Cerita Sex New Chapter Part 57

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Tamat

Cerita Sex Dewasa New Chapter Part 57 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex New Chapter Part 56

CASCADE

——POV REGA——

Meta : “astaga Bee,, pria itu yang aku ceritakan tadi,, orang yang telah menyelamatkanku dari kecelakaan malam itu, namanya Galih.. kalau tidak ada pria itu aku pasti sudah mati,,, kenapa kamu seperti itu kepadanya..?”

Ohh Fuckk… Aku begitu kaget mendengar ucapan Meta, tubuhku seperti dihantam sebuah palu godam yang sangat besar, Kenyataan yang diucapkan Meta sukses membuat tubuhku yang sudah lemas karena mengetahui ternyata Dias mengenal Galih kini menjadi semakin lemas. Aku begitu terpukul dengan fakta fakta yang kuterima tentang Galih

Kenapa ? Dari sekian banyaknya orang di Dunia, kenapa harus Galih yang menyelamatkan Meta ?

Galih masih kesakitan memegangi tangannya yang berdarah akibat menahan pukulanku tadi, Dias yang melihat lukanya tanpa pikir panjang langsung merobek sedikit bagian bawah rok panjang yang dia pakai lalu mengikatkannya ke tangan Galih yang berlumuran darah itu.

Meta : “Dia gpp kan Dee,,?” tanya Meta ikut bersimpati dan memeriksa keadaan Galih di sebelahnya Dias.

Tidak hanya Dias, Meta dan Linda, Semua orang yang ada yang berkerumun di dekat kami dengan mudahnya bersimpati kepada Galih, karena dalam posisi ini Galih adalah korban,, lain halnya mereka memandangku, orang orang itu memandangku dengan pandangan seperti sedang melihat seorang bajingan dan pembuat onar,,

tapi wajar jika dilihat dari sudut pandang orang orang itu yang tidak tau permasalahan sebenarnya. Mereka tidak tau seperti apa Galih sebenarnya, apa yang telah dia lakukan di masa lalu terhadap Ressa dan juga Alexa..

Meta : “Kalian datang bersama pria itu,,,?” tanya Meta kepada Linda yang berdiri didekat Meta,,

Linda : “iya,, Galih itu yang akan menikah dengan Dias… Tapi,,,”

Deg Deg

Dias : “Lin, bantu aku…” potong Dias sebelum Linda menyelesaikan kalimatnya, Linda reflek ikut membantu Dias yang sedang berusaha membuat Galih berdiri,,,

Deg Deg

Jadi benar, yang dijodohkan dengan Dias adalah Galih,,? dan mereka akan segera menikah. Amarahku kembali terpancing setelah mendengar ucapan Linda. Tidak, jangan Galih.. kenapa Dias mau dijodohkan dengan seorang seperti Galih ? atau Dias tidak tau yang sebenarnya ? Dias harus tau kebenarannya, tentang apa yang telah Galih lakukan di masa lalu,,, . Mereka tidak boleh bersatu, Iblis seperti Galih tidak boleh menikah dengan wanita seperti Dias..

Galih melihatku..

Kugerakkan kakiku melangkah untuk berusaha menyerang Galih lagi,, Tapi aku urungkan langkahku saat Dias menatapku. Dias memandangku begitu dalam, aku langsung terpaku karena tatapannya kepadaku…

Apa yang ada dipikirannya? Apakah rasa kekecewaannya kepadaku bertambah besar saat aku berbuat kasar pada calon suaminya setelah sebelumnya dia kecewa karena mengetahui perbuatanku dengan Linda di kamar kostnya,,, Amarah yang ingin kukeluarkan tertahan oleh tatapan Dias kepadaku itu,,

Ada apa denganku? kenapa aku masih ragu ? Kenapa aku masih tidak bisa membalas kematian Alexa disaat aku sudah bertemu dengan siapa yang harus bertanggung jawab atas kematiannya.. karena Dias? Atau karena Galih telah menyelamatkan Meta? Fucckkkk,,,Kenapa hatiku begitu lemah?

Tiba2 ada seseorang yang entah dari mana datangnya memegang tanganku yang masih memegang pecahan botol dan langsung memelintir tanganku kebelakang,seketika kurasakan sakit di lenganku dan pecahan botol yang kupegang jatuh begitu saja ke lantai.

Orang yang memegangku yang ternyata adalah petugas security di tempat itu langsung membawaku menjauhi kerumunan orang orang, aku tidak bisa melawan karena tubuh orang ini yang sangat besar dan begitu kekar khas bodyguard pada umumnya, dan memang aku tidak ada niat untuk melawan, aku pasrah dibawa orang ini entah kemana dan hanya bisa pasrah melihat Galih berjalan keluar dari tempat ini dibantu Dias dan Linda,,

***​

Petugas security membawa dan mengamankanku ke sebuah ruangan kecil Karena alasan telah membuat keributan dan telah membuat panik pengunjung. Aku diamankan disana sendirian selama sekitar satu jam lamanya. Kemudian datang seorang yang dia sebut dirinya sebagai kepala security,,, setelah sedikiit mengintoregasiku dan memastikan kalau aku tidak mabuk, aku diperbolehkannya keluar dari ruangan itu..

seperti seorang kekasih yang setia, Meta sudah menantiku diluar ruangan, dia bersandar pada dinding menatapku kemudian berjalan kerahku lalu memelukku.

Meta : “pulang..?” tanya dia padaku,, dan Aku hanya mengangguk menjawab pertanyannya..

Meta : “kamu terlihat sangat kacau.. biar aku yang menyetir,, “ ucapnya sambil mengambil kunci mobilku yang kupegang,,

Aku hanya terdiam dan melamun diSepanjang perjalanan kembali ke apartemennya Meta. Sambil fokus menyetir, sesekali Meta melihatku…

Meta : “Bee,, ada yang ingin kamu katakan.?” Tanya dia padaku sambil menoleh kearahku.

Akhirnya Meta bertanya, dan sudah pasti Meta penasaran dan akan bertanya alasanku setelah melihatku berbuat kasar kepada Galih.. apakah aku harus mengatakannya Kepada Meta? Bahwa orang yang menyelamatkannya adalah orang yang sama dengan yang telah membunuh Alexa.

Meta : “kamu kenal dengan Galih..?” imbuhnya,,,

Aku : “ya,,aku sangat mengenalnya,,,” jawabku singkat,,

Meta : “lalu mengapa kamu seperti itu kepadanya,,,?”

aku hanya terdiam atas pertanyaannya Meta,,, Maaf Bee.. aku belum bisa mengatakan apapun.. aku masih butuh waktu untuk berpikir tentang apa yang harus aku lakukan setelah bertemu dengan Galih.

Meta : “baiklah kalau kamu masih belum mau mengatakannya,, tidak kusangka kamu kenal dengan orang yang telah menyelamatkanku dan ternyata dia adalah calon suaminya Dias,, Dunia ini begitu sempit,,” imbuhnya, tanpa melihatku,,

Shitt,, kenapa aku jadi panas mendengar ucapan Meta tentang Galih dan Dias,,..

Sesampainya di apartemennya Meta,, Meta mengajakku mandi bareng, tapi kutolak.. aku langsung merebahkan tubuhku diatas tempat tidur.. setelah itu tidak banyak yang kami obrolkan .. bahkan sampai malam tidak ada perbincangan diantara kami berdua padahal sekarang ini kami berdua bersebelahan diatas tempat tidurnya.

Dan kini Meta sudah tidur, dia tidur sambil memelukku tanpa memakai atasan,, aku berhutang penjelasan kepadanya, karena dia pasti kebingungan denganku.. tapi dia tidak memaksaku untuk berbicara, dia masih bersabar denganku dan memberiku waktu untuk menjelaskan semuanya..

Kugenggam tangnya Meta yang ada di dadaku.. kulihat wajahnya yang damai pas disebelah wajahku,..

Malam ini tidak berjalan dengan baik ya Bee..?

suasana malam romantis bersama dengan Meta berakhir berantakan. Rasanya seperti DEJA VU, tempat itu bagaiakan tempat keramat bagiku dan Meta,, kedua kalinya saat kami berdua disana berakhir dengan kejadian yang tidak terduga., dulu saat pertama kali Meta mengajakku kencan di tempat itu berakhir berantakan karena kedatangan Resty.

Sedangkan malam ini, ditempat itu aku bertemu dengan Hantu dari masa laluku, Galih yang selama ini kucari muncul tepat dihadapan mataku, belum lagi reuni yang tidak disengaja antara aku, Meta , Dias serta Linda,, pertama kalinya aku bertemu Dias setelah dia melihatku berhubungan badan dengan Linda,,tapi kulihat tadi Linda lengket lagi dengan Dias, itu artinya mereka berdua sudah baikan dan Dias sudah memaafkan Linda,,

bagaiamana denganku Dee? Apakah kamu masih kecewa dan membenciku? Atau karena kejadian tadi, kamu semakin membeciku? Aku bisa melihat kekecawaanmu dari pandanganmu kepadaku tadi…

Dan ternyata yang dulu memaksaku harus berpisah dengan Dias disaat aku mencintainya adalah Galih, lagi lagi Galih memisahkanku dengan wanita yang kucintai,, seandainya aku tau dari awal kalau Galih yang dijodohkan dengan Dias, pasti aku akan mempertahankan Dias dan berusaha sekuat tenaga membatalkan perjodohan mereka.

