Cerita Sex Dewasa 30 Hari Di Bali Part 10

PrologPart 1Part 2Part 3Part 4
Part 5Part 6Part 7Part 8Part 9
Part 10Part 11Part 12Part 13Part 14
Part 15Part 16Part 17Part 18Part 19
Part 20Part 21Part 22Part 23Part 24
Part 25Part 26Part 27Part 28Part 29
Part 30Part 31Part 32Tamat

Cerita Sex Dewasa 30 Hari Di Bali Part 10 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Dewasa 30 Hari Di Bali Part 9

Hmmmm

Shanty​

Itu minuman kok bikin gue agak pusing, dan muka juga kerasa panas. Tapi enak rasanya anggur di tambah soda.

“Ihh, gue bisa berdiri kali” protes gue saat tangan Donny angkat gue bangun.

“tunggu rey disini” pintanya di depan pintu, mata gue ada yang aneh sekarang, itu mobil pada bengkok posisinya, atau tepatnya bentuknya kayak jajar genjang,

“ayo balik, gue pusing ini” gue ngomong udah kayak orang mabuk, nadanya naik turun. Gak mungkin gue minum soda mabuk,

“Don… siapin mobil” suara rey dari samping, wajahnya gak begitu jelas, tapi masih ganteng juga.

“Ayooo”

“Pusinggg gak kuat” kata gue pegangan ke tembok, bukan tembok tapi badannya rey. Mirip tembok kalau kayak gini.

“eeehh ngapain!!!” pekik gue pas rey langsung gendong di punggungnya,

“Pegangan” katanya pelan, tapi gue nurut aja.

“badan lo kecil tapi berat ya?” katanya sambil jalan.

“Enak aja, gue langsing!!, kayak cewek-ceweaaak pas lo ngobrol!”

“Lo cemburu?”

“Iaahhh, gue cemburu!, tapi gue sadar diri kok. Hahaa” gue rasa ucapan yang keluar begitu aja dari mulut. Rasanya pengen keluarin unek-unek, tapi kepala gue jadi pusing.

“Lo mabuk kayaknya”

“Gue gak mabok oke, gue cuman pusing!”

“Dan yang perlu lo tau, gue udah senang bisa kenal lo kok haha” kata gue langsung sambil tepuk pelan pipinya. Semakin banyak ngomong gue semakin pusing. Dan milih pejamin mata,

Kerasa gue rebahan di jok, mau buka mata takut pusing, gue milih pejamin mata lagi.

***

“gue bawa ke kamar, lo bawain pakaian gue di hotel ya don~” suara samar-samar rey dan kerasa tubuh gue kembali di gendong lagi. Dan kerasa gue rebahan di tempat yang lebih empuk.

Anehnya lagi mata gue gak mau kebuka, rasanya mau pejamin terus. Kalau begini gak lagi gue mau minuman model kayak gitu lagi.

Dalam sekejap gue kehilangan kesadaran gue lagi, dan gak lama kerasa pakaian gue ada yang buka perlahan.

Bersamaan mata gue terbuka dengan sangat berat. Mata gue bertatapan dengan rey, tapi masih terasa buram dan agak sedikit pusing,

“uhhmmmm” pekik gue dalam hati pas rey cium, gue gak bias nolak. Tubuh gue terasa kaku buat nolak, reflek gue juga cium bibirnya sebagai balasan.

Gue pertama kalai di cium seperti ini, rasanya begitu hangat dan tak mau gue lepas. Kini lidahnya masuk sambil gigit bibir bawah gue pelan. Gue juga gigit bibir atasnya.

“eggnggh” lenguh gue pas ke dua tangan gue di tahan, dan hebusan pelan di leher gue, semakin lama semakin cepat

“SSSShhhhhhhh aahhh” gue mendesah pelaan karena gak kuat rasa geli di leher, di tambah tangan gue gak bisa gerak.

Dan gak lama pakaian gue terasa tersingkap, gue gak bisa lihat jelas karena agak gelap di tambah mat ague jadi buram.

“AHhh ssshh ~” desah gue sambil pejamin mata pas lidahnya jilatin tepat di putting gue,

“Ouhhhhhhh geli” pekik gue lagi pas giliran putting bagian satunya lagi. Gue cuman bisa menggeliat saat buah dada gue di remas sambil putting gue di hisap.

