Cerita Sex Tiara’s Story S2 Part 25

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Tamat

Cerita Sex Dewasa Tiara’s Story S2 Part 25 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita sebelumnya : Cerita Sex Tiara’s Story S2 Part 24

“ndre… wake up darling..” sapa gladys mesra pagi ini.

Aku mencoba mengumpulkan nyawaku dan menyalakan mode aktifku. Harus aroma kopi tercium indera ku membantu mempercepat proses pengembalian kesadaranku.

“udah bangun gle?”

“udah, ndre..”

“Udah lama?”

“barusan juga, langsung bikin kopi trus cuci memek aku.”

“kow bisa sih semalam kita ketiduran gitu?”

“aku juga gk tau ndree.. seingatku aku cuma orgasme gk terlalu hebat tapi luar biasa enak dan rileks, habis itu aku bangun udah pagi xixixixixi”

“Berarti kontolku masih nancep ya waktu tidur?”

“aku gk tau sayang… yang aku inget cuma orgasme enaaaakkk banget, trus ilang xixixixi”

“iya.. iya..”

“Aku balik kamarku dulu ya, nanti setengah jam lagi ketemu di resto”

Cup bibirku dicium Gladys

“Bye Mr. Romantic”

“Bye Little Lady”

Pagi hari aku dan Gladys masih bersantai di hotel ini, saat sarapan masih sempat bertemu Pak Malik, bu Sandra, Pak Momo dan Bu Aliyah, tapi selesai sarapan mereka langsung capcus menuju Ibukota.

Sebelum Gladys pergi aku sempat memberikan oleh-oleh dua kali orgasme dan sekali semprotan peju. Not Bad, apalagi kalau mengingat nanti malam aku akan kesepian gk ada marissa di sana.

***

Sampai hotel tempatku mengajar dan langsung check in, Aku masuk kamar dengan membawa sebuah amplop yang dititipkan di resepsionis. Aku buka ada kertas dan Flash Drive.

“el, kamu lucu ya kalau lagi bingung, sampai loncat pagar dan intip-intip rumah aku xixixixi. Kamu gk usah cariin aku, aku udah ikhlasin kamu kembali ke keluarga kamu. Kamu benar el, kamu bukan superhero yang aku tunggu. Sekarang aku udah tau siapa dia, dan kami akan segera akan ketemuan. Aku tahu hanya dia yang akan bisa menuntaskan semuanya, Thanks banget buat konsul dan kemesraan kita. So Please banget, jangan ganggu kehidupan kami ya..

Oh ya, aku kasih kenang-kenangan terakhir buat kamu, cek ya..”

Aku pasang flash drive itu di laptopku dan isinya sebuah video

“hi el sayang, kalau kamu lagi dengerin ini, artinya kamu tau ya kamu harus lepasin aku..
Aku cuma mau kamu dengerin aku nyanyi sebagai salam perpisahan buat kita” kata marissa dilanjutkan dentingan gitar yang dimainkannya sendiri sambil menangis.

Ku akui ku sangat
Sangat menginginkanmu
Tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Aku tak mengerti ini
Semua harus terjadi

Ku akui ku sangat
Sangat mengharapkanmu
Tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
Aku tak mengerti ini
Semua harus terjadi

Lupakan aku kembali padanya
Aku bukan siapa2 untukmu
Ku cintaimu tak berarti bahwa
Ku harus memilikimu s’lamanya

Ku akui ku sangat
Sangat menginginkanmu
Tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

Love u forever but sorry we can’t be together.

What??

Darimana dia tahu aku loncat pagar dan intip..

Hhhhmmm…… intip??? Aku kan loncat pagar di rumah kota hujan, dan ngintip di rumah BS. Berarti dia ikutin aku?? Shiittt!!!

Bodo ah… dia mo stalking aku juga bukan urusan aku lagi, kan dia sendiri yang bilang aku harus pergi dari kehidupan mereka…. OK i’ll do as you wish me to do.

