Cerita Sex Dewasa Pacarku Tiara Part 13

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Tamat

Cerita Sex Dewasa Pacarku Tiara Part 13 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa Pacarku Tiara Part 12

“The Ending” ​

Dimas POV

Flashback…

“Ram kenalin nih cowok gue Dimas”ucap Tiara yang berada disebelahku.

Aku dan Rama saling berpandangan dan kami pun bersalaman sebagai tanda perkenalan kami. Jujur saja aku mempunyai firasat yang buruk terhadapnya. Apalagi dandanya seperti anak geng motor dan orangnya selenge.

Bahkan tangannya dengan sengaja meremas kasar tanganku saat bersalaman. Namun aku sudah sigap. Aku pun membalas remasan tangannya dan kami pun saling meremas tangan lawan kami. Hingga Dila menuju kearah kami dan kamipun berhenti bersalaman dan saling melepas tangan kami.

Kini aku dan Tiara sedang berada di alun-alun kota Surabaya. Aku dan dirinya sedang duduk di salah satu warung makan di pinggir jalan. Canda dan tawa silih berganti mewarnai obrolan kami.

“Yank kita berjodoh nggak ya”ucap Tiara yang berada disebelahku lalu menyandarkan kepalanya di bahuku.

Kenapa Tiara tiba-tiba berbicara rada aneh gini, tumben banget dia.

“Maksud kamu apa Ra? Ya kita berjodohlah buktinya kita masih pacaran”ucapku

“Hmhm, maksud aku tuh nanti masa yang akan datang nggak sekaranglah. Kan masa depan nggak ada yang tau. Tapi kamu perlu tahu satu hal Dim. Jodoh ataupun nggak jodoh antara aku dan kamu. Kamu itu sudah memiliki tempat spesial di hati aku. Aku akan selalu mencintaimu Dim hingga ajal memanggilku”ucapnya

“Ya aku tau kok. Aku juga sangat mencintaimu Ra. Udalah jangan ngomong yang nggak-nggak bikin suasana jadi nggak enak aja”ucapku

Kini ku genggam erat tangannya berjalan menuju ke hotel. Entah kenapa tangannya terasa dingin sekali. Apa karena dia habis main basah-basahan dan sekarang sedang kedinginan. Mungkin saja, tapi entah kenapa firasat buruk kembali menghantui ku.

Kutawarkan kepadanya agar malam ini dirinya tidur di kamarku. Tapi Tiara menolaknya. Dia bilang dirinya repot jika harus bolak-balik pindah kamar belum lagi keesokan paginya dia harus bekerja kembali.

Apa boleh buat, akhirnya kuantarkan dirinya menuju ke kamar hotelnya. Kini aku sudah di depan pintu kamarnya.

Tiara membuka pintunya kamarnya.

“Ceklek” suara pintu dibuka.

“Plok..Plak..PloK”

“Hmmmmhmmmhnn”

Suara aneh terdengar olehku dan Tiara. Aku dan Tiara saling bertatap-tatapan.

“Aku tahu itu suara orang bercinta”pikirku dalam hati

Aku dan Tiara melangkah masuk kedalam kamarnya.

Kulihat Rama dan Nadia sedang Bersetubuh. Whatttss Dila sedang Treasome. Kulihat Rama sedang menggenjot liang memek Dila dari posisi belakang sedangkan pria yang satunya lagi sedang menerima spongan bibir Nadia yang dalam posisi menungging kulihat tangan orang tersebut sedang meremas kasar rambut Nadia. Penisku pun langsung tegak berdiri.

Mereka menyadari kedatanganku dan Tiara. Mata mereka menatap kearah kami. kulihat Dila menitikan air mata. Ini pasti ada yang tidak beres.

Tiba-tiba dari arah belakangku ada yang mendorong aku dan Tiara hingga aku dan Tiara terdorong masuk kedalam ruangan. Mereka langsung menutup dan mengunci pintu kamarnya. kulihat ada dua orang pria yang terlihat seperti anggota geng motor yang mendorong kami kini mendekat dan tersenyum jahat kearahku dan juga Tiara.

Harus ku lindungi Tiara. Fuck, aku dikeroyok ini mah. Namun Tiba-tiba

“Bukkkkk”suara pukulan

Ada yang memukul kepala Belakangku. Pukulan benda tumpul itu begitu keras dan Tiba-tiba datang dari arah belakangku tanpa kusadari. Aku pun langsung jatuh tersungkur kearah lantai dan tidak sadarkan diri.

