Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 99

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 99 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 98

Hari berlalu bersama dengan kekasihku yang ganteng ini. Tak terhitung aku melakukan persetubuhan dengannya, tapi yang membuatku sangat menyukai kekasihku ini adalah ketika aku mengulum itunya yang besar dan ketika dia memainkan milikku dengan lidahnya. Aku selalu dimanjanya dengan gaya sok dewasanya, tapi memang semakin hari dia semakin terlihat dewasa. Ah, aku saja mungkin yang terlalu egois tidak pernah sama sekali memanjanya.

Hari ini akan ada rapat jurusan pukul 09:00 hingga selesai biasanya dimulai pukul 09:30 hingga pukul 14:00 dengan jeda pukul 12:00. Aku berangkat seperti biasa pukul 07:30, mencium tangannya, kecupan di bibir dan langsung berangkat meninggalkannya berada dirumah. Setelah sampai di gedung jurusan dimana kau bekerja, aku melakukan hal biasa sebelum rapat.

Mengobrol dengan era dan beberapa staff lainnya di ruang TU. Sebenarnya tidak begitu penting rapat kali ini karena pada dasarnya semua telah dibahas minggu lalu, ya mungkin untuk menghabiskan anggaran saja. tepat pukul 09:00 beberapa dosen naik ke lantai atas dan ada juga yang langsung izin tidak mengikuti rapat. Aku kembali keruanganku untuk mengambil tas saja, maklum paling hanya dengar-dengar saja di ruang atas. sesampainya di ruanganku betapa terkejutnya aku melihat kekasihku sedang duduk di kursi depan mejaku.

Lho bukannya jadwal bimbingan besok ar? ucapku, ingat profesional!

ndak bu, pengen sekarang ucapnya

tapi aku ada rapat? Mau nunggu sampai nanti jam 2–an? ucapku, tapi kulihat beda diwajahnya tampak sedikit menahan sesuatu

dosen lain kemana bu? ucapnya tiba-tiba

tuh pada naik semua, kosong lantai 2 ar ucapku, aku duduk sebentar dan kulihat kekasihku berdiri dan menutup pintu dan menguncinya

eh, kok dikunci? Aku mau rapat lho ucapku tapi pandangan matanya yang menahan sesuatu membuatku teringat akan malam tadi

ade, mas pengen banget boleh ya? ucap masku yang memelukku dibelakangku sambil tiduran di kasur

gimana ya ndak ah godaku

ayolah dek, pliss mas pengen banget ini ucapnya memohon, aku berbalik dan mencium bibirnya

maaaaaaas.. besok ya, ade capek banget. Mas kan tahu tadi kalau ade harus ke univ tetangga untuk presentasi penelitian bareng sama erna, pliss besok ya ucapku memohon karena memang pada dasarnya aku merasakan rasa yang sangat lelah. Sebenarnya mudah bagiku untuk memberikan prasmanan kepadanya tapi aku tidak tega kalau aku hanya diam saja.

yaaah… iya deh… ucapnya tampak kecewa

bobo yuk mas ucapku

Hingga akhirnya kita tidut tapi mas tidak mengelus payudaraku, karena mungkin merasa kecewa dengan tanggapanku. Aku tetap memeluknya walaupun aku tahu dia kecewa, maaf ya mas.

Ingatan itu kembali ke dalam pikiranku dan tanpa sadar kekasihku sudah ada disampingku. Aku melihatnya menahan sesuatu yang sudah tidak dapat ditahan lagi. Aku diam, bingung harus bagaimana, kalau saja aku menolaknya dan marah. Aku nanti pasti didiamkan olehnya, ndak mauuuuuuuu…. tiba-tiba saja kedua tanganku di tarik kebelakang olehnya dan diikat di belakang kursi.

maaf bu, kalau saya kasar… saya sudah tidak tahan, pacar saya sudah dua hari kecapekan ucapnya, haduuuh benerkan apa dugaanku.

ta… tapi inikan… aduh mas eh ar… ada dosen diluar sana ucapku, arya kemudian mendorong kursiku kebelakang, rokku diangkat hingga celana dalamku terlihat

tadi ibu bilang, semuanya dilantai dua… maaf bu ucapnya, berlutut dihadapanku dan meanrik celana dalamku hingga lepas

ar jang ahhhhh… erghhh mmmmppphhh…. erghhh… ahhhh… mmmmppphhh… racauku tertahan, tak mungkin aku menolaknya aku hanya bisa menahan ketika vaginaku mulai dijilatinya. Ini adalah bagian yang aku suka, benar-benar menyukainya

ar… aku mohon jangan! ucapku sedikit keras, arya kemudian menengadah dan memandangku

terserah ibu mau menyobek Tugas akhirku atau membuangnya ucapnya

Aku rasakan kembali lidahnya mulai menjulur mejilati vaginaku dari pangkal bawah hinggan ke bagian atas vaginaku. Lidahnya naik turun seperti menjilati es krim dan selalu berhenti di bagian klitorisku. Aku mendesah tertahan tatkala lidahnya mulai liar dan menusuk-nusuk vaginaku. Kedua tanganku yang terikat hanya bisa membuatku menggeser pantatku ke kanan dan kekiri.

erghh… mas pelanhhhh… pelannhhh jangan dikocok kerashhh ah kerash nanti ada yang dengarhhh… rintihku mencoba berbisik kepadanya, profesionalku kadang hilang ketika tubuhku sedang di bajak oleh kekasihku yang nakal ini

Jari tangannya menyeruak masuuk ke dalam vaginaku dan membuatku sedikit mengangkat pantatku. tapi satu tangannyamenahan pahaku, satut tangannya masih sibuk mengocok vaginaku. Lidahnya terus saja menyedot dan menjilati klitorisku.

Arghhhhhhhhh…. egh egh egh… tubuhku mengejang mengalami orgasme, cairanku mengalis dari vaginaku dan langsung di sedot oleh bibirnya.

Setelahnya tanpa memberiku istirahat, arya langsung melumat bibirku. Tangannya meremas payudaraku, satu persatu kancing bajuku dibukanya hingga tangtop didalmnya ditarik keatas. Bra penutup payudaraku ikut ditariknya keatas. Tangannya mulai meremas susuku, aku sudah hanyut dan ciuman dibibirku ku tanggapi dengan lembut.

