Drama Threesome Part 2

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40

Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 2 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sex Dewasa Drama Threesome Part 1

Apartemen mereka sangat mungil. Duduk di kursi dapur yang berfungsi sebagai ruang makan, Wulan dapat melihat jelas kearah Pintu Apartemen mereka. Begitupun Rio saat masuk, pasti akan melihat posisi Wulan sekarang di sisi sebelah kiri. Pintu mulai terbuka perlahan. Wulan menangkap siluet tubuh Rio yang perlahan menjadi nyata. Dan … benar saja. Wulan kini berhadapan dengan Rio yang berdiri terkesima di pintu masuk, memandang lekat dirinya dari jarak 2 meter dihadapannya.

“Oh Bunda …” hanya itu yang keluar dari mulut Rio. Wulan tersenyum menggoda. Alih alih hendak beranjak dari posisi duduknya untuk menyambut Rio, Wulan hanya berkata

“Ayah …. ” dan mengulurkan tangannya ke depan seperti hendak memeluk Rio, menggoda Rio untuk berjalan mendekat.

Rio menghampiri Wulan. Didekapnya erat tubuh sang istri yang hanya berbalut handuk itu. Wulan pun terbenam dalam dekap rindu sang suami. dilumatnya Bibir Rio penuh kehangatan dan Cinta . Bibir lembut Rio terasa begitu manis, ciuman cinta bercampur Rindu begitu indah terasa.

Wulan merasakan tangan Rio perlahan menyelusup kebalik handuknya, menyentuh bagian dalam pahanya dan memberikan sensasi luar biasa dalam.dirinya .. Teruskan sayang, teruskan .. aku menunggumu .. bisik Wulan dalam hatinya. Namun tidak ada suara yang keluar .. hanya desah penuh gelora dari kedua insan dalam cinta penuh rindu ..

Wulan makin terbenam dalam gelora ciuman Rio dan dirinya. Namun ia masih merasakan tangan kiri Rio yang kekar pada bagian belakang kepalanya, sementara tangan kanan Rio kini pada pahanya. Sebuncah birahi pecah dalam hatinya tatkala dirasakan tangan kanan Rio merayap lembut, naik membelai perutnya .. dadanya .. meremas lembut payudara dibalik lipatan handuk .. dan .. dengan sekali sentak Rio menatik Handuk yang melilit tubuhnya hingga terlepas jatuh ke lantai dan kini memperlihatkan tubuh Wulan tanpa Busana dengan jelasnya.

pekik perlahan dan halus keluar dari bibir Wulan yang kini terbuka, terlepas dari bibir Rio yang mulai menelusuri leher jenjang Wulan penuh birahi .. Wulan merasakan gigitan halus Rio pada lehernya, membuatnya semakin menggelinjang terbenam dalam kenikmatan. Dibukanya kedua pahanya kini, sebagai isyarat bagi Rio untuk menyentuhnya semakin dalam ..

Tak perlu kata .. tangan Kanan Rio yang sedari tadi meremas remas halus payudara wulan, kini mencengkram lembut bagian luar Eulan. Wulan mengangkat satu kakinya, melingkar mantap di pinggang Rio, memberikan akses semakin terbuka bagi Rio untuk meraba bagian dalam Vagina Wulan.

Semakin liar karena burahi, tangan Wulan meraba raba seluruh bagianntubuh Rio, berusaha membuka kaitan celana panjang Rio, sementara Tangan kiri Rio menopang tubuhnya, Rio mulai menghujani Wulan dengan ciuman dalam pada seluruh permukaan leher dan dadanya.

Wulan kembali terpekik perlahan saat jemari tangan kanan Rio mulai terasa menelusuri setiP lekuk vaginanya. Bibir Wulan kini berada dekat dengan telinga Rio .. susah payah dengan suara tertahan Wulan berbisik di telinga Rio ..”Sayang .. Ayah .. Ooh .. Terus Ayah, Bunda suka … ”

Wulan merasa irama nafas Rio semakin berat. Sedetik kemudian dia sudah merasakan tangan kekar Rio meraih pinggangnya, mengangkatnya, membaringkannya diatas meja dapur panjang dengan posisi vagina terbuka menghadap Rio

Nanar wulan sekilas melihat Rio membuka kemeja dan celana panjangnya dengan cepat, membungkuk dan kini .. wajah Rio tepat berada didepan Vaginanya ..