Fakta itu harusnya semakin menguatkan tekadku untuk membalas perbuatan Galih dan agar Dias tidak jadi menikah dengan pria brengsek itu,,

tapi,, kalau tidak karena pria brengsek itu,, Meta tidak akan berada disebelahku sekarang ini,, kalau tidak karena Galih, maka aku akan kehilangan lagi seorang wanita yang saat ini aku cintai…. Fuck,,,

Semua itu membuatku dilema,, antara aku harus membalaskan dendam kematian Alexa atau aku harus berterima kasih kepadanya karena telah menyelamatkan Meta.. Shitt,, kenapa aku selalu dihadapkan dengan situasi seperti ini..?

Sampai dengan 3 jam kemudian aku masih tidak bisa memejamkan mataku. Pikiranku semakin kacau karena daritadi bayangan mobil yang dikendarai Galih menabrak Alexa terus terbayang di kepalaku bercampur dengan bayangan Dias yang menikah dengan Galih,,,,

Apakah Alexa akan kecewa denganku karena tidak bisa membalas perbuatan Galih? Perasaan seperti ini pernah kualami saat awal awal kuliah… sampai membuatku depresi, dan menjadi awal persahabatanku dengan alkohol dan juga berkawan dengan obat obatan.

Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus merelakan Galih lolos begitu saja dan menikah dengan Dias sebagai terimakasihku karena telah menyelamatkan Meta? Tidak,, tidak,,, Aku akan malu kepada Alexa jika melepaskan Galih begitu saja,,

kulihat jam tangan sudah jam 3 pagi dan aku belum bisa tidur sama sekali… aku turun dari tempat tidur,, lalu mengambil kunci mobilku bersiap meninggalkan apartemennya Meta,, sebelum itu kulihat Meta yang masih tidur,,

Kudekati tempat tidur dan kukecup punggungnya,, dia sedikit bergerak merasakan kecupanku… lalu kututupi tubuhnya dengan selimut sampai ke punggunggnya biar dia tidak kedinginan… Maaf Bee,, aku harus menemuinya,, semoga semua baik baik saja,,

KEESOKAN PAGINYA

——POV META——

Pagi ini aku terbangun tidak menemukan lingkar tubuh Rega disebelahku,, aku juga tidak menemukan raganya di kamar mandi, di balkon, atau dimanapun di setiap sudut apartemen ini aku tidak bisa menemukan keberadaannya. Hingga akhirnya aku yakin dia pergi dari sini setelah tidak kutemukan kunci mobilnya yang semalam kutaruh di Meja.. Astaga,,, mungkin akan terdengar berlebihan tapi saat ini jantungku benar benar berdebar kencang dan keringatku bercucuran karena serangan panik yang tiba tiba.

Panikku semakin menjadi saat aku tidak bisa menghubunginya, karena handphonenya Rega masih berada diatas tempat tidur..

Dimana kamu Bee..?

Kenapa kamu terus2an meninggalkanku seperti ini? Padahal kemarin kamu sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkanku sendirian lagi? Aku juga sudah bilang padamu betapa besarnya keinginanku melihatmu saat pertama kali aku membuka mata di pagi hari..

sampai kapan kamu akan seperti ini?

Pergi meninggalkanku, menghilang begitu saja tanpa memberitahu tujuanmu. Tidak bisakah kamu membangunkanku sebelum kamu pergi, memintaku untuk tidak khawatir dan mengatakan kepadaku kalau kamu akan segera kembali. Kenapa kamu tidak bisa seperti itu?

Tak terasa air mataku mentes di pipiku,,,

Sejak bertemu dengan Galih semalam, Tatapan Rega tak lagi sama,, tatapan matanya yang sebelumnya kulihat menyiratkan harapan dan kebahagiaan berubah menjadi tatapan kosong,, ekpressi wajahnya yang sebelumnya ceria berubah drastis menjadi datar.. ada apa sebenarnya antara Rega dan Galih? Aku sudah mencoba bertanya kepadanya, tapi dia masih bungkam seribu bahasa..

Sebenarnya aku takut,

bukan takut karena melihat Rega bertindak liar semalam, Meskipun aku belum terlalu mengenal Rega, tapi aku tau dia pasti punya alasan berbuat seperti itu.. aku punya sebuah pemikiran yang dari semalam terus terusan menggangguku, Rega berbuat seperti itu kepada Galih karena dia adalah calon suaminya Dias.. entah kenapa pemikiran itu tiba tiba saja merasuk di pikiranku.

dan itu membuatku takut.

Tidak,, Aku harus tenang,, jangan pikirkan hal lain, sekarang ini aku harus mencari tau keberadaan Rega terlebih dahulu dan bertanya kepadanya alasan sebenarnya,,, kuambil Handphoneya Rega yang ada diatas tempat tidur,, kucari sebuah nama di kontak handphone nya,,, dan kutekan tombol panggilan.. setelah sekian lama mencoba terhubung akhirnya tersambung,,,

Rein : “Deeeek? Ada apasih pagi pagi gini telepon,, aku masih ngantuk banget tau” Ucap Rein…

Aku : “Rein,, maaf membangunkanmu,,,”

Rein : “Eh? Meta…? Ada apa? Kenapa kamu menangis,,?” potong Rein,, dia bisa mendengar isak tangisku,,

Aku : “Rega ada disana..?” tanyaku kepadanya, aku tau Rein bersama dengan Resty dan adiknya sedang menginap di Hotel tak jauh dari sini.

Rein : “uhm,,, bukannya dia menginap di tempatmu..?” Tanya Rein balik,,

Aku : “iya semalam dia disni,, tapi sekarang dia pergi entah kemana,,, Rein,, mungkin kamu harus tau, Rega semalam bertengkar dengan seseorang,,”

Rein : “Hah? Pasti orangnya Danu yang menyerang kalian,, kalian gpp kan? mungkin Rega sedang kesini memastikan keadaanku, Resty dan adiknya…”

Aku : “Aku yakin bukan,,,, karena Rega yang terlebih dulu menyerang orang itu.. namanya Galih, kamu mengenalnya?”

Rein : “GALIH ? DIMANA DIA SEKARANG..? KATAKAN DIMANA KALIAN BERTEMU DENGAN GALIH? AKU HARUS BERTEMU DENGANNYA..” Seketika Rein terdengar Emosi dan marah setelah mendengar nama Galih.. Kenapa Rein juga ikutan marah dan emosi kepada Galih? ada apa ini sebenarnya?

Aku : “KITA HARUS MENCARI REGA DULU REIN…..” Bentakku kepadanya,,, hingga akhirnya aku tersadar kalau telah membentak kakaknya Rega,,, dan cepat cepat aku minta maaf kepadanya,,

Aku : “Rein,,maaf,,, aku tidak bermaksud,, aku hanya khawatir dengan Rega,,,”

Rein : “kamu ada mobil,,? Jemput aku sekarang,, aku tau kemana Rega pergi.”

Dengan memakai pakaian seadanya aku langsung berangkat menuju Hotel tempatnya Rein menginap..

Sesaimpainya di Hotel, Rein sudah menungguku di depan Loby…

Rein : “biar aku yang menyetir…” pintanya kepadaku, aku langsung menuruti permintaanya untuk berpindah tempat duduk..

Rein : “atau kamu mau bertemu dengan Resty terlebih dulu? Kulihat tadi dia sudah bangun…”

Aku : “bukan saatnya untuk bertemu dengannya,, aku ingin segera menemukan Rega,,”

Sejatinya aku masih merasa bersalah kepada Resty, karena Rega lebih memilihku daripada dia… aku takut saat ini dia marah dan membenciku seperti dulu lagi.

Aku : “Kemana Rega pergi Rein..?” tanyaku kepada Rein saat mobil sudah melaju menjauhi Hotel..

Rein : “Kota sebelah,, lebih tepatnya ke makamnya Alexa…. Dia selalu kesana jika merindukan Alexa atau saat sedang memikirkan Alexa ataupun saat dia sedang bingung dengan pikirannya sendiri.. apalagi setelah bertemu dengan Galih,aku yakin Rega pasti berada disana,.”

Alexa? Wanita di masa lalu Rega yag sangat dia cintai itu ?

Aku : “Semalam Rega menyerang Galih sampai Galih terluka di tangannya,, sebenarnya apa yang terjadi antara Rega dan Galih?”

Rein : “Percayalah,, Galih layak mendapatkan lebih dari sekedar luka di tangannya.”

Aku : “aku tidak pernah melihat Rega se-emosi itu sebelumnya,,, seperti awan gelap menyelimuti dirinya, pandangan matanya kepada Galih begitu tajam,, seolah bukan dirinya,,seperti ada yang menggerakkan tubuhnya untuk menganiaya Galih dengan bermaksud untuk tidak hanya sekedar melukai tangannya Galih,,, Rega hampir menusuk Galih dengan sebuah pecahan botol Rein…”

Rein : “Kenapa dia tidak jadi menusuknya..? pengecut..”

Astaga,,, kenapa Rein bicara seperti itu..? dia merestui perbuatan adiknya…? Rein melihatku yang terkejut dengan ucapannya,,,

Rein : “baiklah,, aku punya waktu yang panjang sebelum sampai ke kota sebelah untuk menceritakan semuanya kepadamu..”

Dan Rein pun mulai bercerita sambil tetap menyetir mobil menuju kota sebelah….

