Drama Threesome Part 39

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40

Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 39 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 38

Rio bangkit perlahan dari Sofa tempatnya beristirahat. Ia berjingkat menghampiri tempat tidur yang dipakai Ratna dan Wulan bersama sama. Dari balik tembok pembatas, Rio memperhatikan kedua istrinya yang sudah tertidur lelap. Wulan berbaring ke sisi kiri. Ia mengenakan Pijama berkancing depan berwarna hijau.

Rio tau, semenjak ada Duma, Wulan lebih memilih pakaian berkancing yang memudahkannya membuka payudaranya saat akan menyusui Duma. Malam ini Duma tidur bersama Fiska dan ibu. Wulan sudah menyiapkan botol botol Asi untuk persediaan Duma bila terbangun tengah malam nanti.

Ratna tidur berseberangan dengan Wulan, menghadap sisi yang sama. Ia mengenakan baju tidur Wulan, Pijama berwarna coklat. Sedikit tampak longgar di badan mungil Ratna. Nafas Ratna teratur, menandakan ia sudah mulai tertidur lelap. Rio mendekati Wulan perlahan, berlutut di samping Wulan. Karena posisi Wulan berada mendekati tepi tempat tidur, Rio dengan mudah mencium bibir Wulan lembut, mengalirkan rasa hangat yang membuat ia terbangun

“Ayah …?” bisiknya terkejut, memandang Rio yang tersenyum dihadapannya

“Kenapa belum tidur …?”

“Bun .. Ayah kangen Bunda …” bisik Rio ditelinga Wulan.

Ia sengaja merendahkan suaranya agar tidak membangunkan Ratna. Wulan tersenyum, membelai wajah Rio penuh kasih

“Bunda juga kangen Ayah …” bisik wulan.

Rio kembali memagut bibir Wulan, kali ini sedikit lebih kuat. Ia merasakan getaran rindu memaksanya untuk menikmati Wulan malam ini. Saat Wulan juga membalas ciumannya, Rio semakin bernafsu melumat bibir Wulan, memainkan lidahnya dengan lincah menyapu seluruh permukaan mulut Wulan. Nafasnya memburu. Rio pun merasakan hal yang sama pada wulan. Nafas hangat Wulan menerpa wajahnya, Detak jantung wulan semakin cepat, nafasnya pun semakin memburu

“Ahhh .. Ayah ..” desisnya saat ia merasakan Rio mulai menyentuh Payudaranya.

Walau terhalang kain Pijama, namun sentuhan tangan Rio meremas dadanya memberikan sensasi tersendiri pada tubuhnya. Wulan bangkit, menarik Rio berdiri dan mereka mulai hanyut dalam Rindu dan Cinta yang melebur menjadi satu. Ciuman mereka semakin liar, nafas semakin memburu cepat. Rio mulai menjilat telinga Wulan, memagut leher Wulan erat erat, membuat tubuh Wulan dalam pelukannya semakin menggelinjang dan mendesis penuh kenikmatan.

Rio membuka cepat kancing Pijama Wulan, menjatuhkannya ke lantai, membuka pengait Bra Wulan hingga dua gunung mungil Wulan menyembul dengan indahnya. Rio tidak dapat menahan nafsunya lagi. Direbahkannya Wulan diatas tempat tidur dan ia dengan ganas mulai menjilati puting payudara Wulan bergantian.

Rio menahan diri sekuat tenaga untuk tidak menghisap puting Wulan karena saat ini Wulan masih menyusui Duma. Ia hanya bisa berpuas2 membiarkan lidahnya menari bergantian berlama lama menggelitik kedua puting Wulan, menyalurkan desah kenikmatan yang keluar dari mulut Wulan dalam desahan

“Uuhh Ayaaahh .. ” bisiknya tertahan.

Rio menurunkan celana panjang Wulan, menyelipkan tangannya dibalik Celana Dalam Wulan, mengusap dan meremas lembut Vagina Wulan . Wulan terpekik perlahan saat Rio menemukan klitorisnya dan memainkan dengan lincah jari jemarinya diatas klitoris Wulan.

“Ayah ….” suara Ratna serta merta membuat mereka berdua terkejut.

Keduanya menoleh kearah sumber suara dan menemukan Ratna tengah menatap mereka dengan takjub.

