Cerita Sex New Chapter Part 59

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Tamat

Cerita Sex Dewasa New Chapter Part 59 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex New Chapter Part 58

HOME

“Prisoner’s Dilemma”
(Dilema Tahanan)

——POV REGA——

Langit belum begitu gelap saat aku tiba dirumahnya, kuparkirkan mobilku asal di luar halaman. Aku langsung masuk begitu saja ke dalam rumah yang begitu besar ini dan menuju ke tempat tidurnya, aku tau dia pasti dikamarnya.. kulihat sekeliling rumah ini,, tidak ada seorang pun di rumah sebesar ini..

Aku : “heii…. “ sapaku kepadanya, saat aku sudah disebelahnya.. dia masih terlelap.

Aku : “sudah lama aku tidak mengunjungimu,, kamu marah denganku ?” tanyaku kepadanya

Aku : “Setelah sekian lama,, kenapa baru sekarang..?”

Aku : “Dulu kamu selalu datang setiap hari, menemani hari hariku saat kuliah,, tapi kamu tidak pernah muncul lagi sejak……” kalimatku tertahan,,,,

Aku : “Winry… sejak aku dekat dengan Winry kamu tidak pernah datang lagi”

Aku : “Kenapa baru sekarang AL…? kenapa kamu tiba2 datang dengan membawa kenangan buruk yang terjadi di kota sebelah… Apa maksudmu?” ucapku sambil memegang batu nisan di makamnya Alexa,, ya,, aku sedang berada di rumah peristirahatan terakhir Alexa..

Aku : “Apakah kamu datang untuk mengingatkanku akan tanggung jawabku atas semua yang terjadi di kota sebelah,,,?”

Aku : “Aku tidak bisa melakukannya AL, terlalu sulit untuk kuhadapi… aku tidak sekuat kamu AL,,,, aku..aku sudah lelah memainkan peran,, aku ingin meninggalkan semua itu dan hanya ingin mejadi penonton dari dramanya orang lain,,, Dias, Resty, Meta, Linda,mereka akan baik baik saja tanpaku,, kehadiranku disana hanya akan semakin mengacaukan hidup mereka.. ”

Aku : “Atau aku terlalu memaksakan diri?, Berusaha mencari kebahagiaan di kota sebelah, yang ada malah aku mempersulit kehidupan mereka,,, atau aku tidak akan pernah menemukan kebahagiaan yang kucari dimanapun aku berada? hanya kamu AL yang bisa membuatku bahagia, kamu adalah kebahagiaanku,,aku kangen kamu AL,,, aku ingin kembali padamu,,,” air mataku jatuh di atas makamnya Alexa

Aku : “Kamu adalah rumahku, Dunia seperti apa yang saat ini kamu tinggali ? kumohon bawa aku,, ajak aku dimanapun kamu sekarang berada, aku ingin selalu berada di sebelahmu,, aku janji tidak akan membiarkan kita terpisah lagi, aku janji akan selalu menjagamu, akan selalu kugenggam tanganmu dari pagi sampai malam hari, bersama sama kita akan abadi selamanya.. aku ingin kita bertemu lagi,,,,,”

Aku : “pleasee,, AL… bawa aku pergi dari sini… aku ingin bersamamu…. “ ucapku sambil tetap meneteskan air mata…

(22:00 / 2 Jam Setelah Meta dan Dias Diculik)

——POV META——

Kedua tanganku sudah mulai kram, entah sudah berapa lama tanganku diborgol pada sebuah pipa besi panjang yang melintas dibelakang tubuhku. Keadaan Dias pun tidak jauh beda denganku, dia duduk berjarak tidak lebih dari satu meter dariku. Dia sudah kelihatan lebih tenang daripada tadi saat pertama kali kami dibawa orang orang itu kesini.

Dimana aku dan Dias berada? Aku tidak tau pasti dimana sekarang kami berada karena tadi sepanjang perjalanan kesini kedua mata kami ditutup kain, namun aku mempunyai keyakinan jika kami sedang disekap disebuah bangunan tidak jauh dengan Laut, mungkin di bagian utara kota.

Dari sini tercium bau garam dan amis yang sangat menyengat, suara klakson kapal yang terdengar beberapa kali semakin memperkuat keyakinanku. Menurutku bangunan ini tidak jauh dari pelabuhan, namun cukup jauh dari keramaian karena daritadi aku dan Dias mencoba berteriak sekencang mungkin meminta pertolongan tapi tidak ada yang datang menolong, seperti tidak ada yang mendengar suara kami.

Akan sedikit kugambarkan ruangan tempat kami disekap. Aku dan Dias ditempatkan disebuah ruangan kecil penuh dengan pipa besi berkarat yang menempel di hampir setiap sisi tembok ruangan. Pipa pipa tersebut sepertinya terhubung dengan ruangan yang lain.

Melalui cahaya lampu yang tidak begitu terang aku bisa melihat dan merasakan betapa pengap dan kotornya di dalam ruangan ini,, langit langit yang penuh dengan sarang laba2, cat tembok mengelupas dan lembab, lantainya kotor dan baunya pun tidak sedap. Kurasa tempat ini sudah lama tidak dipakai, atau mungkin seluruh bangunan ini juga sudah lama ditinggalkan. Bangunan yang sudah tidak terpakai dan jauh dari keramaian, tempat yang begitu tepat sebagai sarana bertindak kejahatan.

Tepat dihadapan kami terdapat sebuah pintu yang tertutup, sedari tadi dibalik pintu itu terdengar samar samar suara tawa orang orang yang tadi membawa kami kesini. Aku belum tau pasti siapa mereka, karena mereka tidak begitu banyak bicara sewaktu kami dibawa menggunakan mobil tadi, sempat kudengar salah satu dari mereka mempertanyakan kepada seseorang yang lain tentang kenapa ada dua wanita yang harus mereka bawa, tidak sesuai dengan rencana awal mereka. Dari obrolan itu, Aku merasa kalau seharusnya akulah yang sebenarnya menjadi target mereka namun mereka terpaksa membawa Dias juga karena kebetulan dia ada disana.

Aku : “maaf kamu harus ikut terlibat.. ” ucapku kepada Dias ketika dia melihatku..

Dias : “Siapa orang orang ini Meta..? kenapa mereka berbuat seperti ini kepada kita?” tanya dia heran,,,

Aku : “Aku juga tidak tau pasti siapa mereka…” ucapku lirih,,

Siapa mereka? apa yang akan mereka lakukan kepada kami? Dan Apa yang sebenarnya mereka inginkan dengan menargetkanku,? apakah orang orang ini hanyalah penculik yang sengaja ingin meminta uang tebusan kepada keluargaku?

Atau mungkin ada hubungannya dengan Rega dan mantan suaminya Resty yang masih dendam kepadanya. Jika memang ada hubungannya dengan mereka, kenapa harus aku,? kenapa bukan Resty? Bukan berarti aku menginginkan Resty mengalami hal yang sama denganku,,, atau mungkin Resty juga akan ditangkap oleh mereka dan akan segera bergabung dengan kami? siapapun mereka,, aku hanya bisa berharap akan ada pertolongan untuk kami.

Aku : “tapi jangan khawatir Dee,, Rega akan datang,, meskipun dia kelihatan bodoh dan tidak bisa berbuat apa apa,, dia pasti akan memikirkan cara untuk menolong kita…” ucapku meyakinkannya dan meyakinkan diriku sendiri,,,aku yakin Rega tidak akan tinggal diam, sama seperti ketika dia memikirkan cara untuk menolong Resty lepas dari mantan suaminya.

Dias yang tadi melihatku kini merubah pandangannya kedepan,,

Dias : “bodoh dan tidak bisa berbuat apa-apa…. aku tidak pernah menganggap Ega seperti itu Meta..”

Hmm?

Dias : “aku tau kok Ega akan datang menolong kita,, karena aku tau, sejak dulu Ega tidak akan hanya diam saja melihat orang orang yang dekat dengannya sedang berada dalam kesulitan… sejak pertama kali melihatnya di sekolah, aku tau kalau Ega itu berbeda dari anak anak lain..”

Dias : “Pertama kali aku mengenal Ega waktu jam istirahat dihari pertama sekolah, kulihat dia duduk sendirian di lapangan sekolah sambil melihat teman teman yang lain sedang bermain,, hari hari berikutnya selama satu minggu aku selalu melihatnya seperti itu, hanya duduk diam memandangi siswa lain tanpa ada niat untuk bergabung dengan siswa lain, akhirnya aku mencoba mendekatinya, ingin mengajaknya bermain bersama.. kamu tau apa yang dia lakukan saat aku mendekatinya,,? Dia lari masuk kedalam kelas… seolah takut denganku,,,”

Dias tersenyum, mengingat masa kecilnya dengan Rega..

Dias : “sejak saat itu baru aku tau kalau Ega anaknya pendiam, pemalu dan penyendiri ..kamu masih ingat dengan Dika teman kita saat SMP.?” tanya dia kepadaku,,

Dika? Shitt.. Aku tidak pernah ingat dengan nama itu.

Dias : “Sebelum akrab denganku dan Linda,, Dika adalah teman pertamanya Ega setelah beberapa bulan sekolah,, aku sering melihat mereka bersama,aku senang, akhirnya anak pemalu dan pendiam itu tidak sendirian lagi,, saat itu sebenarnya aku ingin berteman juga dengannya, mengajaknya bermain bersama, tapi tetap saja dia menghindariku. Padahal Aku sering memergoki dia sedang melihatku… Kalau kata Linda, Ega suka denganku itu sebabnya dia malu jika berpapasan denganku…”

Aku tersenyum mengetahui itu, betapa lugu dan polosnya Rega saat kecil. Beda dengan sekarang, polosnya cuman diranjang..

