Cerita Sex Sisi Liar Dalam Diriku Part 13

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Tamat

Cerita Sex Sisi Liar Dalam Diriku Part 13 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Sisi Liar Dalam Diriku Part 12

Mentari

Aku terbangun di sebuah padang rumput yang begitu luas, sinar mentari begitu terang menyinariku sehingga aku kesulitan untuk melihat ke depan, kepalaku pusing dan tubuhku gatal – gatal karena gigitan serangga,

“astaga? dimana pakaianku? ” ucapku reflek menutup tubuhku dengan tanganku,

Aku terkejut karena mendapati tubuhku telah telanjang tanpa sehelai benangpun, sambil menutupi tubuhku aku berusaha untuk bergerak mencari pertolongan, akan tetapi kenapa tidak ada satupun orang disini? dimana ini sebenarnya?

Saat aku melihat ke atas, aku lebih terkejut lagi, bagaimana bisa ada 2 matahari dalam satu langit yang sama? pantas saja sinarnya begitu terik menghalangi pandanganku,

Entah kenapa tubuhku bergerak menuju ke arah matahari yang lebih kecil namun semakin ku mengejarnya aku merasa tak sanggup tuk meraihnya, akupun berbalik menuju matahari satunya yg berukuran lebih besar, namun sama saja, matahari tersebut semakin jauh meninggalkanku sendirian disini, perlahan sinar mereka mulai lenyap dan malam pun tiba menyelimuti dunia ini,

Dalam keheningan malam aku mulai menangis, aku tidak tau lagi dengan nasib yang menimpaku ini, ingin rasanya berteriak sekeras – kerasnya namun suaraku tak terdengar oleh siapapun,

“srekk srekk” seketika terdengar suara yang berasal dari semak – semak,

Aku merinding ketakutan, suara apa itu sebenarnya, tiba – tiba ada 2 ekor harimau melompat mendatangiku, satunya bertubuh kekar satunya bertubuh kurus seperti kelaparan, aku sangat ketakutan sehingga aku berlari sambil menangis, tiba – tiba datang harimau lainnya yang berjumlah cukup banyak, kurang lebih ada 7 harimau yang mengelilingi ku,

Seketika harimau yang bertubuh kurus mulai menerkamku, aku terbaring ditanah dengan tanganku tertahan oleh lengan harimau tersebut, tiba tiba harimau itu mulai membuka mulutnya dan hendak memakan ku,

“ahhhhhhhhhhh”

“ada apa mayy, kamu gpp?” ucap seseorang menenangkanku,

Fikiranku masih melayang, tubuhku dipenuh oleh keringat dingin karena mimpi burukku ini, aku memegangi kepalaku dan menatap seseorang yang menanyai kabarku tadi,

“gpp kok ndi, cuma mimpi” ucapku dengan nafas yang terengah – engah,

‘astaga mimpi apa tadi? semoga saja tidak berkaitan dengan kehidupanku ini’ batinku,

“bener gpp?, oh yah tubuh mu kotor banget loh, apa mau mampir ke rumahku dulu untuk membersihkannya?” ucap andi,

“ehh gak usah ndi gak usah” jawabku gak enak,

Tapi tubuhku berkata lain, perutku mulai bersuara karena belum ada sesendok nasi pun yang masuk ke dalam perutku hari ini,

“tuh kan bunyi, mampir aja yah, tenang gpp kok” ucap andi meyakinkanku sambil tersenyum,

Akupun terpaksa menerimanya, sesampainya di rumahnya aku langsung membersihkan tubuhku yang sudah dipenuhi oleh noda sperma orang – orang, aku berendam di dalam bathub kamar mandinya, sementara pakaianku masuk ke dalam mesin cuci untuk dibersihkan,

Aku kembali mengingat – ngingat soal mimpiku tadi, apa maksud dari mimpi tersebut, apakah ini suatu penanda? atau hanya sekedar mimpi?