Yan… ucap erna dari balik pintu, terdengan bunyi ketukan beberapa kali dan erna mencoba membuka pintu

mas berhenti dulu ucapku, dan arya memandangku dengan tetap meremas susuku

ada apa er? ucapku

ndak ikut rapat kamu? lagian kenapa pintu dikunci segala ucapnya

tinggal saja er, sebentar lagi mau ganti baju ucapku sekenanya

oalah mbok ya dikamar mandi kenapa, ya sudah aku naik dulu ucapnya

Ku pandangi lagi wajah penuh nafsu arya, terdengar suara langkah yang mulai menghilang. Tanpa menunggu lama, bibirku dilumatnya kembali dan membuatku kembali terbakar. Ciumannya turun keleherku, lidahnya mulai menjilati dan leher turun hingga bukit kembarku. Lidahnya mulai memainkan puting susuku dan satu tanganya memencet, memilin dan menarik-narik pting susuku.

arghh… pelannhhhh mmmhh… mashhhh ahhhh yah terush mas terushh… ucapku

Secara bergantian terus menerus, hingga wajahnya melihatkan kepuasan memainkan susuku. Dia kini membuka celananya dan mengeluarkan sesuatu yang aku takutkan dan aku sukai. Dengan berdiri, penisnya tepat berada dibawah mulutku, kepalaku kemudian di dorong dengan pelan agar segera menikmati penisnya. Mulutku langsung terbuka untuk melahap penis besarnya. Kepalaku ditariknya maju mundur, ah, kekasihku ini ingin memperkosa pacarnya sendiri. dasar!

ah, bu dian enak banget mulutmu bu… oh… kontolku enak banget bu didalam mulut kamu ucapnya, kasar banget sih ngomongnya, uuuuh!

ayo bu terus bu lumat sampai habis kontolku bu arghh… yah bu terus terus… mmmmhhh ucapnya dengan suara pelannya

Tangannya terus membimbing kepalaku maju mundur tapi kemudian tanpa panduan tangnnya itu kepalaku aku gerakan lebih cepat. mengulum, menyedot batang kejantanan miliknya yang juga milikku ini. akan aku puaskan batang ini, selang beberapa saat kepalku ditariknya dan dilepaskannya kulumanku.

bu, aku ingin memasuki vagina ibu, boleh ya bu? Semalam aku tidak diberi sama pacarku bu ucapnya, aku tidak menjawab hanya menggigit bibir bawahku saja dan memandangnya penuh dnegan hasrat ingin merasakan orgasme untuk kedua kalinya

Tubuhku ditarik maju sedikit, pahaku dibuka lebar. Aku semakin menggigit bibir bawahku, selalu aku ingat penis yang masuk kedalam vaginaku ini adalah penis yang pasti membuatku kesakitan dulu. Perlahan arya memasukan penisnya, kepala penisnya membuka pintu sempit itu. aku sempatmeringis kesakitan tapi ekspresiku itu tidak membuatnya berhenti tetap mendorong dan mendrong masuk hingga semuanya amblas tertelan oleh vaginaku.

owh bu… didalam enak bangeth buh oh. Yah ah ah racaunya mengocok penisnya ke dala vaginaku

mmmpphhh… pelanhhh mashhh erghhh… aku sudah tidak bisa menolak, aku sudah tidak peduli jika aku ketahuan, masa bodoh! Pacarku harus aku puaskan!

Tangan kanannya bergerak memainkan puting susuku sebelah kanan, sedangkan tangan kirinya bermain-main di kliitorisku. Aku membungkuk di kursiku, sakit punggungku tapi aku tahan. Semakin lama pompaan pinggul arya semakin cepat, semakin liar.

vagina ibu memang enak banget, sama persis dengan pacarku bu… arghh… enak bangeth bu enak bangeth… arghh… aku ingin didalam terushhh ah ah… racaunya

ergh… mmppph ergh mmpphh mpph mpphh mmpphh hanya itu yang keluar dari mulutku selain tak ingin suaraku terlalu keras, tapi suara arya terlalu keras juga

aku meraskan tubuhku seperti terkena sengatan ketika goyangan pinggulnya semakin keras. Putingku yang dimainkannya memberiku sebuah sensasi tersendiri apalagi bagian klitorisku juga dimainkannya. Arya selalu tahu yang aku inginkan, selalu paham bagian mana saja yang ingin disentuh olehnya.

lebih cepathhh… aku hamppphir sampaiihh massshhhh erghhh… terushhh mas lebih cepathhh… racauku

ah pasti akan saya buat ibu merasakan kenikmatanhhh… aku juga hampir sampaih buh owhhh vaginamu benar-benar nikmath… ucapnya, dan…

Croot croot croot croot croot

Aku rasakan spermanya keluar, bersamaan dengan orgasmeku. Aku mengejang tubuhku tak mampu melengking dikarenakan posisiku yang memebungkuk. Kurasakan cairan hangat itu menembak beberapa kali didalam vaginaku.

Kedua tangannya bertumpu pada sandaran kursi, tubuhnya membungkuk memandangku. Daguku diangkatnya dengan salah satu tangannya dan didaratkan ciuman di bibirku. Aku balas ciumannya, inilah yang selalu membuatku nyaman.

Tak pernah dia langsung meninggalkan aku setelah menikmati tubuhku. Elusan lembut pada kepalaku semakin membuatku selalu jatuh dalam pelukannnya. Setelah puas berciuman dan memanjakan aku, diambil tisu dan sisa sperma yang mengalir dari vaginaku dilapnya. Di tariknya tubuhk hingga aku duduk sempurna, dirapikan lagi semua pakaianku dengan senyumannya. Kulihat itunya masih tetap berdiri, ah, aku merasa bersalah. Dibukannya ikatanku, dan sebuah pelukan mendarat di ditubuhku.

maaf ya… ucapnya

asal mas senang… ucapku, membalas pelukannya. Batangnya masih tetap berdiri tegak dan semakin membuatku tak enak dengannya. Dikecupnya bibirku, dan kemudian dia pamit melangkah keluar.

besok tidak usah bimbingan lagi, langsung daftar ujian saja ar ucapku dengan nafas sedikit tidak teratur

eh, iya bu… tubuhnya berbalik dan membungkuk kearahku, aku tersenyum kepadanya.

