Cerita Sex Tiara’s Story S2 Part 20

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Tamat

Cerita Sex Tiara’s Story S2 Part 20 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru

Cerita sebelumnya : Cerita Sex Tiara’s Story S2 Part 19

Kami pun memberikan professional opinion kepada pak Momo untuk mendukung presentasi Pak Momo ke Pak AA. Meeting selesai 3 jam kemudian diakhiri dengan makan siang bersama di gazebo. Aku masih mencoba memahami berbagai informasi, jadi lebih banyak mendengar daripada bicara dalam meeting hari ini.

“Hi there” sapa Gladys

“Kita pernah ngedate?”

“xixixixi emang..”

“Fitnah tuh…”

“nggak koq, kita kan pernah makan siang bareng xixixixi”

“itu nggak ngedate kali..”

“Iya deh.. kalau gitu supaya aku gk bohong sama pak momo, artinya kita harus ngedate kan?

“hhhhhmmmm… depend on..”

“Just dinner?”

“at?”

“My apartment?”

“Then..”

“let see..”

“hhhm… first I have wife and family”

“Then?”

“I have sidechick too”

“means?”

“No time for you, darling”

“Okey.. tomorrow lunch at my apartment. I’ll give you hidden data related to your job bout this company”

“Hhhmmm… hard to say no then.”

“Okey lunch time, address sent. See your Whatsapp”

“Confirm”

“bye”

Gladys kemudian segera pergi dan gk lama kemudian aku juga pulang.

Sampai di rumah aku langsung masuk ruang kerjaku yang kemarin khusus disiapkan oleh Tiara dan sibuk menelaah semua data mulai dari Struktur Organisasi sampai dengan SOP HR, aku kemudian sibuk mencatat data apa saja yang aku perlukan, untuk besok siang kuminta dari Gladys.

Menjelang malam, ada WA dari Pak Momo

“Ndre.. be prepared, lunch meeting besok sama ownernya sana. Saya dan kamu dampingi Pak AA”

“Okey Pak. Siap”

”jam dan tempatnya nanti di WA aliyah ya”

“Siap Pak”

Gk lama kemudian notifikasiku berbunyi, WA dari Bu Aliyah

“Pak Andre, besok diminta dampingi Pak AA dan Pak momo lunch meeting di Hotel XX jam 11.15”

“Siap bu”

Aku segera cari tiara,

“Sayang besok siapin batik yang bagus yah, mau meeting sama owner perusahaan”

“yang mana mas? Lengan panjang atau pendek”

“hhhmmm.. mereka orang konstruksi” kataku dalam hati

“lengan pendek aja”

Kemudian aku WA Gladys
Cancel for tommorow, available for day after tommorow.

Noted day after tommorow, same time, same place.

***

Jam 11 tepat aku udah ada di lobby hotel XX. Pakaianku batik celana bahan, sepatu kerja dan menurut tiara aku perlu menambahkan sedikit kelas pada penampilanku, Jam tangan Rolex Daytona melingkar pergelangan tangan kiriku, ini satu dari 3 rolex yang kumiliki, semuanya hadiah dari Janis.

Jam 11.20 Pak AA kulihat mobil Pak AA memasuki lobby dan aku segera menyambut Pak AA.

“Siang Pak”

“Siang Pak Andre, Pak Momo sudah datang?”

“itu di belakang Pak AA” kataku ketika kulihat Pak Momo masuk ke Lobby.

“Siang Pak AA, Siang ndre”

“Siang Pak Momo”

Langsung aja kita ke resto mereka katanya udah di sana” kaa Pak AA

“Siap Pak”

Kami masuk ke resto, dan duduk di meja yang sudah dipesan untuk kami. Setelah perkenalan yang terdiri dari jajaran direksinya, ternyata CEO mereka yang juga merupakan owner belum datang. Ini adalah pertemuan awal, selain kami dari wakil perusahaan masing-masing, hadir juga dua orang yang merupakan penghubung kami, Salah satunya Dirut Bank kecil yang kreditnya macet di PT ini.

“haduh bapak2 semua maaf saya telat ya…” seorang laki-laki dengan tinggi tak lebih dari 165an, tubuhnya tambun, berusia kira-kira 40 tahun, berkemeja lengan pendek dan celana bahan dengan sneaker, bergabung ke meja pertemuan ini dengan badan penuh keringat. Wajahnya snob.

