Drama Threesome Part 9

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38

Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 9 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 8

Wulan meringkuk di atas kasur. Baju mandinya sudah ia tanggalkan, menyisakan lingerie sexy yang ia beli atas pilihan Evan. Berwarna putih terbuat dari satin yang lembut, lingerie yang dikenakannya hanya menutupi bagian puting nya saja, sementara bagian lain tubuhnya ditutupi oleh kombinasi kain transparan.

Celana Dalamnya berbentuk G String menempel ketat hanya menutupi bagian vaginanya. Ia memejamkan matanya mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya. Apa keputusan Rio akhirnya? Rio meninggalkannya tanpa keputusan apapun, hanya menyuruhnya untuk beristirahat di kamar. Apa maksudnya? Apakah untuk mengumpulkan energy untuk kegiatan 3S selanjutnya dengan Evan? Ataukah memang semua akan dibatalkan Rio karena emosinya tadi?

Wulan samar mendengar pintu kamar hotelnya terbuka. Ia memasang telinganya mencoba mencari tahu bunyi langkah kaki yang masuk, namun sia sia. Suite room ini berlantaikan karpet tebal yang tidak akan memantulkan bunyi alas kaki apapun diatasnya. Wulan menegakkan badannya, sejurus kemudian Wulan melihat Rio membuka pintu ruang tidur mereka. Rio masih terlihat tegang. Ia menghampiri Wulan dan duduk disisi tempat tidur di samping Wulan.

“Ayah …” bisik Wulan.

Rio memperhatikan lekuk tubuh Wulan yang sangat indah dibalik lingerie yang dikenakannya. Payudaranya menggantung santai tanpa topangan Bra yang menghalanginya. Niplenya tertutup kain lingerie, namun tonjolan buah dadanya jelas terlihar bahkan menyembul sebagian dirangkai detail renda halus dan tali penahan lingerie.

Wulan duduk bersila sehingga paha mulusnya terlihat jelas, menggoda siapapun yang melihat untuk menyentuhnya. Vaginanya terbuka diantara dua pahanya, tertutup sedikit oleh G string senada yang dikenakannya. Rambut Panjang Hitam Wulan kini terurai, membingkai wajahnya yang sedikit sembab karena menangis, namun tidak bisa menyembunyikan kecantikan alaminya. Rio tercekat. Ia merasakan penisnya mulai mengeras menyaksikan keindahan yang disodorkan didepannya.

Rio merengkuh Wulan, mengecupnya penuh mesra seolah ingin menenangkan hatu keduanya yang terobrak abrik emosi. Wulan menyerahkan dirinya kepelukan Rio, berbaring di bahunya saat Rio membelai rambutnya

“Bunda … Ayah tidak tahu lagi apa yang harus Ayah lakukan … Evan ada didepan. Kalau Bunda siap, kita lanjutkan 3S kita sesuai rencana.” Wulan memejamkan matanya berusaha menenangkan gejolak hatinya dalam pelukan Rio

“Kalau Bunda mau membatalkan 3S ini, tidak apa apa sayang .. dan Ayah janji tidak akan lagi meminta Bunda melakukan 3S dengan siapapun juga. ”

Wulan melepaskan pelukannya, menatap Rio dalam dalam seolah mencari kebenaran dari setiap perkataan Rio. Hening beberapa saat, kemudian Wulan berkata “Ini Fantasi Ayah … biarkan Bunda mewujudkannya … setelah ini selesai baru kita bisa menentukan apa yang akan kita lakukan. Selamanya Bunda akan merasa bersalah kalau nanti Bunda tau Ayah melakukan 3S dengan wanita lain dan Bukan Bunda ….”

Wulan tau benar karakter Rio. Jika ada satu yang menjadi niat atau keinginannya, Rio tidak akan pernah berhenti untuk mewujudkannya menjadi nyata. Apapun akan ia lakukan untuk mendapatkan jawaban atau memuaskan rasa penasarannya. Dan Wulan memperkirakan hal itu juga akan terjadi pada Fantasi 3S yang dimiliki Rio.

