Drama Threesome Part 5

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36

Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 5 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 4

Percakapan serius Wulan dan Rio berlangsung cukup lama. Banyak pertanyaan yang dilontarkan Wulan berkaitan dengan 3S ini kepada Rio. Wulan seakan ingin semakin memantapkan niatnya untuk membantu Rio mewujudkan Fantasinya.

Rio menjawab semua pertanyaan Wulan dengan rinci. Membuka laman laman 3S dari Internet dan membacanya bersama Wulan. Mendiskusikan banyak hal termasuk keinginan Wulan terhadap 3S yang akan mereka lakukan. Rio melihat perubahan sikap Wulan semakin nyata. Wulan lebih terbuka, lebih santai menerima semua hal berkaitan dengan rencana 3S yang akan segera diwujudkan Rio.

Diakhir diskusi mereka menjelang dini hari, Wulan berkata “Jangan harap, Bunda izinkan Ayah berbagi dengan wanita lain .. No FFM. Secinta apapun Bunda pada Ayah, Bunda tidak akan bisa membiarkan Ayah melakukan hubungan intim dengan wanita lain dihadapan Bunda … Bunda tidak akan kuat. Bunda posesif, Ayah hanya boleh untuk Bunda seorang”

Dalam hati Wulan berpikir, betapa Cinta ternyata memiliki banyak wujud penjabaran. Satu sisi berbagi adalah cinta, disisi lain posesif adalah cinta. Dalam hati wulan berharap Rio memiliki persepsi sama dengannya perihal Cinta. Namun kini ia mengerti, penafsiran Cinta yang lain untuk Rio.

Wulan tidak ingin lagi memikirkan alasan rio melakukan 3S dengannya. Saat ini semua ia lakukan atas dasar Cinta. Cinta yang begitu besar pada Rio membuat ia tidak ragu melangkah, apapun resiko akhir dari 3S yang belum bisa ia ketahui. Kemungkinan terburuk adalah jika Rio memutuskan meninggalkannya setelah 3S. Wulan tidak sanggup membayangkan ia harus menghabiskan hidup tanpa Rio disisinya. Namun Wulan sudah siap. Paling tidak jika Rio perfi, ini adalah bukti cinta terakhirnya yang sangat besar pada Rio. Cinta tanpa syarat.

Hanya satu saja jawaban atas pertanyaan yang masih ia butuhkan. “Ayah .. bolehkah Bunda pilih pasangan 3S Bunda sendiri?” tanyanya. “Boleh” Rio menjawab cepat. Wulan tersenyum.

“Bunda sudah punya kandidatnya?” tanya Rio.

“Belum .. tapi Bunda lebih nyaman kalau Bunda disentuh orang yang tidak asing untuk Bunda sendiri”

“Seseorang yang Bunda kenal?” tanya Rio

“Mungkin …” jawab wulan menutup pembicaraan seraya beranjak dari duduknya perlahan “Bunda belum pasti … Kita lihat saja nanti”

Rio bangkit dari duduknya menghampiri Wulan. “Masih ada waktu memikirkan semuanya lagi Bunda .. terimakasih sudah mau berdiskusi tentang ini dengan Ayah ” ucap Rio seraya memeluk Wulan “Kapanpun Bunda berubah pikiran, sampaikan pada Ayah. Daann … tidak akan ada wanita lain kecuali Bunda untuk Ayah. Jadi FFM, absolutely No. Bukan passion Ayah untuk memuaskan diri sendiri.”

“Oh yaa ….?” Wulan mengerling penuh selidik “Bagaimana kalau … wanita yang lebih cantik dan sexy dari Bunda sebagai pasangan 3S Ayah?”

“Tidak ada wanita yang lebih cantik dan sexy selain Bunda ….” jawab Rio mantap seraya tersenyum. Wulan tertawa. Setidaknya ucapan Rio cukup menenangkan hatinya saat itu.