Dari awal emang harusnya loe nggak nyebur sungai ndre… BEGO!!!

***

Senin pagi sekali aku ke stasiun pasar senen untuk menjemput mas harso dan kubawa pulang untuk memberinya kesempatan beristirahat dan ku kenalkan dengan Tiara.

Bagaimanapun mas harso udah kayak saudara sama aku, kami pernah mengalami situasi hampir mati di kota medan ketika gempa aceh terjadi tahun 2004. Saat itu kami sekamar bersama saat ada invitasi taekwondo lokal.

Aku membawa timku dan mas harso membawa timnya yang sebagian besar adalah angkatan. Saat gempa, hotel kami sudah terasa hampir akan ambruk dan kami berlarian di tangga darurat sambil berkali-kali terjatuh karena tempat yang kami pijak bergoyang-goyang kuat. Setelah itu kami masih bertemu sebagai lawan beberapa kali dalam berbagai kegiatan eksebisi.

“Hi Mas.. dengan Tiara”

“aku harso”

“iya mas harso, monggo istirahat dulu, masih ada kamar kosong di dalam. Nanti biar bibi yang antar.”

“Wis ndak perlu mbak. Aku disini aja.” Mas harso bersikeras gk mau masuk rumah

“mas ayo mlebu..”aku keluar sudah dengan celana pendek

“mboten sah mas, kulo teng mriki mawon”

“Paling nggak mandi atau basuh-basuh dulu. Ada kamar buat tamu koq di sini” kata tiara

“Iyo mas. Ambu mu wis koyo wedus”

“Wah cah iki saiki kemaki ne poll hahahahaha”

“Mas Andre mau pergi lagi habis ini?” tanya tiara

“iya,.. makanya aku janjian sama juragannya mas harso baru nanti malam”

“pokoke aku gk gelem nek kon turu kene. Aku melu sampeyan wae mas..”

“lha aku meh nyambut gawe ki piye?”

“rapopo, aku nunggu sampeyan ning ngarep kantor wae”

“ya ud, panggil bibi deh.. suruh siapin baju yang kemarin udah kita beli buat mas harso. Biar agak rapi nanti ketemu juragan barunya. Trus ajak mas harso masuk, biar dia mandi di kamar tamu. Sama siapin sarapan di taman samping ya..”

Tiara kemudian masuk dan aku masih di teras menemani mas harso..

“Mari mas… saya tunjukkin kamarnya” kata bibi sambil tersenyum manis banget ke mas harso.

Mereka berdua sejenak berpandangan. Ntah kenapa, kali ini mas harso menurut. Yes strategiku berhasil.

“udah… mau mandi di dalem tuh mas xixixixi” lapor tiara

“iya tuh, kalau bibi yang nyuruh mau aja hehehehe”

“xixixixixi”

Gk lama kemudian mas harso datang, udah mandi, rapi dengan pakaian barunya dan celana pendek.

“nah gitu dong.. yuks kita ke samping sarapan” kataku lagi.

“mas Andre, sampeyan saiki makmur tenan mas..”

“wah, iki mung titipane sing ning duwur, mas”

“Omah gede, anak lanang loro, bojomu ayune wis koyo artis, mobil apik… wah seneng aku, sampeyan wis dadi ngene mas”

“ojo dumeh, kabeh ono waktune mas.. sampeyan yo iso koq”

Bibi datang dengan membawakan sepasang teh manis hangat dan sepasang kopi hitam panas. Tampak keduanya saling curi pandang.. hehehehehe aku menangkap sinyal cinta mereka…

Love at first sight, kayak aku dan tiara dulu sekali

“bibi kuwi jenenge juwita.” Kataku kemudian memberinya info

“oohhh… “ mas harso tersipu

“nek wis duwe kontrakan dolan mrene, ajak bibi nonton film”

“wah mas… kowe iso ae” kat amas harso tersipu

Preman satu ini memang dari dulu kalau urusan cewek, mentalnya kayak krupuk disiram kuah bakso. Dia akan garang jika dikeroyok 10 orang, tapi akan lemes dengkulnya kalau ngelihat cewek curi pandang ke dia. Padahal tampangnya juga gk parah banget sih.

