Cerita Sex Tiara’s Story S2 Part 32

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Tamat

Cerita Sex Dewasa Tiara’s Story S2 Part 32 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita sebelumnya : Cerita Sex Tiara’s Story S2 Part 31

Sekitar satu bulan setelah kami jadian orang kantor tetap masih gk ada yang tau, mereka anggapnya aku dekat dengan Gladys karena aku adalah calonnya Lidia.

“Pak Andre..” Sapa Pak Rasyid ketika aku lewat di depan meeting room kecil

“Ya Pak Rasyid..”

Pak Rasyid adalah Marketing Director PT. DDD baru direkrut dua bulan lalu dari perusahaan properti lain.

“Pak Andre.. aku ada kandidat GM untuk Landed House, Pak Andre sekarang ada waktu?”

“Dia dari mana?”

“Dari PT. NSI, Pak. Dia sebelumnya juga GM”

“hhhmmm…. Pak Rasyid udah OK?”

“Udah banget pak, pengalaman dan achievementnya dia bagus banget pak. Customer bawaannya juga OK punya”

“hhhmmm…. saya ada waktu 15 menit sih sebelum meeting”

“good Pak. Bisa langsung dong pak.”

“orangnya dimana?”

“Masih di dalam ruang meeting Pak. CVnya dan Achievementnya juga ada di dalam. Saya udah bikin beberapa note buat Pak Andre.”

“Okey saya temuin sekarang”

“Mari Pak Andre.”

“Bu Dinar, ini pak Andre.. Direktur HR kami”

“Dinar..”

“Andre..”

“hhmm.. kayaknya pernah ketemu ya?”

“saya sih ada properti di NSI..”

“bener berarti… Pak Andre customernya Airin ya?”

“OIC… okey. Saya ingat sekarang”

“Pak Andre, saya permisi dulu silakan lanjut ya pak.”

“Okey Pak Rasyid”

Setelah Pak Rasyid keluar..

“Pak Andre tuh yang ketemu sama saya waktu di JWM ya?”

“Iya.. bu..“ kataku sambil meneliti CVnya dan membaca beberapa catatan dari Pak Rasyid.

“airin itu tim saya Pak, dia paling bagus penjualannya..”

“Oh ya..??” kataku asal masih sibuk dengan CVnya

“Iya Pak” katanya pelan seolah paham aku gk tertarik dengan chitchatnya

“HHhmmm bu Dinar, bisa bantu saya untuk cerita lebih jauh tentang diri Bu Dinar?”

“Gini pak.. saya itu….”

Sementara dia cerita aku lebih memperhatikan penampilannya. Stylenya khas marketing rapi dan proper, kulitnya capucino cenderung putih dengan bulu halus di tangannya lumayan lebat (haltenya aja lebat, apalagi terminalnya). Beratnya sekitar 50an tinggi badan sektar 160 lebih sedikit dengan ukuran glandula mamae yang jumbo, dari wajahnya kelihatan kalau dia ada keturunan, dengan hidung mancung dan bibir tipis agak berisi yang dipoles lipstik warna merah tua. make upnya agak terlalu berlebih menurutku, tapi bagus sih untuk seorang marketing.

Dari keterangannya dia single parent dengan dua anak udah SMP semua, suaminya meninggal di lokasi kerja karena kecelakaan kerja lima tahun lalu. Sejak itu dia berusaha sendiri dari marketing agent di beberapa broker properti sampai akhirnya bergabung dengan NSI dan meniti karir disana sampai posisi GM.

Pasar yang dimiliki olehnya ada di kisaran rumah seharga 1 milyar ke atas (pada waktu itu) sangat cocok dengan target market kami di PT. DDD. Aku merekomendasikan dengan catatan check background, performance serta assesment psikologi karena aku merasa ada yang tidak firm dengan keterangannya, semua keterangannya terlalu sempurna, pasti ada yang salah. Perilakunya juga ada yang tidak firm.

