Cerita Sex New Chapter Part 54

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Tamat

Cerita Sex Dewasa New Chapter Part 54 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex New Chapter Part 53

THE SPECTRE [Sang Hantu]
PART I​

Masih di malam yang sama ketika aku dan Rein berkunjung ke rumah ini, rumah sementara yang ditempati oleh Resty dan Adiknya, jauh dari keramaian ibu kota dan jauh dari rumah para penduduk yang lain.

Rumah tetangga terdekat jaraknya sekitar 1km dari sini, itupun masih sebuah deretan rumah kosong belum dihuni. Seperti yang pernah kukatakan sebelumnya,daerah sekitar rumah ini adalah Suatu kawasan perhutanan dan persawahan yang sepi, jika kalian membuka pintu belakang Rumah ini, kalian akan disapa oleh deretan Pohon pohon tinggi mulai dari yang batangnya berdiameter kurus sampai dengan pohon dengan diameter yang sangat lebar.

Kalian juga akan melihat lebatnya tanaman liar dan semak semak khas hutan tropis di belakang rumah, sangking lebatnya, kalian pasti akan berpikir dua kali untuk melewati semak semak tersebut.

Kalau aku melihat semak2 seperti itu, aku selalu berpikir kalau ada seekor ular yang sedang menungguku dibalik semak2 itu.. kebanyakan memang hewan reptil seperti ular akan bersembunyi atau bahkan berkamuflase menunggu mangsanya mendekat lalu menerkam mangsanya secara tiba tiba saat mangsanya tidak siap. Sungguh teknik membunuh yang curang, seperti seorang assassins berdarah dingin.

Tapi aku yakin daerah sekitar yang sepi dalam tiga tahun mendatang akan menjadi kawasan yang cukup ramai. Lahan sawah dan perhutanan disekitar daerah ini akan berubah menjadi kawasan komplek perumahan megah.

Terlihat dari papan iklan yang banyak ditemui di kanan kiri jalan saat menuju kesini yang berisi tentang pembangunan sebuah komplek perumahan elit dan bisa mulai dicicil dari sekarang bagi siapapun yang berminat tinggal di perumahan tersebut nantinya.

Bahkan di beberapa titik tertentu pembangunan sudah mulai dilakukan, truk truk besar pembawa material sering kutemui lalu lalang di kawasan ini. Mungkin 3 tahun yang akan datang rumah ini juga sudah tidak ada lagi.

Menurutku pribadi, pengalih fungsian kawasan hutan menjadi sebuah komplek perumahan sangat disayangkan. Seakan mereka tidak mempedulikan dampak yang akan ditimbulkan. Misalnya hutan yang ditebangi akan mengakibatkan air hujan tidak bisa lagi diserap oleh akar akar pohon dan daerah resapan air akan semakin berkurang.

Akibatnya adalah banjir yang akan menimpa kawasan yang lebih rendah, yang pasti semakin merugikan masyarakat sekitar. Sedangkan yang diuntungkan adalah para pemilik modal dan pembuka lahan yang menangani proyek untuk membangun perumahan yang semata mata bertujuan pada profit atau keuntungan mereka.

Pertumbuhan jumlah penduduk memang tidak bisa dihindari, membuat kebutuhan atas tempat tinggal juga semakin bertambah. Tapi setidaknya pemerintah harus bisa mengontrol pembangunan pembangunan ini, jangan begitu mudah memberikan ijin pembangunan di kawasankawasan yang akan berdampak pada rusaknya lingkungan.

Shit,,,,aku sudah seperti seorang mahasiswa aktivisss berkantong tipisss yang sok sok-an berpikirian kritissss apalagi mengenai kebijakan kebijakan pemerintah yang kurang etisss bagi masyarakat yang hidupnya masih kembang kempisss,, nah loh, malah nge-rap,,, wkwkwk.

Apapun alasannya, kita bersama sama harus turut serta dalam menjaga dan melestarikan lingkungan, karena lingkungan dan bumi ini adalah warisan untuk anakku dan Meta nantinya,, eh salah..maksudnya, warisan untuk anak cucu kita nantinya. Hehe semoga pengembang perumahan ini sudah memikirkan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan.

Hmm.. Pantas saja Resty memilih Rumah ini sebagai tempat tinggal sementara untuk Ressa. Rumah yang sangat tepat untuk menyembunyikan seseorang karena lokasinya yang terpencil di pinggiran hutan, bahkan seorang Danu dengan resoursce -nya yang unlimited pun tidak bisa menemukannya.

Walaupun agak serem sih saat malam tiba, karena di malam yang dingin suasananya begitu sunyi sepi dan mencekam. Belum lagi suara-suara binatang malam seperti lolongan anjing dan suara yang kuyakin itu adalah suara burung gagak serta suara suara serangga malam yang semakin menambah kesan mencekam suasana di malam hari.

Pengalaman selama satu minggu menginap di rumah ini walaupun di luar dan di dalam rumah sama sama gelap saat malam, tapi selalu ada Resty yang menemaniku di kegelapan di dalam rumah ini, lebih spesifik lagi, di dalam kamar ini. Disaat kebanyakan orang akan menggunakan waktu malam untuk istirahat dan tidur, tapi tidak denganku dan Resty, setidaknya tidak untuk satu minggu berturut turut.

Udara malam yang dingin tidak lagi terasa karena timbulnya percikan api gairah yang terjadi diantara kami berdua, diatas tempat tidur kami saling berperlukan dan menghangatkan satu sama lain, saling menempelkan dan menggesekkan kulit polos tubuh kami yang sudah tak berkain sama.

Suara-suara binatang malam masih kalah dengan suara rintihan dan desahan kami berdua yang sedang berusaha menggapai puncak kenikmatan. Tidak cukup puas hanya sekali, kami akan mencari puncak kenikmatan yang lain lagi dan lagi, sampai tidak bisa terhitung lagi berapa puncak yang sudah kami lalui.

Kadang kami berdua tidak menyadari jika telah melakukannya sepanjang malam hingga hangat cahaya matahari muncul mengusir dinginnya kegelapan. Dan selama satu minggu itu pula tiap pagi Ressa selalu menggodaku dan kakaknya.

Oiya.. Resty dan Ressa sedang berada di ruang tamu, mereka sedang asyik mendengarkan Rein bercerita tentang apa yang terjadi siang tadi di apartemennya Resty. Cerita Tentang betapa kerennya aku membuat Danu dan pengawalnya tidak bisa berbuat apa apa dan tidak akan berani lagi mengganggu kami hahaha,..

ah tapi tidak mungkin Rein bercerita seperti itu.. pasti dia tidak menceritakan bagian bagian yang keren kepada Resty dan Ressa, yang ada Rein akan menceritakan aksi aksiku yang konyol. Aku bisa mendengar suara tawa mereka bertiga yang terdengar sangat nyaring dari tempatku berada.

Jika mereka bertiga berada di ruang tamu, aku sedang berada di kamar tidur bermesraan berdua dengan Meta, walaupun hanya melalui panggilan video.Hampir 1 jam kami bertatap muka melalui layar handphone sambil aku bercerita tentang apa yang terjadi tadi siang, sudah beberapa hari ini aku tidak bertemu dengannya karena alasan menunggu situasi aman dan memastikan Danu tidak melakukan aksi lagi.

Aku tidak ingin Meta terlibat masalah ini, sebenarnya aku juga tidak ingin Rein ikut2an menampakkan dirinya pada Danu. Tapi Rein sendiri yang memaksa untuk ikut terlibat, katanya dia ingin memastikan keadaanku baik2 saja. Aku sih yakin setelah kejadian tadi siang, Danu tidak akan berani mengusik kami karena aku sudah mengancam akan membocorkan semua rahasianya jika berani berani mengganggu kami.

Kulihat sekilas jam di dinding sudah menunjukkan waktu tengah malam kurang dua puluh menit.

Aku : “yasudah sana tidur,, sudah malem Bee.. besok akan kuceritakan semuanya secara lengkap… ” perintahku kepada Meta.. tapi dia malah cemberut.

Meta : “datanglah kesini, Tidurin aku..!” ucapnya dengan tatapan menggoda sambil berbaring di tempat tidur.

Meta : “Apa kamu tau tiap hari aku mencemaskanmu, khawatir denganmu, aku takut kehilanganmu Bee.. tadi kamu bilang semuanya sudah berakhir.. Kenapa aku masih tidak bisa bertemu denganmu?”

Aku : “Bee.. Besok kita kan ketemu… “

Meta :” kenapa nggak malam ini ketemunya? Temenin aku tidur,.. Kenapa harus menginap disana. ?”

Ucapnya lagi2 cemberut..oiya, Meta sudah kembali ke apartemennya, Kak Neta diusir sama dia.

Aku : “cuma malam ini sayang.. karena besok pagi ada teman yang datang kesini.. nanti siangnya aku akan menemuimu.. janji…!”

Meta :” Teman..? maksudmu menemani Resty..?” ucapnya dengan penekanan nada bicara pada kata menemani

Aku :” yaelah… Suer Bee. Lagipula aku kesini bersama Rein..apa perlu aku panggilkan dia?” ucapku membela diri, padahal percuma saja, meskipun ada Rein tidak menutup kemungkinan Rein yang akan menamaniku tidur malam ini, hehehe

Meta :” iya.. Iya.. terserah.. lakukan apapun yang kamu suka..” ucapnya sedikit kesal..

Aku :” ya ampun Bee.. kamu masih nggak percaya..? ”

Meta :” Percaya kok,, aku serius.. lakukan apa yang kamu suka bila itu membuatmu senang,, asal jangan sampai aku tau jika yang kamu lakukan itu hanya akan menyakitiku,, dan jangan lupa dengan ucapanmu kapan hari… kamu tau kan Bee, tidak mudah bagiku untuk melepasmu begitu saja meskipun kamu mengabaikanku,, jika memang kamu tidak menginginkanku atau kamu lebih memilih Resty ataupun wanita lain bilang aja dari sekarang,, sebelum perasaanku kepadamu jatuh semakin dalam.. ”

Lagi lagi Meta marah2…. Tapi aku malah senyum senyum mendengar dia ngomel2..

