Cerita Sex New Chapter Part 46

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Tamat

LAST KISS

Cerita Sex New Chapter

Haii, ini aku Rega dari masa depan,, akhirnya kita sampai pada titik ini. Suatu titik di masa laluku dimana aku merasakan kehilangan dan penyelasan yang begitu yang mendalam dan tidak akan pernah bisa kulupakan seumur hidupku. Sebuah kisah yang tidak kuceritakan kepada kalian saat kita berkenalan dulu.. sedih dan tak bisa kutahan air mataku mengalir jika mengingat kembali peristiwa itu.

Tentu aku masih ingat dengan jelas apa yang terjadi pada hari itu, hari selasa tanggal 15 Februari tahun 2011, dua bulan sebelum dilaksanakannya ujian nasional bagi siswa menengah keatas tahun ajaran 2010-2011. Pada tahun itu Ujian Nasional dilaksanakan pada tanggal 18 April 2011.

Parahnya, rasa kehilangan dan penyesalan itu akibat dari kebodohan dan kelemahanku sendiri. Rasanya seperti saat aku sedang bahagia memegang sebuah balon, tapi akibat kelemahanku yang tidak begitu kuat menggenggam benangnya, balon itu terbang melayang kelangit, aku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa melihat balon itu terbang menjauhiku seolah sedang melihat kebahagiaan pergi meninggalkanku.

Seandainya aku bisa memutar kembali waktu, aku ingin kembali ke hari itu dan mencegah peristiwa itu terjadi. Setelah hari itu, Aku sering memohon kepada Tuhan agar bisa mengijinkanku kembali ke hari itu, aku ingin memperbaiki semuanya. jika Tuhan mengijinkanku melakukan perubahan itu, pasti dia masih bersama sama denganku sampai sekarang.. dan aku tidak perlu menceritakan kisah ini.

Namun apa daya, waktu tidak pernah berjalan mundur, waktu akan terus maju kedepan dan aku tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. yang tersisa hanya rasa penyesalan yang mendalam pada diriku. Penyesalan memang selalu datang di akhir, aku menyesal karena hari itu aku tidak bisa berbuat apa2. Aku menyesal kenapa saat itu aku begitu lemah dan bodoh.

Saat dia benar benar pergii, aku baru menyadari bahwa semuanya sudah terlambat. Hari itu dia telah pergi dan tidak akan pernah kembali, dia pergi karena kebodohan dan kelemahanku,,

♪ Aku mau hidup denganmu,
Aku mau matipun Karenamu
Aku mau disisa hidupku bersamamu ♪

15 Februari 2011, sehari setelah Ressa dibawa ke Rumah Sakit.

 

——————–POV REGA——————–

Hari selasa, meskipun ini hari selasa tapi aku dan semua siswa di negara ini tidak perlu berangkat ke sekolah karena hari ini tanggal di kalender warnanya merah. Aku tidak akan menyebutkan kenapa hari ini tanggalnya merah, karena takut nanti dibilang Rasis.. hehehe. Jika kalian masih menyimpan kalender tahun 2011, kalian bisa melihat sendiri kenapa hari ini tanggalnya merah.

Pagi ini aku bangun dengan suasana hati yang senang, semalam tidurku nyenyak sekali. kenapa bisa seperti itu ? Mari sejenak kita kembali ke hari kemarin,,

 

KEMARIN MALAM DI RUMAH SAKIT (14 Februari 2011)

Setelah mengantarkan Rein untuk mengobati lukanya, aku langsung meninggalkan Rein dan Melly untuk bergegas menemui Adit..untuk melihat keadaan Ressa….

Adit Terlihat murung didepan sebuah Ruangan…

Aku :” Ressa gimana Dit….? ”

Dia melihatku dengan tatapan yang lemas….

Adit : “Tuh didalemm, kondisinya stabil, tapi kita belum boleh menemuinya,, dia juga belum sadar… kata dokter tadi untung Ressa cepat cepat dibawa kesini.. terlambat sedikit pasti beda lagi ceritanya…..”

Aku sedikit lega mendengar ucapan Adit tentang keadaan Ressa.

Aku : “Syukurlah, untung ada kamu Dit,, jangan lemes gitu.. kamu sudah melakukan yang terbaik… .” ucapku memberikan semangat untuknya

Adit : “bukannya gitu, aku ngebayangin kalau Ressa kenapa2… Apa yang harus kukatakan pada kakaknya..? Padahal dulu dia berpesan padaku untuk menjaga adiknya.. ”

Ohh jadi gitu..

Adit :” dia pasti marah2 kepadaku melihat adiknya seperti ini… ”

Aku :” udah tenang aja,, kalau perlu biar aku bantu ngomong ke kakaknya… ”

Adit :” suerr.. ? ”

Aku :” iyaaa..”

Adit :” fiuhh… aku paling gak bisa kalau ngomong sama kakaknya, aku selalu lemah jika dihadapannya…. ”

Aku :” hmmm? Kamu masih ada rasa sama dia kan…? Ngaku…!! ”

Adit :” Apaan sih.. kagak.. aku kan sudah punya Mira… ”

Aku :” ohyahh..? Menurutmu bagusan mana tubuhnya Mira dan kakaknya Ressa? ” aku menggodanya .