Sungguh berat hari – hari yang telah kulalui, bagaimana bisa? ku kira hari ini merupakan hari terindah yang pernah ku rasakan, tapi ternyata, semua berubah semenjak hadirnya orang itu ke dalam kehidupanku,

Iyya, orang itu…..

orang itu……

Semakin mengingat wajah mereka, aku semakin membencinya, aku menggenggam tanganku dengan erat, aku kembali menangis meratapi nasibku ini,

‘kau harus kuat mayy, kau harus kuatt’ bisik suara hatiku,

“tukkk tukkk tukkk, permisi mayy, untuk sementara kenakan pakaian milik istriku dulu yah, aku taruh didepan pintu” ucap andi memberitahuku,

Aku tak meresponnya, untuk sementara aku hanya ingin sendiri untuk saat ini, air mataku begitu deras turun melalui pipiku hingga bercampur dengan air rendaman di bathubnya, aku memandang ke arah langit – langit, aku bersyukur karena telah mendapatkan ketenangan yang selama ini hilang dari kehidupanku,

‘apa yang terjadi ? aku seperti mendengar suara rintihan dari dalam, apakah dia sedang menangis?’ batin andi,

Setelah merasa baikan, aku mulai bangkit dari bathub milik temanku, kebetulan disana ada cermin berukuran besar yang terpasang sehingga aku dapat melihat tubuh telanjangku seutuhnya.

Setelah mengeringkan tubuhku aku mulai mengikat rambut panjangku ini sehingga leher jenjangku terlihat dari cermin dan dari cermin itu juga terlihat kedua payudaraku yang tengah menggantung dengan begitu indah, aku pun berusaha mengambil pakaian yang andi taruh di balik pintu kamar mandi,

Aku mulai mengenakan kemeja berwarna putih yang andi berikan padaku, satu persatu kancing ku masukan ke tempatnya, setelahnya ku kenakan celana panjang berwarna putih yang cukup longgar, tak lupa aku mengenakan hijab untuk menutupi auratku seutuhnya, aku kembali menatap ke cermin, aku mulai merapihkan pakaianku, setelah semua siap aku mulai menemui andi yang telah menyelamatkanku hari ini,

“wawwww kau sangat cantik mayyy dengan pakaian itu” puji andi yang terpesona dengan pakaian yang ku kenakan,

“hehe terima kasih ndi, oh yah istri kamu kemana ? kok gak keliatan” tanyaku,

“dia sedang pergi dengan ayahku, katanya sih untuk berkunjung ke rumah lamaku di desa, katanya ada urusan disana, mungkin lusa baru balik” jawab andi,

“oh yah? Kok kamu gak ikutan?” tanyaku,

“waktu itu aku lagi keluar kota mayyy, jadi aku gak sempat menemani mereka berdua , oh yah silahkan dimakan dulu makanannya, nanti keburu dingin loh” ucapnya kepadaku,

“iya ndi terima kasih , jadi gak enak deh” ucapku,

“hahah gak apa, nikmati saja” ucap andi,

Akupun memakan makanan yang sudah andi siapkan sebelumnya, hari ini di ruangan makannya, aku menyantap nasi goreng buatan andi, aku jadi merasa gugup karena tepat didepanku andi sedang tersenyum sambil menatapku,

“gimana mayy, enak?” tanyanya,

“wahhh ini enak banget ndi, kamu hebat” ucapku kagum,

“hahaha terima kasih may, ehhh ini…….” Ucapnya sambil mengambil tisu,

Aku tersipu malu dengan aksi gentle nya itu, tak sadar aku tersenyum oleh sikapnya yang cukup jantan,

“ehhhh maaf, belepotan soalnya mayyy” ucapnya yang membuat ku tersenyum,

“awas, aku gak tanggung jawab yah kalau istri mu marah” ucapku yang membuat andi tertawa,

Selama menyantap makanannya, kami mulai mengobrol dan membicarakan masa kenangan selama kami kuliah dulu, kami pun saling tertawa dan tersenyum setelah mendengar kisah lama kami, kami juga cukup bangga dengan perjuangan yang kami lakukan waktu itu untuk memenangkan penghargaan mr & miss kampus,

“sudah berapa lama yah kita tak saling temu?” tanya andi,

“mungkin sudah 2 tahun lebih kali yah kita tak saling jumpa” jawabku tersenyum,

“Wahh benar juga yah, tapi kayaknya kok kamu belum berubah” ucapnya yang membuatku tersenyum,

