Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 94

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 94 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 93

aku tidak pernah puas, aku tidak pernah keluar ketika kontolmu masuk ke dalam vaginamu. Dan kamu tahu, mungkin semua wanita yang pernah kamu setubuhi juga merasakan hal yang sama. Kamu egois, keras kepala… seandainya dulu saja kamu mau menerimaku dengan lapang dada, mungkin kamu akan selalu aku puaskan dengan tubuhku ini.

tubuh yang selalu seperti masa mudaku, tapi kamu itu yang bodoh hi hi hi masa bodi kaya gini kamu bilang lonthe! Kamu tuh yang gigolo! Aku sebenarnya sanggup bayar kamu hi hi hi, apalagi yang terkahir, untungnya saja aku ndak kulum kontol kamu, bisa muncrat bisa bubar rencanaku hi hi hi… ucapku

apa maksudmu yah? ucapnya

aku sebenarnya Cuma pengen benih kamu saja, jadi aku pengen hamil. Secara arya sudah punya kekasih, aku sendirian nanti jadi aku minta benih saja sama kamu. kamu kan suami aku kan? Tapi… aku tidak akan pernah memberitahukan kepada anak dalam kandunganmu ini bahwa kamu ayahnya, tidak akan pernah! Dan akan kuhilangkan kamu dari sejarah kehidupanku… ucapku

kamu biadab ucapnya

Yee… aku biadab hore… hi hi hi bodooh ah…

oh ya, dan terima kasih… masih ingat ndak waktu aku suruh tanda tangan kalau arya butuh persetujuan orang tua untuk skripsinya? Hi hi hi, untung kamu aku buat mabuk dulu waktu itu hi hi lihat… ucapku

Aku lebarkan secarik kertas dimana disitu tertulis persetujuan skripsi arya. dan kemudian aku ambil kertas bagian depan yang ukurannya haya ¾ bagian dari kertas dibelakangnya.

surat perceraian… dan kamu setuju lho hes… ucapku

tidak, aku tidak ingin bercerai! Buang yah, buang kertas itu, buang! teriaknya, kulihat tubuhnya hanya bisa bergoyang tak bisa mengangkat tangannya

eits… lho kamu kenapa? hmmm…. pasti anakmu ya? tebakku

iya anakmu memebuat tubuhku lemas dan hanya bisa berbicara saja! buang kertas itu yah… teriaknya

ndak mau ah… aku simpan saja ucapku segera aku masukan kedalam tas

hesa… hesa…. ucapku

Aku rebahkan tubuhku lebih dekat lagi, jariku menari di wajahnya. Turun hingga perut dan masuk kedalam selangkangannya.

sayang, ini kontol ya? sayang sekali tak bisa memuaskanku masih aku elus-elus

kamu seharusnya tahu, aku selalu menurut kepadamu. Seandainya saja kamu bisa lebih bersabar meladeniku, aku bisa jadi istrimu, lonthe, budak seksmu dan seperti apa yang kamu inginkan. Tapi ada yang lebih tahu daripada kamu… ucapku melepas elusan pada penisnya. Kuambil sematponku

lihat… hi hi hi… ucapku

diyah, kamu!… dia tak sanggup berkata-kata, aku matikan suara sematponnya agar suara arya ketika memanggilku ibu tidak terdengar. Dan untungnya semua gambar hanya menampilkan leher arya kebawah tak ada gambar wajahnya, seandainya dia tahu pun masa bodoh. Dia mau ngomong apapun itu juga ndak bakal ada yang percaya, secara semua telah menjadikannya sebagai bajingan.

lihat aku bisa kan hes? Dia adalah orang yang memberikan aku kepuasanan hes. Bahkan dia tergila-gila ketika aku memakai kebaya, terus aku disuruh ngulum kontolnya ugh… sedap hes… sedap sekali… kontolnya besar, kuat dan mentok di vaginaku. Terus hes, nih lihat, aku pakai pakaian seksi kan hes? Lagi doggy style itu hes… ugh nikmat banget hes… ucapku sembari memutar semua rekaman persetubuhanku dengan anakku

nah ini yang terkahir hes… dikolam renang, montok ndak aku hes? Seksi kan? Aku bisa dapetin 1juta kamu hes dengan tubuh itu hes, bahkan kalau aku jadi lonthe banyak yang ngantri hes hi hi hi tuh lihat aku muncrat lagi hes… ucapku, hesa hanya terdiam melihat rekaman itu