Adit :” bagusan badannya Kakaknya Ressa lah,, toketnya gede banget…. eh…. ” Adit langsung tersadar kalau dia malah gak belain pacarnya..

Aku :” tuh kan… hahahaha.. jadi punyanya Mira kecil…? Tau dari mana hayo? Apa yang sudah kalian lakukan..? Hahaha…. ”

Adit :” sialan… yang pasti lebih gede dari punya Alexa… hahaha upss….. ”

Sial.. dia membalasku..

Adit :” tapi punya kakakmu yang paling istimewaa.. oiyah, gimana tadi Amanda..?”

Aku :”kamu tau sendiri betapa hebatnya bela dirinya Rein… Galih dan gengnya tidak berdaya melawan Rein.. padahal aku akan membantunya,,, ”

Adit :” halaahh.. Palingan kamu hanya melihatnya dari jauh dan gak berani mendekat… Ya kan…? ”

Aku :” hehehe tau aja.. Emangnya kamu berani? Pasti takut juga ”

Adit :” hahaha..gengnya Galih yang takut kalau aku datang.. Haha.. . lalu gimana keadaannya? Apakah dia tidak terluka sama sekali..? ”

Aku :” ehmm.. kakinya sedikit memar.. tapi gpp kok, dia juga sedang di rumah sakit ini.. .. ”

Adit :” ohhh.. syukurlah…kakakmu memang hebat,, aku ingin belajar bela diri dengannya.. kira2 dia mau gak ya menerimaku jadi muridnya… . Btw, kamu tadi mendengar kan apa yang dikatakan Galih? Soal Ressa… ”

Aku :” iya aku mendengarnya.. aku juga tidak habis pikir Ressa akan melakukan itu..dan berurusan dengan Galih lagi… padahal aku sudah melarangnya, mencarikan uang untuknya agar dia bisa membeli obat.. kasihan dia, obatnya akan habis, dia sudah bertekad ingin sembuh… tapi malah jadi seperti ini.. ”

Adit : “Ressa memang gitu anaknya… Aku tau sejak lama Ressa mempunyai penyakit, tapi Ressa selalu menolak bantuan dariku.. dia tidak pernah mau dibantu dan dikasihani orang lain, . dia selalu berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri… itu yang semakin membuatku merasa bersalah pada kakaknya…”

Aku : “Lalu apa yang harus kita katakan pada kakaknya..?”

Adit : “lebih baik jangan bilang ke Kakaknya kejadian yang sebenarnya, dia pasti sangat terpukul.. Ressa juga pasti tidak ingin kakaknya tau tentang hal ini..”

Aku : “uhmn baiklah… Kamu sudah hubungin keluarganya?”

Adit : “sudah.. orang tuanya sedang dijemput sopir rumah kesini… Oiya Ga.. ada yang ingin aku bicarakan denganmu.. ”

Aku : “Apa’an?”

Adit : “soal Alexa….. ikut aku, kita cari tempat untuk bicara…”

Hmm..? Ada apa ini sebenarnya..? Kenapa semuanya ingin membicarakan soal Alexa denganku,, seolah mereka tau apa yang tidak kuketahui tentang Alexa… aku dan Adit menuju ke sebuah tempat dekat dengan apotek di dalam Rumah Sakit ini, disini ada beberapa kursi panjang untuk pengunjung. dan kami duduk disana…

Adit : “Ga… Alexa akan melanjutkan pendidikannya di US…!,..”

Hahh..?

Aku : “benarkah..? Dia bilang padamu..?”

Adit : “iya. dia sendiri yang bilang kepadaku… . Dia kuliah disana sambil mencari tau tentang keluarga aslinya…”

Aku tidak tau harus senang atau sedih mendengar berita dari Adit tentang itu.. aku senang karena Alexa berusaha mencari keluarga orang tuanya, keluarganya sendiri ,, tapi sisi hatiku yang lain sedikit merasakan sedih karena dia akan pergi untuk waktu yang tidak sebentar, disaat ada harapan untuk kembali dengannya setelah mendengar penjelasan kak Neta..

Adit : “sebenarnya dia akan memberitahukan tentang itu langsung kepadamu di malam itu, saat kalian di cafe.. dia memintamu untuk mau menunggunya selama dia di US……”

Jadi malam itu dia akan bicara itu kepadaku, tapi tidak pernah tersampaikan karena Rein tiba2 datang.

Adit : “seharusnya aku tidak boleh mengatakan itu kepadamu, Alexa melarangku.. ”

Adit : “Satu hal lagi yang harus kukatakan kepadamu,, aku terpaksa mengatakan ini.. , aku ingin kamu tau yang sebenarnya sebelum semuanya terlambat.. sebelum dia pergi… ”

Adit :” Ga.. Sebenarnya Alexa mencintaimu… Dia mengatakannya langsung kepadaku.. Dia masih sangat mencintaimu… ”

Deg deg

Jadi benar apa yang dikatakan Kak Neta,?

Adit : “dia terpaksa mengatakan tidak mencintamu dan rela menderita berpisah denganmu karena Alexa menyadari sesuatu… Alexa tau kalau Amanda…. ehmm.. Gimana ya ngomongnya… sebenarnya kakakmu…. ”

Aku : “Alexa tau kalau Rein punya perasaan kepadaku… ? dia terpaksa mengatakan tidak mencintaiku agar Rein tidak semakin terluka melihat aku bersama dengannya…?”