***

“Ouchh,ouchh,ouchh”suara desahan

Perlahan-lahan kudengar suara desahan wanita. Kubuka mataku dengan perlahan ternyata Tiara sedang disetubuhi dan dikerjai oleh banyak pria. Kulihat posisinya sedang woman on top. Tiara sedang duduk di atas pangkuan Rama dan kedua tangannya sedang mengocok kedua penis pria yang berada di kedua sisi sampingnya. Sedangkan yang seorang lagi sedang mengocok penisnya sendiri.

“Ouchh,ouchh,ouchh maaf Dim ini nikmat banget”desah dan ucap Tiara

Melihat Tiara sedang diperkosa membuatku sangat marah sekali sampai-sampai ingin kubunuh mereka semua. namun kenapa tubuhku tidak bisa bergerak sama sekali. Kali ini penisku tidak berdiri melihat pacar ku disetubuhi di depanku. Yang ada hanya rasa sakit menyerang hatiku. Sungguh sakit sekali hati ku melihat keadaan Tiara sampai aku menitikan air mataku. Aku sungguh bodoh sekali tidak bisa berbuat apa-apa.

“Ouchhh Ra gue udah nggak kuat lo terima nih peju guee”suara Rama

“Crotz,crotz,crotz”

Kulihat Tiara masih bergoyang diatas pinggul Rama. Berarti Rama mengeluarkan spermanya di dalam liang memeknya.

Kini mereka berganti posisi kulihat ada tiga orang pria kini bermain dengan Tiara. Pria pertama menggantikan posisi Rama masih dengan posisi woman on top. Namun kali ini Tiara disuruh menungging dan

“Slebbb”

“Ouchh, sakitttt”desah Tiara yang tenyata lubang anusnya juga sedang ditusuk secara paksa dari arah belakang dengan kasar oleh pria kedua.

Dan pria ketiga langsung membungkam mulut Tiara dengan penisnya. Sambil menjambak kasar rambutnya.

“Bangsattttttttttt”teriakku

Namun mereka tidak bereaksi atas teriakanku dan tetap menggoyang Tiara.

“Anjing mekinya Peret banget”ucap pria pertama

“Liang anusnya ga kalah peret bro masih perawan kayaknya lo orang mesti nyobain”ucap pria kedua

“Spongan juga mantep man. Nggak kalah sama pecun pinggir jalan”ucap pria ketiga

Mendengar ucapan mereka membuatku semakin pusing saja. Aku tak sanggup melihat adegan ini. Apalagi mereka dengan kasar menggenjot tubuh Tiara.

Ya Tuhan tolonglah aku..

Tiba-tiba Rama berdiri menghampiriku. Ku perhatikan lagi wajahnya memang Rama tapi bulatan matanya menyala berwarna api. Lalu tangannya menjambak rambutku.

“Hahahaha, ini peringatan terakhir buatmu Dimas kalau sampai kau sia-sialan dia lagi”ucap Rama lalu tangannya menunjuk kearah Tiara yang sedang bersetubuh. Kulihat tangan Rama memiliki kuku-kuku panjang berwarna hitam. Seperti tangan iblis saja.

Rama kembali menghadapku dan tersenyum dengan senyuman yang menyeramkan.

“Hey anak muda ingat kata-kataku. Kembalilah tempatmu bukan disini”ucap suara Rama

lalu dikepalnya tangan yang seperti tangan iblis itu dan meninju kearah mukaku dengan kerasnya.

“Bukkkkkkk”suara pukulan

“Tidakkkkkkk Tiaraaaaaa” teriakku

“Dimasss tenang dim. Akhirnya kamu sadar juga”suara seseorang yang kukenal menenangkanku.

Kurasakan sakit di kepalaku dan tangan kiriku yang ternyata sedang di infus. Kulihat disekelilingku ternyata aku sedang berada disebuah ruangan yang terlihat seperti ruangan Rumah sakit.

“Susterrrr, sus sudah sadar sus”ucap seorang wanita yang berada di sampingku berlari kearah pintu dan membuka pintunya lalu berteriak.

Saat dia berbalik badan kulihat wajah cantik yang habis menitikan air mata itu. Ya dialah pacarku Tiara. Aku pun ingin langsung berdiri dan memeluknya namun badanku tidak bisa digerakan.

“Ra maafin aku ra aku nggak bisa menjagamu Ra”ucapku yang derai airmata

“Udah dim kamu tenang dulu ya. Nanti aku akan jelasin semuanya sama kamu”ucap Tiara yang kini kembali mendekatiku dan duduk di sampingku.

