Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 10

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Tamat

Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 10 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Skandal Di Sekolah S2 Part 9

Kembali Ke Masa Lalu

Aliyah (Short Flashback)

Perkenalkan namaku aliyah, aku adalah seorang gadis dari sebuah kampung yang jauh dari tempat aku berkuliah kini. Aku dikenal sebagai seorang gadis yang pemalu karena aku sangat sulit bergaul. Orangtuaku mengarahkanku untuk bergaul dengan yang ‘muhrim’ dalam hal ini yang sama-sama perempuan.

Sejak kecil agamaku dipupuk dengan baik oleh kedua orang tuaku, aku sudah mulai diajarkan berhijab sejak aku masuk TK. Tak pernah sekalipun aku jatuh cinta dengan seorang anak laki-laki hingga saat ini, aku memang memiliki adik laki-laki di rumah dan karena adat kami yang menjunjung tinggi perempuan sehingga adikku pun diajarkan jika ingin hidup dengan wanita maka halalkan bukan pacaran.

Awal masuk di dunia perkuliahan, aku banyak mendapatkan teman-teman yang memiliki satu visi denganku, sama-sama menuntut ilmu dan berbagi ilmu sesuai syariat agama. Kini aku bersahabat dengan dua gadis anggun yaitu nia dan ika. Mereka berasal dari satu sekolah yang sama, kini kami tinggal di satu kontrakan yang sama.

“Tok..tok..tok” terdengar suara ketukan pintu kontrakanku. Aku bergegas menuju pintu depan untuk membukanya. Ternyata berdiri seorang pemuda tampan di depan pintu dari wajahnya terpancar keshalehan yang seolah memikat hatiku, namun aku berusaha lekas tersadar dari lamunanku dan bertanya

“Eh cari siapa ya mas?”,

“Maaf, ika dan nia nya ada tidak ya?” Tanya pemuda tersebut.

“Oh mbak ika dan nia, ada kok mas sila duduk dulu” ucapku ramah, akupun bergegas meninggalkan pemuda tersebut di ruang tamu dan lekas menuju dapur, saat aku berpapasan dengan mbak ika aku berkata

“Itu temannya ukh”.

Kudengar mereka mulai mengobrol sementara aku di dapur mempersiapkan teh hangat yang dapat pemuda tersebut minum nantinya. Teh hangat yang telah jadi tersebut aku antarkan ke meja ruang tamu dan menawarkan kepada mereka

“Sila diminum ukh, mas” ucapku singkat.

Setelah aku mengembalikan nampan untuk membawa teh tadi ke dapur, aku langsung berlari kecil masuk ke kamarku. Di dalam kamar aku seakan tak henti-hentinya membayangkan wajah pemuda tadi.

“Apa ini? Kenapa terasa lega namun sedikit aneh?” ucapku dalam lamunanku. Karena bingung dan tak tau apa yang sedang terjadi dengan diriku aku memutuskan untuk beristirahat saja siang ini.

Ika

Setelah kemarin aku habis-habisan di ‘permainankan’ oleh pak karyo di gubug jahanamnya itu, aku tidak seletih sebelum-belumnya bisa jadi ini karena nafsu terpendamku terpuaskan oleh permainan pak karyo. Seperti biasanya aku pulang di jam siang menjelang sore ini, saat aku hendak membuka pintu kontrakan terlihat sepasang sepatu yang tak lain adalah milik nia dan dua pasang sepatu pria yang tak kuketahui milik siapa.

Akupun masuk mengendap-endap ingin mengetahui apa yang nia lakukan di dalam. Saat aku mendekati pintu kamar nia terdengar samar-samar desahan

“Hhhmm hhhmm”, aku yang menjadi penasaran segera keluar dan mengendap-endap mendekati jendela kamar nia dari luar.

Betapa kagetnya aku melihat ada tiga pria mengerubungi nia di kamarnya, samar-samar kulihat ada pak karyo dan dua satpam lainnya yaitu pak isno dan pak marno. Terlihat nia dengan gamis birunya sedang disodok menungging di atas ranjangnya oleh pak karyo, sementara pak isno dan pak marno tengah asik meremasi toket nia kanan dan kiri secara bergantian.

“Aakkhh pak..ssshh” desah nia menikati aktifitas cabul tersebut.

