Cerita Sex Dewasa 30 Hari Di Bali Part 14

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19
Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29
Part 30Part 31

Cerita Sex Dewasa 30 Hari Di Bali Part 14 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa 30 Hari Di Bali Part 13

Berendam

shanty​

Sebelum pulang gue ajak rey makan di warung dekat sini, gue pesan gado-gado, soalnya dia ikutin apa yang gue makan.

Beda sama donny, dia gak ikut makan disini. Kata rey dia lagi jalan berdua sama cewek, selesai makan dia tunggu di mobil.

Gue lirik terus pas rey makan, dia kunyah gado-gado perlahan dan sesekali dia bongkar isi dalaman gado-gadonya,

Emang suka banget bongkar kali ya, termasuk gue.

“gak suka ya?” tanya gue

“Baru pertama kali, enak kok. Tetapi bumbunya kurang aja” katanya jawab pertanyaan gue pas makan. Dia langsung habisin walau memang bumbunya dikit, gue lupa bilang juga bumbu kacangnya di banyakin.

“kali ini aku yang bayar, jangan protes” kata gue langsung keluarin uang, gue gak mau di bayarin terus. Karena pasti rey kurang suka.

Selesai kita langsung ke mobil, donny lagi mau sundut rokok tapi gak jadi setelah lihat rey.

“lo d belakang rey sama shanty, gue ada teman” katanya

“Lo ingat Nicole?” gue lirik tajam pas rey angguk-angguk, jangan-jangan dia mantan rey.

Jangan-jangan rey pernah tidurin juga si nikol, gue langsung masuk ke dalam mobil, rey langsung ramah salaman lagi sama yang namanya nikol,

Bisa di bilang gue cemburu, kenalan rey cantin-cantik banget, yang namanya nikol juga. Dia bule dan pasti tubuhnya tinggi.

Rey sama nikol berbincang-bincang, kadang donny ikut pembicaaran. Gue bukannya gak mau ikut bicara, tapi mereka pakai Bahasa inggris dan gak tau mereka bahas apa.

Gue diam atau tepatnya pura-pura tidur, rey juga diam. Tinggal nichole sama donny ngobrol, gak lama rey letakin kepala gue ke pahanya sambil elus rambut gue perlahan.

Elusannya bikin gue ngantuk beneran, elusan pipi dan kadang tangannya masuk ke dalam buat remas pelan, tapi tetap kalah gue ngantuk beneran.

“bangun sayang” bisik rey buat gue bangun seketika sekaligus duduk tegap sempurna.

Gue langsung ke masuk ke dalam, dan buat gue kaget. Donny sama nikol lagi d ruang tamu, apa mereka mau nginap disini. Tapi gak mungkin tempat tidur cuman satu.

“Air panasnya udah siap tuh, tinggal berendam” kata donny, rey langsung Tarik tangan gue ke belakang, tepatnya ada ruangan yang isinya kolam kecil bulat yang ada di belakang villa lagi.

“kenapa?”

“baru tau ada tempat buat berendam, aku kira itu kolam ikan” gue baru sadar selama ini tenryata itu tempat berendam, tapi aneh juga kolam ikan di dalam ruangan. Lantainya juga dari kayu, gak terasa dingin walau basah.

“Kita berendam yuk” rey langsung kasih sesuatu di dalam air panasnya.

“Itu apa?”

“aroma terapi biar nyaman pas berendam,” rey langsung lucutin satu persatu pakaiannya sampi telanjang bulat.

“Whoaaahhhhhh” lenguhnya pas udah masuk ke dalam.

“Gak panas kok, hangat airnya kok” gue diam sejenak, soalnya handuk dan lain-lainnya gak gue bawa.

“hehh?” pekik gue kaget pas rey di depan gue. Bibirnya langsung cium bue sambil tangannya buka satu persatu pakian sampai terlanjang bulat juga.

Gue nurut ikut dia sampai ikut masuk ke air yang gue rasa panas,kaki gue perlahan masuk dan ternyata gak panas banget,

***​

Rasanya hangat ke seluruh tubuh, gue berhadapan sama rey saat berendam. Dia sangat menikmati sampai kepalanya di dongakin ke atas, tangannya pegang kiri dan kanan kolam.