“oh yah, belum berubah gimana maksudnya ?” tanyaku karena penasaran,

“kamu masih cantik seperti dulu” ucapnya yang membuatku tertawa,

“hihhihi ketahuan boongnya” ucapku tak percaya,

“lohh beneran padahal, senyummu juga, aku masih ingat betul ketika kita sama – sama dipaksa untuk belajar tersenyum agar bisa tampil ramah kala itu” ucapnya membangun nostalgia,

“Wahhhh iya bener, kayaknya dulu senyummu kaku banget deh, sampe dimarahin berulang kali karena gak keliatan ramah hihihih” tawaku mengingatnya,

“tapi sekarang udah beda kan?” ucapnya sambil tersenyum,

“sama aja masih canggung wleeekkkkk” ucapku tertawa,

“kamu juga loh mayyy, padahal kamu tuh tomboy tapi kok bisa yah menaklukan hati orang – orang dengan pesona senyummu itu” ucapnya yang membuatku tersenyum,

Aku kembali menyantap nasi goreng buatannya hingga habis tak tersisa, setelah itu andi kembali bertanya padaku,

“oh yah bagaimana kabarmu sekarang?” tanyanya padaku,

Spontan raut wajahku langsung berubah, aku tidak lagi tersenyum seperti tadi, andi yang panik berusaha untuk menenangkanku kembali,

“maaf mayy maaf, kalau tidak ingin cerita tidak apa – apa kok, apa setelah ini mau aku antar pulang ke rumah langsung?” ucapnya bingung,

“kalau boleh, aku ingin disini dulu, bisa gak?” tanyaku,

“tentu, boleh banget kok” ucapnya yang membuatku tersenyum,

Setelah itu andi meminta izin padaku untuk membereskan piring yang baru kugunakan untuk makan, tanpa sepengetahuanku andi menatapku dari jauh, ia menatapku dengan tatapan curiga,

‘apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku mayy?’ batin andi,

Andi pun teringat kalau aku baru mencuci pakaianku di mesin cuci, ia bergegas untuk mengeringkannya agar aku bisa mengenakan pakaianku kembali, namun andi merasa heran, ia berulang kali mencari – cari sesuatu didalam mesin cucinya,

“hanya ini?” ucapnya ketika ia hanya menemukan sweater, celana panjang dan hijabku saja,

Andi mulai berfikir , ia melihatku dari jauh dan tatapanku masih kosong, ia menatap raut wajahku yang dipenuhi oleh kesedihan, ia pun berinisiatif untuk membuatkan minuman untukku, ia membuka kulkas dan menemukan jeruk lemon, ia memerasnya dan membuatkanku minuman segar dari sari lemon tersebut,

“Taaarrraaa, lihat apa ini?” ucapnya kepadaku,

Aku yang tersadar dari lamunanku buru – buru menyeka air mataku dan berpura – pura tersenyum agar tak keliatan bersedih dihadapannya,

“Wahhh es lemon, masih inget aja kalau aku suka banget minuman ini” ungkapku,

“hahahha pastinya dong, aku gak mungkin melupakan apa yang paling disukai oleh teman baikku” ucapnya,

Aku tersenyum mendengar kata – kata darinya, aku pun meminum segelas air lemon yang andi berikan padaku,

“mayyyyyy” ucapnya membuka obrolan, Aku pun menatap matanya ketika ia menyebut namaku,

“inget gak dulu sewaktu kuliah, ketika aku dilanda oleh masalah yang cukup besar, dengan sabar kamu mau mendengarkan isi curahan hatiku, dengan penuh perhatian kamu memberikanku motivasi sehingga aku bisa bangkit lagi dan berdiri tegak disini, dengan senyummu kamu memberikanku energi untuk bisa keluar dari masalah yang saat itu menerkaku, untuk sekarang …..” ucapnya sambil menyentuh tanganku,

Akupun tersentuh dengan sikapnya ini, aku kembali menatap matanya yang terlihat tulus ingin menolongku,