MALAM SEBELUMNYA, SETELAH TERJADINYA KERIBUTAN ANTARA REGA DAN GALIH

——POV DIAS——

Aku, Linda serta Galih berada di mobilnya Galih sedang dalam perjalanan menuju rumah barunya Galih di kota ini. Linda yang menyetir mobil, sedangkan aku berada di jok belakang menemani Galih. Sebenarnya tadi Galih memaksa untuk menyetir tapi kularang, karena tangannya masih terluka.. dia juga bersikeras tidak mau dibawa ke klinik,, dia bilang lukanya sudah tidak seberapa terasa dan hanya ingin pulang ke rumah.

Sedari tadi Galih hanya melihat kearah luar kaca mobil, aku bisa melihat bayangan wajahnya dari kaca mobil.. dan dia tampak gelisah..

Linda : “itu tadi beneran Ega kan?,, seperti bukan dia,,, padahal dulu dia anaknya pendiam dan gak banyak tingkah, ada yang nge bully dia pun dia hanya lari gak berani melawan,,,.. sumpah aku kaget banget tadi melihat dia… ya kan Dee?” tanya Linda

Aku : “aku juga tidak menyangka Ega bisa berbuat seperti itu,,” jawabku

Siapa yang tidak kaget melihat Ega yang selama ini kukenal baik, tidak suka membuat keributan dan selalu menghindari perkelahian bisa berbuat seperti tadi, aku melihatnya jelas dengan kedua mataku, sontak saja aku langsung kaget dan tidak percaya Ega melakukan hal itu kepada Galih.. tapi..

meskipun tidak terduga dan hanya sebentar saja,, aku senang bisa bertemu dengan Ega lagi setelah sekian lama,,

Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, kenapa Ega tiba tiba seperti itu kepada Galih? Tidak mungkin dia hanya kebetulan saja menyerang Galih kan? Dia pasti punya alasan,,

Dias : “Bagaimana awalnya sampai Ega menyerangmu..?” tanyaku kepada Galih yang ada disebelahku yang masih memandangi jalanan melalui kaca mobil

Linda : “Mungkin dia mabuk,,” saut Linda dari depan,, aku juga berpikiran seperti itu tadi..

Galih : “ Jadi Kalian mengenal Rega..?” Tanya Galih,,, akhirnya Galih bersuara,

Linda : “Rega itu teman kami waktu SMP.. dan dia..”

Dias : “Kamu juga mengenalnya..?” potongku cepat dengan nada agak tinggi,, aku tidak ingin Galih tau apa yang akan dikatakan Linda tentang hubunganku dengan Ega.. untuk saat ini Galih tidak perlu tau hal itu,,,

Galih : “aku sudah menduga peristiwa seperti tadi cepat atau lambat akan terjadi, aku sudah meramalkannya sejak lama kalau aku akan bertemu dengan Rega lagi, hanya waktu yang memisahkan takdir pertemuan kami berdua, dan akhirnya takdir itu mendatangi kami berdua hari ini, malam ini ditempat itu,,satu satunya yang tidak kuduga adalah ternyata kalian berdua mengenalnya”

Galih : “karena kalian berdua mengenal Rega, aku tidak bisa menutup nutupinya Lagi,, aku ingin kalian berdua terutama kamu Dee mendengarkannya pertama kali dariku, bukan darinya… sekarang memang saat yang tepat untuk mengungkap semua kepada kalian, kepadamu Dee…” Galih memandangku…

Galih : “semalam kamu bertanya apa yang terjadi kepada Alexa,, Dee,, sebenarnya Alexa wanita yang kucintai telah pergi untuk selamanya,,”

Aku : :Astaga!! Jadi selama ini kamu bilang kalau Alexa pergi meninggalkanmu itu maksudnya adalah Alexa telah meninggal..?”

Galih : “Sebelum Alexa pergi,, Alexa menjalin hubungan dengan seorang pria dan pria itu adalah teman kalian, Rega. yang kutahu,, dulu mereka saling mencintai… Dan satu satunya alasan kenapa Rega tadi menyerangku adalah karena aku yang telah membuat wanita yang kucintai pergi untuk selamanya,,, aku membunuh Alexa…”

tubuhku langsung merinding mendengar pengakuan Galih,, Speechless, aku tidak bisa berkata apa apa lagi, mungkin Linda juga merasakan hal yang sama denganku, karena suasana didalam mobil langsung berubah menjadi hening selama beberapa saat,, Galih menundukkan kepalanya,, aku bisa melihat matanya berair…

Jadi itu adalah alasan Rasa bersalah dan penyesalan masa lalu yang menyelimuti hatinya, dan juga yang sempat membuatnya menderita selama beberapa tahun karena hidup dengan jiwa yang tidak tenang akibat menanggung dosa yang sangat besar. Serta yang menjadi alasan dia menghukum dirinya sendiri untuk menjauhi kebahagiaan..

Galih : “aku sangat menyesal,, maafkan aku…” ucap Galih

Aku : “jangan meminta maaf kepadaku,,,kamu sudah mengatakannya kepada Rega? Menyampaiakan permintaan maaf dan penyesalanmu kepadanya…?”

Galih menggelengkan kepalanya,,

Galih : “aku akan menemuinya,,, Bagaimana aku bisa menghubunginya?” tanya Galih kepadaku,,,

Aku : “Biar aku menemanimu menemuinya…”

KEMBALI KE HARI BERIKUTNYA, DI DALAM MOBILNYA META

——POV META——

Aku : “Oh My God,,,, “

baru saja aku mendengarkan penjelasan Rein tentang apa yang terjadi antara Rega dan Galih.. aku langsung syok.. tidak kusangka Rega dan Galih punya hubungan serumit itu, pantas saja semalam Rega emosi kepada Galih.. kehilangan seseorang yang sangat dia cintai membuatnya memendam rasa dendam begitu mendalam kepada Galih, dan dendam masa lalu itulah yang menjadi motivasi terbesar Rega berbuat seperti semalam.

Tapi kenapa Rega tidak memberitahuku? Dan memilih diam kepadaku… atau karena Galih adalah orang yang telah menyelamatkanku..? Dia pasti sedang kebingungan saat ini,,, dan mungkin benar kata Rein kalau dia mendatangi makam Alexa..

Satu hal yang pasti, Dias bukanlah alasan Rega… aku sedikit lega…

Setelah melewati beberapa jam dijalanan, akhirnya aku dan Rein sudah sampai di kota ini, dan baru saja mobilku berhenti di sebuah tempat pemakaman umum,,, ternyata benar dugaan Rein,, Rega berada disini,, kulihat mobilnya terparkir tak jauh dari tempat mobilku berhenti…

Rein : “itu Dia…. “ Ucap Rein sambil keluar dari mobil dan berjalan ke arah masuk pemakaman ini, disana Kuihat Rega baru saja keluar pemakaman, melewati gapura besar dan menuju mobilnya,, aku langsung ikut turun menyusul Rein…

***

——POV REGA——

Ketika aku berjalan menuju mobilku yang terrparkir di luar tempat pemakaman, aku dikagetkan dengan suara seorang wanita yang sangat kukenal memanggilku dari arah belakang…

Rein : “Deek,,,,!!”

Aku langsung menoleh kebelakang…

Aku : “Rein,,?? Kok kamu disini…?” tanyaku heran,, bagaiamana dia bisa tau aku ada disini?

Rein : “Bukan Cuma aku yang ada disini.. “ ucap Rein lalu melihat ke arah belakang,,

Hahhh…?

​Meta ?

Meta baru saja keluar dari mobil dan menghampiriku, lalu saat dia sudah dihadapanku…..

PLLLLLAAAAAKKK ,, Meta menamparku, keras banget tamparannya kali ini..

Meta : “JANGAN PERNAH LAGI MENINGGALKANKU SEPERTI TADI,,, JANGAN PERNAH…” Bentaknya kepadaku,, dia kelihatan sangat marah lalu menyilangkan kedua lengannya dan membuang mukanya kesamping,,,

Langsung kupeluk tubuhnya,,,, kupeluk erat, sesaat kemudia kudengar dia terisak,,,

Aku : “maaf sudah membuatmu khawatir,,,”

Meta : “jangan begitu lagi,,,!” ucapnya pelan…

Ya.. pantas saja Meta sangat khawatir denganku setelah melihatku semalam,, aku jadi merasa bersalah tidak berpamitan kepadanya tadi.

Rein : “Dekk,, kayaknya mau hujan,, ajak Meta kerumah nanti kita bicara disana,,, aku mau nyapa Alexa dulu sebentar,,,” Ucap Rein,, aku hanya mengangguk.,,, Langit di kota ini memang terlihat gelap sejak aku tiba disini tadi.. sepertinya akan turun hujan..

Dan Akhirnya aku pulang kerumah, dan kali ini aku pulang mengajak Meta bersamaku meskipun secara tidak sengaja,,,, tapi sayangnya aku tidak bisa mengenalkan Meta kepada Bunda dan Papa karena mereka masih di luar negeri,,

kuajak Meta ke ruang santai di lantai 2 yang terletak diantara kamarku dan kamarnya Rein…dan kami berdua duduk di sofa…

Meta : “Bee.. kenapa kamu tidak bilang saja kepadaku kalau Galih adalah orang yang harus bertanggung jawab atas meninggalnya Alexa..?” tanya Meta tanpa berbasa basi,,,

Meta : “kenapa kamu ragu mengatakannya kepadaku? Kamu pikir aku akan membela Galih karena da telah menyelamatkanku..? iya? Meskipun dia telah menyelamatkanku tapi dia tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya didepan hukum karena dia telah melakukan tindakan pidana…”

Memang kuakui itu adalah alasan aku masih tidak memberitahu Meta sebelumnya.. dia pasti kecewa..

