Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 98

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 98 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 97

Didalam kamar setelah tubuh anakku dibopong oleh mas andi dan juga heri. Aku dan dian kini berada didalam kamar menemani anakku yang tiba-tiba saja hilang kesadaran. Kami sekeluarga baru saja melihat bayangan orang yang telah pergi jauh dari kami, mertuaku dan juga om tian. Kulihat wajah dian tampak sedih ketika melihat arya terbaring lemas diatas kasur. Kata heri dan asih, tidak apa tinggal menunggu sadar saja.

“sudah kamu jangan sedih ya” ucapku

“iya ma, Cuma khawatir saja” ucap dian yang tersenyum kearahku

“sayang, kemarilah…” ucapku membuka kedua tanganku

“iya ma…” ucap dian yang kemudian berada dalam pelukanku

“mama… minta maaf sekali lagi ya, mama mohon jangan sampai ketika kalian ada masalah jangan mengungkit masa lalu arya lagi, hiks… mama yang bersalah jadi jangan salahkan masmu itu ya” ucapku yang menangis. Dian bangkit dari pelukanku

“ma… sudah… semua sudah selesai… sekarang mama adalah mama dian begitu pula untuk mas arya, ya… pokoknya ndak usah di ungkit-ungkit lagi” ucapnya yang langsung memelukku

Aku memelukknya dengan tetesan air mata dipipiku. Kuangkat wajahnya dan kuusap air matanya. Ah, betapa bahagianya aku memiliki seorang menantu yang cantik seperti dian.

“mah…” ucapnya

“ya….” jawabku

“mmm… ajari dian ma” ucapnya tampak sedikit malu

“ajari apa sayang?” ucapku

“buat jaga tubu biar ndak melar kaya mama ini” ucapnya

“hi hi hi kamu itu ada-ada saja, tubuh mama bakal melar ditambah lagi mama kan lagi hamil” ucapku

“lho mama hamil?” ucap dian heran

“hamil sama ayahnya arya, kemarin setelah berangkat mama ketemu sama ayahnya. minta oleh-oleh sebelum pisah sayang. Percaya sama mama… ” ucap

“dian percaya, mas sudah pernah cerita kalau mama didalam mobil bareng sama itu, tapi dian diajari ya ma” ucapnya kembali

Aku kemudian bercerita bagaimana menjaga tubuhku, menjaga kecantikan bagi seorang wanita kepadanya. Panjang lebar dian dengan antusias, mungkin karena dia ingin mengikat anakku dirumah terus hi hi hi

“dimana ini? lho ini kan kamar ibu? tapi kenapa berbeda?” bathinku melihat kamar ibu dengan tatanan yang pernah aku lihat tapi itu sudah sangat lama

“bayi?” bathinku, tiba-tiba ada dua orang masuk ke dalam kamar

“ah.. nenek mahesawati dan kakek wicak” bathinku, aku melihat mereka mendekati bayi itu

“cucuku… kamu hadir didunia ini karena anakku. Nenek dan kakek mohon maaf jika kamu hadir dengan cara yang salah, tapi nenek yakin kamu akan tumbuuh tidak seperti ayahmu. Dengarkan nenek ya cucuku, tumbuhlah menjadi seorang ksatria, hentikan semua yang harus dihentikan terutama ayahmu. Kamu adalah ksatria penolong bagi keluarga ini, hentikan dia karena nenek dan kakek sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi… cup…” ucap nenek yang disusul kecupan kakek di dahi bayi itu

“itu aku…” bathinku, kemudian bayangan itu menghilang menjadi gelap dan aku merasakan pelukan tiba-tiba

“kakek nenek hiks hiks hiks” ucapku, memeluk mereka berdua yang tiba-tiba muncul dan memelukku

“terima kasih arya, cucuku…” ucap nenek

“kamu benar-benar hebat…” ucap kakek

“kakeeeek neneeeeek…” aku memeluk dan menangis

“jaga keluarga ini, jaga agar tetap utuh selama-lamanya” ucap mereka dan kemudian mereka menghilang