Arya kemudian keluar dari ruanganku, tali yang dibuatnya untuk mengikat tanganku masih melingkar disalah satu tanganku. Aku tersenyum memandang tali itu, karena tali itu adalah tali Bra-ku. Dasar ada-ada saja kekasihku ini.

To : Erna
Aku pulang, ndak ikut rapat ada urusan

From : Erna
Iya, lagian rapatnya Cuma bercanda aja isinya

Segera aku beranjak pulang, spermanya aku rasakan mengalir keluar dari vaginaku. Tapi masa bodoh, aku ambil air minum dan sejenak aku meminum segelas air setelah pertarungan ini.

To : Arya My Savior
Langsung pulang ndak usah mampir2

From : Arya My savior
Iya, ini dah mau pulan kerumah

Segera aku melangkah ke mobilku, terasa spermanya membasahi celana dalamku. Masa bodoh, seandainya saja ada yang mengalir dan mencium baunya. Dengan langkah cepat aku menuju mobilku, ku nyalakan mesin dan berangkat menuju rumah dimana kekasihku sudah menunggu. Sesampainya dirumah kudapati motor Arya sudah di garasi. Dengan langkah lebih cepat aku memasuki rumah, pintu aku tutup dengan masih menggunakan . Arya masih memegang segelas air minum memandangku. Kuambil tali tadi kuperlihatkan, wajahku menunduk.

lagi… ucapku lirih

Kletek… terdengr suara gelas yang diletakan, aku masih menunduk dan langkahnya semakin dekat kearahku. Melewatiku dari samping dan kemudian tepat dibelakangku kedua tanganku ditariknya kebelakang, tali yang aku genggam kemudian digunakan lagi untuk mengikat kedua tanganku dibelakang. Tubuhku didorongnya dengan pelan hingga menyetuh tembok

Kedua tangannya bergerak kedepan dan membuka blazzerku hingga kebelakang, begitu pula dengan bajuku ditariknya dan dibuka dengan kasar hingga kancing bajuku terlepas semua. Tank-top puithku ditarik ke atas dan braku pun bernasib sama. Tangannya meremas susuku sembari mendorongku hingga menempel di tembok. Tangannya memainkan puting susuku yang tergenceti ditembok. Pipi kananku menempel ditembok dan hanya bisa menahan nikmat dan sedikit ketakutan.

punish me dear, punish because last night… ucapku

ill punish you with my love ucapnya

Lidahnya menjiliati tengkukku dan bergerak kedepan hingga ke bibirku. Sulit untuk berciuman tapi lidah kami saling bersentuhan. Tubuhk ditariknya kebelakang sedikit agar tangannya bisa menikmati susu dan putingku. Remasan dan permainan memencet dan menarik putingku membuatku mengrenyitkan dahiku. Tak lama tangannya bergerak kebawah, menarik rokku hingga kepinggangku, celana dalamku yang masih basah ditariknya kebawah. Tangannya mulai memainkan bagian sensitifku membuatku menjerit nikmat.

aarghh… pelan mashhh shhhhhh mmmhhh… ucapku

lebih baik tidak melawan… ucapnya, membuatku semakin ketakutan akan apa yang akan dilakukan oleh kekasihku

Dengan posisi masih menempel ditembok dan memakai sepatu hak tinggi ini. arya kemudian menurunkan celana dalamku hingga terlepas, ditariknya pinggulku sediki kebelakang. Dengan berjongkok dibelakangku aku, dia memasukan jarinya kedalam vaginaku. Kurasakan dua jar masuk bersamaan ke dalam vaginaku. Tanpa berlambat-lambat, dia langsung mengocok dengan sangat cepat di vaginaku

arghhh…. ahh ahh ahh… racauku, aku sudah tidak berani melawan lagi hanya menjerit menerima perlakuan darinya

ayo katakan, jika tak bicara aku akan berhenti begitu ucapnya, sembari salah satu tangannya meremas lembut susuku

terus mas… terus… ade mau diapakan sama mas… terus kocok terus hukum ade yang nolakkhhhhh mashhh erghhhh racauku memohon, kocokan pada vaginaku terasa sangay cepat dan lebih cepat dari sebelumnya

ah mashhh mashh… ade mauhhh pipis ini beneran pipis… arghh… masshhhh…. aaaaaaahhh egh egh egh teriakku

Entah kenapa sekarang bukan hanya cairan yang keluar tapi sekarang yang keluar seperti aku pipis tapi aku juga mencapai orgasmeku. Tangannya masih berada didalam, vaginaku dan setelah tuntas, tangannya dikeluarkan dan disodorkan di mulutku. Aku langsung melahapnya, sembari beberapa kali mengejang. Tanpa memberiku istirahat, arya langsung mengeluarkan batang kejantaanya dengan satu tangannya. Dan…

erghhh…. rintihku, diangkatnya kaki kiriku dan dia mulai menggoyang

ah lebih keras mas…pejuhi seluruh tubuh ade, ade yang menolak mas semalam… ayo mas lebih keras lagi…ade mau mas mejuhi seluruh tubuh ade…. ah ah teruushhhh masshhh ade suka kontol mashh ah ah… racauku semakin liar

mas akan pejuhi ade…owh…yah memek ade nikmat, tempik ade sangat nikmat sekali yahhh enak… racaunya

ah… kontol mas nikmat, ademau dikontoli mas terushhhh pejuhi seluruh tubuh ade… ade mau dipejuhi seluruh tubuh adeeee… ah… terush mas… racauku

Setelah lama menggoyang pinggulnya dengan kakiku masih diangkat satu.

mas deh masu keluar… teriakku

mas jugah… ucapnya

sirami tubuh ade dengan pejuh mas… pejuhi adeeeeeeee aaaaaaaaaaaarghhh teriakku

Tubuku mengejang, kakiku dilepaskannya hingga aku beringsut kebawah. Penisnya terlepas, dan ara masih berdiri, dengan kulirik dia sedang mengocok hingga…