Rein : “Berapa lama kira kira penjara akan mengurungnya? 10 tahun? 12 tahun?” tiba tiba Rein datang,,, dan mendekati kami… dia sempat mendengarkan obrolan kami..

Rein : “bahkan bisa Cuma setengahnya jika dia berbuat baik dipenjara,, benar kan?” imbuhnya saat sudah berdiri didepan kami berdua…

Rein : “itu tidak akan pernah cukup membayar perbuatannya,, apalagi dia dari keluarga kalangan atas, pasti dia akan lolos lagi dengan mudahnya seperti dulu… Dia harus diadili atas perbuatannya,, tapi pengadilan dan penjara tidak akan bisa mengadilinya,, kamu setuju denganku kan Dek? ” ucap Rein ,meminta dukunganku atas ucapannya…

Rein : “Dek.. kamu tau Galih harus membayar perbuatannya,, dia sudah membunuh Alexa,, dia sudah merenggut kebahagiaanmu saat itu.. ”

Meta : “lalu apa yang ingin kalian lakukan..? nyawa dibalas nyawa ? itu yang ada dipikiran kalian…? Ini bukan negara Barbar, sudah ada hukum yang akan menentukan seadil adilnya hukuman yang akan dia terima…” sanggah Meta…

Rein : “Bulshitt,,,, Meta, seperti yang kukatakan tadi,, Hukum tidak akan menyentuh orang seperti Galih,,, satu satunya keadilan yang seharusnya dia terima adalah hal yang sama seperti yang telah dia lakukan..”

Meta : “Astaga,, itu bukan keadilan, itu pembunuhan,, sadarkah kalian sedang merencanakan suatu pembunuhan? Kalian akan dihukum berat karena itu,,,”

suasana semakin memanas antara Meta dan Rein….

Rein : “Ohh Fuck,, kamu tidak akan pernah mengerti,, Galih membunuh Alexa tepat didepan kedua mata kami, mimpi buruk itu selalu mendatangi tidur kami berdua… kamu juga tidak akan tau bagaimana dampak yang ditimbulkan atas kehilangan Alexa, penderitaan yang kami alami sepeninggal Alexa, semua air mata dan kesedihan yang kami rasakan selama beberapa tahun… KAMU TIDAK AKAN MENGERTI….” Ucap Rein sambil menteskan air mata…

Rein : “Dan karena kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya,sebaiknya kamu jangan ikut campur, ini bukan urusanmu,,,”

Meta : “TIDAK,, INI SUDAH MENJADI URUSANKU,, AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN CALON SUAMIKU MENJADI SEORANG PEMBUNUH…” Bentak Meta kepada Rein sambil berdiri…. Mereka saling memandang,,,,

Oh Shitt,,kenapa jadi seperti ini.. Saat ini mereka berdua bagaikan dua sisi manusia yang berbeda tapi selalu berdampingan, yaitu kebaikan dan kejahatan. Meta seperti malaikat berada di sisi baik yang mencegahku berbuat salah dengan dasar dasar ilmu hukum yang dia miliki,, sedangkan kakakku Rein, berada di sisi jahat seperti iblis yang mendasarkan dendam masa lalu sebagai alasan, mencoba merayuku untuk berbuat salah dan mencoba membenarkan perbuatan yang salah itu sampai aku hampir tergoda untuk melakukannya.. Shitt,,, aku harus bagiamana? Kepalaku pusing banget….

Aku berdiri dari sofa,, dan berjalan begitu saja melewati Meta dan Rein tanpa berkata apa apa.. langsung menuju kamarku dan kututup pintunya…

——POV META——

Setelah terjadinya perdebatan serius antara aku dan Rein,, sekarang aku ditinggalkan sendirian disini,,, sejak 30 menit yang lalu Rega dan Rein memasuki kamar mereka masing masing,,, dari posisiku ini, disebelah kanan adalah kamarnya Rein sedangkan di sebelah kiri adalah kamarnya Rega, kedua pintu kamar mereka tertutup..…

tapi daritadi aku melihat ke arah sebelah kiri, memandangi pintu kamarnya Rega,.. Tidak sadarkah dia keberadaanku yang masih ada dirumah ini? Atau aku yang harus menyadarkannya? Mengetuk pintu kamarnya nya atau langsung masuk begitu saja ke dalam kamarnya..? atau memang keberadaanku disini tidak harapkan olehnya? Begitu juga oleh Rein…

Walaupun keberadaanku tidak diharapkan disini, tapi aku akan tetap bertahan disini memastikan Rega tidak melakukan hal bodoh,, aku akan sekuat tenaga mencegahnya melakukan sesuatu yang mengerikan demi masa depanku dengan dia nantinya,, meskipun aku harus berdebat dengan Rein dan dibenci olehnya…

Kudengar Pintu kamar terbuka,,, tapi yang terbuka adalah pintu kamar sebelah kanan yaitu kamarnya Rein… Rein mendatangiku,,

Rein : “kenapa kamu masih disini? Masuklah kekamarnya Rega,,, Istirahat.. kamu pasti lelah…”

Hmm? Rein membolehkanku tidur dengan Adiknya…? Meskipun mungkin Rein sudah tau kalau Rega dan aku sudah biasa tidur bersama,, tetap saja aku merasa canggung… aku hanya tersenyum dan menggelengkan kepalaku,,,,

Aku : “mungkin Rega masih ingin sendiri dulu saat ini….”

Rein : “uhm,, dibawah ada dua tempat tidur untuk tamu, kamu bisa menggunakannya,, atau kalau kamu mau,, istirahatlah denganku dikamarku,,” ucap Rein,, dia bersikap baik kepadaku,, seperti tidak terjadi apa meskipun tadi kami berdebat hebat… bahkan aku tadi sudah membentaknya,,,

Aku : “,, gak usah Rein,, disini aja gpp kok…”

Rein : “Udah ayook….” Dia menarik tanganku,, aku tidak kuasa menolak dan kami berdua masuk kedalam kamarnya… kemudian Rein masuk kedalam kamar mandi didalam kamarnya,,

Aku duduk diatas tempat tidurnya, menikmati nuansa girly di didalam kamarnya,, seleranya sama denganku..suasana di dalam kamarnya tidak jauh beda dengan suasana didalam kamar apartemenku, yang membedakan hanya banyaknya boneka yang ada di dalam kamar ini,, tidak kusangka Rein yang teriihat tangguh mengoleksi boneka sebanyak ini,,

aku jadi penasaran boneka mana yang diberikan Rega padanya, beberapa saat kemudian Rein keluar dari kamar mandi dan dia langsung duduk disebelahku,, tapi kini dia sudah melepaskan pakaiannya,, dan dia hanya memakai… Bikini..?

Damn,,, Rein benar benar Hot,,,, lihat belahan itu,,lihat betapa besar payudaranya,, sampai bra bikini itu hampir tidak muat menyanggah kedua payudaranya.. aku yang perempuan saja sangat mengagumi tubuhnya Rein,, apalagi pria? Yakin Rega tidak horny lihat kakaknya seperti ini…?

Rein : “hmm…?” dia menyadari aku sedang mengamati tubuhnya yang indah itu,,,

Aku : “kamarmu bagus Rein,, rumah ini juga,,,,” ucapku mengalihkan perhatian…

Rein : “Sebenarnya papa bermaksud menjual rumah ini,, dan akan membeli rumah baru di pusat kota… tapi aku keberatan dengan rencana itu,,, karena banyak kenangan yang terjadi dirumah ini,,, rumah ini seperti mengikat semua kenangan tentang mama, masa kecilku dengan Alexa, dan juga masa remaja yang kujalani berdua dengan Rega, semua kenangan indah bersama dengan orang orang yang menyayangiku,,, bagaiamana aku bisa merelakan hal itu? sampai kapanpun aku tidak akan menjual rumah ini,,, aku akan tetap tinggal disini..”

Rein : “uhm,, aku sudah bilang ke Rega, kalau dia sudah menikah kuminta dia tetap tetap tinggal disini.. bagaimana pendapatmu.. ?”

Aku : “sepertinya rumah ini cocok untuk membesarkan anak anak,,,,” ucapku sambil tersenyum,, begitu juga dengan Rein yang juga tersenyum mendengar ucapanku.. Rein memegang tanganku…

Rein : “Meta… maafkan ucapanku tadi,, aku sadar, ternyata dendam sudah membutakanku, aku sama sekali tidak memikirkan masa depan kalian, aku sungguh sungguh minta maaf,,”

Aku : “aku juga minta maaf sudah membentakmu tadi,,, jadi?”

Rein : “Aku serahkan semua kepada Rega,, aku akan mendukung apapun keputusannya,, dan semoga dia tidak mendengarkan ucapanku tadi…” aku sedikit lega mendengar ucapannya..

Aku : “kamu sangat menyayangi Rega ya Rein..?”