Aku terjatuh dan terduduk, menangis sejadi-jadinya. Bayangan gelap berubah menjadi suasan di taman. Kulihat seorang anak lelaki yang menangis, dan itu adalah aku…

“nenek laila hiks mbak alsa jahat, es krimku di makan mbak alsa huuuu huuuu huuu…” rengekku ketika aku masih kecil

“iiih…. kamu cowok kok cengeng banget!” ucap mbak alsa

“sudah, alya kamu ndak boleh begitu dong” ucap nenek laila

“alsa, jangan dimarahin dong adik kamu itu. sudah jangan nangis nanti nenek belikan es krim lagi” ucap nenek ifah

“terima kasih ar… telah menyatukan mereka kembali” ucap seorang lelaki di sampingku, aku menengok ke sampingku

“kakek… hiks hiks hiks…” ucapku

“sudah jangan menangis, kamu itu sudah besar kok ya tambah cengeng” ucap kakek tian

“kakeeeeek…. hiks hiks hiks…” ucapku kembali terisak dan memeluknya

“jaga mereka semua ya, jaga tante-tantemu yang suka nakal sama kamu” ucap kakek tian, ak mengangguk dalam pelukan kakek tian

Semua gelap…. gelap dan…

“hah… hah hah hah…”

Aku terbangun dan kudapati kamar tempatku berada dalam keadaan kosong. Kulihat sekitar ruangan ini, ya ini kamar ibuku. Aku hanya diam dan tersenyum walau tangis ingin keluar dari diriku. Aku bangkit dan melangkah keluar kamar.

Kleeek….

Semua orang melihatku, dian langsung beranjak dan mendekatiku. Ingin memeluk namun malu karena ada keluargaku disana. Aku mengucek-ngucek rambutnya dan berjalan ke arah kakek. Aku berlutut di depan kakek dan meraih tangan kanannya.

Semua melihatku dan masih diam saja, Kubuka telapak tangannya dan ku tampar dengan dengan telapak tanganku. Kemudian punggung tangannya aku tampar dengan punggung tanganku, ku kepalkan tangan kakek. Kupukul naik turun dengan kepalan tanganku. Dan kupulkan kepalan tanganku ke depan tepat di kepalan tangan kakek.

“dari kakek wicak…” ucapku, kakek langsung menangis dan memelukku

“dasar, masih saja dia ingat..” ucap kakek, sembari melepas pelukannya

“nek…” ucapku berpindah kedepan nenekku,

Kupeluk tubuh neneku dan ku tempelkan pipi kiriku dan kugerak-gerakan memur, begitu sama halnya ketika pipi kananku menempel di pipi kanan nenek. Nenek langsung memelukku dengan erat. dipandanginya wajahku dan aku tersenyum kepada nenek. Kulihat nenek ifah dan nenek laila.

“oh iya, nenek ikut arya…” ucapku kepada nenek ayu

Ku dudukan nenek ayu dtengah-tengah nenek ifah dan nenek laila. Kurangkulkan tangan nenek ayu dan tangan nenek ayu aku letakan di telinga nenek ifah dan nenek laila satu-satu. Ku genggamkan tangan nenek ayu ke telinga nenek ifah dan nenek laila, sedikit kutarik seperti menjewer. Nenek ifah dan nenek laila seakan teringat sesuatu dan langsung memelukku.

ya itu semua salam perpisahan dari mereka, aku dekati dian dan ku duduk disampingnya. Selepasnya kami memulai acara yang tertunda. Berpesta seperti halnya kita tidak pernah berpesta sebelumnya. Senyum ibu,adalah senyum yang sangat lepas sekali begitu pula senyum mereka.