“kamu kenal sama nikol udah lama?”

“belum kok, kenapa?”

“uhm, udah kayak dekat aja gitu, hehe” kata gue jadi pengen tahu.

“cemburu ya?” gue gak mau jawab cuman manyun aja.

“sini kalau kamu gak cemburu” ajaknya duduk di sampingnya, gue langsung duduk di sampingnya. Tangannya langsung rangkul pundak.

“Boleh jujur-jujuran sama kamu?” tanya gue senderin kepala ke bahunya,

“pasti” tangan rey pindah dari bahu ke pinggang gue.

“sebelumnya pernah tiduran cewek selain aku?” ini pertanyaan yang sedikit mengganjal di hati gue.

“Pernah Dua cewek, teramasuk sama kamu,” gue terkejut jawabannya, karena gue kira di atas lima orang.

“yang pertama siapa?”

“Calon pacar, tapi gak jadian.”

“Nikol?”

“Bukan, namanya thalita, “

“ouhh, kenapa gak jadian dulu?”

“uhhm, kurang cocok.”jawabnya elus pipi.

“Terus kalau di ranjang dia agresif?”

“yup, lebih agresif daripada kamu” tawanya,

“oh ia?” gue langsung bangun dan duduk di pangkuannya.

“yakin?” tanya gue lagi sambil cengkram erat penisnya yang masih tertidur.

“yakinnn kok” jawabnya santai bikin gue gemes langsung cengkram erat.

“AWhhh sakit sayangg” desis menyeringai gue cengkram erat bijinya dengan sedikit remasan, semakin lama batang penisnya semakin membesar sampai tangan gue gak sanggup buat genggam.

“Shake please” bisiknya keenakan, gue langsung kocok naik turun. Sampai sekarang masih gak yakin penis seperti ini bisa masuk ke vagina gue.

“yeah, pinter” rey langsung posisi gue duduk di kedua pahanya, tangannya langsung remas buah dada gue perlahan.

“suka?” tanyanya rangkul pinggang sampai kerasa gue dudukin penisnya dan tepat di tengah-tengah.

“ini” bisiknya angkat pinggul gue dan terasa kepala penisnya di bibir vagina gue

“ehhh, tunggu,, rey tunggu dulu, aku belum… ASHhhh ssiiaap” kepalaku langsung dongak ke atas pas penisnya mulai masuk perlahan, sedikit terasa sesak atau tepatnya kesat mau masuknya.

“uhhhhh” desis gue tertahan sambil Tarik nafas dalam-dalam saat penis rey udah masuk sampai terasa di bawah perut.

“Shake lagi honey,”

“Pakai apa? Ini kan udah di masukin” gumam gue sambil lurusin posisi badan, rasanya masih perih tapi gak perih sebelum-belumnya.

“naik turunin pinggul kamu” gue paham maksudnya, rey mau gue yang naik turun. Tapi gue takut karena sedikit perih.

“perlahan aja kalau masih perih” rey seperti tau apa yang gue pikirin sekarang, gue langsung coba anggkat pinggul sampai tersisa kepala penisnya di vagina gue dan tekan perlahan.

Lenguh gue karena kerasa perihnya pas tekan ke bawah, dan gue anggkat tekan lagi perlahan sampai kerasa penis rey agak licin.

“iah gitu” rey pegang pinggul aku seolah bantu naik turunin pinggul, tapi dia cuman pegang aja sambil dongak kepalanya ke atas.

“aaahhhhh ssh” desis gue pas coba tekan semua, terasa benar-benar dalam dari sebelumnya.

“Panjang yah?” bisik rey mainin buah dada gue, dan lupa putting di pilin bergantian.

“iah kayak bule” jawabku tanpa berpikir lagi.

“Ya dong, namanya juga blasteran pasti onderdilnya juga blasteran” senyumnya sambil sesekali hentakin.

“Emang kamu blesteran apa?” tanya gue, padahal dari awal gue penasaran juga dia blesteran apa.

“Menurut Kamu?”

“Indonesia, Chinese?” rey ketawa.

“Salah, Indonesia, Inggris, Jepang”

“haaa???”

“Seriusan???”