Meta :” BEEEEEE… AKU LAGI MARAH, KENAPA KAMU MALAH SENYUM SENYUM… KAMU PIKIR AKU SEDANG NGELAWAK..?” Meta jadi semakain marah,,,

Aku :” hahaha .. Aku tau kok Bee kamu lagi marah.. Tapi aku juga tau marahmu itu ada rasanya.. Rasa sayang, Rasa Cinta dan sedikit Rasa Rindu … Aku juga kangeeeenn banget sama kamu, sangat ingin bertemu denganmu malam ini, ingin berada disebelahmu, memelukmu yang lagi ngomel2, mencium bibirmu yang dartitadi cemberut.. Tapi untuk saat ini, ditahan dulu ya kangennya,, gak lama kok.. hanya beberapa jam, setelah itu kita bisa bertemu melepaskan rindu bersama dan kamu bisa minta waktuku sebanyak yang kamu mau.. ”

Meta :” beneraan…?”

Aku :” i promise that i will do my best to serve my Queen.. ”

Akhirnya kulihat dia tersenyum,, Meta tersenyum mendengar ucapanku yang alay. … tapi memang “Queen” adalah nama belakangnya Meta,, “Maredta Filia Queen” cantik banget namanya, secantik orangnya..

Meta : “hufft.. padahal tempat tidurku malam ini akan serasa surga jika ada kamu… ”

Aku :” hahaha. aku sangat setuju dengan itu… ”

Kemudian Meta bicara sambil berjalan, sambil mengusahakan agar kamera handphonenya tetap bisa mengarah ke wajahnya meskipun sedikit goyang. Ternyata dia masuk ke dalam kamar mandi.. Lalu Dia memposisikan hapenya di suatu tempat diatas bathub menghadap bathub itu..

Aku :” Bee…?”

Meta tidak menjawabku, kulihat dia memutar kran Bak Mandi lalu melepas pakaiannya dan masuk kedalam bathub membelakangi handphone…

Waduh…. Meta sudah telanjang, bisa jelas kulihat lekuk tubuhnya yang tinggi putih langsing tanpa sehelai pakaian.. menunjukkan padaku bagian belakang tubuhnya, belahan pantatnya… sial… Jadi tegang.. membuatku menelan ludahku sendiri melihat pemandangan yang indah itu.. sudah lama aku tidak melihat tubuh telanjangnya Meta..sepintas aku merasa sangat sangat ingin berada di dalam kamar mandi itu sekarang juga..

Kemudian Meta membalikkan tubuhnya,dia tersenyum melihatku..sial,, dia sudah berhasil menggodaku..

Meta :” Kenapa Bee..?” ucapnya sambil membasahi tubuhnya dengan shower,,,

Aku :” eh.. enggak.. gpp”

Meta :”Temani aku,,, aku mau berendam dulu..baru tidur. .. seharian tadi aku tidak mandi menunggu kabarmu… kalau kamu gak kuat matiin aja ya… Hihi…”

Meta menyuruhku menemaninya, hadeeh sama saja dengan menyikasku….

CKLEKKK.. Aku kaget mendengar pintu kamar ini dibuka dan langsung kumatikan panggilan video ini. Ternyata Rein yang masuk ke dalam kamar.. Rein kelihatan bingung melihatku..

Rein :” kenapa Dek..? Tegang gitu…? ”

Aku :” eh.. gpp kok… Hehe… ”

Lalu Rein berjalan dan beranjak ke tempat tidur disebelahku..

Rein :”kirain kamu udah tidur..btw.. kamu nggak mau tidur bareng Resty? Dia pasti ingin bersamamu malam ini, apalagi sekarang kamu dianggap seorang pahlawan baginya..bagi Ressa juga.. kedua wanita itu akan dengan senang hati mempersembahkan tubuhnya untuk pahlawan mereka…” ucapnya disebelahku,,

Rein : “siapa tau mereka berdua mau melayanimu malam ini..” bisiknya pelan padaku..

Aku :” ehmm… Aku maunya kalian bertiga melayaniku dikamar ini.. Hahahahah” candaku bermaksud menggodanya,,,,

Rein :” hmm.. ngelunjak… Siapa takut.. baiklah ajak mereka berdua kesini.. kita berpesta sampai pagi…” ucapnya kemudian tersenyum.

Busett.. Rein selalu berhasil membalas godaanku,..

Aku :” hehehe..”

Rein :” gak berani kaan..?”

Aku :” kamu beneran mau Rein..? ”

Rein :”Gak percaya.? Biar aku yang ajak mereka kesini…. ” ucapnya lalu bangkit dari tidurnya… Langsung kutahan tubuhnya..

Aku :” eh.. Eh… Uda gila kamu Rein.. Kamu mabok yah? . ”

Rein :” emang iya… sini..”

Kemudian Rein bergerak mendorong tubuhku.. lalu dia mencium bibirku begitu saja… buset.. Rein beneran habis minum.. bisa kurasakan aroma Wiski di bibirnya… hadeehh, pantes aja bicaranya ngasal.

Aku :” gilaa..kamu minum sama mereka berdua.?”

Rein :” mereka aku tawarin sih.. tapi mereka gak mau… Gimana? masih Mau main berempat…?”

Aku :” Noooo.. aku bukan orang yang suka memanfaatkan keadaan… lagipula.. aku dan Resty sudah tidak bisa melakukannya lagi.. sekarang kami hanya berteman.. ”

Rein :” yakinn? kamu lupa berapa teman wanitamu yang sudah kamu tiduri..?”

Sial,,Rein tau semua hubunganku dengan banyak wanita.

Aku : “hehehe,, intinya aku sudah tidak bisa lagi dengan Resty….”

Rein : “ Kamu beneran melepas mereka berdua..? ” Aku menggelengkan kepalaku…

Aku :” aku memilih satu….”

Dok Dok Dok

Pintu kamar digedor sangat keras, aku dan Rein sampai kaget dibuatnya.. kemudian aku turun dari tempat tidur dan membuka pintu,,,

Aku : “hmm….?”

Rein : “Siapa Dek,…?”

Aku : “Gak ada siapa siapa…” kupastikan lagi dengan melihat kanan kiri lorong, memang tidak ada siapa siapa didepan pintu kamar ini. kulihat kamar sebelah yang merupakan tempat tidurnya Ressa dan Resty tertutup. Mungkinkah Ressa…?

Kemudian aku kembali lagi ke dalam kamar dan mengunci pintu, lalu kembali keatas tempat tidur.

Rein :” jadi kamu memilih si langsing daripada si sexy…? kamu tidak sedang bermain main dengan mereka berdua kan Dek..? apa aku harus mengingatkan kenapa dulu aku dan Alexa bertengkar..?”

Aku : “tidak perlu, aku ingat kalian dulu bertengkar karena dipermainkan oleh seorang cowok brengsek.. aku..” kalimatku dipotong Rein…

Rein : “dua kali,,, kamu salah satunya,,,”

Aku : “eh,,,? masih aja ungkit masalah yang dulu dulu,,huh.. aku tidak seperti itu Rein, aku serius ingin menjadikan Meta sebagai tujuan akhir pencarian cintaku,,”

Rein : “lalu bagaimana dengan persahabatan Meta dan Resty dengan keputusanmu ini..? Resty juga kelihatan sangat mencintaimu, apakah nantinya persahabatan mereka berdua akan renggang lagi..?”

Aku : “beberapa waktu yang lalu mereka berdua bertengkar demi mempertahankanku,, tapi aku yakin Resty bisa berbesar hati menerima keputusanku,, Resty yang sekarang beda dengan Resty yang dulu, sekarang Resty kelihatan lebih dewasa dalam menyikapi suatu hal… Sudah terlalu banyak yang dia lalui, semoga dia bisa menemukan yang lebih baik dariku…”

Dok Dok Dok

Lagi lagi pintu digedor dengan sangat kasar, lebih keras daripada yang tadi.. aku langsung turun dari tempat tidur cepat agar bisa menangkap basah siapa yang menggedor pintu. aku sangat yakin Ressa yang sedang main main denganku.

Tapi lagi lagi saat kubuka pintu kamar, tidak ada seorangpun diluar kamar… lorong rumah ini sepi banget, seketika buluk kudukku merinding… mungkin perasaanku saja, kututup lagi pintunya dan kembali ketempat tidur.

Aku : “aneh banget, gak ada siapa2 diluar kamar,,,”

Rein : “mungkin Ressa, lagi iseng,,,,”

Aku : “aku pikir juga gitu..”

Rein : “Kamu cerita ke Ressa soal kita…?”

Aku : “hah..? aku tidak pernah cerita ke siapa siapa Rein kecuali Alexa.,, memang Ressa tau kalau kamu pernah mencintaiku.. tapi kupikir Ressa tidak akan berpikir jauh tentang “hubungan” kita…” aku yakin Rein paham maksudku…

Rein : “Yasudah deh,, btw,,masih ada waktu untuk merubah pilihan loh Dek,, Resty sepertinya wanita yang baik, dia wanita penyayang…,”

Aku : “Hmmm,, Gak akan,, dihatiku sekarang cuman ada Queen Meta seorang,,,“

Rein : “Oh yah?Dias..? apa yang kamu pikirkan tentang dia?”

Aku : “aku mencoba untuk tidak memikirkannya,, Dias sudah nikah,,,”

Rein : “kamu yakin,,? Kalau belum…?”

Aku : “kamu ini kenapa sih,,,? Kamu gak suka sama Meta…?” ucapku sedikit kesal..

Rein : “hahaha,, ciee adikku kezel.. Cuma ingin memastikan keseriusanmu dengan Meta,, kasian cewek secantik Meta yang begitu tulus mencintaimu tetapi kamunya masih ragu dengan hatimu,,,, baiklah,, sepertinya kamu sudah bisa tegas dengan hatimu sendiri..

Resty dan Meta sama sama baik, sama sama cantik,, kedua wanita itu sama sama tulus mencintaimu.. aku menyukai mereka berdua Dek,, apapun alasanmu memilih Meta aku yakin dia adalah yang terbaik.. Karena aku tau pilihanmu tidak pernah salah, sama seperti saat dulu kamu memilih Alexa..”

Ucapnya disebelahku sambil membelaikan tangannya yang halus di wajahku… tiba2 kulihat air mata Rein menetes.. Aku begitu kaget melihatnya..

Aku : ” Rein..? kenapa kamu menangis..?”