“sini sayang jangan sama arya terus nanti ketularan jeleknya lho” ucap ibu, membuatku terheran-heran

“jangan yan, sini sama budhe ika yang cantik ini saja… biar ketularan cantiknya bu dhe ika” ucap bu dhe

“yeee… cantikan aku kali mbak” jawab ibu, aneh juga melihat ibu lebay seperti ini

“kenapa ar, bingung lihat ibu kamu?” ucap tante ratna, aku mengangguk

“ibu kamu itu dari SMP juga kaya gitu itu… sok cantik, didepan kamu saja sok alim” ucap tante ratna

Aku dan dian berpandangan, lalu melihat ibu…

“apa? Kaget ya?” ucap ibu, kami berdua mengangguk

“aneh” ucap kami berdua

“kalian yang aneh, lagi seneng-seneng kok mala pacaran… kayak ndak pernah pacaran saja hi hi hi… makanya jomblo itu jangan kelamaan sayang” ucap ibu, membuatku serasa tertimpa beba 100 Kg

“Ibuuuu… kenapa jadi… ibu aneh ah!” teriakku

Semua orang yang melihat tertawa terbahak-bahak. Jelas saja, cara bicara ibu sangat berbeda dan malah sekarang mengejek kejombloanku dulu. Ugh… dian tampak tertawa, dan ikut masuk dalam gerombolan para wanita yang menyudutkan aku. Belum lagi ada rani dan eri, hadeeeeh… pesta kehancuranku….

“ssst…” ucap mama diah membangunkan aku yang mencoba tidur sedari tadi tapi tetap saja tak bisa tidur

“mama… kok belum tidur” ucapku

“mama sudah tidur, Cuma terjaga saja dan lihat kamu belum tidur…. sana” ucap mama diah menyuruhku keluar

“eh, maksudnya?” ucapku

“masmu tidur di ruang tamu, tapi jangan keras-keras ya, ntar pada bangun” ucap mama diah

“tapi ma…” ucapku

“sudah sana cepetan… mama tidur sendiri saja ndak papa. Yang lain paling tidur dilantai atas, yang cewek dikamar tante ratna dan yang cowok di kamar pak dhe andi, tapi masmu tadi tidur di ruang tamu… sudah sana cepetan” ucap mama diah

“eh, anu itu…” ucapku yang langsung didorong mama diah

Mau tidak mau aku keluar dari kamar, ruang keluarga tampak sepi. Klek, pintu kamar tertutup dan kunci menggantung, segera aku kunci sesuai perintah mama. Aku melangkah menuju ruang tamu, kulihat mas-ku tertidur dengan pulasnya. Aku dekati dan kubangunkan…

“ugh… ad.. mmmppph…” ucap mas arya yang kututup mulutnya

“ssst… diam…” ucapku dan langsung aku buka mulutnya dan kucium

“ade kok ada disini?” ucapnya berbisik

“kangen… pengen mainan mmmpphh” ucapku langsung mencium bibirnya, kekasihku mencoba untuk berontak tapi aku menahannya untuk mengikuti permainanku

Ciumanku kemudian turun ke leher kekasihku, turun semakin turun. Setiap kali mas mencoba untuk mencegahku aku selalu menapiknya dengan tangaku. Celananya aku lorotkan dan aku kini bersimpuh dibawahnya, kulihat “itu” yang menakutkanku tapi kangen.

“ade… ugh… mmmhhh… pelan… mmmhh” kulihat mas menikmati tetapi kepalanya selalu menoleh ke arah ruang keluarga takut ada orang

Kepalaku maju mundur, entah kenapa aku menyukai memainkan penis kekasihku ini. kujilati setiap sentimeter batangnya, kumainkan lidah dikepala penis mas. Dia mencoba melenguh tapi tetap ditahan, aku terus melakukan aktifitkasku. Aku tidak bisa tidur, entah kenapa setelah bertemu dengannya aku tidak bisa tidur sendiri. bibirku melahap kembali batang penisnya dan langsung menyedot dengan kuat penis itu.

“mas mau… erghhh keluar…” racaunya

Dan kepalaku ditahan mas, aku terdiam ku tahan nafasku. Kurasakan semburan cairan panas muncrat didalam mulutku. Kulepas penis mas arya secara perlahan-lahan dan langsung aku menelan spermanya.

