Complicated Part 1

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Tamat

Cerita Sex Dewasa Complicated Part 1 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sex Dewasa Complicated Part 1

Masa SMA ada masa yang indah, serasa agak ‘dewasa’ dikit.Menarik perhatian lawan jenis, kongkow-kongkow, mencoba hal-hal baru untuk mempercantik diri dan lainnya.

Tapi sayangnya aku tidak seperti teman yang lain.Kebanyakan temenku sudah punya pacar, sedangkan aku belum.

Saat para teman wanita bercerita kisah kencan malam mingguan mereka, aku melipir melarikan diri, telinga panas, hati hancur, iri…gini amat ya nasib high quality jomblo.

HIGH QUALITY? Cantik kagak, pinter kagak…body ya gitu-gitu aja.Kulit?? Sawo Busuk Girls!Dimana letak kelebihan ku Tuhan???Apakah di dunia ini ga ada yang naksir aku??3

Sebenarnya aku menyukai seseorang, dia kakak kelasku, namanya Fahmi.Dia ga cakep, menurutku dia charming …menurut aku lho ya….

Rasanya dia juga tahu kalo aku menyukainya, karena beberapa kali saat melintas didepannya, temanku selalu meledek aku.
Tapi cintaku bertepuk sebelah tangan.Dia tidak memberi perhatian sedikitpun.Jangankan perhatian, liat wajah atau menyapa aku pun rasanya ga pernah.

Ya… mungkin aku tidak semenarik cewek lain.Aku dengar dia jadian ama cewek sekelasnya, yang putih bersih, cantik nan jelita, modis.

Dalam hati hanya menguatkan diri sendiri, ‘Tenang Isti…diluar sana banyak pria yang baik. Pasti ada seseorang untuk kamu”Ya tapi kapan? jangan lama-lama juga kali, kan pengen cerita malam kencan seperti mereka’Perang batin Isti.

Untuk urusan percintaan aku memang payah, namun dalam hal pertemanan aku selalu beruntung.
Dan aku lebih suka bergaul dengan teman cowok, karena kejahilan mereka dan kalo sama kaum cowok lebih banyak bercanda, banyak ketawa.

Tanpa diminta mereka juga melindungi aku, nganter jemput sekolah, kadang cewek mereka sempat cemburu.
Mereka sering datang kerumah, mama aku sangat welcome.Mama lebih baik repot masak buat teman- teman dari pada anaknya keluyuran.

“Kalo mau nongkrong disini aja, mau maem apa? Ntar Tante masakin” ujar mama.

Alhasil jadilah rumahku basecamp mereka.Dan jika cewek mereka kehilangan jejak pacarnya, si cewek telpon kerumah.

“Isti…beberapa hari aku ga ketemu Anton, tolong kalo kamu ketemu dia kasih tau ya, aku cari dia, kangen” ujar si cewek.

“Uda telpon ke rumah?” Tanyaku.

“Belum” ‘hmmmm dasar bocor! sejak kapan cowok kamu pindah kesini?’ batinku.

“Iya…ntar kalo ketemu aku sampein” sahutku malas.

Kalian yang pacaran, aku yang repot.Dan itu salah satunya, bukan salah satunya…. SERING!, aku juga heran kenapa mereka ga telpon ke rumah cowoknya dulu? Emang aku emak tirinya?

Kadang aku bersyukur ga punya pacar, bisa ketawa ngakak-ngikik tanpa jaim dan berteman tanpa batasan.
Hingga lulus SMA aku tetap jomblo…sedih beb….

Sekarang aku terdaftar sebagai salah satu mahasiswa Teknik Industri di Universitas Swasta.Karena jarak rumah dan kampus cukup jauh, ortu menyarankan untuk kos.

Semester pertama adalah masa transisi, dan mencari teman yang cocok.Dan tak kusangka kakak kelas pujaan hatiku (dulu), si Fahmi juga kuliah di jurusan yang sama.Tapi hati ini sudah tidak mengincarnya lagi, karena banyak pria yang lebih menarik.

Hingga akhirnya aku akrab dengan beberapa teman cowok,diantara mereka yang paling akrab Sammy, Aji dan Rio.

Kami sering melakukan kegiatan outdoor, seperti renang, snorkeling, hunting kuliner di kota lain pakai motor….kalo capek berkendara istirahat bentar di pom bensin atau minimarket.