“aku tau kalau dirimu dengan dilanda masalah, aku bisa menebaknya dari tatapanmu yang tidak secerah dulu, sebagai seorang teman aku ingin melihatmu tersenyum lagi tanpa ada beban yang menghalangi, maka bolehkah aku membantumu untuk mengeluarkanmu dari beban yang saat ini kau tanggung sendiri ?” ucapnya yang membuatku menangis,

Perlahan air mataku turun membasahi pipiku, andi reflek memelukku dan memberikanku sandaran melalui dadanya, aku menangis dalam pelukannya, aku tak sanggup menahannya lagi, aku ingin menuntaskan semua yang selama ini mengganjal di hatiku,

“gpp mayyy, tenangkan dirimu dulu, kamu hebat bisa melalui semua ini, kamu pasti wanita yang tangguh karena bisa bertahan seorang diri” ucap andi sambil mengusap punggungku untuk menenangkanku,

Tangisanku semakin menjadi setelah merasakan kenyamanan darinya, hatiku menjadi lega setelah mendapatkan usapan darinya,

Dengan memberanikan diri aku mulai menceritakan penderitaanku selama ini, aku mulai mengisahkan awal mula mimpi burukku dimulai, tanpa sepengetahuanku mata andi terbuka penuh amarah, ia tak menyangka bahwa aku akan merasakan nasib yang seberat ini,

“benarkah? kurang ajar sekali orang itu, aku minta izin untuk menghajarnya yah” ucapnya padaku

“gak usah ndi, toh mereka udah janji untuk melepaskanku kok setelah menuruti permintaan terakhirnya, walau sebenarnya berat juga bagi ku untuk melaksanakannya” ucapku dengan lirih,

“memang apa mayy?” tanyanya penasaran,

“maaf ndi, kalau untuk ini aku gak bisa cerita” ucapku,

Ia semakin erat memelukku, akupun merasakan kenyamanan dan keamanan darinya, perlahan air mataku semakin deras membasahi pakaiannya,

“sabar mayyy, sabarrr, kamu hebat bisa bertahan setelah melalui ujian seberat ini” ucapnya dengan penuh perhatian,

“terima kasih ndi” ucapku sambil tersenyum,

“menurutmu, apakah aku bisa mendapatkan kebahagiaan sebagaimana yang orang lain dapatkan ?” tanyaku padanya,

“tentu may, kamu itu orang baik, yakinkan dirimu bahwa suatu saat nanti akan ada lelaki yang mampu membahagiakanmu tak peduli dengan gelapnya masa lalu yang pernah kau lalui, aku percaya walau dirimu pernah berjalan dibawah gelapnya malam, akan ada seseorang yang datang untuk menemui dan memberikan seberkas cahaya untuk membantumu keluar dari masalah ini” ucap andi kepadaku,

Perlahan aku mulai tersenyum dalam pelukannya, kata – katanya bagai air yang mampu menyejukan hatiku,

Aku pun menatapnya takjub karena bisa menyembuhkan hatiku yang tengah terluka, kami saling menatap di ruang makan ini, kami saling tersenyum dan terpesona dengan pesona masing – masing,

Tak terasa, wajahnya mendekatiku dan menyentuh bibirku dengan bibirnya, aku memejamkan mata menikmati sentuhannya di bibirku, aku dicumbui olehnya dalam pelukannya, tak ada penolakan berarti bagiku, aku justru nyaman dalam situasi yang saat ini kuhadapi,

“kamu tampak cantik mayyy dengan senyum diwajahmu ini” ucap andi sambil membelai pipiku,

“benarkah?” ucapku sambil tersenyum,

“tentu saja dan sampai kapanpun akan terus begitu” jawab andi yang membuatku tersenyum,

Kami kembali bercumbu di pagi hari menjelang siang ini, kurasakan tangannya berada di punggungku, ia mengusap punggungku dengan penuh kenyamanan, sementara tangan lainnya menggenggam tanganku, tak peduli dengan status kami, kami saling bercumbu dengan penuh kemesraan kala itu,

Seketika tangannya mulai hinggap di payudara kananku, akupun tersenyum ketika ia terkejut dengan isi payudaraku,