“ade… nekat banget…” bisiknya

“habis kangen banget sama mas…” ucapku. Kuusap mulutku dengan menggunakan kaosnya, aku berdiri dan mengecup keningnya.

“ade bobo dulu ya masku sayang” ucapku, mas hanya melihatku sesaat

Aku kemudian melangkah menuju kamar kembali, tiba-tiba kurasakan pelukan kerasa diperutku. Aku dipeluk dan kemudian ditarik kebelakang. Aku dipeluk dari belakang.

“mas pengen banget de…” bisiknya membuatku terkejut

“eh… tapi mas, nanti kedengeran dari…” ucapku terhenti, terkejut karena mas sudah menurunkan celana pendekku sekaligus celana dalamku, membuatku membungkuk dan kedua tanganku bertumpu pada sofa

“ade sudah basah…” ucapnya

“eghh… mas besok saj… erghhh… jelas basah tadi kan ade mainin punya mas” ucapku

“Awmmmmmmmpphhh….” aku terkejut ketika batang mas arya masuk secara tiba-tiba

“pelannh mas sakithhh… ughhh….” bisikku

Pelan, aku rasakan batang besar yang baru saja aku mainkan masuk ke dalam liang vaginaku. Walau sudah basah oleh cairan tetap terasa sedikit sesak pada vaginaku, aku memejamkan mata dan menutup mulutku dengan tanganku. Kedua tangnya meremas payudaraku yang masih terbungkus tangtop.

Penisnya kurasakan mulai keluar masuk di vaginaku, aku merintih tertahan suaraku tak berani aku lepaskan. Semakin lama semakin cepat goyangan pinggul mas arya, remasannya pada payudarak semakin keras. Aku sendiri hanya bisa berdiri dan merasakan perih kenikmatan di vaginaku.

“mas mau keluar…” ucapnya

“adeh jugah…” ucapku

Croot crooot crooot crooot crooot crooot

Tubuhnya memeluku, kedua lututku lemas sudah tidak bisa lagi menahan tubuhku dan ambruk ke sofa. Tubuhku mengejang beberapa kali, kami beristirahat dan mengatur nafas kami berdua. Setelah beberapa saat, tubuhku ditarik hingga aku terduduk miring dan mas arya ada dibelakangku. Aku rasakan elusan-elusan lembut di payudaraku, naik keleher dan ciuman-ciuman pada tengkuk leherku. Aku merasa nyaman ketika tangan kanannya memeluk lembut perutku dan tangan kirinya mengelus-elus rambutku. Dibalikannya tubuhku dan bibirku diciumnya dengan lembut. Wajahku dielus dengan ujung-ujung jarinya.

“terima kasih ya sayang” ucapnya

“dasar ndak bisa tahan..” ucapku berbisik

Setelah kemesraan itu aku pakai kembali celana dalamku dan pastinya ada sisa sperma yang menetes. Aku kecup keningnya sebelum aku tinggalkan sendiri diruang tamu. Terasa sakit bagian bahu kananku ketika melakukan gaya anjing tadi. Aku kemudian kembali ke kamar mama diah dan langsung menuju ke kamar mandi. Setelah nya aku tertidur lagi…

“sudah?” ucap mama diah tiba-tiba

“eh…” aku malu

“sini mama peluk” ucapnya, aku tertidur dalam pelukan mama baruku

Setelah pertemuan keluarga ini, aku dan dian mengambil mobil yang berada di rumah dimana ibu dian disekap. Disana ada anton danenggotanya yang lain. Setelah mengobrol sebentar, semua barang dian sudah bisa di ambil begitu pula dengan barang-barang tante wardani.

Rumah itu kemudian di sita, disana aku juga bertemu dengan pak koco dan tante wardani yang datang kemudian. Kini mereka berdua telah bersatu, bersama kembali dan tinggal di perumahan kakek. Begitu pula dengan nenek ifah dan nenek laila, mereka tinggal di salah satu rumah di perumahan yang dekat dengan rumamh kakek.