Tiba-tiba HPku bunyi

“maaf bang andre.. ini mimi”

“oh ya mimi, kenapa?”

“Ini nita ada di apartemen aku, nangis-nangis diusir sama kowh tobi dari apartemennya”

“oh ya? Ya udah suruh tinggal sama kamu aja. Kalian sama-sama GRO kan. Nanti berangkat kerja malah bisa sharing taksi online”

“abang gpp ya?”

“sok atuh,”

“makasih ya bang..”

“sama-sama”

Aku kembali pada mas harso

“oh ya mas, aku mau kasih tau nanti sampeyan ikut aku ada beberapa hal yang harus aku urus. trus baru malam ketemu juraganmu”

“beneran mas? Aku kerja juga ya Allah….” mas harso bersyukur

“mau sparring sama aku sekarang? biar ototmu lemes?”

“weleh tenan tho iki?”

“yo tenan mas.. hehehehehe” kataku meyakinkan

“Nang ndi?”

“nang mburi, ono sasana cilik”

“hayooo!!!! Sopo wedhi.. hahahaha”

Kami segera bersiap, melepaskan baju kami hanya memakai celana pendek selutut saja. gk pake body protector. Style kami udah berasa kayak pertarung MMA hahahaha

Mas Harso tampak lincah dengan kuda-kudanya..

“siap mas andre..”

“siaaap hehehehe”

“Ini pura-pura atau beneran?”

“lha lawan aku kalau sampeyan pura-pura ya mending balik kampung” kataku memantik api.

Mata kami bertatapan, mas harso kemudian melepaskan sebuah tendangan memutar mendatar yang segera aku respon dengan mundur sedikit, tapi ternyata itu hanya tipuan, aku melihat celah dan segera melakukan tendangan berbalik mengincar rahangnya, tapi ternyata secara bersamaan mas harso melepaskan tendangan memutar kedua juga mendatar mengincar rusukku. Kakiku beradu dengan rahangnya dan kakinya beradu dengan rusukku. Kami berdua sama-sama terjatuh.

Gila dua tendangan berputar beruntun diperlihatkannya cepat sekali, beneran cepat sekali.

Aku menahan sakit pada rusukku dan dia menahan darah yang keluar dari hidungnya dengan tangannya.

“ooo… djanccccoookkkk!!” katanya marah sembari menepuk matras.

Kami kembali bersiap, setelah pembukaan yang cukup keras tadi, kami jadi lebih waspada. Dua buah tendangan cepat beruntun kanan kiri dilepaskannya, aku bisa menghindari yang pertama tapi yang kedua sukses menghantam dadaku.

”hahahaha, wis lambat kowe mas..” kata mas harso

“ojo seneng sik.. “kataku merasakan sedikit panas di dada

Kami kembali bersiap.

Mas harso secara agresif melancarkan tendangan balik cepat ke arah mukamu yang bisa kuhindari dengan menarik wajahku, meleset hanya beberapa centimeter. Ada celah! Aku masuk dengan melangkahkan kaki kiriku dan membuat gerakan memutar melepaskan tendangan kaki kanan kearah kepalanya, mas harso berhasil menangkis dengan tangannya. Hampir bersamaan dengan gerakannya menangkis, mas harso merunduk melepaskan sebuah sapuan cepat sekali menghantam kaki kiriku dan menjatuhkan aku.

