Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 17

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22

Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 17 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 16

Skandal Dosen

Wiwi

Selama beberapa hari ini aku ‘keluar masuk’ hotel terus bersama dosen bejatku yang tak lain adalah pak anto, demi mendapatkan nilai lulus dari mata kuliah beliau yang sangat rumit itu. Beberapa kali aku ‘bermain’ dengannya, kulihat mulai ada perkembangan, beliau tidak mudah ejakulasi lagi.

Dan itu menjadi kabar baik bagiku, walaupun sayang kontolnya berukuran lebih pendek bila dibandingkan kontol-kontol yang pernah bermain di dalam memekku. Hari ini aku hanya kuliah pada satu mata kuliah salah satu dosen akhwat, yaitu bu rida. Bu rida adalah salah satu dosen akhwat yang banyak diminati oleh para mahasiswa, bukan hanya kecerdasan yang ia miliki namun juga parasnya yang ayu, membuat sebagian besar mahasiswanya hendak mempersuntingnya.

Sesaat aku hendak ke kantin, aku melihat boby termenung di taman kampus, akupun lekas menghampirinya.

“Hei bob! Jangan melamun” sapaku hendak mengusilinya.

“Eh wiwi…” ucapnya dengan tatapan lemas.

“Kusut amat mukamu, ada apa bob?” tanyaku.

“Aku lagi jatuh cinta…” jawabnya singkat.

“Ciee sama siapa nih, eh tapi kalau jatuh cinta harusnya wajahmu berbunga-bunga dong? Ini malah murung” tanyaku.

“Dengan aliyah, temen sekontrakannya ika dan nia” jelas boby.

“Oh mulai seneng akhwat ya, hhmm” ucapku yang mulai kepo. “Iya…tapi….” Ucapannya terpotong sejenak

“Tapi udah aku ‘gituin’ dia wi” ucapnya singkat yang membuatku tercengang.

“Hah! Maksud kamu bob? Kamu perawanin!” ucapku yang sangat kaget. Terlihat boby mengangguk pelan.

Aku benar-benar marah padanya, namun seketika aku kembali teringat kisah cintanya bersama novi yang dulu berakhir tragis, aku mengatur emosiku dan berkata

“Kok bisa-bisanya kamu gituin dia” tanyaku berusaha tetap tenang. Boby lalu menjelaskan panjang lebar tentang apa yang terjadi.

“Biadab kau nia!” pekikku dalam hati.

Aku berusaha untuk membangkitkan gairah hidupnya lagi seraya berkata “Jangan murung begitu dong bob, kan kamu memang ada niatan untuk menikahinya kelak, biarlah itu menjadi aib kalian berdua”,

“Ta..tapi kan…” belum sempat boby melanjutkan kata-katanya lekas kupotong dengan perkataan

“Sudah jangan terlalu disesali, secara tidak langsung kan sekarang aliyah menjadi milikmu, apalagi itu menjadi rezeki tersendiri untukmu bisa ngerasain memek perawan kan”.

Perlahan kepala boby yang sedari tadi menunduk, mulai tegak dan menatapku,

“Makasih ya wi sudah mau selalu dengarkan keluh kesahku walaupun aku ini adalah pria paling bajingan yang taunya ngentot aja bagimu” ucap boby diiringi senyum tipis.

“Jadi masih sering ‘main’ wi?” Tanya boby mengalihkan pembicaraan.

“Masih bob, main sama dosen, hehe” ucapku santai.

“Wah sama siapa wi?” tanyanya kepo.

“Sama pak anto, tapi kontolnya pendek, malesin” ucapku.

“Buset sama si anto killer itu! Jadi kamu rindu kontol aku ni?” ucapnya.

“Huuu GR! Kan kamu udah punya aliyah, masa’ masih mau ngentot memek lain lagi?” ucapku.

“Kan belum ijab qabul” ucap boby seraya meremas toketku dari balik kaos putihku.

“Eh nakal ya remas-remas, cari tempat sepi dong” godaku.

Kami pun beranjak menuju salah satu laboratorium kampus yang jauh dari keramaian. Setibanya kami di depan laboratorium tersebut kami mendengar samar-samar suara desahan wanita dan bisikan pria.

