lain seusiaku. keep calm, yaaa.. aku harus bisa menahan amarahku, aku tidak akan bisa menghadapinya kalau dalam kondisi seperti ini.

Kubasuh wajahku dengan air, aku benar-benar terlihat sangat buruk. setelah selesai aku pun keluar dari toilet dan menuju ke tempat agnes, dengan langkah gontai tak bersemangat aku berjalan menelusuri jalan dan tiba-tiba.

“hey, lu habis coli yaa.. lemes amat lu !”, tegur dari agnes.

aku hanya diam saja tak mendengarkan perkataan agnes, dan terus berjalan menuju tempat bu farah yang sedang menunggu kita.

“woi.. anjrit, di cuekin gue, mulai dah sifat busuk lu keluar !”, tutur agnes dengan nada kecewa.

“jangan ganggu dulu.. “, ucap melas.

mendengar ucapanku, agnes pun terdiam dan menuruti perintahku untuk tidak menggangguku lagi sementara waktu ini, akhirnya kita pun sampai di meja tongkrongan kami tadi dimana disitu masih ada bu farah yang setia menunggu.

“tuh nathan kenapa kok lemes banget habis dari toilet !?”, tanya bu farah.

“gak kenapa-napa kok bu.. cuma kepikiran rumah aja soalnya om lagi pergi ke bandung !”, jawabku pelan.

“ohh ya sudah.. kalau gitu kita pulang aja, yuk !”, tutur bu farah.

“gak usah bu.. katanya bu farah mau belanja !?”, ucapku.

“beneran nih.. ibu cuma mau belanja beberapa pakaian aja kok, buat sample !”, ujarnya.

Kita bertiga pun akhirnya menemani bu farah berbelanja beberapa pakaian, jengkal demi jengkal kaki menapaki setiap sudut mall ini, kios demi kios kita masukin dan bu farah terlihat sering kali keluar masuk ruang ganti pakaian untuk menemukan yang sesuai seleranya. sementara itu agnes terlihat sibuk sendiri dengan handphone nya dan sesekali membantu mamanya.

Sedangkan aku seperti orang linglung, sering kali aku berujar pada diri sendiri bahwa aku tidak boleh seperti ini, aku masih memiliki permasalahan dengan keluar agnes dan aku tiak boleh mengabaikannya, aku harus berpikir jernih. sementara itu permasalahanku dengan dirinya juga harus cepat aku selesaikan, ya benar jika sampai ini berlarut-larut akan sangat menguntungkan bagi dirinya untuk mengatur strateginya lagi.

Mulai detik ini bendera perang antara aku dan dirinya telah berkibar, aku harus berpikir realistis supaya semakin besar kemungkinanku untuk mengalahkannya, aku hanya bisa bertahan untuk sementara waktu. ibarat buah simalakama maju untuk bertarung dengan dirinya sama saja bunuh diri, sedangkan mundur berarti kemenangan bagi dirinya, hanya ada 1 pilihan yaitu bertahan dari keadaan ini, dan mencari celah untuk membalikan keadaan tapi sampai kapan aku harus bertahan.

“yang penting sekarang aku harus bersikap normal kembali, fokus itu saja dulu !”, gumamku.

aku pun berjalan menghampiri agnes, dan berbisik lirih di telinganya, “lama amat”.

“udah sehat lu !”, ucap agnes.

“lumayan lah dari pada manyun !”, ucapku.

“mamamu gimana nes ?”, tanyaku lagi.

“kayaknya seh ketagihan ama penis lu !”, jawabnya dengan menggoda.

“serius nes.. gimana kok ??”, desakku.

“ga tau gue.. mungkin masih ada lu jadi dia ga buka omongan, sabar aja napa !”, tutur agnes.

Benar juga apa yang dikatakan agnes, dan akhirnya kita pun selesai berbelanja lalu kita bertiga pun pulang kerumah agnes, karena pakaian, tas, sepatuku ada di rumah agnes, aku harus mengambilnya dulu baru pulang ke rumah. saat di dalam mobil agnes memilih duduk di belakang untuk rebahan sedangkan aku di depan dengan bu rahma.

Kita dalam perjalanan pulang sekarang, dan di tengah perjalanan bu farah membelokan mobilnya ke dalam SPBU untuk mengisi BBM mobilnya.