Rein : “aku kangen Alexa dek.. seharusnya dia yang bersamamu.. Seharusnya Alexa yang kamu nikahi..maafin aku,,karena aku, kamu tidak bisa bersama dengan Alexa,, seandainya saat itu aku tidak berkelahi dengan pembunuh itu,, seandainya saat itu Alexa tidak menolongku,, kamu pasti sekarang sudah hidup bahagia bersama Alexa..” ucapnya sambil terisak,,

Hmm.. kenapa Rein tiba2 jadi melow gini sih?.. Mungkin karena alkohol yang tadi dia minum,, memang terkadang alkohol mempunyai dampak yang berbeda beda, salah satunya membuat perasaan lebih sensitif apalagi bagi seorang wanita. Kudekati tubuh kakakku dan kupeluk dari samping,

Aku : “Kakakku sayang,,, Kalau saat itu Alexa tidak menolongmu,, aku akan sangat bersedih kehilanganmu,,, Alexa mengorbankan nyawanya untuk seorang yang sangat penting bagiku. Tidak bisa kubayangkan jika aku harus kehilanganmu, tidak ada yang menjagaku, tidak ada yang mendapingiku disaat aku kesulitan mengisi lembaran hidupku, kamu selalu ada disampingku saat aku jatuh, mengajarkanku banyak hal, kamu adalah kehidupanku, tanpamu aku tidak akan bisa menjadi seperti sekarang…”

Aku : “Sudah Rein jangan sedih,, ini semua sudah Takdir Tuhan… Alexa gak pengen kita bersedih karena dia,,, Aku memang tidak bisa bersama dengan Alexa selamanya. Tapi meskipun aku menikah dengan wanita lain, Alexa sudah abadi dihatiku selamanya,

dimimpiku Alexa pernah bilang kalau dia akan tersenyum senang disampingku saat aku berbahagia, dan dia akan turut bersedih sambil memelukku saat aku bersedih… sama seperti yang kamu lakukan padaku, didalam benakku aku sudah menikahinya,, dulu aku sudah melamarnya waktu aku dan dia sedang berdua didalam kamarku….”

Rein : “Makasih ya Dek, karena tidak membenciku,, aku tidak akan menyia nyiakan pengorbanan Alexa,, seperti janjiku kepada Alexa, sampai kapanpun aku akan selalu menjagamu,.. takkan kubiarkan hal yang sama terjadi padamu, meskipun harus mengorbankan nyawaku“

Rein : “tunggu dulu,,, kapan Alexa pernah kerumah…?”

Eh..? oiya lupa,, saat itu Alexa menyusup malam malam kerumah tanpa sepengetahuan Rein…

Aku : “ehh,,anu,, intinya kamu jangan pernah merasa bersalah,,kita berdua tau siapa yang harus disalahkan atas kepergian Alexa..”

selama beberapa saat Rein masih bersedih merindukan Alexa. Walaupun sudah bertahun tahun berlalu, tapi kenangan pahit itu masih akan terus menghantui kami berdua. Sejak kejadian itu bukan aku saja yang berduka dan depresi atas kepergian Alexa, Rein juga merasakan hari hari yang berat setelah kepergian Alexa.

Duka atas kehilangan Alexa begitu terasa bagi kami berdua. Meskipun tidak sampai depresi sepertiku, disaat saat tertentu Rein juga bersedih dan menangis di dalam kamarnya,, Rein sangat menyesal Alexa harus pergi mengorbankan nyawa untuknya, penyesalan Rein semakin besar saat dia mengingat jika selalu berpikiran jahat kepada Alexa selama Alexa masih hidup. Semua itu semakin membuatnya merasa bersalah,,, padahal seharusnya yang patut disalahkan adalah Galih.

Maut, jodoh dan Rezeki setiap manusia memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan, tapi bukankah Galih harus mempertanggungjawabkan perbuatan buruk yang telah dia lakukan,? setidaknya ada keadilan atas kepergian Alexa. Tapi kenyataanya tidak pernah ada keadilan untuk Alexa.

Galih bebas pergi kemanapun dia mau tanpa pernah diadili, dia hidup bebas tanpa pernah merasa bersalah sedikitpun, hal Itu yang kadang membuatku marah dan emosi. Sering dulu diwaktu malam saat aku mengingat kepergian Alexa selalu diakhiri dengan keinginanku untuk mencari Galih dan menyuruhnya bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan,

tapi aku tidak bisa berbuat banyak untuk mewujudkannya, saat itu aku masih bocah yang lemah dan tidak berdaya, apalagi aku sama sekali tidak mengetahui dimana Galih berada. Suatu saat jika aku bertemu dengannya,,, hmm aku tdak bisa membayangan apa yang akan klakukan kepada orang yang telah membunuh Alexa.

Dok.. Dok.. Dok..

Pintu kamar diketuk lagi, tapi kali ini ketukannya pelan… kemudian terdengar suara Resty…

Resty : “EGa.. Rein kenapa? Aku mendengar dia menangis…?” tanya Resty di balik pintu…

Aku : “gpp Kok Res.. kebanyakan minum nih dia…” sautku…

Resty : “ehmm yaudah..”

Aku : “berhenti nangisnya.. kamu membuat Resty khawatir tuh…” ucapku pada Rein..

Rein : “dia kesini bukan khawatir denganku,, tapi dia ingin kamu nemenin dia.. udah sana temuin, puasin dia… Meta gak bakalan tau kok.. kalau memang kamu tidak bisa mencintai Resty lagi, jangan buat dia bersedih,, cukup buat dia Basah”

Hadeehh.. denger kan? jangan salahkan aku karena meniduri banyak wanita, karena kakakku sendiri yang selalu mendorongku melakukan itu. Ckckck, tentu kalian tidak lupa saat aku SMA dia pernah memberiku kado ulang tahun seorang Lady Escort kelas atas.

Aku : “gak mau Rein…”

Rein : “kamu nih.. bilang gak mau tapi…”

Aku : “tapi apa…?”

Rein : “Trying to tell you “NO” but my body keeps on telling you “YES”..”

Hmm..?

Aku : “Trying to tell you STOP, But your lipstick got me so out of breath..”

Rein : ” I’d be waking up in the morning got me hating myself”

Aku : “I’d be waking up feeling satisfied, but guilty as hell…”

Aku dan Rein : “hahahahaha…”

Kami berdua tertawa bersama setelah “menyayikan” sepenggalan lagu itu…

Rein : “parah.. kalau Resty denger pasti merasa dan malu tuh…” ucapnya pelan..

Aku : “hihihi. kamu sih.. ada2 aja..”

Rein : “hihi.. Jadi Inget dulu waktu karaoke bareng Melly, Mira, Winry dan yang lain…tapi percuma sih ngajak Winry nyanyi, dia gak ikutan menyanyi… meskipun semua memaksanya.. tetep aja dia hanya diem di pojokan…”

Eh.. saat itu yah.. Aku ingat Acara itu.

Aku : “kamu belum tau kenapa Winry seperti itu? Waktu itu dia ngambek sama kamu…”

Rein : “hehh..? Kok bisa? Dia bilang kamu…?” tanya Rein.

Aku : “iya karena kamu membanding bandingkan dia dengan Alexa… waktu itu kan kamu bilang ” tidak ada yg bisa menggantikan Alexa” didepan semuanya,,,”

Rein : “loh… maksudku tidak ada yg bisa menggantikan suara emasnya Alexa… ” ucapnya heran..

Aku : “iya aku tau itu.. tapi sayangnya Winry mengartikan ucapanmu itu kalau dia tidak akan bisa menggantikan Alexa untukku….dia merasa kalau kamu tidak suka dengannya. padahal saat itu dia sedang dekat denganku.. Winry kan anaknya peka banget sama keadaan, kalau ada hal hal yang dirasa janggal olehnya dia pasti merasakan duluan..“

Rein : “beneran aku gak bermaksud seperti itu Dek..”

Aku : “Waktu itu aku sudah memberikan penjelasan kepadanya.. buktinya setelah acara itu, kalian dekat..dia menyayangimu seperti kakaknya sendiri.. ”

Rein : “hmm.. itusih memang karena kakaknya Winry sendiri yang brengsek…semua keluarganya Winry itu brengsek sampai membuat Winry seperti itu…” Rein jadi berapi api mengingat keluarganya Winry..

Hufff… setelah mengingat Alexa sekarang berganti mengungkit Winry,,, jadi keinget Winry kan,,, meskipun aku tidak mengakuinya secara langsung, tapi Masa lalu sangat menghantuiku… obrolanku dan Rein tentang Winry memaksaku memutar kembali memori kejadian kejadian masa kuliahku saat bersama dengan Winry. Kisah cinta yang tak pernah terungkap, kenangan manis itu, Tentang hubungan Winry dan keluarganya, ketegangan itu, amarah itu, air mata itu, rasa sakit yang dirasakan Winry…

Winry : “Senior…..”

Aku masih ingat saat terakhir kali dia memanggilku seperti itu dengan air mata di wajahnya….

Rein : “Hei.. Hei… sudah cukup, jangan diingat ingat lagi… ” ucap Rein sambil membelai wajahku.. mungkin dia menyadari tatapanku yang kosong saat aku berselancar di kenangan masa laluku saat bersama dengan Winry..

Rein : “…jangan terlalu lama menyelam di dasar lautan, kamu akan tenggelam..segera kembali ke permukaan..tidak perlu berlama lama memikirkan masa lalu yang tidak bisa kamu upayakan,, masih ada masa depan yang harus diperjuangkan.. Meta adalah Masa depanmu.. ” ucapnya lalu mengecup pipiku.

Aku : “Iya Kakakku sayang…”

Kemudian aku bergerak mendekati tubuhnya Rein yang tidur miring disebelahku.. lalu kuarahkan tubuhku menindih tubuhnya dan kukecup bibirnya sekali..

Rein : “apa ini maksudnya…?”

Aku : “kamu tau maksudku….”

Rein : “mentang2 uda gak bisa lagi sama Resty lalu kamu melampiaskannya kepadaku.. iya..?”

Aku : “melakukannya denganmu tidak perlu memakai emosi dan perasaan,,, kamu gak mau..?”

Rein : “kalau aku gak mau,, kamu mau apa..? memperkosaku…?”

Aku : “ehmm.. jika itu diperlukan akan kulakukan…” ucapku lalu mencumbu lehernya…

Rein : ” durhaka kamu Dek, memperkosa kakaknya yang lagi mabok,,.. tapi … perkosa aku Dek. please,,, acccchh.. .. ”

Rein mendesah saat tanganku menelusup di balik tanktop panjangnya, menyingkap bra nya dan memegang puting susunya dengan ibu jari dan telunjukku.. sedangkan tanganku yang lain membelai pahanya di balik tanktopnya sambil berciuman.

