Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 7

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Tamat

Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 7 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 6

Apakah ini akhir dari segalanya?

Hari ini adalah satu hari pasca boby mendapati novi berselingkuh dengan dua orang pria yang ia tak kenali, terlihat dari adegan yang dilakoni novi, novi sangat menikmatinya. Dan pada hari ini boby ingin membalaskan dendamnya pada novi dengan bersekongkol dengan sahabat perlendirannya, wiwi.

Boby

Hingga detik ini aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat kemarin sore, kekasih tercintaku novi rela disetubuhi oleh seorang pria paruh baya yang bisa dikatakan cocok bila jadi ayahnya dan seorang pemuda bejat yang layak untuk menjadi abangnya.

Tak terlihat penyesalan di wajah novi kekasihku itu saat persetubuhan terlarangnya usai, seakan ia tidak perduli dengan tulusnya cintaku, apakah ini pembalasan darinya akibat aku membuang benih cintaku di dalam rahimnya? Ah entahlah. “Hei bob” terdengar suara wanita menyadarkanku dari lamunan panjangku, ternyata dia adalah wiwi.

“Termenung kenapa bob? Kerasukan wewe gombel nanti haha” ledek wiwi. Namun aku tak menanggapinya, aku tetap menatap keluar jendela dengan wajah murung. Wiwi menggoyangkan bahuku

“Eh bob, kenapa sih? Aku jadi ngeri nih” ucap wiwi.

“Novi wi, novi” ucapku singkat.

“Hah! Kenapa novi? Hamil ya dia!” ucap wiwi kaget seraya meremas kedua bahuku seolah meminta kepastian dariku.

Aku tak ingin meliriknya, kujulurkan salah satu tanganku dan memberikan ponselku dengan video skandal novi yang siap diputar.

“Apa ni bob??” Tanya wiwi.

“Udah buka aja” jawabku singkat.

Detik demi detik wiwi memperhatikan video tersebut dengan seksama, lalu tanpa sengaja ia banting hpku ke meja namun aku tak peduli,

“Kurang ajar si novi bangsat itu!! Mana lonte itu sekarang? Biar aku beri pelajaran!!” amuk wiwi.

“Biarin aja deh wi, gak ada harapan lagi kayaknya” ucapku lemas menatapnya, amukan wiwi sedikit mereda melihat aku yang begitu murung.

“Gak bisa kayak gini bob, kita mesti beri dia pelajaran!!” ucap wiwi tegas.

“Gimana?” tanyaku singkat. Lalu wiwi membisikkan suatu rencana ke telingaku, aku merasakan bahwa itu adalah rencana yang bagus.

Jam pelajaran sekolah berakhir ….

Aku dan wiwi berada di kelas ku yang sangat sepi ini, karena semua siswa sudah berhamburan keluar kelas hendak pulang ke rumah mereka masing-masing. Aku merasa bahwa rencana kami akan berhasil karena menjelang jam pelajaran berakhir, novi mengirim pesan singkat kepadaku yang berisi “Boby sayang, maaf ya kalau aku jadi cuek denganmu, aku kangen kamu tau sebenarnya, gituan yuk sayang, aku rindu punyamu”.

Momen yang aku dan wiwi tunggu akhirnya tiba, aku mengintip dari jendela kelasku terlihat novi dengan baju osis tebal dan rok abu-abu panjangnya berjalan cepat menuju kelasku. Aku dan wiwi langsung mengatur posisi dimana aku duduk di bangku siswa, lalu wiwi duduk diatas pangkuanku dengan membelakangiku, wiwi menjilat-jilat bibirku menggodaku untuk mencumbunya.

Terlihat bayangan novi masuk dan terdengar suaranya “Boby say…” seketika ucapannya terhenti sesaat melihat aku dan wiwi berposisi panas dan lidah kami saling berpagutan satu sama lain. “Heh bangsat!” bentak novi singkat kepada aku dan wiwi.

Aku dan wiwi tersenyum merendahkannya, “Dengar gak kalian! Kamu tega sama aku bob?!” ucap novi seraya berusaha menjambak rambut wiwi untuk menjauh dari pangkuanku.

Dengan sigap ku tangkis tangannya “Aduhh!” pekik novi.

Aku dan wiwi lalu berdiri dan mendekati novi seraya berkata “Yang bangsat itu kau wanita lonte!!” bentak kami serentak.

Terlihat novi kebingungan menerima umpatan kami. “Ma..ma..maksud kalian apaan!” ucapnya terbata-bata.

“Aku melihat ini sendiri dengan mata kepalaku dan terekam disini” ucapku seraya memutarkan video skandal novi yang ada di hpku.