Tempat nongkrong kami di kampus bersebelahan dengan tempat tongkrongan Fahmi.Kadang obrolan mereka terdengar, begitu juga sebaliknya.
Biasanya setelah kegiatan outdoor, kami menceritakan ulang momen konyol.

Hingga suatu hari, aku tiba di tempat tongkrongan lebih awal.Aku duduk sendiri sambil membaca novel.Aku lihat di tempat Fahmi sudah ada beberapa manusia.
Aku tak peduli, aku duduk ditempat biasanya.

“Hai…. Dulu SMA 3 ya? Tumben sendiri? Mana pasukannya?” Ujar suara cowok, ternyata si Fahmi.Aku ga sadar kapan dia menghampiri aku.

“Iya…tadi dari rumah” jawab ku singkat dan melihatnya sekilas, aku sudah tidak peduli dengannya dan melanjutkan membaca novel.

“Kamu suka kegiatan outdoor?”

“Iya”

“Hebat ….jarang cewek suka kegiatan outdoor, kamu sukanya ngapain?”

“Snorkeling, renang…. mungkin bulan depan kita camping” ujarku pamer.

Karena selama ini yang aku dengar gerombolan mereka hanya berkutat hanya seputar plaza dikota ini aja, mungkin anggotanya banyak kaum cewek dengan high maintenance, jadi kayaknya ga mau kalo kegiatan outdoor.Mungkin takut kulit kusam kali ya….

“Oh ya? Boleh gabung ga?” Tanyanya.

“Waduh..ga tau ya… tanya ama Aji, biasanya dia yang handle” jawabku

“Kamu sekarang beda, cantik” pujinya.

“Terimakasih” aku tersenyum terpaksa.

‘dulu aku pake seragam, sekarang aku punya style…..kamunya aja yang bodoh, terus sekarang kamu mau dekati aku? Puih! BIG NO!’ batinku ke ge er an.

“Uda lama?” Tanya seorang cowok yang baru datang, namanya Aji.

“Barusan….kemana aja sich orang-orang ini? biasanya ada yang jaga pos ” tanyaku sambil ngeliat Aji, Aji salah satu genks kami.

“Ji… kalo camping aku ikut ya…”ujar Fahmi sambil menatapku.

“Insya Allah ya…kita juga belum pasti” Aji menjawab dengan ramah.

Karena ada yang memanggil nama Fahmi, lalu dia meninggalkan aku dan Aji.

“Love… kayaknya dia suka kamu” ujar Aji, hanya Aji yang memanggilku ‘Love’, entah kenapa…oh iya..namaku Isti Lovenza

“Telat! Ntar kalo kita jadi camping, ga usa nawarin dia.” jawabku cepat dan tegas.

“Kenapa?” Tanya Aji. Lalu aku menceritakan masa SMA ku.

“Sekarang dia baru sadar kalo kamu good looking…dia coba menarik perhatianmu” Aji meledek.

“Ck!..halah..gombal!rasanya ga ada beda, kulitku masih sama, sawo busuk. Cuma beda di kostum aja.”

Aji adalah sosok yang hangat, kadang dingin dalam waktu yang bersamaan, yesss dia moody. Sering gonta-ganti cewek. Kalo abis putus mesti ngajak aku ke mall, curhat. Aku senang dia putus…eh… maksudnya aku senang momen ditraktir… lumayan.

Rio, dia teman aku mulai SMP, uda punya cewek, namanya Anisa, sering putus-nyambung.Kalo lagi ada masalah, aku di traktir juga ke mall… Alhamdulillah… rejeki anak SholehahAku sering main ke rumah Rio, kadang nginep disitu, nginepnya sama adek, itupun kalo ga ada ART.

Sammy, cowok tampan, harta melimpah, tapi sayangnya dia lebih suka hubungan tanpa status. Dia punya standar yang tinggi untuk pendampingnya.Di saat dia kesepian, ga ada gebetan, dia ngajak aku jalan ke mall.Di traktir lagi..he he he..

Sering kita pergi bareng, aku, Rio, Sammy dan Aji…

Bahagia di atas penderitaan orang lain memang benar adanya, dan itu aku..he he he..Di saat ada yang putus, bermasalah, aku malah dengan seenaknya menunjuk tempat makan semau aku.