“nathan punya duit 5ribu gak, ibu pinjem bentar donk ?!”, tanya bu farah.

“ada nih bu.. apa aja nih punya saya ?”, ucapku.

“makasih yaa.. !”, ucap dari bu farah.

Dengan gestur lengan kirinya menahan badan pada pintu mobil yang sedang kebuka jendelanya, dan tangan kanan menjulur keluar untuk membayar BBM, karena posisi petugas SPBU ada di belakang jadi bu farah terpaksa mengankat pantatnya untuk menjangkau petugas SPBU, dengan posisi seperti ini tiba-tiba penisku langsung tegak berdiri, pikiran berubah menjadi beringas dan sangat jorok.

Ingin sekali kuremas-remas pantatnya sembari aku sodok-sodok dengan kemaluanku, tanganku kiriku pun meremas burungku sendiri untuk melampiaskan nafsu, pandanganku sangat fokus terhadap pantat bu farah, kuremas semakin kencang supaya bisa cepat terlampiaskan hasratku, tapi mau di kata apalagi tiba-tiba bu farah kembali ke posisi semula, dan terpaksa aku hentikan aksiku,

“Kentaaaaaaaangggggg… “, teriakku dalam hati.

“hahahahaha… “, tanpa dosa agnes pun tertawa terpingkal-pingkal melihat kejadian itu.

Aku pun malu melihat agnes tertawa begitu puas, sentak bu farah pun bertanya kepada.

“ada apa nes ?!”, tanya bu farah.

“ada yang lucu mam.. ?”, jawab agnes.

mendengar jawaban agnes aku pun langsung melihat ke arah agnes dengan menunjukan wajah mengancam.

“lucu apaan nes ?!”, tanya bu farah.

“ini lho mam.. aku lagi liat video lucu di handphone !”, jawab agnes.

“bikin kaget aja kamu tuh.. ?!”, tandas bu farah.

Aku sedikit memotong pembicaraan mereka dengan santun dan sopan,

“Bu saya mau ke toilet bentar “, pintaku ke bu farah.

“lama juga gak papa.. “, saut agnes.

“yaa udah sana… ibu parkir di depan ATM yaa !”, jelas bu farah.

Anjrrriiittt… ini bener-bener ga enak banget, terasa seperti ada yang tertahan dan ingin segera dikeluarkan. aku pun memasuki salah satu dari 3 toilet yang ada, tentu saja yang pintu nya terbuka, saat di dalam toilet,

“walah.. ini grendelnya mana, ga bisa di kunci donk pintunya”, ujarku sendiri.

tanpa babibu, anak babi ngentot babu. aku pun mengambil posisi menahan pintu yang tertutup dengan tangan kiriku dan menghadap ke pintu, tangan kananku membuka resleting dan ku rogoh kedalam celana pendek training yang aku pinjam dari agnes, lalu aku keluarkan penisku yang hampir layu, seperti yang kalian ketahui aku tidak memakai celana dalam karena CD yang kemarin kotor. aku pun mulai melakukan onani dengan tangan kananku, disaat mau keluar genggaman tangan kiriku yang menahan pintu pun melemah sehingga pintu sedikit terbuka. beberapa detik sebelum keluar…..

“Daaaggghhhh… “, pintu terdorong ke arahku.

“Aaaaahhhhh…. AaaAAhhhH… “, teriakku.

Yaa.. benar sekali, pintu itu membentur penis ku bebarengan dengan ejakulasiku, teriakku keras karena menahan rasa sakit dan rasa nikmat yang bercampur aduk.

“Nathan kamu kenapa.. ??”, ujar seorang wanita.

Dia adalah bu farah, tanpa sengaja dia membuka pintu toilet, mungkin dia kira tidak ada orang sehingga di dorongnya pintu tersebut. saat itu pula aku langsung membalikan badanku membelakangi bu farah, dengan gestur jongkok dan kedua tangan memegang kemaluan.

“ti.. ga.. papa.. “, jawabku gugup, binggung, malu dengan menahan rasa sakit dan lemes nikmat.

