Drama Threesome Part 8

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40

Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 8 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 7

Rio berjalan mondar mandir. Ia benar benar berada di posisi yang sangat sulit. Haruskah ia lanjutkan 3S bersama Evan? Ataukah menundanya dan mencari partner baru? Mood nya dan Wulan saat ini sudah dapat dipastikan kacau balau. Wulan memang sudah mulai tenang, tidak lagi menangis. Tapi guncangan akibat peristiwa tadi pasti akan berpengaruh pada permainan 3S mereka.

Bisakah ia menerima Evan menikmati tubuh istrinya? Rio bergidik. Rasa cemburu membakar hatinya, membayangkan Evan mereguk setiap kenikmatan dari lekuk tubuh istrinya. Tidak .. lebih baik orang lain saja. Tapi apakah Wulan bisa merasa nyaman dan menikmati hubungan sex dengan orang asing, sementara ia sudah menjelaskan bahwa ia perlu rasa nyaman untuk dapat melakukan 3S … egoiskah ia menolak kenyamanan yang sudah susah payah dicari oleh istrinya itu?

Bukankah ini untuk kepuasannya melihat Wulan menikmati sex yang dihadiahkan untuknya? Puas melihat istrinya digauli laki laki lain sementara istrinya tidak menikmati, atau Menahan cemburu yang membakar melihat istrinya disentuh Evan namun Wulan kemungkinan besar dapat menikmatinya. Ia atau Wulan yang harus menderita.

Lalu apa yang ada dikepala Evan saat mengajukan diri untuk menjadi partner 3S Wulan? Mendengar cerita Wulan, Rio dapat memastikan Evan tau bahwa suami Wulan adalah dirinya. Apa motif Evan sebenarnya? Ingin membangun kisah kasih tak sampainya dengan Wulan? Ingin pamer keperkasaan dihadapan Rio? Ingin menunjukkan ia bisa mencicipi dua duanya, Fani istrinya dan Wulan istri Rio? Apa? Rio tidak bisa menebak. Pasti saat mengetahui ia dan Wulan mencari partner 3S, Evan seperti Kucing yang mengendus bau ikan asin. Langsung dilahapnya. Kesempatan emas!!

Pemikiran pemikiran ini sangat mengaduk aduk emosi Rio. Beruntung Evan, ia masih bisa menahan diri untuk tidak menggunakan kekerasan fisik. Ia harus mendengarkan penjelasan Wulan terlebih dahulu dan memutuskan meminta Evan menunggu di resto hotel.

Sementara Wulan mulai menenangkan diri. Diikutinya dengan pandangan mata seluruh gerak gerik Rio. Ia mengerti apa yang tengah berkecamuk dalam diri suaminya itu. Pasti tidaklah mudah menerima peristiwa seperti yang terjadi saat ini.

Tapi ia masih menyimpan tanya, bagaimana bisa Rio mengenal Evan? Bagaimana mungkin ia tidak tahu bahwa mereka saling kenal? Mungkin, akibat komunikasi terbatas antara dirinya dan Rio, karena situasi yang tidak memungkinkan, ada banyak informasi masa lalu yang belum sempat mereka utarakan. Hubungannya dengan Rio memang bukan hubungan suami istri biasa.

Berdua membicarakan segala hal tentang mereka memang sangat jarang terjadi. Lalu kemana Evan sekarang? Apa yang Rio lakukan padanya? Wulan merasa sangat kuatir jika emosi Rio tadi memuncak dan terjadi sesuatu pada Evan. Ini bagian dari kesalahannya menerima tawaran Evan, tapi ia tidak tahu keadaannya akan buruk seperti ini. Tapi apakah Evan tau? Apakah Evan sudah tau sebelumnya bahwa suaminya adalah Rio yg ia kenal? Kalau iya, kenapa Evan tidak bercerita padanya?

1 jam telah berlalu semenjak kejadian tadi. Rio menghampiri Wulan yang tampak cemas, masih duduk di Sofa dengan baju mandinya yang mulai kusut. Matanya sembab karena lelah menangis.

“Bunda …” ucap Rio. Lebih tenang tapi Wulan tau masih tersimpan emosi yang menyala nyala “Apakah Bunda masih mau meneruskan rencana ini?”

Wulan menatap Rio ragu. Ia sangat kuatir, jawabannya akan menambah emosi dalam diri Rio.

“Apakah bunda tetap mau melakukan 3S bersama Evan? Ataukah Bunda ingin menunda rencana ini dan mencari pengganti Evan?” Rio mempertegas pertanyaannya. Wulan menunduk. Kebingungan menyergapnya. Apa yg harus ia katakan pada Rio ….

