Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 28

Part 1 Part 2 Part 3 Part 4 Part 5 Part 6 Part 7 Part 8
Part 9 Part 10 Part 11 Part 12 Part 13 Part 14 Part 15 Part 16
Part 17 Part 18 Part 19 Part 20 Part 21 Part 22 Part 23 Part 24
Part 25 Part 26 Part 27 Part 28 Part 29 Part 30 Part 31 Part 32

Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 28

Start Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 28 | Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 28 Start

First Fly

Sudah 3 hari berlalu secara singkat, semuanya sudah di ingat, tentu saja safety first … kami pilot/co-pilot baru tentu saja di tekankan utk keselamatan diatas segalanya.

Aku juga sudah mendapatkan jadwal penerbanganku, yaitu :

Singapore – Dubai (penerbangan 9 pagi)

Dubai – Singapore (penerbangan 9 pagi)

Hampir rata-rata penerbangan pasti transit ke dubai dulu, ya karena emg home base utamanya disana sih, yg lainnya juga sama, hanya beda penerbangan dan jadwal saja untuk bergantian.

untuk inap di tempat tujuan juga sudah diatur dari pihak maskapai, ada yang 1 hari, 2 hari sampai 3 hari menginap disana. ya buat memulihkan fisik terutama. diudara 2 jam aja rasanya capek, apalagi kalau diatas 6 jam. memang penumpang bisa tidur, tapi kalau pilot mana mungkin bisa tidur..!!!

[Pagi Hari]

Jam 5.00 pagi aku sudah bersiap-siap mulai dari koper dan pakaian sudah rapi. edi masih tertidur karena hari ini bukan jadwal dia. setelah semuanya beres. kulihat sudah pukul 5.30, aku pun membawa turun barangku dan pamit ke edi, entah kapan akan bertemu lagi karena perbedaan waktu dan jadwal penerbangan. begitulah pilot, teman selalu berganti-ganti.

aku pun meletakkan koperku didekat meja makanku, ku lihat para pramugari/ pilot lainnya juga pada sarapan, mungkin penerbangan lainnya atau mungkin 1 penerbangan dengan ku, ga tau juga. ku ambil 3 potong roti tawar dan memasukkannya ke pangganan, lagi males sih mau makan yang berat-berat, nanti juga dipesawat bisa makan kalau laper hehe..

menu sarapan pagi itu : roti panggang, sosis, dan sirup jeruk, aku pun memakan dengan santai …

[6.45 pagi]

Pelayanan : kepada seluruh pramugari/ra, pilot/co-pilot yang ingin berangkat ke bandara, mobil sudah parkir didepan hotel.. informasinya kepada kami.

karena sarapanku memang sudah selesai 15 menit yang lalu, aku pun hanya mengelap mulut ku kali aja ada nempel dengan tissu kemudian pergi ke mobil angkutan kami.

ku lihat supir sedang menyusun koper kami di bagasi mobil belakang, mobil nya pun khusus ada tulisan nama hotelnya. aku pun memberikan koper ku, karena koper kami hampir identik, ada beberapa yg membedakan seperti pada tas ku ada seutas tali warna merah ditangkainya dan bordiran yang tertempel dengan namaku.

aku pun masuk ke mobil tersebut, ada 10 orang yang sama-sama kami dalam 1 mobil mini bus ini baik itu pramugari/ra atau pilot/co-pilot. setelah semua sudah siap, kami pun berangkat, didalam mobil. aq hanya hening saja, asli sama sekali ga ada yang kenal dimobil ini.

gara-gara sibuk pelatihan, ga sempat beli majalah penerbangan, kalau gini kan bosen. gumamku …

15 menit kemudian kami telah tiba di bandara, barangpun diturunkan satu-per-satu dengan hati-hati oleh supir. karena kami sama 1 maskapai, aq hanya mengikuti dari belakang rombongan saja, ku lihat yang paling senior dari kami sepertinya yg berjalan paling depan.

Sesampainya dikantor, seorang petugas memanggil menanyakan nama kami satu-per-satu kemudian dibawa ke ruangan berbeda. dan aku pun masuk ke salah satu rungan tersebut.

Pak Gunawan = Baik, semuanya sudah kumpul disini, kita harus pengarahan dahulu, dan mulai hari ini, kalian akan menjadi 1 grup utk penerbangan. utk pilotnya oleh Jonathan dan co-pilot Michel, kemudian Purser yaitu Vineeta. baik silahkan memperkenalkan diri.

Kami pun satu-satu memperkenalkan diri kepada yang lainnya. jika diringkas berdasarkan tugas maka seperti ini.

Jonathan = Pilot @ USA

Michel = Co-Pilot @ Indonesia

Vineeta = Purser Pramugari (Jabatan tertinggi) @ India

Scarlett = Pramugari (Depan) @ Singapore

Helena = Pramugari (Belakang) @ Malaysia

Shuang Tan = Pramugari (Belakang) @ China

Crew kami kali ini dari berbagai negara, adapun utk first fly hanya aq dan helena.. selain itu sudah bekerja di maskapai 1-5 tahun. terutama Vineeta sudah 5 tahun disini, sedangkan pilot baru 4 tahun.