Kini giliran kerasa sesuatu di bagian bawah gue di lepas, mungkin celana. Tapi gue gak pakai celana, gue gak bisa berpikir jernih saat ini.

“sshshhh aahh” dan lagi gue mendesah pasrah saat selangkangan gue di elus perlahan, kerasa juga dua jarinya di bulu vagina gue dan gak lama dua jarinya di vagina.

“SSSSHh aahhh “ tubuh gue langsung menggeliat pas jarinya sentuh bagian sensitive gue, yaitu klitoris.

“ohhhhhh ohhh” lenguh gue lagi pas satu jarinya masuk ke vagina gue dan di gerakin maju mundur perlahan.

Pinggul gue terasa ke angkat dan di ganjal bantal dua,dan kaki gue terbuka selebar mungkin karena pinggul terasa terangkat tinggi.

“SShhh, ssuuhhhhh” gue cuman bisa mendesah doing karena mau bilang sesuatu pun gak bisa, kali ini vagina gue di hisap sambil salah satu jarinya keluar masuk di vagina gue.

“sshh ohhh ohhhh,” kaki mulai terasa gemetaran saat bibirnya menghisap klitoris gue dan juga kocokan jarinya cukup cepat.

“AAAHHHHHHHHHHHH, “ jerit gue panjang pas kerasa gak kuat tahan kencing, dan akhirnya gue kencing, tapi badan gue terasa gemeteran. Nafas juga terengah-engah.

Apa mungkin tadi gue klimaks, Rasa beda banget dari klimask biasanya, rasanya kencing yang sangat banyak tadi.

Nafas gue masih terengah-engah, apa gue mimpi lagi, tapi rasanya begitu nyata. Ini kedua kalinya gue klimaks dengan orang yang tak begitu jelas, antara rey atau bukan.

Yang jelas gue gak bakalan minum yang banyak lagi, karena hasilnya gue mimpi yang sama lagi. Dan sekarang gak bohong mata gue benar-benar berat banget,

***​

Ada yang menganjal saat gue baru berbalik, dan terasa tangan merangkul pinggang gue. Mau gak mau gue paksa berbalik sambil buka mata.

“EHHHH?” pekik gue tersadar ternyata rey yang di belakang gue,

“ngghh…. Udah bangun?” tanyanya buka mata,

“kenapa lo ada disini?” dalam hitungan detik jantung gue langsung berdebar kencang, gue juga langsung bangun.

“tidur bareng ” jawabnya enteng langsung ttarik selimut lagi, dengan jantung yang masih berdebar gue milih ke dapur buat sarapan.

Itu inisiatif gue buat sarapan sebagai tanda terima kasih ke rey, dan semoga dia suka sama nasi goring gue.

“heee?” pekik gue terkejut karena baru sadar pakai baju tidur, padahal gue ingetnya masih pakai gaun,

Wajah gue juga gak terasa ada makeup juga, apa gue mimpi lagi??. Kok jadi bego gini gue bangun tidur.

“Masak apa shanty?” suara rey di dapur bikin gue tersadar dari lamunan, dan sadar juga minyak udah panas.

“Ehh, masak nasi goreng hehe, “ gue jadi salah tingkah kayak gini,

“Gue mau Tanya boleh?” gue beraniin diri setelah nasi gorengnya jadi, gak lucu kalua nasi goreng gue gosong gara-gara kepikiran soal semalam.

“Habis makan aja tanyanya” senyum gue pas rey siap-siap mau makan. Terpaksa tunggu dia selesai makan.

“Tanya apa?” tata cara dia makan bikin gue kagum, mulutnya di lap ada alurnya dari kiri terus ke kanan, sendok sama garpu juga.

“Soal semalam, ituuuu”

“Lo mabuk, “

“Terus, siapa yang gantiin pakaian gue?” itu yang bikin gue penasaran.

“Gue”

“HAAAAA?? Terus lo liat isi gue?”

“Isi apa? Onderdil lo?”

“issh, serius ah!”

“yups, lihat semua kok. Dan tipe body lo ideal kok” jawabnya begitu entengnya. Nafas gue kayak terhenti dengarnya. Dan masih gak percaya dia lihat tubuh gue.

“pasti lo bohong!!”

“Gak kok, ngapain juga bohong, bulu lo juga lebat juga sama ada tahi lalat juga di atasnya”

“AAHHHHh!!” jerit gue pas di jelasin dengan benar semuanya. Rasanya gue mau lompat atau terjun bebas.