Dias : “Di lain kesempatan,dibelakang sekolah dekat toilet, aku melihat dia sedang membela Dika yang diganggu kakak kelas, dengan berani Ega menghalangi kakak kelas yang sedang mengganggu Dika, walapun pada akhirnya mereka berdua babak belur setelah berkelahi dengan kakak kelas,, dan itu tidak terjadi hanya sekali”

Dias : “padahal dia tau kalau dia itu lemah dan tidak bisa berkelahi tapi dia tidak akan pernah tinggal diam melihat temannya disakiti atau sedang kesusahan, meskipun pada akhirnya dia selalu kalah dan babak belur.

Namun Sebanyak apapun dia jatuh dan gagal,tapi dia akan selalu bangkit lagi… seperti itulah Ega,,, sifatnya yang tidak pernah menyerah dan peduli dengan orang orang disekitarnya itulah yang membuatku mengaguminya,, dulu hampir semua siswa menjauhinya karena dia berbeda,, tapi karena hal itu lah aku ingin berteman dengannya, karena dia berbeda dari anak anak yang lain, aku merasa ada sinar terang dalam dirinya… seperti cahaya bintang,,” Dias masih memandang kedepan dengan senyum di bibirnya,, dia sedang terhanyut dengan memori indah masa kecilnya bersama Rega.

Mendengar ceritanya tentang Rega saat sekolah membuatku terenyuh membayangkan masa kecilnya Rega, sekaligus kurasakan sedikit sesak di dada ini. Yang tersisa hanya penyesalan, aku menyesal tidak mengenal Ega sejak sekolah dulu.

seandainya dulu waktu sekolah aku lebih peka dengan keberadaanya disekitarku,, tapi aku yang dulu tidak akan berteman bahkan akrab dengan Rega yang dulu,, karena saat itu aku masih pilih pilih dalam berteman, tidak seperti Dias yang tulus berteman dengan siapapun, ramah kepada siapa saja, dan peduli dengan orang orang disekitarnya termasuk peduli dengan Rega yang dulu belum menjadi seperti sekarang…

Aku sudah mendengar cerita Linda tentang Rega yang sudah menyukai Dias sejak sekolah dulu, bisa dibilang Dias adalah cinta pertamanya Rega..dan banyak orang bilang cinta pertama tidak akan terlupakan.. yang satu sudah suka dari dulu, yang satu sudah mengagumi sejak dulu,,huffft mereka berdua memang cocok, merelakan Rega untuk Dias merupakan keputusan berat yang tepat, aku tidak akan menghalangi kisah manis diantara mereka berdua.

tanpa sadar air mataku menetes,,

Hmm? Kenapa aku menangis? Reflek aku mengalihkan pandanganku agar Dias tidak melihat air mataku,, merelakan dan mengikhlaskan pria yang paling kucintai untuk bahagia bersama dengan wanita lain ternyata tidaklah mudah, rasanya lebih berat daripada merindukan seseorang, kenapa masih banyak orang mengatakan menahan rindu itu berat?

Padahal ada yang lebih berat daripada sekedar menahan rindu, yaitu meingkhlaskan kepergian seseorang yang paling berharga dalam hidup kita disaat kita masih membutuhkannya.

Seperti tadi sore yang kukatakan kepada Resty, Tak peduli seberapa besarnya rasa benci dan kekecewaanku terhadap Rega, aku tidak bisa berhenti mencintainya. Cinta dan benci kepadanya lah yang akhir akhir ini telah merubahku menjadi wanita melankolis yang cengeng dan gampang menangis.

Aku tidak pernah membayangkan akan berdiri berhadapan dengannya sambil saling bertukar tangisan kesedihan. sambil terisak dia mengatakan kalau dia mencintaiku, menobatkanku sebagai hal paling berharga dalam hidupnya dan lebih memilihku daripada Dias.

***

Rega : “please Bee,, aku akan melakukan apapun untukmu agar kamu merubah keputusanmu ini,, jangan seperti ini kepadaku.. Bagaimana aku bisa begitu saja melupakan wanita yang benar benar mencintaiku? Kamu adalah cinta terbaik yang kumiliki,, Satu satunya wanita yang menyayangiku dan paling jujur dengan perasaannya kepadaku.. Bee, aku mencintaimu,,”

Rega : “ Dengarkan aku dan percaya padaku,,, Aku lebih memilihmu daripada Dias, Resty, atau semua wanita dari masa laluku karena aku lebih mecintaimu daripada mereka,, kamu satu satunya yang aku inginkan untuk menemaniku mengisi semua lembaran hidupku selamanya, aku tidak mau kehilangamu Bee, aku tidak ingin kehilangan hal yang paling berharga lagi di hidupku,,“

Sejak aku tau dia merahasiakan tentang hubungannya dengan Dias, kini Aku tidak bisa memilah lagi apakah yang diucapkannya itu tulus dari lubuk hatinya atau dia mengucapkannya hanya karena dia merasa bersalah kepadaku.

Atau yang paling menyakitkan, dia terpaksa mengatakan itu kepadaku padahal dihatinya dia masih memikirkan peluang untuk bisa kembali bersama dengan Dias yang telah membuka pintu untuknya. Terkadang apa yang dia ucapkan tidak sejalan dengan apa yang ada dihatinya, apa yang ada di benakknya, sama seperti saat dia masih sering bertemu dengan Resty.

Bee.. terlepas kamu memang mencintaiku atau tidak, Ini bukan lagi soal manisnya kata kata cinta yang kamu ucapkan selama ini kepadaku, tapi ini tentang siapa yang ada dihatimu saat kamu mengatakan cinta untukku. Dia kan?

Aku menoleh Dias.

Mungkin dari awal semua ini memang salahku, aku terlalu memaksakan cinta dan kasih sayangku padamu disaat kamu masih mencintai wanita lain, atau mencintai wanita wanita lain,,shitt, aku tidak tau berapa banyak wanita yang ada dihatimu saat aku memaksamu jadi kekasihku.

Ternyata benar kata orang orang, Cinta yang awalannya dipaksakan tidak akan happy ending,,, Aku pernah berjuang untuk tidak menyerah denganmu saat kamu masih dekat dengan Resty, tapi tidak untuk sekarang Bee,, bukannya aku sudah menyerah, tapi aku tidak bisa membiarkan luka ini semakin besar dan akan semakin susah untuk diobati jika aku terus terusan memaksakan cintaku kepadamu.

Bukan hanya aku saja yang terluka, kamu juga akan terluka menangis diam diam dibelakangku karena terpaksa mencintaiku padahal seharusnya kamu bisa tersenyum bahagia bersama dengan Dias atau bersama dengan wanita lain. Bee.., Aku harus merelakanmu untuknya.

Tak kusangka, mencintaimu telah mengajariku banyak hal termasuk kedewasaan mencintai seseorang. Bahwa jika kita benar benar mencintai seseorang, kita harus rela untuk melepaskan. Aku menyadari, Sebesar apapun perasaan cintaku padamu, kita tidak akan pernah bisa bersama jika memang kita tidak ditakdirkan untuk bersatu.

Takdir perpisahan sudah mengintai kita diam diam dari belakang sejak pertama kali kita bersama, kini takdir itu datang dan aku tidak kuasa melawannya. Sesulit apapun itu, seberat apapun rasanya kehidupan yang akan kujalani tanpa kehadiranmu,, aku harus bisa merelakanmu karena aku terlalu mencitaimu, karena aku tidak sanggup melihatmu tidak bahagia jika terus-terusan bersamaku.

Cepatlah datang Bee, selamatkan masa depanmu, kebahagiaanmu,,

Ucapku dalam hati sambil melihat Dias.

Sejujurnya, Aku tidak tahan lama lama berada didalam satu ruangan berduaan bersama dengan Dias. Bukannya aku tidak menyukainya atau membencinya,, tapi saat melihatnya, aku selalu teringat mimpi mimpiku bersama Rega yang tidak akan pernah menjadi nyata yang semakin membuat hatiku hancur dan remuk. Aku ingin secepatnya terbebas dari situasi akward ini.

***

We lost sight of what we can’t touch
We lost it all but can’t remember how to love
I’m open with an empty heart
And we shall grieve until we start
We wonder why we feel empty inside
Why there’s a hunger that we can’t satisfy
A lonely world with a bad design
You waste your time on an endless climb

(PRISONERS by OUR LAST NIGHT)

***

KEESOKAN HARINYA

(10:00 / 14 Jam Setelah Meta dan Dias Diculik)

——POV REGA——

Kenapa ?

Kenapa ?

Aku : “KENAAAAPAAA…?” Teriakku melampiaskan emosi saat melihat wajahku sendiri di cermin kamar mandi hotel sambil memukul mukul meja wastafel.

Mendengar teriakanku yang cukup keras, Rein langsung masuk kedalam kamar mandi, begitu juga dengan Resty dan Ressa yang berdiri di depan pintu kamar mandi melihatku..

Rein : “Dek….” Sapanya lirih sambil merangkul lenganku, dia berdiri disebelahku,, menatapku dengan raut wajah menunjukkan empati kepadaku, seakan dia mengerti apa yang aku rasakan…

Aku : “Kenapa aku masih tidak berguna Rein? Kenapa aku sama sekali tidak berubah sedikitpun? ”

Aku : “aku.. aku masih tidak bisa berbuat apa apa dan terus terusan membiarkan orang orang yang kusayangi dibawa pergi.. aku tidak bisa menyelamatkan Alexa, aku gagal menolong Winry,,, sekarang Meta dan Dias dibawa pergi didepan mataku tapi aku masih tetap tidak bisa berbuat apa apa… kenapa aku masih tetap tidak berguna seperti dulu Rein? Kenapa? kenapa?” ucapku kepada Rein sambil menitihkan air mata, mengutuk diriku sendiri setelah bertahun tahun berlalu aku masih saja seperti anak kecil yang lemah, tidak ada yang berubah.