Senioritas di penerbangan tidak terhitung berapa lama kamu bergabung tapi berapa lama jam terbangmu. Tiap crew juga mempunyai catatan masing-masing yang diverifikasi oleh maskapai.

setelah itu kami pun mulai teknis nanti dilapangan bagaimana, saat ini Pak Gunawan dan Vineeta sedang mengarahkan, sedangkan Jonathan hanya sesekali bicara saja utk masukan.

pesawat yang akan kami terbangkan yaitu first class, dimana isinya ya orang-orang punya duit tentunya. untuk pelanannya juga berbeda, bahkan dipesawat ada koki yang siap untuk masak-masak. memang mewah sekali.

untuk penerbangan dari Singapore -> Dubai sekitar 7-8 jam … tergantung kondisi cuaca, tetapi diusahakan tetap tepat waktu sesuai jadwal.

setelah melakukan beberapa breafing, kami pun berjalan menuju pesawat.

aku pun memasuki ruangan kokpit, pilot duduk disebelah kiri dan co-pilot disebelah kanan.

[TL NOTES] ————————

Agar mempermudah pemahaman tentang kokpit pesawat, dicerita ini akan diambil salah satu pesawat saja, yaitu : Boeing 777-300ER

Dimana seri ini paling banyak digunakan dan terbaru, kemudian video cockpit takeoff dan landing juga banyak di youtube jika pembaca bingung.

————————

Jonathan = Penerbangan pertama ya, relax ga usah tegang, santai saja.. perintahnya..

Me = Hehe benar .. sedikit tegang …

Jonathan = Oke biar kamu ga tegang, kamu cek ini dulu, saya mau cek info ke ground staff.

Me = Oke Capt.

————————

Akupun mulai mengecek instrumennya, kulihat tombol pengisian bahan bakar sedang menyala, jadi belum ku lanjutkan pengecekan sampai penuh.

tak sampai 10 menit, ku lihat sudah full tank, aku pun segera melakukan beberapa pengecekan dasar. kemudian captain duduk kembali disebelahku.

————————

Jonathan = oke udah relax ya ??

Me = lumayan nih..

Jonathan = baik, coba nyalakan seperti biasa .. perintahnya

————————

akupun membuka jendela sebelah kanan pesawat agar suara mesin terdengar dengan jelas. kemudian kami berdua pun mulai menyalakan instrumen untuk menyalakan mesin pesawat … ngingg,,,, nggiiinnnngggggg……. suara putaran kipas menyala dari pelan ke kencang.

ku lihat tak ada instrumen yang aneh, aku pun mengecek satu-per-satu lagi, terakhir aku nyalakan AC Central di seluruh pesawat.. ahhhh dingin juga akhirnya…

————————

Jonathan = sepertinya udah biasa ??

Me = emm aq ya ?? ah gak juga, kebetulan aja pesawat boeing juga sering di latih oleh instruktur sekolahku.

Jonathan = oh ya ? emg dimana ??

Me = di sekolah XXXX, USA. ungkap ku …

Jonathan = masa ?? wahahaha aku sama lulusan sana, tapi 20 tahun yg lalu ??

Me = eh…. serius ??

Jonathan = hahahaha gak nyangka,, selama aku terbang, baru kali ini ketemu sesama 1 sekolah dulunya.. ungkapnya gembira.

Me = sama aku juga, hahahaaaa

————————

Terdengar suara dari belakang ketika kami berbicara …

GroundStaff = Capt, silahkan paraf dahulu utk konfirmasi.. jelasnya

Jonathan pun bangun dari kursinya dan menerima kertas kemudian membaca dan menandatanganinya..

saat itu para penumpang sudah mulai memasuki pesawat kami, para penumpang disambut oleh pramugari yang berjejer sesuai posisi masing-masing.

setelah semua penumpang sesuai dengan jadwal, pramugari segera konfirmasi ke GroundStaff, kini GroundStaff pun pergi, pintu pesawat mulai ditutup dan hanggar mulai dilepas dari badan pesawat kami.

pintu kokpit juga sudah ditutup rapat, perlu di ingat bahwa kokpit bukan tempat dimana semua orang bisa masuk, termasuk pramugari. hanya Purser lah yang boleh masuk atau pramugari yang dipanggil/ditunjuk pilot/co-pilot yang boleh.

pesawat kami mulai di dorong kebelakang secara perlahan dengan mobil dari bawah.. ketika badan pesawat sudah lurus, kapten mulai berbicara pada ATC untuk mengkonfirmasi kemana arah lepas landas pesawat.

setelah pesawat berada dijalur runway, captain pun mulai melakukan prosedur take-off, semua instruksi dari ATC ke captain dan di instruksikan nya ulang ke arahku dan akan ku konfirmasi dengan menyebut perintah tersebut secara ulang.

perlu di ingat bahwa setiap percakapan didalam kokpit direkam oleh blackbox.

setelah terkonfirmasi oleh ATC, aku pun segera mendorong tuas gas (throttle levers) disebelah kiri ku kedepan….. pesawat kemudian berjalan perlahan ……. ngiinnggggggggggg suara mesin pesawat yang sebelumnya standar kini makin kencang …. hatiku sedikit dag dig dug,, biasanya kita latihan kan ga ada penumpang, kini full manusia dan real pesawat…

setelah mencapai batas standar kecepatan pesawat … aku segera menarik tuas control wheel didepan ku, ku tarik perlahan kebelakang, pesawat pun mulai naik.

tak lama kemudian seluruh badan pesawat sudah naik ke udara, masa krisis belum selesai, karena belum pada posisi aman …

Jonathan = Gear Up ….

captain pun menarik tuas ban keatas, dan ban perlahan masuk ke dalam pesawat… pesawat pun masih ku kendalikan sesuai dengan Tampilan Radar.

Jonathan = Autopilot on ….

Me = Autopilot on .. jawabku sambil memutar tombol autopilot.

[Bersambung]

END – Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 28 | Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 28 – END

(Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 27)Sebelumnya |Bersambung(Ceritaku Saat Jadi Pilot Part 29)