Sepanjang interview matanya yang kecoklatan gara-gara lensa kontak banyak mengakses ke kanan itu berarti dia banyak menggunakan otak kirinya padahal aku memintanya bercerita. Wajar sih dia mau make up beberapa hal, tapi akses ke otak kiri terlalu sering dilakukannya.

Dia juga gk berani menatap mataku terlalu lama biasanya setelah mata kami bertemu dia banyak membuang tatapannya ke arah kiri. Telapak tangannya agak basah, menandakan dia sedang mengalami anxiety agak berlebihan entah karena interview ini atau sebab lainnya. Ini penilaian sebagai profesional.

Penilaian sebagai player, sangat entotable dan ngacengin. Kebayang jembutnya pasti banyak banget, dan kalau dicukur pasti memeknya berwarna coklat gelap gitu. Bodynya tipeku tapi stylenya nggak banget, aku lebih memilih perempuan yang tampak cerdas daripada slut kayak Dinar ini. Overall, cewek depanku ini adorable, cheerful, ngacengin, dan entotable tapi terlihat binal dan palsu.

“okey terima kasih bu Dinar atas kesediaannya hadir hari ini, overall saya merekomendasikan ibu dengan beberapa catatan. Ibu Dinar keberatan kalau kami check background experiences ibu?”

“silakan Pak..” katanya sembari senyum

“juga kami akan minta waktu Bu Dinar untuk assesment psikologi. Nanti tim saya akan hubungi Bu Dinar”

“siap pak andre, mohon di informasikan beberapa hari sebelumnya”

“pasti bu.”

“Dari saya cukup, ada pertanyaan dari ibu?”

“tadi Pak rasyid informasikan ke saya, kalau PT. DDD ini sekarang diambil alih oleh Pak AA?”

“betul bu..”

“Lalu pak tobi bagaimana?”

“sayangnya Pak Tobi sudah meninggal bu. Ada kenal dengan Pak Tobi?”

“dia customer saya Pak. Dia ada beli beberapa properti dari saya waktu saya di broker”

“Ya kami juga sangat kehilangan Pak Tobi”

“saya boleh tanya agak personal pak?”

“maaf bu DInar, saya belum bisa melayani ibu dengan pertanyaan personal, next time ya bu..” kataku tegas

“Ohh. Okey Pak. Maafkan kalau begitu..”

“no problem bu.. ini gk masuk dalam penilaian saya koq”

“makasih banyak Pak. Andre..”

Kami bersalaman, kurasakan telapak tangannya sudah mengering dan senyumnya lebih lepas. Hhhmmm.. ada sesuatu antara dia dan tobi yang aku rasa itu bukan sesuatu yang menyenangkan buat dia.

“sebentar saya panggilkan Pak Rasyid dulu ya bu..”

“silakan pak.”

“Mari Bu Dinar”

“Mari Pak Andre”

***

Sore hari ketika perjalanan pulang bersama Gladys di mobil ke arah apartemennya..

“ndre.. kamu tadi ada interview orang ya?”

“hari ini aku interview 7 orang gle..”

“hhhmmm yang calon anaknya Pak Rasyid”

“oohh. iya..”

“Gila loh dia, sex appealnya kuat banget..”

“Jendes anak dua udah lima tahun ditinggal mati. Umur tiga puluh limaan lebih, Jelas aja kuat sex appealnya”

“ooohhh.. gitu ya.. itu ngaruh ya sayang”

“yups.. kenapa?”

“dia tadi sama Pak Rasyid ada ngomongin kamu loh..”

“hahahaha.. aku gk tertarik sama gossip”

“ini bukan gossip cintaku… cewek itu bilangnya takut waktu kamu interview, katanya kamu galak, tegas dan dingin”

“Hahahahahaha… masak sih?”

“eh kamu tuh klo urusan kerja emang gitu, bener tuh dia”

“hhhmmm emang sama kamu aku begitu?”

“waktu pertama ketemu.. iya banget xixixixixi”

“trus apalagi?”