Rein yang melihatku seperti ini juga ikut meneteskan air mata…

Rein : “Dek,, Dengerin aku,, apa yang kamu katakan itu sama sekali tidak benar,,, apa kamu lupa dengan apa yang telah kamu lakukan pada Ressa dan Kakaknya? Kalau bukan karena kamu,, mungkin sekarang mereka masih terbelunggu orang tua itu,, jauh sebelum itu, apa kamu lupa dengan apa yang telah kamu lakukan untuk Ressa saat sekolah dulu?

Saat dia diganggu Galih dan gengnya? Atau saat dia kehabisan obatnya..? apa kamu juga melupakan apa yang telah kamu lakukan untuk Winry dan Mira saat kuliah? Kalau bukan karena kamu,, Mira tidak akan jadi seperti sekarang ini,,,”

Rein : “setelah semua yang kamu lakukan itu,, kamu masih tetap menganggap dirimu tidak berguna,,? Rega… ingatlah apa yang sudah kamu lakukan untukku, kamu memberikan tujuan dalam hidupku, dan itu sangat sangat berarti bagiku, kamu selalu ada disisiku, kamu membuatku lupa bagaimana rasanya kesepian setelah mama pergi, kamu memberiku alasan untuk tetap bahagia setelah kepergian mama… aku bahagia karena kamu, sampai kapanpun kamu akan selalu berguna untukku,, karena kamu adalah alasan kebahagiaanku..”

Langsung kupeluk erat tubuh kakakku yang sedang menangis,,,dan dia kemudian memelukku,,, Rein begitu tulus menyayangiku. Tak kusangka seperti itu yang dirasakan Rein denganku,, padahal kukira selama ini aku hanya menjadi beban hidupnya.

Beberapa saat kemudian aku dan Rein sudah mulai tenang,, pelukan dari orang yang begitu tulus menyayangiku sungguh bisa menenangkan hati dan pikiran.

Rein : “jangan terlalu menyalahkan dirimu sendiri,, kita hadapi ini bersama sama,,, kita harus menyelamatkan mereka,, untuk bisa menyelamatkan mereka,,kamu harus bangkit, jangan biarkan penyesalan membutakanmu,,,karena saat ini Meta dan Dias sedang membutuhkanmu… membutuhkan kita..”

Rein : “Oke,,?”

Aku mengangguk, Benar yang diucapkannya,, bukan saatnya untuk menyesali diri sendiri,, masih ada yang lebih penting yang harus dipikirkan,, keselamatan Meta dan Dias… karena jika terjadi apa apa dengan Dias ataupun Meta,, aku akan semakin menyesal,,,

ini adalah pertarunganku, aku telah kalah di dua perang sebelumnya, yang akhirnya membuatku kehilangan seorang yang saat itu kucintai, Alexa dan Winry,,, saat ini di perang yang sama,, takkan kubiarkan aku mengalami kekalahan lagi.

sedetik kemudian aku mendengar suara handphone ku berbunyi,,, dengan cepat aku keluar dari kamar mandi mencari asal suara dering handphoneku,, aku berharap ada kejelasan, entah itu dari mereka yang membawa Meta dan Dias ataupun dari kepolisian… tapi setelah kutemukan handphoneku, ternyata yang menelepon adalah Kak Neta…

Fuckk,,,, apa yang harus aku katakan kepada Kak Neta? Fuck,,Fuck,,,, Rein dengan cepat mengambil handphone yang masih kupegang,,, setelah melihat siapa yang menelepon dia langsung menolak panggilan dari Kak Neta,,, lalu melemparkan handphoneku diatas tempat tidur,,, kemudian dia menggelangkan kepalanya kepadaku.. dia memintaku untuk tetap tenang,,,, aku duduk lemas diatas tempat tidur sambil memegangi kepalaku,,,

Aku : “sudah lebih dari 12 jam berlalu… tidak ada petunjuk sama sekali..”

Apa yang sebenarnya mereka inginkan? Atau apa yang akan mereka akan lakukan kepada Dias dan Meta ?.. semakin lama waktu berjalan, aku semakin gelisah mengkhawatirkan mereka berdua… Bahkan semalaman aku tidak bisa tidur,, begitupun juga dengan Rein, Resty dan Ressa.

Semalam setelah aku disadarkan oleh orang orang yang ada di Taman, aku langsung menghubungi Rein,, memastikan dia baik baik saja,, aku takut dia juga menjadi incaran orang orang itu,, ternyata tidak,, namun Rein malah menyusul kesini meskipun aku sudah melarangnya untuk datang dan menyuruhnya agar tetap dirumah karena lebih aman disana,,

dia tetap bersikeras berangkat kesini sesaat setelah kuhubungi,, bahkan dia nekat datang kesini memakai motor sportku., karena di rumah tidak ada mobil lagi.. setelah memastikan Rein baik baik saja,, aku menghubungi Resty dan Ressa, mereka juga tidak diincar atau mungkin belum? Semalam aku langsung bergegas menuju kesini, Hotel tempat Resty dan Ressa menginap, menjaga mereka.

Orang orang yang membawa Dias dan Meta juga sempat merusak mobilku yang terparkir di Taman,, entah darimana mereka membuntutiku dan sesampainya di Taman mereka menunggu sampai Meta datang,, aku yakin mereka sengaja menjadikan Meta sebagai target mereka. Dan Dias kebetulan berada ditempat dan waktu yang tidak tepat,, sehingga dia juga ikut dibawa sama mereka… Mereka benar benar merencanakan aksi mereka dengan cermat.

Rein : “Kamu yakin mereka adalah orang orang suruhan Danu..?”

Aku : “aku sangat yakin,,, pasti ini ulahnya karena dendamnya denganku,,, menjadikan Meta sebagai incarannya adalah bukti dia ingin membalas perbuatanku telah merebut kalian darinya,,,” ucapku menghadap Resty dan Ressa yang berdiri bersebelahan.. yang tidak habis kupikir, kenapa Meta? Dia tidak pernah berurusan langsung dengan Danu,, atau mungkin orang orang itu salah sasaran? Dan seharusnya Rein yang jadi incaran mereka?

Resty : “Semua ini salahku, andai saja saat itu kamu tidak membantuku…” ucap Resty lemas merasa bersalah,

Aku : “tidak Ress,,masalah ini karena aku,, aku yang telah membuat Danu kesal,,,”

Rein : “Masalahmu sekarang jadi masalahku juga Dek,,,”

Ressa : “Masalah kita semua,,,” Ucap Ressa..

Resty : “aku akan sangat menyesal jika terjadi apa apa dengan Meta…” ucapnya sambil meneteskan air mata yang kemudian ditenangkan adiknya,,

Begitu juga denganku Ress… aku juga akan sengat menyesal seumur hidupku jika terjadi apa apa dengan mereka berdua.

Rein : “apakah kita harus ke kantor polisi? Mencari tau perkembangannya dan Apa yang sudah mereka lakukan… mungkin mereka sudah mulai menemukan petunjuk keberadaan Meta dan Dias…”

Semalam sebelum aku menuju kesini aku sempat mendatangi kantor polisi terdekat untuk melaporkan kejadian yang kualami,,,

Resty : “jika memang benar ini perbuatannya Danu,, kepolisian tidak akan membantu kita… karena Danu itu mempunyai kaki tangan di kepolisian… aku sangat tau akan hal itu..” ucap Resty…

Rein : “jadi kita sendirian,,? Dan hanya bisa menunggu orang orang itu menghubungi? Bagaimana jika mereka memang tidak pernah berniat untuk menghubungi kita? Dan,,,,,” kalimatnya terhenti,

Aku : “tidak,,,aku tidak bisa menunggu terlalu lama, kita harus segera melakukan sesuatu,, ,,setidaknya kita harus mencari petunjuk kemana mereka membawa Meta dan Dias…”

Rein : “Dek,,, Bagaimana mencari mereka di kota sebesar ini,,, ? rasanya … seperti bagaiamana kita bisa menemukan sebuah jarum dari segitu banyaknya tumpukkan jerami,, bisa saja kan mereka tidak berada di kota ini,,,..” Ucap Rein sambil melihat keluar jendela,, melihat view kota ini dari jendela kamar Hotel yang tinggi…

Rein : “bahkan malaikat pun tidak tau kemana orang orang itu membawa Meta dan Dias….” Lanjutnya,,,

Hahh?

Seakan mendapat pencerahan dari apa yang dikatakan Rein, sebuah titik terang tiba tiba muncul dikepalaku yang sejak semalam begitu gelap… aku langsung mencari sebuah nama di handphoneku,,, sial kenapa aku tidak kepikiran dari semalam..

Aku : “malaikat mungkin tidak akan tau dimana Dias dan Meta, tapi Hantu mungkin bisa menemukan mereka,,,,” ucapku,, Rein, Resty dan Ressa tampak kebingungan dengan ucapanku,,,

bertahanlah Bee ,, Dee,,, bertahanlah lebih lama lagi.,

Aku : “Haloo,, Angel..?”