Rio menghela nafas. Ia menggenggam tangan wulan erat, seolah tidak ingin melepas Wulan lagi.

“Cinta Bunda hanya untuk Ayah … tidak pernah ada laki laki lain yang Bunda Cintai semenjak ayah hadir di kehidupan Bunda” ujar wulan meyakinkan Rio “Setelah ini selesai, Evan akan tetap menjadi Evan yg sekarang untuk Bunda. Tidak ada yang spesial. Bunda tetap milik ayah selamanya ….”

Rio menunduk. Wulan memeluk Rio erat, mengecup Bibir rio penuh Cinta. Rio merasakan kehangatan bibir Wulan membangkitkan semangatnya. Ia balas melumat bibir wulan dalam dalam, memainkan French Kiss andalannya didalam mulut wulan. Nafas keduanya mulai terasa cepat dan dalam.

Desahan kenikmatan terdengar dari mulut wulan saat rio mulai menciumi leher Wulan dengan penuh gairah. Sensasi kenikmatan yang baru diberikan Rio membawa wulan melayang. Tangannya bergerak melepas baju yang dikenakan rio, menarik turun celana panjang Rio menyelipkan tangannya menggenggam penis Rio, mengelus2 ujung penis Rio dengan jemarinya yang lenbut.

Bibir Rio bergeser kearah dada wulan mengeluarkan mengangjat lingerie Wulan dengan tangannya sehingga kedua Payudara ranum Wulan terbuka indah. Dikecupnya puting wulan bergantian, mengelitiknya dengan lidahnya, menghisap lembut dan menjilatnya, memberikan sensasi luar biasa pada diri wulan. Ia merasakan tangan wulan berpindah meremas rambut dikepalanya menandakan kenikmatan mulai merasuk diri wulan.

“Oohh ayaaahh … erang wulan saat Rio menyelipkan jemarinya kebalik G string, menyentuh tepat klitoris didalamnya. Wulan mengerang. Tubuhnya menggelinjang tak menentu, berusaha menahan gejolak kenikmatan yang semakin meningkat.

Suara erangan wulan yang sexy terdengar sampai ke ruang tamu tempat evan menunggu. Seluruh tubuh evan menegang membayangkan apa yang terjadi dibalik pintu dihadapannya. Ia bangkit, mendekat. Rio berpesan agar ia masuk ke kamar setelah Rio membuat wulan ON, dan ia yakin ini tandanya.

Perlahan ia berjalan, membuka pintu kamar tidur tanpa suara dan menyaksikan pemandangan menggairahkan dihadapannya. Rio mencumbu Wulan penuh gairah. Tubuh Wulan yang mengenakan lingerie dan separuhnya telah terbuka langsung memberikan sensasi yang membuat penisnya berdiri tegak.

Ia terpaku. Rio masih mengenakan celana dalamnya, jelas belum melakukan penetrasi apapun kepada wulan. Wulan sendiri tampak terbuai kenikmatan yang diberikan oleh mulut Rio pada payudaranya dan jemari rio pada vaginanya. Mereka berdua tidak menyadari kehadiran evan.

Evan berjalan maju dua langkah. Dari posisi ini ia semakin dapat melihat wajah cantik wulan yang tengah menikmati seks nya bersama rio. Mata wulan terpejam. Desah lirih dan rintihan kenikmatan terus keluar dari mulutnya. Rio kini menyadari kehadiran Evan. Ia melirik sedikit terkejut namun kemudian mengisyaratkan Evan untuk mendekat.

Evan membuka seluruh pakaiannya, menampakkan Penisnya yang menghunus. Ia semakin mendekat perlahan. Rio kembali menciumi bibir Wulan dengan penuh nafsu, menghalangi Wulan untuk melihat evan yang semakin mendekat. Wulan menaikkan kakinya dan dengan jemari kakinya yang lincah menurunkan celana dalam rio hingga terlepas dari kedua kakinya. Tangannya liar meraba2 bokong dan penis Rio.

Ia tampak sangat menikmati apa yang diberikan Rio padanya. Rio mengisyaratkan Evan untuk semakin mendekat, dibisikkannya sesuatu ke telinga Wulan. Wulan membuka matanya, memalingkan wajahnya kearah Evan yang berdiri disampingnya sambil memegang penisnya sendiri.