“Kakek aku inggirs, Nenek Jepang dari papa aku, kalau mama aku beda lagi dia Indonesia tulen” jelasnya, aku angguk-angguk terpukau aja. Pantes aja agak bule terus sipit,

Rey langsung putar tubuh gue tanpa lepas penisnya, posisi kali ini dia masih bersandar tegak sambil terus mainin buah dada gue.

“again” bisiknya, gue perlahan naikin turun pinggul kayak tadi, tapi bedanya tangan dia leluasa mainin bagian atas gue, termasuk leher.

“ohhhhh” lenguh gue semakin cepat naik turunin pinggul

***​

Rey suruh gue naik turunya perlahan, karena dia lagi menikmati jepitan vagina gue. Lagi pula gue juga gak mau klimaks cepat juga.

Tapi kalau di jilatin gitu gue cepat klimaks..

“rey Gua antar nichole ke hotel yah??” suara donny langsung buka pintu,

“sshhh” bukan teriak gue malah mendesah karena rey pegang pinggul gue sambil gerakin berlawanan arah.

“Pantesan lo gak jawab-jawab gue panggilin “ ucapnya lagi terus liatin gue, rasanya bikin gue semakin naik turuin pinggul cepat, mungkin gue suka di lihatin orang buat gue semakin bernafsu.

“Mau balik dia?” tanya rey hentiin pinggul dan sedikit dorong tubuh gue sampai pegangan pinggiran tempat berendam. Kerasa rey lepasin penisnya.

“Yups, lo masih punya condom gak?”

“ada di hotel, pakai aja” rey langsung masukin penisnya lagi perlahan sampai dan angsung gerakin pinggul gue.

“okeh, angkat kakinya si shanty satu rey biar semakin dalam.. hahaha” tawa donny kasih jempot liaht tubuh gue goyang ikutin hentakannya, gue rasa ini posisi doggy style kayak di film-film,

“Reyy ohhh~~~”

“malu yah ada donny liatin?” bisiknya kembali cabut penisnya.

“iah ih.. “gue juga ngerasa antar malu sama semakin horny di liatin seperti itu.

“sekarang mau keluarin disini apa di kamar?”

“seterah kamu, asal jangan di dalam yah, aku takut” untung donny ingetin namanya kondom, dan rey belum pakai itu.

“aku keluarin di luar kok” rey ajak gue keluar dari air dan langsung rebahin di lantai, kaki gue kembali di rentangin

“ohhhh, pelan pelannn” kali ini rey agak kasar masukin dan di hentakin sampai dalam.

Gue cuman terlentang pasrah saat rey yang bekerja keluar masuk, yang jelas rasa klimaks udah mau datang. Dan meracau gak jelas karena kenikmatan.

“reyyyyyy ashhh gsk kuaatttt, ehhhmmmmm” bersamaan dengan hentakannya gue klimaks, tubuh kerasa bergetar hebat dari sebelumnya,vagina gue juga kerasa mau sedot penisnya dalam-dalam.

“ploppp” rey cabut penisnya pas gue udah lebih tenangan,

“Gak klimaks?” tanya gue duduk di sampingnya.

“belum, maunya di mulut” bisiknya pelan duduk di pinggiran kolam, gue udah paham lagi maksudnya,

“slruupsps” kocok pelan di penisnya yang licin, seperetinya masih ada sisa sperm ague rasanya sekarang asin,

“maju mundurin kepalanya” gue nurut maunya, soal hisap kayak agak susah karena ukuran penisnya pas-pasan juga di mulut gue.

“ohhhhh” lenguhnya langsung tekan kepala gue pas penisnuya masih di mulut. Dan gak lama ada semburan kencang langsung masuk ke tenggorakan gue cukup banyak,

Itu bikin gue kesedak langsung sesak nafas beberapa detik,

“haaaaaaaaa.. haaaaaa” mat ague kerasa memerah karena keabisan nafas, mau gak mau gue telan sisa-sisanya ke tenggorokan.

“gila ihhh, “ omel gue masih terengah. Rey cuman ketawa sambil olesin penisnya ke mulut gue seolah suruh bersihin, gue langsung jilatin sisa-sisanya. Makin kesini gue suka aroma spermanya dan gak jijin gue telan seperti sebelumnya.

Bersambung