Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 92

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 92 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 91

Entah dari mana kesabaran seorang anak kecil datang. Arya hanya tersenyum memandang ayah, ayah juga bingung kenapa anak seusianya mempunyai pikiran yang positif. Ratna hanya menangis dalam pelukan ibu, ibu mengelus-elus kepala ratna dan mas andi hanya menggeleng-gelengkan kepala. Ratna kemudian bercerita kalau dia diputus oleh pacarnya, disitu juga ada arya yang mendengarkan. Tiba-tiba arya keluar dari kamar dan kembali lagi mendekati ratna.

arya sebenarnya tidak suka sama om gayus, tapi arya lebih suka sama om Andra. Om Andra baik kok, kemarin om Andra pas jemput budhe ika ngasih ini ke arya katanya untuk tante ratna ucap arya memberikan sebuah surat.

Ratna kemudian membaca surat itu dan begitulah… setelahnya andra datang dengan kedua orang tuanya, orang tua mbak ika istri dari mas andi. Untuk melamar ratna, ratna sebenarnya masih terjatuh dalam keadaa itu secara emosional ratna pasti akan menjadikan andra sebagai pelampiasan saja tapi yang terjadi berbalik. Ratna menjadi lebih dewasa ketika bersama andra, dan…

Dasar cowok nyebelin! teriak ratna setelah melahirkan anak pertamanya dan digoda oleh arya

idiiih tante marah lagi ni? ucap arya sambil melet, hingga sekarang dan seterusnya mereka musuh bebuyutan jika bertemu. Hanya gara-gara mengambil komik ratna dan bersembunyi didalam kamarnya karena ratna datang tiba-tiba, arya telah menyelematkan nyawa adikku.

beda lagi masa SMA, huh anak itu benar-benar hmmmm bikin rusuh saja ucap asih

rusuh bagaimana sih? ucapku bercanda

iih mbak kaya ndak tahu saja tuh sama koplak! ucapnya

hi hi hi… aku dan semua orang tersenyum di ruangan itu

apaan sih! ucap asih

ha ha ha… sudah lah mah, dulu arya juga yang nyari-nyari mamah waktu muncak. Eh malah ilang… ha ha ha ucap askha suami dari asih

yeee… itu kan salah papah, ninggalin mama ucap asih

pi… tuh… ucap herni istri heri

dulu juga dia yang tiba-tiba datang waktu aku sama herni pacaran. Pas pacaran dia sama koplak kalau ndak salah waktu itu tapi ndak 12 orang kok. Datang nyelametin om-nya yang ganteng ini ucap heri

lho kok aku ndak tahu? ucap asih

ya ndak lah, terakhir ketika mereka sudah habis-habisan dan mereka menang. Arya bilang, om jangan bilang smaa tante asih, ntar aku disuruh nyapu halaman lagi. Kalau marah dia seperti monster, ndak Cuma aku om teman-temanku takut juga om, hiiii ngeri om ha ha ha ucap heri

APA! Awas dia kalau sudah balik kesini! ucap asih

tapi bener lho mbak ha ha ha ucap heri

kamu juga ikut-ikutan? ucap asih membentak heri

eitss… mbak jangan macem-macem sama suamiku tersayang weeeek ucap herni membela heri

Ha ha ha ha suara tawa akan kenangan bersama arya membuat kami semua tertawa terbahak-bahak…

mas… ndak ngomong sekalian? ucap mbak ika dengan lirikan wajah yang sangat sinis ke mas andi. Hanya aku yang tahu…

mmm… ndak jadi… ucap mas andi langsung memeluk mbak ika

ih malu tuh dilihat sama adik-adiknya… ucap mbak ika kepada mas andi yang membenamkan wajahnya dipunggung mbak ika

ada apa mbak cerita dong ucap ratna

iya tuh… ucap asih

hi hi hi hi… tawaku

DIAH! teriak mbak ika dengan mata melotot

iya… iya ndak cerita, rahasia. Tapi ada uang tutup mulut dong… ucapku

Ratna membujukku namun aku tetap tidak bercerita. Apa harus aku ceritakan kalau mas andi ketemuan sama karima? Ndak mungkin juga, aku dan keluargaku kini bisa tersenyum bahagia setelah 20 tahun lamanya tidak pernah bisa sebahagia ini. Tiba-tiba anak ratna turun, anak yang paling kecil dan memeluk ratna.