Aji, Rio dan Sammy pun tidak pernah menolak permintaanku. Padahal mereka cuma butuh pendengar, karena aku pun juga tidak memberi solusi, kan aku belum pengalaman, malah menguras kantong mereka demi perutku…Alhamdulillah rejeki gadis sholehah

Oh iya…ada temanku cewek yang paling dekat, Wati namanya.Dia uda punya pacar, dan karena itu, aku agak iri, sakit hati dan dengki.Secara fisik Wati ga jauh beda ama aku, tapi kenapa dia uda punya pacar?

Aku suka temenan ama dia, karena pacarnya jauh,LDR, jadi dia mentok cerita tentang di telpon aja, ga ada cerita yang mengerikan pergi kencan…

Author POV

Dan selang berjalannya waktu, Isti memiliki kekaguman terhadap Aji.Hanya kagum lho ya…ga lebih..

Bermula setiap kali Aji bercerita tentang momen kencan dengan wanitanya, dia sangat antusias mendengarkan dan menikmati aura kebahagiaan Aji, tapi Isti tidak pernah merasakan cemburu.

Isti menatap wajah Aji lekat.’benernya kamu ga cakep-cakep banget, tapi kok banyak ceweknya, jadi pengen kenalan ama dukunnya’ batin Isti sambil melamun dan senyam senyum sendiri.

Aji melambaikan tangannya tepat di wajah Isti yang tampak melamun.”Love…kok diem? Kamu dengar aku ga sich”

“I-Iya denger” jawab Isti asal, padahal dia ga memperhatikan, curhat hari ini Aji yang baru putus.’alah…paling juga curhat, kok tega dia mutusin aku? Kesalahan aku apa? Bla bla bla….aku uda hafal’ batin Isti.

“Tenang …ntar beberapa hari kamu pasti uda bisa move on…anggap aja dia bukan jodoh…kalo jodoh pasti bertemu lagi kok” selalu jawaban itu yang diberikan Isti untuk Aji.

Dan anehnya setelah pengucapan itu, Aji seperti mendapatkan semangat dan kekuatan baru.

“Terimakasih Love, kalo jodoh ga bakal kemana…kamu mau kemana lagi? Aku bayarin dech” kalimat ini yang paling Isti suka.Dia bisa menunjuk segala macam keinginannya, tapi walaupun demikian, gadis itu juga tahu batas.

Paling dia minta nonton bioskop, atau minta dibelikan baju kuliah sebagai ongkos menemani curhat.

***

Setelah menjalani KKN selama 2 minggu, Isti mempunyai teman baru.Ana nama panggilannya, Fakultas Ekonomi, Isti pun memperkenalkan gadis cantik itu ke teman-temannya.

Dia gadis yang mudah akrab, humble, feminin dan yang paling di sukai, Ana sering traktir Isti serta teman-temannya.Dan seperti biasa, Aji yang berstatus jomblo langsung melakukan aksinya, mulai pendekatan dengan Ana.

Selama ini wanita yang di kencani atau target Aji adalah sosok yang cantik, feminin, kulit bersih dan modis.Bisa dibilang Ana salah satu artis yang nyasar.

Sangat berbeda jauh dengan Isti yang berkulit sawo matang dan kusam, kemeja / t-shirt plus jeans selalu menutupi tubuhnya, tak lupa sneaker menemani langkahnya, sedangkan rambut dikuncir kuda dengan anak rambut yang berantakan.

Namun entah mengapa, Isti merasakan tak nyaman pada gadis ini, tidak seperti teman kencan Aji sebelumnya.Aji sering bertanya tentang sosok Ana kepada Isti, dengan berat isti menjawab pertanyaannya.

Setelah melewati beberapa mata kuliah, mereka pulang, maksudnya nongkrong di kos Isti.Selain Aji, Sammy, Rio, masih ada beberapa teman lelaki lainnya.
Seperti biasa mereka duduk di teras beralas tikar, karena kalo di ruang tamu ga muat.

“Is..aku dengar disini ada kamar kosong…mungkin aku pindah sini aja dech” ujar Ana.

“oh iya ada, tapi fasilitas disini jauh sama kos kamu, kos kamu kan spesial. disini kita nyuci sendiri, masak nasi sendiri, kamu bisa?”

“urusan makan katering aja, kalo nyuci ya tinggal ke laundry …ntar aku anterin ya Ji kalo ke laundry?” tanya Ana dengan suara lembut.

“tentu cantik…” jawab Aji, Isti geli mendengar jawaban Aji, Isti memutar bola matanya jengah dan Aji mengetahui hal itu.

“mulai besok aku pindah sini aja dech, supaya lebih enak nongki nya, besok bantuin ya genks…”pinta Ana ke teman lelaki yang lain.
Hampir bersamaan mereka mengiyakan permintaan Ana.