Wulan hampir berteriak terkejut, namun Rio segera menutup mulut Wulan dengan bibirnya, menciumi Wulan penuh birahi, memegang kedua tangan Wulan yang terbuka lebar disamping tubuhnya, menempatkan kedua kakinya diantara kedua paha wulan, mencegah Wulan menutup vaginanya dengan kedua pahanya.

Wulan awalnya meronta, namun sejurus kemudian kembali relaks menikmati sensasi yang diberikan Rio pada bibirnya. Setelah rio yakin wulan mulai tenang, ia melepas pegangan tanganya, membelai lembut payudara wulan, menghentikan ciumannya dan beranjak turun mengarahkan kepalanya ke arah Vagina Wulan. Terengah engah, Wulan menekuk lututnya, memperlebar buka kedua pahanya, memberikan akses bagi rio untuk mulai melakukan oral sex pada vaginanya.

Rio memberikan tanda pada evan untuk membantunya mengeksplor payudara wulan. Evan bergerak menaiki tempat tidur, mengelus payudara wulan dengan tangannya. Ia ingin memberikan wulan kesempatan untuk beradaptasi menerima kehadirannya.

Wulan tetap memejamkan matanya, Nafasnya terengah. ia merasakan belaian pada payudaranya dan ia tau itu evan. Evan mendekat, mengecup bibur wulan perlahan, mencoba mengetahui reaksi wulan. Wulan menggigit bibirnya, sedikit penolakan timbul pada dirinya. Ia terus memejamkan mata. Namun belaian lembut tangan evan pada payudaranya membuat ia sangat terangsang dan sejurus kemudian membiarkan evan mencium bibirnya lebih dalam.

Rio memperhatikan reaksi tubuh wulan dari bawah. Ia menunggu Wulan mulai bisa menerima kehadiran Evan sebelum memulai oral sexnya pada vagina wulan. Rio memulai dengan menjilat seluruh bagian dalam Vagina Wulan perlahan. Tidak melewatkan satu bagianpun.

Dibukanya dengan jarinya, menampakkan bagian dalam vagina Wulan yang merah merekah. Dimasukkannya dua jarinya kedalam lubang vagian Wulan, merasakan cairan yang mulai membasahi permukaannya. Digerakkan jemarinya masuk keluar seraya menjilat klit Wulan. Rio senang berlama lama menggelitik klit Wulan karena ia tahu Wulan akan merasa kenikmatan yang luar biasa.

Wulan mulai merasakan permainan oral Sex yang diberikan Rio. Kenikmatan luar biasa memenuhi seluruh syaraf di bagian kemaluannya. Wulan kembali mengeluarkan erangan kenikmatan yang tertahan. Bibirnya masih dicium Evan seraya memainkan French Kiss yang tidak kalah mahirnya dari Rio. Wulan membiarkan dirinya menikmati sensasi yang diberikan Evan. Ditingkah rangsangan Rio pada klitnya dan ciuman Evan pada bibirnya, tanpa sadar Wulan meletakkan tangannya ke kepala Evan, mendorongnya ke arah bawah. Evan mengerti.

Dilepaskannya ciumannya pada bibir Wulan, mencium bagian belakang telinga Wulan, memagut beberapa titik di bagian leher mulus Wulan dan mulai mencium payudara Wulan lembut, menjilat keduanya bergantian dan menghisapnya dengan lembut.

Wulan menggelinjang, melenguh penuh kenikmatan .. Sensasi Rio pada klitnya sudah cukup membuatnya didera kenikmatan luar biasa dan kali ini, sensasi tak kalah nikmat menyerangnya dari Payudaranya yang dipermainkan Evan. Gelombang dahsyat kenikmatan menyerangnya bertubi2.

Kini lenguhnya berganti teriakan tak beraturan “Aaaahhh … Ayaaahhh .. Evaaaannn … Ooohhhh….”

