Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 11

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Tamat

Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 11 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 10

Satpam Perkasa

Aliyah

Pagi ini aku berangkat kuliah seperti biasanya tepat jam 7 pagi, dimana mbak nia dan mbak ika belum beberes untuk pergi kuliah karena mereka kuliah siang bahkan sore. Aku melakukan aktifitasku sebagai mahasiswi biasa di kampus.

Siang hari …

Aku pulang ke rumah kontrakan dengan badan yang penuh keringat karena betapa gerahnya hari ini, gamis berwarna hitam yang kukenakan hari ini terasa sedikit lembab, namun untungnya jilbab kuningku tidak basah karena keringatku. Setibanya di depan rumah kontrakan, kulihat pintu depan terbuka dan terparkir sebuah motor di halaman.

“Assalamualaikum..” aku mengucap salam dan disahut oleh mbak ika

“wa’alaikumsalam..”. Saat aku hendak masuk,

“Eh mbak aliyah, baru pulang kuliah ya?” sapa pak karyo dengan senyum ramahnya.

“I..iya pak, permisi ya pak” jawabku terbata-bata dan langsung kupercepat langkahku menuju kamar, aku merasa ada yang aneh dari tatapan pak karyo padaku, tapi yasudahlah mungkin aku terlalu bersuudzon.

Ika

Hari ini aku tidak ada masuk perkuliahan karena dosenku sedang keluar kota, sehingga hari ini aku bisa bersantai ria di rumah tanpa mesti pusing dengan perkuliahan, nia dan aliyah pergi ke kampus, jadi otomatis aku sendirian di rumah.

“Tok..tok…tok..” terdengar ketukan pintu depan. Aku bergegas keluar hanya dengan menggunakan sebuah celana training hitam dipadukan baju kaos lengan panjang sedikit ketat dan jilbab abu-abu.

“Krek..” kubuka pintu, ternyata pak karyo.

“Ehh..pak karyo, ada apa pak?” tanyaku. Kulihat pak karyo terbengong melihat pakaian yang kukenakan,

“Pak karyo! Liatin apa sih?” aku mencoba menyadarkannya.

“Seksi amat neng pakaiannya,bapak jadi ngaceng nih” ucapnya seraya mendekati dan memelukku lalu ia meremas kedua bongkahan pantatku.

“Ihh pakk..jangan dong..” ucapku seraya berusaha melepaskan pelukannya.

“Kenapa jangan neng? Apa neng ndak rindu dengan kontol bapak?” tanyanya.

“Yaelah baru juga kemarin pak, duduk dulu pak” ucapku singkat seraya meninggalkannya dan menuju ke dapur hendak membuatkan teh untuknya.

Setelah selesai aku membuatkan secangkir teh untuk beliau …

Aku antarkan teh tersebut ke meja ruang tamu tempat beliau duduk,

“Heh pak, kok bengong lagi?” ucapku seraya melambaikan tanganku di depan wajahnya.

“Neng aliyah cantik ternyata yaa” ucapnya singkat. Aku lekas menjewer dan mencubitnya,

“Hush! Jangan berani macam-macam ya bapak dengan aliyah! Kalau sampai aliyah kenapa-kenapa, kontol bapak saya potong!” aku mengomelinya dengan sedikit berbisik agar aliyah tidak mendengar apa yang aku katakan. Mendengar omelanku pak akryo lekas menarik tubuhku agar duduk diatas pangkuannya, sehingga kini kami saling berhadapan, aku yang kebetulan tidak menggunakan cd, dapat merasakan kontol pak karyo mulai berdenyut dari balik celana satpamnya.

“Iyaahh iyaah…kontol bapak hanya untuk neng ika dan nia deh..” ucapnya seraya meremasi pantatku.

“Janji yaa…” ucapku seraya menempelkan jari telunjukku ke bibirnya.

“Iyaah neng…yuk main” ucapnya.