Mau tau rasanyanya, MALUUUUUUU… ada yang tau selain gue sendiri, gue mau marah gak bisa, rasa malu gue lebih besar dari pada emosi gue.

“buat apa malu juga, semua cewek juga pasti sama juga kan?”

“Bukan itu,… gue maluu!!”

“berarti gue dong yang pertama lihat lo gak ada yang lain?”

“Iah, gak ada!”

“Masa? Lo gak ada punya cowok?”

“Gak punya!!, “

“kalau gitu, lo mau jadi my girl friend?” pertanyaan bikin gue lemes dan mau pingsan. Walau Bahasa inggirs gue jongkok, tapi gue ngerti apa maksudnya.

“hello?” otak gue kerasa kebalik, gue gak bisa mikir buat hal ini. Kalua boleh di ibaratkan, rasanya kayak ketilang polisi dan di tanya, Saya tilang apa damai, kalua damai duit gue melayang, dan kalau gak damai gue di tilang.

Tapi sebenarnya gue takut salah pilih, karena gue tau standar orang kayak rey, gak mungkin tipe orang kayak gue Bahasa inggris aja jongkok, apaa lagi badan gue gak tinggi langsing.

“Gak usah jawab sekarang, tapi yang jelas gue serius” katanya bangun dari tempat duduknya dan usap rambut gue.

“dan satu lagi nasi gorengnya lezat, gue suka”

Boleh pingsan gak sih, kalau boleh gue pingsan sekarang. Gue masih belum yakin jawabnya, kayaknya mimpi lagi ini. Gue mau tidur lagi, semoga ini mimpi.

***

Seharian gue gak keluar villa, dan rey sama Donny keluar. Sekitar malam baru datang lagi, dan minta di buatin makan malam.

Gue masih gak yakin mereka suka masakan gue, tapi baguslah kalau mereka suka. Bearti gue ada bakat buat masak.

Sebelum masak gue mau telepon papa sama dulu, gue mau curhat soal rey tembak gue di pagi hari yang aneh bin ajaib,

“Maaaaa “ panggil gue dari ponsel dan sengaja gue loudspeaker.

“Iahh sayang, sinyalnya jelek, “

“papa mana?”

“ada di samping ada apa?”

“hehehe, begini shanty mau tanya ke mama sama papa, “

“tanya tentang cowok kemarin?”

“ahhh,, jangan ledekin ahh, tapi emang iah sih ehhehe”, gue langsung jelasin singkat soal tadi pagi, tapi ngak soal ganti baju di ganti sama rey.

“Kalau mama jadi shanty gimana? Bakalan terima apa ngak?”

“dan papa, kalau cowok ungkapin secara langsung kayak gitu, main-main apa emang beneran suka?”

Dua pertanyaan yang membuahkan satu kata yaitu “HMMMMMM”,

“Kalau menurut mama, tanya hati kecil kamu. Soalnya dulu mama sama papa ketemunya gak sengaja juga, tapi lebih keren”

“Kerennya?”

“iah kerennnya di kenalin hahaha” jawab mama,

“ihh serius maaa ahhhh!”

“serius shanty, tanya hati kamu sendiri. Bagaimana dia perlakukan kamu, sopan apa ngak, yang bisa nilai cuman kamu sendiri”

“terus kalau papa?”

“kalau menurut papa”

“HMMMMMMMMMMM”

“ahhh papa ayolah cepetan, gimana menurutu papa” kuping gue udah panas nunggu jawaban mereka beruda.

“Kalau papa sih kalau udah serius, bakalan ungkapin sepenuh hati, dan menurut kamu dia ucapinnya sepenuh hati apa ngak?”

“HMMMMMMM” giliran gue yang ngomong hmmm.

“ya udah, shanty pikiran lagi yah, nanti di kabarin lagi, hehehee, “

“iah, hati-hati,”

“byeeeee muah muahh” gue langsung tutup teleponnya, dan dari jawaban papa sama mama, udah gue simpulin kalau gue harus tanya ke hati gue sendiri.

Walau hati gue jawab yakin, tapi masih belum percaya aja, otak gue gak konsisten sama hati. “ayoo shantyyy, pasti bisa”

Harus jawab, ia apa ngak aja susah setengah mati, lebih susah daripada soal ujian kemarin. Nanti lihat aja kalau rey tanya lagi aja. Sekarang gue siap-siap buat masak makan malam.

Bersambung