Crooot croot croot croot croot

Spermanya muncrat ke seluruh tubuhku, wajah, rambutku, bahu pinggang bahkan sisa yang masih menetes dioleskan ke pantatku. dia berlutu mengahadapku, tubuku ditariknya kebelkang hingga aku bersandar di dalam pelukannya. Dielusnya kepalaku, di bersihkannya sperma-sperma itu dengan jarinya dan dimasukan kedalam mulutku. Pelukan mesra nana hangat membuatku semakin hanyut dalam cintanya.

mas… ucapku

hmm…maafin ade ya ucapku

maafin mas memperlakukanmu seperti ini ucapnya

ndak papa ade seneng kok, asal mas senang…habis ini ade dimandiin sama disuapin ya ucapku

pasti sayang…pasti… ucapnya

mas imajinasinya aneh-aneh deh, gara-gara videokan.. ucapku

eh, ndak kok ucapnya

ade sudah nonton semua video di sematpon mas ucapku

hah? ucapnya terkejut

ndak usah malu mas, yang penting mas seneng ade juga seneng. Cup…lakukan semua yang kamu inginkan asal kalau sudah punya momongan jangan sampai ketahuan ucapku tersenyum

iya… ucapnya kembali memelukku, sembari mencium pipiku

ade mau diikat sampai kapan? ucapku

eh, maaf…tapi kayaknya diikat saja deh, kan nanti mandi dimandiin, makan disuapin godanya

aaaaa…ndak bisa peluk mas nanti, ndak bisa mainin punya mas, ndak mauuuu…lepasin mohonku manja

iya, iya, mandi sekarang? tanyanya, aku mengangguk tersenyum

Ikatanku dilepas dan aku ditelanjanginya, dibopongnya aku ke kamar mandi. Sembari menunggu bathub penuh dengan air, aku mecium bibirnya dan masih dibopongnya. Selang beberapa saat aku direbahkan di bathub, kulihat lelakiku sedang melepas semua pakaiannya dan kemudian masuk dibelakangku aku dipeluknya.

mas jahat ternyata ya… ucapku

maaf maaf… ucapnya

hi hi… mmmmppph…. tawaku kemudian kami berciuman sambil dia meremas lembut payudaraku

nakal… ucapku

bu dosen sih… ucapnya

ade pengen berendam dulu, mas nemenin ade ya ucapku

pasti… ucapnya

Tempat berendam ini kemudain menjadi tempatku mandi. Diguyurnya kepalaku dengan air, dikeramasi. Tubuku diangkat hingga dia bisa menyabuni semua tubuhku, dan kemudian direndam lagi. Begitulah hingga aku menunggunya sebentar untuk memberseihkan diri dan dibopongnya menuju kamar. aku benar-benar manja ketika bersamanya, tak mau sedetikpun aku tidak dimanja olehnya. Rambutku dihandukinya, tubuhku, dan dibalutnya tubuhuku dengan handuk.

yang… ucapnya

iya sayaaaang… ucapku

seksi banget ya ade kalau Cuma pakai handuk ucapnya, sambil mengelus gundukan payudaraku

iya deh, hari ini ade pakai handuk saja bagaimana? ucapku

eh jangan handuknya kan basah nanti ade sakit ucapnya, so swiiiiiit

oh ya sebentar mas… ucapku, kemudian berdiri dan mengambil jarik kulilitkan ke tubuhku dengan memperlihatkan sebagian besar payudaraku dengan puting tertutup

gini? ucapku dan dia mengangguk, aku langsung membuka tanganku

maem ucapku, dia tersenyum dan langsung membopongku

iih mas mesum, ndak pakai celana ucapku

yang lihat juga Cuma kamu sayang ucapnya pede, sambil membopongku berjalan menuju dapur

mmm… kalau misal keluar ade boleh tidak memakai pakaian seksi kaya gini ucpaku

ndak boleh! ucapnya tegas dengan mata sedikit mendelik

eng kalau lihat jangan gitu ade taku, iya ade ndak bakal pakai seksi kalau keluar tapi jangan serem gitu ucapku

eh, iya maaf refleks ucapnya kemudian tersenyum

nah gitu, tambah ganteng ucapku

Sesampainya didapur arya eh mas mengambilkan aku sepiring nasi penuh. Dan mulai menyuapiku tapi batangnya yang berdiri membuatku ngeri sendiri.

mas, pakai celana dulu, ngeri lihatnya ucapku manja

eh, iya sebentar ya, tapi a dulu balasnya, dengan secepat kilat mas ke kamar dan kembali sudah memakai celana dalam

Ah, hari ini sangat melelahkan. Setelah ini aku ingin tidur dalam pelukannya, pelukan hangat dan tentunya elusan-eslusan dari ujung-ujung jarinya. Setelahnya aku rebahan di kamar bersama kekasihku dan bercakap-cakap hingga kantuk menyerang kami. aku masuk dalam pelukannya dan pasti aku selalu ingin payudaraku dielusnya. Aku lelah, sangat lelah tapi aku sangat menikmatinya seandainya saja aku masih punya tenaga, aku pasti mau lagi asal dengan kamu iya kamu uuuh jelek!

Malam hari…

ergh yang pelan dulu yang ehhh… mmm… ucapku

maaf sayang, lha pantat ade bikin gemes.. ucapnya

Posisiku menungging, dengan kedua tanganku tertekuk. Payudaraku tergencet oleh tubuhku sendiri, di belakangku ada seorang lelaki yang sedang menyutubuhiku. Pinggulnya bergoyang pelan, pelan, semakin cepat dan membuatku hanya bisa merintih karena nikmat yang aku dapatkan dari laki-laki ini, arya.

arhhh…ini emmmmh… ayo sayang lebih keras lagi setubuhi anjing betinamu sayang… racauku yang mulai liar, tubuhnya kemudian membungkuk dan memelukku

kamu memang yang terindah, aku tidak bisa lepas darimu, cintahhhh aku mencintaimu owh… yah… aku sangat mencintaimu… ucapnya yang kemudian kembali ke posisinya dan mulai memompa lagi

Kata-katanya, itu hal biasa tapi dalam posisi seperti ini membuatku semakin bertekuk lutut. Ya, kadang beberapa orang lupa mengatakannya walau itu hanya tiga kata tapi efeknya bagiku sangat uuuh.