“aku gak nyangka kalau kamu punya payudara sebesar ini mayyy” ucapnya memujiku,

“tau darimana? Jangan sok tau” ucapku tersenyum,

“boleh cari tau gak kalau gitu?” ucapnya padaku,

“maunya? Hihihih” jawabku tertawa,

Andi menjawabnya dengan cumbuan dibibirku, ia mulai meremasi payudaraku dengan penuh nikmat, aku berulang kali mendesah dengan remasannya yang begitu terasa, berulang kali aku merinding merasakan darahku berdesir, dalam pangkuannya aku begitu dimanja dengan rangsangannya yang membangkitkan gairahku ini,

“ingat gak dulu waktu kita kuliah suka menyanyikan lagu ini?” ucapnya disela – sela cumbuan kami,

“Wahhh iya inget banget” ucapku tersenyum,

“Beginilah penilaianku padamu, tak mungkin aku memujimu dengan sebuah kata – kata, karena kata – kata pun tak sanggup untuk menilai keindahan yang melekat ditubuhmu ini mayyy” pujinya padaku,

Aku pun tersenyum dengan kata – katanya yang begitu romantis, tiba – tiba aku mendengar alunan lagu yang sering kami nyanyikan dulu,

Kami pun berdiri dan kembali bercumbu dibawah alunan lagu ini, sungguh indah, sungguh romantis rasanya, andi meremas payudaraku dengan begitu mesra, aku sungguh takluk dibuatnya, ia benar – benar telah menaklukan hatiku, tak perlu dengan untaian kata yang begitu panjang, aku sudah merasakannya melalui sikap yang ia tunjukan padaku selama ini,

“pindah ke kamar yuk” ucap andi padaku,

“yukkk” jawabku dengan tersenyum,

Andi pun menggendongku dan membawaku menuju kamar yang biasa ia tempati bersama istrinya, aku pun diletakan diatas ranjangnya dengan begitu sopan, aku pun terpana dengan sikapnya, aku pun duduk tersenyum menanti apa yang akan ia lakukan padaku,

Kulihat satu persatu ia mulai membuka kancing kemejanya, aku pun terpesona dengan tubuhnya yang begitu kekar dan cerah, wajahnya pun sangat tampan, benar – benar mencerminkan gelar ‘mr kampus’ yang pernah kami dapatkan dulu, namun lebih dari itu, sikapnya lah yang mampu menaklukan hatiku, sisanya hanya bonus,

“uuhhmmmppphhh” desahku ketika andi menindihiku dan mencumbuiku dengan penuh nikmat,

Andi hanya mengenakan celana dalamnya saja, sungguh indah, aku sangat menyukai tubuh atletisnya ini, tanganku bergerak meraba dadanya dan benar saja, tubuhnya sangat kuat, tak mungkin ia mendapatkan tubuh ini kecuali dengan latihan panjang yang cukup intens

“boleh aku membuka kancingmu mayyy?” tanyanya padaku,

Aku pun tersenyum dan menganggukan kepala kepadanya, satu persatu kancingku terbuka dan payudaraku langsung terlihat olehnya, andi tersenyum dan menatapku, aku pun ikut tersenyum dibuatnya, senyumannya seolah menandakan bahwa ia sangat puas dengan payudara yang ku miliki ini,

Andi pun meremasnya dan mencumbui payudaraku dengan begitu nikmat, aku jadi mendesah dibuatnya, sikapnya, remasannya sungguh membangkitkan gejolak birahiku ini, ia kembali mencumbuiku dan memberikan cintanya padaku, remasan yang ia berikan dipayudaraku semakin membuatku tak tahan, aku semakin penasaran dengan isi dari celana dalam tersebut, akankah sekekar tubuhnya ? namun aku malu untuk mengatakannya , aku lebih memilih membiarkannya menikmati tubuh indahku,

Ia pun melepaskan seluruh kancing kemejaku dan meloloskannya dari tubuhku ini, lagi – lagi andi terpesona setelah melihat tubuh bagian atasku, aku jadi tersipu malu dibuatnya, wajahku memerah, tiba – tiba ia menurunkan celanaku sehingga tubuh polosku kini terlihat olehnya, hanya hijabku saja yang masih menempel di kepalaku ini,