Rein tidak mau kalah, dia peluk badanku kemudian menggerakkan badannya membalikkan tubuhku,,, kini bergantian Rein yang menindihku,,, seolah bangga dengan kedua payudaranya, dia busungkan buah dadanya itu ke wajahku, mengarahkan satu payudaranya ke mulutku.. mulutku pun terbuka lebar menyambut payudaranya Rein itu, sudah pasti mulutku tidak akan muat dimasuki payudara segede ini,, hanya bagian putingya yang bisa masuk dan langsung kusedot sekuat mungkin.. membuat Rein langsung mendongakkan kepalanya sambil mendesis manja….

Rein : “emphhhhh Deeeekkk……”

Saat pertahanannya lemah, kubalikkan lagi badannya agar aku menindihnya,,kucumbu lagi bibirnya,,,, Beberapa saat saling mencumbu sampai kini bagian bawah tanktop panjang yang dipakai Rein sudah terangkat di atas perutnya,, kubelai bagian dalam pahanya yang mulus, Rein terpejam,,,

lalu perlahan belaian tanganku semakin naik keatas sampai jariku menyentuh kain panties warna merah menyala,,, dari luar panties yang dia pakai kubelai bagian memeknya beberapa kali, membuat tubuh Rein menggeliat dan desahan desahan pelan keluar dari bibirnya.

Rein : “Achhh,,,achhh..”

Kusingkap pantiesnya pas di bagian memeknya,,,, dan kemudian,,,,

Rein : “ah,,ah,, sakit,,, sakit,,, Deeeeeekk,, kamu ini,, masih kering tau’..” ucapnya kesal sambil memukul mukul bahuku saat penisku sudah masuk di dalam memeknya..

Rein : “ssssh,, uhh sakit,, punyamu itu gede banget,, basahin dulu kek punyaku,, main masuk masukin aja,,,”

Rein masih aja ngomel ngomel dengan wajah seperti menahan sakit,, hihihi,,, memang tadi sengaja tanpa melepaskan pakaian aku langsung saja menusuk memeknya Rein tanpa sepengetahuannya..

Aku : “maaf,, maaf,,, khilaf,, habisnya uda gak tahan Rein, kamu menggoda banget malem ini,…” ucapku lalu mencium bibirnya yang masih cemberut… apalagi punyaku daritadi tegang karena melihat meta yang telanjang,,.. lalu dengan perlahan kutarik penisku keluar dari memeknya,, aku akan membuatnya semakin ON dan basah dengan fokus menyerang titik sensitif di area payudaranya terlebih dahulu..

Rein : “Tunggu Dek.. tunggu….” ucapnya sambil memegang kepalaku yang membuatku berhenti menjilati puting susu kakakkku yang menggemaskan ini..

Aku : “kenapa…?”

Rein : “kamu mendengarnya…?” ucapnya sambil melihat kearah jendela kamar ini…

Aku : “denger apaa..?” tanyaku padanya, karena memang aku tidak mendengar apa apa selain suara suara indah dari mulutnya,,

Rein menaruh jari telunjuknya di bibirnya.. Tanda agar aku tidak bersuara., suasana pun menjadi sunyi,. Kami berdua melihat ke arah jendela di dalam kamar… Beberapa saat masih hening kemudian aku mendengar dari luar rumah seperti suara ranting pohon yang patah karena diinjak seseorang.

Aku : “ada orang diluar.. atau hanya binatang? jika memang binatang, binatang sebesar apa yang bisa mematahkan ranting pohon?

Belum sempat pertanyaanku terjawab, lalu terdengar suara aneh dari atap rumah, seperti suara batu kecil yang dilempar ke atas rumah.. sontak kami berdua menoleh kelangit langit kamar ini, kemudian hening lagi,, tapi beberapa detik kemudian suara itu muncul lagi beberapa kali.

Rein : “Apaan itu Dek,,,?” tanya Rein padaku pelan,,

Aku : “ Tau’.. angin mungkin..”

Tiba2 kami berdua dikagetkan suara teriakan Ressa yang cukup keras dari arah belakang rumah…

Ressa : “AAAAAAAAAAAaAAAAAAaaaaaahhhhHHHHHH……”

Kemudian diikuti suara langkah kaki yang agak cepat seperti berlari dari depan.. mungkin itu suara langkah Resty yang panik berlari menuju bagian belakang rumah setelah mendengar teriakan adiknya…

Aku dan Rein langsung saling berpandangan dan segera bangkit dari tempat tidur, tak lupa aku merapikan pakaianku, dan Rein membenarkan pakaiannya yang tersingkap sebelum keluar dari dalam kamar.. Kami berdua keluar berjalan cepat melalui lorong rumah ini menuju bagian belakang rumah yang menjadi tempat dapur, meja makan dan kamar mandi…diakhir lorong, Disana kulihat Resty dan Ressa berdiri bersebelahan menghadap ke arah dapur..

Rein : “Kenapa Kamu berteriak Ress? Ada apa…?” tanya Rein kepada Ressa sebelum kami berdua mendekati mereka..

Tapi pertanyaan Rein langsung terjawab setelah kami mendekati mereka.. dan kami bisa melihat apa yang sedang Resty dan Ressa lihat,, sesuatu yang membuat Ressa berteriak.

Aku : “hah..?” aku sangat terkejut dan heran dengan apa yang kulihat.

Ada pemandangan yang ganjil di dapur, semua pintu lemari makanan dan tempat perabotan makan terbuka, semua laci tempat menyimpan sendok dan garpu juga terbuka, bahkan pintu oven dan lemari es juga terbuka semua… Seperti ada seseorang yang sedang mencari sesuatu tapi tidak bisa menemukan apa yang dia cari..

Ressa : “waktu aku masuk ke dalam kamar mandi tidak seperti itu,, tapi saat aku keluar, semuanya kebuka…. padahal aku tidak begitu lama di dalam kamar mandi…” jelas Ressa pada kami.

Aku : “apa ada orang yang masuk ke dalam rumah…?”

Rein : “dari belakang..? Lihat pintu itu masih digembok..”

Ya.. aku melihat pintu belakang rumah ini yang bersebelahan dengan pintu kamar mandi masih tergembok dari dalam,, Resty pernah bilang kalau pemilik rumah tidak memberikan kunci gembok pintu belakang..

Rein : “kalau ada orang yang masuk dari depan pasti kita bisa mendengar langkah kakinya…lagipula pintu depan sudah terkunci.. ” ucap Rein.. yang di iyakan oleh Resty dengan anggukan kepalanya. Karena mereka bertiga yang terakhir berada di ruang tamu,,,

Benar kata Rein, jika ada yang masuk dari depan pasti ketahuan langkah kakinya karena lantai rumah yang terbuat dari kayu dan sudah sangat tua…jika ada yang kebelakang pasti terdengar dari dalam kamar, karena hanya lorong tadi yang jadi jalan satu2nya jika ingin ke bagian belakang rumah.

Resty : “kalau tidak ada orang yang masuk.. lalu kenapa bisa seperti itu ya..?” tanya Resty heran

Aku : “..pasti ada penjelasan yang rasional mengenai hal ini….” ucapku mencoba memahami apa yang sedang terjadi.

Rein : “Deek.. tidak ada satupun penjelasan ilmiah yang bisa menjelaskan bagaimana semuanya terbuka tanpa ada yang membukanya…”

Aku : “ahh sudahlah… mungkin karena angin..” ucapku santai sambil berjalan ke arah dapur dan menutup semua pintu pintu lemari dan laci yang terbuka itu.

Dari luar rumah terdengar suara petir dan sedetik kemudian hujan dengan cepat turun. Saat aku masih sibuk menutup satu persatu pintu pintu lemari dan laci, tiba-tiba lampu dapur berkedip mati nyala selama beberapa kali lalu kemudian mati total, tapi tidak begitu gelap karena masih ada penerangan yang berasal dari lampu lorong.

Aku : “Mungkin konslet karena hujan …” ucapku sambil melihat lampu dapur.

Aku : “kamu tadi menggedor pintu kamarku,,,? Dua kali,,?” tanyaku pada Ressa..

Ressa : “enggak,, aku aja kebangun gara gara kebelet pipis…”

Hmm? Lalu siapa dong..? aneh…

Rein : “yasudah ayo tidur,, lupakan kejadian inii..” ucap Rein lalu berjalan kembali ke dalam kamar…

Dan Kami semua kembali ke dalam kamar,, kejadian kenapa semua pintu lemari makanan bisa terbuka sendiri masih belum bisa dijelaskan. Daripada bingung, lebih baik dilupakan dan tidur,,melanjutkan tidur enak bareng Rein apalagi suasananya mendukung,,, hihihii.

saat aku masuk ke dalam kamar tidur, Rein sudah berbaring di tempat tidur,,manatapku sambil menggigit satu telunjuk jari tangannya,,,, sungguh menggoda kakakku satu ini,,, aku tutup pintu dan kumatikan lampu kamar. Dan kemudian kembali aku beranjak diatas tubuhnya.. Rein hanya bisa pasrah saat kedua payudaranya yang kenyal kuremas dari luar bajunya.. tapi lagi2…

Rein : “Bentar Dek,,,” ucapnya sambil menahan tubuhku, lagi2 dia melihat kearah jendela kamar..

Aku : “Hadeeeh,, apa lagi sih,,,,”

Rein : “ada orang diluar,,,dia lagi melihat kita“ ucapnya masih melihat jendela

Aku : “hah..? perasaanmu aja kali Rein.. hujannya deras banget diluar,, mana mungkin ada orang..”

Rein : “benerean Dek,, ada orang yang sedang melihat kekamar ini,,, apa mungkin Resty atau Ressa yang sedang mengintip kita..?”

Kalau memang ada orang diluar, ngapain dia melihat kami ? mengintip..? bela belain hujan hujanan diluaar hanya untuk mengintip aku dan rein,,? Gak masuk akal,,

Rein : “Bentar aku lihat dulu,,,” ucapnya mendorong tubuhku ke samping..

Kemudian Rein turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati jendela, lalu tiba tiba saja tubuh Rein terkulai di lantai.. aku yang panik langsung turun dari tempat tidur..memeriksa keadaannya, Rein tidak sadarkan diri,,

Aku : “REIN,,, REEINNN…” teriakku sambil memegang wajahnya

karena teriakanku , Resty dan Ressa masuk ke dalam kamar ini menyalakan lampu kamar dan mendekatiku,,

Ressa : “kak Amanda kenapa,,,?” tanya Ressaa..