Rumahku? Ibu telah menjualnya dan uang yang dulu pernah aku ambil dari tabungan ayahku aku berikan ke desa banyu biru dan banyu abang. Yang kelas desa itu berubah nama menjadi Desa Mahesawati dan Desa wicaksana, kedua desa itu dihubungkan sebuah jalan yang diberi nama Arya.

Ibu kini tinggal bersama kakek dan nenek, sebenarnya ada satu rumah disamping rumah kakek dan nenek untuk ibu, ibu menerimanya tapi nanti kalau bayinya lahir, untuk eri dia menemani ibu. Rani juga telah disediakan rumah didekat kakek dan nenek.

Akhirnya untuk tetap menjaga keluarga ini menjadi satu, kakek wardi dan nenek umi juga tinggal diperumahan yang sama dengan kakek dan nenek begitupula pak dhe andi dan budhe ika, tante ratna dan om andra. Hanya aku dan dian yang tinggal di perumahan ELITE. Oia perumahan ELITE adalah usaha dari kakek tian yang kemudian ditangani oleh nenek ayu, sekarang sudah diberikan kembali ke neek ifah dan laia untuk mengelolanya karena memang belum sepenuhnya selesai pembangunannya. Banyak yang memesan rumah diperumahan itu.

Setelah semua kembali normal, aku kembali menjadi mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhirku. Aku tinggal bersama dian dan merawatnya hingga tangannya bisa sembuh total. Kamu tahu wanita ini selallu membuatku bingung dan horni sendiri ketika harus melayani semua kemanjaanya. Dari mandi, berganti pakaian hingga makan semua harus dilayani bak ratu. Satu menit saja aku telat datang ketika dian memanggilku, pasti ngambeknya setengah mati.

yang ayo bobo ucapnya ketika aku masih duduk bersila mengoreksi tugas akhirku didepan laptop yang aku letakan di atas meja kecil. Aku berada di ruang keluarga rumah dian, dibelakangku terdapat sofa

nanti dulu sayang, ini mas lagi buat tugas akhir ntar dimarahi sama dosen mas gimana? Ntar ndak selesai-selesai lho ucapku

ya, udah tidur saja sama tugas akhirmu itu! huh! ucapnya dudu di sofa dan merebahkan tubuhnya, televisi dinyalakan dengan suara keras

adeeee… mas kan lagi buat tugas akhir, bisa mas cepet kerja ucapku, langsung televisi dimatikan

Aku kembali bergelut dengan tugas akhirku, yang dimana dia sendiri adalah dosenku. Tiba-tiba saja dia berdiri diantara laptop dan aku. Kulihat keatas wajahnya terlihat sekali ngambek, matanya juga sudah 0,5 watt.

sebentar lagi kurang sedikit ucapku

Hanya diam dan kemudian duduk dipangkuanku, kakiku aku buka, tubuhnya masuk dalam pelukanku. Seperti anak kecilyang dipeluk orang tuanya, satu tanganku memeluknya dan satu tanganku mengotak-ati laptop. Selang beberapa jam aku telah selesai dan dian sudah tertidur, aku angkat tubuhnya dan aku rebahkan di tempat tidur.

Ku bereskan semua pekerjaanku. Esok hari dian sudah mulai kembali ke kampus jadi aku bisa bimbingan dengannya. Aneh bukan? Seharusnya aku bisa bimbingan dengannya di rumah tapi dia tidak mau sama sekali. urusan kampus ya kampus, urusa rumah ya mas ngurusi ade weeeek begitu katanya.