DITEMPAT LAIN

——POV ANGEL——

Rega : “kumohon,,,,hanya kamu yang bisa menemukan mereka.. ”

TUTTTTTTTTTTTTTTTTTTT,

Telepon dari Rega terputus, baru saja bangun tidur, tiba tiba mendapatkan berita kurang baik dari Rega,,, yang kutakutkan akhirnya terjadi, padahal dia sudah kuperingatkan untuk tidak berurusan lebih jauh dengan Danu Wicaksono ataupun bermain main dengannya. Fucccckckkk….untuk bisa membantu Rega, Aku harus segera ke Dome dan mengumpulkan semua orang.

Aku : “kumpulkan semuanya… Aku tunggu di Dome sekarang juga,,” ucapku pada temanku Kirana, yang kuhubungi melalui Handphone..

Kirana : “Semuanya,,? Wait,,, Maksudmu semua member..?”

Aku : “Iya semuanya,,,apa aku kurang jelas??”

Kirana : “Damn Angel,, bukankah ini masih terlalu pagi..? aku belum membuat sarapan untuk suamiku…”

Aku : “berapa kali aku bilang,, jangan sembarangan menyebut namaku di telepon,,, aku gak peduli walaupun masih pagi, pokoknya aku ingin mereka semua ada di Dome sekarang juga.. ini darurat,,”

Kirana : “uhmmm,, setidaknya biarkan suamiku berangkat kerja dulu,, lalu aku akan berangkat setelahnya….oke?”

Aku : “SEKARANGGGGGG.,,,,” teriakku padanya,.., lalu kututup panggilan dengannya..

Shitt,,,Mentang mentang baru menikah dia ingin memasak sarapan untuk suaminya,,.. marriage… itu juga yang harus kulakukan? Meninggalkan dunia ini?,,uhmm,, jika yang mengajakku menikah itu Rega, baru aku mau meninggalkan dunia hacker,, hihi.

Karena aku pernah punya perasaan kepadanya, kami pernah sangat dekat karena tinggal serumah… Tapi hatinya lebih menginginkan Winry,,, walaupun pada akhirnya mereka tidak pernah bisa bersatu karena aku… akulah yang menjadi penyebab akhirnya mereka tidak pernah bisa bersama padahal mereka berdua saling mencintai. Mengingat kejadian itu pasti membuat air mataku menetes, sampai sekarang aku masih merasa bersalah kepada Rega terutama kepada Winry.

Apa yang dilakukan Winry adalah pilihan yang telah dibuat olehnya, karena hidup adalah selalu tentang sebuah pilihan kontradiksi. Bagiku menjalani kehidupan tak pernah lepas dari membuat suatu pilihan, seperti kode bineral yang hanya terdiri dari dua karakter “1” atau “0”,

seperti yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari hari, antara Ya atau tidak, gelap atau terang, besar atau kecil, salah atau benar, hidup atau mati dan Winry memilih untuk…. Pergi meninggalkan kami semua. Dan aku yang telah menuntun pilihan yang telah dibuatnya. Aku sangat menyesal..

Shtt,,,Bukan saatnya untuk menangisi masa lalu,, tanpa mandi aku bergegas berangkat menuju Dome yang lokasinya tidak jauh dari tempatku tinggal.

Tidak sampai 20 menit aku sudah sampai disini, rumah mewah bergaya modern ini merupakan markas kami, yang biasa kami sebut FileDome. What? Kalian membayangkan markas kami itu sebuah tempat yang gelap tersembunyi seperti di bunker dalam tanah atau di sebuah kontainer berkarat? Atau di lokasi yang menjauhi keramaian? Hahaha, kalian terlalu banyak menonton film.

Pemilihan Lokasi rumah ini adalah sebagai kamuflase untuk menghindari kecurigaan. Bagi warga sekitar, rumah ini dianggap sebagai tempat hang out wanita wanita cantik dan sexy yang sering mereka sebut grup sosialita. Karena kami sering mengadakan acara bbq di halaman rumah.

Tapi sekali lagi, itu semua hanya kamuflase, dengan begitu tidak ada yang mencurigai aktivitas kami yang sebenarnya didalam rumah. Siapa juga yang akan mencurigai apa yang dilakukan wanita wanita cantik, sexy dan manja didalam rumah mewah? Hihi.

Karena setidaknya sampai sekarang ini, belum ada yang tau kalau di dalam rumah ini adalah sumber dari serangkaian serangan peretasan yang sudah hampir dua tahun ini kami lakukan. Tentunya kalian sudah tau serangan seperti apa yang biasa kami lakukan seperti yang pernah kukatakan kepada Amelia agen intelijen itu, jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi.

Bicara tentang Ameliaa,,, Beberapa minggu yang lalu kami sempat was was ketika ada seseorang yang diam diam mengawasi kami, dan ternyata mereka dari badan intelijen negara hingga akhirnya memaksa kami untuk tidak bertemu dan berkomunikasi secara sembunyi sembunyi selama berminggu minggu sampai aku memberanikan diri bertemu salah satu dari agen mereka, Amelia yang ternyata teman sekolahnya Rega.

Setelah kujelaskan apa yang kami lakukan pada Amel, Sekarang kami tidak takut lagi dengan badan intelijen,, aku juga sudah menyusupkan sebuah virus di sistem mereka yang kutaruh pada Flasdisk yang telah kuberikan pada Amel, sehingga aku tau segala operasi mereka dan kami akan siap jika mereka mengincar kami lagi.

Mungkin terdengar agak aneh ada grup hacker beroperasi secara berkelompok bersama sama di dalam suatu tempat di dunia nyata, tidak seperti kebanyakan grup hacker lainnya yang beroperasi sendiri sendiri dan hanya bertemu dengan sesama kelompoknya untuk saling berkomunikasi di Dunia Maya.

Tapi kami sebaliknya, aturan ditempat ini adalah, semua operasi dilakukan disini, bekerja disini dan ketika semua selesai, kami tinggalkan semuanya disini, tidak pernah ada data yang keluar dari rumah ini. bagi kami itu lebih aman untuk kami dan keluarga kami masing-masing.

Sesampainya di Dome kulihat beberapa mobil dan motor sudah terparkir dihalaman, sepertinya mereka sudah pada kumpul. Dan benar saja, 9 wanita cantik dengan berbagai macam latar belakang sudah berkumpul diruang tamu, ada yang masih kelihatan ngantuk sampai tertidur di sofa ada juga yang bete seperti Kirana dan ada juga yang serius menatapku. Ada yang masih memakai baju tidur, ada juga yang sudah kelihatan cetar dengan make up di wajahnya.. dengan aku, total member berjumlah sepuluh orang,, dan kami adalah

***

…… : “kenapa sepagi ini sih?” ucap salah satu member,

Kirana : “tau’.. tanya aja sama dia..” ucap Kirana sebal..

…… : “Angel, aku ada kuliah pagi..” ucap salah satu member yang lain.

Jasmine : “Kakakkkk,, boleh aku tidur aja ya? Semalam aku habis diperkosa dua cowok ganteng….” Ucap salah satu member yang tengkurap di sofa.. dia pasti habis clubbing semalam.. Jasmine adalah member yang paling Muda,, jika kuceritakan profilnya, kalian pasti akan menangis dan merasa ingin melindungi seorang wanita seperti Jasmine. Kami semua sangat sayang dan peduli padanya.

Kirana : “Apa yang darurat? Jangan bilang kalau kamu akan mengungkap jati dirimu lagi ke agen intelijen seperti kemarin? Atau mereka sudah tau tentang tempat ini?” tanya Kirana serius.

Aku : “Bukaaann iituu,” ucapku sambil duduk disofa diantara mereka..

Aku : “lagipula kemarin itu kan karena kita ingin menyusup di markas intelijen melalui Amel. Dan kita sudah berhasil melakukannya… aku terpaksa mengumpulkan kalian sepagi ini,, waitt,, ini sudah hampir jam 11 siang,, kalian masih menyebut ini pagi hari..? dasar kalian ini…..huh. ada seorang teman yang membutuhkan bantuanku,, aku harus membantunya karena aku berhutang padanya.. kuminta kalian juga membantuku,, karena ini tentang keselamatan dua orang wanita,,,dan,,,,, waktu kita tidak banyak.…” jelasku kepada mereka,, seketika wajah mereka jadi serius setelah mendengar penjelasanku,,

Kirana : “uhhmm,,, oke,,lanjutkan..”

Aku : “jadi gini…..”

***

Setelah kujelaskan kepada mereka situasinya persis seperti yang diceritakan Rega tadi ditelepon, kami semua mengatur rencana dan strategi apa yang harus kami lakukan untuk bisa menemukan kedua temannya Rega. Teman? Entahlah siapapun kedua wanita itu,, yang pasti Rega sangat khawatir kepada mereka berdua.

Tak butuh waktu lama, akhirnya kami semua sepakat…. Tidak lama setelah berdiskusi, tujuh member bergegas berangkat menuju kota sebelah menggunakan dua mobil dan membawa beberapa perlengkapan yang diperlukan,sedangkan aku dan Kirana tetap berada di Dome bersama dengan Jasmine, dia masih hangover karena semalam, jadi dia tak kubiarkan ikut ke kota sebelah.

Kami bertiga langsung menuju ruang tengah Dome yang merupakan tempat kami “Bekerja”, didalam ruangan ini terdapat berbagai macam piranti canggih yang mempermudah aksi aksi kami, dipenuhi dengan komputer dan satu sisi dinding ruangan ini terdapat layar besar, Sangat besar dan beberapa layar ukuran kecil di sisi sisinya,

Oiya, Rumah ini juga bisa disebut sebagai rumah pintar, karena rumah ini dirancang mempunyai sistem otomatisasi untuk mengintegrasikan semua sistem, semua bisa dilakukan hanya melalui sebuah tombol di gadget kami,, mulai dari menyalakan lampu, menyalakan televisi, mengisi air bathub, membersihkan kolam renang, memanaskan air dan lain sebagainya,, mirip mirip rumahnya Om Tony Stark,, hihi. Dibantu dengan kecepatan internet yang mumpuni, kami semua bisa melakukan aksi aksi kami dengan nyaman tanpa suatu kendala berarti.