Tak bisa tertahan, teriakan penuh kenikmatan keluar dari mulut wulan saat Lidah hangat Rio mulai bermain kedalam Vaginanya . Rio menggigit lembut klitnya, menjilat seluruh lekuk Vaginanya, .. sensai kenikmatan yang semakin membara ditambah dengan kedua tangan Rio yang sibuk mempermainkan puting payudara Wulan.

Menggelinjang tak karuan ditingkah desah dan sesekali pekik kenikmatan mengiringi aksi Rio yang semakin memanjakan Wulan dengan teknik oral sex andalannya. Wulan sangat menikmatinya .. seluruh tubuhnya mulai menegang saat Rio semakin menyerang vaginanya kearah anus.

sensasi luar biasa terjadi saat lidah Rio semakin masuk kedalam liang vagina Wulan, semakin cepat semakin lincah .. nafas Wulan semakin cepat .. seluruh tubuhnya semakin menegang .. cengkramannya pada rambut kepala Rio semakin kencang .. dan akhirnya “Ooooh.. Ayaaahhh … Aaahh … Bunda Ooooo ….!!!”

Orgasme pertamanya bahkan sebelum Rio membuka celana dalamnya …

Wulan membiarkan dirinya tergolek lemas diatas meja tempat Rio membawanya menuju puncak asmara. Tangannya terkulai, kepalanya tergolek ke kiri, hela nafasnya mulai melambat turun naik secara teratur. Ia perlu waktu. Serangan kenikmatan yang diberikan Rio barusan benar benar membuatnya kelelahan. Mata Wulan terpejam.

Wulan merasakan Rio membungkuk mendekatinya. Belaian lembut pada rambutnya, nafas Rio yang menderu terasa hangat pada telinganya .”Bunda … nagaimana … Sudah siap untuk O yang berikutnya?”

Wulan tersenyum lemah. Lelah masih tersisa, namun ia merasakan desir birahi mulai menghangat lagi dalam dadanya mendengar tawaran Rio yang menggoda.
Dipeluknya lelaki belahan jiwanya itu dengan lembut seraya berbisik “Siap Yah … kali ini Bunda yang service Ayah”

Dan ciuman asmara pun dimulai kembali. Lembut bibir Rio kembali terasa pada bibir Wulan.. lerlahan, semakin dalam, semakin liar .. dirasanya Lidah Rio meraba seluruh permukaan dalam mulutnya .. menyapu langir2, membuat Wulan mengimbangi dengan gigitan lembut pada bibir Rio. Wulan kembali merasakan kehangatan menyeruak di sekujur tubuhnya, tanda bahwa ia siap melakukan pertempuran asmara ini sekali lagi.

Wulan bangkit ke posisi duduk sambil terus memanjakan Rio dengan ciuman asmara ke seluruh leher dan dada bidangnya. Perlahan ia beringsut turun dari meja, kedua tangannya menelusuri lekuk tubuh Rio .. mereka berdiri berhadapan sekarang. Wulan kembali menyambut bibir Rio dengan ciuman asmara. Tangannya menelusur pinggang Rio, menyelusup kebalik celana dalam Rio, meremas lembut bokong sexy Rio, menelusur pangkal paha dan menggumam pelan saat tangannya menyentuh penis Rio yang panjang dan keras.

Dimainkan telapak tangannya turun naik seray menggenggam lembut batang penis Rio. Dirasakan pelukan Rio semakin erat .. nafas Rio semakin berat dan cepat. Sambil terus memainkan tangannya pada penis Rio, Wulan berbisik “Ini punya Bunda kan Yah ….?”

Rio mendesah penuh kenikmatan .. “Ya … punya Bunda .. buat Bunda ..” Wulan tersenyum nakal.

seraya menurunkan celana dalam Rio, Wulan melakukan aksi sedikit mendorong Rio kebelakang, memaksa Rio duduk diatas bangku yang digunakannya untuk menyambut Rio tadi. Rio seakan menurut, terduduk diatas bangku serya terus membelai tubuh telanjang wulan .. menelusur setiap lekuknya, termasuk kembali meraba vagina Wulan dengan lembut.