Pagi hari aku terbangun teat pukul 04:30 pagi. Tak kudapati dian dalam pelukanku, hanya guling dan bantal yang menemaniku.

mandi dulu sana mas ucap dian yang keluar dari kamar mandi dalam kamarnya

oaaam… iya sebentar ucapku

mau kemana? ucapnya

mandi balasku

di kamar mandi sini saja kenapa? kaya orang bertamu saja ucapnya, aku hanya tersenyum kulewati dian sambil aku kecup pipinya

Kamar mandi luas, dengan tempat berendam. Segera aku mandi dan bersiap untuk kekampus walaupun waktu masih lama. Setelahnya kusiapkan semua yang perlu aku bawa ke kampus.

maem dulu mas ucapnya

iya ucapku, kuambil satu piring penuh nasi dan lauk pauk hasil masaknya

aaa… ucapku

Begitulah ketika pagi, aku menjadi seorang kakak baginya yang selalu memanjakannya. Matahari mulai terbit dan dian sudah rapi dengan seragam dinasnya. Dia kemudian pamit untuk berangkat terlebih dahulu. Tepat pukul 08:00 aku mendapat BBM

From : Dian My Lovely Angel
Ar, nanti bimbingan jam setengah 3 sore

(aneh manggil namaku)

To : Dian My Lovely Angel
Iya adeee…

From : Dian My Lovely Angel
Siapa ade? saya itu dosen kamu!
(eh, aduh….)

To : Dian My Lovely Angel
Iya bu, nanti saya akan ke tempat ibu jam setengah 3
Mohon maaf tadi keceplosan, mau bbm pacar saya
From : Dian My Lovely Angel
Ya!

Benar-benar aneh ini pacar…

Pukul 14:00
Aku sudah berada di tempat duduk jurusan menunggu kedatangan dosenku yang judesnya minta ampun ini. Gedung jurusan sangat sepi, kampus juga sepi jika sudah memasuki jam 2 siang seperti ini. jarang sekali ada kegiatand di dalam gedung jurusan.

sudah lama ar ucap dian

sudah de.. ucapku

de? Siapa itu? ucapnya

eh maaf bu, salah ucap. Ibu mirip sekali dengan pacar saya ucapku santai, mungkin dia ingin menjaa keprofesionalannya

ya sudah, kita ke ruangan saya ucap bu dian, aku melangkah mengiktui wanita yang sudah aku nikmati tubuhnya ini

silahkan duduk lanjtunya

mana tugas akhirmu ucapnya, segera aku serahkan tugas akhir yang telah aku buat

Setiap lembar dibukanya dengan sangat teliti, mencari mana yang harus diperbaiki atau tidak. Aku melihatnya tampak begitu anggun ketika membaca tugas akhirku. Tapi tiba-tiba saja ada yang aneh, bukannya tadi pagi dia pakai baju berkancing kenapa sekarang dalamannya adalah tang-top putih?

okay sudah, kamu hanya perlu perbaiki ini, hanya beberapa kesalaha tulis dari tugas akhirmu ucapnya

iya bu terima kasih banyak ucapku

hmmm… tugas akhir kamu itu kayaknya hmmm… kelihatanya kamu tidak bisa lulus akhir tahun ini ucapnya tiba-tiba

eh, kenapa bisa begitu? Katanya hanya kesalahan tulis saja, ade itu bagaimana to? ucap nyeplos begitu saja

ade? ade siapa?? ucapnya membuatku bingung

eh… maaf… aku hanya menunduk

aku bisa bantu kamu menyelesaiakn tugas akhirmua, tapi ada syaratnya… kamu mau? ucapnya, aku hanya mengangguk bodoh

oke… ucapnya beranjak dari tempat duduknya, dan mengunci pintu ruangannya. Roknya kenapa jadi pendek sekali?

Bu Dian kemudian bejalan kearahku dan duduk dimeja tepat didepanku, kursiku didorong kebelakang oleh kakinya. Kaki kanannya kini berada tepat ditengah pahaku. Dengan bersandar pada lutunya ujung jari tangan kanannnya menaikan daguku.