ahhh aku juga sayang aku cinta kamu, berikan aku cintamu sayang ayo setubuhi lebih keras lagi… aaah.. tubuhku milikmu, cintaku mi….likhhh ahhhh mu… racauku

ya sayang…kamu milikkhhhhku selamannnnnnyaaaahhhhh enak seklai didalam sini ouwhh… yah enak sekali… aku hampir sampai… racaunya

aku juga sayang mmmphhh… racauku

Selang beberapa saat tubuhku kembali mengejang, ceceran air hangat keluar dari vaginaku. Kurasakan beberapa tembakan spermanya berada divaginaku. Aku hanyut, tubuhku lemas. Dipeluknya tubuhuku dan terjatuh ke samping, aku paling suka ketika tangannya mulai mengelus kepalaku. Bibirnya menciumku…

terima kasih sayangku, aku sangat mencintaimu… ucapnya,

heem… aku tertunduk dan hanya bisa mengangguk mendengar kata-katanya dan perlakuannya

cinta kamuuuuuhh… mmmhhhhh cup cup berkali kali dia mengatakan hal yang sama, bukannya membuatku risih tapi malah ingin selalu dibelai olehnya

Tubuhku berbalik dan memandanya…

lagiiii… ucapku manja

cinta dian selamnya… ucapnya sembari mengecup keningku, aku masuk ke dalam pelukannya

aku juga, Cuma kamu…cowok jelek yang bikin aku jatuh cinta ucapku

cowok jelek sama cewek judes he he ucapnya

eng… ucapku sembari memukul dadanya

capekan? Bobo yuk ucapnya

heem aku langsung berbalik membelakanginya dan tanpa permintaanpun tangannya sudah mengelus lembut payudaraku

minum apa itu de? ucapku, d pagi yang cerah memandang wanita yang mengenakan tank-top dan celana dalam. Aku merasa pernah melihat minuma itu, tapi lupa yang jelas beberapa hari ini dian selalu meminumnya

ramuan ucapnya sembari meminumnya

ramuan apa? ucapku

dari mamanya mas, biar rapet dan jepit! Biar ini nih ndak kemana-mana ucapnya sembari membetet hidungku

auch… sakit tahu… ucapku menghindar, aku tak memebrikan komentar masalah ramuan itu daripada mengingat yang lalu

yang… itu tambah gedhe ya? ucapku

iiih dasar mesum, pandangannya itu lho mbok yang lain ucapnya, aku langsung memandang selangkangannya

iiih… lihatna mesthi dua itu huh ucapnya lagi sembari menggelembungkan pipinya

ha ha ha… hening sesaat, aku pandangi wajahnya yang memerah itu. kembali dia tersenyum dan memandangku

I Love You ucapku

me too aryaaa… ucapnya

Aku selalu ingin mengajaknya jalan-jalan namun dia selalu menolak. Ya, mungkin memang benar aku masih mahasiswanya dan ditambah lagi aku belum meresmikan hubunganku. Bisa saja semua orang di kampus menilai bahwa aku memnfaatkan kekasihku untuk memberiku nilai bagus. Tak apalah, walau setiap hari aku selalu berada dirumah ini bersamanya. Hingga malam menjelang aku mengajaknya ke danau dan dia bersedia. Aku duduk bersamanya memandang danau yang disana ada sebuah keluara dengan seorang anak kecil sedang menghabiskan malam bersama. aku memandang ke arahnya, pandangannya selalu tertuju pada keluarga kecil itu.

ada apa yang? ucapku

ndak cuma seneng saja lihat mereka, pasti senang sekali wanita itu ya yang? ucapnya

eh, iya pasti… jawabku

aaaaaaah… desahnya sembari bersandar di bahuku

kenapa? ucapku, dia menengok ke arah wajahku

ndak papa… ucapnya

Kudekap tubuhnya yang lembut itu dengan kedua tanganku, sembari mengelus kepalanya. Lama kami terdiam hingga keluarga kecil itu kembali ke rumahnya, kulihat jam di taman menunjukan pukul 21:00, pantas jika mereka pulang. Setelah keadaan sepi, dian bangkit dan berjalan ke arah danau. Perlahan memasuki danau hingga air menenggelamkan lututnya. Aku menyusulnya dan mendekatinya.

Indah ya mas? Lihat itu bulannya ada dua ucapnya

eh, iya ada dua… satu untuk kamu satu untukku ucapku merayu

hi hi h isok romantis deh.. ucapnya, aku melihat sebuah guratan mendung di wajahnya. Aku bergerak kebelakangnya dan kupeluk dari belakang

ada yang kamu pikirkan? Tadi sewaktu berangkat ade senyum-senyum terus ucapku

sekarang kan juga senyum mas, yeee mas aja itu yang berlebihan ucapnya

tapi senyummu senyum terpaksa yang ucapku

eh… hening sesaat

katakan padaku apa yang menjadi beban pikiranmu ucapku

tidak ada… ucapnya

kenapa apakah aku belum mampu untuk mendengarnya? Yakinlah aku pasti mampu ucapku

Hening… aku peluk tubuhnya semakin erat…

kapan… ucapnya pelan

eh… aku mendengarnya

kapan mas mau menikahiku… ucapnya pelan dan membuat jantungku berdebar dengan kencang. Aku bingung, aku gelisah, bagaimana ini? memang benar jika aku harus menikahinya tapi sekarang aku masih belum mempunyai apa-apa. Jantungku berdebar ketika mengingat kembali pertanyaanya.

mas… ucapnya pelan

eh, secepatnya, yakinlah secepatnya aku akan menikahimu ucapku

terima kasih… jawabnya dengan senyuman walau sebenarnya aku bisa melihat kegelisahan hatinya

kok diem… ucapnya

eh… ndak itu anu… pengen peluk ade saja ucapku, pikiranku berkecamuk ketika mendengar kata-katanya. Ya, memang benar adanya tidak mungkin selamanya aku hanya berkumpul seperti ini saja. jika terlalu lama pasti dia akan hilang, aku harus secepatnya, secepatnya…

pulag yuk ade sudah ngantuk banget, habis tadi siang mas ndak ngajakin bobo malah ngajak bercanda mulu sih ucapnya manja

iya yuk bobo.. ucapku

Aku dan dian keluar dari danau, ku gandeng tangannya menuju rumah.

gendong? ucapku, dia mengangguk. Dan dian langsung naik ke atas punggungku.