Terlihat pak karyo meremas pantat nia yang sedang asik ia sodok. Pak isno yang telah puas mempermainkan toket kiri nia, berdiri dan melepaskan pakainnya terlihat kontol pendek beruratnya sedang telah mengacung keras,

“Weh weh…gantian dong yo..” ucap pak isno seraya mengocok kontolnya di dekat nia.

Pak karyo yang paham permintaan pak isno, melepaskan kontolnya dari memek nia dan maju kedepan dengan maksud meminta nia untuk mengulum kontolnya, nia yang paham dengan sigap melahap habis kontol pak karyo. Dalam satu kali hentakan, masuklah kontol pendek pak isno masuk ke memek nia, pak isno pun mulai melnacarkan aksinya, ia menggenjot memek nia seraya meremasi pantat nia.

Lalu berikutnya pak marno yang telah puas melahap toket kanan nia, berdiri dan mengeluarkan kontolnya tanpa melepaskan pakainnya, terlihat kontol pak marno yang memiliki panjang yang sama dengan milik pak karyo namun lebih gemuk mengacung gagah di depan wajah nia, lalu nia mulai mengulum dua kontol tersebut bergantian.

Aku yang asik menyaksikan aksi tersebut, tidak menyadari bahwa kini aku bisa dengan mudah diketahui oleh mereka dan benar saja, tiba-tiba pak isno yang sedang asik menggenjot nia berteriak dan menunjuk kea rah jendela

“Hei siapa itu di luar! Tangkap dia!!”, aku yang ketakutan lekas berlari ke belakang rumah kontrakan dan bersembunyi di balik pintu dapur.

Aku mengintip ke dalam, terlihat pak marno keluar dari kamar nia celingak celinguk dan bergegas lari keluar, menyadari ia telah keluar, aku mengendap-endap masuk ke ruang tamu dan sesaat aku hendak membuka pintu kamarku, kusadari ada sebuah bayangan yang mendekat.

Saat aku berbalik ternyata pak karyo, ia lantas mendorong keras tubuhku ke tembok sehingga aku terduduk lunglai.

“Neng ika toh!! Sini gabung aja!” ucap pak karyo seraya menarik tubuhku untuk masuk ke kamar nia, kulihat pak marno mengunci pintu depan dan ikut masuk ke kamar nia.

“Hehe santapan baru ni” ucap pak marno.

Nia melirikku dengan tatapan bersalah bercampur wajah sange menikmati sodokan kontol pak isno.

“Apa-apaan ini nia?!” teriakku demi menjaga harga diriku.

“Maafkan aku ka, aku udah begini disini” ucap nia terbata-bata.

Dengan cepat pak karyo dan pak marno mendorong tubuhku agar terbaring di samping nia yang tengah menungging, pak karyo langsung menindih tubuhku, aku meronta menolak perbuatannya,

“Pak hentikan pak..lepaskan saya!!” teriakku.

“Plak” sebuah tamparan keras di pipiku,

“Gak usah sok nolak kau akhwat bispak, kemarin saya sodok kamu doyan!! Hahaaha” ucap pak karyo diikuti tawa kedua temannya.

“Udah pernah bapak sodok ya?” Tanya pak isno singkat.

“Udah pak, gayanya aja nolak, padahal memeknya longgar” ucap pak karyo. Mendengar hal yang diucapkan pak karyo, aku terdiam sedih.

Aku pasrahkan saja tubuhku, kurasakan pak karyo mulai menaikkan rok biru mudaku beserta gamis berwarna kremku, kurasakan ia mulai menurunkan cd krem yang kugunakan hari ini, jari-jari kasarnya mulai mengelus belahan bibir memekku, sesaat ia hendak menggesek kontolnya di memekku, pak marno menahannya dan berkata

“kan bapak udah cicip neng ika ini, saya juga pengen nyicip”, kini pak marno menggantikan posisi pak karyo.

Kurasakan palkon pak marno berusaha ‘membuka jalan’ untuk masuk ke dalam liang kenikmatanku,

“Ugghh hangat neng” desah pak marno.

Pak karyo yang menyaksikan temannya mulai melakukan penetrasi ke dalam memekku, memutuskan untuk berpindah posisi ke sampingku, ia mulai membelai toket kananku, kecupan demi kecupan ia berikan di toket kananku disertai remasan manja pada toket kiriku.