“hehehehe.. piye tho, jarene gk pura-pura” ledeknya

“Okey siap siap” kataku mulai atur strategi masih kaget dengan sapuan mautnya tadi

Kaki mas harso berganti-ganti kanan dan kiri mengacaukan konsentrasiku, sebuah tendangan lurus kaki kiri menuju perut dilepaskan cepat, dengan gerakan sama cepat aku hantam tulang keringnya dengan sikuku dan mengait kaki kanannya yang langsung menjatuhkannya

“sampeyan mas.. koyo cah SD wae..” kataku meremehkan tendangannya barusan

“oooo..bocah iki kemaki ne poolll”

Cepat sekali kakinya berganti kanan dan kiri di depan dan segera sebuah tendangan melayang ke arah wajahku tapi aku melihat ada celah kecil di rusuknya yang terbuka karena gerakan barusan. Sambil mengangkat tanganku menahan tendangannya aku melepaskan tendangan ke arah titik terbuka di rusuknya dan kena dengan telak. Ada suara perempuan terpekik.

“bajinggaaaaann!!!” katanya menahan sakit

Aku segera menghampirinya, tendanganku barusan memang keras sekali tampaknya memberinya rasa sakit yang luar biasa. Aku ulurkan tanganku membantunya berdiri dan dia tertawa

“hahahahaha wis suwe gk tarung koyo ngene, mantab tenan mas..”

Aku mengambil Ethilchloride spray dan menyemprotkan ke rusuknya dan rusukku juga yang masih terasa nyut-nyutan serangannya.

“lulus ora mas?” katanya sambil masih meringis menahan sakit di rusuknya

“lulus, gerakanmu makin cepet mas. Josss tenan”

Kataku sambil merangkulnya senang karena sudah lama banget gk dapet partner latihan seimbang seperti dirinya, hhhhhmmmmm…. aku harus sering-sering sparring bareng mas harso, atau gerakanku nanti akan makin lambat.

Masih untung aku tadi sempat melihat celah kecil yang segera aku manfaatkan, biasanya tendangan mas harso tadi akan diikuti bizzard kick, yaitu kaki tumpuannya menendang lagi sambil terbang dengan kaki yang satu bertumpu dipundakku, efeknya pasti fatal buatku.

Mas harso ini memang gk mempan ditusuk senjata tajam apapun yang terbuat dari logam. Tapi tetap bisa disakiti dengan benda tumpul seperti kayu atau bahkan tinju.

Kami kembali ke teras samping dengan kaos kami sama-sama tersampir di pundak. Aku sempat melirik bibi dan tiara memperhatikan pertarungan kami, wajah keduanya masih pucat pasi, mungkin mereka gk menyangka kalau sparring kami begitu keras dan beneran mencederai satu sama lain. Hahahahaha…

***

Kami kembali ke teras samping dengan kaos kami sama-sama tersampir di pundak. Aku sempat melirik bibi dan tiara memperhatikan pertarungan kami, wajah keduanya masih pucat pasi, mungkin mereka gk menyangka kalau sparring kami begitu keras dan beneran mencederai satu sama lain. Hahahahaha…

Setelah beristirahat dan menghabiskan segelas kopi, kami segera jalan. Aku gk ada jadwal meeting, jadi ke kantor memang alasanku aja supaya mas harso mau stay, tapi aku putuskan untuk ajak dia berkeliling kota dan memperkenalkan ibukota padanya sebelum aku antarkan ke tempat mike nanti malam.

Aku memacu fortunerku ke wilayah ibukota barat ke apartemen Mimi untuk menengok kondisi nita dan tentunya mimi.

“Hi abang… “ sapa mimi ketika menjemputku di lobby apartemennya.

“Hi mimi.. kenalin nih, mas harso”

“harso..”

“mimi mas..”

“Mimi apa?” goda harso

“mau mimi cucu boleh, tapi ijin dulu sama abangku ini”

“kalau harus ijin sama yang ini sih mending gk jadi aja”

“Hehehehehe.. makanya mas gk boleh genit”

“naik yuk bang, ke atas..”

“boleh.. gimana si nita?”