FYI, Ana berasal dari propinsi lain, kayaknya ortunya kaum borjuis, secara liat baju dan penampilannya barang branded semua.Untuk ukuran mahasiswa, penampilannya bisa dibilang “WOW”

Hari ini Ana sudah resmi menjadi teman kos Isti, walaupun tidak sekamar tapi hati Isti rasanya ga nyaman.

“Is…besok Sabtu kamu pulang?” tanya Sammy salah satu teman genks.

“Iya..emak ku mau ke Banjarmasin, ada yang mesti di omongin, paling suruh jaga Iwan..secara adekku kalo ga di ingetin dia lupa alamat rumahnya” ucap Isti, Iwan adik Isti, sudah kuliah namun beda Universitas.

“Aseekkkkk!ntar kita ke rumah boleh ya? maklum lah Is..ga ada yang di apelin” ucap Sammy enteng

Beberapa orang pun menyetujui ide itu, tapi lain hal Isti.

“awas ya kalo bikin repot!”ucap Isti ketus.

“ntar kalo uda, kita beresein dah…”

“ngobrol ama tembok! sampek gajah bertelor kalian ga bakal beresin..di tinggal gitu aja”

mereka pun ngakak mendengar celoteh Isti yang kadang kalo ngomong ceplas ceplos.Isti jarang sakit hati, paling cemberut ama ngomel, makanya mereka betah berteman dengan Isti.

Sabtu jam 19.00.

Satu per satu para cowok yang ga punya pasangan (kaum jomblo akut berlumut) berkumpul di rumah Isti, mereka duduk santai di teras pakai alas tikar.Mama Isti dan Isti duduk di kursi yang tersedia di teras.

Mereka sudah akrab dengan Iwan, adik Isti dan Mama Isti.

“hai RETAK..apa kabar?” sambut Isti yang baru keluar kamarnya.

“RETAK?” tanya seseorang.

“REmaja TAnpa Kasih, tauuuuuuu….” ucap Isti sambil ngikik

“kalian kalo mau kopi atau coklat hangat, buat aja sendiri, uda tau tempatnya kan?” ujar Mama Isti.

“ihhh…Mama, jangan di tawarin, ntar logistik kita di habisin…” sahut Isti.

“Isti! ga boleh gitu ama tamu…”

“tamu? mereka bukan tamu, ini tempat penampungan kaum jomblo!” Isti berkata ketus

“ga..aku punya pacar, tapi ikut kesini” ujar Rio salah satu genks.

“iya punya..tapi lagi marahan kan? kayak ga tau aja tingkah cowok…” bela Isti.

“Istiiiiiiii…!!!” ucap mamanya heran mendengar anaknya yang ketus.

“Ma…gara gara mereka Isti ga punya cowok, tiap Sabtu mereka ke sini, padahal ada cowok yang mau ngapelin, ngajak kencan Isti, jadinya takut kan…dipikirnya

Isti punya cowok..” Isti berucap sambil cemberut.
Mama dan teman-temannya tertawa mendengar celoteh Isti.

“napa kalian ketawa..seneng kan kalo aku jomblo? kalian yang ngebawa Setan Jomblo kesini…” Isti memperlihatkan wajah yang lebih ketus.
Mama Isti hanya menggelengkan kepala mendengar ocehan anak gadisnya.

“kasih minum gih teman-temannya..” pinta Mama.

“Kaaaannn…bikin repot..sampek kapan aku begini?” ujar Isti sambil beranjak dari kursi teras.

“aku bantuin Love….” ujar Aji dan beranjak dari dudukan tikar.

“nah gitu donk..agak tahu diri dikit” Isti berkata sewot.

Saat di dapur Isti membuat minuman sirup, Aji membantu menyiapkan, kadang tangan mereka bersentuhan tidak sengaja.Mereka tetap diam dalam pekerjaan mereka.

“Love…kamu kalo ngomel gitu lucu, jadinya mereka suka godain kamu, tapi nggemesin ” Aji menggoda.

“uda dech…ga usah gombal…kok kesini? kenapa ga ke Ana?..” tanya Isti.

Sebelum mendapat jawaban, Isti pun beranjak dari dapur dan membawa nampan berisi 4 gelas kosong.Aji berjalan dibelakang Isti dan membawa 2 botol besar.

“nich…silahkan diminum” ujar Isti meletakkan di tikar dihadapan kaum cowok.