Dalam satu jam pembicaraan kami selesai, dan dilanjutkan makan siang bersama.

Si CEO yang bernama Tobi ini menghampiri aku

“Demen rolex juga kowh?” katanya sembari menepuk pundakku

“nggak sih.. hehehe, jangan panggil kowh lah, gk pantes item gini hehehe”

“Semua juragan saya panggil kowh hahahaha”

“Saya bukan juragan juga Pak Tobi, masih jadi pesuruhnya Pak AA”

“Bener banget, kalau bossnya pesuruh emang pakenya Daytona sih hahahaha”

“Pak Tobi sendiri pake submariner hulk”

“Wah Pak Andre ngerti juga ya… hahahahaha”

“Sedikit pak..”

“Paling rare punya apa pak?”

“yang pasaran aja pak, paling juga Paul Newman”

“wow!! Rare banget tuh pak, yang seri apa?”

“panda pak.”

“statusnya preowned atau?”

“Unworn”

Dia langsung berdiri merogoh kantongnya.

“Nih Pak bawa pulang C300 saya, baru setahun pake, nanti malem bawain paul newmannya” katanya sembari meletakkan kunci mobil di meja

“wah, jangan, pak Tobi, banyak kenangan di jam itu. Itu hadiah pacar saya dulu pak. Kalau saya sendiri mana sanggup beli kayak gitu pak”

“boleh saya lihat Daytona Pak Andre?”

Aku lalu melepas jam tanganku dan memberikannya.

“Gila ini sih mint condition banget, gk ada baret sedikitpun”

“ini paling baru dua kali saya pake pak Tobi, biasanya pake GShock aja cukup hehehehe”

“Paling demen gw gaya kayak Pak Andre ini, merendah terus.. hahahahaha”

“Loh emang gk ada yang bisa dibanggain sih pak Tobi hehehehe”

“Bro, gw panggil bro aja ya, secara kita sesama penggemar rolex, hehehehe… bisa tolong ketik nomer telepon loe bro?” kata toby sembari menyodorkan HPnya ke aku

“Bisa bro..” kataku

“Okey, gw miss call ya..”

“Siipp.. udah masuk nih bro”

“kita keep kontak ya juragan..”

“sssipppp”

Jujur aku merasa sedikit beruntung, aku gk tau kenapa tiara taruh jam tangan ini di meja kamar untuk aku pake. Biasanya aku lebih memilih Invicta atau Breitling. Aku merasa rolex ini gk pantas ada di tanganku. Gk ada tampang pake rolex, semua orang akan pikir aku pake KW.

“Pak Andre..”

“Ya Pak AA”

“Bisa antar saya pulang?”

“Bisa banget pak”

“Kalau gk ada yang penting lagi dengan Pak Tobi, boleh sekarang pak?

“Siap Pak”

Kami berdua melewati meja Pak Tobi dan pak tobi memberi kode call ke aku.

Dalam perjalanan menuju rumah Pak AA, kami bicara.

“kalian cepat akrab ya hehehehe”

“Ngomongin jam tangan pak. Dia terobsesi rolex”

“hhhmmm… menurut pak Andre, dia orangnya bagaimana?”

“HHHmmm…”

“Pakai bahasa yang saya ngerti ya hehehehe”

“Baik Pak, begini singkatnya saja. Seleranya Michelin Star (restoran mahal-red), dompetnya Streetfood (warung kaki lima-red), agak aneh sebenarnya secara dia punya perusahaan senilai hampir 15 juta dollar. Jadi saya ambil kesimpulan ini perusahaan warisan papanya dan dia gk bisa jalankan dengan baik. saya lihat dari gesture, cara pakaian, pilihan merk baju dan sepatu. selain itu dia juga kurang bisa menghargai orang yang lebih tua. Pak AA dalam hal ini yang paling senior diantara kami, sama sekali gk mendapatkan respek yang semestinya”

“ada lagi?”

“dia gk terlalu tertarik dengan proses, tadi dia katakan beberapa kali ke timnya loe atur aja gw taunya duit masuk,”

“Trus?”

“Dia udah dikejar hutang, beberapa kali orang bank tadi coba dekati, sampai CEO banknya bilang tolong lah pak Tobi, dia menghindar dan melemparkan ke direktur financenya”

“ada lagi?”