Dalam perjalanan pikiranku terus berkecamuk atas pertanyaanya. Aku terus berpikir dan berpikir bagaimana caranya, dia sudah bekerja dan aku belum. Mudah saja bagiku meminta ibu dan keluargaku untuk menikahinya tapi makan apa?

kenapa mas diam? Jangan dipikirakan yang tadi mas ucapnya

eh, tidak yang… Cuma mas kan tahu ade ngantuk jadi ndak mas ajak ngobrol biar bobo ucapku mengelak

tidak usah khawatir, selama apapun itu… ade tetap akan menunggu mas, hingga waktu itu datang dan ade bisa memberi keturunan ke mas hoaamm… ade bobo ya mas… ucapnya membuatku semakin gelisah, aku hanya mengangguk menjawabnya

Dalam langkah menuju ke rumahnya, aku terus berpikir dan berpikir. Langkahku semakin pelan karena ada beban di otakku, ah lebih sulit dari yang aku duga. Hingga tiba dirumah, tubuhnya langsung aku rebahkan di tempat tidur. Nafasnya teratur kulihat wajahnya yang ayu itu pulas dengan tidurnya. Membuat teh tarik dan kemudian duduk dibelakang, menyulut dunhill untuk berpikir sejenak. Apa yang harus aku lakukan? Sebatang, dua btang, tiga batang hingga beberapa batang habis menjadi asap dengan minumanku masih setengah gelas.

sruurrrrp… lagi mikirin yang tadi ya? ucap dian tiba-tiba bersandar di pintu

eh, kapan ade… tidak hanya ingin merokok saja ucapku, walau sebenarnya ada ketakutan ketika aku ketahuan merokok

berpikir boleh tapi jangan pernah meninggalkanku tidur sendiri di kamar tanpa minta ijin, aku benci itu ucapnya

maaf tidak bilang tadi karena ade tadi sudah bobo ucapku, mencoba tersenyum dalam kegalauan

tidak usah dipikirkan… itu hanya intermeso saja kok, tidurlah sudah malam ucapnya, tanpa nada manja sedikitpun

aku belum ngantuk… ade tidur dulu saja ucapku

Dian kemudian duduk di sandaran tangan kursiku, diletakannya gelas yang ditangannya di meja sebelahku. Kemudian dia memeluk leherku…

aku tidak memaksa dan jangan kamu berpikir terlalu keras, karena aku adalah wanita yang tidak suka diduakan oleh pikiran-pikiran yang ada dalam pikiranmu. Aku tidak akan meninggalkanmu walau kamu belum siap menjadikanku ibu dari anak-anakmu.

Aku akan selalu berada disampingmu selalu, tak peduli apakah kamu memiliki pekerjaan atau tidak, asal kamu mau berusaha untuk mencarinya. Dalam otakku, dalam hatiku, dalam diriku, semua berkata hanya kamu yang bisa membahagiakan aku, aku akan selalu menunggumu… yakinla pada diriku, aku tidak akan kemana-mana… ucapnya di samping telinga kananku

baiklah jika kamu masih ingin disini, aku akan tidur lebih dahulu. Tapi jangan kamu korbankan kesehatanmu, dan ingat… aku tidak akan kemana-mana, karena aku sudah memiliki tempat yang nyaman disampingmu dan ingatlah hatiku sudah penuh dengan namamu, cup… ucapnya mengecup pipiku dan kemudain berdiri mengambil gelasnya, melangkah meninggalkan aku

tugas akhirku tinggal ujian kan? ucapku

iya… balasnya membelakangiku

boleh aku ujian nanti setelah aku tenang… aku ingin berpikir dulu ucapku

kapanpun, aku tunggu dikamar dan jangan lupa mandi atau sikat gigi… ucapnya mengingatkan aku akan bau rokok

Kini aku sendiri di pekarangan rumahnya, hanya sendiri memandang taman yang remang-remang cahaya lampu. Sebuah dunhill menemaniku lagi dan…

mbak echa, ya mbak echa dia pernah mengatakan padaku mengenai pekerjaan bathinku dan langsung berdiri dari tempat duduku

Setelah mendapatkan pemikiran mengenai mbak echa, aku malah bingung sendiri karena hari masih malam. Ingin rasanya segera bergerak tapi tetap saja tidak bisa, akhirnya aku duduk lagi. Ah, sial tapi dian pasti nanti pasang wajah cemburunya.

Bagaimana caranya memberi pengertian ya, kalau akhirnya aku bekerja di tempat mbak echa pasti dia akan marah-marah terus setiap harinya. Dan curiga, hadeeeeh… mbak echa, mbak ela, kenapa dulu bisa sampai-sampainya aku main bertiga sama mereka. segera ku beranjak dari tempat ini,membersihkan diri dan masuk ke kamar. kulihat dian sudah tidur memeluk guling, aku rebah dan ku peluk tubuhnya dari belakang.

sudahkah tenang? ucapnya

eh, sedikit… ucapku terkejut karena dia belum tidur

jangan terlalu dipikirkan… ucapnya

iya… ucapku, segera tanganku mengelus susunya dari luar tank-topnya. Entah kapan dian berganti pakaian, kupeluk tubuhnya hingga terlelap.

pagi hari…

yang, aku.. ucapku disela-sela aku menyuapinya, menceritakan ideku. Wajahnya langsung saja cemberut seperti yang aku pikirkan.

untuk sementara ade, yang penting untuk pegangan dulu nanti baru mencari yang lain ucapku

awas kalau macem-macem! ancamnya

iya, mas ndak akan macem-macem ucapku

Setelahnya dian berangkat ke kampus dan aku menghubungi mbak echa. Dengan riang mbak echa mempersilahkan aku untuk ke kantornya. Tak perlu waktu lama, aku langsung menuju ke tempat dimana aku PKL dulu bahkan satpamnya saja masih ingat denganku. Langsung aku menuju ke ruang mbak echa, tapi sebelumnya aku menyapa adik-adikku dan mbak ela di laboratorium. Setibanya aku diruang mbak echa, mbak echa senyum-senyum sendiri.