Wulan mencapai Orgasme pertamanya. Seluruh tubuhnya menegang, tangannya mencengkram rambut Evan kuat kuat, pinggulnya terus digerakkannya mengimbangi kenikmatan yang diberikan oleh Rio. Ia merasakan gelora kepuasan serentak pada seluruh tubuhnya menerima dua sensasi kenikmatan pada saat yang bersamaan. Ia tak kuasa menolak, O pertama yang sangat cepat. Belum pernah ia mencapai Orgasme pertamanya secepat ini.

Kini tubuhnya melemah, nafasnya terlihat cepat dan dalam sementara tangannya terkulai lemas disamping tubuh indahnya. Peluh terlihat membasahi sekujur tubuhnya membuat lingerie yang dipakainya menempel ketat, memperlihatkan siluet indah bentuk tubuhnya. Matanya terpejam, kepalanya terkulai ke kiri sementara mulutnya sedikit terbuka, terengah mencoba meraih sebanyak mungkin oksigen ke dalam paru2nya karena kelelahan.

Rio berdiri, mendekati tubuh Wulan, mengisyaratkan Evan untuk menjauh dari tubuh istrinya. Dibelainya rambut Wulan penuh sayang seraya menikmati keindahan wajah istrinya saat telah merengkuh kenikmatan yang dipersembahkan untuknya. Wulan terlihat sangat lelah dan puas.

Sementara Evan, sambil memegang penisnya yang makin menegang memandang Wulan lekat lekat. Ia masih tidak percaya melihat pemandangan seorang wanita yang masih dicintainya, meregang nafsu kenikmatan dimana ia menjadi salah satu pemicunya. Melihat Wulan mencapai puncak kenikmatan adalah hal yang sangat menggairahkan. Begitu pula yang dirasakan Rio. Ia semakin dilanda birahi, namun sabar untuk menunggu Wulan memulihkan kesadarannya terlebih dahulu.

Saat nafas Wulan mulai teratur, Rio tidak memberikan kesempatan lebih lama bagi Wulan untuk beristurahat. Tangannya meraba klit Wulan, memainkannya lembut seraya mencium dalam dalam leher Wulan, meninggalkan noda merah merona disana. Wulan menggeliat kecil merasakan kembali sensasi pada klitnya. Ia mulai merasakan getaran birahi kembali pada dirinya. Nafasnya kini perlahan terpacu kembali

“Uuuhhhh …. Ayaahhh ….” desis Wulan penuh birahi.

Rio menengadah. Matanya menatap Evan yang berdiri tak bergeming seraya mengocok penisnya sendiri sambil menatap tubuh Wulan penuh nafsu. Tangan Rio tetap mempermainkan klit Wulan. Sesekali mencium mesra Payudara Wulan dan menatap Evan bergantian.

Wulan mulai menggerak2kan pinggulnya lembut, menandakan ia mulai menikmati rangsangan Rio pada klitnya. Bibirnya sibuk mendesah desah, matanya terpejam. Pemandangan luar biasa yang membangkitkan gairah. Rio tau Evan beberapa kali menelan ludahnya, permainan tangannya pada penisnya sendiri tanpa sadar semakin cepat, nafasnya memburu.

Rio ragu, mempertimbangkan apakah ia akan membiarkan Evan melakukan penetrasi terlebih dahulu, ataukah membiarkan Wulan menghisap penis Evan sementara ia yang melakukan penetrasi ke vagina Wulan. Cemburu kembali membakar dadanya. Tangan Rio semakin cepat bergerak pada klit Wulan, seperti vibrator yang menggerakan klit Wulan, membuat Wulan menggelinjang tak karuan

“Ooooohhh … ” Wulan mulai bersuara.

Mulutnya kini terbuka dan tanpa menunggu Rio memasukkan penisnya yang keras ke dalam mulut Wulan. Teriakan Wulan berubah menjadi gumam tak jelas. Tangannya mengurut penis Rio naik turun sementara mulutnya mengulum ujung penis Rio, menggigit lembut, menjilat jilatkan lidahnya menyapu seluruh bagian kepala penis Rio.