“Terima kasih..kalo gini kamu cantik” ujar salah seorang teman.Isti mencebikkan bibirnya.

“walopun secantik Katty Perry, kalo ada kalian, aku pasti tetep jomblo..itu uda aku kasih sianida, supaya kalian cepet lenyap” sahut Isti sanbil menunjuk minuman.

“Astaga Is..ntar kamu kesepian lho ga ada kita” ujar seseorang menyahut.

Tak lama, datang seorang gadis, dan dia adalah pacar Rio, yang lagi marahan.Rio pun mau ga mau menerima kedatangan gadisnya.
Mereka duduk membelakangi penghuni teras.Tampak wajah serius di wajah mereka, tangan Rio mengambil tangan gadisnya.

Isti tampak kesal pemandangan yang ada didepannya. Dia mengambil tutup botol, dan melempar ke Rio.

“auuuuwwwww…” teriak Rio, tutup Botol minum itu mengenai bagian tubuhnya.

“Bang Rio kalo mesum jangan disini, ntar digerebek…” Isti berkata agak berteriak, wajah gadis di sebelah Rio hanya senyum malu, teman yang lain hanya tertawa mendengar ucapan Isti.

“alah…paling kamu ngiri kan” sindir Rio yang berkata benar.Isti sewot beranjak dari kursi.

“Uda ach…anak perawan mau tidur, moga mimpi ketemu jodoh pangeran”

“Mimpiin aku donk” sahut Aji. Wajah Isti merona.

“Ga mau…tukang gombal! tukang gonta-ganti pacar!” Isti beringsut dan meninggalkan teman-temannya.

“Tante istirahat dulu ya..jangan lupa, Tante titip Isti dan Iwan, kalo ada apa-apa kalian yang tanggung jawab” ujar mama Isti sambil meninggalkan genks anaknya.

Hampir bersamaan mereka mengiyakan pinta mama Isti.

Seperti diketahui, para teman Isti walaupun Isti ga ada dirumah atau Isti tidur, mereka masih betah di rumah itu.Karena ada Iwan dan temannya ikut meramaikan rumah juga, seolah mereka sudah klop untuk membicarakan tentang dunia pria, sport, game, motor dan lainnya.

***

Hari Minggu sore Isti bosan sendiri dirumah.Padahal biasanya dia menghabiskan waktu dengan membaca novel.

Entah mengapa hari ini dia ingin sekali jalan-jalan ke mall.Dia mengendarai motornya menuju plaza tengah kota.
Berjalan sendiri sambil menyusuri tiap lorong.Dia pun hanya lirik sana-lirik sini tidak jelas tujuannya.

Aji yang sedang berjalan dengan Ana terkejut melihat sosok Isti dari kejauhan.Dia pun mengajak Ana berbelok ke arah lain untuk menghindari Isti.

Aji pun tak tahu mengapa melakukan hal ini, padahal dulu-dulu kalo ketemu Isti baik di Mall, di jalanan Aji selalu memperkenalkan wanitanya.Tapi kali ini, Aji malah seperti orang yang takut ketahuan selingkuh, matanya siaga di sekitar untuk menghindari Isti.

Namun rasanya alam berkata lain.

Saat Isti berhenti dan duduk di bangku untuk istirahat sebentar melemaskan otot kakinya.Raut wajahnya berubah, dia tersenyum melihat sepasang muda mudi yang
sedang berada di toko olahraga.

Isti mengeluarkan ponselnya.

“halo..ada apa Love?” tanya Aji dengan suara lirih dan perasaan ketakutan.

“cie..yang lagi kencan” ujar Isti enteng dengan nada menggoda.

“Love?” Aji berkata lebih lirih dan berjalan keluar meninggalkan Ana didalam yang sedang mencoba sepatu.

“lha ceweknya jangan ditingal donk!” ucap Isti sambil cekikikan.

Isti bangkit dari kursi, sambil berjalan meninggalkan pasangan itu, Isti masih berada dalam sambungan komunikasi dengan Aji.

“kamu dimana?” tanya Aji lembut, hati Aji merasa bersalah sambil matanya mengawasi sekitar, dia merasa diawasi.

“EH!. Upil Gajah!…jagain anak orang, ntar di culik, bilangin, sepatunya cantik..warna merah juga bagus kok” ucap Isti santai, terlihat tadi Ana mencoba sepatu yang berwarna merah.