eh, papah… mau bertiga lagi ndak nih?ucapnya

mbak sudah deh, aku kesini untuk meanyakan pekerjaan. Aku sudah sama dian ucapku

waaaah dah ndak bisa nih ya hi hi hi sudah tenang saja, aku juga ndak bakal mau seandainya kamu datang minta itu lagi hi hi hi, soalnya nih udah gedhe ditambah lagi suamiku juga sudah bisa memuaskan aku sama ela, tapi beda tuh sama yang dibawah, lebih tahan lama yang dibawah itu ucapnya sambil matanya menunjuk-nunjuk ke arah bawahku

mbaaaak plis, aku sudah ndak berani mbak. Pasalnya aku sudah cerita semua ke dian ucapku

HAH?! dia terkejut, aku kemudian menceritakannya

oke.. oke.. tapi dian ndak marah kan sama aku? Soalnya ya gimana gitu, tapi ndak papa, yang penting dian bisa menerimamu. Oh iya, kita lurus-lurus saja, gimana ada yang bisa aku bantu? ucapnya, kembali aku menceritakan niatku untuk bekerja di tempatnya

Hmmm… gini ar, sebenarnya aku suka kamu kerja disini tapi godaan harus dihilangkan, aku tambah cinta sama suamiku apalagi kehadiran ela tidak menguranginya. Jadi aku tidak bisa menerimamu, tapi… ucapnya membuat semangatku runtuh

tapi apa mbak? ucapku yang sudah tidak bersemangat lagi, mau bagaimana lagi semua telah terjadi

semangat dong! ucapnya

iya iya semangat ucapku tersenyum,

gini, untuk urusan laboratorium, analisa dan lain sebagianya kita butuh bahan dan alat. Selama ini di kota kita ini belum ada penyalurnya, semua perusahaan yang bergerak dalam bidang pangan, pengolahan limbah dan yang berbau kimia mengambil langsung ke ibu kota negara.

Mungkin itu bisa kamu manfaatkan menjadi ladang bisnis kamu. bagaimana? Tapi aku tidak tahu jalurnya, cobalah kamu membuat perusahaan sendiri, aku yakin kamu bisa. Dem dian dan demi aku dan ella tentunya, ya ya? ucapnya

Aku pandang mbak echa, memang ada benarnya juga tapi bagaimana jalurnya aku tidak mengerti. Apalagi harus mendirikan perusahaan sendiri.

okay mbak, terima kasih untuk sarannya. Akan aku coba untuk berjalan kesana. Kalau begitu, aku pamit dulu mbak ucapku

iya papah hi hi hi… ucapnya

wedew… jawabku

Aku pulang, dalam perjalanan pulang membuatku terus berpikir. Masih siang masih ada waktu untuk bergerak, aku berhenti dan menyulut dunhill mildku. Ku buka sematpon dan ku lihat kontak pada sematponku, naik turun dengan sentuhan.

Ah, pak dhe andi! Segera aku hubungi pak dhe andi, dan aku disuruhnya menemuinya di kantor. Setibanya dikantor, pak andi menemuiku dan mengajakku makan siang bersama. terjadi percakapan dan aku langsung masuk ke dalam tema.

okay, bisa! Nanti kita urus, masalah perijinan, bisa kita laluui sesuai prosedur. Tapi yang pertama kita harus ke ibukota negara dulu untuk menjalin kerja sama jika semua sudah klir kita buat perijinan pendirian perusahaan. Setelahnya, kamu jalankan ucap pak dhe andi

terima kasih pak dhe, tapi modalnya ucapku mulai ragu

ha ha ha… minta saja sama kakek kamu dulu, nanti kalau sudah untung, kamu ganti… atau ibu kamu tuh banyak duit, ndak tahu kan? Itu ibu kamu selalu nabung, dan kakek selalu mengirim uang ke pak dhe, tante ratna, dan ibu kamu, sekalipun kita sudah menikah.

Kalau punya pak dhe, ya sudah ditangan bu dhe, tante ratna kayaknya masih banyak juga itu secara andra om kamu itu bayarannya gedhe juga. Ibu kamu, paling banyak karena dia tidak pernah boros dan paling irit sekeluarga ucapnya

oke siap! Tapi pinjam kakek saja, kalau ibu keperluan masih banyak ucapku

iya… oke, minggu depan kita langsung ke ibu kota ucap pak dhe

lha pak dhe ndak kerja? ucapku

pak dhe sebenarnya ndak berangkat pun ndak masalah, makanya kamu kuliah yang bener biar nanti kerja kaya pak dhe. Ini paling pak dhe pulang, pacaran sama bu dhe kamu lagi ucapnya, wah aku benar-benar kagum dengan pak dhe.

Aku pulang dan pada malam harinya aku ceritakan ke dian. dian sangat mendukungku, dan mempersiapkan semua keperluanku berangkat ke ibu kota. Aku tak sabar menunggu hingga esok hari, segera aku peluk tubuhnya agar aku segera terlelap dan menuju pagi.

Kini aku berangkat dengan menggunakan pesawat 007 ke ibu kota negara untuk menjalin kerjasama dengan distributor utama di negara ini. ya maklum bahan seperti itu diproduksi diluar negeri dan di negara ini distributor utamanya ada di ibu kota. Sesampainya disana, aku dan pak dhe mengajukan proposal kerja sama yang dibuat oleh pak dhe. Dengan nama pimpinan perusahaan adalah Arya Mahesa Wicaksono dengan nama perusahaan PT. Anwar Sejahtera. Setelah perbincangan akhirnya proposal langsung diterima karena memang belum ada penyalur dikota kami, sehingga bisa langsung di terima tinggal menunggu aksi.

Sepulang dari ibu kota, selanng beberapa hari pak dhe kemudian mengajakku kesuatu tampat dan menunjukan tempat berdirinya PT itu.

pak dhe, sejak kapan ada PT Anwar? ucapku

sejak kamu bilang kemarin, pak dhe lagsung buat perijinan dan lain sebagainya. Bangunan ini milik kakek kamu, lumayan besar kan. Bagian depan ada kantor, bagian belakang gudang. Anwar itu kepanjangan Ayu dan Warno. Sekarang kamu cari karyawannya ya, pak dhe sampai disini saja. dan ingat buat selebaran untuk promosi ke perusahaan-perusahaan agar mereka tahu kalau perusahaan kamu sudah berdiri, dan kamu pastikan mereka memesan ditempatmu.