“ini gk penting sih pak, tapi sebelum ke sini, kayaknya dia ada sama cewek, masih nempel bau parfum cewek di bajunya, cheap perfume”

“Hhhh… Okey. Soal warisan dan gk bisa jalankan perusahaan itu benar. Lalu soal gk tertarik proses juga saya rasa benar, saya juga menangkap hal yang sama. Lalu mengenai dikejar hutang, juga benar… bahkan cashflow mereka paling hanya cukup buat gaji karyawan dua bulan aja, lalu soal yang terakhir… itu salah.”

“Yang parfum cewek itu?”

“Yang pak andre pandang gk penting, buat saya penting karena dia terhitung cucu menantu saya. Dia suaminya Lidia, cucu saya yang pernah ikut pelatihan dengan Pak Andre, mungkin Pak Andre ingat”

“Kalau Bu Lidia saya ingat Pak, Beliau yang Direktur Finance di Holding Group kan?”

“Iya”

OOOOOoooo jadi si bangsat yang suka sabetin Lidia pake kabel charger itu si Tobi gila ini. Kataku dalam hati

“Pak Andre ada tukeran nomer kan sama Pak Tobi?”

“Betul Pak”

“perkembangan sekecil apapun infokan ke saya, dan kalau sampai keluar biaya, silakan reimburse billnya lewat tiur ya”

“Baik Pak.”

“Next Meeting Pak Andre ikut lagi, nanti tiur infokan ke Pak Andre”

“Siap Pak.”

“Okey kalau gk ada lagi, saya turun sini aja.”

“loh koq dijalan, pak? Kan belum sampai rumah Pak AA”

“Itu sopir saya ngikutin kita dari belakang”

Kulihat dari spion, GClass berada tepat dibelakangku. Dan aku segera berhenti.

“Makasih ya Pak andre buat tumpangannya”

“Hehehehe sama-sama Pak AA”

“Oh ya hari kamis, kalian meeting di rumah aja, Pak Andre gk usah bawa mobil. Tolong bantu saya rawat mobil saya. Kuncinya nanti ada di Tiur ya Pak”

WHAT!?

“Ooohh… Siap Pak”

“Thanks ya Pak Andre, sampai kamis”

“Sama-sama Pak AA, Sampai ketemu hari Kamis, Pak”

Kelihatannya Pak AA agak gatel-gatel naik Fortunerku ini hehehehehehe.

***

Sore hari ada WA masuk

“Bro…. apa kabar?”

“Baik boss, gimana neeh ada yang bisa dibantu?”

“GIla gw kepikiran Paul Newman loe bro..”

Emot senyum

“segitunya hehehehe”

“Bro, loe bisa ke sini?”

“Waduh bro, jgn dadakan.. gw lg di Kota Hujan” (menunda hasratnya, orang kayak dia harus dipermainkan sedikit)

“rumah loe di Kota Hujan?”

“Di ibu kota bro..”

“trus di kota hujan?”

“Sidechick bro (emot malu)”

“Anjiirrr sama aja ma loe hahahahaha laki2 emang gk jauh” (samain frekwensi, tujuannya buat buka informasi lanjut ttg dirinya)

“trus gimana neeh..”

“lanjut deh, wah penasaran banget gw ssshhhh”

Dalam hati aku tersenyum

“siap bro, next time di atur lagi ya?”

“Okey bro”

***

Hari ini hari rabu, aku harus ke tempat Gladys untuk minta data yang aku perlukan,

“Hi ndree..” gladys menyapaku dengan kaos dan hotpants, rambut digelung ke atas begitu saja, kacamata bertengger di atas hidungnya, tanpa make up sama sekali. Hhhhmmm anak ini imut beneran dan emang cantik dari sananya.

“Hi gle”

“loe tau nggak, Cuma loe yang manggil gw gle”

“bisa aja loe, trus yang lain manggil loe apa?”

“Ya lengkap aja Gladys”

“hahahaha… gk percaya”

“Ya udah, minum apa loe?”

“kopi ada?”

“ada, pake gula gk?”

“gk usah”

“kan pahit? Pake gula ya, jangan minum yang pahit lagi, hiduploe udah cukup pahit xixixixi”

“suwek loe, tau aja hahahaha”

“ndree.. di kamar aja yuks..”

“Hah?! Mo ngapain?”