Kalau kamu bisa memuaskan aku sekarang, minggu depan aku akan menandatangani tugas akhir kamu ucapnya dengan wajah judesnya

eh tapi bu ini di anu bu aduh… di rumah saja, de eh bu… ucapku gugup

mau tidak? ucapnya sambil melepas blazer yang dikenakanya. Dadanya terbungkus tangtop, membusung dan ah sangat menggairahkan.

kalau tidak mau, silahkan menjadi mahasiswa abadi ucapnya, yang kemduain berdiri dihadapanku

baik.. ucapku pelan

Aku langsung mendorng tubuhnya kembali duduk, aku berdiri dan mencium bibirnya. Bibir kami berpagutan satu sama lain dan saling melumat. Tanganku meremas payudaranya yang kenyal, ku tarik kea tas tangtopnya dan ku buka branya. Segera aku menyusu ke susu indah dosenku ini.

erghh… pelan Ar…ahhh ahhh… mmmhhh… mainkan, jilati sayang… mmmhhh… racaunya

Selang beberapa saat tangan kiriku bergerak menuju selangkangannya masuk ke dalam celana dalam. Jariku mencari butiran kecil yang biasa aku mainkan disana.

erghh… pela ar… pelanhhhh jangan keras-kerashhh sakit… racaunya, aku pelankan permainan jariku dan kembali kulumat bibirnya

Aku turun dan ku naikan rok hitam yang hanya menutupi sebagian pahanya. Kutarik celana dalamnya dan ku dudukan bu dian di meja dosen. Aku berlutut dan mulai mengocok sekaligus menjilati klitorisnya.

arghh… enak banget mas… ade suka… terus dijilati yah terushhh sayang… mmmphhh… enak bangethhh… kocok lebih keras lagi… ah ah ah… racaunya yang keceplosan

keluarhhh ah aku keluar yah… aaaaaaaaaaarghh… egh egh egh aku diam sesaat ketika dia berkata keluar, tubuhnya mengejang beberapa kali dan membuatku semakin bernafsu kepadanya

Bu dian memandangku dengan wajah kepuasannya, didorongnya aku hingga aku terduduk. Bu dian kini turun dengan tubuhnya sedikit mengejang. Celanaku ditarik dan hingga dedek arya tersenyum bengis kepadanya.

oh kontolmu sama besarnya dengan pacarku ar, tapi kita lihat apa punyamu bisa lebih hebat dari pacarku ucapnya, hadeeeh pacar kamu itu ya aku bu hadeeeeh…

Langsung bu dian menjilati bagian bawah buah zakarku, benar-benar sensasi yang berbeda aku rasakan dari persetubuhan ini. aku melihatnya bukan sebagai pacar tapi sebagai dosenku. Jilatanya naik kejung dedek arya membuatku merinding sendiri. menggelinjang nikmat sekali. Tepat di ujung dedek arya mulutnya langsung melahap habis dedek arya.

ahh bu, ibu pintar sekali, pasti pacar ibu selalu ahhh puas dengan permainan ibun ohhh… racauku mengikuti permainannya

mmmpphhh… hanya itu jawaban bu dian yang mengocok dedek arya dengan mulutnya

terus bu sedot yang kuat jilati seperti ibu menjilati kontol pacar ibu.. ough nikmat sekali.. racauku dengan senyum lebar dibibirku

Aku sudah tidak tahan segera aku tarik tubuhnya dan kududukan. Ku dekatkan dedek arya ke vaginanya, kedua tangannya berada dipundakku. Aku kembali mencium bibirnya yang manis itu, kulumat sembari memajukan dedek arya masuk ke dalam vaginanya.

mmmppphhh.. pelanhhhhmmppphh… rintihnya

Kedua tangannya memegang bahuku dan kedua tanganku sibuk meremas susunya. kumainkan pentil susunya ku pencet dan kutarik membuatnya menggelinjang nikmat. Tak tahan dengan perlakuanku akhirnya bu dian melepaskan ciumannya dan merintih.

aryahh…. ah mas… ade mau keluar… ah ah ah… terus lebih keras lagi massshhhh aaaaahhhh… racaunya dan kuhentakan lebih dalam lagi dedek arya ketika aku merasakan vaginanya mencengkram dedek arya