siapa laki-laki itu?! teriaknya

ah, sudah ah kamu marah… dan kamu ndak perlu tahu siapa dia, yang jelas batangnya uuuuuh.. gedean dia dari punyamu… ha ha ha ha ha tawaku keras, sembari berjalan meninggalkannya

diyah, diyah, aku mohon jangan pergi aku membutuhkanmu… ucapnya

butuh? Ah ndak ah, besok bulan depan kan kamu dah bukan suami akyu, dan kamyu sudah jadi mantankyu hi hi hi… kenapa hes? Pengen jilati tubuh aku? Iiihh ndak mauuuu kan kontol kamu gampang ngecrot ha ha ha ha tawaku

sudah hes, aku pergi dulu dan terima kasih benihnya… aku akan merawatnya, entah dia mirip kamu atau aku, yang jelas aku berharap dia mirip aku ucapku

Teriakan memanggil namaku tak aku gubris, aku keluar dan bilang kepada anton bahwa semuanya sudah selesai. Aku matikan sematponku dan ku ambil memori kat-nya kupatahkan dan kubuang. Itu adalah kenangan yang terakhirku bersama arya, anakku sendiri.

diyah… ucap seorag wanita

eh… aku seidkit kebingungan

wardani, ibunya dian ucapnya, aku memang belum pernah bertemu dengannya tapi paling tidak arya pernah bercertia tentang wardani yang memperkosanya hi hi hi.

oh, besankuuuuu… aku langsung memeluknya

mbak… ucap seorang laki-laki yang aku kenal, dia serta merta meggenggam tanganku dan berlutut dihadapanku

maafkan saya mbak, maafkan saya hiks semua kesalahan saya… ucapnya, aku menegerti siapa dia sekilas bayangan masa laluku mengingatkan aku tentang laki-laki ini

sudah mas, semua sudah berakhir… yang jelas sekarang kita akan besanan ucapku

eh, ini ada apa? ucap wardani tampak kebingungan

yang penting mbak sudah memaafkan saya, saya berterima kasih banyak ucapnya

heem… jawabku

Sedikit bercakap-cakap dan saling memaafkan. Aku kemudian sepakat dengan mereka berdua untuk menjodohkan arya dengan diah, lagi pula tanpa perjodohan pun mereka sudah lengket.

mbak mau kemana? ucapku

biasalah perpisahan ucapnya, aku sedikit mengerti

mbak, sekali lagi maafkan saya. Maafkan kesalahan saya dimasa lampau ucapnya

iya mas, sudah… kita semua sudah kembali normal ucapku

Akhirnya aku berpisah dengan mereka, dengan mobil yang aku tunggangi ke villa aku kembali kerumah tanpa mejenguk dian. walau kangen degan mereka berdua, aku akan menunggu mereka.

mas ada apa sebenarnya? ucapku kepada mas koco

begini.. ucapnya menceritakan kejadian di masa lampau, aku sedikit terhenyak bagaimana suamiku benar-benar diperalat oleh mereka berdua. Emosiku meluap!

ayo mas, sekarang! Cepat! aku benar-benar marah… ucapku kutarik tangan mas koco

kamu yakin ndut? ucapnya

iya, yakin tapi nanti jangan panggil aku ndut ya? ucapku sambil tetap berjalan

iya, sesuai janji deh… tapi kalau dirumah jangan ya ndut? ucapnya membuat hatiku sedikit luluh

iya mas, iya… mas baik banget siiiiih… papanya dian baik banget ucapku memeluknya

eh, ndut banyak orang lewat ndut… ucapnya

malu? ucapku

kamu mau ngajak main disini saja aku mau ndut! Tapi aku ndak rela orang nonton tubuh istri tercintaku ucapnya

hi hi hi… iya sayang, tapi aku janji ini yang terakhir ucapku, dia mengangguk dan kemudian kami berjalan menuju keruangan yang kami tuju

Aku bertemu dengan anton, yang berjaga didepan pintu. Padahal biasanya bukan anton yang berjaga disana karena aku sudah hampir 3 hari disini jadi aku hapal. Sebenarnya mas koco menginginkan 2-3 hari lagi baru datang kerumah sakit tapi namanya sudah ndak kuat, jadi cukup satu hari saja kuda-kudaan langsung kerumah sakit.