Wulan mendesah .. perlahan mengambil posisi berlutut sehingga kini Penis Rio berada dihadapan mukanya. Diraihnya Penis Rio dengan lembut .. tangan Rio pada kepalanya, Wulan mulai memainkan lidahnya menjilat kepala penis Rio.

Desah kenikmatan mulai terdengar dari mulut Rio, membuat wulan semakin terpacu .. dimasukkannya penis Rio semakin dalam, digerakan turun naik genggamannya pada batang penis Rio .. masuk keluar .. disentukannya permukaan Penis Rio keseluruh permukaan mukutnya ..

semakin dalam, Wulan memasukkan penis Rio sampai ke pangkal tenggorokannya .. dihisapnya kuat beberapa saat, dilonggarkan kembali, digerakkannya penis Rio masuk dan keluar, kali ini dengan cepat. Rio semakin mengerang penuh kenikmatan. Tangannya ikut mendorong kepala wulan dengan lembut seakan membimbingnya melakukan gerakan yang paling ia sukai.

Gerakan Wulan semakin melambat .. dikeluarkannya penis Rio daru mulutnya. Digigitnya perlahan kepala Penis Rio sebelum lidahnya turun menelusuri batang penis Rio kearah dua bola di pangkal penis Rio. Wulan memasukkan buah zakar Rio kedalam mulutnya satu persatu .. dikulumnya lembut bergantian, kemudian menelusur lagi lekuk alat vital rio sampai ke bagian anus. Dimainkan sebentar lidahnya disitu sebelum menelusur kembali kearah atas kembali ke penis rio yang semakin tegang berdiri.

Wulan kembali menggenggam lembut penis Rio, mengocoknya perlahan seraya menatap kearah wajah Rio yang menggambarkan kenikmatan tiada tara .. Wulan tau birahi Rio semakin memuncak . Wulan bangkit, mengangkat satu kakinya dan diletakkan di paha Rio .. merendahkan posisinya sedikit sehingga penis Rio menyentuh bagian luar vaginanya.

Wulan mendesah pelan dan bergumam “Ayah mau keluar dimana … dimulut Bunda atau di dalam sini?” Wulan menggesek gesekkan ujung penis Rio ke klitnya yang terbuka.. memberikan sensasi luar biasa bagi ia dan juga Rio .. Nafasnya dan Rio menderu .. keduanya semakin menuju puncak ..

sejurus dan tiba2 Rio membopong Wulan .. Wulan terpekik kaget. Rio melangkah cepat menggendong Wulan kearah kamar mereka, menghempaskan Wulan lembut ke kasur, membuka cepat kaki Wulan lebar lebar dan tanpa ampun menusukkan Penisnya ke vagina wulan yang sudah basah . Rio memompa kuat .. cepat .. Tangannya menahan kedua Paha Wulan agar tetap terbuka lebar.

Nafasnya menderu diselingi desah kenikmatan .. Wulan menjerit .. berteriak nikmat .. tangannya mengenggam kuat .. ia merasa bagai diterpa gelombang kenikmatan yang luar biasa .. membawanya semakin tinggi semakin kepuncak seiring dengan pompa kuat penis Rio didalam vaginanya… “Aayyaaaahhh …. Oooooohhhhhhhhh … ” hanya itu yang berulang kali terdengar dari mukut Wulan .. semakin keras wulan berteriak, Rio semakin bernafsu mendorong semakin dalam dan cepat .. Wulan hampir mencapai O nya yang kedua, dan ia ingin itu dilakukan bersama2

Bendung pertahanan Rio mulai pecah .. “Bundaaa … Ayah ga tahan … ayah keluar .. Ayah keluar ..” Tubuh Wulan menegang menerima pompaan kuat penis Rio .. cengkramannya semakin menguat dan ia pun berteriak “Ayaaaaaaahhhh … Aaaaahhhhhh … Oooohhh …” Wulan mencapai O ke duanya, seiring merasakan semburat hangat dalam dalam vaginanya .. Ia tau, Rio pun telah mencapai puncaknya…

Bersambung