“Yang parah tuh apa tau nggak? Pak Rasyid infoin ke dia kalo setelah tobi meninggal, kamu calon suaminya Lidia xixixixixi”

“hahahahahahaha.. ini beneran lucu, koq bisa nyangkut ke sana?”

“nah ini bagian yang aku gk suka..”

“kenapa?”

“Dia bilang kamu charming dan maskulin banget, makanya pak rasyid trus ngomong begitu”

“trus dianya?”

“dia bilang oooo pantesan..”

“hhhmmmm dia pernah ketemu aku waktu aku nemenin Lidia di JWM”

“oh ya, waktu itu dateng juga di acara itu?”

“nggak dia lg nginep disitu”

“koq kamu notice?”

“voucher hotelnya aku yang beliin”

“what!?! Serius kamu??? kamu beliin dia voucher hotel di JWM?”

“tepatnya aku beliin anak buahnya voucher hotel di JWM karena anak buahnya bantuin aku banyak banget waktu aku beli rumah di sana, trus dia ikut nginep.”

“trus ketemu deh kalian”

“Yups”

“kirain kamu ada apa2 sama dia..”

“jealousy look at me now, jealousy you got me somehow..”

“iissshhh aku gk cemburu tau..”

“hahahahahaha iya… iya… btw koq kamu bisa dengar mereka gossip gitu sih?”

“Mereka ngomongin kamunya di depan lift, aku pas ada dibelakang mereka.”

“lah emang mereka gk sadar ada kamu?”

“aku kan kecil imut2 sayang jadi gk kelihatan….”

“emang kecil imut2 tapi koq muat aja ya dimasukin yang jumbo?”

“iya ya, koq bisa muat sih xixixixi”

“doyan lagi… hehehehehe”

“Mmmmaaaauuuuuu…..” kata Gladys manja

“hahahahaha…”

Kalau ada satu cewek yang konstan bisa selalu membuatku tersenyum dan tertawa ya Gladys ini, pembawaannya yang selalu ceria, kalau jalan kuncir kudanya goyang kanan kiri, kalau ketawa matanya jadi bulan sabit lengkung ke bawah, romantis, humble, apa adanya dan terutama sekali adalah dia cerdas banget.

Sore itu seingatku sekitar satu setengah tahun setelah aku masuk kantor ini, pekerjaan mulai perlahan menjadi lebih stabil. Struktur yang baru dibuat lebih ramping tapi berisi orang-orang yang lebih professional mulai memberikan hasil kinerja yang menanjak pesat.

Sisa orang lama tinggal beberapa aja, setidaknya aku sudah memberhentikan 200 orang diantara mereka karena masalah penggelapan keuangan dan pelanggaran lain yang rupanya menjadi penyakit dari manajemen sebelumnya.

Lima Cluster baru sebanyak 1500 rumah yang kami pasarkan pun laku keras didukung disain ala minimalis dan pemberian kredit yang memudahkan dari bank. Semua cluster dibuat modern dengan taman bermain anak dan kolam renang serta sportcenter yang berisi peralatan fitness lengkap yang bisa digunakan oleh setiap penghuni dengan gratis.

Keamanan yang terjamin dengan security 24jam keluar masuk menggunakan akses kartu khusus yang disediakan oleh pengelola kawasan. Nama PT DDD mulai kembali berkibar di bidang real estate nasional. Setelah confirm total penghuni bisa mencapai 150ribu jiwa, maka kami akan membuat sebuah mall modern dilengkapi dengan downtownwalk. Untuk itu akuisisi tanah konsensi kami mulai digarap serius oleh tim Pak Malik.

Kehidupan pribadiku pun tak kurang mulus, Tiara dan sidechickku Gladys banyak mendukung kerjaku, bahkan beberapa kali tiara diminta untuk menjadi model dalam promosi kami.

Tim akuisisi berencana mulai take off dalam waktu tak lebih dari enam bulan lagi, untuk itu pencarian kandidat direksi baru mulai menjadi core tugasku.