Aku kemudian melobi anton, dan anton mau. Anton ternyata bilang kepadaku kalau tadi ibunya arya juga baru saja masuk ke dalam ruangan. Kenapa aku tahu kalau tadi ibunya arya? jelas, selama aku menjadi budak mereka aku sesekali dilihatkan foto istri dari mahesa.

Kleeeeeeek…

Mata mereka berdua terkejut melihat kedatangan kami. aku langsung menutup pintu dan menguncinya. Aku cubit mas koso agar langsung bertindak, dan ugh.. tangan kasarnya langsung meremas susuku.

argh mas… jangan disini malu itu ada nico sama mahesa ucapku

iiih…kenapa malu, kan tadi bilang pengen main didepan mereka. sekarang kamu jadi lontheku ya? ucap mas koco

heem… tuan… lonthe ini mau di entot! Di kenthu! Tapi tuan jangan disini tuan malu… didekat mereka saja, ya tuan ya… ucapku

arghh… tuan, aku kepanasan tuan lonthemu kepanasan ucapku

kalian keluar! Cepat keluar! Atau aku panggil penjaga! teriak nico

hei nico, mau teriak? Percuma, yang diluar, semua yang ada disini dan disekitarmu semua memihak kepada kami ha ha ha lihat, bodi lontheku ini masih bagus kan? Terima kasih lho sudah menjadikannya seperti ini, jadi tambah cinta ha ha ha ucap mas koco yang membuka bajuku satu per satu

tuan malu ucapku, kutengok kebelakang dan kulihat wajah mas koco yang tidak tega, tapi harus!

aku mohon, buat mereak hancur, lebih hancur lagi… ini yang terakhir kalinya, buaslah sayang. Lakukan seperti yang aku katakan kemarin bisiku sembari mendekatkan kepalanya dengan kedua tanganku. Aku tahu dia tidak akan tega melakukannya, tapi aku ingin mereka berdua merasakan bagaimana rasanya birahi menguasai tapi tak bisa tersalurkan. Aku akan membuat mereka merasakan hal itu, seperti yang mereka lakukan terhadap laki-lakiku.

dasar lonthe, buka baju cepat sambil menari! Mereka ingin melihatmu menari sambil telanjang! ucapnya sedikit keras, ah masa bodoh jika anton mengintip.

begini tuan yah… ah tuan susuku sudah tidak ada branya tuan… ucapku sambil meremasi susuku dan menempelkannya di wajah nico

tuan, susuku si sedot tuan, sama dia tolong tuan… ucapku

Plak… sebuah tamparan di pantatku

aw tuan sakit, iya tuan maaf, kelepasan tuan… ucapku

ketengah! Dasar ganjen, kalau ganjen lagi ndak akan aku beri kontol nanti kamu ucapnya

ah tuan jangan tapi ndak papa tuan merea punya kok, weeek… ucapku sembari melepas rokku, kini aku telanjang bulat

kalau tuan tidak mau, aku mau kontol mereka saja ucapku mendekati nico dan kubuka celana nico

sudah lihat? Itu kontol? Apa titit? Lonthe! plak sebuah tamparan di pantatku lagi, pelan… dasar ndak tegaan

ya sudah tuan saya mau kontol dia saja ucapku langsung berlari ke arah mahesa dan membuka celana mahesa

kalian biadab! teriak nico

dasar lonthe dan gigolo! teriak mahesa tapi aku dan mas koco tidak mempedulikannya

ah tuan ini titit lagi tuan… aku kalah tuan, tolong tuan berikan kontol tuan, kontoli lonthemu ini tuan ucapku memohon dan mengemis di kaki mas koco

mau kontol? Buka sendiri! ucapnya, aku langsung membukanya

Argh besar dan keras, itulah kontol kesayanganku

aw tuan besar! Tuan coba lihat tuan perbandingannya ucapku sambil memegang dan menarik penis mas koco dan kudekatkan dengan punya mahesa

besar punya tuan… tuang, kontoli saya tuan… kontoli mulut lonthemu ini, kontoli memek lonthemu ini, kontoli tubuh lonthemu ini tuan, tolong tuan selama saya jadi lonthe mereka saya tidak pernah merasakan puas tuan, tolong kontoli saya tuan! pintaku memohon, dengan kedipan mata aku mas koco langsung berdiri di samping kepala mahesa

biadab kamu koco! Mmmmmppphhhh… ucap mahesa yang aku sumpal dengan celana dalamku

oh tuan, tuan ingin ngontoli mulutku dulu tuan di wajahnya ya? iya tuan, oh tuan baik sekali, mau berbagi ucapku