Rio paham situasi akan segera berubah bila ia tidak cepat bertindak. Ditinggalkannya Wulan yang masih belum sepenuhnya sadar saat Rio menghentikan serangan dan berpindah mencium bibir Ratna dalam-dalam. Pada awalnya Ratna terkejut, namun akhirnya ia tidak bisa menolak Rio yang sangat mahir dalam melakukan French Kiss.

Ratna terhanyut, membalas Rio dan bahkan secara tak terduga, gelombang nafsu yang sangat besar tiba2 dirasakan Ratna. Ia mendorong Rio ke posisi terlentang di kasur dan mulai membabi buta menciumi bibir, menggigit lembut telinga, leher dan dadanya yang telah terbuka.

Wulan yang mulai tersadar kini terbelalak melihat pemandangan didepannya. Ratna mulai membuka kancing kemejanya satu persatu, melemparnya ke lantai, dan menyodorkan dua payudara telanjangnya ke mulut Rio. Rio dengan cepat menghisap Payudara Ratna yang ranum, menggigitnya perlahan bergantian seraya meremas remasnya dengan kedua tangannya bersamaan. Ratna menjerit kecil menikmati sensasi lidah Rio pada puting Payudaranya.

Wulan terpana. Melihat Rio dan Ratna yang tengah hanyut dalam kenikmatan. Ia mengarahkan pandangannya pada celana Rio yang terlihat menonjol di bagian penisnya. Tiba tiba Wulan merasa begitu ingin melihat Penis Rio yang dalam bayangannya pasti sudah tegak berdiri di dalam sana.

Ia beringsut, menarik turun celana Rio, membuka pula celana dalamnya dan langsung menyembulkan Penis Rio yang kokoh dan Panjang. Wulan membelalak. Di bukanya kedua kaki Rio lebar lebar, merangkak mendekatkan mulutnya pada Penis Rio dan mulai mengulumnya dengan lembut.

“Aahh …” Rio terpekik perlahan merasakan sensasi rasa hangat pada penisnya. Ia melepas Payudara Ratna dari mulutnya. Ia sadar Wulan tengah beraksi di bawah sana

“Bunda … ” panggilnya pelan

Ratna yang berada diatas Rio menoleh kebelakang. Ia melihat wajah Wulan tertutup rambut, menunduk berbuat sesuatu dengan Penis Rio di bawah sana. Ratna menatap wajah Rio dihadapannya. Rio tengah mengerang, mengeluarkan desis kenikmatan berulang2.

Ratna beringsut menurunkan sedikit badannya dan mulai mencium Rio kembali dengan penuh nafsu. Ia menggelitik telinga Rio dengan lidahnya dan membenamkan mulutnya ke seluruh permukaan leher Rio. Rio terpekik perlahan, ia sangat menikmati double sensasi yang dilancarkan oleh kedua isterinya itu.

Erangan Rio membuat birahi Wulan semakin meningkat. Ia semakin mempercepat permainan pada penis Rio dalam mulutnya, bergerak keluar masuk sambil sesekali menggigit lembut ujung penis Rio. Ia menjilat seluruh kepala Penis Rio, sesekali mengocok lembut penis Rio dalam genggamannya.

Ia melihat kaki Rio bergerak gerak seakan sedang merasakan suatu gelora yang luar biasa. wulan menjilat batang penis Rio, menggeser lidahnya turun ke bawah dan mengulum lembut dua bola kecil milik Rio bergantian. Wulan tahu, ini adalah salah satu titik sensitif milik Rio.

Wulan memainkan lidahnya berlama lama disitu. Ia tidak dapat melihat ekspresi Rio krn tertutup tubuh Ratna yang entah sedang melakukan apa diatas sana, namun Wulan tau Rio pasti menikmati sensasi yang ia berikan.

Ratna masih terus melancarkan aksinya memberikan rangsangan pada titik2 sensitif Rio di bagian leher dan dadanya. Ia sejenak melirik wajah Rio yang berkerut, desisan terus mengalir melalui mulutnya. Wulan tengah melakukan sesuatu di bawah sana yang membuat Rio mabuk kepayang.