Tidak terasa, jam menunjukkan pukul 1 dini hari. Wulan dan Rio berbaring di tempat tidur seusai makan malam dan diskusi hangat mereka. Wulan melirik Rio yang juga masih terjaga. Ini malam terakhir mereka. Esok Rio harus kembali jauh dari Wulan, kembali ke pelukan Isteri dan anak anaknya tercinta. Wulan berguling ke arah Rio sehingga kini posisinya berada diatas Rio.

“Terimakasih untuk waktu Ayah bersama Bunda ….” ujarnya. Hanya sebagai prolog.

Selanjutnya dilumatnya bibir Rio penuh cinta. Riomembalas dengan ciuman lembut yang semakin meningkat penuh nafsu. Menggigit bibir Wulan perlahan sesekali. memainkan lidahnya dalam mulut Wulan, seraya tangannya terus menelusuri setiap tubuh Wulan.

Jemarinya membelai perlahan punggung Wulan, turun ke arah pinggang, menelusur kulit tubuh Wulan dibalik kaos oblongnya yanglonggar, turun kebalik celana dalamnya, menggenggam lembut bokong wulan, menyelipkan jemarinya menelusur lipatan bong, paha dan vagina Wulan … Basah … Rio tau Wulan sudah siap untuk sesi sex mereka malam itu …

Rio menggulingkan Wulan kesamping sambil terus menghujaninya dengan ciuman penuh birahi. Posisi Rio diatas Wulan kini membuat ia semakin bebas menghujani wulan dengan ciuman penuh birahi. Bibir .. leher .. Tangan Rio semakin lincah memainkan klit Wulan, membuat wulan larut dalam kenikmatan .. menggelinjang, menggoyang goyangkan pinggulnya perlahan seakan mengikuti irama sex Rio yang semakin menggebu.

Wulan mendorong Rio hingga posisi terduduk sejenak menghentikan irama sex masing2 .. membuka seluruh pakaian hingga keduanya kini tanpa selembar benangpun .. Wulan kembali menghujani Rio dengan ciuman penuh birahi. Sentuhan langsung kulit telanjang mereka membuat nafsu keduanya semakin meningkat.

Pada posisi duduk, Rio lebih mudah mengeksplor bagian dada wulan. Lidahnya menari2 diatas nipple Wulan .. sesekali menggigit lembut dan menghisapnya. Salah satu bagian sensitif Wulan yang bisa membuatnya semakin terbawa nafsu birahi.

Wulan mendorong rio kembali ke posisi tidur. Ia membuka pangkal pahanya sehingga masing2 berada disamping tubuh Rio. Digenggamnya penis Rio, bersiap memasukkannya ke dalam vaginanya, saat rio tiba tiba merubah posisinya, dan Wulan kembali berada dalam posisi tidur dengan Rio diatasnya

“Sabar bunda .. jangan buru2 ..” bisik Rio disela nafasnya yang memburu.

Wulan terpekik perlahan. Ia sudah berada di puncak nafsu sementara Rio masih berusaha menahannya. Rio masih ingin mengeksplorasi seluruh titik sensituf Wulan.. Rio merubah posisi hingga kepalanya berada di vagina wulan, dan penisnya tepat di depan mulut wulan ..

Perlahan rio mulai mengeksplor setiap lekukan vagina Wulan dengan lidahnya, menyapu seriap tetesan cairan vagina wulan yang mulai basah karena birahi. Memainkan lidahnya dengan lincah, berlama2 lidahnya menari diatas klit wulan, saat ia mendengar erangan kenikmatan Wulan dan merasakan pinggul wulan bergerak gerak.

Rio semakin bernafsu menggigit lembut, menghisap klit Wulan, memberikan sensasi kenikmatan keseluruh tubuh wulan . Pekik tertahan wulan dan desahan lembut terdengar berganti2. Sejurus kemudian rio merasakan sensasi luar biasa pada penisnya. Sensasi hangat yang memacu gelora dalam dadanya semakin kuat.

wulan kini juga mengulum penisnya. Menggenggam lembut, menjilat ujung penisnya maju mundur, menggigit pelan, kembali memainkan lidahnya ke seluruh permukaan batang penis Rio seraya tangannya mulai berpindah memainkan kedua bola rio, menyentuhkan jari2 menelusuri lipatan sampai ke bagian bokong rio.