Mmmppphhh… slurrrpp… mmmpphh slurppph… aku mengulum penis mas koco, mulutku tepat berada diatas mahesa. Ah, sensai yang selalu aku bayangkan selama ini, menyiksa mereka. menyiksa birahi mereka. aku suka sekali ketika mengulum penis mas koco, ya hal yang paling aku suka ketika menikmati setiap sentimeter dari penis mas koco.

Penis yang selalu aku dambakan, setiap sentimeter bisa aku jilat, aku kulum dan bisa aku perlakukan semauku. Lidahku menari dengan indah di helm penis mas koco, menjilati setiap batangnya. Ah, rasa rinduku akan mengulum batangnya belum pernah terpuaskan. Setiap hari setiap saat aku ingin sekali mengulum penis ini, menikmati setiap tumpahan sperma diwajahku. Karena hal pertama yang paling aku suka sebelum di tusuk oleh penis ini adalah menikmatinya dengan mulutku, oral seks. Bagiku oral seks adalah dimana aku bisa memiliki seutuhnya mas koco sebagai rajaku.

heh… lonthe, kalau ngemut yang bener! Ndak terasa! Kalau ngemut titit memang seperti itu, kalau ngemut kontol dalem dong! Atau mau aku lepaskan kontol ini! bentak mas koco, sesuai narasi

oh tuan, jangan… saya emut, saya kulum… mmmhhpppphhhhh slurppp… mmmmhhh ucapku kembali mengulum sembari mengeluarkan air liurku sebanyak-banyaknya ketika aku mengulum. Air liruku pun menetes jatuh di wajah mahesa, puas aku benar-benarpuas dengan hal ini. kepuasanku adalah bisa mengulum penis kesayanganku didepan bajingan ini, kepuasan kedua adalah memperlakukan merea seperti mereka memperlakukan mas koco dulu.

nah gitu, kasihan yang lihat kamu itu biar kebagian! Ha ha ha tawa mas koco, aku suka itu

sudah! Ngangkang kamu nthe! ucapnya

ngangkang dimana tuan? ucapku

perlu aku tampar kamu?! biar kamu tahu! ucapnya

tidak tuan saya tahu tuan, tahu… tapi tuan tampar pantat saya tuan, biar lonthemu tambah horni ucapku

Mas koco masih berdiri disamping mahesa, dengan cepat aku berdiri di atas tubuh mahesa dan menari. Bergoyang dengan goyang ngebor, hingga memeku menyentuh titit mahesa. Satu tamparan lembut mendarat di pantatku membuatku semakin bergairah dalam menari.

heh! Kamu mau ditititi apa dikontoli! ucapnya

kontoli tuan, kontol tuan kontol ucapku

kalau kontol ya jangan didekatkan dengan titit nanti rusak itu memek kamu! ucapnya

iya tuan maaf, tuan kalau habis nari nanti saya dikontoli ya tuan? ucapku

iya pasti, aku kontoli kamu ucap mas koco

Aku kini layaknya anjing yang merangkak di atas tubuh mahesa, susuku terkatung-katung diatas wajah mahesa. Dengan sekali tamparan dari mas koco, aku daratkan susuku di wajah mehesa. Dan arghh… kontol itu dengan paksa memasuki vaginaku yang sudah basah.

suka nthe? Enak mana sama titit? ucap mas koco

enak kontol tuan oh…. tuan goyang tuan pintaku

enak saja goyang, kamu yang goyang ucapnya

Aku tersenyum dan menggoyang tubuhku, terang saja susu besarku mengusap wajah mahesa. Hanya nafas yang aku rasakan dari wajah mahesa. Tapi sodokan penis kesayanganku ini membuatku luluh lantak tak tahan untuk meracau.