Ratna tersenyum, sangat menyukai kegiatan spontan yang mereka lakukan saat ini. Melihat Rio menikmati permainan seks kali ini ternyata adalah suatu hal yang luar biasa. Birahinya menjadi semakin meningkat sekaligus ingin memberikan kenikmatan bertubi bagi Rio.

Ratna meninggalkan tubuh Rio, berbalik menghadap Wulan. Ia memberikan isyarat pada Wulan untuk berubah posisi. Ratna membuka semua kain yang masih menutupi badannya.
demikian pula dengan Wulan. Rio yang masih terengah menahan puncak birahinya jelas melihat pemandangan di hadapannya.

Dua tubuh telanjang milik istrinya, dua duanya membuat matanya terbelalak dengan keindahan bentuk tubuh mereka. Rio bangkit, hendak menempatkan diri pada posisi duduk saat Wulan mendekatinya, menahan dadanya dengan tangannya

“No no Ayah… tetap berbaring disitu dan nikmati sesi selanjutnya..” ujar Wulan tersenyum nakal dan langsung membungkam mulut Rio dengan French Kissnya yang memabukkan. Rio terhanyut.

Ratna melangkah memposisikan Vaginanya pada Penis Rio. Dengan satu gerakan cepat, ia memasukkan Penis Rio ke dalam Vaginanya.

“Uughh …” Ratna memejamkan matanya merasakan gesekan penis Rio pada dinding vaginanya dan tekanan tajam ke ujung vaginanya

“Mmhh ..” ia bergumam, mulai menggoyangkan pinggulnya menikmati Penis Rio yang terasa padat dalam vaginanya

“Mmhh … mmmhh …” Rio merasakan goyangan Ratna begitu nikmat, namun ia tidak dapat mengucapkan apa2 karena Wulan masih membungkamnya dengan French kiss nya.

Tangan Rio menggapai bokong bulat Wulan dan meremas remasnya lembut. Birahi Wulan semakin memuncak. Ia melepas sejenak ciumannya pada Rio dan memperhatikan wajah suaminya yang tengah didera kenikmatan.

“Oh sayang … oohh …” desis Rio.

Wulan melirik Ratna yang bagai penari perut, dengan lincah menggerak gerakkan pinggulnya maju mundur dan berputar. Ratna pun terlihat sangat menikmati sesi ini. Tangannya terlihat bertumpu pada perut Rio. Wulan beringsut berbisik pada Rio

“Oral Bunda ya Yah …” Ia mengecup bibir Rio sekilas dan memposisikan vaginanya pada mulut Rio.

Perlahan ia membenamkan vaginanya pada mulut Rio. Ia merasakan tangan Rio pada pinggulnya dan lidah Rio mulai menyapu seluruh permukaan vaginanya. Wulan mendesis, mulai merasakan kenikmatan merayap ke seluruh bagian vaginanya. Rio sangat pandai melakukan oral sex dan ini adalah bagian yang sangat ia sukai. Wulan merasakan lidah Rio bermain pada klitorisnya

“Uuuuhh … Ayaaahh …” jerit Wulan saat lidah lincah Rio menggelitik klitorisnya lembut.

Ratna menghentikan sejenak gerakannya, memandang Wulan yang kini berhadapan dengannya. Ia sejenak terkejut dengan teriakan Wulan yang begitu ekspresif. Ratna tidak pernah mengeluarkan suara erangan yang begitu kerasnya saat berhubungan dengan Rio, ataupun saat mencapai Orgasme.

Ia melihat Wulan begitu menikmati oral sex yang tengah diberikan Rio. Matanya terpejam, seluruh tubuhnya bergerak gerak mengikuti irama pinggulnya yang juga bergoyang ditingkah service yang diberikan Rio.

Ratna kembali menggoyangkan pinggulnya, kali ini turun naik membuat penis Rio timbul tenggelam dalam vaginanya. Perlahan, semakin lama bertambah cepat. Ia memberikan sedikit tambahan sensasi dengan memainkan jarinya pada bola bola kecil Rio, menggelitik batas anus Rio dan kembali kepada Bola bola. Terus berulang ulang.