Wulan merasakan Rio menggenggam tangannya “Jawab sejujurnya Bunda …. Ayah akan ikuti apapun kemauan Bunda ” ujar Rio, suaranya melemah .

Wulan tau akan sangat sulit bagi Rio untuk bisa melihat ia bersama Evan. Tapi ia hanya ingin ini semua cepat selesai. Ditatapnya Rio, memberanikan diri bertanya “Apakah ayah masih mau melakukan 3S untuk mewujudkan impian Ayah?”

Rio menunduk, mengangguk kecil. Wulan menghela nafas lalu berkata “Bunda hanya ingin semua ini cepat selesai. Sudah terlanjur Bunda niatkan, akan jadi beban bagi Bunda kalau Ayah masih meminta Bunda untuk menunggu …”

Rio memahami maksud Wulan. Dadanya kembali berkecamuk “Kalau Ayah tidak keberatan, selesaikan sekarang saja …..” lanjut Wulan “Kalau Ayah keberatan dengan partner pilihan Bunda, silahkan cari yang lain hari ini … Bunda siap …”

Rio mendengus, mengepalkan tangannya, memukul bantalan Sofa dengan cukup keras sehingga Wulan terkejut. Rio melampiaskan emosinya. Manalah mungkin mencari partner lain dalam waktu sesingkat ini. Pilihannya hanya satu, 3S bersama Evan. Rio sangat mengerti permintaan 3S nya tidaklah mudah bagi Wulan untuk menjalaninya.

Saat dinikahinya, Wulan berasal dari keluarga konservatif yang sangat mengedepankan syariat agama. Orang tua Wulan mengizinkan ia menikahi wulan hanya syah secara agama, karena Rio berjanji akan selalu menjaga dan membahagiakan wulan. Itu dasar bagi Rio untuk memberikan apapun yang terbaik bagi wulan walau dengan keterbatasan yang ia miliki sebagai suami resmi dari istri dan anak2nya. Maka saat wulan mengalami pertentangan batin demi mengikuti keinginannya, masih tegakah ia menolak syarat yang wulan berikan? Tapi kenapa harus Evan? Rio seakan berteriak dalam hatinya.

Hening kembali. Wulan tidak ingin berkata kata lagi. Ia serahkan semua keputusan pada Rio. Sejurus kemudian Rio bangkit, berkata pelan pada Wulan “Bunda istirahatlah dikamar. Ayah ada perlu sebentar dengan Evan” kemudian Rio meninggalkannya sendiri dalam kebingungan ..

Evan sudah menghabiskan gelas Coke nya yang ketiga, sepiring pasta dan satu scoop Ice Cream saat Rio datang menghampirinya. Jantungnya mulai berdegup kencang membayangkan apa yang akan dikatakan Rio. Akankah ia mendapatkan Wulan? Ataukah Rio akan mengusirnya jauh jauh. Evan mengakui ada berbagai alasan dibalik keputusannya yang terbilang nekat ini.

Sudah lama ia tidak bertemu Rio, bahkan pernikahannya dengan Wulan pun sempat membuatnya terkejut. Sempitnya dunia. Ia yang dulu begitu mengharapkan Fani menjadi miliknya, Rio lah yang ternyata mendapatkannya. Saat ia mengejar bayang bayang Fani dan melepaskan Wulan, Rio lah yang akhirnya menjadi penggantinya disisi Wulan.

Saat mendengar pengakuan dari mulut Wulan bahwa Rio menginginkan 3S, Evan merasa terusik. Rasa sayangnya kepada Wulan tumbuh kembali saat mendengar kegundahan Wulan dan pergolakan batinnya untuk mewujudkan permintaan suaminya itu. Hati Wulan sudah terkoyak satu kali olehnya. Ia tidak mau Wulan tersakiti lagi. Melakukan tindakan yang tidak sepenuhnya ia inginkan, walaupun atas dasar cinta, rasanya tidak adil bagi Wulan.

Hanya perlu waktu 2 tahun bagi Evan untuk menyadari kesalahannya memilih Fani dan meninggalkan Wulan. Wulan yang sederhana, lembut dan penurut, yang selalu menyejukkan hatinya dalam keadaan apapun, sangat kontras dengan Fani yang bergaya hidup mewah dan terbiasa dikelilingi sanjung dan puja puji. Wulan yang menampilkan diri apa adanya, sangat berbanding terbalik dengan Fani yang selalu menilai sesuatu berdasarkan materi. Kerja keras Evan selama ini hanya untuk memenuhi biaya hidup Fani yang begitu tinggi.