Tapi yang jelas mereka akan memesan ditempat kamu ar, karena perusahaan utama di ibu kota pasti akan menyarankan pemesanan barang lewat kamu. dah, kamu sekarang bosnya dan ingat Tugas akhir kamu segera ujian, jangan samapai ini perusahaan terbengkalai ucapnya meninggalkan aku pergi

oh iya, cek tabunganmu itu modal awal ya, silahkan kerja sendiri, bangkrut ya rrasakan sendiri ha ha ha ucap pakdhe yang naik mobil sambil tertawa. Dasar ndak ada bedanya sama ibu yang sekarang jadi lebai!

Aku berjongkok melihat gedung kosong yang tak ada seorangpun didalamnya. Gedung yang hanya berlantai dua dengan sebuah gudang berada disamping gedung tersebut memanjang hingga kebelakang. Disamping gedung ini ada beberapa bangunan yang memang digunakan untuk perusahaan-perusahaan lainnya.

Bagaimana pembukuannya? Bagaimana cara pesannya? Bagaimana promosinya? Bagaimana gaji karyawannya? bagaimana sirkulasi barangnya? orang gudangnya? terus siapa yang ngantar? Bagaimana dan bagaimana? AKU GILA! Dunhill mana dunhill mildku!

To : Dian My Lovely Angel
Gimana ini??? bingung… pengen nangis

From : Dian My Lovely Angel
Kalau bingung ndak usah punya anak saja
Kalau nangis, ade mati saja

To : Dian My Lovely Angel
Tega banget jawabannya…

From : Dian My Lovely Angel
Kalau mas nangis ade bisa apa?
Kamu tumpuanku, coba hubungi kenalan mas
Cari penjaga dulu saja

To : Dian My Lovely Angel
Aku buat hamil baru tahu rasa kamu

From : Dian My Lovely Angel
Kapan nanti malam? Oke :*

Aduh gila bener ini cewek, pacarnya lagi bingung dia-nya malah enak-enakan pengen hamil. Koplak mungkin juga bisa membantuku, hingga akhinya aku menghubungi beberapa temanku tapi tak ada yang bisa membantu. Koplak saja aku ajak bergabung tetepi tidak berminat karena mereka mempunyai usaha sendiri-sendiri. Pak wan, ya aku harus hubungi pak wan mungkin bisa mencarikan aku tenaga kerja untuk urusan yang berat-berat.

Akhirnya aku memulai membagun perusahaan ini benar-benar dari kosong hingga ada orangnya, dari tak ada kerjaan hingga ada kerjaan. Ada tiga orang yang bekerja di kantor, satu orang perempuan sebagai bendahara, satu orang perempuan yang mengurusi stok/ sirkulasi produk (administrasi barang) dan juga satu orang lagi laki-laki yang sebagai orang yang mengurusi marketing (promosi).

Pak wan kemudian membawakan beberapa orang yang akhirnya siap bekerja di gudang, aku mencari lagi seorang sebagai kepala gudang. Masih kurang harus ada bagian marketing untuk pemasaran. Dari semuanya hanya itu yang aku tahu, hingga akhirnya aku berkonsultasi kepada pak dhe andi dan juga om-omku, mereka menyarankanku untuk sementara bagian yang lain aku yang memegang.

Hari demi hari aku dan marketing berputar-putar dari satu perusahaan ke perusahaan lain menawarkan kerjasama. Yang pertama adalah perusahaan dimana mbak echa bekerja, dan jelas dia mau. Mulai dari bahan untuk analisa di laboratorium hingga bahan teknis yang digunakan untuk membuat produk.

Kemudian berkembang lagi menjual alat-alat laboratorium dari alat gelas hingga alat analisa yang harganya ratusan juta. Diawal memang sempat ada beberapa karyawanku hendak keluar tapi aku tahan agar mereka mau bertahan dan membangun perusahan ini.

Keuagan masih carut marut tapi dengan bantuan dari keluargaku, terutama ibu aku masih bisa menggaji karyawanku, jujur saja pemasukan masih sedikit. Hingga akhirnya dari perusahaan masuk ke instansi pendidikan negeri maupn swasta. Perjalan membangun perusahaan ini membuatku sering berangkat pagi dan pulang malam. Melupakan sejenak kekasihku ini, walau begitu dia tetap tersenyum karena aku selalu memberinya pengertian bahwa ini untuk masa depan kami berdua. Bahkan untuk berkikuk-kikuk dengannya saja jarang sekali tapi sesekali aku melakukannya untuk melepas penat memberi kehangatan pada dian.

Baru beberapa bulan akhirnya banyak sekali pemesanan bahan dan alat di perusahaanku, dan kini perusahaanku mulai memiliki pemasukan yang lumayan. Tidak hanya di kotaku saja, di daerah tetangga juga memesan ke perusahaan yang aku bangun ini karena biaya pengiriman lebih murah dan harga juga lebih murah.

Jelaskan, dari sana aku mendapatkan harga reseller ha ha ha. Perusahaan mulai berkembang dan tapi aku masih tetap berada didalamnya. Karyawanpun tidak perlu menambah karena memang itu sudah cukup menangani pesanan yang membludak. Perusahaan kemudian memperbesar wilayahnya dengan membangun gudang baru khusu alat gelas. Jadi klir…. tak terasa teman-temanku sudah banyak yang ujian dan wisda sedangkan aku belum. Telat satu semester dari target yang seharusnya.

kamu ndak marah kan sering aku tinggal? ucapku

ndak biasa saja ucapnya sedikit ketus, aku lalu memeluknya

aku mohon jangan seperti itu, kamu semangatku ucapku

iya maaf sayangku, tapi kalau minggu jangan bobo terus… ade kan jarang dimanjain ucapnya

habis capek kemarin-kemarin, oia ini perkembangannya kalau ade mau lihat ucapku sembari memperlihatkan data perusahaan

ciyeee jadi bos nih ciyeee… ucapnya

kamu jadi nyonya bosnya he he he ucapku

Masih bekerja dilapangan dan didalam perusahaan aku serahkan ke dua orang wanita untuk mengrusi semuanya. Kini bagian marketing juga bertambah satu orang teman kuliahku yang membantuku untuk memasa

Bersambung