“jangan mesum ya, itu kamar udah jadi ruang kerja gw”

“Oohh.. Okey”

Aku lihat sebuah ruangan ukuran 4×5 dengan meja kerja modern tapi luar biasa berantakan dengan dokumen yang bertumpuk sampai di lantai. Ada sofa didalam kelihatannya untuk Gladys tiduran kalau lelah, aku duduk di sofa itu.

“bentar ya ndre… gw cariin datanya…”

“Nih” katanya membawa sebuah ordner besar dan tebal dalam keadaan terbuka dan menghempaskan pantatnya di sebelahku

“Ini loe perhatiin deh, ini data empat tahun lalu. ada 371 karyawan semua terdaftar di jamsostek, jamsostek itu kan social security gitu kan?”

“Iya..”

“nah kemudian liat data ini, sebentar….” katanya sembari membalik setumpuk dokumen dalam ordner itu.

“Udah gw tandain nih. Ini cuma ada 146 aja yang terdaftar di jamsostek, make sense gk?”

“Bisa aja kalau mereka resign trus digantiin dan penggantinya gk di daftarkan?”

“wait… nih loe pegang dulu…”

Gladys kemudian berdiri dan mengambil ordner yang lain dan membuka lalu meneliti isinya sebentar.. lalu kembali duduk disampingku

“NIh… ini payroll mereka bulan lalu, loe lihat deh..”

Aku segera meneliti data tersebut… hhhmmm..

“ini nama-namanya masih ada koq?”

“aneh gk sih?”

“nggak juga sih, soalnya gini.. ini real estate company kan, mereka biasanya hire orang based on project. Bisa aja saat project selesai mereka dilepas trus pas mulai project baru di rehire. Nah yang di rehire ini gk dimasukkan dalam program jamsostek”

“hhhmmm… i got it.”

“jadi kalau menurut gw yang karyawan inti ya cuma 146 ini.”

“tapi emang mereka lagi ada project sekarang?”

“Ya itu harus loe cek ke lapangan, gle..”

“issh.. gue suka banget cara loe ngomong gle..”

“Heh fokus! Hahahaha”

Gladys tampak berpikir sambil ketuk-ketuk kertas di order yang dipegangnya.

“Eh tunggu.. ini payrollnya berapa orang?”

“Coba.. 731 orang, ndree”

“hhhmmm smell fishy tapi gw gk tau apa”

“makanya gw juga ngerasa begitu…”

“Tapi apa ya, Gle?”

“hhhmmmm… mau gk loe kalo kita cek lapangan?”

“what?!”

“ntar gue mintain akses sama auditornya, tapi mau cek apa ya ndre?”

“bisa, loe minta update struktur organisasi termasuk yang di properti management dan di project”

“Okey..”

“trus kita headcount audit”

“hhhmmm… bisa juga, tapi kan kita gk orang tau itu beneran dia atau bukan? Bisa aja mereka sakit atau gk masuk?”

“udah loe minta dulu aja datanya, trus kita cek lapangan. Pasti dapet koq. Gk mungkin kan 731 orang sakit semua”

“ya udah, bentar gw catet dulu”

Gladys kemudian berdiri dan menaruh begitu saja ordner yang di pangkuannya kemudian sibuk mencatat pada kertas yang terletak di lantai sambil nungging. Annjiiirrrr… tuh pantat.. koq nggak ada nyeplak celana dalem?

“Oh ya ndre.. nih kerjaan loe udah gw pisahin.” Gladys menunjuk tumpukan ordner di sampingnya sambil masih sibuk catet catet sambil nungging

“Giling banyak banget”

“Ntar gw minta security bawah bantuin bawa pake troley, gw sering koq.”

“thanks ya…”

“apanya?”

“Dokumennya lah Gle..”

“oohh.. kirain thanks buat gratisan dari gw barusan”

“maksudnya?”

“Loe pikir gw gk tau loe perhatiin pantat gw udah kayak mau copot tuh mata? Xixixixi”

“yah namanya cowok, dikasih gratisan didepan mata..”

“Makanya bilang makasih dong…”

“makasih ya… gle..”

“Buat apa?” Gladys berbisik di telingaku

“buat pantat imutnya..” bisikku gantian

“itu gk gratis tau.. bayar..” bisiknya lagi

“Pake apa?”

“pake ini..”