Adit : “ii.. Iyaa.. Itu yang dikatakan Alexa kepadaku…. kamu sudah tau…?”

Semuanya sesuai dengan apa yang dikatakan kak Neta…

“Astaga Alexa.. apa yang telah kamu lakukan…?”

Kenapa aku tidak menyadari itu semua, bodoh.. Bodoh.. Bodoh….

Adit : “ehh.. kak Amanda….?”

Hmm..?

Tiba-tiba Rein dan Melly ada di belakang kami… sejak kapan mereka ada disitu ? Rein menatapku tajam.. apa dia mendengar semua obrolan kami tadi…?

Rein : “ikut aku…..”

Rein menarikku, meskupun dengan jalannya yang tidak sempurna karena kakinya masih terluka.. dia menarikku ke sebuah lorong di rumah sakit ini.. meninggalkan Adit dan Melly di tempat tadi..

Aku : “kamu mendengarnya…?”

Rein : “aku mendengar semuanya…”

Aku : “sialan Alexa.. kenapa dia harus mengatakannya pada Adit….. ”

Aku : “Rein….?” dia tidak melihatku,, pandangannya tertuju pada lorong yang sepi ini.. kulihat matanya berkaca kaca.. Lalu dia melihatku…

Rein : “Deek.. benar yang dikatakan Alexa, benar apa yang kamu katakan tadi…. aku punya perasaan padamu, bukan perasaan antara kakak dan adiknya.. tapi perasaan antara seorang wanita dan pria.. ….”

Deg deg

Aku akhirnya Rein mengatakannya langsung kepadaku… Sial.. akhirnya Alexa dan Rein mengatakan sebenarnya perasaan mereka yang sebenarnya kepadaku.

Rein : “semuanya terjadi begitu saja, awalnya hanya rasa suka, penasaran dan nyaman saat didekatmu, kemudian berubah menjadi sebuah ketertarikan.. segala hal kecil yang kamu lakukan kepadaku membuatku terbawa perasaan, aku menikmati semua perhatian yang kamu berikan kepadaku…”

Rein : “Kamu memang bukan cowok pertama yang pernah hadir di hidupku, tapi sedalam ingatanku, kamu satu2nya yang bisa membuatku jatuh begitu dalam di lingkaran cinta.. memang aneh rasanya, karena kita adalah saudara, meskipun bukan saudara sesungguhnya… aku juga bingung kenapa rasa untukmu bisa tercipta begitu sempurna…”

Aku tidak bisa berkata apa2 mendengar pengakuan Rein kepadaku… dia menyatakan cintanya kepadaku langsung

Rein : “Fiuhhhh lega rasanya bisa mengatakan itu semua kepadamu.. ” ucapnya.. Dia memang keliharan sangat lega setelah mengucapkan itu semua.

Rein :” taukah kamu kalau aku sudah memendamnya sejak lama.. ,,, lalu apa yang akan kamu katakan setelah mengetahui itu semua?”

Hmm.. Apa yang harus kukatakan padanya..?

Aku : “sebenarnya aku juga merasakan hal yang sama kepadamu Rein…”

Plllaaakkkkk..

Aku ditampar Rein, meskipun tidak begitu kerasss..

Rein : “bodoh… tidak seharunya kamu berkata seperti itu,, seharusnya kamu melarangku mencintaimu,, aku ini kakakmu… kita tidak akan pernah bisa bersatu.. aku sudah sadar kok Dek.. beberapa hari ini aku sudah memikirkan semuanya,, meskipun sebesar apapun cintaku padamu,, tapi aku sadar bahwa cinta ini tidak bisa diperjuangkan… kita tidak akan pernah bersatu karena keadaan.. apa nanti kata papa sama bunda kalau tau kita saling mencintai.. ? Hahh.? Mereka pasti bingung… ”

Rein ” sekarang.. aku hanya akan menyayangimu sebagai kakakmu, aku akan selalu ada untukmu, selalu peduli denganmu, dan mendukung kebahagiaannmu.. ”

Rein : “dan aku tau kamu akan lebih bahagia jika bersama Alexa….”

Aku : “Rein…?”

Dia memegang pundakku…

Rein : “dekk.. kamu juga berhak bahagia dengan wanita yang sangat kamu cintai.. Alexa.. kamu masih mencintainya kan..?”

Rein : “ya harus kuakui aku sempat marah dan cemburu ketika melihat kalian bersama,, kebersamaan kalian sempat membuat hatiku terluka… Sangat sulit Melihat kamu jatuh ke pelukan Alexa. tapi seperti yang kukatakan tadi,, aku sudah sadar Dek.. aku tidak boleh egois menghancurkan kebahagiaan kalian… Deek.. kembalilah pada Alexa… ” dia tersenyum padaku…

Aku : ” jangan bicara seperti itu.. aku tidak akan kembali pada Alexa jika itu hanya membuatmu terluka… Aku menyayangimu Rein..”

Rein : “Deek.. aku akan baik-baik saja meskipun kamu bersama Alexa… Aku akan bahagia melihat kalian bersama.. kamu kira aku hanya akan diam saja..? Aku juga akan menemukan kebahagiaanku yang lain…. Cintaku kepadamu hanyalah sebuah cerita masa lalu, biarkan cerita itu menguap bersamaan dengan berjalannya waktu…”

Rein : “lagipula Alexa memang cocok buatmu,, dia sangat mencintaimu… kalian saling mencintai.. mau nunggu apalagi?”

