Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 29

Part 1 Part 2 Part 3 Part 4 Part 5 Part 6 Part 7 Part 8
Part 9 Part 10 Part 11 Part 12 Part 13 Part 14 Part 15 Part 16
Part 17 Part 18 Part 19 Part 20 Part 21 Part 22 Part 23 Part 24
Part 25 Part 26 Part 27 Part 28 Part 29 Part 30 Part 31 Part 32

Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 29

Start Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 29 | Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 29 Start

Setelah autopilot, pramugari segera membagikan makanan, khusus untuk first class, pramugari akan memberikan menu, dan pelanggan akan memilih menu yang mana ingin dimakan.

koki sudah siap untuk memasak kebutuhan pelanggan, setiap pelanggan akan ditanya koki langsung untuk mengkonfirmasi pemesanan makanan, jika dimenu tidak ada, maka pelanggan boleh minta pengganti sesuai stock bahan yang ada. jika bahan yang diminta ada, tentu akan koki buat.

Pilot segera melakukan annoucment mulai dari pengenalan diri, arah angin, cuaca agar membuat penumpang tenang tentunya.

Jonathan = gimana ? seru gak ?

Me = asik , thank you ya, udah izinkan aq ambil alih kendali untuk take-off penerbangan pertamaku.

Jonathan = ah ga usah gitu, biasa saja.. aku juga dulunya gitu.. ketika aku pertama kali terbang, aku sudah disuruh pegang kendali take-off.

Me = i see.. jadi ini diteruskan ke aku ya.. ?? tanyaku sopan

Jonathan = benar sekali, selanjutnya kalau kamu jadi captain kedepannya, kamu bisa turunkan ke co-pilot baru yang pertama kali terbang.

Me = thank you, ucapku puas …

tok tok tok .. capt …. seseorang mengetuk pintu kokpit.. aku pun pergi untuk membuka pintu kokpit …

Vineeta = pak, mau pesan apa untuk makanan / minumannya ??

Me = ah jangan panggil pak, kok tua banget kyknya, panggil michel aja oke ??

Vineeta = oke deh, panggil aq Vineeta juga..

Me = ok aq lihat dulu ya, nanti aq panggil lagi kalau mau pesan apa ..

Vineeta pun keluar dari kokpit kami dan aku menyerahkan menu ke captain terlebih dahulu …

Jonathan = enaknya apa ya ?? aku makin lama makin bosan rasanya dengan menu ini … hampir semua udah aku cicipi…

Me = hehe ya wajar aja kalo udah 20 thn terbang kan ya ..

Jonathan = iya benar .. kamu mau pesan apa?? aku pesan jus jeruk aja deh sama daging panggang.

aku pun keluar dari kokpit dan memberikan pesanan pilot dan aku ke Vineeta … sebenarnya aq juga tak terlalu ingin makan, tapi kalau gak ya susah juga.. aq hanya memesan jus apel dan ayam goreng …

15 menit kemudian makanan pesanan captain telah tiba. tentu saja aq menyuruh pilot duluan yang makan, meskipun pesawat udah autopilot, tetapi harus ada 1 orang minimal yang duduk dikursi, sehingga jika terjadi sesuatu masalah, ada yang siap manangani secara fokus.

setelah 15 menit kemudian, kini giliran aku yang menyantap makanan ku dan captain duduk fokus dikursinya..

aku pun makan dengan perlahan tentunya tak perlu buru-buru … 10 menit sudah selesai, hanya ayam kok hehe

Vineeta ku suruh ke kokpit untuk mengambil wadah makanan ini karena telah selesai…

Me = ga ada masalah kan dibelakang ?? tanyaku

Vineeta = aman kok … jawabnya singkat

aku pun kembali duduk di kursi ku ….

Jonathan = hahaha … cantik-cantik ya pramugarinya ??

Me = haha iya juga …

Jonathan = nanti ku ajak kamu ke bar di dubai, disana tongkrongan pilot/pramugari, bisa liat pramugari 1 maskapai atau lainnya, top banget tempatnya …

Me = okee… aku ikut.. jawabku singkat …

akupun menggunakan sunglass yang memang selalu kubawa untuk penerbangan, sunglass ini sangatlah cocok untuk pilot karena meskipun kita menghadap matahari, tetapi sinarnya tak merusak atau menyilaukan mata. dan ketika misalnya cuaca gelap ,, meskipun menggunakan sunglass, maka akan seperti kacamata bening pada umumnya.