Andi kembali mendatangiku dan menindihiku, ku rasakan vaginaku tergesek oleh benda yang telah mengeras didalam celana dalamnya, aku pun tersenyum setelah mendengar andi berbisik padaku,

“kini aku tahu kenapa dirimu bisa menjadi miss kampus mayyy” bisiknya,

“memang kenapa?” tanyaku,

Andi pun bangkit sambil menatap mataku,

“karena dirimu memiliki tubuh indah yang sempurna mayyy, aku sangat menyukai tubuhmu ini, terlebih dengan senyummu siapapun akan takluk setelah melihatmu seperti ini” pujinya yang membuatku tertawa bahagia,

“ehhhmmmmm, ehhhhmmmmmm” desahku ketika jemarinya mulai menyentuh vaginaku,

Aku memejamkan mata menikmati sentuhan jemarinya, tanpa sepengetahuanku andi tersenyum setelah melihat ekspresi mendesahku, akupun dirangsang dengan begitu hebat, tak luput olehnya payudaraku juga diremasnya dengan begitu keras,

nafsuku sudah semakin memburu, payudaraku semakin membesar karenanya, putingku sudah mengeras dan mengacung tinggi, andi yang sudah menikah faham bahwa diriku sudah sangat siap untuk dimasuki penis,

Seketika andi berdiri diatas ranjangnya dan melepas celana dalamnya dihadapanku, sontak aku terpesona karenanya, penisnya begitu besar, kekar dengan urat syaraf yang mengelilinginya,

“sekarang apa yang ingin kamu lakukan setelah ini mayy?” tanya andi memberikanku kode,

“boleh?” tanyaku,

“tentu” jawabnya,

Dengan senang hati aku berlutut sambil memegangi penisnya, aku mengocoknya secara perlahan dan memasukannya ke dalam mulutku, ku rasakan andi mendesah begitu nikmat ketika aku mengulum penisnya, tidak sia – sia selama 2 bulan ini aku dilecehkan oleh kedua binatang tersebut, hasilnya aku semakin handal dalam memuaskan birahi pria, bedanya tak ada paksaan dalam diriku saat ini, semua murni karena ketulusan hatiku,

Aku menggerakan mulutku maju mundur untuk menikmati penisnya, tak kusangka penisnya begitu keras dimulutku, saking besarnya aku tak mampu membenamkan seluruhnya, hanya setengah nya saja dan itupun sudah menyulitkanku,

“Ahhhhhhhh, besar banget” ungkapku setelah mengulum penisnya,

“ahhh masa ? tapi suka kan ?” tanya andi yang membuatku tersipu malu,

Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya, aku kembali mengulumnya karena tak tahan dengan keindahan tubuhnya, sungguh sempurna tubuh yang andi miliki bagiku, aku terpesona karenanya, aku pun berdiri dan mencumbui andi yang telah banyak membantuku hari ini, aku mencumbuinya sambil mengocok penisnya yang kurasa semakin membesar dalam genggamanku,

“mayyyy, aku gak bisa membayangkan bagaimana pendapat teman – teman kita kalau seorang raja dan ratu kampus sedang bersama seperti ini” ucapnya kepadaku,

“kenapa ?” tanyaku penasaran,

“menurutmu apa jadinya kalau aku yang menurutmu memiliki tubuh sempurna sedang bersama dengan dirimu yang bagiku memiliki keindahan yang luar biasa, dalam keadaan telanjang dibawah atap yang sama” ucapnya membuatku tersenyum,

“apaan sihhh ndi gak jelas hihihihih” tawaku,

“dasar yah anak nakal” ucap andi yang semakin bernafsu mencumbuiku, kami saling bercumbu di waktu siang hari itu, bibir kami saling memagut, lidah kami saling bergantian bersilaturahmi ke mulut masing – masing,

Akhirnya yang ku tunggu – tunggu pun tiba, andi menyuruhku untuk turun dari ranjang dan memintaku untuk berposisi menungging sambil bertumpu pada tepi ranjangnya, aku pun penasaran dibuatnya , jantungku berdebar – debar ketika kurasakan penisnya mulai menyentuh bibir vaginaku,

