Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 95

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 95 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 94

Hadeeeeh… om… om, sebenarnya kalianitu dulu nglakuin apa saja to yaaaaaa ya. ini masih beerapa hari om disini sudah ada dua yang balas perbuatan om. Ndak tahu kalau sudah sebulan mungkin ratusan yang akan datang untuk membuat om menangis. Tapi mau apa dikata om, itu kesalahan kalian sendiri main-main dengan hidup orang bathinku sembari jongkok didepan pintu ruang dimana om mahesa dan om nico terbaring, aku mengelus dada dan segera menelepon penjaga agar menggantikanku.

sial habis nguping tadi kok jadi horni ya? untung tadi ndak ada lubang, coba kalau ada lubang buat ngintip bisa cok-li aku bathinku

Anti, tunggu mas anton pulang. Mas pengen kontoli kamu he he he…

permisiiiiiiiiiiiiiiiii…. teriakku memasuki rumah yang sebenarnya asing bagiku

lho ini siapa ini kok cantik banget? ucap seorang nenek kepadaku

aku rani, nek dan ini ibuku. aku itu adiknya kak arya nek, bolehkan nek jadi adiknya kak arya? ucapku

iya boleh, kalau jadi adiknya kak arya dipeluk dulu sama nenek ucapnya

Aku dan nenek kemudian saling memeluk dengan erat…

ini ibu kamu ya? ucap nenek itu

i… iya bu, saya ibunya rani, nama saya arni. Maaf merepotkan, dan maaf atas kelancangan anak saya ini ucap ibu

sudah, kalau sudah keluarga kan ya ndak papa kan. Saya neneknya arya, ayu… ucap nenek

siapa nek? ucap seorang wanita dari dalam

aku mbak… ucap tante asih yang datang setelahku

owh asih, lho ini siapa? ucap perempuan itu

kamu ini, tadi suruh bawa barang malah masuk duluan ucap tante asih kepadaku

habis, kangen sama kak arya tan ucapku

kak arya belum ada disini huh… eh, mbak ini rani yang dulu aku ceritakan. Yang satunya tuh masih di mobil malu katanya ucap tante asih

Owh rani, sini sama tante… ucap perempuan tersebut

tante siapa? ucapku polos

ibunya kakak kamu ucapnya

eh, mama diah ya? ucapku langsung memeluknya karena tante asih pernah bercerita kepadaku

bolehkan manggil mama? Jadi rani punya dua ibu, yang satu panggilannya ibu yang satu mama ucapku

iya ndak papa, apa kabar mbak? Aku diah ucap mama diah menyalami ibuku

Kami bersendau gurau sejenak di ruang tamu, ada juga om heri yang tiba-tiba muncul dan menganggetkan aku. Kalau om heri sih, aku sudah kenal kan adiknya tante asih jadi sudah tahu. Aku diajak masuk kedalam ruang keluarga, bertemu dengan anak-anak dari tante asih yang lucu-lucu.

Kemudian aku diperkenalkan satu persatu dengan keluarga dari kakak baruku ini, semuanya ramah dan ramai. Ada juga tuh om askha yang sudah standby disana, ih itu sih om judes! Bukan judes sih tapi suka ngerjain aku sama eri. Eri… aku harap dia mau masuk.

Keluarga baru? Apakah mereka mau menerimaku? Aku takut sekali untuk masuk lagi ke dalam keluarga baru. Dulu ibu juga sama seperti itu, aku masih takut. Tapi mereka adalah keluarga dari arya yang sudah kuangkat menjadi kakakku. Aku masih enggan untuk keluar dari mobil, tante asih dari tadi membujukku tapi aku masih takut. Istilah keluarga baru bagiku menjadikan aku trauma… ibu menjadi hilang karena seorang laki-laki yang menjadi keluarga baruku hiks…

Ceklek…

kenapa masih didalam mobil, ayo keluar kumpul bareng ucap seorang wanita yang sangat cantik sekali

eh, anu itu… ucapku terkejut

sudah tidak usah takut ayo masuk ucapnya lagi

tante siapa? ucapku

mama kamu… ucapnya, aku memandangnya sekilas wajah kak arya terlukis diwajahnya

ibunya kak arya? ucapku, dia mengangguk

iya… mama kamu… ucapnya yang masuk ke dalam mobil dan langsung memelukku

kamu jangan takut, kami juga merasakan hal yang sama denganmu jadi ayo berkumpulah ucapnya memeluk kepalaku dan mengelusnya

aku masih takut tan… ucapku, dan memeluk erat tubuhnya, hangat. Aku rindu ibu.