“Habisin dulu tehnya, saya tunggu di kamar” ucapku seraya meninggalkan beliau

Aku berbaring di kasurku menanti pak karyo datang, “Krek” suara pintu kamarku terbuka. Pak karyo masuk sambil tersenyum penuh kemenangan,

“Eh pak pintu depan udah ditutup belum?” ucapku.

“Udah kok neng, selalu safety..” ucapnya sembari mulai membuka seragamnya satu persatu, terlihat kontol pak karyo sudah setengah mengacung.

Kini ia tak mengenakan sehelai benangpun. Pak karyo lalu menaiki ranjangku, dan menimpa tubuhku yang masih berpakaian lengkap.

“Ugh..” lenguhku merasakan tubuh hangatnya mendekap tubuhku.

Pak karyo mulai melakukan foreplaynya dengan menyingkapkan jilbab panjangku ke bahu, ia menjilat senti demi senti leherku dan itu menciptakan rasa geli yang tidak dapat kupungkiri, “Ughh..” desahku.

Tangan kanannya mulai menarik baju kaosku keatas dan meraba serta meremas toket kiriku dengan lembut, sementara tangan kirinya mulai berusaha menurunkan celana training hitamku, terasa jemari kasarnya mulai menjamah memekku yang berbulu tipis, rangsangan demi rangsangan membuatku ingin mendesah lebih keras namun aku takut ketahuan oleh aliyah yang kamarnya dua pintu dari kamarku.

“Aahh gantian dong pak, kalau gini saya cepet nihhh” ucapku seraya mendorong tubuh pak karyo ke samping, sehingga kini ia terlentang dengan kontol yang telah mengacung keras, aku lekas membuka kaos serta celana trainingku, aku dengan sigap menggapai kontolnya dengan tanganku dan mulai mengocoknya.

“Semangat amat neng, doyan kontol bapak yaa?” tanyanya bangga.

“Iyaahh” jawabku seraya memasukkan kontol pak karyo ke mulutku, kuemut keras kontol beliau sampai beliau menggelinjang, “Agghh neng..nikmathh..ahh” ucapnya seraya menekan-nekan kepalaku.

Tak berselang beberapa menit, beliau mendorong kepalaku agar menghentikan aktifitasku mengulum kontolnya,

“Jangan kelamaan nyepongin bapak deh, nanti bapak cepat keluar, padahal belum masuk sini” ucapnya sembari menyolokkan cari tengahnya ke liang memekku

Aku memposisikan tubuhku menungging dan beliau bertekuk lutut di belakangku dan mulai menggesekkan kontol beliau ke bibir memekku,

“Ahh pak, masukin cepet” desahku yang sudah sangat bergairah.

“Oke neng..” ucapnya disertai hentakan keras sehingga kini kontol panjang beliau telah bersarang di dalam memekku. Ia mulai menggenjot memekku dengan kecepatan penuh,

“Ahhh ahhh paakkk…laju amatthh ssshhh” desahku menerima genjotan cepet kontol pak karyo di memekku.

“Iyaahh nihh neng, bapak baru iiiingaat bahwa messsttiii jempuuuuutt istriii dan anak di kampung sebelah 15 menit lagiiihh..uhhh” ucapnya diiringi desahan-desahan.

“Ouhhh…masih sayang istri tohhhh..ohhh” ledekku seraya mendesah.

Sodokan laju yang disertai remasan keras pada kedua toketku membuatku tak tahan lagi menahan orgasme yang akan meledak sebentar lagi.

“Akkhhh!” aku sedikit berteriak, dan aku tersadar dan lekas menutup mulutku agar desahanku tidak sampai terdengar ke kamar aliyah,

“Ehhmm ehhhmm Uuugghh” desahku tertahan oleh tanganku sendiri diikuti dengan beberapa semburan cairan cintaku yang membasahi kontol pak karyo,

“cepet amat neng, hehe” ucap pak karyo bangga.

Aku yang masih menikmati ledakan orgasmeku hanya menoleh dengan senyuman ke beliau yang masih asik menggenjot memekku.