“ouhhhhh” desahku,

Sedikit demi sedikit penis itu mulai memasuki vaginaku, aku pun memejamkan mata dan menggigigt bibir bawahku, aku begitu menikmatinya, penetrasi ini, miliknya, luar biasa, ahhhhh,

Andi ikut mendesah seiring merasakan gesekan vaginaku di penisnya, ia memegangi bongkahan pantatku dan mulai memaju mundurkan pinggulnya secara perlahan,

“ahhhhhhhh, ahhhhhhh” desah andi,

Begitupun aku, walau masih bertempo rendah, entah kenapa gesekannya begitu memuaskan nafsuku, aku begitu menikmatinya, aku terus memejamkan mata menikmati tiap detik waktuku bersamanya,

Andi mulai menyentuh tanganku, perlahan ia semakin menaikan temponya, aku semakin terangsang, aku pun tak tahan lagi untuk mengeluarkan suara desahanku, aku sungguh menikmatinya, aku tak mampu untuk menjelaskan semua kenikmatan ini,

“Ahhhhhh ahhhhhh ouuhhmmm, ehhmmm ahhhhh” desahku,

Penetrasinya semakin lama semakin kuat, tanganku pun tak mampu untuk bertumpu pada ranjangnya ini, tubuhku pun jatuh hingga dadaku menempel pada sprei yang menutupi ranjangnya, tapi andi masih saja menggenjotku dengan penis besarnya, hebatnya dalam posisi ini justu memudahkan andi untuk lebih menusuk vaginaku,

“Ahhhhhh, ndiiiii, ahhhhhhh” aku menggenggam sprei ranjangnya dengan kuat untuk menahan semua kenikmatan ini,

Tubuhku tersentak maju mundur, gesekan yang kutrima di putingku akibat sprei ini juga membuat mataku terbuka, aku merasakan rahimku telah tertusuk penisnya, ku rasakan penis itu semakin masuk ke dalam,

“Ahhhhhhh, ahhhhhhhn ndiiiiiiii” desahku,

Tiba – tiba andi menusukan penis sedalam – dalamnya sambil menindihiku, spontan aku mendesah dengan begitu keras dibuatnya,

“ahhhhhhhhh” desahku

“gimana mayyy?” ucapnya bertanya padaku,

“Capeeeekkkkkk, tapi nagih hihihih” jawabku yang membuat nafsu andi semakin meninggi,

Andi tersenyum dan ia kini berbaring diatas ranjang, aku diminta untuk mengendalikan permainan dengan menungganginya, tatkala penis itu kembali memasuki vaginaku, aku mendesah dengan hebat merasakan sensasinya, andi memberikan genggamannya untukku sebagai tumpuan, aku mulai menaik turunkan tubuhku dan merasakan betapa nikmat gesekan yang kurasakan ini,

“ahhhhhh, ahhhhhhh” desahku sambil menatap langit – langt,

Aku pun menatap wajah andi ketika aku dalam posisi WOT ini, ia tersenyum begitu puas dengan goyanganku, aku pun berimprovisasi dengan menggoyangkannya secara horizontal, aku tersenyum melihatnya memejamkan mata karena tak kuasa menahan goyanganku ini,

Tiba – tiba keadaan berbalik, aku yang memejamkan mata menahan tiap tusukan yang ia berikan padaku, sambil menatapku, nafsu begitu menguasai andi setelah ia berhasil menyetubuhi wanita yang ia cintai selama ini,

Andi menggerakan pinggulnya naik turun menerjang vaginaku yang tak terlindungi ini, kurasakan tusukannya semakin dalam ketika aku berada dalam posisi ini, aku pun lemas hingga jatuh ke dalam pelukannya lagi,

“udah lemes mayyy?” tanyanya yang membuatku malu,

Aku pun menganggukan kepala menjawabnya, memang benar walaupun aku belum mendapatkan orgasme tapi aku cukup puas dengan tiap tusukan yang ia berikan padaku, namun akan lebih puas lagi kalau berhasil mendapatkan orgasme darinya,

Dalam pelukannya, andi memegangi bokongku dan menghujami vaginaku hingga tubuhku tersentak maju mundur, putingku mengeras ketika tergesek oleh dada bidangnya, aku tak kuat lagi untuk menahan gejolak birahi di dalam tubuhku ini,