Sama seperti waktu di kamar Lidia, Gladys langsung nyosor bibirku. Kami kembali berciuman, kali ini lebih hot karena situasinya lebih private. Cewek imut berkacamata mirip IU ini beneran agresif. Kissing stylenya pun bagus, tekanan kuat dan lembut bergantian dimainkannya, aku mencoba mengikuti alurnya.

Mata kami terpejam, menajamkan indera perasa di bibir kami beradu untuk selanjutnya mengirimkan sinyal pembangkit hormon ke otak kami. Beberapa menit kami saling menjelajahi luasan tak seberapa di bibir, tiba tiba gladys menghentikan semuanya.

Kacamatanya di letakkan di meja, kemudian tangannya meraih ordner yang ada dipangkuanku melemparkannya begitu saja dan segera duduk di pangkuanku,

”xixixi not bad… actually quite good lho ndre..”

“take a lead, I’ll folow”

“really? Yeay!! Xixixi i want more”

Gladys segera membebaskan kaos kecil itu dari badannya dan melepaskan penjepit bra untuk membebaskan toketnya yang ternyata emang hampir rata seperti yang aku kira. Ada bulu ketiak halus di sana, terlihat begitu sexy tumbuh diantara putih halus kulit ketiaknya.

Ia lalu melepaskan kaosku dari tubuhku dan kembali bibirku disambar, kami segera saja terlibat dalam percumbuan yang lebih panas, dengan lidahnya mulai menjelajah dalam rongga mulutku untuk bertemu dengan lidahku.

Nafas kami segera saja mulai memburu seiring desahan kami berdua terdengar bersahutan. Tangannya sibuk memilin putingku sementara tanganku juga mulai memainkan puting coklatnya dengan pentil imut yang tampak hanya seperti tonjolan kecil dipucuk payudaranya.

Kami terus bercumbu dibarengi gerakan lembut pantat gladys maju mundur di atas kontolku.

“Ssshhhh… ndree. Its getting hard down there”

Gladys turun dari pangkuanku dan bersimpuh di hadapanku, tangannya cekatan membuka kancing jeansku dan zippernya kemudian melepaskan semuanya termasuk celana dalamku, membiarkan aku sejenak dalam ketelanjangan

“Xixixixixi” gladys tertawa kecil melihat kontol coklatku.

“Kenapa?” tanya ku merasa agak tersinggung

“It’s brown like i tought. My favorite color” Katanya sambil memperhatikan sekujur kontolku

“Yeah, I’m right its fatter than mario… with same length, no just little bit shorter” jari telunjuk dan jempolnya membentuk huruf O dan mengukur diameter kontolku di bagian batangnya

“But WOW! His head… looks so yummy, never imagine this type of dick. Its really big like a mushroom.”

Kontolku di arahkan ke arah wajahnya dan dilepaskan lagi, seolah memiliki pegas kembali dengan membentur perutku, Gladys kemudian memencet-mencet seluruh bagian kontolku

“it’s hard, absolutely hard, rock hard mushroom head type with enough length for me”

“so?” tanyaku

“hhhmmm… not bad.. xixixixi”

“not bad?”

“yea… but i think i’m gonna like it, never try this kind of dick. xixixixi”

Gladys memperbaiki gelungan di rambut dan lidahnya mulai menyapu batang kontolku dari pangkal sampai bagian atas.

“Sshhhh. Gle…”

Ia melakukannya lagi beberapa kali kemudian menggelitik bagian bawah kepala kontolku dengan lidahnya.

“Ssshhh.. eeeeuhhh glee…”

Gladys menatapku sembari tersenyum, kebayang kan muka imut IU dengan kontol gelap di dekat bibirnya. Dengan gerakan perlahan, mulutnya membuka seolah dipaksa selebarnya dan mulai memasukkan kepala kontolku… anjirrrrrr gk kebayang banget si muka imut innocent ini doyan ngemut kontol. Selama beberapa saat kepala kontolku tertahan dalam mulut imutnya dan lidahnya masih terus memberikan rangsangan pada glansku

“Ssshhhh gle….” desahku merasakan sensasi geli geli enak basah

Masih dengan gerakan lidah menggelitik glans, dia memposisikan kepalanya sehingga kontolku menjadi tegak dan ia membiarkan saja air liurnya mengalir kebawah dengan aliran mengikuti urat-urat kontolku yang segera saja meninggalkan jejak mengkilat.