tapi arya itu memang berbeda dengan waktu anak-anak… ucap tante laila

beda bagaimana? ucap ibu

karena Cuma aku, laila, alsa dan alya yang melihat bagaimana dia menyelamatkan kami ucap tante ifah

iya, dulu padahal cengeng banget.. ucap alsa

beda banget.. ucap alya

cerita tante,ayo ceritakan… ucap ratna, yang antusias degan musuh bebuyutannya

Lho bukannya itu musuh kamu? ucap ibu

apaan sih ibu itu, cepetan tante ceritakan jangan dengerkan ibu weeeeeek… ucap ratna

Kemudian tante laila dan tante ifah menceritakan kejadian berada digedung, betapa heroiknya seorang anak yang melumpuhkan ayahnya sendiri. terdengar sedikit aneh memang tapi tante laila dan tante ifah menceritakannya dengan sangat detail membuat kami yang berada diruangan sangat antusias mendengarnya.

tatapan mata arya sama persis dengan tatapan mata pak dhe warno ucap alsa

tapi kadang tatapan matanya juga berbeda, aku belum pernah melihatnya ucap alya membuat kami semua bingung tapi aku tahu siapa lelaki yang dimaksud alya

kaya kakek yang didapur tadi… ucap anak ratna yang paling kecil ini tiba-tiba saja membuat suasana menjadi hening

eh… kakek mana sayang? ucap ratna sedikit terkejut

tadi ada kakek-kakek di sana, senyum ke adek, terus adek juga senyum tapi kakek itu tiba-tiba hilang ndak ada lagi. Matanya sama persis dengan mata kak arya ucap anak ratna yang paling kecil

Kami semua menjadi sangat hening, aku juga sedikit bingung dengan keadaan ini. Arya sudah cerita mengenai ayah dan ibu mertuaku, wicaksana dan mahesawati. Semua tampak meandang bahkan tante ifah dan tante laila yang sebelumnya menceritakan betapa heroiknya arya kini mulai terdiam. Semua, semua yang ada dalam ruang keluarga ini terdiam membisu. Apakah ayah mertuaku datang lagi ya? atau memang dia ingin bertemu dengan arya?

Senyum tante alsa dan tante alya juga sama dengan kakek yang tadi senyum ke adek, kakek tadi senyum di depan pintu lantai dua. Makanya adek turun kesini ucap anak ratna untuk kedua kalinya membuat kami terkejut

adek sudah jangan bilang yang tidak-tidak, ndak boleh dari tadi juga kan yang ada disini ade sudah lihat semua ucap ratna pada anaknya

iiih mama, beneran ma… tapi kakek yang didapur sama kakek yang di lantai dua tadi berbeda. yang satu kaya mas arya yang satunya lagi mirip tante alsa dan tante alya ucapnya kembali

Ucapan dari anak ratna membuat mata tante ifah dan tante laila langsung berkaca-kaca. Aku berdiri dan medekati tante laila, mencoba menenangkan mereka berdua. Ibuku juga menghampiri mendekati tante ifah.

sudah, sudah… jangan dibahas lagi ucap ayahku

namanya juga kangen kadang ya kelihatan kan… lanjut ayahku mencoba menenangkan semuanya

ah… iya benar juga, mungkin hanya halusinasi dari anak ratna saja ha ha ha ucap om wardi

ayo… ayo dimakan lagi ini camilannya, biar tambah berat badannya jarang-jarang lho kita bisa bercanda seperti ini ucap tante umi

eh… tante ceritakan lagi dong tuh tentang si jomblo itu lagi ucap mbak ika mencoba menghangatkan suasana

bener si jomblo itu ya, iya tan ceritakan lagi saja. itu anak dari kecil nakal hi hi hi ucap ratna

eh… iya yah, sampai kelupaan… hem hem hem… ucap tante ifah

yeee… ntar mbak sama kamu dek bakalan bungkam ketika lihat cewek arya ucapku

Ariya, bōifurendo o motte imasu ka? (arya sudah punya pacar?) ucap ibu

Hai, kanari hahaoya ga suki ni narudeshou (iya, cantik sekali ibu pasti suka) balasku

