Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 4

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Tamat

Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 4 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 3

Sebuah Pengkhianatan

Boby

Setelah kemarin sore aku membeli satu pack kondom yang berhadiah ngentot gratis mbak-mbaknya, hari ini aku berencana ingin menemui kekasihku si novi. Saat jam sekolah telah usai, kucari ia ke ruang kelasnya, namun tak kutemukan ia disana.

“Cari novi ya?” sebuah suara perempuan terdengar dari belakangku,

“eh ika, iya nih, novi dimana ya?” tanyaku.

“Novi akhir-akhir selalu pulang naik bus, kalian baik-baik saja kan?” Tanya ika.

“Oo…hhmm baik-baik aja kok, duluan ya ka” ucapku seraya meninggalkan ika.

Memang selama seminggu ini semenjak aku membuang pejuku di meki novi, ia menghilang dan sama sekali tidak ingin berkontak denganku, aku merasa sangat menyesal telah melakukan hal itu padanya.

“Besok akan aku temui dia sebelum jam sekolah berakhir” aku membatin.

Keesokan harinya …

Boby

Siang ini aku berencana hendak menemui sebelum jam sekolah usai, ingin membicarakan masalah yang telah aku buat padanya, namun saat jam istirahat aku berkesempatan berjumpa dengannya.

“Nov…” sapaku.

“Eh boby sayang…” ucapnya dengan senyum manisnya.

“Beb, maafin aku ya sudah lakukan itu padamu, aku minta maaf banget, janji gak aku ulangin deh” ucapku seraya menggenggam tangannya.

“Eh apaan sih beb? Malu tau..sudah lupakan beb, aku gak marah kok” ucapnya tersipu malu.

“Kalau memang kamu gak marah sama aku, terus kenapa kamu ngejauhin aku?” tanyaku polos seraya menatap mata indahnya, namun ada sedikit pergerakan aneh dari matanya seolah ia tidak ingin menatap lama-lama mataku.

“Ah perasaan kamu aja beb, aku lagi pengen pulang bareng temen-temen aja kok” ucapnya seraya kembali tersenyum.

Kumerasa ada yang tidak beres, namun aku berusaha untuk tetap positive thinking terhadapnya.

“Oke deh beb, nanti pulang sama aku ya?” tanyaku,

“Maaf nih beb, bukan aku gak mau, tapi aku hari ini udah janji dengan temen-temenku untuk pulang naik bus bareng lagi” ucapnya terkesan dibuat-buat.

“Oh gitu ya beb, hati-hati ya sayang” ucapku sambil menyium tipis pipi tembemnya.

“Ih boby genit” ucapnya seraya mencemberutkan wajahnya.

Jam Pelajaran Sekolah Berakhir

“Bob oi Bob!” terdengar teriakan seorang perempuan dari kejauhan. Saatku menoleh rupanya wiwi.

“Eh wi, apa kabar? Banyak job keliatannya” tanyaku.

“Kabar baik, ah mana ada, ngomong-ngomong novi gak pulang samamu?” Tanya wiwi.

“Novi pulang sama temen-temennya kata dia tadi” jelasku.

“Oo gitu, masih sering ‘main’ kalian?” Tanya wiwi.

“Satu minggu ini belum ada ‘main’ sih” ucapku dan tanpa kusadari wajahku berubah murung.

“Eh kenapa bob? Ada masalah ya?” Tanya wiwi kepo.

“Boleh aku curhat wi?” tanyaku.

“Ya bolehlah! Macam bukan sahabat saja kita ini” ucapnya bersemangat.

Akhirnya aku dan wiwi pun menuju ruang UKS dimana tempat aku bercinta dengan novi seminggu lalu.

“Jadi gini wi, seminggu yang lalu aku dan novi main disini, terus karena aku udah gak tahan akhirnya aku ‘keluar di dalam’ mekinya novi, dia nangis walaupun tidak sampai tersedu-sedu, dan aku merasa …”

“Plak” sebuah tamparan keras mendarat di pipiku sesaat aku akan menyelesaikan kalimatku.

“Kamu mau hamilin novi hah?! Lancang kamu bob!” bentak wiwi.