oh kontol, kontooool yah enak banget kontol ahhh… aku suka kontol tuan, titit mereka tidak pernah memebuatku ngecrot tuan oh kontol enak… oh tempikku keenakan, yah tuan aku pengen di entot tuan terus, dikontoli tuan terushh yeah terushh tuann owh… yah…. enaaaaak racauku

kalau mau ngcrot, bagi-bagi! Kalau ndak bagi-bagi, nanti kamu tidak aku kontoli lagi ucapnya

iya tuan oh, nikmat sekali tuan, lonthemu pegen ngecrot tuan, ngecrooothhh ugh… racauku dan langsung mas koco menndorong tubuhku kedepan

Dengan bersandar pada tembok belakang mahesa, tubuhku melengkung dan ku posisikan memekku tepat di wajah mahesa. Mas koco langsung saja menusuk, tapi kini tusukannya penuh dengan emosi. Aku bisa meraskannya, ya mas tusuk vagina ku agar dia meraskan apa yang kamu rasakan dulu.

arghh tuan yang keras, kontoli yang keras memekku, kocok kontolmu lebihkeras tuan oh mentok tuan mentooook terus entot memeku tuan argh… racauku

mahesa, kamu suka kan…. ini aku bagi, aku bagi kebahagiaanku seperti dulu kamu memebaginya… ayo sayang! Ngecroooot! teriak mas koco yang kelepasan memanggilku sayang, ya mungkin karena dia emosi

tuan aku ngecroooooottttttttttthhh….. teriakku

Cairan hangat keluar dari dalam vaginaku dan juga air seni, jadi bukan tetesan melainkan siraman kenikmatanku untuk mahesa. Aku mengejang, mataku terpejam kepuasan akan sebuah pembalasan. Aku menikmatinya, argh benar-benar nikmat. Tiba-tiba aku mendapatkan sebuah pelukan dari belakang tubuhku, tubuh mas koco memelukku dan mengecup kepalaku. Dielusnya sebentar kepalaku…

kita lanjutkan… bisiknya

Aku tersenyum dan tak peduli dengan cairan yang berada di wajah mahesa. Itulah yang membuatku puas, masa bodoh dengan perawat atau pihak rumah sakit yang mengetahuinya. Aku turun dari ranjang bersama mas koco aku melihat nico.

bajingan kalian pergi! Jangan pernah mmmppphhhhhhh… ucap nico yang tak bisa lagi berbicara, kusumpal dengan Bra yang berada dilantai

ayo tuan, tuan ingin selalu berbagi kebahagiaan kan? Itu yang situ belum dapat ucapku

Plak… tamparan di pantatku

dasar kamu lonthe! Pintar juga kamu berbagi, cepat naik! ucapnya

Aku posisikan tubuhku di atas tubuh nico, pantatku berada tepat di wajah nico dengan posisi menghadap ke arah mas koco. Bagian tubuhku sedikit bersandar pada tembok di atas kepala nico. Aku tersenyum, kulirik mahesa, hi hi hi udah gedhe kok nangis ya?

ayo tuan, tuan pengen ngecrot kan? Cepetan tuan, kontoli memekku tuan, memekku butuh kontol tuan bukan titit tuan…. owhhh ayo tuan masukan pintaku kepada mas koco

ha ha ha kamu pintar juga yah… sini, aku kontoli memek sempit kamu itu, ugh sedap…hmmm… pengen di kontoli apa di entot?!ucap mas koco yang kini mempopsisikan tubuhnya di atas nico,

dua-duanya tuan, dua-duanya… dikontoli sama di entot kan sama tuan, terserah tuan pokoknya ucapku yang memang sudah terbawa nafsu

begini ya… dimasukan ough penis besarnya ke dalam vaginaku

argh tuan sakit ughh… enak tuan… ayo tuan digenjot, kontoli tuan kontoli… memekku butuh kontol tuan. Yah ugh goyang tuan goyang yang keras… ah ah ah ah ah ah seperti itu tuan owhhh nikmat sekali… racauku

arghh… nico, lihat nico aku ngentoto wardani, istriku tersayang di atas wajahmu, kamu suka kan? Agh.. dia puasnya itu hanya sama aku nic, kamu tidak bisa memuaskannya, aghh enak nic… ough… ayo lontheku, goyang pantatmu berikan bajingan ini kenikmatan pantatmu racaunya

ogh ya tuan ah… nikmat sodok terus kontol tuan di memek lonthe tuan ini ough… racauku

ayo keluarkan manimu sayang seperti tadi, arghhh enak sekali memek kamu itu argh yah enaaaaaaaaak! teriak mas koco

ah tuan, aku kelu… keluar… keluaaaaaaaaaaaaaaaaaaar… teriakku selang beberapa saat setelah kocokan keras dalam vaginaku