Oke kembali ke rencananya, Kami yang tersisa di Dome akan melakukan peretasan pada beberapa cctv keamanan di kota sebelah yang terpasang disekitaran Taman dan diwaktu yang tadi disebutkan Rega. Membobol jaringan Kamera CCTV keamanan kota bukanlah hal yang sulit bagi kami. Melalui rekaman CCTV itu kami mencari mobil van dengan ciri ciri yang tadi disebutkan Rega. Jadi kami bisa tau kemana kira kira Van itu pergi atau mungkin kami bisa tau dimana van itu berhenti.

Jasmine : “uhmm,, Ini mobilnya…?” ucap Jasmine sambil tetap melihat layar monitor didepannya, aku dan Kirana langsung menghampiri mejanya,,,

Aku : “Sepertinya memang itu mobilnya,,,,” persis yang disebutkan Rega, di layar monitor itu terlihat sebuah mobil van yang tiba tiba masuk ke dalam taman,, tapi kami tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam taman karena didalam Taman tidak terpasang CCTV.

Kirana : “Cepetin waktunya ….” Perintah Kirana pada Jasmine,, Jasmine segera mempercepat rentang waktu rekaman cctv dan terlihat mobil van itu keluar dari taman..

Kami ikuti jejak mobil van itu dengan men-tracking beberapa CCTV di jalan yang dilalui mobil van tersebut setelah keluar dari Taman,

Kami tidak bisa mengikuti jejak sampai dimana mobil itu berhenti karena terbatasnya CCTV. Tapi yang penting kami tau kemana arah mobil van itu pergi, yaitu ke arah utara Kota sehingga kami bisa mempersempit area pencarian. Selanjutnya adalah tugas ketujuh teman kami yang sedang dalam perjalanan ke kota sebelah. Aku menginfokan ke mereka agar sesampainya disana, untuk segera menuju ke bagian utara kota.

( 15:00 / 19 Jam Setelah Meta dan Dias Diculik)

Akhirnya setelah beberapa jam menunggu, Baru saja aku mendapat kabar kalau ketujuh teman kami sudah sampai di bagian utara kota sebelah, dan mereka sudah siap menerbangkan Drone yang mereka bawa. Drone? Yapp,, kami menyebarkan lima drone untuk menyisir wilayah bagian Utara kota melalui udara untuk mencari mobil van tersebut.

Drone drone itu pun saat ini sudah terbang memecah langit kota sebelah. Jika kalian tinggal di wilayah utara kota sebelah, coba keluar rumah sekarang juga,, mungkin kalian bisa melihat beberapa drone melintas diatas rumah kalian.

Kamera yang terdapat disetiap Drone tersebut terhubung dengan monitor yang ada disini, Sehingga kami yang ada di Dome juga bisa ikut melihat apa yang dilihat setiap Drone.

1 Jam Berlalu,,,

2 Jam Berlalu,,,

Meskipun drone telah beberapakali berputar putar menyisir dari udara, tapi Kami belum bisa menemukan mobil van itu, ternyata mencari mobil itu tidaklah mudah. Kami khawatir jika mobil tersebut terparkir didalam sebuah rumah atau sebuah gedung sehingga drone drone tersebut tidak bisa melihatnya. Semua back Up Baterai Drone yang teman teman kami bawa juga sudah terpakai. Diperkirakan drone drone itu hanya bisa bertahan selama 30 menit.

Apalagi hari sudah semakin gelap, akan semakin sulit mencari van itu saat malam..Shitt,,,,,

Kirana : “Jasmine,, perlihatkan view satelit wilayah utara kota sebelah,,,” perintah Kirana,,

Jasmine : “Done…” Seketika apa yang diminta Kirana sudah terpampang di layar besar ruang tengah,, dengan serius Kirana memperhatikan layar itu,,,

Kirana : “Disana,,,,” ucap Kirana, lalu dia mencoba menghubungi teman teman kami yang ada di kota sebelah.

Aku : “What,,,?”

Kirana : “Arahkan semua drone ke pelabuhan,,,,” ucap Kirana kepada teman teman kami melalui hanpdonenya,, lalu dia melihatku,..

Kirana : “Trust Me…” ucapnya dengan percaya diri,,,,

Aku tidak pernah meragukan intuisi yang dimiliki Kirana, Seakan dia memiliki kemampuan memahamai apa yang terjadi tanpa harus membutuhkan perhitungan yang rasional. Selain itu, dia adalah salah satu yang terbaik dari kami.

Seketika kelima Drone itu terbang menuju pelabuhan, aku dan Jasmine serius melihat layar layar rekaman video dari drone drone tersebut. Sedangkan Kirana masih memperhatikan view satelit area pelabuhan kota sebelah. Beberapa kali dia mondar mondar kembali ke mejanya lalu melihat layar besar lagi.

Kirana : “Disana… aku yakin mereka disana,,,” ucap Kirana tiba tiba sambil menunjukkan di layar besar sebuah bangunan di dekat pelabuhan. Sebuah bangunan yang membelakangi laut. Aku mendekati layar,,,

Aku : “Itu,,,,,” yang kulihat adalah sebuah gedung tua terbengkalai membelakangi laut,,

Kirana : “aku sudah memeriksa profil tempat itu, gedung itu adalah sebuah terminal kapal pesiar yang sudah tidak terpakai sejak lama,, Mereka pasti disana…” Ucap Kirana meyakinkanku.

Aku : “Arahkan semua Drone ke gedung itu….” perintahku kepada teman teman kami yang ada di kota sebelah..

Jasmine : “Lihat Itu,,,” teriak Jasmine tiba2…

Aku dan Kirana langsung melihat salah satu rekaman video dari drone yang pertama kali sampai di gedung tua itu.dan aku melihat baru saja sebuah mobil van keluar dari gedung tua itu, dan mobil itu adalah mobil yang membawa kedua temannya Rega, persis perkiraan Kirana.

Aku : “Kita menemukannya,,,” aku sangat lega dan senang akhirnya bisa menemukan lokasi dimana kedua teman Rega dibawa. Aku langsung memeluk Kirana,,, dia juga kelihatan sangat lega..

Jasmine : “uhmm,,, maaf merusak suasana,,,tapi coba lihat ini,,,,,” ucap Jasmine,,

Aku : “ ada apa Jasmine…?” ucapku sambil mendekati mejanya, dia sedang serius melihat sesuatu di layar komputernya,,,

Jasmine : “aku mencoba masuk ke database kepolisian barangkali ada record tentang gedung itu,,, dan ini yang kutemukan….”

Aku : “Fuckk,,,Fuckkk,, Fuckkkkkkkkkkk…”

Aku begitu terkejut dengan apa yang kubaca tentang profil gedung tua itu,, menurut kepolisian, gedung tua itu terindikasi digunakan sebagai markas penjahat paling berbahaya di kota sebelah, pembunuh bayaran paling keji yang dijuluki KillBill ,,, di database itu juga dituliskan dosa dosa yang pernah dilakukan penjahat itu, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, obat obatan terlarang, kepemilikan senjata api ilegal dan lain sebagainya yang membuat merinding bagi siapapun yang membaca profilnya.

Tubuhku langsung lemas setelah membaca database kepolisian itu, memikirkan tentang apa yang akan Rega hadapi disana, atau apa yang menanti Rega disana.

Kirana : “Angel… apa yang akan kamu lakukan…?” tanya Kirana cemas kepadaku.

Aku : “Suruh mereka kembali,,,,” ucapku lirih kepada Kirana untuk menyuruh teman teman kami yang ada di kota sebelah agar segera kembali kesini. Sedangkan aku duduk lemas memegang handphoneku,, setelah beberaa saat berpikir,,lalu aku menghubungi Rega…

Aku : “Aku sudah menemukan dimana mereka….” ucapku kepada Rega melalui sambungan telepon,,,

Rega : “Dimana? Cepat kirimkan lokasinya kepadaku,,,,” perintah Rega

Aku : “Rega,,kamu harus tau,, tempat itu berbahaya, kamu tidak akan kesana kan,,?” ucapku sambil meneteskan air mata,,,

Kirana : “Regaa,,,?” Kirana tampak terkejut saat aku menyebut nama Rega,,,

Rega : “Apa maksudmu,,? Aku harus menyelamatkan mereka,,”

Aku : “kumohon Rega,,, Berjanjilah kepadaku kalau kamu tidak akan kesana,,,plisss..” aku masih memohon kepada Rega agar dia tidak ke tempat itu,,,

Rega : “Ohh Shit…. Angel cepat berikan lokasinya kepadaku,, sudah tidak ada waktu lagi,,,”

Sambungan telepon dengan Rega terputus, dengan berat hati dan perasaan campur aduk terpaksa aku kirimkan lokasinya kepada Rega.. setelah itu kulemparkan begitu saja handphoneku ke lantai, dan aku menangis sejadi jadinya.

Kirana langsung menenangkanku,,,

Aku : “aku takut terjadi apa apa kepadanya,,,” ucapku sambil menangis dipelukan Kirana…

Rega tetaplah Rega,, dia tidak akan hanya diam saja ketika orang orang disekitarnya kesusahan atau sedang kesulitan. Sekali lagi, setiap pilihan selalu ada “1” atau “0”, ya atau tidak, untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu,,, dan Rega memilih nomor “1” yang artinya Rega harus pergi ke tempat berbahaya itu,,

( 20:00 / 24 Jam Setelah Meta dan Dias Diculik)

——POV META—–

Tubuhku sangat lemas, tanganku yang terborgol kebelakang juga sudah mulai mati rasa. Kukira aku tidak akan kuat dikurung selama seharian di ruangan seperti ini, nyatanya keadaan Dias lebih mencemaskan daripada aku. Dias tertunduk di kedua kakinya dengan mata yang terpejam, kulihat tubuhnya beberapa kali menggigil,.