Aku : “tau nih,, tiba tiba saja dia pingsan waktu melihat keluar jendela….”

Resty : “angkat ke tempat tidur Ga.. aku ambilkan sesuatu..” ucap Resty lalu dia pergi keluar kamar.

Kuangkat tubuh Rein yang masih tidak sadarkan diri, dan aku rebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Lalu aku menuju jendela mencoba mencari tau apa yang terjadi, apa yang membuat Rein tidak sadarkan diri.

Kubuka jendela, tetesan air hujan dengan cepat menerobos masuk ke dalam kamar. Aku tidak melihat apapun selain kegelapan malam dan Tidak ada seorang pun diluar rumah seperti dugaan Rein. Kututup kembali jendela ini.. lalu aku menuju tempat tidur,, Ressa masih berusaha menyadarkan Rein.

Ressa : “Kak,, kak Amanda,,,,,” ucapnya sambil…..

Aku : “Hoi Resss,, kamu ngapain,,?” iya sih Ressa berusaha membangunkan Rein, tapi ada yang aneh dari caranya,, dia membangunkan rein sambil meremas kedua payudaranya Rein.. dengan santainya kedua tangan Ressa meremas kedua gunung kembar yang indah itu.

Ressa : “hehe,, aku penasaran sama punya kak Amanda,, bagus banget,,, cobain deh,, mumpung dia lagi pingsan,,, cepet,,,” ucapnya seperti tanpa merasa berdosa sama sekali..

Aku : “Gila kamu Ress,, gak mau,,,,” aku sih sudah sering meremas punyanya Rein, tapi ya gak didepannya orang lain,, wkwk..

Ressa : “,,,cepetan sebelum Resty datang.., toketnya kak Amanda ini Gede banget loh,,” ucapnya sambil tetap meremas payudara Rein dengan kuat..

Aku : “Gilaa,, punyamu kan juga gede,,,,”

Ressa : “tapi punya kak Amanda lebih kencang dan bulat, punyaku dan punya Resty menang gede doang…”

Iyasih, payudara Resty dan Ressa memang besar tapi membesar ke bawah atau bagian bawahnya yang besar,, beda dengan payudara Rein yang bulat sempurna bagian atas dan bawahnya.. membuatnya lebih kelihatan kencang dan sangat indah meskipun tanpa memakai bra..

Ressa : “beda banget sama punya Resty saat kupegang,,,”

Resty : “heehh,,? Ngapain kamu megang megang punya kakakmu sendiri..?” tanyaku heran..

Ressa : “biarin,, orang Resty ngebolehin kok weeekk….”

Hadeeeh,, mending aku sudahi saja obrolan mengenai payudara dengan Ressa,, sepintas aku merasa ada yang berjalan dari arah belakangku, melewati kamar ini menuju belakang rumah,,, aku tinggalkan Ressa yang masih kagum dengan payudara Rein menuju keluar kamar,, saat keluar kamar aku melihat Resty berjalan di lorong rumah menuju dapur.. mungkin dia sedang mencari sesuatu seperti minyak aroma agar Rein sadar,, aku menyusul Resty barangkali dia butuh bantuan mencarinya, apalagi lampu dapur lagi mati.

Saat aku sudah tiba di dapur, kulihat Resty masuk ke dalam kamar mandi..

Aku : “ehmm Ress.. sudah ketemu..?” tanyaku padanya dari luar kamar mandi,, bermaksud jika memang belum ketemu aku akan mencarinya dulu sambil menunggu dia selesai dari kamar mandi,,,

Tapi tidak ada tanggapan dari Resty,, atau dia tidak mendengarku,,,? Tidak ada salahnya mencoba mencari terlebih dahulu di laci laci ini,,Sejak kuutarakan perasaanku kepada Meta didepan Resty,, Suasana akward sering terjadi diantara aku dan resty, kami tidak banyak bicara lagi seperti dulu, hanya sekedar obrolan basa basi saat kami terpaksa harus lagi berduaan. Resty juga tidak berani lagi menatapku, yang membuatku semakin merasa bersalah,, aku berharap suasana seperti ini antara aku dan Resty tidak berlangsung lama.

Sesaat kemudian aku mendengar teriakan Ressa memanggilku,,

Ressa : “culuunn,, kak Amanda sudah sadar..”

Mendengar ucapan Ressa aku langsung berjalan cepat menuju kamar meninggalkan resty yang masih di dalam kamar mandi,, saat aku masuk ke dalam kamar, aku kaget , shock dan tercengang,,,, aku melihat diatas tempat tidur ada Ressa disebelahnya Rein dan ada Resty juga….. bulu kudukku langsung berdiri, rambut rambut yang ada ditanganku juga berdiri.. Huaaaaaaaaaaa, Lalu yang di kamar mandi tadi siapa..?,, aku yakin betul kalau tadi itu Resty meskipun aku hanya melihat bagian belakang tubuhnya,,,

Resty : “Ega,,? Kenapa..? kok pucat gitu…?” tanya Resty…

Aku : “gapapa Res,, “ ucapku dengan terbata,,, aku mencoba meyakinkan diriku sendiri kalau tadi hanya khayalanku saja,,, ya,, hanya bayanganku saja.. mungkin aku ketularan mabuk dari rein,, hadeeehh,,sejak kapan mabuk jadi penyakit menular…

Rein memegangi kepalanya dia barusan sadar,, aku mendekatinya… kemudian Rein memegangi payudaranya dan menatapku tajam,,, hoii,, bukan aku yang melakukannya,,,, gila Ressa meremas payudaranya Rein sampai dia terasa kesakitan.

Aku : “Kamu gapapa Rein..? katakan sesuatu…” ucapku pada Rein.. yang masih lemas diatas tempat tidur..

Rein : “Sesuatu..” ucap Rein singkat..

Ressa : “hihihihi, kak Amanda Lucu…”

Aku : “kenapa tadi kamu tiba tiba pingsan…?” tanyaku kepadanya

Rein : “aku melihat seseorang diluar,,bukan,,bukan orang,, sesuatu yang menyeramkan berdiri tepat dibalik jendela dengan wajah yang menyeramkan sedang menatapku,,,”

Mendengar ucapan Rein tak ayal membuat Ressa dan Resty menjadi gelisah,, Bahkan Ressa langsung mendekati kakaknya dan memeluknya.. pintu kamar yang digedor, pintu pintu lemari dan laci yang terbuka, sesuatu menyeramkan yang dilihat Rein dan yang kulihat tadi di dapur apakah berhubungan.,? tidak,, tidak mungkin…. Semoga ini semua tidak seperti yang kupikirkan.

Aku : “tidak ada apa apa Rein diluar… tadi sudah kulihat sendiri, mungkin kamu kebanyakan minum tadi..”

Rein : “kamu gak percaya denganku? aku tau dan sadar dengan apa yang kulihat… “ ucapnya kesal karena aku tidak percaya dengan apa yang dia lihat..

Aku : “lihat..,, tidak ada apa apa disana…” ucapku sambil melihat ke arah jendela,,,

Aku : “ WWWWWUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA….”

Aku spontan berteriak kencang setelah melihat seseorang dikegelapan malam sedang menyandarkan bagian depan tubuhnya di jendala seperti sedang mengintip ke dalam kamar ini parahnya orang itu seperti sedang menatapku saat aku melihat jendela membuatku sangat kaget dan berteriak kencang.

Resty : “Ega,, kamu kenapa…?” tanya Resty panik,,

Ressa : “kesurupan kali dia,,,” celetuk Ressa

Seluruh tubuhku merinding dan tanganku gemetar, aku langsung memalingkan wajahku tidak berani melihat jendela lagi,,, sial,sial,,sial,, beneran ada sesuatu di luar,,

Aku : “aku melihatny…ada seseorang di luar,,.”

Ressa : “ biar aku lihat,,” ucap ressa lalu mendekati jendela…

Aku dan Rein : “Jangaannnn….” Teriak kami berdua mencoba mencegah Ressa mendekati jendela… tapi ressa tetap aja berjalan mendekati jendela,, memang sekarang seseorang atau sesuatu tadi sudah tidak terlihat lagi.

Tapi aku ataupun juga Rein masih takut jika harus mendekati jendela,,, Ressa melihat apa yang ada dibalik jendela dengan serius, perlahan dia mendekatkan wajahnya kedekat jendela.. dan…

Ressa : “AAAAAAAaaaaaaaaaahhh,,,” Ressa berteriak kencang,,, aku, Rein dan Resty sangat kaget dengan reaksi Ressa yang tiba2 berteriak…

Resty : “Ressaa,,,,” Resty kelihatan panik dan berdiri dan bermaksud mendekati adiknya…….

Ressa : “bercanda,… gak ada apa apa diluar… serius,,,” ucapnya lalu kembali ke tempat tidur,,,

Aseeemmmm,,,,

Aku : “Sialan,,,,, Sempet sempetnya bercanda,,,”

Ressa : “hihihi,,lagian, ,selama aku tinggal sendirian disini gak pernah ada orang yang berkeliaran malam2 disekitar sini,,dan tidak pernah terjadi apa apa..”

Rein : “apa yang kamu lihat tadi..?” tanya Rein kepadaku,, Ressa dan Resty juga menunggu jawabanku…

Aku : “aku melihat hanya bayangan hitam seperti bayangan seseorang sedang berdiri dibalik jendela, seperti sedang menatapku…”

Rein : “Kamu tidak melihat wajahnya…?” kugelengkan kepalaku atas pertanyaan Rein. Mungkin karena aku melihatnya sekilas dan dari jarak jauh, jadi tidak bisa kulihat dengan jelas bagaiamana rupanya. Sedangkan Rein yang melihatnya dari dekat bisa dengan jelas melihat seperti apa bayangan hitam tadi, sampai membuatnya pingsan.