Aku memeluk Rein.. sangat erat…aku menanangis dipelukannya.. Rein sangat bijaksana dan dewasa, ucapannya begitu tuluss.. Dia merestuiku kembali kepada Alexa. Aku harap dia benar benar menemukan kebahagiannya yang lain.

Aku : “makasih Rein.. terima kasih…”

Rein : “selama Alexa membolehkanku tidur dikamarmu.. Aku akan mengijinkannya berpacaran denganmu… hihihi… bercanda deekk…”

Aku : “dia pasti mengijinkan itu Rein… Pasti…”

Rein : “Meskipun kamu sudah bersama Alexa.. jangan pernah meninggalkanku ya Dekk.. aku gak mau sendirian dirumah..”

Aku : “janji… Tidak akan kubiarkan kamu sendirian…”

Pelukan kami terlepas..

Rein : “Jadi Kapan kamu akan bertemu dengannya? Besok…? Aku akan ikut menemuinya… aku juga mau minta maaf kepadanya.. selama ini aku membencinya karena masalahku dengannya dimasa lalu, sebenarnya dia tidak pernah salah… aku yang terlalu egois tidak mau menerima kenyataan dan melampiaskan semuanya pada Alexa.. .. ”

Aku : “jadi kamu akan baikan dengannya…?”

Rein : “iya.. Aku sudah memikirkannya, aku juga sharing hal ini dengan Melly… Semoga Alexa mau memaafkan segala kesalahanku,, selama ini aku sangat kasar kepadanya… Hanya karena dendam yang salah aku berbuat jahat kepadanya…”

Aku : “dia pasti mau memaafkanmu, dia sangat ingin kembali menjadi sahabatmu lagi Rein….”

Rein tersenyum…

Kemudian Adit, Melly mendatangi kami… dan ternyata Mira juga datang…

Adit : “Brow.. ortunya Ressa sudah datang, mari kita menemui mereka…”

Aku : “oh yah? Baiklah… …”

Mira : “Kak Rega. nih coklat buat kakak,, dan ini untuk kak Amanda….”

Seperti biasa, Mira selalu memberi coklat untukkku…

Mira : “Selamat Hari kasih Sayang….” ucapnya Dengan manis…

Hah…? Oiya.. hari ini hari valentine.. aku baru menyadarinya… aku melihat Rein.. dia tersenyum padaku… entah kenapa hari kasih sayang tahun ini momentnya sangat pas sekali bagiku.. dan juga bagi Rein. Aku sangat menyayayangi kakakku..

***

Ya begitulah yang terjadi semalam di Rumah sakit.. betapa senangnya mengetahui dan mendapat kepastian kalau ternyata Alexa masih mencintaiku dan Rein merestui hubunganku dengan Alexa, bahkan Rein ingin berbaikan lagi dengan Alexa… . aku tidak pernah merasa sebahagia ini.. akhirnya cita-citaku melihat mereka berdua bersama sama lagi seperti dulu bisa segera tercapai.

Siang ini aku berencana ketemu Alexa bersama dengan Rein.. Dia pasti senang mengetahui ini semua… dan aku akan bilang kepadanya kalau aku akan menunggunya.. meskipun dia akan kuliah di US dan harus bepisah selama beberapa tahun.. aku bersedia menunggunya.. aku akan menunggunya sampai dia kembali lagi kesini. aku akan berjanji padanya untuk menjaga cintaku hanya untuknya.. tidak akan ada lagi main main dengan cewek lain.

Seharusnya kalau hari libur gini Alexa ada di tempatnya bekerja.. dia kerja dari siang kalau hari libur. aku dan Rein akan menemuinya disana.. kalaupun dia tidak ada disana.. kami akan mencoba datang kerumahnya. tapi sebelum menemui Alexa.. aku dan Rein akan ke Rumah sakit terlebih dahulu untuk menjenguk Ressa.. tadi aku dapat kabar dari Adit kalau Ressa sudah sadar…

Rein : “uda siap Deek….?”

Rein tiba2 masuk ke dalam kamarku,,

Aku : “hmm.. uda… Ayo berangkat…”

Rein : “tunggu dulu… ” dia memegang pundakku dan melihat busanaku.

Rein :” hahahahahaha… hahahaha.. baju apa ini yang kamu pakai..? Hahahaha.. haduhh.. kayak gak ada baju yg lain aja sih…? Masa’ kamu mau menemui Alexa pakai baju seperti ini… ”

Sialan.. Rein mengejekku karena memakai baju ini…

Aku : “ini baju dari Alexa tau’.. Dia memberiku kado ini saat ulang tahunku kemarin… sengaja hari ini aku memakainya ketika bertemu dengannya…”

Rein : “Haah..? Seriuss…? Bener2 deh Alexa itu.. seleranya buruk sekali.. wajar sih.. lihat aja pakaian yang selama ini dia pakai,, kayak cowok….”

Hmm.. dia belum tau saat Alexa memakai dress.. semua wanita kalah dengan kecantikannya…

Rein : “aku gak paham, apa yang dilihat Alexa darimu.. lemah, cengeng, mesum, nakal, selalu bikin khawatir..”

