Cewek Alim Yang Sangean Part 1

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Tamat

Cewek Alim Yang Sangean Part 1

Cewek Alim Yang Sangean

-Awal Mula-

Cerita ini bermula ketika Rozak yang sudah menjomblo selama 1 tahun iseng-iseng membuka FB dan Dia melihat postingan foto dari cewek jilbab yang lumayan semok dengan wajah putih yang menggoda batinya. Dia mencoba berkenalan dan meminta kontak cewek tersebut.

Singkat cerita setelah berkenalan mereka akhirnya deket dan sudah mulai tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.

Setelah mereka bertemu saat Rozak cuti kerja mereka semakin yakin satu sama lain. Akhirnya setelah 1 tahun kerja Rozak memutuskan untuk berhenti bekerja dan mulai Kuliah di Kota J***a.

Yanti yang sudah lulus SMK pun akhirnya memutuskan untuk bekerja di Sebuah Klinik Apotek di kota asalnya, mereka menjalani hubungan LDR dengan baik-baik saja sampai ada beberapa kejadian yang menguji cinta mereka.

Karena klinik tempat Yanti bekerja mengharuskan untuk tinggal di mess yang ada dibelakang klinik. Sementara Rozak yang baru masuk kuliah masih sibuk dengan acara ospelmab sehingga selama seminggu tidak menghubungi yanti.

Yanti yang memiliki postur tubuh menggoda ternyata menarik perhatian dari Pak Rusdi. Apoteker yang bekerja di klinik tersebut, Pak Rusdi yang berusia 45 tahun memiliki perut buncit dan badan besar.

Pak Rusdi merupakan Apoteker yang dipercaya memegang kunci Klinik dan Apotek. Pak Rusdi juga tinggal di mess tersebut dan kamarnya bersebelahan dengan kamar Yanti .

Suatu pagi yanti baru selesai mandi dan mencuci baju, dia menjemur baju dihalaman belakang .

Pak Rusdi : Dek Yanti sedang apa? (Yanti kaget karna tiba-tiba Pak Rusdi sudah ada dibelakangnya.)
Yanti : Eh pak rusdi bikin kaget aja.., Ini pak lagi jemur pakaian.

Pak Rusdi : rajin banget dek yanti ini pagi-pagi gini
Yanti : iya pak kan jam 7 klinik sudah buka.

Pak Rusdi : bapak jadi suka sama dek yanti kalau gini (yanti sedikit kaget dan heran dengan pernyataan Pak Rusdi, tapi dia berusaha bersikap biasa)
Yanti : ah bapak bisa aja, biasa aja kok pak.

Pak Rusdi : yaudah dek yanti kita sarapan dulu (saat pak rusdi berpaling tanganya sedikit meremas bokong yanti yang semok sehingga membuat yanti sedikit kaget)

Setelah kejadian pagi itu yanti merasa Pak Rusdi sedikit aneh, apalagi Pak Rusdi sering memberikan perhatian lebih kepadanya dibanding karyawan lain.

Sampai akhirnya dihari minggu adalah hari libur klinik.
Semua karyawan memutuskan pulang kerumah tetapi yanti mendapat tugas khusus dari pak rusdi untuk mengecek stok obat. Sehingga dia tidak bisa pulang kerumah hari itu.

Akhirnya yanti dan pak rusdi ke gudang untuk mengecek stok obat yang ada.
Disini pak rusdi mulai berfikiran kotor karna hanya berdua dengan gadis jilbab yang semok di gudang klinik.

Bebapa kali pak rusdi mengambil kesempatan untuk menyenggol dan meremas bokong yanti yang semok, hal ini membuat yanti sedikit tidak nyaman.

Yanti : aduh pak jangan nyenggol-nyenggol donk .
Pak Rusdi : Maaf dek habisnya sempit ruangannya. (suara gemuruh tiba-tiba terdengar menandakan diluar sedang hujan)

Yanti : yah hujan jemuranku basah donk. Saya angkat jemuran dulu pak .

Saat yanti ingin keluar tiba-tiba dia tersandung dan jatuh dipelukan pak ruslan.

Posisi yanti berada diatas tubuh Pak Rusdi , tiba-tiba yanti merasakan tangan Pak Rusdi sudah meremas toket kirinya yang sekel dan besar itu,

Yanti : aduuh pak jangan diremas donk,
Pak rusdi : maaf dek gk sengaja bapak remasnya

Wajah mereka begitu dekat. Wajah pak rusdi semakin mendekat membuat yanti bingung harus melakukan apa, bibir mereka semakin dekat
(kring kring kring tiba-tiba suara telpon mengagetkan mereka) ..

Yanti segera bangkit dan pergi untuk mengangkat telepon itu… meninggalkan pak rusdi yang sudah diselimuti nafsu karna kejadian tadi.