sudah tidak usha takut lagi, dan jangan panggil dengan sebutan tante, mama atau ibu ya? kalau arya manggilnya ibu, kala rani manggilnya mama, kamu pengen yang mana? ucapnya

mama… hiks… ucapku terisak, memeluknya erat sudah lama aku tidak merasakan pelukan seorang ibu

sudah jangan nangis, semua sudah aman… ucapnya, aku mengangguk, aku kini berani beranjak dari tempatku duduk dalam mobil

Dengan penuh kelembutan ibu baruku ini menggandeng tanganku keluar dari mobil. Wajahnya selalu tersenyum memandangku. Air mata yang mengalir dipipiku diusapnya dengan penuh kasih sayang.

ayo masuk, sekarang kamu punya keluarga baru. Dan mama punya anak cewek cantik sekali ucapnya membenarkan kerudung yang aku pakai

Aku diajak kedalam dan bertemu dengan keluarga baruku. Semuanya tersenyum, senyum ikhlas. Membuat ketakutanku menjadi hilang. Kulihat dan kurasakan pandangan mereka bukan pandangan topeng yang pernah aku lihat sebelumnya, ya pandangan dari ayah angkatku.

iiih… keponakanku sudah gedhe semua ucap serang wanita

eh, iya tante… saya eri ucapku sambil tersenyum

ini namanya tante ratna, dia musuhnya kakak kamu ucap mama diah

mbak apaan sih? Ndak ding, tante Cuma lawan tarung kakak kamu hi hi hi ucap tante ratna

eh, maksudnya? ucapku bingung

iya tuh dulu tante kamu itu benci tapi sekarang jadi sayang sama keponakannya hi hi hi… eh, sudah, dukuk, kok berdiri terus… sini ucap seorang wanita cantik menggandengku untuk duduk

yeee mbak ika itu apaan sih, budhe kamu itu dulu juga suka ngejek kakak kamu tapi sekarang sayang juga ha ha ha ucap tante ratna

sudah sudah, kalian berdua itu sukanya berantem terus ucap seorang nenek, aku masih kebingungan dan hanya tersenyum

jangan malu, masih bingung ya, ya ini siapa itu siapa? ucapnya dan aku mengangguk

iya itu budhe, pemalu banget tuh eri… ucap rani yang nampak sudah bisa menyatu dengan mereka

dah duduk sini, budhe itu budhenya arya budhe ika dan itu… satu persatu budhe ika memperkenalkan anggota keluarga baruku dan seorang nenek yang melerai tante ratna dan budhe ika adalah nenek ayu.

ih cantik banget deh kamu, pinter pakai kerudung. Nanti budhe diajari caranya pakai kerudung ya? ucap budhe ika, aku mengangguk dan tersenyum kepada budhe ika

Tawa canda riuh menjadi satu… ya, ini keluarga baruku, tapi aku tidak akan melupakanmu ibu, ayah. Sekilas aku melihat ibu dan ayah kandungku, tersenyum melihatku diantara mereka. Ingin rasanya menangis tapi tidak, aku tidak boleh bersedh aku tidak ingin ayah ibuku ikut sedih.

budhe, aku mau duduk disamping mama diah ucapku, semua bengong

yaelah, manjanyaaaaaaa… iya tinggal duduk saja kok repot, minta ijin segala ha ha ha ucap om askha

ih, om apaan sih! ucapku

iya tuh… nek, om askha tuh suka ngejahilin kita masa mbuatin teh dikasih garam ucap rani

ha ha ha… emang enak ha ha ha ucap om askha

askha sudah, jangan digodain terus… sih itu mas kamu, kasihan eri ucap budhe ika

iya mbak iya, mas sudah mas jangan di godain terus. Tapi yang kalian minum itu masih mending, dulu tante malah kopi rasa merica. Awas kalau berani ngerjain lagi! ucap tante asih sambil mencubit om askha

siap istriku muach muach… ucap om askha

sudah sana kalau mau duduk sama mama kamu. ucap budhe ika

sini sayangnya mama… ucap mama diah, dengan kedua tangan terbuka lebar aku langsung menghampirinya. Aku duduk dan memandang wajah ayu wanita yang sekarang menjadi ibuku, ibu baruku.