Aku : “hmm.. Gini2 kamu pernah suka denganku…..”

Mendengar ucapanku dia mencubit perutku dengan kuku jarinya yang panjang itu…

Aku : “aduuuhhhh.. ssshhh.. ” gila panas banget cubitannya…

Rein : “ayo berangkat…..” ucapnya dengan wajah memerah… , lalu pergi dari kamarku….

Kulihat lagi diriku di cermin kamarku..

Hadeeehh.. aku kok jadi gak pede ya memakai baju ini… Ahh sudahlah.. pasti Alexa senang melihatku memakai baju pemberiannya

Aku dan Rein semobil menuju Rumah sakit.. dan akhirnya kami sampai di Rumah Sakit ini. kami berdua langsung menuju ruangannya Ressa..

Saat akan tiba di Kamarnya Ressa, aku melihat seseorang keluar dari ruangan itu.. aku kira itu Ressa.. karena postur tubuhnya mirip sekali dengan Ressa.. aku tidak sempat melihat wajahnya.. dia langsung pergi membelakangiku…

“benarkah itu Ressa…? Kenapa dia sudah bisa jalan…?”

Ternyata dugaanku salah, karena di dalam ruangan ini kulihat Ressa sedang terbaring lemas diatas tempat tidur…

“lalu tadi itu siapa…?”

Dan ternyata semuanya ada di ruangan ini… semuanya terlihat senang melihat kedatanganku bersama dengan Rein.

Ada Adit…

Amel…

Mira..

Bahkan….

Winry juga ada disini…

aku senang akhirnya bisa ketemu Winry lagi.. sudah lama aku tidak melihatnya..

Winry : “Haii Seniorr.. sudah lama tidak bertemu…” sapa Winry kepadaku.

Aku : “Hai Win.. kemana aja kamu selama ini.?”

Mira : “cieeee.. kangen ya Kak Sama Winry….. kak Rega nyariin kamu terus tuh Win…”

Hadeeehh.. mulai deh si Mira Mulutnya.. untung Alexa tidak ada disini…

Aku : “Apa’an sih Mir…?”

Winry hanya senyum2 mendengar ucapan Mira…

Ressa : “hahahaha.. culun… kamu pakai baju itu tambah kelihatan culun… hahahaha….”

Sial…. masih sempat2nya Ressa meledekku,,, semua yang ada disini menahan tawa mereka melihatku pakai baju ini… Aku jadi maluu…

Rein : “gimana kondisimu Ress?”

Ressa : “mendingan kok Kak… Nanti sore juga sudah boleh pulang kok… Makasih ya kemarin sudah menolongku…”

Rein :” syukurlah.. ”

Kulihat Amel mendekati Rein..

Amel :”kak Amanda.. ehmm… aku minta maaf selama ini sudah berbohong kepadamu,,, ”

Ressa :” maafin aku juga Kak…. ”

Rein :” iya aku maafkan kalian semua… lain kali jangan mau disuruh bohong sama Rega…. ”

Hadeeh.. aku langsung gak berani melibat Rein… Saat Rein ngobrol dengan Ressa dan yang lain. aku ngobrol sama Adit..

Aku : “tadi sebelum masuk kesini, aku melihat cewek keluar dari ruangan ini.. Siapa…?”

Adit : “ohh.. itu tadi kakaknya Ressa.. dia datang semalam.. dan dia harus segera balik ke kota sebelah juga tadi…”

Ohh.. jadi tadi itu kakaknya Ressa.. pantesan agak mirip..

Aku : “lalu apa yang dia katakan…?”

Adit : “dia tidak berkata apa2 padaku,, karena dari kemarin Mira nempel disebelahku..mungkin dia tau kalau aku berpacaran dengan Mira…”

Aku : “jangan2 dia masih punya perasaan kepadamu Dit? Dan cemburu melihat kamu dengan Miraa…”

Adit : “entahlah… aku juga bingung.. padahal aku sudah mencoba melupakannya….btw.. kamu jadi ketemu Alexa? ”

Aku : “yupp.. setelah dari sini aku akan menemuinya….”

Adit : “dia pasti marah kepadaku karena telah menceritakan semuanya padamu….” ucapnya dengan lemas…

Ressa : “ehmm.. teman-teman… Boleh aku ngobrol berdua dengan Rega…?”

Eh..?

Rein : “baiklah.. semuanya keluar dari sini….” ucap Rein kepada semuanya…

Setelah itu semuanya keluar, hanya tinggal aku dan Ressa di dalam ruangan ini…

Kudekati tempat tidurnya.. dia mencoba untuk Menegakkan badannya tapi kucegah..

Aku : “uda tiduran aja.. mau ngomong apa…?”

Ressa : “culuun.. maafkan aku… aku merasa bersalah kepadamu… tanpa memberitahumu aku janjian dengan Galih.. aku sama sekali tidak memikirkan usahamu mencarikan uang itu.. marahlah kepadaku… Bahkan karena aku, kamu dan kak Amanda harus berurusan dengan Galih… sumpah aku malu bertemu dengan kalian berdua….” kulihat air matanya menetes..

Aku : “sudah jangan dipikirkan.. yang penting kamu kan belum melakukannya.”