-Nafsu Pak Rusdi –

Beberapa hari sejak kejadian digudang itu Pak Rusdi semakin bernafsu untuk mendapatkan tubuh gadis berjilbab yang sexy itu.

Dia bahkan beberapa kali menunjukan perhatian lebih dengan cara membelikan makanan maupun barang kesukaan yanti seperti boneka dan cokelat.

Yanti pun menyadari bahwa tingkah pak Rusdi kepadanya berbeda dengan kepada karyawan lain, itu membuatnya sedikit tak nyaman.

Namun dia tidak berani untuk menceritakan hal tersebut ke pacarnya karena dia takut Rozak akan marah dan menyuruhnya untuk berhenti bekerja.

Suatu hari Yanti harus kerja lembur sampai malam hanya bersama Pak Rusdi karena temanya sedang sakit dan harus pulang kerumah.

Semakin malam cuaca semakin dingin ditambah dengan hujan yang sedari sore tidak berhenti membuat pengunjung klinik dan apotek menjadi sepi. Pak Rusdi pun mendekati Yanti dan membuka obrolan ringan.

Pak Rusdi : Dek Yanti kenapa kok sekarang lebih pendiam dari biasanya?
Yanti : Tidak apa-apa pak.

Pak Rusdi : cerita aja dek kalau ada masalah,, atau karna kejadian digudang minggu kemarin?

Deg dalam hati Yanti kaget, ternyata pak Rusdi juga masih mengingat kejadian itu.

Yanti : ii iya pak, saya gak mau bapak berbuat seperti itu lagi.
Pak Rusdi : Maaf dek kan waktu itu bapak gak sengaja, lagian dek yanti yang jalan kurang hati-hati jadi jatuh

Yanti : iya pak itu juga salah saya, saya mohon jangan diingat-ingat lagi pak.

DAAAAARRRR ( tiba-tiba suara petir terdengar kencang dan tiba-tiba lampu mati, ternyata listrik padam dan semua menjadi gelap )

Hari yang sudah malam dan listrik padam serta hujan yang masih deras membuat suasana gelap dan semakin dingin.

Saat yanti mencari senter dan HPnya tiba-tiba dia merasakan ada yang memeluknya dari belakang.
Dan benar saja itu Pak Rusdi yang sudah bernafsu kepadanya.

Yanti : ahhh pak jangan paak, saya gak mau pakk, jangan peluk saya begini,.
Pak Rusdi : sudah nikmati saja dek , udara yang dingin begini lebih enak kalau pelukan biar hangat.

Yanti : jangan pak , ini salah pak, nanti kalau istri bapak tau gimana?
Pak Rusdi : dek yanti belum tau ya kalau bapak ini sudah menduda selama 3 tahun, makanya bapak tinggal di mess klinik .

Yanti pun berusaha berontak dari pelukan pak Rusdi, dia berusaha melepaskan tangan pak rusdi.

Tapi tenaga pak Rusdi lebih besar darinya, pak Rusdi menarik tubuh yanti kedalam kamar periksa yang ada di klinik tersebut dan merebahkan tubuhnya.

Pak Rusdi yang sudah bernafsu kemudian menindih tubuh yanti .

Yanti : ahh pak jangan begini pak saya gak mau pak.
Pak Rusdi : gakpapa dek yanti , kalau kamu hamil bapak akan bertanggung jawab dan menikahi kamu..

Mendengar ucapan pak Rusdi itu yanti menangis dan kembali berontak, dia tak mau melepaskan mahkotanya untuk bandot tua seperti pak Rusdi, dia bahkan belum pernah disentuh oleh pacarnya.

Yanti : saya gk mau pak,, saya masih perawan ,,, apa kata orang tua saya nanti..
Pak Rusdi : saya gak mau tau hal itu dek yanti,, pokoknya malam ini kamu harus melayaniku..

Pak rusdi kemudian meremas kedua toket yanti yang berukuran 34D itu dari luar kemejanya.
Pak Rusdi pun menciumi pipi yanti dan berusaha mencari bibirnya, namun yanti yang berontak membuat pak Rusdi kesulitan mencium bibirnya.

Tangan pak rusdi yang sudah puas meremas toket yanti dari luar kemeja kemudian melepaskan kancing baju yanti satu persatu.
Setelah kemejanya terbuka kemudian tangan pak rusdi mencari kaitan bra yanti untuk melepaskanya.

Kini yanti sudah topless, namun karna gelap pak rusdi tidak dapat melihat bentuk gunung kembar montok milik yanti.
Walau begitu pak rusdi bisa menjilati pentil yanti yang sudah mulai mengeras selain karna dingin tubuhnya sudah mulai terangsang oleh permainan pak rusdi.

Pak rusdi pun melepaskan semua pakaianya.