Beberapa saat kemudian Dias membuka matanya menoleh kearahku,, mungkin dia juga sedang memastikan keadaanku.

Aku : “Kamu gpp…?” tanyaku lirih kepadanya,,

Dias : “aku cuma kedinginan…” jawabnya,,

Aku : “Cobalah untuk tidur,,,”

Dias menggelengkan kepalanya,,

Dias : “Ditahan dalam sebuah ruangan menyeramkan seperti ini tanpa tau alasan kenapa kita dikurung membuatku tidak bisa tidur,, tapi setidaknya aku tidak sendirian disini,,,” ucapnya lalu tersenyum,,

Dias : “Keluargaku taunya aku sedang menginap bersama anak anak di panti asuhan yang didirikan Galih.. tapi Bunda pasti khawatir karena aku tidak memberikan kabar seharian…”

Galih mendirikan Panti Asuhan..?

Aku juga merasakan hal yang sama, Dengan keadaan serba tidak jelas seperti ini, sulit bagiku untuk bisa tidur. Rasa lelah dan kantuk masih kalah dibandingkan dengan perasaan takut yang menghantui tentang apa yang akan terjadi padaku, apa yang akan orang orang itu lakukan kepada kami berdua. Berbagai macam pikiran buruk terlintas dikepalaku sejak kami berdua ditempatkan diruangan ini.

Beberapa kali ada seorang yang masuk kedalam ruangan ini, seorang dengan badan yang sangat kekar dan wajah yang menyeramkan,,dia memperkenalkan namanya pada kami berdua sebagai James, tapi teman temannya dari luar ruangan sering memanggilnya Jamal.

Dia terlihat cukup baik untuk ukuran seorang penculik,, pagi hari dan sore tadi dia membawakan makanan dan minuman untuk kami meskipun hanya sekedar roti kemasan. Bahkan dia bergantian menyuapi kami karena tentu kami tidak bisa makan sendiri dengan tangan yang terborgol kebelakang.

Untunglah Dias masih bisa tersenyum meskipun dengan keadaannya seperti itu, dia mencoba bertahan, aku juga harus tetap bertahan. tapi Sampai kapan kami akan seperti ini? Kamu dimana Bee..? Kenapa sampai sekarang kamu belum datang?

Dias : “Meta…” Dia memanggilku dan aku menoleh kepadanya.

Dias : “umm Kamu dan Ega… kalian sedang dekat…?” tanya Dias kepadaku, pertanyaanya yang tiba tiba itu berhasil membuatku kaget. kenapa dia bertanya seperti itu? mungkinkah daritadi dia sedang memikirkan Rega…?

Dias : “Malam itu, Saat pertama kali Ega bertemu dengan Galih di café, kamu ada disana kan? Aku juga melihatmu di kota sebelah datang bersama dengan kakaknya Ega, semalam dia juga bersamamu di Taman… aku ingin tau, apakah ada sebagian dari Ega dalam dirimu? Dan itukah yang ingin kamu bicarakan denganku di Taman?,,,”

Sebagian dari Rega dalam diriku? Astaga,,, Diberondong pertanyaan tentang kedekatanku dengan Rega olehnya membuatku tidak bisa berkata kata selama beberapa saat,, itukah caranya untuk mengetahui perasaanku yang sebenarnya? Aku bagaikan seorang terdakwa yang sedang duduk di kursi pesakitan sedang disudutkan oleh seorang hakim.

Sudah pasti Dias berpikir aku sedang dekat dengan Rega, aku yang dulu sama sekali tidak mengenal Rega tiba tiba kelihatan olehnya selalu bersama dengan Rega. Dia juga melihatku sudah akrab dengan Rein kakaknya Rega. Menurutku, Dias ingin memastikan kedekatanku dengan Rega.

Aku yang harus kujawab? Haruskah kukatakan kepada Dias yang sebenarnya tentang hubunganku dengan Rega..? Aku tidak tau berapa kali Rega dan Dias bertemu setelah kejadian di kota sebelah, Tapi setelah mendengar pertanyaan Dias, akhirnya aku tau satu hal, kalau Rega tidak pernah memberitahu Dias tentang hubunganku dengannya. Baiklah,,,, aku akan mengatakan kepada Dias apa yang diinginkan Rega yaitu merahasiakan hubunganku dengannya kepada Dias.

Aku : “Ya,, kami memang sedang dekat… Tapi hanya sebatas teman kok Dee.. bahkan kami hanya bertemu beberapa kali… ” ucapku lirih kepadanya…. mengatakan hal seperti itu seketika ada sesuatu yang menyeruak dalam dadaku, rasanya sesak sekali.

Aku : “Kebetulan Rega itu satu kantor dengan sahabat baikkku,, aku dan Rega sedang dalam usaha membantu sahabatku lepas dari jerat seseorang yang jahat,, kami beberapa kali bertemu untuk membicarakannya.. mungkin karena orang jahat itu juga kenapa kita berada disini sekarang,, jadi tidak ada sedikitpun tentang Rega didalam diriku,, hahahaha..” sekuat hati aku mencoba mengubur perasaanku dalam dalam agar Dias tidak tau perasaanku yang sebenarnya.

Dias : “uhhmm,,, lalu semalam,,,,”

Aku : “kamu mencintai Rega..?” kupotong kalimatnya sebelum dia menyelesaikannya,,, dia sedikit kaget dengan pertanyaanku yang tiba-tiba. Lalu Dias memalingkan mukanya kedepan….

Dias : “Aku yakin kamu mendengar semua yang kukatakan kepada Ega di kota sebelah, sebelum akhirnya kamu tiba-tiba pergi” ucapnya sambil melihat kedepan..

Oh Shitt,, jika dia bertanya kenapa aku tiba tiba pergi saat itu, aku tidak tau lagi harus menjawab seperti apa. Ya, aku mendengar semua yang dia ucapkan kepada Rega di kota sebelah,bodohnya aku,, kenapa aku bertanya sesuatu yang hanya membuat hatiku semakin sakit?

Dias : “Selama kalian bertemu, dia tidak pernah cerita tentang aku..?” tanya dia kepadaku. Dia menatapku lagi,,

Tidak sedikitpun, itu yang sangat aku sayangkan sampai sekarang, aku sangat kecewa dengannya karena dia merahasiakan kedekatannya dengan Dias,,

Aku : “sebenarnya kami tidak pernah bicara tentang kehidupan pribadi kami,,, sejak kapan kalian dekat? Setelah acara Reuni itu?“ ohh tidak,, aku tidak bisa berhenti menyakiti diri sendiri dengan bertanya seperti itu kepadanya,,,

Dias : “Bertemu lagi dengannya di acara reuni itu setelah sekian lama sungguh tak pernah kubayangkan sebelumnya. Uhm,, ya, Setelah hari itu kami sering menghabiskan waktu bersama, seiring berjalannya waktu bersama dengannya, perlahan aku merasakan sesuatu dalam diriku, sebuah rasa yang tidak pernah kurasakan sebelumnya….”

Cinta,, Dias mencintai Rega setelah pertemuan mereka di acara Reuni itu. Great,, Rega juga merupakan cinta pertamanya Dias… kenapa mereka tidak bersatu sejak dulu saja sih,, dengan begitu Rega tidak perlu menebar cinta dan luka kepadaku, kepada Resty atau kepada semua wanita yang pernah dia cintai dan yang terluka karenanya.. kenapa dunia berjalan begitu berbelit belit.. Fuck dengan cara berjalannya Dunia,,,

Dias : “Bagiku itu sangat membingungkan, padahal aku bukanlah tipe wanita yang mudah jatuh cinta dengan seorang pria karena sejak kecil keluargaku terutama ayahku selalu mengingatkanku tentang perjodohanku dengan Galih,, selalu ada jarak dan batasan batasan yang harus kujaga ketika berteman dengan seorang pria.. tapi dengan Ega terasa berbeda, hanya sebentar saja dia bisa membuatku terpesona dengan segala yang dilakukannya kepadaku, aku menikmati semua perhatiannya kepadaku, caranya menatapku masih sama saat sekolah dulu, tatapan matanya mengisyaratkan kalau dia mempunyai perasaan yang sama denganku,,”

Dias : “Dengan adanya perjodohan itu aku sadar kalau aku tidak boleh jatuh cinta kepadanya,, tapi aku tidak bisa menahan diriku sendiri.., Secara tidak langsung aku membiarkan dia melewati batasan batasan yang seharusnya kujaga. perasaanku kepadanya semakin tak terbendung…saat kuutarakan padanya rencana perjodohanku dengan Galih, dia terlihat sangat kecewa dan akhirnya menjauhiku,,, sampai dengan saat itu aku tidak pernah punya kesempatan memberitahu perasaanku kepadanya..

Dias : “ternyata memendam perasaan kepada seseorang yang kita cintai itu sangat menyaktikan,, lebih menyakitkan daripada penolakan.. sakit sekali rasanya karena tidak bisa mengatakan kepada Ega kalau aku ingin selalu berada disisinya setiap waktu, tidak bisa mengatakan kepada Ega kalau aku ingin menjadi hal terpenting dalam hidupnya..”