Ressa : “sebenarnya aku sudah didepan pintu kamar orang itu.. . tapi, aku batalkan masuk ke dalam kamarnya karena aku memikirkanmu….aku akan merasa bersalah kepadamu seumur hidupku jika aku masuk kedalam kamar orang itu.. .. ” air matanya semakin deras menetes di wajahnya.. Kuusap air matanya dengan tisu…

Aku : “sudah jangan sedih lagi… yang penting kamu tidak melakukannya, dan berjanjilah padaku kamu tidak akan pernah melakukan itu lagi… dan, berjanjilah jangan pernah mengorbankan dirimu sendiri untuk menolongku… meskipun lain kali ada yang akan memukulku dengan kayu atau besi pun.. jangan pernah menolongku.. Karena aku melakukan itu semua untukmu.. aku akan sekuat tenaga bertahan demi kamu..

Apa kamu lupa? itu semua kulakukan karena kamu pernah memintaku untuk menjagamu.. Maka selamanya aku akan menjagamu,, bukan kamu yang harus menjagaku…”

***

Ressa :”maafkan aku selama ini menghindarimu, aku hanya tidak ingin kamu bermasalah karena aku,… aku janji setelah malam ini aku tidak akan menghindarimu,,,,meskipun aku tidak pantas meminta ini padamu, tapi aku ingin kamu selalu menjagaku.. setidaknya sampai sisa umurku. ”

Ressa kaget mendengar ucapanku, dia pasti mengingat pernah berkata seperti itu padaku… tiba2 dia menegakkan tubuhnya dan mencium bibirku…. Aku sempat kaget,,tapi kubiarkan dia mencium bibirku.. setidaknya ini adalah ciuman terakhir yang bisa kuberikan untuknya.. karena setelah nanti bertemu Alexa.. aku tidak akan pernah lagi membiarkan semua cewek menciumku… karena ciumanku ini hanya untuk Alexa..

Kemudian ciuman kami terlepas…

Aku : “dan jangan pernah melakukan itu lagii….”

Ressa : “hehehe iya2 aku tau… makasih ya culun untuk selalu menjagaku… beruntungnya aku punya kakak kayak kamu… … Sini cium lagi…. Hihihi..”

Aku : “gak.. gak mau…..”

Ressa : “hihihihi…”

Setelah sekitar satu jam aku berada di ruangannya Ressa, aku berpamitan kepada mereka semua untuk segera menemui Alexa..

Ressa : “sampaikan maafku ke kak Al ya culun… Besok kamu harus mengajaknya kesini… .”

Adit : “pleasee bro jangan bilang ke Alexa kalau aku yang memberitahumu….”

Amel : “Rega.. semoga sukses yah..”

Mira : “berikan coklat ini untuk kak AL….” Mira memberiku coklat lagi untuk Alexa…

Winry : “meskipun aku tidak tau apa yang terjadi.. semoga semuanya berjalan seperti yang kamu harapkan… Semangatt…” ucap Winry kepadaku…

Aku : “Terima kasih semuanya… ”

Ressa : “semangat culuunn.. kejar cintamu…..yeaayyyy ..”

Aku dan Rein meninggalkan Rumah Sakit.. menuju tempat kerjanya Alexa.. Ditengah perjalanan, Rein berhenti di salah satu toko bunga…

Aku : “ngapain…?”

Rein : “ahh kamu ini.. belikan bunga buat Alexa.. dia pasti senang…”

Aku : “hahh..? bunga apa? Aku gak tau Rein….”

Rein : “ihhh gak romantis banget sih.. .. biar aku yang belikan tunggulah disini….”

Beberapa saat kemudian Rein kembali ke dalam mobil dengan membawa beberapa buket bunga, bahkan penjaga toko ikutan membawa beberapa buket bunga yang lain…

Aku : “banyak banget…?”

Rein : “bunganya cantik2.. Aku beli semua deh.. hehehe…”

Hadeehh.. Tak ayal jok belakang mobilnya Rein penuh dengan bunga berwarna warni..

Sesampainya di dekat komplek ruko tempat Alexa bekerja.. kami kebingungan mencari tempat parkir… karena ini hari libur dan bertepatan dengan jam makan siang, suasana komplek ruko yang terdiri dari restoran dan cafe ini cukup padat sampai kami tidak kebagian tempat parkir..

Terpaksa Rein harus memutar dan memakirkan mobilnya agak jauh dari komplek Ruko itu…

Aku : “gimana membawa semua bunga2 ini…? Lagian banyak banget sih belinya….”

Rein : “bawelll.. sini aku bantu….”

Aku dan Rein berjalan menuju tempat kerja Alexa sambil masing2 membawa beberapa buket bunga.. sebenarnya aku malu membawa bunga2 ini.. untungnya jalanan disekitar sini sepi…

Kami berdua menyebrang jalan untuk menuju komplek ruko itu,, meskipun jalan sepi.. aku dan Rein tetap patuh di jalan dengan melewati zebra cross yang sudah disediakan… di tengah jalan itu beberapa bunga yang dibawa Rein jatuh…

Aku : “tuh kan.. kebanyakan sih….” ucapku padanya…

karena cuacanya panas.. aku mendahului Rein yang masih sibuk memunguti bunga bunga itu di tengah jalan.. saat aku sudah sampai diseberang, …saat itu aku melihat sesuatu..