“Wi..tenang wi..aku sadar dengan kesalahan yang telah aku perbuat, aku sudah minta maaf sama dia” ucapku menenangkan wiwi.

“Huh! Kamu ini ya, asik kepuasan kontol yang aja di pikiranmu itu! Jadi apa respon novi melihatmu minta maaf?” wiwi mengamuk namun sedikit penasaran dengan curhatanku.

“Novi katanya gak marah denganku kok wi, cuman …” aku memotong ucapanku,

“Cumana pa?” Tanya wiwi penasaran.

“Cuman sedikit yang aneh dari novi semenjak kejadian seminggu lalu itu” ucapku.

“Aneh gimana bob?” Tanya wiwi.

“Saat aku nanya kenapa dia ngejauhin aku, dia memberikan alasan yang tidak wajar menurutku dan pandangannya seolah tidak terarah saat aku menatap matanya” jelasku.

“Hmm…biasa lah wanita bob, mungkin dia lagi butuh waktu sendiri, tenang aja ya” ucap wiwi berusaha menenangkanku seraya mengusapkan tangannya ke pundakku.

“Makasih ya wi udah dengerin curhatanku” ucapku.

“Ya sama-sama bob, jadi lain kali kalau ngontolin meki cewek lain, jangan asal sembur ya!” ucap wiwi dengan bahasa kotornya seraya meninggalkanku di ruang UKS ini.

Keesokan harinya

Saat jam pelajaran usai, lagi-lagi hari ini aku tidak dapat menghubungi nomor kontak novi, saat kutanyakan ke teman sebangkunya, katanya novi sudah pulang naik bus. Jadinya aku pun memutuskan untuk pulang dan rencananya aku ingin menemui novi di pangkalan bus, karena menurut perhitunganku, bus tersebut akan tiba di pangkalannya sekitar 45 menit lagi.

Jarak antara pangkalan bus dan rumah novi memanglah tidak terlalu jauh jadi wajar kenapa akhir-akhir ini ia memilih naik bus daripada pulang denganku sebagai ‘pelarian’ nya karena perbuatanku minggu lalu itu, aku memahami itu.

Setibanya di pangkalan bus, aku langsung melihat bahwa bus yang ditumpangi novi sudah terparkir di tempatnya, yang berarti novi tentu sudah pulang. Aku merasa sedikit kecewa karena tidak berhasil menemui novi hari ini, aku yang merasa kebelet kencing lekas memarkirkan motorku dan berlari kecil menuju toilet yang ada di dekat bus yang biasa di tumpangi oleh novi.

Sesaat aku melintas di dekat bus tersebut, aku merasa bahwa bus tersebut terlihat bergoyang ke kanan dan ke kiri, “Ah halusinasi saja” aku membatin.

Saat aku telah menyelesaikan ‘buang hajat’ku di toilet tersebut aku kembali ke parkiran motor melewati jalur yang sama dan terdengar samar-samar olehku desahan wanita “uhh…ssshh” dari dalam bus tersebut.

Aku yang penasaran dengan suara tersebut, mengendap-endap mendekati bus tersebut dan mengintip ke dalam tersebut, terlihat di belakang kursi supir, terbaring seorang wanita yang mengenakan rok abu-abu sedang ditimpa oleh seorang pria berpakaian dinas, aku yang semakin penasaran merubah posisiku untuk mendapatkan sudut pandang yang strategis untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam bus ini.

“Uhh sshh” kembali terdengar desahan, aku sangat mengenali desahan itu namun aku tidak ingin lekas menyimpulkan.

Saat aku berada di posisi yang tepat, aku diam terpaku melihat adegan yang dilakukan oleh kedua orang itu, ternyata mereka adalah riki sang pengemudi bus ini dan wanita yang tepat berada dibawahnya adalah novi kekasihku, baju osis novi sudah terbuka dan bra yang ia gunakan juga sudah terlepas entah kemana, mas riki sedang asik mengenyot toket novi, rupanya itu asal suara desahan yang sedari tadi kudengar.

Amukan, marahan, cacian, makian itulah yang saat ini kurasakan saat mengetahui perbuatan menyimpang yang novi lakukan terhadapku,

“Kupikir kau mencintaiku setulus hati novi! Bangsat kau!” umpatku dalam hati.

