Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 19

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Tamat

Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 19 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 18

Kegilaan Yang Akademik

Boby

Setelah eksekusi bu ecy di hari pertama, aku berulang kali melakukannya karena aku benar tergila-gila dengan rapatnya memek bu ecy.

Siang ini aku hendak mengumpulkan tugas kuliah bu rida yang sudah kukerjakan jauh-jauh hari, saat hendak masuk ke lorong meja dosen, aku dengar samar-samar desahan wanita yang sedang didera syahwat.

Aku lalu mengucapkan “Permisi bu rida…”,

“Eh eh iya silahkan kemari saja..” ucap wanita tersebut gugup

. Aku lekas menuju meja bu rida, terlihat jilbab bu rida kusut, “Eh ada apa boby?” tanyanya,

“ini saya mau kumpul tugas” ucapku.

“Oh iya silahkan letak di lemari di belakang itu, kamu telat kali ngantarnya” ucap bu rida.

Aku lekas meletakkan lembar tugasku di sebuah lemari buku tepat di belakang kursi yang diduduki bu rida, entah kenapa setelah mendengar desahan bu rida tadi, nafsuku terpicu, mengingat perjanjianku dengan mas ari bahwa aku bisa ‘makai’ bu rida sesukaku, maka aku nekat meraba toket bu rida dari belakang kursinya,

“Eh eh ngapain kamu bob! Lepasin!” Teriak bu rida panik saat dirasakan kedua tanganku menjamah toketnya,

“kenyel dan montok toket ibu yaa” ucapku.

“Bob lepasin bob..kurang ajar kamu!” Ucap bu rida yang masih bersusah payah untuk melepaskan dirinya dari dekapanku.

Karena aku ingin bermain lembut, lekas kulepaskan remasan toket bu rida dan bergeser ke samping meja beliau,

“lancang kamu boby!” Ucap bu rida seraya merapikan gamis putihnya yang sempat kusut.

“Saya tau ibu sange, terus kenapa ditahan?” Tanyaku.

“Jaga mulutmu!” Bentak bu rida.

Semakin dibentak aku bukannya takut malah semakin tertantang dan mulai membuka celanaku di depan bu rida, seketika kontol 17cm milikku mengacung keras di depan bu rida,

“bu sepongin kontol saya bu” ucapku santai,

“Ihhh…” teriak bu rida seraya memalingkan wajahnya.

Aku kesal melihat tanggapan beliau, kupegang kepala bu rida untuk kembali menoleh ke kontolku,

“plis sepong punya saya bu, masa’ punya mas ari aja” ucapku. Bu rida tertegun sejenak,

“ari?” Tanya beliau.

“Iya ari, senior saya” ucapku.

“Saya pernah liat ibu ngentot dengan mas ari beberapa minggu lalu di labor ujung” ucapku.

Wajah bu rida terlihat pucat pasi, “Jadi apa maumu? Minta uang tutup mulut? Saya cuma pegang uang sedikit” ucap bu rida.

“Saya gak perlu uang ibu, saya minta ibu puasin saya” ucapku seraya mengocok kontol di depan wajah bu rida.

Perlahan bu rida mendekatkan wajahnya ke kontolku, lalu mulai mengulum lembut, dan pelan-pelan mulai menyedot keras, terlihat bu rida sangat telaten dengan aktifitasnya tersebut, bukan hanya menyedot tapi juga mengocok dan memijat buah zakarku. Sesekali bu rida melirik padaku, berharap aku akan lekas orgasme.

Saat sedang asik menyepong, aku menghentikan aktifitas tersebut, dan menarik bu rida untuk berdiri,

“bob udah ibu sepongin tuh, plis jangan yang lain” tolak bu rida,

aku tak menghiraukan ucapannya, kuangkat paksa tubuh bu rida dan meletakkan tubuh beliau keatas meja kerjanya, kini posisi bu rida terlentang diatas meja kerjanya, bu rida tak pasrah begitu saja, ia berusaha untuk turun.

Aku menahan tubuh beliau dengan kedua tanganku, dan dengan kasar menaikkan rok panjang beliau ke pinggang, dengan kasar pula aku menarik turun cd beliau dan mengocok memek bu rida untuk melemahkan perlawanannya,

“Ahh sshh bob jangan” desah bu rida.

“Jangan jangan tapi udah becek” ledekku.

Kocokan jariku pada memek bu rida semakin kencang, terlihat tubuh bu rida semakin kelojotan dibuatnya.

“Akhh ahh ssh” desah bu rida.

Melihat bu rida sudah mulai pasrah dengan permainan jariku, aku pun lekas memposisikan kontolku untuk segera menembus memek bu rida, butuh beberapa kali hentakan hingga akhirnya semua kontolku dapat masuk ke dalam memek bu rida,

“Ahh sshh pelan akhh” desah bu rida saat menerima hentakan kontolku.

Tak menunggu respon bu rida, aku mulai menggenjot memek bu rida dengan kasar,

“Ahh sshh panjangghh” desah bu rida menerima hentakan-hentakan kontolku di dalam memeknya.