“Gimana aku bisa tenang Ra. Kamu kamu kamu diperkosa dan aku nggak bisa apa-apa”ucapku emosional

“Hustt ngawur kamu siapa yang diperkosa. Liat aja nih aku baik-baik saja. Kamu itu udah tiga hari nggak sadarkan diri Dim dan sesekali mengigau menyebut-nyebut nama aku”ucap nadia menjelaskan padaku

“Terakhir kali kuingat aku dan kamu lagi di kamar dan kita diserang sama Rama dan teman-tamannya”ucapku mencoba mengingatnya

“Lalu kepalaku di pukul dari arah belakang dan semua nya menjadi gelap gulita dan aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya padamu”ucapku

“Aku pun tidak tahu Dim. Mereka juga membiusku dan tiba-tiba aku sudah tersadar di rumah sakit”ucap Tiara menjelaskan kepadaku

“Ceklekkk” suara pintu dibuka

Kulihat seorang perawat dan dokter yang masuk keruanganku. Aku disuruhnya agar diam terlebih dahulu dan jangan terlalu banyak bicara karena baru tersadar. Sang dokter dan perawat memeriksa keadaanku. Mereka juga menanyai beberapa hal kepadaku layaknya dokter menanyai keadaan pasiennya. Aku di bilangnya terkena gegerotak ringan. Aku pun dinyatakan sudah membaik namun masih harus dirawat beberapa hari lagi. Dokter menyarankanku agar banyak beristirahat dan jangan banyak bicara terlebih dahulu.

Aku pun tertidur kembali. Tiara dengan setia berada didampingku Beberapa jam kemudian seorang polisi datang menghampiriku dan memintai keteranganku. Mereka memberitahu dan menjelaskan seluruh peristiwa pada malam itu. Ternyata Rama dan teman-temannya merupakan seorang DPO yang sedang diincar dan dicari oleh polisi karena merampok beberapa toko minimarket. Polisi sudah mengintai mereka sejak menonton pertunjukan Tiara.

Namun hanya sebatas pengintaian saja. Karena polisi ingin melihat aksi mereka merampok terlebih dahulu karena mereka terbiasa merampok di malam Sabtu. Polisi pun mengintai mereka hingga ke hotel.

Lalu polisi melihat aku dan Tiara masuk kedalam kamar hotel dan beberapa saat kemudian disusul oleh 2 orang yang juga merupakan DPO. Melihat gelagat aneh polisi pun mendekat. Lalu mereka mendengar suara orang dipukul dengan benda tumpul.

Akhirnya mereka memutuskan untuk mendobrak masuk kedalam kamar hotelnya. Polisi pun terkaget, ternyata ada tindakan kriminal pemerkosaan yang dilakukan Rama and the gang. Polisi pun berhasil melumpuhkan mereka walaupun mereka sempat melakukan perlawan.

Mendengar penjelasan dari polisi membuat hatiku menjadi tenang. Aku pun dimintai keterangan sesudahnya.

“Terima Kasih Tuhan karena masih menjaga Tiara”ucap syukurku di dalam hatiku

***

Satu Tahun Kemudian…

“Saya nikahkan dan saya kawinkan Tiara binti……”

Ku ucapkan ijab qobul untuk mengikat Tiara menjadi istriku. Setelah sekian lama akhirnya aku memberanikan diri untuk mempersuntingnya. Tiara terlihat cantik di hari itu dengan gaun putihnya.

Kini aku sedang membangun sebuah keluarga kecil bersamanya. Tiara kini sudah tidak lagi menjadi SPG. Namun kini dirinya bekerja di sebuah perusahaan swasta nasional dibagian keuangan sedangkan aku masih bekerja di tempat yang sama.

Seperti wanita cantik pada umumnya. Tiara Sering bercerita kepadaku bahwa dirinya sering digoda oleh atasannya ataupun bawahannya.

Aku pun bangga memiliki istri cantik. Namun tiba-tiba penisku berdiri kembali. saat aku membayangkan kembali Tiara berbuat nakal dengan atasan ataupun bawahannya. Sial pikiran mesum itu selalu menghantui ku. Tapi entah kenapa sehabis pulang bekerja Tiara selalu minta jatah kepadaku bahkan dia yang aktif bergerak sedangkan aku hanya pasrah saja menerima goyangan pinggul Tiara. Apa jangan-jangan dia lagi membayangkan disetubuhi bawahannya ataupun atasanya lagi. Tidak, tidak semoga saja itu tidak pernah terjadi.

Inilah sepenggal kisah kami. Kisah saat aku masih berpacaran dengan Tiara. I will always love you Tiara. Kaulah belahan jiwaku.

Dan cerita tentang perjalanan kami pun berakhir. “Our Story Me and My Gf Tiara”has ended. Jelas saja cerita ini jauh dari kata sempurna. Tapi setidaknya dapat menghibur para pembacanya. Semoga akan ada lagi kisah mengenai hubunganku dengan Tiara. Tapi sepertinya tidak mungkin.. Hmm bisa saja mungkin..

THE END​