Rio susah payah menahan serangan yang diberikan isteri isterinya. Ratna dan Wulan adalah dua pemain seks handal bagi Rio. Wulan cenderung menyukai seks yang lembut, namun ia lebih ekspresif saat mengeluarkan sensasi kenikmatan yang ia rasakan. Dan bahayanya, teriakan Wulan terdengar sangat sensual di telinga Rio, sanggup membuat birahinya memuncak dan sangat membantu akselerasi kenikmatan yang Rio rasakan.

Bila tidak mengontrol nafsunya dengan baik, teriakan Wulan bisa membawanya ejakulasi lebih cepat.

Sementara Ratna cenderung lebih agresif, namun hanya mengeluarkan rintihan rintihan kecil saat berhubungan sex. Satu hal yang membuat Rio sering kewalahan adalah gerakan gerakan Ratna yang cepat, yang bisa membuat Rio lebih cepat mencapai ejakulasi. Tidak seperti Wulan, daya tahan Ratna lebih tinggi.

Ia lebih lama mencapai Orgasme dan terlihat sangat ingin menikmati service sex yang diberikan Rio berlama lama. Ratna lebih menyukai sex yang sedikit keras dan cepat. Maka saat ini, dua kombinasi dari isteri isteri Rio, membuatnya sedikit kewalahan. Rio tidak ingin ini cepat berakhir. Ia tahu kedua isterinya pun berhak merasakan sensasi sesuai yang mereka inginkan. Dan kewajiban ini yang ingin Rio penuhi.

Rio menggenggam pinggul Wulan yang berada diatas wajahnya erat erat. Ia berusaha berkonsentrasi kepada lidahnya, agar kenikmatan yang ia rasakan dari vagina Ratna pada penisnya sedikit terlupakan. Walau ia merasakan cengkraman dan pijatan Vagina Ratna yang begitu nikmat. Rio menghisap klitoris Wulan lembut, menggelitik nya sebelum membenamkan lidah panjangnya kedalam vagina Wulan. Ia merasakan pinggul Wulan bergerak gerak tak beraturan

“Ooohh Ayaaaahh … aaawhh … mmmhh …” jeritan Wulan semakin mempercepat gerakan lidah Rio.

Ia harus membuat Wulan mencapai orgasme pertamanya. Rio menyapukan seluruh lidahnya kepermukaan vagina Wulan. Tidak ada titik yang terlewatkan. Lidahnya sengaja berlama lama bermain pada klitoris Wulan, menyapunya berulang ulang dan masuk ke dalam liang Vagina Wulan juga berulang ulang

“Mmh … mmh ….” gumam Rio. Getaran dari mulutnya saat ia bersuara menambah sensasi kenikmatan pada klitoris Wulan

“Ayaaaaaahhhh …. aaaaaaaahhhhhh …..” Wulan berteriak tak terkendali. Lidah Rio berhasil melancarkan sensasinya, membuat ia semakin didera kenikmatan berjuta kali lipat. Seluruh badannya mulai menegang, mengejang .. dan saat ia merasakan getaran pada klitorisnya yang semakin cepat .. semakin keras .. Wulan tidak dapat lagi membendung kenikmatan yang ia rasakan

“Ooooohhhh Ayaaaaaahhhh….. Bunda Ooooo ….” wajah Wulan menengadah.

Tubuhnya menegang, sejenak terdiam meregang kenikmatan, sebelum akhirnya tertunduk lemas. Dengan lemah Wulan beringsut merebahkan diri di samping Rio. Rio tersenyum puas. Namun tidak lama berselang, Rio merasakan pijatan pada penisnya semakin terasa. Rio bangkit, meraih Ratna dan membaringkannya dengan satu dorongan cepat keatas tempat tidur

“Ahh …” gumam Ratna saat Penis Rio kembali ditusukkan kedalam vaginanya.

Rio yang memegang kendali sekarang. Ia menusukkan Penisnya dalam dalam ke Vagina Ratna, memompanya perlahan dan semakin lama semakin cepat. Tangannya meraih dua payudara bulat Ratna, meremasnya lembut, memainkan putingnya perlahan.

“Uuhh .. mmhh .. Ayah …” gumam Ratna, meracau berusaha menahan serangan Rio yang semakin keras.