Ressa : “emang wajahnya seperti apa kak..?” tanya Ressa kepada Rein

Rein : “sumpah serem banget,,, wajahnya kurus hitam penuh lumpur ,kulit wajah yang rusak dan mengelupas dengan luka panjang di dahinya. Rambut panjangnya kusut berantakan,, kedua tangannya yang kurus dengan jari yang kaku dan kuku panjangnya memegang kaca jendela,…” Ucap Rein mencoba mendeskipsikan apa yang dia ihat, apa yang dilihat Rein sama dengan apa yang kulihat ,

sama sama melihat sesuatu yang sedang mengintip ke dalam kamar ini, kecuali bagian bagian detail wajah yang tidak kulihat dengan jelas. jika benar apa yang diakatakan Rein,,, bukan orang yang ada di luar rumah melainkan,, Hantu ?, hadeeeh,,, beneran nih..? kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 00.10.. sial, pas banget keluarnya nih setan…

Rein : “aaahh,, baru pertama kali aku melihat Setan, aku gak mau melihatnya lagi,,, kita pergi dari sini Dek,, ayo cepet,, sebaiknya menginap di hotel deket sini saja..!” ucap Rein padaku agak memaksa,, Aku tidak pernah melihat Rein ketakutan seperti ini..

Aku : “iya,,iya,,, kita pergi dari sini,,, kalian ikut..?” tanyaku pada Resty dan Ressa..

Ressa : “padahal gak ada apa2 loh disini… ehhm terserah kamu deh kak,,” kata Ressa dan meminta pendapat Resty.

Resty : “yauda ikut aja, serem juga sih kalau beneran yang dikatakan Rein tadi…”

Aku : “baiklah sudah diputuskan,, kita pergi dari sini.. kalian bersiap siap ya..!” ucapku pada Resty dan Ressa,

Dan saat keduanya akan keluar dari kamar ini tiba tiba lampu di dalam kamar ini mati. Seketika Rein yang masih berbaring di tempat tidur langsung bangkit dan merangkul lenganku. Ressa dan Resty tidak beranjak dari tempatnya berdiri,, beberapa detik kemudian tercium bau busuk yang sangat menyengat. Mencium bau itu rasanya pengen muntah.

Bukan hanya aku yang mencium bau busuk ini, Rein , Resty dan Ressa juga mencium aroma yang tidak menyenangkan ini, terlihat dari gelagat mereka yang menutupi bagian hidung mereka.

Aku masih berdiri di samping tempat tidur yang masih ada Rein diatasnya, sedangkan Resty dan Ressa berdiri tidak jauh dari temaptku berdiri. Beberapa detik kemudian kami terkejut dan saling berpandangan, sedangkan Rein semakin merangkul erat lenganku saat kami semua mendengar suara langkah kaki yang sedang berjalan di dalam rumah, tepatnya suara langkah kaki itu berasal dari belakang rumah.

Suara langkah kaki itu terdengar jelas berderit di atas lantai kayu. Resty dan Ressa mendekatkan tubuh mereka ketubuhku.. kami semua shock tidak bersuara mendengar langkah kaki itu, padahal seharusnya tidak ada orang lagi selain kami berempat yang berada di dalam rumah ini. Lalu siapa…?

Dari suara langkah kakinya yang berat, siapapun atau apapun itu yang sedang ada di dalam rumah ini sedang mendekat ke dalam kamar ini. Aku perkirakan dia sudah memasuki lorong di rumah ini dan sudah melewati dapur. Kami berempat tidak berusara, atau setidaknya mencoba untuk tidak mengeluarkan suara apapun, kami semua sangat tegang memandang pintu kamar ini yang sedikit terbuka.

Saat suara langkah kaki itu semakin dekat, aku mendengar suara deru nafas yang begitu berat dari luar kamar ini. Suara nafas yang sangat menyeramkan diiringi erangan yang serak.

Aku yakin tidak hanya aku yang mendengar suara itu, karena sekarang Rein malah semakin meringkuk di tubuhku, Resty merangkul lenganku yang lain dan menggenggam tanganku, ini pertama kalinya Resty menggenggam tanganku lagi setelah beberapa hari,,

sedangkan Ressa bersembunyi dibelakang tubuhku dengan gigi yang gemetaran. Aku baru sadar kalau aku satu satunya pria di rumah ini dan ketiga cewek yang sedang ketakutan ini berlindung padaku. Lah dikira aku gak takut ?

kurasakan jantungku berdetak sangat cepat Saat suara suara itu sudah semakin dekat,, kakiku gemetar, keringatku bercucuran juga dengan tangan Resty yang sedang kugenggam juga basah karena keringat dingin.

Kami semua ketakutan dengan apa yang akan kami lihat atau apa yang akan masuk ke dalam kamar ini, tiba tiba saja suara langkah kaki dan erangan yang menyeramkan itu berhenti. Beberapa saat suasana menjadi hening,,

Rein : “Dia sudah pergi..?” bisik Rein pelan ditengah kesunyian,,

Ressa : “mungkin dia menyadari kalau salah masuk rumah orang, lalu pergi,,,” saut Ressa ngasal,,,

Aku : “emang ada Setan salah alamat..?”

Ressa : “di dunia setan kan gak ada GPS, nyasar deh dia kesini..”

Hadeeeh,,,

Kemudian lampu kamar yang tadi mati kini kembali menyala. tapi tidak ada satupun dari kami yang berani keluar kamar atau bergerak sekalipun.

Resty : “kamu periksa deh Ga… sapa tau beneran sudah pergi,,,!” perintah Resty kepadaku..

Aku : “Hah..? aku..? no no no… kamu aja deh Rein,, kamu kan kuat, bisa mengalahkan pengawalnya Danu tadi siang…” perintahku kepada Rein

Rein : “please,,, setan gak bisa ditendang Deek,, aku lebih suka berkelahi dengan orang sekarang ini daripada sama setan.. ayolah Dek,periksa sana,, ”

Aku : “gak mau,, takut ah,, kamu aja deh Ress,,” perintahku kepada Resty… Resty langsung menggelengkan kepalanya cepat..

Resty : “Egaa,, kamu itu cowok, kamu yang periksa,,,” ucap Resty,, Rein dan Ressa mengangguk angguk mendengar ucapan Resty…

Aku : “kamu kan yang tinggal disini,, kamu yang periksa,, kalau aku yang tinggal disini aku yang akan memeriksanya…”

Resty : “aku belum pernah berhadapan dengan setan,,,,”

Aku : “aku juga belum pernah berhadapan dengan Setan…”

Ressa : “kamu pernah berhadapan dengan setan… pura pura lupa? ”

Hadeeh,, seandainya tidak ada Ressa, alasanku pasti diterima… kalian pasti ingat saat aku SMA pernah mengalami kejadian spiritual dihutan bersama dengan Ressa, Adit, Amel, Mira dan juga Winry…

Aku : “berarti kamu juga pernah,, kenapa gak kamu aja,,,?” ucapku pada Ressa

Ressa : “sshh,, aduhh,, perutku tiba tiba mules,,,,,” ucap Ressa sambil memegangi perutnya,,,

Aku : “ahh ngeles mulu,,, Bareng bareng deh,,…” ucapku memelas.. ketiga cewek ini langsung kompak menggelengkan kepala mereka,,, hadeeeh,,,

Aku : “kamu kenapa cari rumah di tempat menyeramkan seperti ini sih Ress.. kayak gak ada rumah lain lagi aja,, kenapa gak cari rumah yang gak jauh dari kota,, ditengah tengah kampung kek,, setidaknya rumah yang ada tetangganya….” Ucapku kepada Resty..

Resty : “kamu nyalahin aku..?”

Aku : “emang kenyataannya kayak gitu,,”

Resty : “kamu lupa satu minggu pernah menginap disini..? dan kamu baru bilang seperti itu sekarang..?” ucap Resty agak emosi..

Aku : “waktu itu kamu kan yang memintaku untuk menemanimu..”

Resty : “giliran enaknya aja kamu mau,, kontol doang yang gede, nyalinya kecil,,,, ” ucap Resty ceplas ceplos didepan adiknya dan kakakku.. Ressa sampai kaget menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dikatakan kakaknya,, sedangkan Rein memalingkan wajahnya,,,

Aku : “kamu menyukainya kan,,?” balasku padanya,,,

Resty : “JANGAN BICARA DENGANKU LAGI.. AKU BENCI SAMA KAMU,,, JANGAN DEKAT DEKAT DENGANKU” Teriak Resty kepadaku,,,

Aku : “oke,, aku tidak akan bicara denganmu lagi,,,, tapi kenapa kamu masih memegang tanganku..?”

Resty : “TERSERAH AKU,,, TANGANKU TANGANKU KOK…”

Ressa : “Ribut mulu,,kalian ini sebenarnya cocok loh,, kenapa gak nikah aja sih,,,?” celetuk Ressa

Aku dan Resty : “DIIAAMMMM…” bentak kami berdua kepada Ressa,,

Ressa langsung kelihatan ketakutan dan memeluk Rein,,,

Ressa : “Huaaa,, apa salahku,, huhuhu…”

Rein : “Deek,, cepat sana periksa,,”

Aku : “temani aku Rein…”

Rein : “Deeek,, cepet…”

Aku : “OKEE,, OKEE,, aku akan memeriksanya,,,” nyesel banget kenapa tadi tidak kuterima tawaran Meta untuk menemaninya merengkuh surga dunia bersamanya, bukan malah terjebak di rumah seperti neraka yang sedang diteror setan bersama dengan tiga cewek yang licik banget memanfaatkan jenis kelamin mereka. Ini yang namanya Kesetaraan Gender? Katanya semua orang menerima perlakuan yang sama tanpa memandang jenis kelamin,, sial,,

Dengan langkah yang berat terpaksa aku berjalan menuju ke pintu.

Sebelum melangkahkan kakiku, kubawa satu guling yang ada diatas tempat tidur.. lalu berjalan menuju pintu kamar ..

Resty : “Buat apa guling itU..?” tanya Resty,, aku berhenti dan berbalik badan…

Aku : “jaga jaga barangkali setan itu menyerangku,,,” ucapku,, Rein malah geleng geleng..

Ressa : “kamu mau ngajak setannya perang bantal,,? dikira lomba 17’an,,, “ saut Ressa…

Resty : “UDA SANA CEPET PERIKSA BIAR KITA SEGERA PERGI DARI SINI..” sial,, Resty masih aja bikin emosi…

Aku : “AKU SUDAH MEMERIKSANYA DARI TADI JIKA KAMU TIDAK MENGHENTIKANKU….”