Rein : “lebih dari apapun,, kita berdua sama sama menyayangi Rega,, tapi mencintainya dengan setulus hati adalah tugasmu,,, kamu wanita yang tepat untuk Rega,, aku suka saat tadi kamu menamparnya,,karena terkadang dia memang membutuhkan itu supaya sadar,,, ” ucapnya kepadaku sambil tersenyum dan kubalas senyumnya lalu kupeluk dia….

Kami berpelukan selama beberapa saat. Entah kenapa aku sangat bahagia Rein berbicara seperti itu kepadaku.. dia merestui hubunganku dengan adiknya.. meskipun aku harus bertemu dengan kedua orang tua mereka terlebih dahulu .

Rein : “tidurlah,, kamu pasti capek,,,,” perintah dia kepadaku,,

Aku : “enggak seberapa kok,,, kan tadi kamu yang menyetir,, kamu yang harusnya istirahat…”

Rein merebahkan tubuhnya di tempat tidur,, begitu juga denganku,, aku mencoba memejamkan mata,, tapi sedikit terganggu dengan pemandangan tubuhnya Rein…

Rein : “tahukah kamu,, dulu waktu sekolah aku sangat membenci kakakmu karena terlalu dekat dengan Rega,,, sekarang adiknya yang dekat dengan Rega,,,” ucap Rein sambil memiringkan tubuhnya,,,

Aku : “Neta memang seperti itu jika bertemu dengan cowok tampan,, hehe,,”

Rein : “beruntung banget tuh anak pernah dekat dengan wanita seperti kalian berdua,,,”

Aku : “hahaha,, Rega yang sangat beruntung punya kakak sepertimu, yang selalu menyayanginya, menjaganya,,,,beda banget dengan kakakku”

Rein : “haha, apakah kamu percaya kalau Rega pernah melamarku beberapa kali,,”

Aku : “hah,,,?”

Rein : “hahahaha tapi dia cuman bercanda kok,,,,”

Kami berdua saling berpandangan diatas temat tidurnya… aku tidak bisa fokus melihat wajahnya, karena sesekali pandangan mataku berpindah ke payudaranya Rein yang indah,,,

Rein : “Peganglah kalau kamu mau,,,,!” ucap Rein tiba2…

Aku : “Eh,,, maksudnya…?” Rein hanya tersenyum, lalu dia memegang payudaranya sendiri,,

Hahh..? apakah dia menyadari tatapan mataku ke payudaranya..?

Rein : “Aku tau kamu menginginkanku Meta,,, aku tau kamu sering memikirkanku dalam berbagai cara…”

Aku langsung syok,,mataku terbelalak.. bagaimana dia bisa tau?

Rein : “aku menyadarinya sejak pertama kali bertemu denganmu di kostnya Rega,,, dari caramu melihatku,caramu berbicara denganku,, kamu pikir aku tidak memperhatikannya? Aku menyadari ada yang berbeda darimu… benar kan?” ucap Rein sambil semakin mendekatkan tubuhnya ketubuhku,,,

Apakah benar yang dikatakannya? Apakah ini semacam tes? Aku tidak bisa berkata apa apa,,

Aku : “A,,,aku tidak tau harus berkata apa..” ucapku dengan terbata,, jantungku semakin menderu,,,

Rein : ”kamu tidak perlu mengatakan apapun,, karena tubuhmu sudah mengatakannya kepadaku,,,” tubuhku? Aku bahkan tidak tau bahasa tubuhku sendiri,,,

Jantungku semakin berdetak cepat,,Rein memegang tanganku,, dan dia mengarahkannya ke payudaranya yang indah itu,,, tanganku diletakkan diatas payudaranya yang masih tertupi bikini…beneran besar, beda banget dengan punyaku,,,

Rein : “ini yang kamu inginkan bukan..?” ucapnya sambil menuntunku meremas bikini berisi daging yang sangat kenyal itu,,,dia melakukannya sambil menatapku…

Aku seperti terhipnotis dan tidak bisa menolaknya,, karena memang ini yang aku inginkan,,,

Rein : “Resty,,? Dia bukan hanya sekedar temanijn,, apa aku salah,,?” tanya Rein,, dia benar benar tau,,, segitu kelihatannya kah atau dia yang terlalu pintar dalam menganalisa seseorang.

Rein : “Kamu sudah mengatakannya kepada Rega..?” tanya dia lagi padaku,,, sumpah aku tidak bisa berkata apa apa,, dan tidak ingin melakukan apa apa… aku takut dia sedang mengujiku,, tapi pertahananku semakin menipis, karena saat ini kulihat Rein merasakan keenakan karena payudaranya kuremas lembut walaupun masih dibimbing oleh tangannya..

Rein : “ssh,, sepertinya kamu masih merahasiakannya kepada Rega,, aku bisa menjaga rahasiamu ini,, asal,, kamu juga bisa menjaga rahasiaku ini kepada Rega…” ucap Rein,, lalu tiba tiba Rein mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku…

Sumpah kaget banget tiba tiba Rein mencium bibirku,, mataku terbelalak,, suasana Kamarnya Rein yang dingin tidak dirasakan bibirku,, bibirku terasa hangat karena sentuhan lembut bibirnya Rein.. Rein adalah wanita kedua setelah Resty yang mencium bibirku,,, Bibirnya Rein terasa manis di ujung lidahku,,

semakin lama aku semakin bisa menikmati ciuman kami dan aku tidak ingin melepaskan bibir wanita cantik ini,,, aku ingin merasakan bibir ini lagi, lagi dan lagi,,,, tapi sesaat kemudian dia melepaskan ciuamannya…

Nafasku tersengal setelah ciuman itu,, rasanya seperti diantara kaget, tidak percaya dan senang,,,

Aku : “apakah kamu,,,,”

Rein : “lesbi..?”potong Rein,,

Rein : “Noo,, aku masih suka dengan pria,, tapi aku juga menyukai berhubungan dengan wanita… tapi hanya sebatas hubungan seksual,, bukan cinta…semua ini berawal saat aku tinggal di asrama wanita waktu kuliah, teman sekamarku adalah seorang lesbian sejati,, dia punya pasangan tapi dia juga menyukaiku… sampai akhirnya terjadilah hubungan seksual pertamaku dengannya,, setelah itu aku menyadari sesuatu bahwa ternyata dengan wanita,, asik juga… dan kami sering melakukannya untuk sekedar melampiaskan hasrat kami… “

Aku : “Hampir sama dengan pengalamanku bersama Resty,, saat itu kami juga teman satu kampus, tapi saat itu kami melakukannya berawal dari iseng memainkan game kartu antara aku dan dia, sampai akhirnya keterusan,,, bahkan kami berdua sampai melihat video porno lesbian bersama agar tau bagaiamana caranya biar lebih asik…”

Rein : “hahaha,, aku juga melakukan itu,, menonton video porno sesama wanita,,,, tapi Meta,, jangan beri tau Rega tentang ini ya.. aku merahasiakan ini darinya….”

Aku mengangguk dan tersenyum,,

Rein : “so,, apa yang akan kita lakukan sekarang..?” tanya dia padaku,,,

Kujawab pertanyaannya dengan mencium bibirnya Lgai,, karena aku memang ingin merasakan lagi manis bibirnya Rein… satu tangan Rein memegang wajahku saat kami berciuman,,, semua ini terasa begitu indah bagiku… terasa seperti mimpi,,, apa memang aku sedang bermimpi ? karena saat ini aku sedang memejamkan mataku sambil merasakan bibirnya Rein.

Aku begitu hanyut didalam suasana yang aneh ini, saat aku membuka mata ternyata Rein masih dihadapanku.. masih mencium bibirku, ternyata ini memang bukan mimpi… tapi aku tidak menyadari kalau aku sekarang sudah berada diatas tubuhnya Rein… sejak kapan aku berpindah..?

Kurasakan tangan Rein sedang menyusup di bibalik pakaianku,, telapak tangannya yang dingin kurasakan menyentuh nyentuh kulit punggungku… kemudian dia membaikkan tubuhku,, dia menindihku,, duduk diatas perutku,,, dengan sekali gerakan dia melepaskan tanktop yang kupakai,, kemudian meraba payudaraku yang tidak seberapa dibandingkan miliknya,,,

Tidak ingin kalah,, tanganku juga ikut meremas kedua payudaranya yang besar ini,, kulit payudaranya sangat halus,, dan payudaranya ini sangat empuk,,,

Rein : “ssshhhh,,,,emphh…”

terasa sangat menyenangkan,,, aku tidak akan bosan meremas payudaranya ini meskipun melakukannya sepajang hari,,, kemudian kutarik kebawah tali bra bikini yang ada dipunggungnya sampai cup bra longgar dan kusingkapkan ke bawah payudaranya,,,

kini terlihat puting mungil berwarna pink, menggemaskan… lalu Rein menyodorkan payudaranya yang terbuka itu kewajahku.. langsung kusambut dengan bibirku,, kulumat putingnya dengan halus,,, seketika Rein langsung bergerak liar,, tangannya meraba raba pangkal pahaku yang masih tertutupi celana jeans…

Saat putingnya kuhisap dengan kuat,, aku dikagetkan dengan lenguhan Rein yang sangat keras,,,

Rein : “ACCCCCCCHHHHHHHHHHHHHHHHHH……”

Sumpah kaget mendengar desahannya,, terdengar sexy sih,, tapi apa gak kekencengan? Aku takut Rega mendengarnya,,,

Aku langsung melepas mulutku dari putting susunya,. Rein bergerak ke bawah tubuhku,, menarik kebawah celana jeansku,, sampai terlepas,,, lalu dia meraba pahaku,,,, geli banget,, kemudian dia meloloskan juga CD ku…

Rein : “wow.. kamu membiarkannya tumbuh…?” tanya Rein, melihat rambut rambut halus diantara mekiku…

Dengan lucunya Rein meraba rambut rambut itu sambil menatapku,, aku jadi tersenyum karenanya…,,, sampai jari jarinya menyentuh bibir meki ku,, dia melihatku sambil tersenyum,, kemudian Dengan tubuh yang sedang nungging diatas tempat tidur,, Rein mendekatkan wajahnya ke mekiku,,,

Aku : “achhhh… Reinnnn…” aku langsung mendesah saat lidahnya Rein menjilati bibir mekiku,,,,

Dan kini lidahnya sudah masuk ke dalam mekiku,, Ternyata Rein sangat pro melakuaknnya,,, seperti yang dilakukan Rega,,,

Gila enak banget,,, hanya sebentar saja Rein memainkan lidahnya di meki ku tapi aku sudah merasakan nikmat yang sungguh luar biasa,,, dia seperti membawaku melayang tinggi ke angkasa,, rasanya begitu memabukkan,, aku ingin terus merasakan sensasi ini,,,

Aku : “Acccccccccchhhhhhhhhhhh…..”