Beberapa kali kedekatan Evan dengan Wulan, membuatnya merasa kembali ke masa lalu. Penyesalan menimbulkan kembali cinta yang pernah ada di hati Evan. Diakui Evan, ada sedikit rasa posesif yang muncul pada dirinya untuk Wulan. Baiklah, Rio mungkin sebagai suami sah Wulan. Tapi tidak boleh ada laki laki lain yang menyentuh wulan selain Rio … dan dirinya… Evan sungguh tidak rela.

Karenanya dengan keyakinan ia ajukan diri sebagai partner 3S Wulan. Evan cukup memajukan beberapa alasan untuk meyakinkan Wulan memilih dirinya sebagai partner 3S. Pertama, Wulan sudah mengenalnya dan dengan bumbu sejarah masa lalu, Evan yakin Wulan akan lebih merasa nyaman berpartner dengan dirinya.

Kedua, jaminan keamanan. Evan bersih. Gelar Don Juan pada dirinya hanya terbatas pada berganti pacar, bukan berganti pasangan seks. Ia hanya melakukan itu dengan Fani seorang, itupun atas permintaan Fani Evan selalu menggunakan kondom. Hanya satu masalah yang Evan belum berani mengungkapkan pada Wulan sampai saat ini. Rio. Ia mengenal Rio.

“Aku tidak mengerti rencana apa yang ada dibenakmu, Van” desis Rio saar duduk berhadapan dengan Evan “Tapi aku tidak punya pilihan lain kecuali mengizinkan kamu ikut dalam rencana kami”
Evan bisa melihat kegusaran dalam diri Rio dan ia sangat mengerti itu. Ia pasti akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi Rio.

“Baguslah ..” ujar Evan santai mencoba menyembunyikan gembira dalam hatinya. Dibayangkannya tubuh indah Wulan yang sebelumnya hanya bisa ia lihat, sebentar lagi akan bisa ia sentuh sepuas hatinya

“Percayalah, bukan hanya aku yang beruntung dalam hal ini. Tapi kalian juga, kau dan Wulan, akan lebih banyak keuntungan dibandingkan memilih orang lain sebagai patner 3S. Sekarang ini, banyak orang bermental jahat berkeliaran dengan kostum malaikat, kawan. Tidak takutkah kau bila istrimu disentuh oleh mereka?”

Rio menatap tajam Evan. Dalam hal ini Evan benar. Dan Rio benci dikalahkan Evan satu poin lebih awal.

“Ingat Van!” ancam Rio “Wulan milikku. MILIKKU! Apapun yang terjadi antara kau dengan Fani istrimu, jangan pernah berpikir untuk mengambil Wulan dari sisiku! Setelah ini selesai, jangan pernah kembali untuk menemui Wulan apapun yang terjadi. Aku suaminya yang Syah!!”

“OK …” jawab Evan singkat seolah tidak perduli. Dalam hati ia membatin, suami macam apa yang bisa diam membiarkan istrinya disentuh laki laki lain, menikmati seks dengan orang lain. Sejahanam apapun ia menurut pendapat orang, Evan tidak akan pernah membiarkan Fani disentuh laki laki lain, apapun alasannya. Ego sudah pasti akan terusik.

“Lalu … apa yang boleh dan tidak boleh aku lakukan? Sesuai bayaran yang telah dijanjikan Wulan padaku, tentunya” tanya Evan sambil tersenyum. Senyum kemenangan dimata Rio dan ini membuatnya semakin sesak karena emosi

“Profesional” jelas Evan, sebagai kedok untuk mengelabui Rio bahwa ia melakukan ini semua karena Cinta semata.

“Istriku meminta bahwa kau boleh melakukan apapun seperti apa yang aku lakukan. Aku tidak suka mengatakan ini, tapi ingat : Ini semata untuk kenikmatan Wulan dan kita tampaknya harus bekerjasama untuk mencapai tujuan ini.”

Evan mengangguk setuju.

“Aku yang mengendalikan permainan kawan” Rio menggumam sinis “Jangan memonopoli permainan. Kau ikut aturan dan instruksiku!”

Evan bangkit berdiri seraya berkata “Baiklah .. aku tidak akan membuang waktuku percuma disini. Bayaranku tidak untuk sekedar bercakap cakap denganmu. Ayo kita mulai saja dengan Wulan”
Rio menggeretakkan giginya. Tangannya terkepal melihat sikap Evan yang jumawa, siap dilayangkan kearah muka Evan.

Namun sekilas terbayang wajah Wulan yang teduh sehingga Rio dapat segera menguasai keadaan. Ia berjalan diikuti Evan menuju lift. Benak Rio melayang ke Wulan yang sedang menunggunya di kamar “Bunda, apa yang sudah Ayah lakukan ini …..?” batinnya penuh sesal.

Bersambung