Yanti yang masih menangis dan berdo’a agar mahkotanya tidak terenggut hanya bisa sedikit berontak karna kalah tenaga, pak rusdi kemudian memegang tangan yanti dan diarahkan ke kontolnya yang sudah mengeras.

Pak Rusdi : ayo dikocok sayang,, tangan kamu halus sekali..
Yanti : saya gak bisa pak, saya gak pernah begini,,,,

Kemudian pak rusdi menuntun tangan yanti maju mundur mengocok kontolnya yang cukup panjang , mungkin sekitar 14 cm.

Setelah 10 menit kontolnya dikocok oleh yanti pak Rusdi semakin bernafsu, dia berusaha melepaskan celana dan CD yang dikenakan yanti.
Akhirnya pak Rusdi berhasil melepaskan pakaian yanti dan hanya tersisa jilbabnya.

Yanti pun berusaha lari setelah pak Rusdi melepaskan celanaya, namun saat hendak berlari tangan pak Rusdi dengan sigap menangkapnya, sehingga usaha yanti untuk kabur menjadi sia-sia.

Pak Rusdi kembali merebahkan yanti diatas ranjang pasien, yanti berusaha menutup kedua kakinya agar pak Rusdi tidak bisa memasukkan kontolnya kedalam memeknya yang masih perawan.

Namun tenaga pak rusdi yang besar membuatnya kuwalahan, 10 menit kemudian pak rusdi berhasil membuka kakinya dan menempelkan kepala kontolnya didepan bibir memek yanti yang mulus dan ditumbuhi bulu-bulu tipis disekitarnya.

Yanti : jangan paak, saya gak mauu, saya mohon pak (sambil menangis yanti memohon kepada pak rusdi untuk membatalkan aksinya)
Pak Rusdi : tenang aja sayang, sakitnya cuma sebentar kok, nanti kamu pasti ketagihan

Pak Rusdi menggesekkan kepala kontolnya kebibir memek yanti dan yantipun merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan.
Dia tak bisa memungkiri rasa nikmat itu, namun dia juga sadar kalau hal itu salah. Dia menangis dan sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi kepadanya.

Kegelisahan

Setelah berpacaran dengan yanti Rozak harus kembali menjalani hubungan LDR karena dia sekarang kuliah.

Minggu pertama masuk kuliah dia harus menigkuti kegiatan ospek yang dimulai jam 6 pagi sampai jam 6 sore ditambah lagi ada tugas setiap harinya dari senior-senior kampusnya.

Karena itu dia harus merelakan waktu untuk tidak berkomunikasi dengan pujaan hatinya.

Ospek hari pertama berjalan dengan lancer hanya sekedar perkenalan dan permbagian kelompok, ternyata kelompoknya diisi oleh 12 orang laki-laki dan 8 orang perempuan.

Baginya perempuan-perempuan itu biasa saja dan tidak ada yang menarik.

Sampai pada akhirnya dihari terakhir ospek ada seorang wanita cantik jelita yang membuatnya terpana.

Walau sudah memiliki kekasih hati tapi dia tidak bisa menolak pesona wanita cantik itu. Sikapnya yang ceria dan body nya yang mulus dan proporsional membuat Rozak berusaha untuk berkenalan denganya.

Rozak : Hai,,
Ola : Hai

Rozak : Boleh aku kenalan sama kamu ?
Ola : gak perlu kenalan kan bisa lihat name tag ku

Rozak : Oh iya itu ada namanya hehehe, maksudnya biar lebih formal kenalanya..
Ola : Iya deh boleh ,, nama aku Ola, kalau kamu??

Rozak : Nama aku Rozak ,, Ola kamu kalau senyum manis ya.
Ola : Huu dasar cowok ya baru kenalan udah gombal..

Rozak : Ya gakpapa kan cari kesempatan hehehe.. Kamu ada acara gak? Boleh gak kalau nnti malam aku ngajak jalan??
Ola : Boleh sih,, aku gk ada acara ,, lagian aku kan belum tau juga daerah-daerah disini..

Rozak : Oke nanti malam kita dinner ya sekalian keliling” daerah sini..
Ola : Oke ,, Kosku samping warnet sebelah kampus ya,, aku tunggu nanti malem..

Rozak : oke deh,, ehh ya hamper lupa boleh minta kontakmu gak?
Ola : iya jelas boleh lah

Setelah bertukar kontak mereka akhirnya janjian dan malam harinya mereka dinner disuatu café yang cukup asik untuk nongkrong dan mereka menjadi lebih akrab.

Ternyata Ola merupakan warga luar jawa pantas saja dia tidak tau daerah sekitar kampusnya. Saking asiknya dia dengan Ola, Rozak menjadi lupa kalau dia belum menghubungi Yanti selama seminggu.

Setelah selesai dinner dan jalan sama Ola akhirnya Rozak sampai kos. Dia melihat hp nya, dia melihat sosok wanita berjilbab cantik terpasang di wallpaper HPnya membuatnya menjadi teringat pada pacarnya itu.