Dan sekarang adalah saat-saat yang mendebarkan, bagaimana tidak, coba saja anda bayangkan, tubuh yang lemes karena habis onani, rasa malu karena ketahuan (ya pasti tau la wong air maninya kemana-mana), rasa sakit gara-gara kepentok dan orang yang anda buat objek onani ada di belakang anda sekarang. tak tau apa yang harus kulakukan aku pun menyuruh bu farah keluar sebentar.

“bu bentar.. !”, ucapku pelan.

Woooww.. kulihati penisku apakah ada yang terluka dan untungnya tidak apa-apa !. aku pun segera membilas penisku dengan air dan kulihat spermaku bertebaran dimana-mana, di pintu, di lantai, di tembok dan di celana training nya agnes. akhirnya aku bersihkan semua lalu aku keluar dengan muka tembok untuk menemui bu farah.

“kamu tidak apa-apa nathan.. ?”, tanyanya.

“gak papa kok bu.. !”, jawabku dengan menunduk malu.

Sambil menunduk ku sempatkan sesekali melihat wajah bu farah, dengan menahan tawa dan pipi merah merona yang mungkin dia juga tersipu malu membuat enggan untuk menunjukan wajahku di hadapannya.

“apa nya yang sakit.. !?”, tanya lagi bu farah.

“anu bu… itu apaa, paha bu.. yang sakit !”, jawabku gugup sekali.

saat ku melihat ke rok panjang bu farah, ternyata ada bekas muncratan spermaku. Mampuusss lu… begoooo… kenapa lu muncrat kesitu, Yaa tuhan…. malu-maluin aja nih burung.

“mau ibu anterin ke mobil.. ” ujar bu farah.

“udah bu ga usah bu.. !”, jawabku.

aku pun berjalan menuju mobil meninggalkan bu farah, saat ku tenggok ke belakang terlihat dia memasuki toilet itu. saat memasuki mobil aku memilih diam saat agnes bertanya tapi dia juga tak bertanya apa pun terhadapku.

Kulihat bu farah pun berjalan menuju mobil dengan wajah yang terlihat menahan tawa, pipi yang merah tersipu-sipu, tanpa banyak kata kami pun melanjutkan perjalanan menuju kerumah.

20 menit setelah meninggalkan SPBU dan sedang dalam perjalanan lagi-lagi otak mesumku bergerilya memasuki pikiran karena aroma bu farah berhembus kearah hidungku sehingga aku bisa merasakan sensasi tubuhnya, waktunya mengistirahatkan otak penatku dengan membayangkan kemolekan tubuh bu farah. sambil kulirik bu farah yang sedang menyetir, sangat anggun terlihat paras cantiknya tebalut hijab biru muda yang lembut bak sutera, lekukan tubuhnya dan bentuk payudaranya sangat jelas nampak begitu menggoda, aku terus membayangkan sampai tak kusadari burungku membumbung tinggi dan sangat nampak jelas terlihat dari luar.

Bu farah pun tersipu malu melihat keganjilan di celanaku, dia menahan tawa dan sesekali meliriknya, sedangkan aku masih tak sadarkan diri dengan apa yang terjadi. melihat rona merah di wajahnya karena teripu malu dan sedikit senyum-senyum kecil yang tertahan seakan membuat makin melayang, ingin sekali ku cumbu wajahnya seperti malam itu. Kami pun saling lirik melirik, tapi tib-tiba…

“Plaaakk.. “, sesuatu menimpa penisku.

“Aaaahhhh…. “, spontan aku pun berteriak dan membubarkan semua lamunanku.

Suasana hening di mobil seketika pecah menjadi tak karuan, terlihat agnes menunduk dengan menggeleng-gelengkan kepalanya serasa tak percaya dengan yang di lihatnya, dan bu farah pun nampak malu dan tersenyum kecil. dan kusadari bahwa baru saja bu farah mengayunkan tangannya yang sedang memegang handpone nya tepat ke arah kemaluanku.

Sekarang aku pun tau kenapa namamu kemaluan, karena dirimu sangat memalukan.

Tapi….. Kemaluanku Saaaakkkkiiiiitttt……….. !

Bersambung

END –  Family Super Konyol Part 10Family Super Konyol Part 10 – END

(Family Super Konyol Part 9)Sebelumnya |Bersambung(Family Super Konyol Part 11)