“Tok..tok…tok..” terdengar suara pintu kamarku yang membuat kami terkejut.

“Mbaakk…mbaakk ika kenapa?” terdengar suara aliyah dari luar yang sepertinya ia mengkhawatirkanku. Aku lekas melepaskan kontol pak karyo dan berkata

“Mbak ndak kenapa-kenapa kok …” teriakku. Aku lekas mengenakan baju kaosku dan mengenakan rok hitam yang kebetulan ada di dekat meja riasku, aku membuka sedikit pintu kamar agar aliyah tidak menyadari keberadaan pak karyo.

“Mbak beneran ndak apa-apa? Aliyah kaget tadi denger mbak teriak” Tanya aliyah polos.

Kurasakan pak karyo menaikkan rokku di balik pintu, dan terasa kontol kerasnya mulai menyodok pelan memekku.

“Iiyaah mbaknya gak kenapa-kenapa kok aliyah..” ucapku terbata-bata karena menahan rangsangan yang pak karyo berikan.

“Oh iya deh mbak, kalau ada apa-apa panggil aliyah aja ya” ucapnya ramah, aku sedikit lega ia tak mengetahui apa yang sedang kulakukan saat ini, sesaat ia hendak meninggalkanku yang sedang disodok pak karyo dari balik pintu, aliyah berputar balik dan bertanya

“ Eh mbak, itu motor pak karyo ada, orangnya kemana ya?”.

“Uhh…pak karyo nitip motornya bentar..uhh nanti ia balik lagi..” jawabku sedikit mendesah.

“Oo gitu baiklah mbak” ucap aliyah seraya meninggalkanku. Aku lekas menutup pintu dan mencubit pak karyo sambil berkata

“Ihh..bapak nakal! Saya lagi ngobrol malah dientot!” ucapku seraya cemberut.

Pak karyo melepaskan kontolnya dari memekku dan mendorong tubuhku ke ranjang hingga terlentang, pak karyo naik tergesa-gesa dan langsung menancapkan kembali kontolnya di memekku, dan lagi-lagi menggenjotku sangat cepat.

“Ahh pak..bapak kenapa?” tanyaku yang heran melihat beliau berlaku beringas.

“Rasain nih kontol bapak neng aliyah!! Habis memek kamu dengan bapak!!” ucap pak karyo kalap

. “Pakk..aahhh … saya ika pak..uhh” desahku yang mencoba menyadarkannya.

“Terima nih peju bapak aliyah…egghhh” desah pak karyo disertai hentakan keras dan cepat pada memekku,

“Croott..crooot…crooott” kurasakan ada sekitar 4 semburan peju pak karyo memenuhi liang memekku, menerima semburan hangat peju pak karyo, akupun mengalami orgasme yang kedua.

“Akhh pakkkhh” desahku disertai semburan cairan cintaku yang kini bercampur dengan peju pak karyo di dalam memekku.

Untungnya hari ini aku tidak dalam masa subur jadi tidak masalah jika beliau menumpahkan pejunya di dalam memekku. Setelah kontol beliau melemas, ia tarik keluar kontolnya diikuti dengan lelehan cairan cinta kami mengalir disela-sela pahaku.

“Pak, kenapa barusan nyebut-nyebut aliyah mulu, kan bapak lagi ngentotin saya?” tanyaku.

“Saya ngebet ngentotin aliyah neng, pasti seret banget tuh memeknya” ucapnya.

Kulihat kontolnya mulai tegak kembali, “Heh ingat janji bapak tadi! Jangan sentuh aliyah! Sudah jemput anak istri bapak dulu sana! Lewat jendela sini aja keluarnya!” bentakku. Melihatku mengomel, pak karyo lekas mengenakan pakaiannya kembali dan keluar melalui jendela kamarku. Sementara aku terbaring lemas di ranjang setelah mendapatkan multiple orgasm hari ini yang diberikan pak karyo

Bersambung