Namun dibalik amukan yang sangat besar di fikiranku, terdapat suatu rasa yang aneh, aku merasa bahwa aku terangsang melihat novi diperlakukan seperti itu oleh mas riki, aku merasa sangat terangsang mengetahui novi selingkuhi aku dan pasrah disetubuhi lelaki lain. Saat ini aku masih terdiam membisu dan terus menyaksikan aksi demi aksi yang mas riki lakukan pada tubuh novi.

Mas riki berdiri dan membuka celana dinasnya, terlihat kontolnya sudah mengacung tegak, kutaksir ukurannya hanya sekitar 15 cm, dalam arti kata itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan punyaku, mas riki lalu menarik tubuh novi untuk duduk, dan ia arahkan kontolnya sudah tegang itu ke bibir seksi novi, novi menatap manja mas riki, dan mulai melumat kontol mas riki dengan ganasnya,

“Auhh dek…” desah singkat mas riki. Terlihat novi sangat menikmati permainan lidah yang ia lakukan pada kontol mas riki.

Sekitar 3 menit kontol mas riki diemut oleh bibir seksi novi, akhirnya mas riki tidak tahan dan melepaskan kontolnya tersebut dari mulut novi, ia lalu mengarahkan novi untuk menungging bertumpu pada kursi supir, yang otomatis apabila novi jeli, maka ia dapat dengan mudah melihat wajahku yang asik mengintip perbuatan hinanya melalui kaca depan bus ini. Mas menaikkan rok abu-abunya dan mulai mengarahkan kontolnya ke meki novi,

“Ughh massss” desah novi saat kontol mas riki mulai masuk ke dalam mekinya, mas riki lalu menggenjot kasar meki novi,

“Ugghh masss..yang keras ohh” desahnya.

Bus ini bergoyang keras akibat hentakan yang mas riki lakukan terhadap meki novi,

“Uhhh mass..cepetan..aku udah gak tahan nih” desah novi memanaskan adegan tersebut, aku yang terangsang melihat adegan tersebut mengambil video dari adegan itu untuk kujadikan bacol dikemudian hari.

“Akkhh mass..!” desah novi seraya ia mendongakkan kepalanya keatas pertanda ia mengalami orgasmenya yang pertama.

Mas riki yang melihat novi menggapai orgasme pertamanya tersenyum bangga sambil terus menggenjot meki novi, tiap genjotan yang ia lakukan, ia sesekali meremas pantat sekal novi.

“Brakk!” terdengar suara pintu belakang bus terbuka, mereka berdua kaget begitu juga aku yang berada di luar bus, aku tidak menyangka bahwa ada orang lain di kawasan ini,

“Hei ngapain itu?” ucap pria yang berada di pintu belakang.

Novi yang tadi menungging, lekas memepetkan tubuhnya bersembunyi di balik kursi penumpang, mas riki lekas berdiri dan mengintip,

“Ohh pak trisno, tak kira siapa toh” ucap mas riki santai yang masih belum mengenakan celananya.

Pria yang dipanggil pak trisno tersebut naik ke dalam bus dan menutup pintu bus tersebut, novi yang tadi terlihat ketakutan malah kembali santai dan berdiri berdampingan dengan mas riki dengan baju osis yang masih terbuka,

“Mas riki main sama adek ini gak ajak-ajak nih” ucap pak trisno.

“Hehe maaf pak, udah gak tahan banget habisnya saya” ucap mas riki. Novi kembali ke posisi saat ia dientot oleh mas riki tadi,

“saya lanjut dulu ya pak” ucap mas riki santai seraya ia mengarahkan kontolnya untuk masuk ke meki novi lagi,

“Ughh..sshh” desah novi menikmati setiap genjotan kontol mas riki.

Terlihat pak trisno mulai membuka celana panjangnya, ia lalu mengocok-ngocok kontolnya yang belum mengeras itu, saat kontolnya mulai mengeras kutaksir ukurannya sama persis dengan kontolku yaitu 18 cm namun sedikit berurat. Pak trisno maju ke depan novi, dan duduk di depan novi, novi yang seolah paham maksud pak trisno langsung melahap kontol pak trisno.