Kulumat kembali bibirnya dengan tubuh yang masih mengejang merasakan orgasme. Selang beberapa saat, aku didornhingga duduk dan terlepas dedek arya. kakinya membuka, tangannya mengarahkan dedek arya ke vaginanya.

arghh dalam sekali ar, sama persis dengan pacarkuwhh… owh….emmmhh… enak tidak ar vagina dosen kamu ini? ucap nya

nikmat bu sama nikmatnya dengan pacarku… ucapku

Tubuhnya bergoyang seperti seorang COWGIRL yang menunggangi banteng. Tubuhnya tidak beraturan rambutnya mulai acak-acakan.

remas susuku ar… mainkan suusku… owhhh penismu dalam sekali masuk… ahhhh pintu rahimku arhhhhh… enak sekali owh enak sekali yah ah ah ah… racaunya

Aku merasakan himpitan daging segar didalam sana pada penisku, aku mulai meremas dan memainkan susunya. dan, akhirnya pertahananku jebol bebarengan dengan tubuh bu dian yag ambruk ke arahku. Sesekali tubuhnya mengejang dan begitupula aku, dalam diam kami beristirahat. Selang beberapa saat tubuhnya turun dari pangkuanku dan beringsut kebawa membersihkan sperma yang tersisa di penisku. Setelahnya dia berdiri dan merapikan rambut serta pakaiannya. Spermaku masih mengalir di pahanya.

yang jatuh dilantai kamu bersihkan ya, minggu depan bimbingan lagi ucapnya tanpa melihatku dan langsung beranjak pergi dari ruang dosen

Aku memandangnya dengan senyuman, kuambil tisu yang berada di mejanya dan membersihkan sisa kenikmatan kami berdua yang jatuh dilantai. Kurapikan pakaianku dan kembali menuju rumah dimana aku akan bertemu dengannya lagi sebagai kekasih yang manja.

Sesampainya dirumah, aku masih sendiri didepan TV dan menunggu kedatangannya. Selang beberapa saat kudenganr deru mobilnya, begitu masuk kerumah kulihat dia masih mengenakan pakaian yang sama di ruang dosen tadi hanya roknya saja yang diganti.

lama banget? Habis darimana? Katanya pulang jam 3, ini jam 5 lho ucapku

tadi habis bimbingan dengan mahasiswa ucapnya tersenyum kepadaku, aku berdiri dan mendekatinya

kok baunya mas kenal? ucapku

bau apa? ucapnya

ade habis ngapain?! ucapku dengan anda cemburu

habis… mmmm… main sama mahasiswa ade, ganteng lho mas, dan hot tadi ucapnya yang langsung masuk ke kamar. aku menyusulnya.

ade kok tega banget sama mas? Kalau begitu mas akan melakukan hal yang sama seperti ade! ucapku sok cemburu. Melihatnya melepas semua pakiannya.

lihat mas, besar lho punya mahasiswaku… emang mas mau main sama siapa?ucapnya

dosen mas! ucapku yang langsung meninggalkannya, aku tersenyum. Ah, ada-ada saja pacarku ini

maaaaaaaas… mandiin… ucapnya dari pintu kamar

ndak mau! Suruh mahasiswanya ade saja ucapku

iiih ngambekan! Makanya kalau punya pacar cantik kaya gini itu jangan dianggurin! TA mulu yang digarap! ucapnya judes, kulirik sedikit dan dia tersenyum kepadaku

Aku tersenyum kepadanya dan aku masuk ke dalam kamar untuk memandikannya. Tubuhnya yang indah kali ini aku basuh dengan lembut, ah, penge banget aku memperkosa dosenku ini.

Malam hari, kupeluk tubuh telanjangnya dengan tubuh telanjangku. Kami tidur untuk menggapai pagi.

terima kasih buat yang tadi siang ucapnya tersenyum dengan memejamkan matanya

sama-sama, terima kasih juga.. ucapku

Aku mencintaimu..lanjutku

aku juga.. jawabnya

Bersambung