Aku sampai di rumah, tiara udah siap mau pergi.

“kamu mau kemana sayang?”

“kamu capek banget gk mas?”

“normal sih.. kenapa sayang?”

“bisa anterin aku ke RS gk? Aku mau jenguk temanku”

“boleh, bentar aku mandi dulu”

“nice decision aku gk mau mereka semua nanti masuk ICU barengan karena cium bau kamu xixixixi”

Sampai di RS “D” wilayah barat ibukota tiara berjalan agak cepat kemudian naik lift ke anggrek 1 dan meneliti HPnya.

“mas.. kamu tunggu disini dulu ya..” ketika kami sampai di Lobby anggrek 1

“Iya sayang…”

Setengah jam lebih aku tunggu gk ada tanda-tanda tiara keluar, sementara aku juga gk tau kamarnya yang mana.

masih lama sayang?

iya maaf ya mas..

aku ngopi dulu ya di bawah

iya kamu ngopi aja dulu, nanti kalau selesai aku infoin

sip

Aku ngopi dan makan indomie di warung tenda samping RS ini di jalan tertutup antara RS D dan RS HK.

Sekitar satu jam kemudian WA dari tiara masuk

Mas, aku tangga drop off, langsung bawa mobil aja ya..

Siap madame

Tiara kulihat di tangga menggendong seorang bayi berumur sekitar satu tahun yang tertidur pulas dan langsung masuk mobil tanpa berkata-kata lagi.

Di jalan tiba-tiba tiara ngomong

“eeehhh udah bangun ya cantik…”

“itu anak temenmu?”

“iya..”

“Namanya siapa cantik..” kataku menirukan suara anak kecil

“aku namanya Charlotte Moreau..” kata tiara juga menirukan suara baby seolah anak itu yang menjawabku.

Aku perasaan ingat nama itu…

WHAT?!? Itu nama asli marissa!!! What the hell?

Sepanjang jalan aku gk lagi berani berkata-kata. Duniaku seakan runtuh. Aku berkeringat walaupun AC mobil ini luar biasa dingin, jantungku berdegup kencang banget.

Sampai di rumah, aku langsung masuk ruang kerjaku gk berani ke kamar ketemu tiara atau baby itu. Sementara tiara langsung sibuk memberi perintah ini itu ke bibi termasuk mencari Box Baby milik axl yang ada digudang agar dibersihkan dan dipindahkan ke kamar kami.

Aku sedang merokok mencoba menghalau kegalauanku ketika tiara datang.

“kamu lebih baik ke RS, kamu tungguin mamanya charlotte. Pakaian kamu buat seminggu termasuk baju kerja dan baju rumah udah ada di mobil kamu. Kalau mau pulang, tanya aku dulu jangan main datang aja. Ini ATM gaji kamu dan ini kunci rumah yang di tangsel. Gaji kamu cuma aku ambil buat biaya sekolah anak-anak dan bayar cicilan rumah yang di tangsel sama tagihan rumah ini. Jumlahnya aku gk tau berapa tapi harusnya masih banyak banget dan cukup buat bayar tagihan RS mamanya Charlotte. Kalau memang perlu bawa pulang mamanya charlotte, bawa aja ke tangsel. Ini kuncinya”

“iya sayang..” kataku lirih

“kalau gk perlu-perlu banget gk usah hubungi aku”

“iya sayang”

“Udah sana, kamu cepet ke RS, kasihan mamanya charlotte”

“Ya udah, aku pergi dulu ya.. “

“iya, hati hati. Jaga diri kamu. Disini ada empat anak kamu”

“maksudnya?”

“charlotte anak kamu”

“trus satu lagi?”

“masih di perut aku”

“kamu hamil?”

“iya..”

Hadeh lemas udah seluruh persendianku runtuh semua duniaku, betapa menyesalnya aku. Gk terbayang hantaman psikis yang diterima Tiara saat dia sedang mengandung anakku.

“jaga diri kamu, aku gk mau ada apa-apa sama kamu”

“iya sayang..”