Gladys mencoba memasukkan seluruh kontolku sempai bagian pangkal batangnya tapi hanya bisa maksimal separuhnya saja. Wajahnya memerah seolah tersendak , tapi ditahannya.

“Aaassscchhhhh…… cannot go more deeper hhsshhhsshhhss your dick head too big for my throat.” Kata Gladys melepaskan kontolku secara tiba-tiba,

wajahnya merah dengan mulut terbuka dan liur menetes dimana-mana.

Ooohhh gini tho rasanya deepthroat, kayak kepala kontol kejepit sesuatu yang kuat banget tapi licin dan basah di dalem sana.

“Wanna try again?”

Gladys tampak mengambil ancang-ancang mengatur nafasnya sambil menatap kontolku, lalu dengan sekali gerakan kontolku ludes dalam mulutnya, tetap hanya bisa masuk separuhnya, tapi kali ini dia berusaha lebih keras ditekan, dipaksa lagi kontolku masuk lebih dalam selama beberapa saat

“Uuuuweeeekkk…. sshhh sshhh shhhh” kontolku dilepaskan saat dia terasa mau muntah, wajahnya asli merah gosong, matanya juga merah berair, dan liurnya menetes belepotan kemana-mana.. tapi tangannya tetap mengocok kontolku lembut dengan gerakan memutar.

“Xixixixi ssshhhhh surely cannot go further, his head too big for my throat,” katanya tetap dengan tangan yang otomatis mengocok lembut kontolku dengan gerakan memutar seperti tadi.

“Let me do yours..” kataku

Gladys berdiri membuka hotpants sekaligus Gstringnya dan memintaku berdiri lalu duduk di sofa langsung mengangkang selebar-lebarnya.

OOhh.. ini tho memek si Gladys… jembutnya gk terlalu lebat tapi sama sekali gk rapi, kelihatannya seumur hidup gk pernah dicukur, tapi secara alami emang gk banyak rambutnya. Tumbuh agak lebat di bagian bawah perut tapi hanya jarang-jarang di samping kanan kiri dan bawah memeknya.

Tanganku mulai menyibakkan hutan itu dan membuka garis rapat vertikal dan terbukalah surga dunia itu dalam keadaan masih kering!! Gila hampir setengah jam dia garap kontolku tapi memeknya masih kering, gurat agak gelap menghiasai sekeliling memek dan pucuk labia minoranya, selebihnya merah muda. Dan seperti sudah kuduga, lubangnya kecil.

“May I?” tanyaku

Gladys menangguk.

Sorang player akan selalu meninggalkan impressi yang bagus saat pertama. Maka aku mulai dari pusarnya, aku menciumi lembut area perutnya perlahan memutar mutar sampai terpusar di pusarnya aku ulangi lagi kali ini disertai jilatan lidah yang membasahi perrt putih rata itu dan kugelitik pusarnya menggunakan lidahku

“XIxixixi ndre.. its tickle”

Kuulangi lagi kali ini lebih lama

“Xixixixixixixi ndree… its tickle… xixixixi” kepalaku dijambak dan dijauhkan dari pusarnya

“You are naughty,” katanya sambil masih senyum.. gila imut banget nih bocah beneran…..

Aku kemudian menciumi dan menjilat area bawah perutnya dan membasahi jembutnya dengan liurku dan mulai membaui serta mencium area sekitar memeknya. Ada sedikit bau apek dan pesing dari jembutnya tapi masih sangat bisa ditoleransi.

Ku bimbing tangan Gladys agar memegang jembut bagian atasnya supaya tidak menganggu aktivitasku menjelajah lembah kenikmatan miliknya. Aku segera memberdayakan lidahku untuk melakukan gerakan edging, yaitu mengitari area bagian luar memek dengan lidah dan terus kulakukan selama beberapa menit sampai kudengar desahan dari Gladys..

“Ssshhh….”

Tipe cewek memek kering begini, gk bisa langsung dihajar dengan jilat clitoris, dia harus dirangsang perlahan salah satunya ya dengan gerakan edging ini.

Aku gak menghentikan edgingku terus kulakukan selama beberapa menit lagi,

“Ssshhh….. ssshhhh….. ssshhhh” desahannya mulai semakin kerap terdengar.