Dari arah sebelah kanan ada mobil yang berjalan yang sangat kencang mengarah ke Rein..

Deg deg,

Saat itu Rein tidak menyadari ada mobil yang berjalan kencang mengarah padanya, dia masih sibuk memunguti bunga yang jatuh tadi..

Deg deg

Dan meskipun ada orang di tengah jalan, mobil itu tidak berusaha menghentikan lajunya atau memperlambatnya, malah mobil itu berjalan semakin cepat.

Deg deg

Aku ingin memperingatkan Rein, tapi kenapa mulutku tidak bisa berucap.. tubuhku gemetar melihat mobil itu akan menabrak Rein… bahkan aku tidak bisa menggerakkan tubuhku.. tubuhku lumpuh secara tiba2… ada apa denganku…?

Apakah kalian pernah merasakannya? Saat mengalami atau melihat kejadian yang tidak disangka sangka mengakibatkan diri kita tidak dapat berkata kata, hanya bisa memandang suatu obyek dengan tatapan kosong, seolah olah kehilangan daya pikir selama beberapa saat, kemudian terheran heran dengan perasaan takut dan bingung.. hal itu yang saat ini kurasakan saat melihat mobil itu semakin dekat dengan Rein..

Deg deg

Oh Tidak.. Rein akan tertabrak… Dan aku tidak bisa berbuat apa2…

Di tengah2 kelumpuhanku, seseorang dari belakangku berlari kearah Rein.. dia sempat menabrakku dari belakang sampai membuat bunga2 yang kubawa jatuh…

Orang itu sudah mendekati Rein, Dan dia langsung mendorong tubuh Rein jauh kebelakang agar Rein tidak tertabrak.. Rein selamat dari terjangan mobil itu…

Tapi malah orang yang mendorong Rein tadi yang tertabrak mobil itu.. Tubuh kecilnya bergulung gulung diatas mobil itu dan jatuh begitu saja diatas aspal..

Aku sempat melihatnya, aku melihat siapa yang mengendarai mobil sedan berwarna hitam itu…

Galih.. ? Galih yang mengendarai mobil itu… Kenapa dia melakukan itu…?

Aku melihat mobilnya Galih melaju sangat kencang setelah menabrak seseorang… Aku masih fokus melihat mobil itu menjauhi jalanan ini.. .. sampai aku disadarkan oleh teriakan Rein yang sangat kerass…

Rein : “ALEXAAAAA….”

Deg deg

Ya.. orang yang tadi menyelamatkan Rein dan yang tertabrak mobilnya Galih adalah Alexa…

Aku mendekati tubuh Alexa yang tergeletak di tengah jalan dan penuh dengan luka disekujur tubuhnya,,

Rein : “TOLOOONG… TOLOOOONG..” Rein mencoba berteriak meminta pertolongan di tengah jalan yang sepi ini.

Aku masih memandangi Alexa, matanya terpejam… Kuangkat kepalanya dan kutaruh lenganku dibawah kepalanya sebagai alas… Lalu kupegang wajahnya…

Aku : “AL…. kumohon sadarlah…” aku tidak bisa menahan air mataku menetes melihat keadaan Alexa..

Aku : “Alexa… Bangunlah….”

Tiba2.. Alexa membuka matanya…

AL :” Re.. ga.. ” dia memanggilku dengan suara yang lemas… Dia tersenyum melihatku..

Rein : “Alexa kenapa kamu melakukan ini…?”

Rein : “Deeekk.. angkat dia, bawa ke mobil… Kita harus segera membawanya ke Rumah Sakit….” ucap Rein dengan sangat panik…

Rein Benar aku harus segera mengangkat Alexa ke mobil dan membawanya ke Rumah Sakit.. tapi saat aku berusaha mengangkat Alexa, dia merasa kesakitan,..

AL : “aahh stop.. hentikann.. sakitt…”

aku langsung panik melihatnya kesakitan dan tidak berani lagi mengangkatnya.. kulihat Alexa… nafasnya sangat berat sekali…

AL : “waktuku tidak lama lagi… Ada yang ingin kukatakan padamu… ”

Aku : “tidak…jangan berkata seperti itu.. AL…… ”

AL : “Regaa.. aku mencintaimu.. Aku selalu mencintaimu….cintaku hanya untukmu…”

Aku : “Aku tau AL.. aku tauu… Adit sudah menceritakan semuanya padaku….aku masih mencintaimu AL.. kumohon jangan tinggalkan aku sendirian…aku ingin kita bersama sama lagi…. ”

Alexa tersenyum lega mengetahui aku sudah tau yang sebenarnya..

AL : “aku tau sayang.. aku tau kamu mencintaiku…”

AL : “kamu semakin lucu memakai baju itu…” ucapnya sambil melihat baju yang kupakai…

Aku : “iya AL.. ini baju yang kamu beri… aku memakainya..Aku memakainya untukmu. ” dia tersenyum lagi

kemudian Alexa melihat Rein…

AL : “Amanda….”

Rein langsung memegang tangan Alexa..

AL : “maafkan Aku…”

Rein menggelengkan kepalanya, air matanya juga menetes di wajahnya..

