Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 31

Part 1 Part 2 Part 3 Part 4 Part 5 Part 6 Part 7 Part 8
Part 9 Part 10 Part 11 Part 12 Part 13 Part 14 Part 15 Part 16
Part 17 Part 18 Part 19 Part 20 Part 21 Part 22 Part 23 Part 24
Part 25 Part 26 Part 27 Part 28 Part 29 Part 30 Part 31 Part 32

Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 31

Start Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 31 | Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 31 Start

Malam itu.. tak hanya dari grup kami .. ketika para wanita sudah mulai teler …

Wanita panggilan si Jonathan pun menghampiri kami .. badannya tak kalah menarik .. body wanita arab-eropa .. sangatlah menggoda … fikirku …

Kami pun lanjut minum … setelah beberapa jam … Jonathan dan aku juga hampir teler …

Sekitar jam 00.30 malam .. kami pun pulang dengan sebuah mobil sewaan yang dari BAR tersebut untuk pulang ke hotel … sebenarnya aku dan Jonathan masih sanggup jalan kok … tapi bawa 6 cewek gak mudah dong …

Semua tagihan dibayar oleh Jonathan, lumayan juga setelah ku lihat struk minuman kami, untuk beberapa botol saja sudah menghabiskan $ 7.000 USD.

ketika kami sampai dihotel, ada beberapa pegawai wanita yang membantu Vineeta dan Scarlett ke kamarnya .. aku hanya berjalan perlahan karena membawa 2 orang dikiri kanan ku yaitu Helena dan Shuang …

sebenarnya para pegawai lain mau membawa mereka .. tapi mereka terus bergumam dan meronta ketika diambil dan akhirnya sama memelukku dari kiri dan kanan … pandangan ku mulai sedikit kabur …

dada yang menempel dikiri kanan ku membuat jantung ku berdegub kencang .. tentu saja sebuah dada empuk terasa ditangan .. siapa yang gak mau ??

Me = Helena, Shuang .. kunci kamar kamu dimana ???

Helena hanya bergerak dikit ingin meraih saku bajunya .. karena sudah teler,, gerakannya terlihat sia-sia .. aku pun yang masih setengah sadar segera meraih saku baju nya..

aahhhh …. gumam helena…

tak sadar tanganku meremas dada helena ketika ingin mengambil card kunci kamar … dadanya yang terbungkus bra tipis terasa di tanganku …

aku pun mengambil card dan segera aku buka kamar mereka .. setelah masuk.. kulihat ada 2 tempat tidur berbeda, aku pun meletakkan Helena terlebih dahulu, baru Shuang… ketika aq meletakkan shuang, badan ku ditarik oleh kedua tangannya …

kemudian dia langsung merangkul dan memelukku dengan erat, entah apa yang dia rasakan, mulutnya ngoceh bahasa china yang aku tak paham sama sekali.. tetapi dari nada bicaranya kayaknya lagi marah ya .. fikirku tidak mengerti apa …

aku pun hanya mengelus2 kepala dan belakang Shuang, dada nya kini menyentuh badanku, entah kenapa ketika mencium wangi badannya Shuang, otongku rasanya bangun, ditambah dengan rok pendek nya membuat paha putih mulus terlihat jelas…

aku pun mendorong Shuang berbaring dan aku diatasnya, ah sial otong udah ga kuat nih .. fikirku … ketika itu ku rasa bibir Shuang menyentuk bibirku, dengan setengah sadar ternyata dia langsung mengecupku..

aku pun membalas kecupannya dengan lembut …. setelah dia perlahan berhenti .. kini Shuang melihatku dengan mata sayu …

Me = Don’t worry … i’m here … ucapku pelan …

Shuang hanya tersenyum … aku pun langsung membuka resleting celana ku … kini otong yang sudah terbangun keluar dari selah-selah kecil celana ku … akupun membuka selangkangan Shuang dan menggeser celana dalam kecilnya ke samping ….

terlihat memeknya putih mulus dengan sedikit bulu-bulu diatasnya … ku ludahkan air liur ke tanganku dan ku gosok-gosok ke kepala otongku, kemudian ke memek Shuang … setelah sedikit basah .. aku segera memasukkan otong ku ….

blllessssss… otongku masuk setengah … dengann aahhhhhhhh suara Shuang terdengar pelan …

aku pun masih membiarkan otongku didalam memek Shuang … kedutan demi kedutan terasa … jepitan dari memek Shuang membuat otongku terasa nyaman ….

ku goyangkan perlahan … setiap goyangan suara .. ah ah ah .. desahan Shuang terdengar …

ssstttt…… diem .. ga usah berisik .. ungkap ku sambil menutup mulutnya shuang dengan tanganku ….

ketika itu ku lihat ke samping kanan, Helena sedang tertidur pulas … ahhh aman … gumamku …

aku pun menarik otongku dari memeknya Shuang … ku tarik celana dalam Shuang … kini ku sumpal mulutnya Shuang langsung agar tak mendesah kuat lagi … ku buka kaosnya … dan tentu saja bra yang dipakainya …

terlihat jelas … gunung kembar .. putih mulus.. dengan puting merah merona menjulang menunjuk langit .. mulutku pun langsung melahap seperti seorang bayi menyusui … sambil menghisap putingnya, sesekali ku gigit.. emm emmm emmmm …. gumam Shuang tak jelas karena mulutnya tersumpal cd nya sendiri.

lalu ku geser badan Shuang kini di tepi kasur sedangkan aku berdiri di belakangnya …. rok pendek Shuang kini sudah diangkat sepinggangnya … bokong bulat sexy terlihat jelas saat ini …

memek nya terbuka jelas kita ku suruh mengangkang membelakangani ku … ketika ku arahkan kembali otong ke dalam memeknya, hentak 1x dan semua masuk … eemmmmpppppppppppppppppppp .. teriak Shuang panjang ….

goyangan ku berubah menjadi cepat … ku remas-remas toketnya dari belakang sambil menarik badannya … emmppp mppppppp …. suara Shuang makin ga karuan ….