“Makin hari makin pintar aja adek ini ya ki” ucap pak trisno sambil mengusap kepala novi yang tertutup jilbab putih yang ia kenakan hari ini.

“Hehe iya doonngghh pakhh, khaann saya yang ajariin” ucap mas riki seraya mendesah.

”Uhhmm..hhmm..hhmm” desah tertahan novi yang disertai kelipan matanya menandakan ia telah menggapai orgasmenya yang kedua,

“Udah berapa kali nih ki?” Tanya pak trisno, mas riki mengacungkan dua jarinya.

Tak berapa lama,

“Uhh dek…sshhmm..mas sampai nih!” ucap mas riki seraya mempercepat genjotannya

novi yang sadar akan disembur peju dengan mas riki, menggerakkan ke kanan dan ke kiri pinggulnya pertanda ia menolak mas riki menumpahkan peju di dalam mekinya. Mas riki yang paham, menarik kontolnya dan mengocok keras,

“Crot…crot…crot” ada sekitar 5 semburan peju yang membasahi rok bagian belakang novi dan pantat novi.

Mas riki lalu bangkit dan duduk di salah satu kursi penumpang seraya mengatur nafas. Kini pak trisno mengambil alih, dengan kontolnya yang sudah ngaceng, ia pelan-pelan mendorong kontolnya di belahan pantat novi, terlihat novi memukul-mukul tangannya ke belakang seolah menolak perbuatan pak trisno, kurasa pak trisno akan melesakkan kontolnya ke anus novi,

“Pak plis jangan disitu, sakit pakk” mohon novi.

Namun pak trisno tak peduli ia hentakkan keras kontolnya,

“Akkhh!!” teriak novi yang langsung dibekap oleh pak trisno, terlihat kontol pak trisno sudah masuk 3/4 ,

“Keluarin pak..saya mohon” ucap novi dengan meneteskan air matanya. Lagi-lagi pak trisno tak peduli, ia pelan-pelan menarik dan memasukkan kontolnya ke anus novi, “

Uhh sakit..akhh..hentikan paakkhh” hanya itu yang terus keluar dari mulut novi setiap pak trisno menghujamkan kontolnya di anus novi.

Lambat laun novi mulai terbiasa dengan kontol pak trisno yang mengubek-ngubek anusnya, mulai terdengar desahan lirih dari bibir seksinya

“Uhh pak..sssh”.

Pak trisno mempercepat genjotannya, kukira ia akan membuang pejunya di dalam anus novi, namun dugaanku salah, pak trisno mencabut kontolnya yang berlumuran cairan anus novi, ia mengelap kontolnya itu dengan cd novi yang tadi dibuang mas riki, lalu ia mengarahkan kontolnya ke meki novi,

“Uhh pak..penuh” hanya itu yang keluar dari mulut novi.

Pak trisno mempercepat genjotannya,

“Ahhh ssshh pak…cepetan…mauuhh keluar lagih nih!” desah novi,

pak trisno mencengkeram keras bongkahan pantat novi dan menekan dalam-dalam kontolnya saat menggenjot novi,

“Ahh saya sampai pak” lagi-lagi novi mengalami orgasmenya,

terlihat pak trisno tak mempedulikan novi, ia terus saja menggenjot meki novi, lalu hentakan terakhir

“Uggghh!” desah pak trisno,

“Ahh pak…jangan lagi” terdengar suara lirih dari bibir novi, ternyata pak trisno membuang pejunya di dalam meki novi sama persis dengan apa yang kulakukan.

Setelah puas pak trisno membuang pejunya, ia lepaskan kontolnya dan ikut gabung mas riki yang duduk di kursi penumpang tanpa celana. Merasa bahwa pak trisno sudah menjauh dari tubuhnya tanpa ragu lagi novi baringkan tubuhnya ke lantai bus, terlihat ia sangat kelelahan melayani nafsu dua pria tersebut. Aku mematikan rekaman videoku, dan perlahan meninggalkan tempat itu, aku menuju motorku dengan tatapan kosong, aku merasa hidupku sudah tidak berarti lagi

Bersambung