Mas koco berhenti sejenak, aku memang tidak bisa menahan semuanya. Setiap kali keluar, selalu ada sedikit air seni yang ikut keluar bersama dengan orgasmeku. Aku menikmatinya,…

tuan sekali lagi tuan, aku ingi keluar lagi hah hah hah keluar sekali lagi barerng tuan… pintaku

baiklah lontheku sayang… ucapnya

Goyangan demi goyangan aku dapatkan dan langsung dihujamkan penis besar itu kedalam vaginaku. Aku menikmati setiap gesekan penis dan dinding vaginaku. Berbeda dengan dulu, tak pernah ada yang bisa membuat vaginaku begitu sensitif kecuali penis mainan. Sekalipun aku dijadikan anjing dan kemudian dilempar ke orang-orang yang tak aku kenal,aku tidak pernahmerasakan kenikmatan yang setara dengan sekarang ini. mereka hanya mempermainkan aku.

arghhh tuaaaaaan… aku… akumau ngecrot lagi tuaaaaaaann… racauku

keluarkan! Aku juga au ngecrrooooot aku pejuhi memekmu! ucap mas koco

Crooot crooot crooot crooot crooot

Aku ikut mengejang untuk kedua kalinya di atas tubuh nico, sebuah petarungan yang sangat hebat bagiku. Sebuah amarah hilang dari wajah mas koco, dia tersenyum dan menarik tubuhku untuk berlutut sama halnya dengan dia yang juga berlutut diatas tubuh nico. Penisnya keluar secara otomatis spermanya pun ikut keluar dan mengalir di pahaku, ada juga yang aku rasakan menetes di wajah nico. Mas koco memelukku, menciumku, membelai rambutku, dibisikannya kata-kata sayang yang selalu di berikannya kepadaku setelah berhubungan. Aku pun memeluknya, tak aku pedulikan mereka berdua yang berada di sini.

Aku turun dan berlutut ditengah-tengah ranjang nico dan juga mahesa, mas koco berdiri dan aku mengulum penis besarnya. Dengan senyum aku mulai membersihkan penis kesayanganku ini. selang beberapa saat, mas koco menariku dan kembali memeluk dan mencium ubun-ubunku. Dipeluknya erat dan berbisik…

jangan lagi seperti ini, kalau liar boleh tapi liar sebagai istri jangan liar sebagai lonthe, ya?

Aku mengangguk dan memandang wajah lelaki tampanku ini. kami kemudian berpakaian, kuambil pakaian dalamku dari tas, kutinggalkan mereka berdua dengan keadaan yang penuh dengan cairan kenikmatan kami dan juga hi hi sumpalan celana dalam dan BH masih dimulut mereka. sekeluarnya dari ruangan itu..

tante, om, hadeeeeeeh… kejam banget ucap anton

tadi ngintip ya? candaku, tampak mas koco sedikit malu

ndak, ndak bakal aku ngintip tan, apalagi tante dan om mertuanya arya… ndak ada dalam kamus persahabatan kami ucapnya

maaf ya, kelepasan… ucap mas koco

iya tan, om, aku ngerti kok, tapi ini sudah kan? ucap anton

heem… makasih ya ton ucapku

Aku kemudian kembali kerumah mas koco tanpa menjenguk dian, hi hi hi… malas ah, masa aku mau dijadikan obat nyamuk. Dadah dian sayang, mama mau kuda-kudaan dulu sama papa hi hi hi. Dengan mesra tangan kanan mas koco merangkul pinggangku dan tangan kirinya juga menggenggam tangan kananku.

Dalam perjalanan pulang mas koco mengingatkan aku kembali untuk tidak menyuruhnya menjadi lonthenya lagi. Tapi kalau diingat-ingat semalam, iiih mainnya ndak tanggung-tanggung. Muncrat lemes istirahat tegang lagi main lagi muncrat lemes lagi istirahat lagi, iih hampir 5 ronde tapi ndak papalah 5 ronde aku juga muncrat hampir 10 kali. Mesra deh selama perjalanan… ugh vaginaku gatel lagi, ayo dong pak wan cepetan hi hi hi.

Bersambung