“nanti tanya aja langsung sama orangnya”

Aku masuk ke dalam dan nita masih ada di kamar. Dia dipaksa mimi untuk bertemu denganku.

“hi nita..”

“nih bang, katanya malu ketemu abang” lapor mimi

“abang..” kata nita lirih

“gimana kamu?”

“ya gini bang, aku diusir sama kowh tobi”

“ya udah gpp, nanti kamu sementara disini aja dulu..”

“aku sih gpp, tapi kalau pacarnya mimi datang minta jatah gimana?”

“ya kamu nonton aja hehehehe”

“Abang ah.. itu bukan solusi tau”

“ya udah nita, kamu cari kos deh mendingan”

“nita juga maunya begitu bang, tapi kowh tobi gak ngasih duit sama sekali, naik online ke sini aja nita bayar sendiri”

“emang kamu gk punya tabungan?”

“tabungan nita udah dikirim ke kampung bang, adik nita masuk kuliah di kota pempek”

“hhhmmm… ya udah, kamu disini aja dulu paling nggak dua hari. Hari rabu nanti mas harso antar kamu cari kos ya..”

“iya bang..”

Aku mengeluarkan dompetku dan memberinya sejumlah uang…

“ini buat bayar kos kamu nanti dan ini buat biaya hidup kamu sampai kamu gajian”

“makasih ya bang.. nita pasti ganti uang abang..”

“gk usah dipikir, kamu ganti kapan aja kamu sanggup, btw abang mau nanya sedikit boleh?”

“iya bang, apa ya?”

“soal kowh tobi, selama main sama kamu, dia ada kasar gk ke kamu?”

“kalau kasar sih iya bang, tapi masih wajar sih kayak pukul pantat gitu..”

“gk pernah kayak kamu di sabet kabel charger atau lidi atau apalah gitu?”

“nggak bang..kalau dia kasar gitu gk usah diusir, nita dari kemarin2 udah kabur kali bang”

“dia tetap bisa ngecrot?”

“iya bang..” NOTED

Anjing si tobi, ini sih bukan kejiwaan tapi kriminil. Dia sengaja menyiksa Lidia dengan dalih penyimpangan seksual.

“Kapan terakhir kamu ngewe sama tobi?”

“semalem bang, makanya nita juga heran, semalem dia masih ngewe sama nita biasa aja, tapi tadi pagi dateng tau2 marah dan nita diusir gitu”

“ya udah, yang penting kamu udah aman disini sekarang, paling nggak sampai rabu kamu ada tempat buat tidur. Hari rabu mimi ikutan ya, bantu nita cari kos. Nanti pake mobil abang aja biar mas harso yang antar, mas harso bisa kan?”

“bisa mas..”

“iya bang.. mimi anterin nita”

Aku pergi dari sana melanjutkan acara jalan-jalanku dengan mas harso. Dalam hati aku udah geregetan banget sama bangsat yang bernama tobi ini, tapi aku tau aku gk bisa berbuat banyak sampai RUPS nanti kami ditunjuk jadi direksi di PT. DDD.

***

Malam hari sekitar pukul 8 malam aku sampai di parkiran Club ABC.

“Bro… apa kabar sayang hehehehehe” sesaat setelah aku masuk ruangannya

“Anjing jijik banget tau cara ngomong sayang loe” kata mike

”trus maunya dipanggil apa? Cinta?? Hahahahaha”

“bangsat emang luh hahahahaha, mana jagoan loe? Udah gw siapin tiga orang sesuai permintaan loe”

“Masih di mobil gw, baru tadi pagi sampe ibukota.”

“ya udah, ke gym karyawan yuk, gw bikin tempat latihannya di sana”

“boleh.. eh bro.. gw lupa, sempet pesenin loe supaya mereka bawa sajam gk ya?” kataku mengikuti mike

“siapa?”

“jagoan loe yang 3 orang”

“mau suruh bawa sajam? Gpp emang?”