Aku dan boby pun mengintip melalui salah satu jendela yang terbuka, betapa terkejutnya kami melihat bu rida dengan gamis merah muda dipadukan dengan jilbab biru tua sedang menungging di salah satu meja labor, tepat dibelakangnya terlihat seorang mahasiswa sedang mengeluar masukkan kontolnya di memek bu rida, terlihat wajah bu rida sangat menikmati sodokan kontol mahasiswa tersebut,

“Mas ari…” ucap boby singkat.

“Eh kamu kenal bob?” tanyaku.

“Kenal lah, kan dia senior kita wi, mas ari” jelas boby.

“Oh iya ya, ternyata bu rida udah itu ya bob” ucapku yang masih tak percaya dengan apa yang saat ini kulihat.

Kami lekas mencari posisi strategis dimana kami dapat menyaksikan aksi live ini dengan aman, kami mengendap masuk ke sebuah ruangan kecil di dalam ruang laboratorium tersebut melalui jendelanya, ruangan tersebut kini dalam kondisi pintu terbuka. Aku keluarkan sedikit kepalaku di dekat kusen pintu ruangan tersebut untuk menyaksikan aksi bu rida dan mas ari tersebut.

“Akkhh nak…enjot terussss” desah bu rida.

“Makin legit aja memek ibu..uuhh” desah mas ari.

Mendengar desahan mereka langsung memicu libidoku, kurasakan boby meraba pinggulku hendak menurunkan celana jeans yang aku kenakan, aku lekas menoleh ke belakang dan terlihat boby sudah tidak mengenakan celananya, kontolnya yang panjang itu tengah mengeras gagah. Aku lekas berjongkok dan langsung mengulum dengan lahap kontol boby yang benar-benar aku rindukan ini,

“Hhmm hhhmm..” desah boby tertahan menikmati emutan yang kuberikan.

Tak berapa lama, boby menahan kepalaku untuk menghentikan aktifitas sepong yang kulakukan. Boby lalu mengisyaratkan agar aku kembali membungkuk dan berpegang pada kusen pintu ruang kecil ini, boby sedikit kesusahan membuka celana jeans super ketat yang kukenakan, setelah celana jeansku berhasil ia lepaskan, jemarinya langsung bermain di memekku,

dikocoknya berulang sehingga tanpa sadar aku mendesah, kuharap bu rida dan mas ari tidak mengetahui desahan kami, saat kuperhatikan mereka, benar saja mereka makin berpacu dalam menggapai nikmat dunia, kini posisi bu rida berdiri sejajar dengan mas ari, sehingga dapat terlihat jelas toket bu rida berayun-ayun mengikuti hentakan kontol mas ari.

“Akkhh arii..ibu sampai” desah bu rida diikuti getaran hebat pada tubuh beliau.

Di lain pihak, kini boby sedang berusaha memasukkan palkonnya ke dalam memekku, “Plop” dalam satu kali hentakan, kontol boby dengan mudahnya masuk ke dalam memekku yang sudah tidak rapat ini. Boby mencengkeram erat pinggulku seraya mulai menggenjot kasar memekku. Tak perlu waktu lama, akhirnya aku mendapatkan orgasme pertamaku pada hari ini,

“Uhhmm hhhmm” desahku tertahan tanganku sendiri lalu diikuti semburan hangat cairan cintaku.

Boby masih melanjutkan genjotannya tanpa memperdulikan aku yang tengah menikmati orgasme pertamaku pada hari ini. Mulai terasa tangan boby berusaha untuk meremas toketku yang masih tertutup kaos putihku.

Pasca orgasme pertamaku, aku masih menutup mataku menikmati sodokan demi sodokan kontol boby di dalam memekku, sehingga aku tak memperhatikan apa aktifitas yang bu rida dan mas ari lakukan, aku membuka mataku dan melihat mas ari tengah menggenjot cepat memek bu rida lalu diakhiri dengan mas ari menarik keluar kontolnya lalu semburan-semburan pejunya terpancar indah dan lekas membasahi rok bagian belakang bu rida,

setelah menyadari mas ari telah selesai mengeluarkan semua pejunya, terlihat tubuh bu rida rubuh ke lantai sementara mas ari terduduk di salah bangku yang ada di dekatnya.