Aku orgasme… tubuhku langsung kejang kejang,,, tubuhku kaku… Rein langsung menjauhkan mulutnya dari mekiku,, tapi meskipun dia tau aku sedang kejang kejang,,,, dia malah memukul mukul bibir meki ku dengan telapak tangannya,,,,, tapi rasanya,,, rasanya,,, tambah nikmat,, mulutku sampai terbuka lebar karena aksi Rein itu,, apa yang dia lakukan…?

Beberapa saat kemudian aku sudah bisa mulai tenang walaupun nafasku masih tersengal… rasanya aku tidak bisa merasakan lagi tulang tulangku… orgasme pertamaku dengan Rein sukses membuatku lumpuh….

Saat aku masih terpejam karena orgasme pertamaku,, tiba tiba kurasakan bibirku dicium lagi oleh Rein,,, kami berciuman lagi… kemudian terlepas…lalu dia tengkurap disebelahku…

Rein : “Sepertinya enak banget ya sampai kamu kejang kejang kayak gitu..?” tanya Rein disebelahku..

Aku : “amazing,,,, enak banget Rein,,,”

Rein : “aku juga ingin merasakan seperti itu,, kamu bisa membantuku,,,?” tanya dia…

Aku : “serahkan padaku,,,,” jawabku dengan percaya diri,,,

Kemudian aku bergerak, dengan posisi Rein masih tengkurap,, kubantu dia melepas CD nya…. Bongkahan pantat yang indah langsung terpampang di mataku… persis dengan pantatnya Resty,, tapi yang ini lebih putih,,,

Kuremas terlebih dahulu kedua bongkahan pantatnya….,, amazingg,, pantatnya terasa hangat… reflek aku menduduki bagian belakang pahanya Rein,,, sebentar saja ku gesekkan meki ku di pantatnya Rein,,, aku ingin merasakan sensasinya… sambil kubelai belahan pantatnya,,,

Setelah itu, kubuka lebar belahan pantatnya,, aku ingin melakukan seperti kemarin yang kulakukan kepada Rega,,, lidahku langsung menyapu belahan pantatnya Rein,, sampai dengan lobang anusnya Rein juga aku jilati,,,

Rein : “emmhhh,, ssshh,, I like it,,, acchhhh..”

Saat asik asiknya menjilati pantatnya Rein kami berdua dikagetkan dengan suara pintu yang dittutup dengan sangat keras.. dan suara itu berasal dari kamar seberang,,, yang tidak lain adalah kamarnya Rega,,, kemudiann dilanjutkan sengan suara langkah kaki yang cepat menuruni anak tangga,,,

Aku Dan Rein langsung saling berpandangann… dan menghentikan aksi kami,,,, Rein reflek turun dari tempat tidur dan menuju jendela kamarnya,, aku mengikutinya,,,

Dan dari jendela kamar itu aku bisa melihat Rega tergesa gesa masuk kedalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya dengan sangat cepat meninggalkan rumah ini,,,,

Rein : “fuck,,, kemana lagi tuh anak.,,” Ucap Rein lalu berjalan cepat menuju kamar mandi,,,

Lagi lagi Rega pergi meninggalkanku,, mau sampai kapan dia membuat hatiku tidak tenang seperti ini,, aku takut suatu saat nanti ketika dia pergi,, dia tak akan kembali lagi,, kepadaku…

Rein : “Meta cepat pakai pakaianmu,, kita susul dia,.,,.” Perintah Meta,, dia sudah memakai pakaiannya,,, aku langsung bergegas memakai semua pakaianku

——POV REGA——

Aku bergegas pergi dari rumah setelah mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal yang kuyakin adalah pesan dari Galih. Seperti ini pesannya :

Aku menunggumu ditempat semuanya bermula, datanglah.

-G.

Galih menyuruhku datang ke tempat semuanya bermula ? dimana? Tempat dia membunuh Alexa? Bukan, disana adalah akhir dari semuanya,,, sedangkan yang menjadi tempat awal mula tragedi itu terjadi adalah disini,

Disekolah…

lebih tepatnya adalah di lahan kosong disamping sekolah, dan aku sudah sampai disini,,, Tempat sepi ini adalah awal mula semua itu terjadi,, di tempat inilah Galih memendam dendam kepada Rein saat dia dan gengnya dikalahkan oleh Rein setelah mencoba membawa Ressa pergi. Aku melihat sebuah mobil terparkir tidak jauh dari tempat mobilku berhenti.

Aku berjalan melewati sebuah lorong diantara dua bangunan besar, diujung lorong ini ada sebuah lahan kosong yang masih belum difungsikan. Awan gelap diatas langit akhirnya menumpahkan airnya, Tetes demi tetes kecil air hujan mulai turun terjun bebas mengiringi langkahku,,

Sesampainya diujung lorong aku terdiam… Aku melihatnya, seseorang sedang berdiri sendirian didepan semacam bangunan kecil yang sudah tidak terpakai,, dan orang itu memang Galih..

Datang ke tempat ini semakin membuat amarah dan emosiku semakin memuncak. Saat aku berjalan mendekatinya, semua ingatan tentang yang pernah terjadi ditempat ini muncul seperti sebuah bayangan bayangan semu,, sambil berjalan lurus aku melihat ke sebelah kanan,, disana muncul bayangan Ressa dipukul kepalanya dengan sebuah balok kayu saat mencoba melindungiku.. kupejamkan mataku sesaat, merasakan betapa mengerikannya kejadian itu…

Dan saat ini aku sudah berada dihadapan Galih, satu satunya orang yang harus bertanggung jawab atas meninggalnya Alexa dan segala kekerasan yang dia dan kelompoknya lakukan kepada Ressa,,

kami saling berpandangan..

kenapa dia mengajakku kesini? Apa yang akan dia lakukan? Fuck,, Aku tidak peduli dengan apa yang akan dia lakukan,, karena saat ini yang ada pikiranku adalah,,

apa yang akan kulakukan padanya…?

pada saat itu aku mendengar suara langkah kaki yang cepat seperti tergesa gesa,, aku reflek menoleh ke arah belakang… ternyata suara langkah kaki itu milik Rein dan Meta yang menyusulku kesini,, Mereka berdiri tidak jauh dariku dengan masing masing memegang payung untuk melindungi tubuh mereka dari air hujan yang mulai turun agak deras… sebenarnya Meta ingin mendekatiku tetapi ditahan oleh Rein…

Galih juga menyadari kedatangan mereka…. Mungkin dia sedang bertanya tentang Rein yang datang bersama dengan wanita yang pernah dia tolong, Meta,,

Kembali kulihat Galih, wajahnya bagaikan sebuah tombol play memori tentang peristiwa kematian Alexa,, setiap aku melihat wajah Galih aku teringat Alexa yang sedang kesakitan di pangkuanku dan akhirnya pergi,,, tapi aku mencoba sekuat tenaga untuk tetap tenang karena Meta berada disini,, aku tidak ingin dia sedih karena melihatku emosi…

aku akan menanyakan suatu hal kepada Galih, sebuah pertanyaan yang sudah lama kupendam dipikiranku, yang selalu terucap didalam hati ketika aku bersedih mengingat kepergian Alexa…

Aku : “Kenapa kamu membunuh Alexa..?” tanyaku kepada Galih, akhirnya pertanyaan itu bisa kulontarkan langsung kepadanya..

Galih : “apapun alasan yang aku katakan tidak akan pernah bisa merubah kenyataan bahwa aku telah membunuh wanita yang kucintai,,,..”

Cinta..? Mendengar ucapannya,, aku langsung tidak bisa menahan emosi yang daritadi kutahan,, aku bergerak cepat ke arahnya,, dan langsung kuhantamkan kepalan tanganku di rahangnya… Galih langsung terdorong ke belakang,, sama sekali tidak ada pembalasan darinya,, dia hanya memegang rahangnya yang kulihat berdarah di sudut bibirnya..