“go ahead”

“ya udah gw pesenin mereka bawa sajam”

“BTW loe ada info kalau ini sparring gk?”

“nggak..”

“nah bagus, gw punya rencana nih….” aku memberitahukan rencanaku supaya para bodyguard itu bertarung beneran

“mantab bro… kayak di film-film si iko uwais ya bro… hahahahaha”

“sssiiiiipppp”

“klo gitu kita gk boleh turun barengan”

“siap, loe lewat lobby kumpulin anak buah loe, gw langsung basement ntar gymnya gw cari sendiri”

“sssiiiiiiiiippppp”

“wwwooooiii mana yang namanya mike!!!!” kataku teriak kayak acting beneran

Mike keluar dari Gym, dibacking anak buahnya yang tiga orang. Tapi teriakanku rupanya juga mengundang security lain untuk merubung

”woi bangsat!! Udah nekat loe mo anterin darah ke sini?” kata mike gk kalah galak

Aku lihat security lain waspada… good. Mas Hasto matanya sudah menyala dengan kewaspadaan tingkat tinggi.

Ketika aku udah tinggal sekitar lima langkah lagi dari mike, tiba-tiba mike merangsek masuk dengan tinju seadanya. Aku menghindar sedikit dan melepaskan gamparan ke mike pelan sih tapi udah merobek ujung bibirnya.

Anggota security lain segera merubung kami rapat.

“gua gak mau tamu gw liat rame disini, Anjing!! Masuk ke dalem kita fight, kalau keluar darah bisa gampang dibersihin, kalau jadi mayat gampang diilangin” kata mike sembari menyeka darah di ujung bibirnya.

Mereka semua masuk ke gym yang ternyata luas banget. Aku dan mas hasto masuk belakangan.

“sampeyan siap? Ini beneran cuk!”

“siap mas” singkat saja tapi dari matanya dia akan kalap sebentar lagi

“yang penting KO, aku gk mau ada yang mati disini” kataku tegas

“siap mas”

“woi yang lain jangan ikut campur!!! Ini urusan gw sama bangsat ini!!! NGERTI LOE???”

“Siap boss”

Gue gk level lawan loe cungkring, biar jagoan loe lawan jagoan gw dulu, Okey?”

“anjing bacot loe tai!! Anjar, bagas, sobri turun loe!!” kata mike memanggil jagoannya

Aku mundur sedikit dan mas hasto mengerti kodeku maju ke tengah laga. Seluruh security yang ikut merubung kami serentak mundur memberikan jarak. Jumlahnya ada sekitar 20an orang.

Tiga orang tampak waspada dengan kuda-kuda mereka, dua orang tampak dari silat dan satu orang dari karate. Hhhmmm.. not bad, it will be a nice entertaining fight. Mas hasto dengan kuda-kuda khas taekwondo, loncat-loncat kecil seolah menari di tengah laga.

Secepat kilat orang yang berada dibelakang mas hasto maju sembari meloncat mengincar tengkuk mas hasto. Bugghhh!!! Kena telak, mas hasto terjatuh tak menyangka serangan dadakan yang dimulai dari belakang nya. Dua orang lain yang melihat situasi menguntungkan ini langsung maju memberikan tendangan terbaik mereka, yang disambut tangkisan kedua tangan mas hasto sambil berjongkok.

“diannnncccooookkkk” mas hasto marah dengan situasi dibokong dari belakang

Merasa jurusnya memberikan dampak maksimal pada lawannya orang yang tadi menyerang mas hasto maju lagi dengan serangan sama, ini FATAL. Mas hasto memutar badannya dan kakinya terangkat cepat menyabet sisi terbuka lawannya yang meloncat sambil melepaskan hook punch. Orang itu jatuh bagaikan karung beras di hempaskan ke lantai. Ia berguling meringkuk, aku rasa ada rusuknya yang patah atau retak. Satu jatuh.