Dias : “Pertama kalinya merasakan manisnya anugerah paling indah dari Tuhan tapi kemudian merasakan sakit karenanya..mungkin kamu lebih berpengalaman dari aku,, Katakan Meta, apakah mencintai seseorang itu memang selalu menyakitkan..?” tanya dia padaku..

Aku : “Ya,, terkadang cinta bisa terasa sangat menyakitkan,,” jawabku lirih sambil memejamkan mata, karena itulah yang saat ini sedang kurasakan,, dan perasaan seperti ini baru pertama kali kurasakan setelah berkencan dengan beberapa pria sebelum dengan Rega. .

Dias : “Tapi Ternyata Tuhan masih baik kepadaku, rasa sakit ini bisa terobati sejak Galih mengatakan kepadaku untuk tidak memaksaku menikah dengannya,, akhirnya aku punya kesempatan untuk menyatakan perasaanku kepada Ega,, dan kemarin di kota sebelah kuutarakan semua perasaanku yang selama ini terpendam kepadanya.. kalau aku begitu mencintainya,…”

Bagiku yang paling menyakitkan adalah merelakan Rega untukmu Dee,, karena sampai sekarang aku juga masih mencintainya,, aku tidak bisa melupakan cinta dibalik kekecewaanku kepada Rega. mendengar Dias bilang cinta kepada Rega membuat hatiku semakin sakit,, nyatanya aku masih tidak bisa merelakan Rega. Sekuat tenaga aku menahan air mataku untuk tidak jatuh, karena dengan tangan terborgol aku tidak bisa mengusap air mataku jika jatuh,, aku tidak ingin Dias melihatku menangis. Ahhh kenapa hidupku serumit ini,,,,

Dias : “Siapa yang menyangka, anak kecil gendut yang selalu memakai kacamata itu kini menjadi seorang pria dengan penampilan yang keren,, bahkan Linda…….” Kalimatnya terhenti, kulihat dia memejamkan matanya sejenak,,, dia ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan,,, tapi aku tau apa yang akan dia katakan tentang Linda dan Rega..

Dias : “Bahkan teman temannya tidak bisa mengenalinya ketika dia datang di acara reuni itu,,, aku penasaran,, kehidupan seperti apa yang telah dia lalui selama ini dan siapa yang telah merubahnya jadi seperti sekarang…”

Segitu drastisnya kah perubahan Rega? Uhm,,, Mungkin Rein yang membantunya berubah jadi seperti sekarang, karena dia begitu bergantung kepada kakaknya itu.. atau Kak Neta juga turut andil “merubahnya” ,, atau mungkin Alexa.. Entahlah,, Rega tidak pernah cerita kepadaku tentang masa lalunya.. Hufftt…

Dias : “Dulu dia selalu dihindari teman temannya, tapi Dengan penampilannya yang sekarang,,, semua wanita akan mudah untuk dekat dan jatuh cinta kepadanya…” ucapnya sambil menatapku dengan tatapan matanya yang tajam seakan mengisyaratkan sesuatu…

Apa sih yang sebenarnya ingin dia katakan? Apakah dia sedang memancingku agar aku menunjukkan perasaanku yang sesungguhnya terhadap Rega…?

***

BRAGGG,, Pintu ruangan ini tiba tiba dibuka, dua orang masuk kedalam ruangan dan salah satunya adalah James.

James : “Jangan Bang,, tadi Bang Billy kan sudah bilang,,kalau kedua wanita ini jangan di apa apakan sampai pria itu datang,,, ” ucap James menahan satu orang yang lain…

Apa? Apa yang akan orang ini lakukan kepada kami..? aku dan Dias saling berpandangan, firasatku mengatakan orang ini akan berbuat buruk kepada kami berdua,,

…… : “..terlalu lama menunggu pria itu datang,, bahkan belum ada yang menghubungi pria itu kan,,?”

James : “itu karena Bang Billy masih ingin memastikan kalau bos besar tidak tau rencana kita yang sebenarnya..”

……. : “ahhh sudahlah,, selagi Bang Billy sedang pergi,, aku akan sedikit bersenang senang dengan mereka,, “ ucapnya sambil menatap kami lalu mendekati kami.. Mendengar ucapan orang itu aku langsung panik, begitu juga dengan Dias.. untuk kedua kalinya kami merasa sedang dalam bahaya.

…… : “Haloo gadis gadis manis,, siapa yang sedang kedinginan? Hmm,,malam ini abang akan menghangatkan tubuh kalian… hahaha… anjingg,, cantik cantik banget gini yaa,, jauh sama PSK jalanan itu…” ucapnya sambil melihatku dan Dias secara bergantian,,,

Sialan,, kami disamakan dengan PSK.. orang yang penampilannya tidak jauh beda dengan James itu mendekatiku,, lalu mendekatkan wajahnya kearahku… seketika aroma asap rokok bercampur alkohol menusuk hidungku.

…… : “ckckck…cantik dan mulus sekali kulitmu sayang,,,” ucapnya sambil tangannya dengan bebas mengusap bagian atas lenganku yang tak tertutupi kain karena aku hanya memaki dress panjang tanpa lengan. Tiba tiba nafasku memburu,,,

…… : “Yang ini pasti bisa berguna untuk melampiaskan nafsu sehari hari, bersama wanita sepertimu, pasti setiap malam rasanya bagaiakan malam jumat sayang,, hahahaaha” lanjutnya,,

Mendapat hinaan dan pelecehan darinya reflek aku meludahi mukanya, yang langsung dibalas dengan tamparan keras diwajahku…

PLAAAAKKKK,,, astaga sakit sekali,,,, pipiku langsung terasa panas terkena tamparan tangannya yang kekar,,,

…… : “Brengseeekkkk…Berani kamu ya…” Umpatnya setelah menamparku,,, lalu tangannya mencengkram wajahku sampai kepalaku terbentur tembok.… dan dia menatapku tajam. Apa yang akan dilakukan orang ini? nafasku semakin memburu…

Dias : “Metaaa,,,”

James : “Udah Banngg,, kasihannn… “ cegah James dengan menarik narik lengan orang itu,, orang itu terlihat emosi dengan tingkah James, yang terjadi selanjutnya adalah orang itu malah memukul James sampai dia tersungkur kebelakang.. Lalu orang itu menarik tubuh James yang masih kesakitan keluar ruangan lalu dia masuk lagi kedalam, menutup pintu dan menguncinya dari dalam.

Aku dan Dias semakin panik,, jantungku berdebar kencang,, apa yang akan dilakukan orang ini kepada kami?

…… : “Sampai dimana kita tadi..?” ucapnya kepada kami… kemudian dia mendatangiku lagi..

…… : “Tubuhmu memang menggoda cantik,, tapi yang tertutup lebih membuatku bergairah,,,” ucapnya, lalu mendekati Dias.

Sialan,, aku merasa terhina, bahkan orang jelek itu lebih memilih Dias daripada aku,,, apalagi Rega,? huftt,, ehh?,,astaga, bukan saatnya berpikiran seperti itu… Kulihat Dias ketakutan didekati orang itu, dia menekuk kedua kakinya di tubuhnya. Kemudian orang itu sudah ada dihadapan Dias, memegang lutut Dias lalu mengusapkan tangannya yang besar mengikuti lekuk betis kakinya Dias yang tertupi rok panjang.

Dias : “Jangan…!” Ucap Dias Panik

Tangan orang itu mulai meraba bagian mata kaki Dias dibalik rok maxi panjang yang Dia pakai. Dias sangat ketakutan, dia mencoba meronta tapi dengan tangan terborgol kebelakang dan kakinya yang dicengkram kuat, nyaris perlawanan yang dialakukan Dias tidak ada artinya sama sekali.

Aku : “Brengseekk, jangan sentuh Diaa..” teriakku..

Tangan orang itu malah masuk ke dalam rok panjang Dias, entah sudah sampai mana tangan itu bergerilya karena aku tidak bisa melihatnya. Dias terlihat tidak nyaman dengan perlakuan orang itu, matanya terpejam,, air matanya keluar…

Dias : “Jangan,,,!”

…… : “mulus sekali pahamu…, aku jadi tidak tahan,,,,” ucap orang itu,, cukup lama tangan orang itu didalam roknya Dias,, lalu tangan orang itu ditarik keluar,,

……. : “aku ingin tau apa yang kamu sembunyikan dibalik bajumu ini manis,,,” ucapnya sambil memegang kemeja Denim yang dipakai Dias,, dengan sekali gerakkan orang itu menarik kasar kemeja Dias dengan kedua tangannya, sampai kancing kancing kemeja itu lepas karena dibuka secara paksa. bagian depan tubuh Dias terbuka,, kulitnya putih agak kemerahan diatas dadanya mungkin karena kedinginan,,, menampakkan Bra warna pink yang menempel ketat di tubuhnya menutupi payudaranya.

Lalu orang itu mengambil sesuatu dari saku celanya, aku melihat yang diambil itu adalah sebuah pisau lipat.Melihat itu, Ketakutan Dias semakin bertambah…

Aku : “Apa yang akan kamu lakukan,,,? Hentikaan…” aku terus berteriak kepada orang itu, tapi dia sama sekali tidak mempedulikanku.

Orang itu menggunakan pisau untuk memutus bagian tengah penyambung antar cup bra yang dipakai Dias Lalu dia juga memotong salah satu tali bra di pundaknya Dias. Dengan sekali tarikan, Bra yang dipakai Dias terlepas dari tubuhnya tanpa harus melepas kemejanya Dias. Kini Payudara Dias sudah tidak ada yang menutupi.