Beberapa menit ia tertegun menyaksikan perbuatan menyimpangnya yang terekam di hp ku. Dengan reflex tubuhnya rubuh ke bawah dan merangkul erat kedua kakiku seraya sesenggukan

“Maafkan aku boby sayang, plis maafin novi!!!” teriaknya.

Aku yang sudah terlanjur kesal menendang-nendang kakiku agar pelukan novi di kakiku terlepas,

“Hah! Maafin katamu?! Udah main sana sama bandot tua itu dan pemuda bangsat itu! Kau rela dipejuin si bandot tua tapi kau muak ketika aku pejuin!! Dasar kau lonte!!” bentakku seraya memegang dan mengguncang kedua bahunya.

“Hiks hiks hiks…maafin aku bob..wiwi..pujuk boby wi…” ucap novi sesenggukan di lantai.

“Ini lah yang pantas kau terima lonte! Aku juga lonte, tapi aku bisa menghargai rasa cinta seorang pria padaku, dasar kau lonte sampah!” bentak wiwi meluapkan amukannya.

“Sudah gak usah sok nangis kau, mulai hari ini, KITA PUTUS!!!” bentakku di depan wajahnya yang berlinang air mata. Aku dan wiwi meninggalkan novi yang masih sesenggukan di lantai kelasku.

Novi

Hari ini adalah hari kesekian pasca aku disetubuhi oleh mas riki dan pak trisno secara bergantian di toilet pangkalan bus itu. Entah sudah berapa banyak peju pak trisno yang bersarang di dalam rahimku, aku takut apabila aku harus hamil anak pak trisno akibat ‘perilaku menyimpang’ yang saat ini kugeluti.

Pada menjelang jam pelajaran berakhir, aku mengirimkan pesan singkat ke boby bahwa aku merindukannya dan hendak bercinta dengannya. Hal ini aku lakukan adalah untuk melindungi diriku dari fitnah di kemudian hari, aku akan biarkan boby membuang spermanya di rahimku hari ini sampai ia puas, sehingga jika sekiranya nanti aku hamil maka aku bisa mengkambing-hitamkan boby agar ia rela menikahiku.

Namun hari ini benar-benar hari sialku, entah darimana boby bisa mendapatkan rekaman skandalku dengan dua pria tersebut, sehingga ia marah besar dan ia memutuskan hubungan spesial antara aku dan dirinya. Aku merasa hidupku sudah benar-benar hancur, aku akan memiliki mimpi buruk yaitu menjadi istri ketiga pak trisno dan melahirkan anak beliau.

“Aaaahhh tidaaaaakkkk!!!” teriakku tak berapa lama setelah boby dan wiwi yang baru saja melabrakku meninggalkanku di ruang kelas ini.

Akhirnya aku memutuskan untuk pulang naik bus langgananku, ya bus yang menjadi awal cerita skandalku. Namun ada hal yang ganjil hari ini, bukan mas riki yang mengemudikan bus ini namun pria lain yang tak kukenal wajahnya. Aku tak hiraukan hal itu dan lekas duduk di bangku yang biasa pak trisno melakukan hal cabul terhadapku.

Aku benar-benar menanti kehadiran beliau, aku ingin sampaikan keluh kesah hatiku pada hari ini ke beliau yang mungkin bisa saja nanti beliaulah yang akan menjadi suamiku. Halte demi halte tidak ada tanda-tanda bahwa beliau menaiki bus ini. Hingga akhirnya aku tiba di pangkalan bus, saat aku hendak berjalan menuju keluar pangkalan. “Sst sst” terdengar suitan dari balik pintu toilet pria pangkalan ini.

Dengan waspada aku melirik ke kanan dan ke kiri, aku mulai menuju ke toilet tersebut dan masuk ke dalamnya. Disana hanya ada pak trisno sendirian.

“Loh mas riki mana pak?” tanyaku kebingungan.

“Mas rikimu telah ditangkap dek sama kepolisian, karena tindak kekerasan” ucap pak trisno lesu.

“Tindak kekerasan pak? Apa jangan-jangan” ucapku seraya mengingat perbuatan kami pada ika beberapa hari lalu.

“Bukan, bukan karena temanmu itu” ucapnya.

“Jadi karena apa pak?” tanyaku penasaran.

“Dia memperkosa dan menyiksa anak SD sesaat setelah ia mengerjai temanmu itu kemarin” jelas pak trisno. Aku tertegun tak percaya.

“Terus kenapa bapak malah bersembunyi disini?” tanyaku.