Dua orang lagi menjadi lebih waspada, mata mereka fokus, dengan kuda-kuda kokoh. Mas hasto yang memiliki pengalaman bertarung level kejuaraan nasional cukup pandai untuk tidak terjebak menyerang di tengah, sebuah gerakan memutar dari mas hasto membuatnya berada di sisi kiri orang sebelah kiri, dari sini ia menghilangkan kesempatan orang yang disebelah kanan ikut penyerangnya. Kaki mas hasto menyabet dari kiri, tapi kewaspadaan orang itu cukup tinggi, dengan bantuan kedua tangannya kaki mas hasto ditangkap. Ini FATAL.

Dan benar saja perkiraanku, kaki kiri mas hasto yang ditangkap dijadikan tumpuan melakukan bizzard kick super cepat yang mengincar kepala bagian samping yang tanpa perlindungan sama sekali. Ia sempat menghindar dengan agak menunduk Ini sekali lagi FATAL, harusnya dia menarik ke belakang kepalanya bukan menunduk. Akibatnya tendangan cepat bizzard kick mas hasto mengenai tengkuknya yang sontak membuat orang itu jatuh ke lantai tak bergerak dengan dengkul mas hasto mendarat di punggungnya. Two Down.

Orang ketiga melihat situasi yang tidak menguntungkan. Kekuatan mas hasto pada pertarungan berjarak jelas akan sulit ditandinginya, ia mencoba peruntungan dengan pertarungan rapat, beberapa pukulan beruntun terukur menghantam dada mas hasto dan wajahnya.

Mas hasto jatuh ke belakang dengan posisi terlentang, melihat situasi yang dirasa menguntungkan dia kembali mengejar mas hasto kali ini sebuah hammer kick dilepaskan. Yah ini sama aja bodohnya kataku dalam hati. Sebuah tendangan cepat ke arah kaki tumpuan dilepaskan mas hasto, di sini aku melihat kecerdasannya bertarung.

Dia tidak menyapu tapi menendang akibatnya orang itu jauh seolah akan menimpa dirinya dan tendangan berikutnya dari mas hasto menghantam dada orang itu dan melontakannya beberapa langkah menjauh dari mas hasto. Dia terlentang sambil batuk-batuk.

Lagi-lagi tidakan tidak sportif dilakukan orang yang pertama kali jatuh dan tadi menyerang mas hasto dari belakang, sebuah belati komando dihunus dan di hujamkan ke ulu hati mas hasto yang masih terlentang setelah melakukan double kick tadi.

MASUK!!!! Tusukannya masuk persis di uluhati mas hasto, tapi gk ada darah, gk ada suara teriak, pisau itu menembus pakaian mas hasto dan merobeknya, tapi seolah menusuk karet super lentur pisau tersebut tidak dapat tembus kulit mas hasto.

Orang itu gk sempat kaget karena tendangan mas hasto cepat menghajar bagian lehernya. Membuatnya terjengkang ke belakang sambil memegang lehernya.

Mas hasto berdiri lagi dengan baju sobek, tiga orang dari mike udah terjatuh di lantai berguling. Security lain mau bergerak maju,

“WWWWOOOOIIIII siapa suruh loe semua maju??” mike teriak keras

Semua tiba-tiba terdiam. Mike menghampiri ketiga orang yang terjatuh dan menendang mereka satu-satu

“Bangun Loe!! Cemen banget!!”

Ketiganya perlahan bangun.

“bego lu semua, ngalahin orang kayak gini aja gk bisa!!”

“maaf boss..”

“Loe liatin tuh orang” katanya menunjuk mas hasto “semua liatin tuh orang”

Mereka semua menghadap mas hasto dan memperhatikan perawakan laki-laki setinggi 174 cm dengan badan dan otot yang firm.

“mulai sekarang itu orang guru bela diri kalian semua, ngerti Loe!!!!”

“siap boss”

“sana salim sama guru kalian!”

Merekapun bergerak hampir serentak merubung dan salim ke mas hasto yang masih bingung.