Trus saja kulakukan sampai kurasakan aku menjilat lendir kental di bagian bawah memeknya. Inilah saat masuk ke area lebih dalam, aku melakukan lagi edging kali ini di area bagian dalam menyentuh labia minora dan kulup clitorisnya, tapi kali ini tidak perlu lama, cukup beberapa menit lendir vagina Gladys mulai deras mengalir dan semakin sering terjilat lidahku. Gk wangi cendana seperti memek Lidia, tapi gk bau juga, normal aja seperti memek lainnya

“Ssshhh.. ndre….”

“Ssshhhh… sshhh…. shhhh….”

Desahannya semakin sering terdengar dan pinggulnya mulai otomatis bergoyang, aku lihat sekilas matanya tertutup menikmati rangsangan dariku

Disinilah aku mulai menyasar clitorisnya, dengan jariku memek licinnya mulai kurenggangkan lebih lebar, dan kulup clitorisnya kubuka, kembali lidahku bergerilnya menjilat, mecolek, mengitari clitorisnya dan melakukan penetrasi dalam memeknya. Rasanya strategiku benar, dengan jurus ini pinggulnya mulai bergoyang dengan cepat

Ssshhh.. ssh… sssh…sssh…
Ssshhh…sshhh…sssh….sssh…

selama sepuluh menit ku rangsang dengan jurus ini, desahannya semakin liar dan gerakan pinggulnya semakin gk teratur…

Gladys mulai keb=habisan nafas, aku melepaskan mulutku dan dengan kasar kugosok clitorisnya dengan dua jariku cepat dan kuat

Ssshhh… nddree… ssshh…nndddree…..

Usaha pertama masih gagal, Gladys masih bertahan, kembali lidahku berperan mengambil alih dan dengan cepat ku jilat jilat clitorisnya

Aarggg… arrgg… aarrgg… desahannya mulai berganti erangan

Lidahku kemudian kumainkan di lubang memeknya dan menjilat cepat area itu,

Aaarrrrrgggggg….. nddddreeee.. asssshhhh

Tak mau kehilangan momentum , aku mencumbu kasar memeknya dengan bibirku dan lidahku secara berbarengan, akibatnya

Aaarrrggggg… ooohhhh… mmyyy gggggoooodddd nnnddreeeee!!!!!

Gladys memekik kencang, pinggulnya dihentak hentakkan kasar, kepalaku dijepit dengan pahanya dan rambutku dijambak. Gladys mencapai orgasme pertamanya.

Aku masih tidak memberinya ampun, msih dengan gerakan yang sama habis kulumat memek yang sekarang sudah basah total dengan lendir dan liur.

Eeerrg… nndrrree donn’ttt… pleaaasee…
Nddreee dooonn’ttt pleeaaseee
Nddreee nooo plleeaaseee..

Tangan Gladys mencoba menjauhkan kepalaku dari memeknya tapi pahanya kubekap kuat menjepit kepalaku membuat bibirku menempel erat pada memeknya…

Cccmmmooonnn nddreee dddooonn’’tt ddoo thisss plleeassseee
eenouugghhhh nddreee….

Gladys menghiba-hiba padaku tanpa kuperdulikan.
Merasa usahanya untuk menjauhkanku dari memeknya gagal, dia hanya bisa pasrah menikmati siksaan rangsang yang kuberikan pada genitalnya.

Eerrgg…sssh… aarrgggsssh…. aarrgggsssh….
Eerrgg…sssh… aarrgggsssh…. aarrgggsssh….
Eerrgg…sssh… aarrgggsssh…. aarrgggsssh….
Eerrgg…sssh… aarrgggsssh…. aarrgggsssh….

Hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya selama beberapa menit..

Oh my god… oh my god… oh my god…
Ssshhh… sshhh… ssshhh… ssshhh…
No.. no… no… noooooo…

Ssshhh… shhh…sshh….
Arrgg… aaarggg… aarrgg….

Cmon baby faster… yesss… yess… yess…
Faster… faster… faster….
Yeeahh…yeeahhh.. yeaaahhhh…..

Oohh… ssh,, ohhhhhhhhhh…. oohhhh…..
Oooooooohhhhhh mmmmyyyyyy gggggooodddddd aaacchhhhhhhhhh!!!!!!!!!!
Eeeeerrrgggg……… eeerrrrggggggg……

Tubuh Gladys bergetar hebat matanya terbuka putih semua mulutnya memekik kencang, kemudian meringkuk dan mengerang sembari mengigil. Kepalaku kujauhkan dari memeknya dan spontan kakinya menendang dadaku agar menjauh..