Watashi wa sore ga dekinai no bōifurendo o motte iru to wa omoimasen ha ha ha (aku tidak percaya kalau sudah punya pacar, tidak mungkin ha ha ha) ucap ratna

kamu lihat sendiri saja nanti kalau dia pulang ke sini, pasti kamu ndak bakal bisa ngejek dia lagi ucapku

beneran sudah punya pacar yah? Wah ndak bisa ngejekin anakmu lagi ucap mbak ika

cantik banget… pas aku sama ibu disandra kan juga ada pacarnya arya dan ibunya juga ucap alsa

jadi dua wanita yang dicertakan tadi pacarnya arya? ucap ratna

dasar ndak konekan, lemot ucapku

ih mbak biarin kali ucap ratna membalas

Tawa riang dan canda berada dalam ruangan ini. aku memang merasakan kehadiaran dari ayah dan ibu mertuaku, kulihat tante ifah dan tante laila juga merasakan kediran suaminya. Mungkin mereka datang untuk menyambut kedatangan pahlawan kecilnya. Ya, pahlawan dalam keluarga ini seorang bocah yang dulu tidak aku harapkan, seorang bocah yang dulu ingin aku lenyapkan dari dunia ini. bocah itu arya, anakku sendiri.

Malam hari setelah semua tertidur, aku terbangun dan menuju dapur untuk menikmati minuman hangat. Kulihat tante ifah dan tante laila berada di pekarangan rumah, melihat sekeliling. Kubuatkan minuman hangat dan kubawa menggunakan nampa.

teh tante… ucapku mengejutkan mereka

oh kamu yah, bikin kaget saja. makasih buat minumannya ucap tante laila

kamu kok belum tidur yah? ucap tante ifah

tadi bangun, sebenarnya Cuma pengen minum saja tapi lihat tante jadi pengen ngobrol

tante ifah sama tante laila kenapa belum tidur? ucapku

Kulihat kedua tanteku ini menghela nafas panjang. Kulihat sebuah tatapan akan kerinduan didalam mata mereka.

kangen sama om? ucapku lirih, merea berdua memandangku dan mengangguk

maafkan diah tan, kalau saja dulu diyah tidak terjebak dalam pertunangan itu ucapku

bukan kamu yang salah yah, semua berawal dari kami berdua. Dulu mahesa mengear-ngejarku tapi aku tidak mau dan memilih om kamu ucap tante laila

begitu pula aku, nico, tapi aku sama sekali tidak menyukainya ucap tante ifah, aku hanya memandang mereka berdua dan melihat penyesalan di mata mereka

tapi jika tante menerima mereka, tante juga akan menjadi seperti yang sekarang. Bahkan mungkin lebih parah. Jika saja dulu aku menolak dan bersikeras melawan ayah mungkin… ucapku terpotong

tidak, itu diawali dari kami berdua. Aku dan ifah adalah sahabat, ketika kami mengetahui saling menyukai om kamu, kami bersepakat untuk menjadikannya kepala keluara bagi kami. tapi ternyata mahesa dan nico tidak berhenti begitu saja, dia meminangmu entah bagaimana bisa tapi yang jelas itu membuat mereka semakin dekat dengan kami.