10 menit gaya doggy ini berlangsung … aku udah ga tahan lagi … kini gerakan makin cepat …

plak plak plakkk … suara hentakan paha ku bertemu …. ketika rasanya mau keluar … cepat-cepat ku tarik otongku … croot crooott crooott.. sperma ku keluar di punggu Shuang ….

kini Shuang langsung terbaring … punggunggnya masih menyisakan sperma ku tadi … aku pun mengambil kaosnya .. ku lap sperma tadi …

ku kecup leher Shuang dari belakang …

“Thank you” …. bisik ku ditelinganya …

Shuang hanya tersenyum kemudian tertidur ….

Badanku sudah capek banget … ku lihat Helena tertidur … aku pun hanya menggunakan pakaianku kembali dan kembali ke kamar ..

untungnya ini pintu kamar automatis … jadi ketika pintu tertutup langsung terkunci ga bisa dibuka dari luar selain pakai kartu nya …

ketika kembali ke kamar aku hanya terbaring lemas diatas kasur …. ahhhhh enaknya … gumamku … aku pun tertidur ….

——————

ke esokan harinya … aku terbangun.. ku lihat jam udah menunjukkan pukul 9 waktu setempat …

yahh .. masih sempat sarapan ga ya …

aku pun segera mandi …

ketika sarapan, yang lain udah pada sarapan duluan, untungnya masih dapat sarapan walau telat, hehe …

Jonathan : oh hei … itu si michel …

Me : oh heii… baru sarapan nih … ungkapku …

Jonathan : ah gpp lanjutin aja … ini ada perubahan jadwal nih, ungkapnya

me : oh gitu, oke … jawabku singkat

Jonathan pun pergi ke kantor kami untuk memastikan perubahan jadwal tersebut.

aku pun segera menyelesaikan sarapanku .. kemudian duduk di sebuah taman kecil tak jauh dari tempat makan kami sambil minum segelas es jeruk, ada beberapa majalah juga yang memang disediakan agar tamu tak bosan, aku pun mengambil satu majalah tentang otomotif, dan membacanya.

30 menit kemudian, Jonathan kembali dan menghampiriku.

Jonathan : michel, kita berangkat ke london besok. ungkapnya

Me : hmm.. jadi ga balik ke singapore nih ?

Jonathan : iya nih, ada penerbangan ekstra, crew sebelumnya ga bisa berangkat, jadi kita ganti kesana, tapi tenang aja, aq udah sering kok kesana. jelasnya dengan bangga ..

——————

Memang begini klo ada captain senior, biasanya memang sudah keliling-keliling ke berbagai bandara terkenal, sehingga mereka lebih memiliki pengalaman yang lebih dibandingkan dengan co-pilot baru.

Meskipun pada umumnya sama, tetapi jika kita terbang dengan panduan yang sudah familiar, komunikasi ke ATC akan jadi lebih mudah.

Apalagi aku yang masih terhitung baru, ini merupakan salah satu pengalaman yang bisa didapat ketika kita jadi co-pilot.

Nanti ketika kita sampai ditujuan juga, akan ada Ground Staff yang memandu, kemudian mengarahkan kita ke hotel mana, jadi menurutku ga masalah mau terbang kemana aja, pakaian pilot ku ada 3 siap digunakan bergantian yang tersedia di koperku.

Di hotel juga ada laundry khusus bagi crew penerbangan, ketika kita sampai, akan mereka ambil setiap paginya, untuk baju-baju pilot juga ada keranjang khusus. semua pakaian tentu saja akan dicuci dengan cermat dan seksama, bayangkan aja sampai sobek, wah bahaya kalau tidak ada setelan pengganti.

Makanya jangan heran ketika kita ke bandara, semua crew baik pramugari/ra atau pilot/co-pilot pasti membawa koper ukurang sedang / besar … ya karena memang kebutuhannya disini.

Kalau aku sendiri, sering membawa kaos oblong tipis-tipis saja, lagian klo tebal-tebal, tentu memakan ruang dikoper, bawa koper 2 biji tentu malas. hehe

——————

Me : oke jam berapa penerbangan besok ?

Jonathan : pagi jam 8 kita udah stand by di bandara, jam 6 udah siap-siap lah.

Me : oke … yang lainnya gimana ? udah dibilangin ?

Jonathan : belum sih.

Me : nanti aku infokan ke mereka aja.

Jonathan : oke … aku kembali ke kamar dulu deh kalau gitu … ungkapnya

Aku pun hanya melanjutkan bersantai ku di taman tersebut, ku lihat 4 orang berjalan ber-iringan menghampiriku …

Me : wah baru balik belanja ya ??

Vineeta : haha .. biasalah mumpung lagi di dubai …

Me : oh ya, kita besok ke london, jam 6 udah siap ya. jelasku

Scarlett : serius ?? asik …

Me : iya bener. udah istirahat sana, ingat besok jam 6, tegasku kembali.

Mereka pun pergi ke kamar masing-masing … ku lihat Shuang hanya senyum saja melihatku …

[Bersambung]

END – Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 31 | Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 31 – END

(Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 30)Sebelumnya |Bersambung(Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 32)