Aku : “apa kamu lupa semua perbuatanmu kepada Alexa? Kepada Ressa? Hah? PRIA SEPERTIMU TIDAK PANTAS MENCINTAI ALEXA… TIDAK PANTAS MENCINTAI WANITA MANAPUN DI DUNIA INI TERMASUK DIAS…” aku membentaknya,,,

Rein : “Dias..? apa maksudnya..?” tanya Rein heran setelah mendengar nama Dias..

Meta : “Galih adalah calon suaminya Dias, dia adalah temanku dan temannya Rega…” Ucap Meta menjawab pertanyaan Rein…

Rein : “Jadi yang dijodohkan dengan Dias itu Galih..?” ucap Rein terkejut,,,

Meta : “Ba,,bagaimana kamu bisa tau kalau Dias dijodohkan..?” Meta tak kalah kaget saat tau Rein juga menghetahui tentang perjodohan Dias,..

Aku : “JANGAN HARAP AKU AKAN MEMAAFKANMU MESKIPUN KAMU BERKATA SEPERTI ITU,,,,” bentakku sekali lagi kepada Galih..

Galih : “Aku tidak membutuhkan ampunanmu,, karena aku hanya berhutang maaf kepada Alexa..tapi meskipun aku telah berbuat buruk kepadanya, aku tetap mencintainya…. sampai sekarang.”

Sialan,, kenapa dia terus terusan bilang mencintai Alexa…? Jika dia hanya ingin meminta maaf kepada Alexa,,setelah ini akan kuseret dia ke kuburannya Alexa,,,

Kudekati dia lagi,, kutarik bagian ujung atas bajunya,,, lagi lagi tidak ada perlawanan darinya,,,, dia membiarkanku melakukan itu kepadanya..

Aku : “tidak seharusnya kamu membunuh Alexa..” Galih malah tersenyum mendengar ucapanku, kemudian tertawa,,,

Galih : “hahaha,, itu juga yang ada dipikiranku sejak dulu,, tidak seharusnya Alexa yang mati,, aku lebih memilih Amanda yang mati daripada Alexa,,,,”

Otomatis Emosiku kembali tersulut saat dia berkata seperti itu,,

Aku : “BANGASAAATTT,,,,”

Kembali kulayangkan pukulanku ke arah wajahnya beberapa kali dan pukulan terakhirku sukses membuatnya tersungkur ke belakang.. tapi tak lama dia bangkit lagi,,dia tetap mencoba berdiri meskipun terihat lemas dengan mulut yang sudah mengeluarkan darah,,,

Galih : “lakukan apapun yang ingin kamu lakukan,, kamu ingin membunuhku? Lakukan sekarang juga,, kamu tidak tau rasanya menanggung beban rasa bersalah sedalam ini, menanggung dosa sebesar ini,… aku sudah beberapa kali mencoba membunuh diriku sendiri, menabrakkan mobilku sendiri,, tapi selalu gagal.. aku masih hidup sampai sekarang…. mungkin kamu bisa membantuku,, bebaskan aku dari rasa bersalahku, bebaskan aku dari penderitaan ini, dan bebaskan aku dari dunia ini,,, aku ingin segera menyusul dan menemui Alexa,,, JADI CEPAT LAKUKANNN,, BALASKAN DENDAMMU…BUNUH AKUU”

Apa apaan ini…? Kenapa Galih bicara seperti itu,,? Dia begitu pasrah dengan hidupnya,,, itukah sebabnya dia tidak mencoba melawanku daritadi.,,?

Galih : “kenapa kamu masih diam saja..?,AKU SUDAH MEMBUNUH ALEXA,,, AKU YANG MERENGGUT KEBAHAGIANMU, AKU MEMISAHKAN CINTA KALIAN BERDUA,,, APA YANG KAMU TUNGGU? CEPAT BUNUH AKU…. Atau…. kamu tidak bisa melakukannya? Ah,,Tentu kamu tidak bisa melakukannya,, kamu tidak pernah berubah dari dulu kamu memang pengecut dan tidak punya nyali,, karena itulah kamu tidak bisa menjaga Alexa,,, nyatanya tidak hanya aku,, PRIA PENGECUT SEPERTIMU JUGA TIDAK PANTAS MENCINTAI ALEXA.. KARENA KAMU TIDAK BISA MELAKUKAN APA APA DAN MEMBIARKAN ALEXA MATI BAHKAN KAMU TIDAK BISA MEMBALASKAN KEMATIANNYA”

Ucapannya bagaiakan sebuah aliran listrik yang menyengat tubuhku….

Deg Deg

Aku tidak bisa menjaga Alexa?

Deg Deg

Aku membiarkan Alexa mati?

Deg Deg

Aku tidak pantas mencintai Alexa?

Kupejamkan mataku beberapa saat,,, kemudian Kudekati dia lagi… aku berdiri tepat dihadapannya….

Aku : “memang benar yang kamu ucapkan, aku memang tidak bisa menjaga Alexa, aku membiarkannya mati dan itu sebabnya aku tidak pantas mencintai Alexa, tapi..asal kamu tau,,, Alexa mencintaiku…”

LAST KISS

AL : “Regaa.. aku mencintaimu.. Aku selalu mencintaimu….cintaku hanya untukmu…”

AKU : “DAN KAMU MEMBUNUH WANITA YANG MENCINTAIKU…” teriakku kepada Galih, sambil memukulnya dengan sangat keras, dia sampai terdorong kebelakang lagi,,, tapi kudekati lagi,,,,

AKU : “KAMU MEMBUATNYA TIDAK BISA MENCINTAIKU LAGI…” Sekali lagi kepalan tanganku mendarat di wajahnya yang sudah babak belur… dia terdorong kebelakang lagi…

UPDATE 50. MEMBUKA LEMABARAN BARU

AL : “heiii,, mulai sekarang aku akan mengisi setiap lembaran kehidupanmu,,, aku akan menemanimu mengisi semua lembaran lembaran kosong itu”

Aku : “DAN KAU MEMBUATKU HARUS MELIHAT ALEXA MATI,, DIA MATI DIPANGKUANKU BANGSAATTT..”

LAST KISS

Aku : “AL…? AL…? Alexa….. ?”

Alexa sudah tidak bergerak lagi, dia sudah pergi…

Aku : “ALEXXAAAA….”

Aku menangis diatas tubuh Alexa.. kuciumi wajahnya berharap dia akan bangun lagi.. tapi dia benar2 sudah pergi untuk selamanya.

Aku : “ALEXA… Bangun sayang….. bangun…. jangan pergi…. ”

Aku : “jangan tinggalkan aku…..”

***

Setiap aku menyelesaikan kalimatku, diakhiri dengan pukulan yang sangat keras di wajahnya,, dan yang terakhir ini membuatnya sampai tersungkur ke tanah… tapi aku tetap menyerangnya,, kududuki tubuhnya,, dan kupukul terus wajahnya dengan tanganku,,, aku sangat kalap,, aku bahkan tidak bisa mendengar teriakan Meta,,,

Meta : “BEEE,,, HENTIKANNN” Meta hendak menuju kearahku, tapi ditahan oleh Rein,,,

Meta : “Reinn,, lepasakan aku,, Rega bisa membunuh Galih,,,, lepaskann,,,” tapi Rein tetap tidak melepaskan tangan Meta,,, ekspressi wajah Rein datar dan kaku melihatku menghajar Galih, sepertinya Rein juga terpancing emosinya saat mendengar kata kataku kepada Galih…

Aku : “KEMBALIKAANNN DIA,,,”

Aku : “KEMBALIKAN ALEXA KEPADAKU,,,”

Aku : “KEMBALIKAAANNN…”

Aku berteriak teriak diatas tubuh Galih sambil tetap memukul wajah Galih, aku menangis saat melakukan itu,, aku bersedih mengingat Alexa,,, tapi air mataku tidak terlihat karena bercampur air hujan yang sangat deras.. air hujan yang terjun dari awan juga menyebarkan darah ke tanah yang berasal dari wajah Galih,,,

Tiba tiba aku merasakan seseorang memelukku dari belakang,, ,, aku bisa melihat tangan orang yang memelukku,,, kurasakan hangat sekali pelukannya meskipun udara sangat dingin karena hujan.. pelukannya berhasil membuatku tenang dan aku berhenti memukul Galih…

Aku : “AL..?”

Ya,, sebuah pelukan hangat dan nyaman seperti pelukannya Alexa…

Dias : “Ega,, kumohon hentikan,, “

Hahhh? Suara ini..? Dias…? Dan ternyata Dias yang entah datang dari mana yang tiba2 memelukku dari belakang disaat aku masih memukul Galih.. seperti semalam, Lagi lagi Dias berhasil menghentikan amarahku…

(Sebenarnya dari tadi Dias bersembunyi di bangunan kecil yang tadi disebutkan Rega)

Meta : “Dias..?” Begitu juga dengan Meta yang terkejut dengan Dias yang tiba2 muncul…

Rein : “Hah? Jadi wanita itu yang namanya Dias..?”

Dias : “Kumohon hentikan,,,” ucap Dias kepadaku,, dia semakin memelukku erat, dengan kepalanya ada di pundakku,,

Aku : “Tapi.. tapi dia sudah membunuh Alexa Dee..”