Centi demi centi kontol pak marno membelah liang memekku membuatku tak mampu lagi menahan desahan nikmat dari mulutku

“aakkh paakkhh”.

“Enak ya neng?” Tanya pak marno singkat, aku mengangguk pelan.

Melihat aku mengakui kenikmatan yang ia berikan, pak marno segera mempercepat sodokannya sehingga membuatku kewalahan,

“Aakkh pakk..” desahku menerima serangan bertubi-tubi yang pak karyo dan pak marno berikan pada tubuhku.

“aakkhh sampaaiihh” terdengar desahan manja nia di sampingku dan

“croott..crrooott…crrooott” menyembur peju dari kontol pak isno tepat di punggung nia,

“makasih neng..” ucap singkat pak isno yang tersungkur menindih tubuh nia yang masih menungging.

“aakkh pak ika sampai pak!!” desahku menerima orgasme pertamaku hari ini.

“Cepet amat neng muncratnya,hehe” ucap pak marno yang masih asik menggenjot memekku.

Saat nafasku mulai kembali teratur, pak marno mencabut kontolnya dari memekku, lalu pak karyo memposisikan tubuhku untuk bangkit dan menghadap tubuhnya, pak karyo membaringkan tubuhnya di ranjang ini, dan ia mengarahkanku untuk menduduki kontolnya yang sejak tadi mengacung, kini aku yang aktif menggenjot kontolnya sambil setengah berjongkok diatas tubuhnya, tepat dibelakangku pak marno mendorong tubuhku untuk rebahan ke tubuh pak karyo.

Kurasakan palkon pak marno mencoba membelah liang anusku, aku yang sudah diselimuti syahwat, hanya melirik pasrah ke belakang melihat dan menantikan tindakan apa yang akan pak marno lakukan pada tubuhku.

“Slep” kini masuklah kontol pak marno ke dalam lubang anusku.

“Ugghh rapet banget anusnya neng..bapak gak tahan, karyo! Ganti-gantian kita genjot lubang neng ika ini” komando pak marno.

Kini kedua lubangku disodok oleh kontol berukuran super, tak berapa lama,

“aakkhh saya sudah tidak tahan neng…sabar karyo” ucap pak marno seraya mencengkeram erat pinggulku dan mempercepat sodokannya, menyadari hal itu pak karyo menghentikan sodokannya di memekku.

“Crooott crooot crrooot” ada sekitar 4 semburan hangat peju pak marno memenuhi liang anusku, setelah puas ia memenuhi liang anusku dengan pejunya, ia segera mencabut kontolnya dan menjauhi tubuhku, terasa peju hangat mengalir keluar dari anusku.

Mengetahui pak marno telah menyelesaikan ‘tugas’nya, pak karyo kembali menggenjot memekku, akupun tidak mau kalah, aku tegakkan tubuhku sehingga kini kedua toketku berayun mengikuti genjotanku pada kontol pak karyo.

“aakkhh pakkk…saya sampai lagi pakkk” ucapku seraya mempercepat genjotanku pada kontol pak karyo.

Pak karyo memegang erat pinggulku agar tubuhku yang sedang memacu syahwat ini tidak terjungkir balik

, “aakkhh” desah panjangku menikmati orgasme keduaku pada hari ini,

kurebahkan tubuhku ke tubuh pak karyo, terasa kontol pak karyo masih menggenjot memekku pelan, pak karyo lalu memeluk tubuhku dan menggulingkan tubuhnya ke kiri, sehingga kini aku berada di bawahnya, ia percepat sodokan kontolnya pada memekku, dan terasa kontolnya mulai berkedut-kedut, ia percepat sodokannya, aku pasrahkan saja tubuhku jika sekiranya ia hendak menyemburkan pejunya di dalam rahimku, namun ia dengan cepat menarik keluar kontolnya dan mengocok kontolnya tepat di depan wajahku.

“Croott crooott crooott” ada sekitar 5 semburan peju hangat beliau yang membasahi wajah dan jilbab coklatku.

Hari ini menjadi hari dimana aku benar-benar kembali ke masa laluku yang kelam, yaaa ‘Ika dan Nia Coming back bitches!

Bersambung