Resty : “AKU TIDAK MENGHENTIKANMU…”

Aku : “KAMU KAN YANG TADI BERTANYA KEPADAKU…”

Resty : “JANGAN BICARA DENGANKU, ”

Aku : “AKU TIDAK BICARA DENGANMU…”

Resty : “BARUSAN KAMU BICARA DENGANKU…”

AAAAAAAAAAA,,, sial gemes banget aku sama Resty malam ini… hmmmm,, aku punya ide,,,

Aku : “HUUUUUAAAA,,,, SETANNYA DIBAWAH TEMPAT TIDUR” Teriakku…

Mendengar teriakanku Sontak Rein melompat dari tempat tidur lalu bersama sama dengan Resty dan Ressa mereka bertiga berlari kearahku lalu mereka semua memelukku…

Aku : “Tapi bohong,, hahahahaha,”

Seketika Berbagai macam tipe kekerasan khas cewek langsung kuterima,, Rein mencubit perutku, Resty memukul mukul bahuku dan Ressa menjambak rambutku…

Aku : “Ampun..ampun…..”

Rein : “gak lucu,,,”

Ressa : “Idiot..”

Sedangkan Resty hanya diam menatapku dengan tatatpan mata yang lebih seram daripada tatapan setan.

Aku : “,, gini kan enak,, kita periksa bersama sama,,, hehehe”

Dengan perasaan takut dan gugup kami berempat keluar dari kamar. Kami tidak menemukan apapun selain lorong rumah yang kosong. Mungkinkah setan itu benar benar sudah pergi,,?

Rein : “Lihat…” ucap Rein sambil melihat ke lantai..

Ressa : “Serem banget sih…”

Jejak kaki berlumpur yang menyeramkan berjejer memenuhi lorong, menandakan bahwa suara langkah kaki yang kami dengar tadi memang nyata. Ada sesuatu dari luar rumah yang masuk ke dalam rumah melalui belakang. Anehnya jejak kaki berlumpur ini berhenti tepat di depan pintu kamar ini. Aku tidak melihat jejak lain setelah pintu kamar ini. Kemana setan itu pergi?

Tiba2 seluruh lampu didalam rumah mati lagi setelah petir yang menyambar sangat kencang, kami berempat reflek berlari masuk kedalam kamar lagi dan naik keatas tempat tidur. Sedetik kemudian kami mendengar lagi suara nafas dan erangan menyeramkan tadi tapi kali ini suaranya terasa sangat dekat, sePerti suaranya berasal dari dalam kamar ini,,kemudian ketika lampu kembali menyala dan saat itulah kami melihat..

Jantungku kembali berdetak semakin kencang, mataku melotot dengan apa yang kulihat. Setan itu memang benar ada didalam kamar ini, berdiri kaku didekat jendela dibalik gorden.

Pandangan wajahnya lurus melihat kearah kami. Kemudian kepalanya terkulai di bahu kirinya dengan wajah mamancarkan senyum yang mengerikan. sebuah senyuman yang sangat sangat tidak untuk dikenang. Bau busuk yang tadi kucium sekarang terasa semakin menyengat menusuk hidungku,,

Melihat ada setan didekat kami, tidak butuh waktu lama bagi kami untuk melompat dari tempat tidur lalu berlari keluar kamar dan reflek secara bersamaan kami menuju bagian depan rumah. Dengan tubuh gemetaran dan semua rambut rambut ditangan berdiri tegak aku dan ketiga wanita ini berlari sekencang mungkin. Kulihat Rein menangis setelah melihat setan itu sambil menggenggam tanganku,,

Saat akan sudah sampai di ruang tamu, kami dikejutkan dengan pintu rumah yang sudah terbuka lebar padahal tidak ada satupun dari kami yang membuka pintu itu. Masa bodoh dengan hal itu, yang penting kami harus segera keluar dari rumah terkutuk ini, tak lupa aku meraih kunci mobilku yang berada di meja ruang tamu.

Saat akan keluar dari dalam rumah,, aku menahan ketiga cewek ini dengan lenganku. Karena saat itu dikegelapan malam aku melihat sebuah bayangan hitam merayap dibalik kaca ruang tamu, tepatnya di beranda rumah

Kemudian tanpa ada yang memegangnya, pintu rumah yang tepat ada didepan kami tertutup Sendiri dengan ayunan yang sangat keras.

BBBBLLLLLLAMMMM

Saat itu Rein berteriak sangat keras kemudian memelukku,, sepertinya setan itu tidak mengijinkan kami keluar dari rumah ini.

Aku : “kembali,, semuanya kembali kedalam kamar…”perintahku kepada semuanya…

Mendengar perintahku, dengan keadaan panik dan ketakutan Kami berempat kembali berlari kedalam rumah,, kugandeng tangannya Rein sambil berlari menuju kamar.

Resty : “Masuk kamarku saja,,,,” ucap Resty..

Kami semua berbelok masuk ke kamar pertama, setelah memasuki kamar,, ketiga cewek itu langsung duduk berdekatan di sebelah tempat tidur. Sedangkan aku sibuk mengunci pintu kamar ini. Kemudian bergabung dengan mereka.. aku sangat khawatir dengan Rein dia terlihat sangat terguncang, dan tubuh yang gemetar,, kulihat nafasanya tidak teratur,,, Rein benar benar ketakutan

Aku : “Rein, kamu tenang dulu,,, tarik nafas dalam dalam,,,” kudekati dia dan kupeluk tubuhnya, Rein menangis dipelukanku..

Rein : “Deeekk,, aku takut…aku mau pulang..”

Semakin kupeluk erat tubuhnya agar dia lebih tenang, Begitu juga dengan Resty yang memeluk Ressa disebelahku.

Beberapam saat suasana hening lagi… tapi Teror malam itu belum juga berhenti sampai disitu, lagi lagi lampu kamar kembali mati,, suara langkah kaki yang berat terdengar lagi dari luar kamar dibarengi dengan suara dinding kayu yang berderit seperti ada yang menggoresnya dengan sesuatu yang sangat tajam. Suaranya begitu nyaring dan menimbulkan perasaan yang tidak nyaman bagi siapapun yang mendengarnya.

Suara langkah kaki dan deritan di dinding berhenti tepat didepan pintu kamar.. kami semua gemetaran menantikan apa yang terjadi. Rein membenamkan wajahnya di dadaku..

DOK DOK DOK DOK DOK

DOK DOK DOK DOK DOK

Pintu kamar ini digedor sangat keras dari luar kamar, sangking kerasnya sampai membuat pintu itu bergerak. Apapun yang ada diluar kamar, dia sangat ingin masuk kedalam kamar ini.

DOK DOK DOK DOK DOK

DOK DOK DOK DOK DOK

Rein semakin menangis mendengar suara itu, aku juga mendengar suara tangisan Ressa. Rein berusaha menutup telinganya dengan kedua tangannya tapi suara gedoran pintu itu sangat keras sekali, dia masih bisa mendengarnya.

DOK DOK DOK DOK DOK

DOK DOK DOK DOK DOK

Kemudian berhenti, suara gedoran di pintu kamar berhenti..selama 5 menit kemudian suasana kembali hening, Rein sudah tidak memelukku, dia mengira semuanya sudah berakhir… namun pintu kamar yang seharusnya tadi aku sangat yakin sudah menguncinya tiba tiba terbuka sedikit. Kami berempat melihat bagaimana tiba tiba pintu itu terbuka sendiri,, dan kemudian muncullah,,,

Awalnya hanya sebuah tangan yang kurus dengan kulit yang mengelupas yang terlihat, tangan mengerikan itu dengan perlahan mendorong daun pintu agar terbuka lebih lebar,, suara dorongan pintu itu terdengar begitu menyeramkan di telinga. Kami berempat melihatnya, Rein sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya.. hingga kemudian sosok itu mulai menampakkan diri kepada kami…

Walapun hanya wajahnya saja yang terlihat, tetapi sudah berhasil membuat kami sangat ketakutan ketika memandangnya.. kali ini bisa dengan jelas kulihat wajah dari sosok setan yang daritadi meneror kami.

Persis yang dikatakan Rein, wajahnya kurus berkerut penuh dengan lumpur, beberapa bagian wajahnya mengelupas dengan luka panjang didahinya mengeluarkan darah bercucuran diwajahnya. Bisa dikatakan wajahnya hancur berantakan,,,

Wajah tersebut cukup membuat orang tidak akan bisa tidur di malam hari selama beberapa hari. Kepalanya terkulai di bahu kirinya memandang kami dengan tatapan yang memancarkan kengerian,kemudiaN dia tersenyum kearah kami, Sumpah,, senyumannya terlihat sangat tidak menyenangkan.

Tubuhku dan kurasakan tubuh Rein yang sedang didekatku gemetaran sangat hebat meilihat sosok itu, ketiga cewek ini berteriak sekencang mungkin, Ressa berteriak meminta pertolongan tapi itu percuma,, tidak ada yang akan mendengar teriakan mereka di tempat yang jauh dari rumah penduduk ini…

sedangkan tubuhku menjadi kaku dan tidak berdaya melihat pemandangan yang mengerikan yang ada dibalik pintu, walaupun sosoknya hanya diam saja dibelakang pintu sambil tetap memandang lurus kearah kami dan hanya memperhatikan kami yang sedang ketakutan.

tapi itu yang semakin terasa menyeramkan . di dalam pikiranku aku bertanya tanya, apa yang akan dilakukan Setan itu..? apa dia akan memasuki kamar ini kemudian mencekik kami satu persatu ? apa mungkin Setan bisa melakukan itu..?

Aku ingat waktu kuliah ketika bersama Winry di perpustakaan tidak sengaja pernah membaca buku tentang seorang anak indigo yang mempunyai kemampuan tidak biasa mampu melihat hantu yang bergentayangan di sekitar manusia setiap hari. Aku ingat di dalam buku itu tertulis, hantu yang menampakkan dirinya pada anak indigo itu atau yang sedang mengganggunya, kebanyakan mereka hanya ingin berkomunikasi dengan anak itu.

Dan jika setan yang menampakkan wujudnya pada kami berempat di dalam rumah ini ingin berkomunikasi, aku akan mendengarkan apa yang ingin dia katakan. Kupejamkan mataku, kufokuskan pendengaranku diantara teriakan teriakan ketiga wanita ini..

“Apa yang kamu inginkan..?” ucapku didalam hati…

Setelah itu perlahan kubuka mataku, betapa kagetnya ketika membuka mata aku tidak lagi berada di tempat dimana seharusnya aku berada. Melainkan saat ini aku berada di dalam hutan yang gelap dan dipenuhi kabut. Aku sangat bingung dengan apa yang terjadi, bagaiamana aku bisa berada disini? Kemana mereka bertiga..?