Dengan isyarat tangan ditengah kenikmatan yang dirasakannya, Rio menyuruh Evan untuk beralih ke vagina Wulan. Evan bergerak, membuka paha Wulan lebar lebar, menyentuh vagina Wulan dengan jarinya sebelum menghunuskan penisnya masuk ke liang Vagina Wulan yang merah merona.

Evan mendorong penisnya kuat masuk ke dalam lubang vagina Wulan, ia memberikan sensasi kejutan tambahan pada Wulan sampai Wulan bergumam panjang. Sejenak permainannya pada penis Rio terhenti, merasakan kenikmatan baru pada vaginanya. Tanpa sadar Wulan mengangkat pinggulnya, menjepit penis Evan erat2, sebelum melanjutkan hisapannya pada penis Rio.

Evan menggerak2 kan tubuhnya, memompa Penisnya turun naik didalam vagina Wulan. Bukan main, batinnya dalam hati. Jepitan vagina Wulan terasa meremas2 lembut penisnya. Sangat nikmat, membawanya semakin cepat dan kencang memompa vagina Wulan. Ia merasakan goyangan pinggul wulan mengimbangi gerakannya. Tangannya meraba2 klit Wulan mencoba memberikan tambahan sensasi pada Wulan.

Kenikmatan yang dirasakan Wulan pada vaginanya semakin memacu birahinya. Ia tidak lagi bisa berpikir kalau yang melakukan itu semua Evan, bukan Rio suaminya. Kenikmatan telah membutakannya, ia semakin cepat menggerakakan penis Rio dalam mulutnya masuk keluar, mendesakkan hingga ke pangkal tenggorokannya, menghisapnya kuat, membuat ia hampir tersedak sementara seluruh jarinya sibuk mengeksplorasi belahan anus, pangkal paha dan kedua bola Rio.

Rio mulai merasakan rambatan kenikmatan dari permainan oral Wulan. Sesekali wulan menjilat batang penisnya, mengulum kedua bolanya lembut, sebelum kembali mengulum Penis dan memainkan lidahnya di kepala Penis Rio “Aahh ….” desah kenikmatan keluar bertubi2 dari mulut Rio.

Tangan Rio pada kepala Wulan, membuat ia lebih bebas memompa penisnya di mulut wulan mengikuti irama hisapan wulan yang semakin kuat. Wulan menggumam dengan mulut yang dipenuhi penis Rio, memberikan getaran tambahan pada penis Rio.

Tubuh wulan bergoncang kuat karena pompa penis evan yang semakin kuat pada vaginanya. Evan menarik G string Wulan dengan sekali hentak, semakin mempercepat pompanya seraya memperhatikan buah dada Wulan yang naik bergelayut sangat sexy.

“Aaarrggghhhh !!” Evan berusara, sekuat tenaga menahan ejakulasinya. Tidak .. jangan sekarang, tahan .. ini nikmat .. nikmaatt .. aku mau lebih lama, batinnya dalam hati. Ia memperhatikan punggung Rio yang bergerak naik turun, memompa penisnya pada mulut Wulan. Inginnya ia merasakan juga apa yang dirasa Rio. Mendengar desahan dan lenguhan liar dari mulut Rio, ia tahu Rio pun tengah sekuat tenaga menahan ejakulasinya.

Wulan Menggelinjang tak karuan .. tak sanggup lagi menahan Kenikmatan yang dialirkan oleh tekanan pada vaginanya. Mulutnya semakin liar menggumam, kesulitan mengalirkan teriakan kenikmatannya karena Penis Rio memenuhi seluruh mulutnya.

“Mmmhhh … Mmmmmhhhhhmmmmmhhmmm ” teriak wulan susah payah.

Ia mendapatkan O nya yang kedua … Disaat bersamaan Evan juga berteriak, tidak sanggup lagi menahan ejakulasinya karena sensasi jepitan Vagina Wulan yang luar biasa

“Aaaaaaahhhhhhhhhhhhh ……” jeritnya seraya menyemburkan cairan yang terasa hangat mengalir pada vagina wulan. Rio merasakan isapan wulan pada penisnya mulai melemah. Ia tahu, Evan sudah membuat istrinya puas ….

Bersambung