Mike menghampiriki

“eh loe gk salim?” tanyaku

mike dengan konsekwen menjadi orang terakhir yang salim ke Mas Hasto di sambut tepuk tangan semua yang hadir di sana. Aku memberikan jempolku.

“Mas Hasto, kumpul sana sama muridmu, aku sama mike mau naik dulu”

“siap mas”

Aku dan mike segera berjalan keluar gym menuju lift.

“anjing gamparan loe kenceng banget, beneran loe ya?’

“eh itu pelan banget tau”

“Kan yey tau kulit eike sensitif hahahahahaha”

“anjing banci banget loe..”

“Yuk minum di atas, gua bukain botol. Gua seneng banget lihat temen loe, gila njirr kagak mempan ditusuk… hahahahaha”

“Kan udah gw bilang”

“selama ini juga banyak yang bilang gk mempan ditusuk tapi KO juga pas tarung, tapi ini mata kepala gw sendiri liat kagak mempan beneran cuy… anjiiingggg..”

“rawat baik-baik temen gw ya bro, bikin kehidupannya lebih baik. Terus terang, gw kasihan sama dia. Hidupnya gk semulus loe ma gw bahkan gk semulus para security loe. Tapi di sini dia bisa jadi guru, derajatnya loe angkat semoga akan loyal ke loe ya bro..”

“itu yang gw harapin bro..”

“Siiipp utang gw lunas ya..”

Kami bro hug kemudian mike membuka botol disertai kata-kata sakti yang selalu diucapkannya

“Kudu Habis!! Hahahahaha”

Dia kembali ke meja kerja lalu mengangkan telepon.

“Helen sama sonya suruh sini dong.. suruh bawa angelsnya”

“mo ngapain loe?”

“Ini namanya menjamu sahabat, emang kenapa?”

“gue nggak mau” kataku tegas

“ya udah temenin aja kita minum disini, kayak dulu sering cekokin angel baru sampe mabok trus kita telanjangin hahahaha”

“anjiir loe inget aja…. hahahaha tapi baju gw ntar bau parfum.”

“noh masuk kamar mandi gw ada bathrobe bersih di sana”

Akupun segera beranjak dari depan mike dan masuk kamar mandi, ketika aku selesai ganti bathrobe, ruangan mike udah dipenuhi gadis-gadis cungkwo lagi kontes di ruangan ini.

Ntah kenapa, aku justru tertarik sama helen, usianya lebih matang sekitar 26 tahun dengan toket sedang, tinggi sekitar 160an, putih dan mike memilih satu cungkwo yang luar biasa imut wajahnya tapi super sexy dengan boobsize lebih besar dan tubuh lebih tinggi dari helen.

Aku gk ambil yang cungkwo alasannya adalah karena nggak bisa komunikasi, bayangin aja kalau mau jilmek gimana peragainnya? bermesraan pake bahasa isyarat kan nggak banget.

“sonya, suruh si rani gantiin helen dulu”

“siap kowh”

“si mimi sama nita libur hari ini, jadi gw kasih loe yang baru, eh dasar loe malah seneng sama GROnya. Hahahahaha”

Setengah jam ngobrol-ngobrol, kami kembali mengunakan trik lama dengan menaruh uang sejuta masing-masing dan meminta dua cewek itu lomba minum langsung dari botol, yang menang silakan ambil uangnya.

Dua jam kemudian aku sudah berganti baju lagi dan pulang dengan meninggalkan si cungkwo dan helen dalam keadaan mabuk dan pakaian acak-acakan di ruangan mike. Aku harus merelakan uang satu juta lagi melayang karena kalah dalam lomba membuat si cungkwo dan helen squirt.

Si mike dengan sukses membuat si cungkwo merintih, bergetar hebat dan squirt ketika helen baru mulai naik. Sialan ternyata si cungkwo itu type fast climber hahahahahaha

Bersambung