“Bapak bukan bersembunyi dek, bapak memang menantimu disini, karena jika bapak mencabulimu di bus tanpa mas riki, bisa-bisa kita digrebek” jelas beliau.

Aku hanya manggut-manggut mendengar penjelasan beliau. Terlihat beliau mulai melepasakan satu demi satu pakaiannya terlihat penis gemuknya menggantung lemas di selangkangannya. Aku mendekatinya dan meremas penisnya.

“Pak novi boleh curhat gak?” ucapku seraya mengocok penisnya.

“Curhat aja atuh dek sama bapak” ucapnya ramah seraya tangannya meremas-remas manja toketku dari luar baju osisku.

Akhirnya aku pun menceritakan semua keluh kesahku padanya, yang tadi penisnya sempat menegang karena kocokanku, kini penisnya kembali melemas. Terasa ia memegangi kedua bahuku, dan kutatap wajahnya, terlihat air matanya jatuh satu dua tetes dari matanya.

“Maafin bapak dek..bapak salah…seharusnya kita tidak begini dek” ucapnya.

Lalu ia memelukku dengan hangat seraya mengelus-elus punggungku layaknya seorang bapak menenangkan anaknya yang menangis.

“Bapak sangat menyesal dek, bapak akan tanggung jawab dengan bakal janin yang ada di rahimmu itu” ucapnya.

Aku terasa seperti menerima angin segar namun juga kekelaman mendalam, aku masih belum dapat menerima kenyataan bahwa aku akan segera menjadi istri seorang pria yang umurnya jauh diatasku.

Ika

Beberapa hari setelah aku mengalami kejadian yang sangat memalukan sekaligus memuakkan, aku mengalami trauma. Aku takut untuk bersosialisasi dengan orang lain, aku mengurung diriku di kamarku entah sudah berapa lama. Orang tuaku yang memang selalu sibuk tidak mengetahui derita yang dialami anaknya ini. Setelah dua hari aku bolos sekolah, aku mendapat pesan singkat dari sahabatku, nia.

“Kamu kemana aja ika? Aku kerumahmu ya” tak berapa lama terdengar bell rumahku. Aku bergegas membuka pintu depan dan ternyata nia membawa beberapa kotak coklat favoritku.

“Ahhh niaaa makasih” ucapku seraya memeluknya.

“eh eh rindu banget sama aku ya? Masuk dulu kali.. main peluk aja nih” ucap nia.

“Hehe maaf, aku rindu kamu banget tau” ucapku pada nia.

Aku mempersilahkan ia masuk ke kamarku.

“Jadi kemana saja kamu dan kenapa kamu tidak sekolah ka?” nia membuka pembicaraan.

“Aku di rumah aja, aku trauma nia” ucapku seraya menundukkan pandangan.

“Trauma kenapa?!” ucapnya kaget seraya mendekatiku.

“Aku dihamili oleh 5 pria sekaligus” ucapku tanpa dapat menahan air mataku lagi.

“apa?! Gimana ceritanya!” sontak nia kaget.

Akhirnya aku menceritakan secara detil kejadian yang menimpaku beberapa hari lalu itu. Nia diam terpaku, dari raut wajahnya terlihat ia marah dan sangat dongkol terhadap novi yang rela memperlakukanku sebagai budak para pejantannya.

“Ini gak bisa dibiarkan ka! Ayo kita lapor polisi dan minta pertanggung jawaban mereka” ucap nia lantang.

“Sudah lah nia sudah, gak guna, si novi memiliki rekaman proses penyemburan peju semua pria itu di rahimku, bisa saja ia membeberkan video tersebut ke sekolah dan aku akan menanggung malu nia” jelasku.

Nia tertunduk tak berkata-kata. Nia lalu mendekatiku, memelukku dan mengelus punggungku berusaha untuk menenangkanku,

“Sabar ya ika sayang, semoga jika memang sperma ini adalah hasil kedzaliman para pria kurang ajar itu, maka tidak akan tercipta janin, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika kamu berdoa” ucap nia bijak yang berusaha menenangkanku.

“Amin..makasih ya nia, ngomong-ngomong dari bahasamu, kamu sudah berubah ya? Apa masih sering begitu?” tanyaku.

“Iya ika, aku sudah memutuskan untuk meninggalkan masa lalu ku yang kelam, aku menyadari bahwa aku gak akan selamanya bisa hidup di dunia kegelapan itu dan tidak akan bahagia, sehingga aku kini mengikuti forum keagamaan untuk mempertebal agamaku, mau gabung denganku ika?” Tanya nia ramah.

“Mau nia mau! Bimbing aku ya nia” ucapku bersemangat seraya memeluk erat tubuh nia.

Bersambung