“Love kamu dimana?” Aji mengulang pertanyaan.

tut tut tut….

Dalam sekian detik, ponsel Isti berdering.Aji menghubungi balik Isti.

“ngapain telpon?!” tanya Isti ketus.

“kamu dimana?!” tanya Aji ga kalah ketus.

“di plaza xxx, tenang aja…aku gak ganggu kok, lagian aku juga sering nemuin kamu kencan, ga pernah ganggu kan?”

“kamu dimana? ama sapa?”

“kan tadi di bilangin aku di plaza xxx, aku sama…..hmmmm” Isti menggoda Aji supaya penasaran

“kamu sama cowok?”

“mau ketemuan disini” Isti berbohong, dia menahan tawanya.

“blind date?”

“something like that” ucap Isti enteng

“sekarang kamu dimana? ” Aji berucap dengan nada tinggi.

“…..” Isti melihat ponselnya,dan mengernyitkan dahinya ‘kenapa dia jadi gini?’.

Isti pun menutup pembicaraannya.

‘orang gila! ngapain kamu marah? bukannya seneng lagi kencan’
ga lama ponsel Isti berdering lagi, Isti memutar bola matanya dan menarik napas panjang.Dengan malas dia menekan tombol hijau.

“hm?” ucap Isti malas.

“Lovenza..kamu dimana?”

“kamu lanjutkan sama Ana, aku ga ganggu, beneran! Suer!”

“jawab pertanyaanku Love!”

“ih….apaan sich? ini waktunya me time, suka-suka aku”

“Love! Jawab!”

“pujasera!”

Aji pun langsung menutup pembicaraan, dia berjalan ke toko olahraga, “An..aku ke pujasera, kita ketemu disana”

“kenapa Aji?” tanya Ana dengan nada yang lembut.

“pokoknya kalo uda kelar, kamu kesana”

Ana hanya menganggukan kepala.

Aji berjalan dan sedikit berlari menuju pujasera.

Sedangkan Isti dengan tenang masih menikmati Es Teler dan beberapa kudapan.

Hingga dia merasakan kehadiran sosok seseorang, dan duduk di depannya, dia hanya melihat sekilas pria yang sudah duduk tanpa permisi.

“mana cowok itu?”

Isti hanya menaikkan bahunya dengan wajah cueknya sambil mengunyah.

“kamu mau tunggu sampai kapan? uda habis berapa banyak ini?” Aji melihat bekas hidangan yang berserakan di meja Isti.

“emang kenapa sich? kan ini pake uang aku sendiri?”

“bukan masalah uangnya…kamu mulai kapan disini? kamu janjian jam berapa? kenapa sampai sekarang dia belum datang?”

“gara-gara kamu duduk disini, mungkin dia uda di sekitar pujasera, tapi ga jadi nemuin aku…kamu ngapain sich disini? kenapa ga sama Ana?” Isti kembali berbohong

“ntar Ana ke sini”

“ck..kamu ngerusak acara ku, padahal aku ga pernah ganggu kamu kencan”

“aku tungguin sampai cowok itu datang”

“dia ga bakal datang kalo ada kamu”

“ya bagus lah”

“kok gitu? kamu pengen aku jadi perawan tua?”

“kamu pulang aja ya….” Aji berucap lembut

“ga mau..kamu aja yang pergi, eh..itu dicari Ana” Ana terlihat celingukan mencari Aji.

Isti melambaikan tangannya, Ana pun melihat ke arahnya lalu berjalan menuju meja yang sudah ada Isti dan Aji.

“uda makan?”tanya Isti.

“uda tadi, sekarang mau pulang, ada janjian ama teman di kos”

“noh..anterin pulang!” perintah Isti

“kita pulang bareng” ucap Aji

“aku bawa motor sendiri!” sahut Isti dengan cepat

“Ana, kamu tunggu di mobil, aku anter bocah ini sampai benar-benar keluar parkir” Aji menarik paksa tangan Isti seperti anak kecil.

Saat nereka berjalan berdua, Isti melepaskan paksa tangannya dari genggaman Aji.

“Sakit!”

“ayo!” Aji tak melepaskan genggamannya.

“Knock it Off Aji!”

“ok..mau kamu apa?”

“justru aku yang tanya..mau kamu apa?”

“aku mau kamu pulang”

“aku ga mau..aku mau jalan-jalan”

“sama sapa?”

“terserah aku lah!”

“Pulang Lovenza!” perintah Aji lagi.

Bersambung