Dias membantuku berdiri, dan sekarang aku berdiri berhadapan dengan Dias disebelah tubuh Galih yang lemas dengan wajah yang babak belur,,, tapi dia masih sadar…

Dias : “Aku tau,, aku bisa merasakan amarahmu, aku bisa merasakan kesedihanmu,,dan Aku tau apa yang sudah dilakukan Galih tidak bisa kamu maafkan begitu saja,, tapi percaya kepadaku, Galih sudah sangat menyesal, dia sudah menghukum dirinya sendiri atas kesalahannya,, aku bisa menjelaskan semua yang telah dia alami dan apa yang sudah dia lakukan dalam upayanya memperbaiki kesalahannya,,, kumohon percaya padaku… bagaimanapun juga semua sudah terjadi,, biar Tuhan yang menghukummnya…”

Dias memegang kedua pergelangan tanganku,,

Dias : “sama sepertiku,, Alexa pasti sedih melihatmu seperti ini Alexa juga akan terluka melihatmu seperti ini, dia akan sedih jika kamu menjadi seorang pembunuh,, meskipun aku tidak mengenal Alexa, aku yakin, dia tida ingin kamu membalaskan kematiannya,, apalagi dengan tanganmu ini,,,, karena Tangan ini tidak diciptakan untuk membunuh, mereka ada untuk membantu dan menyayangi orang lain.. ”

Astaga,,, kata kata yang diucapkan Dias langsung menyadarkanku,, aku mengangkat kedua tanganku yang masih dipegang Dias..aku melihat telapak tanganku yang berlumuran darahnya Galih…. benar yang Dias katakan, Alexa pasti tidak ingin melihatku seperti ini,,,

Dias : “Amarah dan kesedihan yang kamu rasakan itu menandakan kalau kamu masih belum bisa merelakan kepergian Alexa sampai sekarang, semua itu semakin menguatkan dendam didalam hatimu kepada Galih,,, Cobalah,, ubah amarah dan kesedihanmu menjadi kekuatan untuk menguatkan hatimu sampai akhirnya kamu benar benar bisa ikhlas merelakan kepergiannya,,, aku tau itu tidak mudah,, tapi kamu harus mencoba,,,Demi Alexa.. bukankah kamu ingin membuatnya tenang dan bahagia disana?”

Dias : “Ega,, Apa yang sudah terlepas dari tanganmu ini tidak akan pernah bisa kembali lagi,, tapi meskipun dia sudah tidak ada disini,, bukan berarti Alexa berhenti mencintaimu,, dia akan selalu memperhatikanmu,, seperti air terjun yang tidak pernah berhenti mengalir, cinta dan perhatiannya kepadamu tidak akan pernah putus meskipun dia sudah tiada,, jadi buat dia bahagia dengan melihatmu bahagia..”

Kali ini Dias menggenggam kedua telapak tanganku,,,

Dias : “Dan aku,,, aku ingin menjadi alasan kebahagiaanmu itu,, aku ingin kita dekat lagi, seperti dulu.. maaf aku baru bisa mengatakannya sekarang, aku ingin mengatakan ini kepadamu sejak lama ,, bahwa …aku mencintaimu,, dan,, Ega,,, aku ingin kamu yang menikahiku,,”

Hah? Aku terkejut dengan ucapannya Dias,, akhirnya Dias mengatakan langsung cintanya kepadaku,, dan dia ingin menikah denganku? Aku begitu larut dengan kata katanya Dias barusan,,, aku langsung reflek begitu saja memeluknya… dan dia menyambut pelukanku,,,, kami saling berpelukan di tengah derasnya hujan, dihadapan Galih yang sudah bisa duduk di atas tanah, dihadapa Rein dan dihadapan Meta….

Karena begitu larut dalam suasana,, aku tidak menyadari kalau Meta pergi berlari menjauhi tempat ini.. dia pergi begitu saja dengan air mata di pipinya….

Rein : “Metaaaa… ?”

SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN

——POV TS——

Berbeda dengan suasana kota sebelah yang sedang hujan, di kota ini langit tampak cerah… Di sudut pelabuhan yang sepi di pinggiran ibu Kota. Di sebuah dermaga kecil yang sudah tidak terpakai, seorang pria paruh baya menatap lautan yang sore itu terlihat damai. sikapnya yang percaya diri terlihat dari bahasa tubuhnya yang tenang dengan meletakkan kedua lengannya di belakang tubuhnya.

Dia tidak sendirian, dia ditemani 3 orang pengawalnya yang berdiri sejajar tidak jauh dibelakang orang itu berdiri. Salah satu pengawal itu membawa sebuah koper hitam di tangannya.

Tak berapa lama, ada seorang pria yang datang menghampiri, seorang pria bertubuh kecil dengan tato Ular di lengannya , orang itu menyebutnya sendiri sebagai KillBill.

KillBIll : “Apa yang membuat seorang Danu Wicaksono mau mengotori sepatunya yang mahal untuk bertemu denganku di tempat seperti ini.?”

Ucap KillBill sambil berjalan melewati pengawal Danu yang awalnya menghadangnya,,

KillBill : “adakah seseorang yang membuatnya gentar sampai sampai dia turun langsung menemuiku..? ini suatu kehormatan besar bagiku…” imbuhnya, saat dia sudah berada dihadapan Danu.

Danu : “Tidak ada seorangpun di Dunia ini yang membuatku gentar dan takut untuk melawannya.. itu sebabnya kita disini..” balas Danu,

KillBill : “Apa yang kau inginkan dariku..?” tanya KillBill

Danu mengambil selembar foto dari jas nya dan memberikan foto itu kepada KillBIll yang tak lain merupakan fotonya Rega dengan Resty waktu mereka di Singapore..

Danu : “pria itu sedang bermain main denganku.. cari,,dan hancurkan……” ucap Danu kemudian memanggil pengawalnya yang membawa koper mendekatinya,, pengawal itu langsung membuka koper yang ternyata isinya tumpukan uang…

Danu : “itu hanya sebagian, sisanya setelah pekerjaan selesai…”

KillBill : “hmm,, sepertinya ada yang benar benar ingin seseorang mati…” ucap KillBill setelah melihat tebalnya tumpukan uang didalam koper.

Danu : “Mati..? tidak secepat itu.. buat dia menderita secara perlahan lahan sampai dia sadar telah bermain main dengan orang yang salah dan setelah dia memohon mohon atas hidupnya.. baru kau bisa membuatnya mati,,,”

KillBill : “hahaha didalam dunia bisnis seperti ini, Kepuasan pelanggan adalah prioritas kami,, ada request ingin dibuat menderita seperti apa anak ini?” tanya KillBill pada Danu…

Danu : “Dia sudah merebut wanita yang sudah sejak lama kupelihara… aku ingin kau buat dia merasakan hal yang sama”

KillBill : “wanita yang sedang bersamanya ini? Jadi ini semua tentang apa yang ada di antara kedua paha wanita cantik ini,,,?” potong KillBill cepat sambil melihat fotonya Rega dan Resty,,

…… : “jaga ucapanmu,,,,!” Bentak pengawal Danu sambil menyentuh lengan KillBill,

KillBill : “lepaskan tanganmu dari tubuhku atau kau akan pergi dari sini tanpa lengan,,,!” ancam KillBill.. Danu yang melihat keributan kecil itu langsung memberi isyarat kepada pengawalnya untuk tetap tenang.

Danu : “Bisa kita lanjutkan? Pertama,, Aku ingin kau menghancurkan hidupnya,, Setiap orang memiliki titik kelemahan masing masing, seseorang yang mereka lindungi dari bahaya,, buat dia kehilangan orang yang dia pedulikan terlebih dahulu… ada seorang wanita yang selalu bersamanya,,, terserah apa yang ingin kau lakukan kepada wanita itu,, mau kamu perkosa atau langsung kau buat wanita itu mati,, terserah,, yang penting lakukan dihadapan pria itu…”

KillBIll : “Wanita ini..?” tanya KillBill menunjuk Resty yang ada di lembar foto..

Danu : “bukan, yang itu untukku… ada wanita lain yang bersamanya… tapi kau harus waspada dengan wanita itu,, karena dia telah membuat mereka bertiga babak belur…” ucap Danu menunjuk ketiga pengawalnya…

KillBill : “sepertinya wanita yang menarik,, aku tidak sabar bertemu dengannya..”

Danu : “lalu saat hidupnya sedang hancur karena gagal melindungi wanita yang dia pedulikan,, aku ingin kau buat dia memberikan semua yang dia punya tentang operasiku,,,Paksa dia dengan mengancamnya membunuh semua orang2 didekatnya,,, aku yakin dia akan menyerah karena tidak ingin kehilangan seseorang lagi,,, setelah dia memberikan semua yang dia punya tentang operasiku.,, baru kau bisa membuatnya matii..” tegas Danu dengan berapi api..

KillBill : “hebat sekali !!.. Rencana yang sangat sempurna…” ucap KillBIll setelah mendangar instruksi dari Danu,,,

Danu : “kau tidak perlu mengkhawatirkan babi babi kepolisian,, aku sudah memberi mereka makan yang banyak,,,aku jamin mereka tidak akan bergerak jika mendapat laporan tentang kalian,, mereka akan menutup telinga..”

KillBill : “hahaha,, ini yang aku suka ketika berbisnis denganmu,,, sekarang pulanglah ke istanamu,, biar aku mengumpulkan orang orangku,, Aku akan menghubungimu saat semuanya selesai,,, yang perlu kau lakukan hanyalah menyiapkan sisa uangku…” ucap KillBill dengan penuh percaya diri..

BERSAMBUNG