Dalam kebingunganku aku berlari tanpa arah dan tujuan di tengah hutan yang gelap dan berkabut, saat itulah tiba tiba aku tersandung sesuatu dan terjatuh begitu saja di tanah. Saat kabut itu mulai menghilang aku menyadari kalau aku terjatuh diatas gundukan tanah dan aku sadar kalau gundukan tanah ini adalah sebuah makam. Reflek aku berpindah dari gundukan tanah itu sambil berteriak… kemudian sebuah tangan memaksa keluar dari dalam gundukan itu..

Oh Shit,, tidak lama seluruh tubuhnya keluar dari gundukan makam itu dan sosok itu adalah sosok setan yang tadi kulihat di dalam rumah.. sekarang setan itu merangkak diatas tanah menuju ke arahku dengan tatapan yang menyeramkan, seluruh tubuhnya penuh dengan lumpur, semua kulit tubuhnya mengelupas dengan bau yang sangat busuk.

Setan itu semakin mendekatiku mulutnya terbuka lebar menampakkan gigi giginya yang tidak sedap dipandang mengeluarkan suara teriakan yang mengerikan. aku pun tidak kalah berteriak dan memejamkan mataku saat setan itu sudah sangat dengan tubuhku…

Beberapa detik kemudian suara teriakan setan itu berubah menjadi suara teriakan Rein, Resty dan Ressa,, kubuka mataku sekarang aku sudah berada didalam kamar ini lagi bersama Rein, Resty dan Ressa,,, kulihat Setan itu masih berdiri memperhatikan kami dibalik pintu.. apa maksudnya tadi,,? Kenapa setan itu memperlihatkanku gambaran di hutan tadi..?

Aku harus berpikir memahami apa yang dimaksud setan itu, Makam dihutan,, makam dihutan, hutan yang akan hilang, komplek perumahan elit…

Aku : “aku tau….” Ucapku…

Kupejamkanmataku lagi,,

“jika memang seperti yang kupikirkan kumohon pergilah, jangan ganggu kami lagi,,, aku mengerti maksudmu, aku berjanji akan membantumu,,,,” ucapku dalam hati…

Kemudian saat aku masih memejamkan mata kudengar suara pintu yang kamar yang tertutup dengan pelan.. dan waktu kubuka mataku,, pintu kamar memang sudah tertutup, lampu kamar kembaIi menyala dan setan itu pergi… aku sangat lega.

Aku : “Sudah berakhir Rein…..” ucapku sambil membelai rambut kakakku yang masih membenamkan wajahnya di dadaku..

Rein : “kamu yakin…?”

Aku : “iya, dia sudah pergi dan tidak akan mengganggu lagi…Setidaknya sampai aku melakukan apa yang dia minta, ternyata setan itu ingin makamnya didalam hutan dekat dari rumah ini segera dipindahkan ditempat yang lebih layak sebelum area perhutanan ini berubah menjadi kawasan perumahan..”

Rein : “bagaimana kamu bisa tau..?”

Aku : “aku hanya tau…!” ucapku,,

Beberapa menit kemudian suasana sudah kondusif, meski begitu tidak satupun dari kami yang berani keluar dari kamar ini. Rein sudah kelihatan lebih tenang daripada sebelumnya.. kami berempat tidur jadi satu saling berhimpitan diatas tempat tidur didalam kamar ini.. aku memeluk Rein dari belakang yang berada di tepi ranjang.. kemudian disebelahku yang lain ada Resty yang sedang dipeluk Ressa… akhirnya keinginan Rein untuk tidur bareng berempat tercapai meskipun benar benar tidur, tidak untuk yang lain.

Beberapa jam kemudian aku terbangun, saat mataku terbuka aku menyadari tepat dihadapanku adalah wajah Resty juga sedang tidur miring menghadapku.. kupandangi wajah Resty yang sedang tidur, jika ingat kejadian tadi membuatku tersenyum sendiri mengingat aku selalu ribut dengannya sepanjang malam tadi.

Tiba tiba saja mata Resty terbuka, dia melihatku yang sedang memandangi wajahnya sambil tersenyum.. seketika aku jadi malu,,,

Aku : “maaf…” ucapku pelan padanya,, aku minta maaf kepadanya atas segala perkataanku padanya malam tadi.

Resty : “maafkan aku juga…” balasnya kepadaku dengan pelan,, kemudian tersenyum dan kubalas senyumnya..

Tiba tiba saja wajah Resty mendekat ke wajahku karena tidak sengaja didorong Ressa yang bergerak dalam tidurnya, seketika saja wajah Resty menabrak wajahku pas bagian mulutnya yang mencium bibirku… kulihat Resty sangat kaget dengan mata terbelalak.

Aku yang awalnya sempat kaget kemudian menyambut bibirnya Resty,, kukecup bibirnya.., dia tidak menolak,, malah bibirnya ikut melumat bibirku,,, kami berciuman selama beberapa menit tidak lupa memainkan lidah, kemudian terlepas dan kami sama sama tersenyum setelahnya.

Beberapa menit kemudian kami tertidur lagi,,,

KEESOKAN PAGINYA

——-POV RESTY——-

Empat cangkir Kopi panas untukku, Ressa, Rein dan Ega sudah kusiapkan di meja ruang tamu, di ruang tamu ada Ressa yang sedang merebahkan dirinya di sofa panjang. Rein yang merupakan kakaknya Ega lagi di kamar mandi, sedangkan Ega masih tidur di dalam kamar. Melihatku , Ressa terbangun dan mengambil salah satu gelas kopi yang tadi kubawa. Kuambil salah satu cangkir kopi, Dan aku duduk disebelahnya Ressa..

Aku masih terbayang kejadian mengerikan yang kami alami semalam. Pertama kalinya dalam hidupku merasakan diteror hantu, sungguh pengalaman yanmenyeramkan. Semuanya seperti mimpi buruk, tapi kali ini benar benar nyata adanya.

Mimpi buruk yang akan selalu teringat selama beberapa hari kedepan. Meskipun Rega bilang kalau hantu itu tidak akan mengganggu kami lagi, tapi tetap saja aku harus mencari tempat tinggal lain, aku masih punya tabungan yang kusisihkan dari pemberian Danu tiap bulan. Aku bisa menggunakannya untuk mencari tempat yang tidak jauh dari ibu kota, atau kembali ke kota sebelah.

Ressa : “kamu gapapa Kak..?” tanya Ressa kepadaku..

Aku : “Gapapa, cuman sedikit mengantuk..”

Ressa : “Bukan, maksudku dengan Rega…”

Aku : “ehmm, semalam kami udah baikan…” ucapku lalu tersenyum..

Ressa : “Ihh bukaann,, maksudku, kelanjutan hubungan kalian,,,”

Aku : “Ehh..? ehm,,,, “ jadi itu maksudnya adikku,, kutaruh lagi cangkir kopi di meja dan kusandarkan punggungku di sofa.. kutarik nafas dalam dalam.

Aku : “soal itu,,Bohong kalau aku bilang baik-baik saja,,berada didekatnya akhir akhir ini adalah suatu bentuk penyiksaan yang sangat menyakitkan bagiku… mungkin aku terlihat baik baik saja saat berada didekatnya, setidaknya aku mencoba untuk kelihatan kuat dan bahagia didepannya. Padahal sebenarnya hatiku hampa merasakan pahitnya kenyataan tidak bisa bersama dengan pria yang aku cintai.”

Aku : “Saat berada didekatnya, aku selalu teringat betapa nyamannya saat sedang bersamanya, dia menyayangiku dengan caranya sendiri meskipun hanya dengan sebagian kecil hatinya yang mencintaiku, dia satu satunya pria yang mau menerimaku apa adanya, memahami sisi burukku, seperti sebuah indahnya cinta yang saling mengerti satu sama lain…

Meskipun pada akhirnya aku tidak bersamanya, aku tidak menyesal pernah dekat dengan Ega, tidak menyesal pernah mencintainya, dia pria yang hebat dibalik segala kekurangannya… satu satunya penyesalan terbesarku adalah saat aku tidak memperjuangkannya ketika didalam hatinya hanya ada aku seorang… ”

Ressa : “kaak,,,,” Ressa menggenggam tanganku, mungkin dia melihat mataku yang sedang berkaca kaca..

Aku : “Gapapa kok Dek, pada akhirnya Cinta memang tidak bisa dipaksakan… Ega mencintai sahabat baikku,, Meta lebih pantas mendapatkan cintanya Ega, dan aku akan bahagia melihat mereka berdua bahagia..”

Ressa : “bagaimana denganmu Kak..?”

Aku : “Uhm.. Sementara ini aku akan bertahan dengan perasaanku, aku juga tidak tau sampai kapan akan menahan perasaan ini,, Setelah bisa lepas dari Danu Tua Brengsek itu, mungkin ini saatnya bagiku membuka lagi pintu hatiku untuk pria lain, meskipun tidak bisa menjamin bisa bertemu dengan pria seperti Ega sekali lagi, tapi aku yakin masih ada pria yang sebaik dan setulus Ega..”

Ressa : “Kamu pasti menemukannya kak….” Ucapnya kemudian tersenyum, kubalas senyumannya..

Dok Dok

Kudengar pintu rumah ada yang mengetuk,,, aku langsung berdiri dari sofa dan membuka pintu rumah yang tidak jauh dari tempatku duduk..

Betapa kagetnya aku melihat siapa yang ada dibalik pintu, seorang pria dan dua orang wanita dibelakangnya,, aku tau mereka bertiga adalah teman sekolah adikku dan Ega… pria itu menatapku, aku sama sekali tidak dikasih tau jika dia akan datang,, seorang pria yang bisa kusebut sebagai Cinta Pertamaku,,,,

Ressa : “Addiitttt…..” teriak Ressa dibelakangku…

Pria itu berpaling dari menatapku dan melihat ke arah belakangku, melihat ke arah Ressa,, dia memajukan tubuhnya, sangking terkejutnya dengan kedatangannya aku sampai tidak menyadari jika aku sedang menghalangi pintu rumah,,

saat tersadar aku langsung memiringkan badanku agar dia bisa masuk kedalam rumah,, dan dia baru saja melewatiku tanpa mengatakan apapun kepadaku,,, kulihat dia langsung memeluk Ressa…. Sedangkan aku masih berdiri didekat pintu..

Ya Tuhan,,, kenapa jantungku berdebar seperti ini….

Bersambung