Andi memahamiku, ia ingin agar kami bisa menuju puncak kenikmatan secara bersamaan, aku pun di baringkan diatas ranjang, andi yang begitu gagah mulai siap untuk menerjangku kembali, ia menepuk nepuk penisnya ke arah vaginaku, ia tersenyum bangga dengan apa yang telah ia lakukan padaku,

“siap untuk menuntaskan semuanya mayy?” tanyanya padaku,

Aku menganggukkan kepala dengan malu – malu, dengan bantuan cairan cintaku yang sudah menyelimuti penisnya, andi menerjang vaginaku dengan sekali hentakan, aku sampai kelojotan dibuatnya, nikmat sekali, belum dengan hentakan nya yang ia percepat demi menuntaskan birahi nya,

“ahhhhh, ahhhhh, ahhhhhhh” desah ku semakin keras,

Tanpa berkata apapun, andi terus menghujamiku, tangannya memegangi pinggang ku, penisnya ia lesatkan sedalam dalamnya ke arah rahim ku,

Sungguh nikmat apa yang telah kurasakan hari ini, seketika aku melihat secercah cahaya ditengah kegelapan yang melandaku selama ini, apakah ia mentariku?

“ouuhhhhh mayyy, mayyyy, ahhhh, ahhh ehhmmmmm” desah andi semakin mempercepat temponya,

Aku semakin tak kuasa untuk menahan semua ini, sungguh nikmat, aku tak kuat lagi, kurasakan payudaraku semakin mengeras, aku merasakan kehangatan di dalam vaginaku, akuuuu……

“aaaaarrrggghhhhhhhh” kami mendesah dengan begitu hebat secara bersamaan,

Aku lelah sekali dibuatnya, nafasku masih memburu dan keringat begitu deras membasahi tubuhku, aku merasakan bahwa vaginaku telah terisi penuh oleh campuran antara cairanku dengan spermanya, aku pun menatap matanya, ia memberikan senyum padaku yang membuatku semakin yakin bahwa ialah penunjuk jalanku yang selama ini kucari untuk mengusir gelapnya malam di hatiku,

“Terima kasih mayyy untuk kesempatannya” puji nya padaku,

“engga, harusnya aku yang berterima kasih ndi” jawabku meresponnya, kami kembali berciuman setelahnya dengan penuh kemesraan, jemari kami saling terikat dan aku begitu menyukai kebersamaan ku dengannya,

Aku tak tau apa yang saat ini berada di dalam hatiku, jantungku berdebar kencang tiap kali dekat dengannya, aku begitu menyukai caranya dalam menatapku, aku begitu menyukai caranya dalam bersikap padaku dan aku merasa bahwa aku telah mencintainya, akan tetapi bagaimana caranya seorang wanita bisa mencintai dua lelaki dalam satu hati yang sama ?

Siang itu aku tertidur karena saking lelahnya, aku sudah telanjang bulat dengan pakaian yang berserakan di lantai, dengan penuh perhatian andi menyalakan AC ruangan dan menyelimuti tubuhku yang tak tertutup apapun lagi,

Ia memungut pakaian yang ku kenakan tadi dan memasukannya ke dalam mesin cuci, tak lupa ia mengambil pakaianku yang telah mengering dan melipatnya di meja dekat diriku terbaring, tanpa sepengetahuanku andi mencium keningku yang membuatku tersenyum dalam lelapku,

“maafkan aku mayy, aku tak tau kalau kau akan menerima cobaan seberat ini, andai tau hal ini akan terjadi padamu, aku akan terus berusaha untuk menjadikanmu kekasih halalku, tak peduli berapa kali kau akan menolak perjuanganku, aku akan terus berusaha, aku mencintaimu mayy, dirimu selalu memiliki tempat di relung hatiku ini” ucap andi sambil menatap wajahku dengan penuh ketulusan,

Tiba – tiba suara hpku berbunyi, andi yang penasaran pun mengintip siapa yang mengirim ku pesan di siang bolong ini, saat andi melihatnya, raut wajahnya langsung berubah, ia mengernyitkan dahinya, ia menggenggam tangannya, ia menatapnya dengan penuh amarah,

~to be continued~