Kulihat cewek imut ini, sedang didera kenikmatan yang hebat, yang menutup semua inderanya selama beberapa saat. Indah.. benar-benar indah dipandang, seorang cewek imut kecil telanjang dengan rambut berantakan dan keringat membasahi seluruh tubuhnya sedang tak sadarkan diri sejenak.

Megalomaniaku menggelegak tapi masih ada yang kurang…

Aku mengatur tubuh yang lemah itu pada posisi nungging, lalu membasahi kepala kontolku dengan lendirnya dan dengan sekali gerakan memek kecil itu kupaksa menerima kontolku sepenuhnya

Hhgggeegg hanya itu suara yang keluar dari mulut Gladys kala kontolku berhasil menjelajah sampai bagian terdalamnya bertemu mulut rahimnya.

Saat itu juga aku tahu, memek ini bukan kelasku, mulut lubangnya memang kecil dan ketat menjepit batangku, tapi bagian dalamnya gk menimbulkan sensasi kejepit kuat dan licin seperti punya marissa atau membekap serta mencengkeram seperti punya Tiara.

Segera kugenjot memek kecil ini dengan RPM tinggi, kemudian aku menurunkan RPMku dan beberapa kali melepaskan kaitan kelamin kami dan menggesekkan kontolku yang penuh lendir di permukaan lubang anusnya.

Setelah kurasa cukup aku mulai mengarahkan kontolku pada pusat lubang anus kecil ini. Jujur aku sangsi apakah akan mampu menampung kontolku

“May I?”

Gladys mengangguk lemah

Pelan ku dorong kontolku mencoba menembus lubang anus ini, masih beberapa kali gagal. Akhirnya dengan bantuan tanganku aku berhasil memasukkan kepalanya

“Aachhhhh…” pekik Gladys lemah

Aku menghentikan doronganku tapi kembali Gladys mengangguk

Pelan sekali kudorong pantatku agar kontolku bisa masuk seluruhnya, dan Voila! Secara ajaib lubang anus kecil ini berhasil menampung seluruh kontolku.. rasa menjepit kuat dan mencengkeram segera kurasakan memberikan sensasi berbeda

“Eeerrgggggg…”gladys mengerang dengan wajah agak kesakitan

Gila ini dia, ini beneran enak banget rasanya… kontolku berasa dicengkeram erat banget, ketat banget dan seret banget. Perlahan aku mulai menggerakan pantatku memompa anusnya dan karena udah ngaceng selama jilmek dibantu RPM tinggi kocokan ku saat ngentotin memek tadi dan rapatnya anus perempuan ini aku gk bisa menahan lebih lama lagi, liema menit kemudian dengan kocokan RPM rendah, aku….

“Eeerrgggg…. ssshhhh … eerrggggg ssshhh eerrrrgggg ssshhh” kuhentak dalam kontolku berkali kali seiring denyutannya memuntahkan lahar benih Gladys hanya bisa pasrah menerima perlakuan kasarku kala aku orgasme dan berkali kali menghentak memuntahkan lahar benihku yang sudah empat hari gk keluar gara gara tiara mens.

Aku jatuh terguling di karpet diantara tumpukan dokumen, Gladys bangun dengan sabar dan tanpa rasa jijik sedikitpun karena barusan ada di lubang anusnya memijit-mijit kontolku yang masih berkedut kedut agar semua sperma terbebas keluar dari salurannya.

Setelah semuanya selesai, Gladys menyusulku tiduran di lantai.

“You are beast… fuckin beast ndre…”

Aku masih mencoba mengatur nafasku…

“you destroy my body, and cum in my ass. Damn!!”

“I’m sorry dear..” kataku masih ngos ngosan

“no.. I’m not angry. Its a compliment xixixixi” katanya tertawa lemah.

Kami terdiam sesaat…

“Come.. wash your dick and OMG, it flowing from my ass.” Kayanya sambil menutup anusnya pakai tangan.

Aku segera bangun dan membantunya bangkit karena tangannya yang satu sibuk menutup pantatnya agar spermaku tidak membasahi karpet dan tersenyum melihat Gladys jalan ke kamar mandi buru2 kayak orang cepirit.

Bersambung