di kokpit juga disediakan seperti tirai penahan sinar matahari, jadi meskipun ga bawa kacamata, tetap bisa melihat kondisinya, terkadang jika pesawat memang mengarah ke arah matahari, tirai didepan ditutup.

ya karena meskipun ditutup, pesawat tak kehilangan arah, karena panduan pesawat itu bukan diawan tetapi radar / gps yang ada didepan pilot/co-pilot.

disetiap penerbangan, pilot akan selalu mengkonfirmasi ke tiap ATC .. jadi sebenarnya jika seperi lintas negara, tentu pesawat akan menghubungi ATC terdekat dijalurnya dan mendapatkan arahan jalur pesawat dan ketinggian pesawat, ini sangatlah penting karena ditiap jalur udara tentu ada pesawat naik turun, jadi jangan sampai nanti pesawat dari bawah ketika naik malah nabrak pesawat diatasnya karena ketinggian pesawat yang sudah diatas terlalu rendah.

untuk ketinggian pesawat sendiri diudara yaitu 30.000-35.000 kaki. untuk mempermudah pengucapan ketika diradio biasanya akan disebutkan seperti … naik 5000 kaki, turun 2000 kaki.. dari posisi ketika di call oleh ATC .

aku dan jonathan hanya sedikit berbincang-bincang tentang sekolah.. ya supaya lebih akrab aja sih.. karena penerbangan selama 7 jam lebih sangatlah lama, terutama sebagai pilot tentu aku harus profesional berada di kokpit.

setelah 7 jam berlalu, sekarang waktunya landing, kendali sepenuhnya diambil oleh captain untuk landing..

Me = Flap 2 .. right ??

Jonathan = yes .. flap 2 …

Flap 2

Flap 2 (Wings)

kami pun memulai prosedur landing dengan mengecek semua status apakah green (aman), menyalakan tombol sabuk pengaman, agar penumpang segera duduk di kursi ketika posisi ingin landing …

tentu saja yg penting lagi yaitu mengatur kecepatan sesuai untuk landing, karena kalau terlalu cepat bisa tergelincir dari landasan.

autopilot kini sudah off, jadi ketika anda naik pesawat kenapa kalau turun kayanya goyang,goyang ini karena kendali penuh ada ditangan pilot, sehingga gerak apapun pada setir yang dipegang akan berdampak langsung.

berbeda dengan ketika autopilot on diudara, untuk berbelok semua menggunakan tombol instrumen dimana kita tinggal memutar-mutar ke kiri atau kenan.

Jonathan = Flap Full …

Me = Flap Full … aku menurunkan tuas flap …

Jonathan = Gear down …

Me = Gear down .. aku pun menarik tuas ban kebawah agar ban keluar dari posisinya didalam pesawat …

ketika pesawat di ketinggian tertentu hendak landing, maka akan ada suara pengukur ketinggian pesawat (feet/kaki) …

five hundred (500) …. three hundrer (300) … two hundred (200) … one hundred (100) … fifty (50) .. forty (40) .. thirty (30) .. twenty (20) .. retard … retard … retard …

decitan ban karena mengeram pun terdengar ,, raungan mesin turbulansi pengereman juga lebih keras ….

kami akhirnya mendarat dengan aman …. yang terpenting dari naik pesawat tentunya tentang landing, dimana jika landing mulus dan tidak terhentak atau kasar, pelanggan merasa tidak masalah, bayangkan aja kalau getar-getar ,, atau terhempas, tentu pelanggan akan komplain.

tetapi ini tidak berlaku ketika hujan, karena posisi landasan licin, beberapa pilot biasanya memilih sedikit menekan ketika landing, hal ini dikarenakan agar ban benar-benar lengket ke aspal tidak lari karena air hujan.

karena posisi saat ini landing dalam keadaan cuaca bagus … sehingga tak ada kendala yang berarti … kecakapan pilot dalam landing harus sangat tinggi …

Jonathan terus menerus menghubungi ATC untuk parkir sebelah mana .. dll ….

setelah kami sampai dihangar .. beban rasanya dipundak sudah mulai lepas .. wajahku dan Jonathan terlihat lega …

Jonathan = follow me after this .. perintahnya ..

Me = ok

para penumpang satu-per-satu keluar dari pesawat … setelah mengkonfirmasi beberapa hal ke Jonathan oleh groundstaff, dan penumpang sepenuhnya keluar .. 10 menit kemudian kami pun meninggalkan pesawat untuk pergi ke penginapan.

[Bersambung]

END – Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 29 | Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 29 – END

(Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 28)Sebelumnya |Bersambung(Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 30)