Toket bu rida yang masih ditutupi oleh gamis putihnya nampak jelas berayun mengikuti irama hentakan kontolku. Tak butuh waktu lama bagi bu rida untuk meraih orgasme pertamanya ronde ini,

“ahh ibu sampai nak sshh” desah bu rida diikuti semburan cairan cintanya.

“uhhh katanya gak mau, tapi udah muncrat aja” ledekku yang masih terus menggenjot tubuh bu rida.

“Kreaakk” terdengar pintu ruang dosen terbuka, aku dan bu rida panik bergegas membereskan posisi dan pakaian kami.

Aku memutuskan untuk bersembunyi di bawah meja bu rida, “eh kamu ngapain di bawah? Keluar sana” ucap bu rida

. Aku menolak dan tetap berada dibawah sana, bu rida duduk di kursi kerjanya tanpa mengenakan cd, karena cdnya sudah terlepas entah kemana.

“Permisi bu, saya mau konsultasi” terdengar suara seorang wanita yang kukenal.

“Ya silahkan, mau konsultasi apa nak wiwi?” Ucap bu rida, dilanjutkan wiwi menyampaikan maksudnya

Aku yang masih berada di bawah meja mendengarkan seksama pembicaraan mereka, alur pembicaraan mereka adalah wiwi meminta bu rida untuk menjadi pembimbingnya dalam projek yang sedang ia kerjakan, karena projek yang diberikan oleh pak anto tersebut tidak dapat ia kerjakan sendiri.

Aku yang suntuk di bawah mejapun akhirnya mengerjai bu rida, aku lebarkan paha bu rida, sama sekali tidak ada penolakan darinya, kunaikkan rok panjangnya ke paha, lalu kumainkan jemariku di bibir memeknya,

“ehhmm jadi kamu mau bimbingan dengan sayaahh?” Terdengar desahan tertahan disetiap paparan yang beliau sampaikan ke wiwi

Terasa memeknya kembali basah, akupun semakin asik mengocok dan sesekali menjilati memeknya, saat aku menjilati memeknya, tangan bu rida menekan kepalaku supaya menghentikan aktifitas lidahku, tiba-tiba bu rida berdiri dan berjalan ke belakang kursinya hendak mengambil beberapa berkas,

“Silahkan isi borang ini nak wiwi, nanti berikan ke saya lagi” ucap bu rida yang masih berdiri di samping mejanya.

Saat kupastikan bahwa wiwi sudah meninggalkan ruang dosen, aku keluar dari bawah meja bu rida dan lekas memeluk tubuh bu rida, lekas kusosor bibir seksi beliau, kutundukkan tubuh beliau ke meja, sehingga kini posisi beliau membungkuk bertumpu pada tepi meja, kunaikkan rok beliau, tanpa basa basi aku kembali memasukkan kontolku pada memeknya.

“Akhh bob..sshh sabar..uhh” desah bu rida menerima gempuran kontolku di dalam memeknya.

Tak butuh waktu lama, bu rida kembali menggapai orgasme keduanya pada ronde ini. Kurasakan tubuhnya mulai terasa lemas karena mengalami orgasme kedua barusan, sehingga aku melepaskan kontolku dan mengangkat tubuh beliau untuk kembali berbaring diatas meja kerjanya, saat aku hendak memasukkan kembali kontolku,

“sebentar dulu nak, ibu lelah…” ucapnya seraya menahan badanku untuk tidak melanjutkan sodokan kontolku

Aku tak peduli akan ucapannya karena aku belum menggapai puncak syahwatku, aku terus menggenjot memeknya hingga pada satu titik aku tak mampu lagi menahan pejuku yang sudah terkumpul ini,

“eghhh ugghh saya sampai bu…” desahku seraya lekas mencabut kontolku,

“crot…croot..croot” ada sekitar 4 semburan pejuku membasahi perut beliau beberapa diantaranya membasahi gamis putih dan jilbab panjang hitam beliau.

“Makasih bu rida sayang, memek ibu rapet nikmat” ucapku seraya meratakan pejuku di perutnya.

“Uhh uhh iyaa sama-sama” ucapnya singkat seraya mengatur nafasnya dan mulai bangkit dari posisi terlentangnya.

Ia turun dari meja kerja dengan lunglai, sibuk mencari cdnya dan beberapa lembar tisu untuk membersihkan pejuku yang membasahi perutnya. Aku hanya terduduk puas di kursi dengan keadaan tanpa celana.

“Kamu kuat juga ya bisa kasih saya dua kali” puji beliau singkat seraya merapikan pakaiannya.

Tidak jauh dari ruangan dosen, wiwi dan mas ari bercumbu di lorong sepi, bukannya malah mengisi borang yang diberikan bu rida, tapi wiwi malah keasikan dientot dengan posisi berdiri sama mas ari,

“Akhh mass cepet,nantiihh adaah orang” desah wiwi dengan posisi berdiri tegak, dimana celana jeansnya sudah setengah tiang, dan baju kaos hitamnya sudah kusut karena remasan-remasan pada toketnya, kontol mas ari sibuk menyodok memek wiwi dengan posisi seperti itu.

“Memek kamuhh enak dek..” puji mas ari. Menerima pujian itu wiwi hanya mengangguk berirama dengan sodokan yang ia terima

Bersambung