Rio menekuk Kaki Ratna, melingkarkannya pada pinggangnya sehingga ia memiliki akses yang lebih dekat dengan mulut Ratna. Dilumatnya bibir Ratna penuh nafsu, sesekali berbisik “Ayo Bu … nikmati semua sampai puas …”

Ratna mengeluh nikmat. Rio merasakan jepitan Vagina Ratna semakin mengencang. Ia mempercepat gerakan pompanya dan memperdalam hunusan penisnya pada Vagina Ratna

“Uuhh .. Ayaah …” gumam Ratna.

Tangannya menggenggam bantal diatasnya, tidak sanggup lagi menahan gelora kenikmatam yang dilancarkan Rio pada Vagina, Payudara dan mulutnya sekaligus. Seluruh badannya menegang, mulutnya meracau tak jelas

“Aah .. Ayahh .. mmmmhhhh … ooohhhh … ooohhh …”

Rio merasakan Tubuh Ratna kaku sejenak, kemudian mengendur lemah. Kedua tangannya tergeletak tak berdaya di sisi badannya. Ratna mencapai orgasmenya.

Rio melirik Wulan yang masih tergeletak di sisi lain tempat tidur mereka. Matanya terpejam. Rio melirik penisnya yang masih tegak berdiri. Ia beringsut mendekati Wulan, membelai rambutnya penuh sayang dan berbisik

“Bunda ….. siap untuk O yang kedua ….?”

“Mmhhh …” Wulan melirik Rio yang mulai menggigit mesra lehernya, kembali membangkitkan gairah seks dalam tubuhnya. Wulan melingkarkan tangannya pada leher Rio dan melumat bibir Rio mesra.

Rio meraba vagina Wulan dengan jarinya. Masih terasa basah. Rio memainkan jarinya pada klitoris Wulan dan sedikit memasukkan ya kedalam liang vagina, mencoba menggapai bagian terdalam vagina Wulan.

“Uuhh Ayaahh ….” Wulan mulai bersuara menikmati sensasi jemari Rio.

Rio membalik tubuh Wulan, menampakkan gundukan bokong Wulan yang bulat dan padat. Rio bergidik, menahan sensasi birahi yang mulai bangkit kembali. Dipagutnya lembut bokong wulan , meraih pinggulnya pada posisi Doggy style dan mulai menghunuskan penisnya dalam dalam ke Vagina Wulan

“Aaaaargggg Ayaaaaahhhhh …. Oooohhh …. hmmmhhh ….” jerit Wulan tak terkendali saat Rio mulai memompa penis kedalam vaginanya

“Ooohhh … awwwhh … enak Yaaaahhhh ….”

Ratna yang masih terbaring lemah karena orgasmenya memandang Rio dan Wulan. Ia beringsut mendekati Rio dan dengan jemarinya memainkan dua bola bola Rio yang tergantung
bergerak gerak. Hal ini menambah sensasi kenikmatan pada Rio, yang selain merasakan jepitan keras Vagina Wulan, juga kelincahan jemari Ratna pada buah zakarnya. Rio mencoba menahan nafsunya agar tidak segera mencapai ejakulasi. Menahan dua sensasi sekaligus bukanlah hal yang mudah.

“Aaahhh ….” gumam Rio berusaha berkonsentrasi pada gerakannya dalam Vagina Wulan. Ratna kini bangkit, melumat bibir Rio dalam dalam.

“Mmmhh ….” Rio bergumam menikmati permainan lidah ratna dalam mulutnya. Pompanya semakin cepat, membuat Wulan berteriak teriak tidak sanggup menahan kenikmatan yang diberikan Rio padanya

“Aaayyaaaaahhhhh ….. oooooowwwwhhhhhhhh …..” jeritnya. Tidak memerlukan waktu lama, tubuhnya kembali mengejang, mengeras

“Ayaahhh .. bunda Oooo ….” jeritnya, menyerah pada serangan kenikmatan yang tidak sanggup ia bendung lagi

Rio melepas Penisnya dari tubuh Wulan. Membiarkan isteri tercintanya itu terbaring kelelahan diatas kasur. Kini ia berusaha menahan serangan Ratna yang sudah kembali pulih dan merasakan birahi nafsunya yang kembali menyala. Melihat Rio terlepas dari Wulan, Ratna melompat memeluk Rio, melingkarkan kakinya pada pinggang Rio sehingga kini Rio tampak menggendong Ratna dihadapannya.

