Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 21

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Tamat

Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 21 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 20

Apakah ini cinta?

Ika

Hari-hari ku setelah kepergian aliyah terasa sangat sepi, rumah kontrakan yang biasanya selalu dibersihkan olehku dan aliyah kini tampak sangat berantakan karena aku tak memiliki hasrat untuk membersihkannya, sama sekali tak ada semangat untuk bebersih rumah.

Nia selalu sibuk dengan perannya sebagai aktifis dakwah di kampus, dan selalu pulang malam, sekalinya ada waktu senggang itu selalu ia gunakan untuk memuaskan birahinya bersama pak karyo dkk. Aku sebenarnya kadang ingin bergabung dalam lingkaran syahwat nia, namun kini aku tengah berduka atas kepergian aliyah. Aku kesampingkan terlebih dahulu kebutuhan biologisku, karena hati yang belum kunjung bahagia. Siang ini saat aku sedang beristirahat di kamarku, aku menerima notifikasi pesan singkat dari mas ari.

“Assalamualaikum ika…” ucap mas ari.

“Wa’alaikumsalam mas, ada apa mas?” balasku.

“Ika, lagi ngapain? Sibuk ndak?” balas mas ari.

“Ndak nih mas, lagi baring-baring aja, kenapa mas?” balasku.

“Oo ndak apa-apa, mas boleh minta ajarin tentang matakuliahnya bu rida ndak?” balas mas ari.

“Loh kok minta ajar ika? Kan mas senior ika” balasku.

“Hehe, iya sih, tapi kan mas ngulang MK itu” balas mas ari.

“Tu lah mas ari pemalas” balasku dengan bercanda.

“Huuu enak aja…Jadi kapan nih bisa ajarin mas?” balas mas ari.

“Kapan ya…Hari ini bisa sih, tapi mau dimana mas? Ika lagi ndak di kampus soalnya” balasku.

“Hari ini boleh juga tuh, mas jemput dimana?” balas mas ari.

“Eh emang mau belajar dimana? Belajar di kontrakan ika aja deh mas, takut jadi fitnah kalau mas mesti gonceng ika segala” balasku.

“Iya deh iya, kan mas nanya, oke mana alamatmu, bentar lagi mas kesana” balas mas ari.

Aku lalu mengirimkan sms alamat lengkap kontrakanku ke mas ari.

1 Jam Berlalu….

“Tok … tok ….tok” terdengar ketukan pintu utama.

Aku bergegas membuka pintu depan dan ternyata bener mas ari. Dia membawa beberapa bungkus makanan,

“Sila duduk dulu mas, saya buatkan minum” ucapku.

Setelah selesai kubuatkan secangkir kopi dan secangkir teh lalu kuletakkan di meja,

“Sila diminum kopinya mas” ucapku ramah.

“Wah kopi ya, kalau saya teh aja boleh?” ucap mas ari.

“Oh ndak suka kopi ya?” tanyaku.

“Ndak terlalu ka, takut impoten hehe” ucapnya santai.

“Wah mas ari sok tau, yadeh kopinya buat ika aja” ucapku

Kamipun akhirnya belajar, selama mengajarinya aku tak hanya fokus memberikan pemahaman, sesekali aku memperhatikan tubuhnya, tubuhnya gak kalah atletis dibandingkan dengan boby, saat aku sedang menghayalkan yang tidak-tidak,

“Ikaa…oo…ikaa..kok melamun?’ ucapnya menyadarkan lamunanku.

“Eh eh udah ya mas?” ucapku gagap.

“Udah selesai nih, makasih ya udah ngajarin mas, ntar mas traktir deh..hehe” ucapnya tersenyum.

“Manisnya senyum mas ari” ucapku dalam hati saat terpana menatap wajah mas ari.

“Ya sama-sama mas..” ucapku singkat.

“Mas pamit pulang dulu ya ka, nanti mas traktir” ucapnya saat hendak meninggalkan rumah ini.

“Oke sip ditunggu traktirannya mas” ucapku bahagia. Duka atas kepergian aliyah sudah mulai berkurang sejak kedatangan mas ari tadi, aku cukup terhibur dengan kedatangannya.

Wiwi

Siang ini aku masih terlentang pasrah diatas ranjang sebuah hotel berbintang, karena aku baru saja selesai memuaskan birahi dosen bejatku yang tak lain adalah pak anto, kulihat beliau masih berbaring disampingku dengan keadaan telanjang bulat sama sepertiku, hari ini kembali kami menyudahi senggama kami setelah dua ronde seperti biasanya aku hanya bisa mendapat orgasme satu kali dengan kontol pendek beliau yang tiap rondenya hanya bertahan beberapa menit.

Setelah kukumpulkan tenagaku, akupun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa peju pak anto yang mengering lengket di perutku, saat aku selesai mandi, kulihat pak anto sudah mulai bangkit dan memakai kembali pakaiannya, dia memberiku segepok uang yang lebih dari cukup, “Nih untuk uang jajanmu, nanti kalau saya perlu lagi, saya kontak kamu” ucapnya seraya meremas pantat sekalku yang hanya tertutup handuk.

Sepeninggal beliau, aku lekas membereskan pakaianku dan meninggalkan hotel ini, dalam perjalanan pulang menuju tempat kosku, di dalam sebuah bus, aku melihat seorang wanita yang wajahnya tak asing bagiku, namun aku tak mau menegur takutnya salah orang, dan tak berapa lama, wanita itu menghampiriku dan menyapaku

“Wiwi? Beneran wiwi kan?”,

“Iya bener..kamu…?” ucapku masih sulit mengingat siapa wanita muda ini.

“Aku novi wi, masa’ lupa sih?” ucap wanita itu yang ternyata novi.

Saat aku bener-bener sudah mengingatnya, kembali terasa sesak dalam dada mengingat apa yang telah ia lakukan terhadap boby semasa SMA dulu, tapi disini aku berusaha netral namun menjaga jarak, aku tak mau dia kembali berhubungan dengan boby.

“Kuliah di kota ini ya wi sekarang?” tanya novi.

“Iya nih vi, kamu sendiri di kota ini apa kegiatan?” tanyaku.

“Aku kerja di dekat gang delly sana wi” ucapnya.

Aku sedikit terkejut, karena yang kuketahui bahwa gang itu adalah gang legendaris bagi wisatawan lendir di kota ini, namun aku berusaha positif thinking,

“Oh disitu..bagian apa nov?” tanyaku.

“Bagian administrasi wi, lumayan lah sebulannya cukup untuk hidup, ngomong-ngomong kamu masih marah ya sama aku?” tanya novi, terasa suasana antara kami mulai canggung.

Aku tak menjawab pertanyaannya dan kebetulan halte yang kutuju sudah dekat, akupun pamit padanya

“Wah sudah dekat halte tujuanku, aku duluan ya vi”, terlihat ia kecewa akan sikapku, “Aku tak peduli lagi padamu wanita jalang!” ucapku dalam hati.

Bersambung