…… : “Tidak begitu besar, tapi bentuknya indah sekali.. aku suka,,” ucapnya sambil menatap liar payudara ranum Dias yang ukurannya jauh lebih besar dari punyaku,,, sial,, apa Cuma aku dicerita ini wanita yang toketnya kecil? Ahhh Penulis brengsek….

Aku : “ahhh,,,HENTIKAAANNN” Teriak Dias,, saat kedua tangan orang itu meremas secara kasar kedua payudara Dias… Dias terlihat kesakitan dengan air mata yang membasahi wajahnya.

Aku miris melihatnya, aku yakin, ini pertama kalinya payudara Dias disentuh seorang pria…,

Aku : “Stopp,,, jangan sentuh Dia…” aku terus berteriak, memohon kepada orang itu..

Dias : “Hentikaaann,, Hentikaann,,,,” teriak Dias sambil tetap meronta,, Tapi orang itu tetap tidak mau berhenti meremas kedua payudara Dias,, teriakan Dias malah semakin membuat orang itu lapar untuk terus menjamah setelah melihat payudara Dias yang ranum.

Dias : “ahhhhh…..” Dias masih merasa kesakitan,,

Aku bisa melihat putting payudara Dias diputar putar dan ditarik tarik sangat kuat secara bergantian olehnya,

Dias : “Akjhhhh,, sakittt,” teriakan Dias semakin kerasss,,,

Dias : “lepaskaaaann, lepaskaan,,,”

…… : “teriaklah sekencang kencangnya,, tidak ada yang akan menolongmu manis,, hahaha..”

Puas menjamah payudaranya Dias, orang itu sekarang mulai mencumbu payudara itu,, mulutnya dengan ganas melumat payudara Dias secara bergantian. Dias menggeleng gelengkan kepalanya sambil memejamkan mata. Dengan lahap Orang itu menjilati kulit payudara Dias sampai kulihat kedua payudara itu mengkilap karena air liur orang itu,,, lalu saat lidahnya bertemu puncak dari payudaranya Dias,,, orang itu menghisap dengan kuat dibagian itu. sambil tangnnya meremas dengan kuat payudara Dias yang lain,,,,

Dias : “Jangann,,, hentikaannn,sakitttt,,, aahhh.”

Dias tetap berusaha meronta menggerak gerakan badannya,kakinya terus berusaha mendorong badan orang itu namun badan orang itu terlalu kekar,, Orang itu melingkarkan lengannya pada badan Dias, lalu dia semakin ganas mencumbu bagian depan tubuhnya Dias,, kini tangan orang itu mulai meraba raba bagian kewanitaan Dias , tangan orang itu masuk menyusup melalui bagian atas roknya Dias,,,

Aku : “Hentikaan Brengsek,,,” aku semakin emosi melihat Dias diperlakukan seperti itu.. kakiku mencoba menjangkau orang itu tapi tidak sampai,,, orang itu seperti kesetanan melahap kedua payudara Dias secara bergantian.. Dias hanya bisa menangis payudaranya dijamah pertama kali oleh seorang pria dengan kasar.. aku sangat kasihan dengannya..

Setelah selesai mencumbu payudara Dias, orang itu menyingkap seluruh rok panjang Dias ke atas… memperlihatkan seluruh kaki dan paha Dias yang putih,, kemudian orang itu seperti anjing yang sedang menjilati paha Dias yang mulus sambil tetap meremas remas payudara Dias,,,,, dikuasai hawa nafsu yang besar setelah menjamah dan mencumbu bagian atas badannya Dias, orang itu dengan cepat dan kasar melucuti celana dalamnya Dias.. sampai celana dalam warna putih itu lepas dari kakinya Dias.

…… : “sempurna…..” ucap orang itu setelah melihat kewanitaan Dias yang bersih terawat tanpa bulu. Dias mencoba merapatkan kedua kakinya dan menekuknya lagi..

Orang itu kemudian berdiri, menurunkan celananya ke lantai,, dia sudah setengah telanjang,, astaga apa yang akan dia lakukan..? dia akan memperkosa Dias ? tidakk,,, tidak boleh,, Dias masih suci, dia menjaga kesuciannya hanya untuk pria yang dicintainya, sebagai kado istimewa bagi pria yang akan menikah dengannya, kesucian Dias untuk Rega.. akan menjadi sia sia usahanya selama ini menjaganya, jika kesuciannya direnggut orang itu.

Aku : “Stoppp,,Stoppp.. lakukan denganku,,, LAKUKAN DENGANKU,,,,” teriakku kepada orang itu, dan aku berhasil mendapat perhatiannya,,..,

Aku : “Lakukan apa saja pada tubuhku aku tidak akan melawan, asal jangan sentuh dia…” ucapku padanya,,

Dias menatapku,, dia menggelengkan kepalanya,,,,

Gpp Dee…. kuberanikan diri, aku rela orang itu melakukannya denganku, aku merelakan tubuhku sendiri untuk membela kesucian Dias. aku sudah kehilangan virginku sejak lama,, tubuhku ini sudah tidak ada artinya lagi, aku sudah tidak berharga lagi sebagai seorang wanita,,, beda dengan Dias. Dia masih menjaga hal yang paling berharga dalam dirinya hanya untuk pria yang sangat dicintainya,. Aku tidak ingin orang itu menodai kesucian Dias.

Aku : “,,, lakukan denganku,, kumohon jangan ganggu dia,,, Aku bisa melayanimu dengan baik,,” rayuku pada orang itu…

Orang itu mendekatiku dengan penisnya yang lumayan gede sudah tegak lurus, aku berhasil membujuknya? Jantungku berdegup kencang saat orang itu sudah ada dihadapanku,, dia jongkok didepanku sambil mengocok penisnya sendiri,

……. : “siapa wanitu itu..? adikmu,,? Kenapa dari tadi kamu membela dia bahkan merelakan tubuhmu sendiri,,,,” tanya dia padaku,,,

……. : “atau jangan-jangan dia masih perawan..?” Ucapnya sambil menatap Dias… dia lalu berdiri lagi mendekati Dias.

Aku : “HEEHH HEEEHH LAKUKAN DENGANKU BRENGSEKKK,, JANGAN SENTUH DIA…JANGAN SENTUH DIA..” Teriakku padanya saat dia sudah dihadapan Dias kembali…

Seolah mengetahui sesuatu, dengan kasar dia menekuk kaki Dias, lalu membukanya lebar lebar,,, Dias hanya bisa menangis,,,

…… : “Katakan manis,, kamu masih perawan,,,?” ucap orang itu sambil mengusap usap belahan memeknya Dias dengan jempolnya yang kotor,,,

Dias : “jangan,,, kumohon jangan lakukan,,, jangan sentuh aku,,,”

…… : “hahahaha,, beruntung sekali aku malam ini,, mendapatkan perawan wanita muslimah yang cantik,, tenang sayang,, sebentar lagi kamu akan merasakan surga Dunia…”

Aku : “HENTIKKAAANANN,,,HENTIKAAAN…” Teriakku kepada orang itu

Dias : “kumohon,, jangan,,, “ ucap Dias lemas, masih memohon kepada orang itu untuk berhenti.

…… : “Jangan menolak sesuatu yang nikmat sayang,,,, Lihat ini,,,LIHATTT,,,” Paksa orang itu sambil mencengkram wajah Dias,,, Dias dipaksa melihat penis besar orang itu,,,

…… : “Punyaku ini akan memberikan kenikmatan pada setiap lobang ditubuhmu,,,” orang itu kemudian berdiri,,, mendekatkan penisnya ke wajahnya Dias,,, Dias langsung memalingkan wajahnya dan memejamkan matanya,,,

…… : “Ayo rasakan punyaku dengan mulutmu sayang,,, Jilat,,,” ucapnya sambil menampar namparkan penisnya itu di samping wajahnya Dias yang masih tertutpi jilbab,, Dias semakin mengunci rapat mulutnya,,,

….. : “ayo Jilat,,,,” perintahnya,, namun Dias tetap bertahan, dia menggelengkan kepalanya sambil menangis,,,

PLAAAAAAKKKK,, Tamparan keras melayang di wajahnya Dias,,

…… : “AKU BILANG JILATTT,,,” bentaknya,,, Dias menangis kesakitan setelah ditampar sangat keras oleh orang itu,,,

Aku : “Brengseeeek,, HENTIKAAAN,,, “ aku tidak tahan dengan kelakuan orang itu, yang menghina dan memperlakuakan Dias seperti itu,, Fuckk,, tapi aku tidak bisa apa apa untuk mencegahnya,,,

…… : “Ahhh,, lamaa,,, tangisanmu semakin membuatku tidak tahan,,,” ucap orang itu,, lalu dia duduk dihadapan Dias,, menempatkan dirinya diantara kedua kaki Dias, membuka kaki Dias lebar lebar.. dia sudah siap memasukkan penisnya .

Astaga Dee..? Aku syok melihat Dias,,, kulihat Dias berhenti meronta,, dia hanya diam dengan wajah yang pucat dengan air mata yang semakin deras mengalir di wajahnya,, tubuhnya terlihat kaku dengan tatapan yang kosong.. dia terlihat pasrah karena usahanya menghentikan orang itu sia sia…

Seorang pria brengsek sudah siap menyatukan diri dengannya, akan menodai kesuciannya, sesuatu yang mungkin tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya kalau kesuciannya akan direnggut oleh orang asing dengan cara kotor dan hina seperti itu,, aku bisa merasakan betapa hancurnya jiwa Dias sekarang ini,,

Aku tidak sanggup melihatnya,, kupejamkan mataku namun tidak bisa menahan air mata yang mengalir membasahi pipiku..

maafkan aku Dee,,

maafkan aku,,,,,

BERSAMBUNG