Rein : “kamu tidak pernah salah.. Aku yang harus meminta maaf kepadamu,, selama ini aku kasar kepadamu.. maafkan akuu… Maafkan aku.. kenapa kamu masih mau menyelamatkan aku… ? Harusnya kamu membiarkanku tadi… kenapa kamu melakukan ini…? Kenapa…? ”

AL : “aku selalu memaafkanmu Amanda.. mamamu memintaku untuk selalu menjagamu.. ”

AL : “Rega.. setelah aku pergi tolong jaga Amanda untukku…”

Rein : “tidakk.. jangan katakan itu.. bertahanlah.. kamu masih harus menjagaku.. Tepati janjimu pada mama.. kamu tidak boleh pergi… tidak boleh… Bertahanlah.. Kita akan sahabatan seperti dulu lagi… dek.. tolong angkat dia ke Mobil.. angkat dia..kenapa kamu diam saja… .”

Alexa mengangkat tangannya dengan lemas.. dia mencoba mengarahkan tangannya untuk menyentuh wajahku… Langsung kudekatkan wajahku…

Dengan tangan yang gemetar dia menyentuh wajahku, kulihat air matanya menetes…

***

AL :”……. aku berharap kamu tidak akan pernah meninggalkanku.. Aku gak mau sendiri lagi… ”

Aku :” aku tidak akan pernah meninggalkanmu… ”

AL : “Padahal aku selalu memintamu untuk tidak pernah meninggalkanku.. maafkan aku.. Aku akan meninggalkanmu duluan…. ”

Air mataku langsung menetes deras ketika dia mengatakan itu…

Aku : “please AL.. jangan pergi.. jangan pergi…. jangan tinggalkan aku sendirian….”

AL : “jangan sedih sayang.. aku bahagia. aku bahagia bisa mencintaimu sampai sekarang.. kamu cinta pertama dan terakhirku… ”

Aku mengingatnya.. aku ingat dia pernah mengatakan itu..

***

AL :”………. Alasanku mencintaimu adalah dirimu.. bagiku cinta itu adalah kamu Rega,, dan satu2nya yang akan membuat cintaku kepadamu hancur adalah jika kamu hilang dari muka bumi ini… Selama aku masih bisa melihatmu dan ada di dalam jangakauanku, aku masih akan tetap mencintaimu… Meskipun kamu sudah berbuat jahat dibelakangku,. …

Karena kamu cinta pertamaku, aku ingin kamu jadi cinta terakhirku… ”

AL : “hei.. jangan menangis… berjanjilah padaku untuk tidak pernah bersedih.. percayalah aku bahagia,, akhirnya aku bisa bertemu kedua orang tuaku… ”

AL : “Aku akan bertemu mamamu Amanda…” ucapnya pada Rein.. Rein semakin tak kuasa menahan tangisnya…

AL : “sayang.. maukah kamu menciumku untuk yang terakhir kali…?”

Aku menggelengkan kepalaku,, aku tidak mau dia pergi.. aku tidak ingin ada ciuman terakhir diantara kami..

Rein : “REGAA CIUMM DIA…..”

Rein membentakku,, kuusap air mataku.. kuarahkan wajahku ke wajahnya… lalu kucium bibir Alexa untuk yang terakhir kalinya…

AL : “Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang selama ini kamu berikan padaku… selamat tinggal cintaku….”

Alexa memejamkan matanya,, kugerakkan tubuhnya.. tapi tidak ada reaksi darinya…

 ***

Aku : “AL…? AL…? Alexa….. ?”

Alexa sudah tidak bergerak lagi, dia sudah pergi…

Aku : “ALEXXAAAA….”

Aku menangis diatas tubuh Alexa.. kuciumi wajahnya berharap dia akan bangun lagi.. tapi dia benar2 sudah pergi untuk selamanya.

Aku : “ALEXA… Bangun sayang….. bangun…. jangan pergi…hikss.. ”

Aku : “jangan tinggalkan aku…..”

 

♪ ……Kaulah Hidupku
dan juga Matiku…. ♪​

 

Itulah peristiwa yang terjadi pada hari itu, Alexa telah pergi dan tidak akan pernah kembali. Aku kehilangan Alexa untuk selamanya. disaat aku sudah yakin akan menggenggam kebahagiaan, dan yakin akan kugenggam untuk selamanya. Tapi kebahagiaan itu lepas begitu saja dari genggamanku.

Aku tidak pernah membayangkan akan merasakan kehilangan sedalam ini, aku menyesal tidak bisa menyelamatkan Alexa yang tulus mencintaiku sampai akhir hayatnya.

hari-hari setelah kepergian Alexa merupakan hari hari yang sangat berat bagiku,. Aku tidak bisa menghadapi kenyataan bahwa Alexa telah pergi. Sampai sekarang aku sering memohon kepada Tuhan, jika memang aku tidak bisa mengubah masa lalu, aku ingin kembali ke masa dimana aku bisa melihat senyum manis Alexa, melihat wajah cantiknya, Mendengar dia bernyanyi, terenyuh dengan segala rayuannya.. Aku ingin kembali ke hari2 itu. hari hari disaat dia Alexa masih bersamaku. aku sangat merindukan hari hari itu.. aku merindukannya..

Takdir memang telah memisahkan kisah cintaku dan Alexa, meskipun dia sudah ada di dimensi yang lain., tapi cintanya akan selalu abadi di hatiku…

selamanya..

BERSAMBUNG