Mulut Wulan sudah penuh dengan penis rio. Digerak2kannya maju mundur, masuk keluar, perlahan .. cepat .. menghisap .. menjilat .. mengalirkan sensasi nafsu birahi dalam diri keduanya.

Wulan sekuat tenaga menahan kenikmatan yang mulai membawanya ke titik puncak .. namun ia tak sanggup .. service Oral Sex Rio selalu terasa sangat nikmat .. kini ia mulai mengeluarkan penis Rio dari dalam mulutnya dan menyerah pada kenikmatan yang diberikan Rio dibawah sini. Pinggulnya semakin cepat bergerak. Tangannya meraba sendiri nipple nya, memberikan sedikit bantuan sensasi tambahan disana, sebwlum akhirnya menyerah saat gelombang kuat kenikmatan mengalir ke seluruh tubuhnya

“Ayaaahhhh… Ooooohhh … aaahhhhh …..” teriaknya tanpa sadar.

Rio semakin menyerang klit Wulan dengan jilatan cepat dan hisapan kuat sampai akhirnya ia merasakan seluruh tubuh Wulan menegang .. gerakannya terhenti dan “Aaaaaaaahhhhhhhh Ayaaaahhhhh ….. Bunda Ooooooo …. ” kemudian ketegangan tubuh Wulan perlahan mengendur, hanya terdengar desah kepuasan dari mulut Wulan.

Rio menghentikan serangannya, berbalik, mendapati istrinya tergolek pasrah dengan nafas lemah dan cepat. Dibelainya lembut rambut istrinya. Kenikmatan Wulan adalah salah satu titik kepuasan bagi Rio. Wulan masih tergolek tak berdaya. Rio menunggu dengan sabar karena ia tau Wulan perlu waktu untuk kembali pada kondisi normalnya.

Wulan mengatur nafasnya .. tersenyum pada Rio, membelai wajah Rio dengan tatapan penuh kepuasan . Saat nafas Wulan mulai teratur, Rio berbisik “Ayo Bunda ..” seraya meraih tangan Wulan, membimbingnya memegang penisnya yang masih tegak berdiri.

Wulan mendorong Rio ke posisi tidur, Wulan membuka pahanya lebar2, menduduki Rio tepat diatas penisnya, membiarkan batang penis Rio menyentuh bagian luar vaginanya. Digerakkannya pinggulnya maju mundur seraya menyerang Rio dengan ciuman.

Wulan menggigit dalam leher Rio berusaha meninggalkan bekas kemerahan dan berbisik nakal “Cari alasan untuk menjawab pertanyaan isteri ayah tentang apa yang terjadi pada bercak merah di leher ayah nanti .. ” Rio tersenyum .. ia tak perduli.

Sensasi gerakan Wulan pada batang penisnya mulai membangkitkan nafsunya semakin tinggi. Gerakan wulan semakin cepat. Ciumannya pada Rio semakin dahsyat. Rio meraih pinggang Wulan, mengangkatnya, membiarkan Wulan mengatur posisi penisnya berhadapan langsung dengan lubang vagina Wulan dan …. “Aaahhhh ….” keduanya melenguh bersamaan seiring dengan sensasi yang diberikan saat penis Rio masuk tepat kedalam vagina wulan.

Wulan mengatur nafas . Klitnya kini bersentuhan langsung dengan tubuh Rio. Posisi yang sangat rawan baginya untuk cepat mencapai puncak. Jangan .. jangan sebelum Rio O, bisiknya dalam hati .. mulai digerakannya pinggulnya perlahan maju mundur beberapa saat, diputarnya pinggulnya perlahan, kemudian naik turun perlahan.