ada apa? ucap mama diah yang tersenyum kepadaku

ndak papa seneng. Mama cantik banget ucapku langsung memeluk mama baruku, tak ingin lepas rasanya pelukan ini.

kamu juga cantik, kan anak mama jadi nuruni mamanya dong ucap mama diah seakan aku adalah anak kandungnya. Hangat, hangat sekali pelukan ibu baruku ini…

eh… ini kok malah pada santai? Ayo kerja lagi, tuh yang buat kue kering siapa tadi ntar gosong ucapku berdiri kembali

oh iya aku lupa mbak ucap ratna

yah, itu anak kamu di manja-manja dulu saja. biar mereka istirahat dulu ucapku kepada diah

heem mbak, ni kayaknya juga ndak mau lepas. Manjanyaaaaa… ucap diah kepada anak barunya

Kami kembali bekerja, ada yang membuat kue, membuat jajana khas juga buat besok. Menyambut kedatangannya. Ah, padahal Cuma keponakan saja, ribetnya minta ampun tapi ini memang ide dari keluarga Dasar jomblo, dulu kalau tidak ada kamu mungkin aku akan berpisah dengan mas andi. Kamu memang benar-benar huh!

adeeee… mikirin apa? ucap mas andi dari belakang ketika aku membuat adonan

mikirin kamu! ucapku ketus

aku tahu kamu ingat lagi kan? Maaf… tolong jangan diingat lagi ucap mas andi

inget tuuuuuuh… ati-ati nanti lempar-lemparan kursi lagi hi hi hi ucap diah yang datang bersama rani dan eri

ya iyala ingat, masa lupa gitu saja ucap ku

Kalau aku lihat dari wajah diah dia tahu semuanya, nampaknya arya bercerita semuanya kepada ibunya. Brak brak brak… suara ketika aku mengolah adonan dengan sedikit membantingnya.

ck ck ck ck… mas andi ati-ati tuh…. ucap diah

ma… sudah dong… ucap mas andi manja kepadaku

iiih pak dhe sama budhe pamer kemesraan deh. Kan ndak boleh, kita kan belum punya pasangan. kasihan aku sama eri ucap rani

tuh, denger dah balik ke ruang keluarga saja sana ucapku

ndak ah, nemenin istriku tersayang saja disini ucap mas andi

hi hi hi, sudah deh jangan dibahas lagi. Sekarang yang penting sudah klir, tul ndak?

ati-ati, kalau arya pulang bisa dimarahi lho kalian ucap diah

ooo jadi arya cerita sama kamu ya? ucapku

secara aku kan ibu yang cantik, baik hati dan tidak sombong jadi arya pasti cerita sama aku ucap diah

iiih mama bisa juga ya nglebay ucap eri

bisa dong sayang… ucap diah

tapi kalau didepan anaknya ndak bisa tuh, jarang bisa lebay ucapku

apa lihat-lihat, weeek! ucapku kepada mas andi sambil melet-melet

eh, mau ada perang dunia ya? ucap ratna tiba-tiba datang

kalian itu, kakaknya lagi susah bukannya ngademin malah manasin ucap mas andi

iya kakak, kita diem hi hi hi ucap diah dan ratna, aku tersenyum

Hi hi hi hi hi…. ha ha ha ha ha ha ha…. tawa kami bersama. aku senggol bahu mas andi yang sedang duduk memandangku membuat adonan kue. Mas andi berdiri dan mengecup bibirku tanpa diketahui oleh mereka yang sedang bercanda. Mas… mas… apapun yang kamu lakukan, apapun kesalahanmu tapi kamu kembali lagi padaku dan berjanji tidak akan mengulanginya… aku akan selalu mencintaimu.

Anak ingusan itu ternyata yang menyadarkan aku…. tentang membangun pondasi yang kokoh untuk keluargaku…

Bersambung