Tangan Ratna memeluk leher Rio, memagut bibir Rio penuh nafsu, menyalurkan seluruh birahinya dengan liar menghujani Rio dengan ciuman ciuman membara. Rio membalas Ciuman Ratna dengan penuh nafsu, menyandarkan Ratna pada dinding kamar agar membantu kekuatannya membopong Ratna dihadapannya.

Ratna menurunkan kakinya bersandar pada dinding. Rio tetap menghujaninya dengan ciuman, menahan dua tangan Ratna dengan tangannya diatas menempel pada tembok. Rio tidak dapat menahan godaan dua payudara Ratna yang menggantung bebas. Ia segera mengulum dua puting Ratna bergantian, menggigit gigitnya lembut, membuat Ratna menggelinjang nikmat

“Uuhh …. ohh Ayah .. mmhh …” ia meracau.

Wulan yang terbaring kelelahan memperhatikan keduanya dari atas kasur. Ia tampak heran Ratna dengan begitu tenang menikmati serangan Rio pada payudaranya. Wulan membayangkan ia pasti sudah berteriak keras keras tidak sanggup menahan gelora kenikmatan yang dirasakan tubuhnya.

Rio kini melepaskan genggamannya pada tangan Ratna, membuka dua kaki Ratna yang masih tersandar di dinding lebar lebar dan mulai memainkan lidahnya pada Vagina Ratna. Dibukanya lebar lebar Vagina Ratna dengan jarinya, membuat lidahnya bebas bermain menyapu seluruh lekuk Vagina terdalam milik Ratna. Ratna menggelinjang hebat. Tangannya meremas remas Rambut kepala Rio dengan liar. Mulutnya terus mendesis mengeluarkan sensasi kenikmatan yang diterimanya.

Rio tau Ratna tidak mencapai orgasme semudah Wulan. Maka Rio membantu rangsangan yang diberikan dengan memainkan puting dan payudara Ratna bersamaan. Ia meremas, memutar puting payudara lembut, menariknya perlahan bergantian. Ratna mulai menyerah, pasrah, tak sanggup menahan dua serangan sekaligus pada Vagina dan payudaranya.

Ia selalu menikmati semua sensasi yang Rio berikan. Suaminya ini adalah pemuas seks yang luar biasa baginya. Rio selalu tau bagaimana membawanya kepuncak kenikmatan.

Rio dapat merasakan nafas Ratna yang semakin memburu. Sebentar lagi, Ratna akan mencapai puncaknya. Ia menghisap kuat klitoris Ratna, menggelitik ujungnya dengan lidah nya , semakin lama semakin cepat, sementara dua tangannya tetap meremas remas payudara Ratna yang sintal.

“Ayaaahhhh … hmmmhh ….” gumam Ratna cengkramannya pada rambut Rio semakin keras, tubuhnya menegang, gerakannya terhenti.

Ratna mencapai puncaknya. Rio menghentikan serangannya, memeluk tubuh Ratna yang terkulai lemas. Dibopongnya tubuh isterinya dan merebahkannya diatas kasur.

Rio merasa mulai lelah. Ia melihat wulan memandangnya sambil tersenyum. Rio merebahkan tubuhnya di samping Wulan, mengecup bibirnya sekilas dan berkata

“Mau yang ketiga Bun?”

Wulan tertawa pelan. Ia membelai wajah Rio dengan sayang “Ayah luar biasa … Giliran Bunda yang memuaskan Ayah ya …”

“Oohh ” gumam Rio sambil tersenyum

“Boleh .. kita lihat bisa apa Bunda sekarang … Ayah minta ejakulasi di mulut Bunda. Bisa?”

“Siapa takut ….” kerling Wulan Manja.

Ia merebahkan dirinya ke posisi terlentang, membuka mulutnya lebar lebar dan membiarkan Rio memasukkan penisnya ke dalam rongga mulutnya. Saat penis Rio berada didalam, Wulan memainkan lidahnya mengusap ujung penis Rio yang sensitif terhadap rangsangan. Rio mendesis. Dalam posisi diatas, ia bebas melakukan gerakan apapun.

Bersambung