Wulan menahan nafas. Nikmatnya .. ia melihat Rio pun mulai larut dalam kenikmatan .. Wulan semakin mempercepat gerakannya .. maju mundur pinggulnya lincah menari memberikan sensasi kenikmatan hebat pada penis Rio dalam vaginanya.

” Ahhh … Ohhh … Bunda …” desahan Rio semakin memicu nafsu dalam diri wulan. Ditambah gesekan stimulan pada klitnya semakin menuntun Wulan untuk mempercepat gerakannya. Ia sendiri mulai merasakan kenikmatan keduanya “Uuuuhhhh ayaaaahhhhhhhh …. Aaaaaahhhhh”

Semakin cepat gerakan wulan. semakin menegang tubuhnya. semakin kuat jepitan Vagina Wulan dirasakan Rio. Ia tak kuasa lagi membendung ejakulasi yang hampir diraihnya “Aaaaahhhhh bundaaaaaaaaaaa …… ” dicengkramnya pinggul Wulan yang tengah bergerak cepat .

Semakin cepat sampai rio merasakan kenikmatan pecah didalam vagina Wulan “Aaaahhhhhhhhhhhhhh …” bersamaan dengan wulan yang juga mencapai o keduanya “Aaayyaaaaaahhhhh ……..Oooohhhhhhhgggghhhhh …”

Beberapa detik tubuh keduanya menegang .. cairan mengalir membasahi penis dan vagina .. Wulan terkulai lemah diatas tubuh Rio. nafas keduanya bersahutan .. terengah puas…
Malam terkahir mereka, ditutup dengan sesi sex yang sangat memuaskan .. Rio dan wulan terlelap sampai pagi ….

***

Minggu, pagi yang cerah …. Rio tengah bersiap untuk kembali meninggalkan Wulan. Wulan menghabiskan sepotong roti dan segelas susu sambil memperhatikan Rio membereskan barang pribadinya ke dalam koper. Selintas Wulan melihat tanda merah di pangkal leher Rio, sedikit tersamar oleh kerah T Shirt yang dikenakannnya. Wulan tersenyum sendiri.

“Kalau sudah selesai ini sarapannya dihabiskan dulu Yah ….” ajak Wulan pada Rio.

“OK ….” Rio mendekat, duduk disamping Wulan dan mulai menikmati Roti gandumnya perlahan.

“Tidak ada yang tertinggal?” tanya Wulan memastikan

“Kaos putih dan celana pendek Ayah sengaja ditinggal Bun .. nnt minta Laundry untuk mencuci ya ..” ucap Rio.
Wulan mengangguk mengiyakan.

“Bunda paling benci hal ini .. Ayah pergi dan tidak tahu kapan bisa Bunda lihat lagi ….” Wulan merajuk.

Rio tersenyum, membelai rambut Wulan “Kunjungan Ayah berikutnya untuk 3S …” jawabnya

Wulan tersenyum berusaha menutupi gundah hatinya. Walau sudah melalui diskusi panjang, entah kenapa masih tersisa keraguan saat Rio mengucapkan hal tersebut.
Rio memeluk Wulan erat. “Ayah tinggal dulu ya Bun .. ”

Wulan memeluk Rio lebih erat. Rio mengecup bibir Wulan penuh Cinta, mencium keningnya dan bangkit meraih tasnya berjalan kearah pintu. Wulan mengiringi langkah Rio.

“Take care sayang … ” Ucap Wulan dan melambai kearah Rio yang berjalan di selasar semakin menjauh.

Tinggallah ia, kembali dalam kesendirian. Wulan duduk di ruang TV, terdiam sejenak, sebwlum diraihnya HP dan menekan nomor yang tersimpan di kontaknya.
Nada sambung terdengar sebelum suara berat diujung sana menyapanya riang. Wulan tersenyum “Hai ….. apa kabar …?” dan merekapun terlibat dalam percakapan panjang tentang 3S …

Bersambung