Menyadari mereka telah menyelesaikan aktifitasnya maka aku kini tak dapat mendesah lebih keras, aku takut jika kami dipergoki oleh mas ari. Kulihat bu rida mulai merapikan pakaiannya dan mereka seperti berbisik, tidak tau apa yang mereka katakana akupun tak memperdulikan hal itu,

setelah bu rida meninggalkan ruang laboratorium, kulihat mas ari masih belum mengenakan celananya, dan ia hanya mengambil celananya lalu berjalan menuju ruangan tempat dimana saat ini aku sedang bersenggama dengan boby, aku lekas mencubit lengan boby,

“Bob! Bob! Mas ari kesini!” bisikku panik.

Boby yang sudah kepalang tanggung malah melanjutkan genjotannya dengan lebih keras karena kurasakan kontolnya mulai berdenyut-denyut,

“Bob hentikan bob!” ucapku panik.

“Nah! Siapa dan Ngapain kalian!” teriak mas ari mengagetkanku dan boby, namun sialnya boby masih terus menggenjot memekku tanpa henti, ia seperti kerasukan.

“Bob! Sadar bob!” ucapku panik.

“Oh boby dan nama kamu siapa manis?” ucap mas ari seraya mengelus daguku, dengan posisiku yang masih menungging, kini wajahku berhadapan langsung dengan kontol mas ari yang masih setengah tegang,

“inilah kontol yang tadi menggempur memek bu rida” aku membatin.

“Akkhh akhh akhh” teriak boby diikuti

“Croott.crroott..crroott” 3 semburan deras peju boby memenuhi liang memekku.

“Aih bob! Kok crot dalam!” ucapku panik merasakan peju hangat boby memenuhi liang memekku dan terasa beberapa tetes keluar, setelah boby puas mengeluarkan semua pejunya ia melepaskan kontolnya dari memekku lalu merubuhkan tubuhnya ke lantai. Aku rasakan sepasang tangan kasar menggenggam erat pinggulku, saat kutoleh ke belakang ternyata mas ari,

“Ehh ehh mass mau ngapain mass?!” tanyaku panik merasakan palkon mas ari berusaha masuk ke memekku

“Mau ngentotin kamu dek, masa’ boby aja yang boleh” ucapnya seraya menghentakkan kontolnya masuk ke dalam memekku,

“Akkhh mass” desahku merasakan kontol mas ari yang berukuran 17 cm gemuk dan berurat mulai masuk ke dalam memekku, tanpa menunggu mas ari langsung menggenjot memekku dengan cepat, aku heran bagaimana bisa setelah ia berejakulasi dengan bu rida tadi, kini ia masih memiliki stamina untuk menggenjot milikku.

Tangan kasarnya kini aktif meremas toketku kanan dan kiri dengan menyelinap masuk ke balik kaos putihku. Sodokannya yang begitu dalam memicu hasratku untuk menggapai orgasme keduaku pada hari ini,

“Akkhh mas..akuhhh sampai” desahku diiringi semburan cairan cintaku menghangatkan kontol mas ari yang masih aktif menggenjot memekku, setelah ia pastikan energiku telah terkumpul, ia mencabut kontolnya dari memekku dan memaksa masuk ke lubang anusku,

“Ahh mass, pelan-pelan” desahku, namun ia tak menghiraukan permintaanku, ia masih terus saja memaksa kontolnya untuk masuk ke anusku dengan kasar.

Setelah ia berhasil memasukkan seluruh kontolnya ke dalam anusku, ia mulai menggenjot anusku tanpa mendesah ataupun berkomentar sama sekali, kontolnya yang gemuk membuat anusku terasa sesak dan kembali memicuku untuk meraih orgasme ketigaku pada hari ini,

“Akhh mass masss..” desahku, kurasakan mas ari mempercepat gerakan kontolnya di anusku dan diakhiri dengan hentakan keras kontolnya, dengan posisi kontolnya berada sangat dalam di anusku, terasa 4 semburan pejunya menghangatkan liang anusku.

Kini kedua liangku dipenuhi oleh dua peju, untung saja pada hari ini aku tidak sedang dalam masa subur sehingga aku tak perlu khawatir aku akan dibuahi oleh peju boby tadi. Aku yang terlalu lemas akhirnya merubuhkan tubuhku telungkup di lantai.

“Cekrek cekrek” terdengar suara kamera, ternyata mas ari memfoto aku yang berbaring setengan bugil di lantai begitu juga dengan boby.

“mas ari ngapain foto mas?” Tanya boby lemas.

“Untuk pegangan mas aja, kalau kalian berani bongkar skandal mas dan bu rida” ucapnya seraya berberes dan meninggalkan kami di ruang kecil ini.

Bersambung