“gk usah panggil sayang terus..”

“iya..”

Aku kembali ke RS dengan perasaan yang gk bisa kuungkapkan lagi. Andre Laksamana yang selama ini seperti ayam jago aduan yang berkokok keras tiap selesai dengan penaklukannya, kali ini udah jadi ayam tulang lunak.

Di perjalanan aku menyalakan di sound systemku

She was more like a beauty queen from a movie scene
I said don’t mind, but what do you mean, I am the one
Who will dance on the floor in the round?
She said I am the one, who will dance on the floor in the round

She told me her name was Billie Jean, as she caused a scene
Then every head turned with eyes that dreamed of being the one
Who will dance on the floor in the round

People always told me be careful of what you do
And don’t go around breaking young girls’ hearts
And mother always told me be careful of who you love
And be careful of what you do ‘cause the lie becomes the truth

Billie Jean is not my lover
She’s just a girl who claims that I am the one
But the kid is not my son
She says I am the one, but the kid is not my son

For forty days and forty nights
The law was on her side
But who can stand when she’s in demand
Her schemes and plans
‘Cause we danced on the floor in the round
So take my strong advice, just remember to always think twice
(Do think twice, do think twice)

She told my baby we’d danced ‘til three, then she looked at me
Then showed a photo my baby cried his eyes were like mine (oh, no)
‘Cause we danced on the floor in the round, baby

People always told me be careful of what you do
And don’t go around breaking young girls’ hearts
She came and stood right by me
Just the smell of sweet perfume
This happened much too soon
She called me to her room

Aku sampai di lobby anggrek 1 dalam keadaan marah dan mau minta klarifikasi marissa. Jelas dia saat itu pake IUD, kenapa bisa ada baby? Kalaupun dia kemudian memutuskan lepas IUD berarti dia sengaja mau jebak aku dan semua ini udah direncanakannya. SHIT!!!!

Bego banget sih loe Ndre !!!! asli otak loe katanya pinter, gk taunya loe banyakan mikir pake pala kontol loe. FUCK!!!!

Baru saat itu aku mengalami ketakutan luar biasa. Aku takut kehilangan Tiara!

Tapi kemudian aku sadar, gk tau mau kemana karena aku gk tau kamar marissa yang mana. Hadeh… akhirnya aku kembali lagi ke bawah dan bertanya ke information. Awalnya Ia enggan memberikan informasi karena aku gk bisa buktikan bahwa aku adalah keluarganya berkali kali kupaksa dia hanya menjawab gk bisa dan gk tau. Tapi dua lembar uang merah berhasil membuat ingatannya kembali dan systemnya bisa memberikan informasi yang kuperlukan.

Dengan berapi-api aku masuk ke ruang VIP tempat marissa dirawat. Hanya ada satu orang di sana sedang tertidur, dan itu bukan marissa. Anjing…. gua ditipu!! Aku bergegas kembali turun ke informasi.

“Pak… Beneran itu bu marissa, di system kami memang begitu, dan gk ada record kalau dia pulang hari ini.” Katanya gemetar karena kerah kemejanya sudah kuangkat. Satpam yang bertubuh lebih kecil dari aku kelihatan agak ragu antara maju atau nggak, pasti dia lagi berhitung kalau kena pukulanku sebanding gk sama gajinya.

“bapak lihat aja di board yang ada di bednya, semua pasien ada namanya disana.” Katanya lagi masih dengan gemetar

Aku bergegas ke kamar yang tadi dan kuperhatikan boardnya, Marissa Wiyanti. Tapi kenapa orangnya beda? Cewek ini botak, badannya kurus, kurasa hanya sekitar 40an kg beratnya, kulitnya keriput dengan bercak pembuluh darah pecah di sana sini. Aku singkap sedikit selimut di bagian lengannya ada bekas jahitan memanjang. Ini marissa. WTF!!! Dia yang sexy dan cantik udah seperti mayat hidup.

Aku tertegun…

Bersambung