Akhirnya dia menelpon Yanti karena sudah merasa rindu,…3x dia menelpon tidak ada jawaban.. akhirnya dia melihat bbm dan ternyata ada bbm dari yanti yang mengatakan bahwa yanti lembur kerja sampai jam 11 ..

Rozak melihat jam dikamarnya dan melihat sekarang sudah pukul 11. Sudah jam 11 kenapa aku telpon gak diangkat ya, ( batin rozak dalam hatinya ).

Dia mulai gelisah setelah mengirim bbm keapda yanti namun bbmnya juga tidak dibalas. Mungkin dia capek dan langsung tidur, sebaiknya aku hubungi besok saja, besok kan dia libur kerja..

Setelah menenangkan hatinya Rozak memutuskan untuk tidur. Namun sebelum tidur dia bbm ke Ola untuk mengucapkan salam tidur, tak disangka ternyata Ola membalasnya dengan senang hati. Rozak pun merasa kalau Ola memberikan harapan untuknya..

-POV Yanti-​

(Suara HPku berbunyi beberapa kali, aku tau itu pasti dari mas Rozak. Dia sudah mengatakan kalau setelah ospek baru bisa menghubungiku dan itu adalah hari ini)

Namun aku tidak bisa apa-apa sekarang ini mahkotaku terancam akan direnggut oleh lekaki buaya yang sedang menindih tubuhku dan berusaha memasukkan kontolnya kedalam memeku ini. Aku tak tau harus berbuat apa. Aku sudah tidak memiliki tenaga untuk berontak, aku hanya bisa pasrah dan menangis sejadi-jadinya..

Aku : Pak saya mohon jangan lakukan itu pak,, (aku memohon kepada pak rusdi sambil menangis dan berharap dia berbelas kasihan kepadaku)
Pak Rusdi : aku sudah lama tidak merasakan memek dek,, jadi aku gak akan lepasin kamu .. hahaha

Aku : ini salah pak jangan seperti ini …. Eemmm ahhh pakk jgn digesekin terus pakk, udah paakk..
Pak Rusdi : kalau gak mau memek kamu digesekin sama kontolku brarti kamu mau kalau tak masukin ya…. Hahahah

Aku : enggak pakk ahhh udaah paakk,, ahhh

Pak Rusdi kemudian memposisikan kontolnya didepan bibir memekku, aku yakin dia tidak akan mengurungkan niatnya,, aku hanya bisa pasrah dan menutup mata.
Tiba-tiba kulihat cahaya terang dari lampu yang bersinar , ternyata listrik sudah menyala.. Namu itu tak ada bedanya ,, sebentar lagi mahkotaku akan hilang..

Cekrek (Tiba-tiba suara pintu klinik depan terbuka dan terdengar langkah kaki)

“Pak Rusdi,, Pak Rusdi “ Terdengar suara memanggil pak Rusdi.

Akhirnya pak rusdi yang berada diatas tubuhku segera turun dan mengenakan pakaiannya lalu segera pak rusdi keluar untuk menemui orang yang memanggilnya itu.
Dari suaranya itu seperti seorang ibu-ibu. Aku terdiam dan tidak menyangka ..

Dalam tangisku aku masih meratapi nasibku yang hampir saja kehilangan mahkotaku oleh lelaki tua yang bejat itu.
Tiba-tiba pak Rusdi memanggilku, akupun segera mengenakan pakaianku dan berusaha menghapus air mataku.

Setelah itu aku cuci muka dan segera ke depan, ternyata ada ibu-ibu membawa anak kecil sedang berbicara dengan pak rusdi.

Pak Rusdi : yanti, saya harus pulang. Ibu saya meninggal jadi kamu nanti yang tutup klinik ya.. saya harus pulang sekarang..
Aku : iyyaa pak ,,

Kemudian pak rusdi mendekatiku dan berkata “kamu jgn ceritakan hal tadi ke siapapun atau nyawa kamu taruhanya”.
Mendengar hal itu aku hanya bisa mengangguk dan tak bisa mengucapkan apapun. Kulihat jam sudah menunjukan setengah 12 malam.

Kemudian aku menutup pintu dan gerbang klinik. Setelah sampai ke kamarku aku melihat hp dan kulihat bbm masuk dari mas Rozak.
Kembali rasa bersalah muncul dalam benakku. Tubuhku sudah dijamah oleh lelaki lain, padahal mas Rozak saja belum pernah seperti itu kepadaku.

Yanti yang menangis sembari meratapi kejadian yang baru saja terjadi padanya akhirnya tertidur. Dia hanya berharap kejadian itu sebuah mimpi buruk yang dapat dia lupakan esok hari. Namun hari yang lebih panjang sudah menantinya.

Bersambung….