ifah dan aku ketakutan, maka dari itu kami pergi tapi namanya om kamu tidak bisa jauh dari keluarga angkatnya dia memilih untuk datang kembali. Dan perstiwa itu terjadi, om kamu hiks… ucap tante laila mulai terisak dan dipeluk oleh tante ifah

sudah mbak… dan mayatnya dibuang entah kemana. Mereka menculik kami dan anak-anak kami. untung saja alsa dan alya disekolahkan. Dan mereka tahu perlakuan mahesa dan nico selama ini, tapi mereka diam dan selalu menenangkan aku dan mbak laila. Hingga akhirnya mereka juga tahu akan dijadikan seperti kami… haaaassshhhh hiks… ucap tante ifah yang juga mulai terisak

maafkan aku tan… ucapku sekali lagi, air mataku mengalir

bukan salahmu… karena kamulah penyelamat keluarga ini ucap tante laila membuatku sedikit terkeut

Arya… dialah penyelamat yang telah kamu hadirkan, kalau saja tidak ada arya, kalau saja dulu kamu meniadakannya. Mungkin keluarga ini akan hancur, aku minta maaf padamu karena kesalahanku kamu menjadi korban ucap tante laila, aku hanya tersenyum dan berlutut dihadapan mereka sembari kedua tanganku meraih satu tangan mereka masing-masing

tante tenang saja, yang terpenting kita semua telah kembali berkumpul. tante bisa melanjutkan hidup kembali, masih banyak peninggalan om tian yang diurusi oleh ibu dan tante bisa melanjutkannya… kita akan tinggal bersama lagi, kami juga tidak peduli jika nanti tante akan menikah lagi. Ibu sudah pernah mengatakannya kepada kami semua, jika tante kembali dan menikah dengan orang lain kami tetap akan menganggap tante sebagai bagian keluarga besar ini ucapku

tidak… aku tidak akan menikah lagi… tubuh ini hanya milik tian seorang ucap tante ifah

begitu pula denganku, tidak ada lagi lelaki selain om kamu yah ucap tante laila

dan apapun yang terjadi kalian tetap keluarga kami ucapku, kami saling berpelukan

Famirī eien no kazoku (keluarga selamanya keluarga) ucap ibuku tiba-tiba muncul

Ibu… bikin kaget saja ucapku

eh, mbak… ucap tante ifah dan tante laila

sudah yang penting kita sudah berkumpul, jadi kita akan selalu bersama lagi. Kalian akan tinggal di perumahan ini, semua keluarga kita akan dijadikan satu oleh mas kamu, fah, lail ucap ibuku

terima kasih mbak, aku tidak tahu cara berterima kasih kepada kalian semua.. ucap tante ifah

gampang kok tante… ucapku

eh,… mereka berdua terkejut

caranya, yuk tidur ndak boleh lagi melamun disini ucapku

Kami berempat tertawa riang dengan suara yang pelan. Hingga kami merasa lelah dan masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan tidurku lagi. Hari yang melelahkan bukan? Hmmm…

Hei kamu, aku masih ingin menemui lagi… sekali lagi… untuk perpisahan kita, perpisahan yang….

***

(siang hari setelah seorang wanita pergi dari sebuah ruang VVIP, selang beberapa saat)

Siapa?
Siapa yang diluar sana?
Siapa yang ada disana?
Cepatlah masuk aku ingin tahu siapa kamu?

Jika kamu memang bukan siapa-siapa bagiku kenapa kamu lama sekali berada didepan pintu itu?
Jika kamu memang bukan datang untukku kenapa kamu masih berdiri didepan pintu itu?
Masuklah, aku hanya ingin tahu siapa kamu?
Hei… cepatlah masuk…

Apa kamu tidak tahu jika aku ketakutan?
Apa kamu tidak tahu berdetak dengan sangat kencang disini?
Kenapa kamu?
Siapa kamu?
Kenapa kamu berdiri didepan pintu?

Lihatlah, apa kamu tidak melihat hal yang aneh ketika kamu berdiri didepan pintu itu?
Aneh tahu…
Aku takut…
Karena ada bunga yang mulai mengembang disini
Aku takut, bunga tidak seharusnya tumbuh di lantai tempatku berada
Tidak ada disin…
Cepatlah masuk, aku hanya ingin tahu siapa kamu…
Dan aku berharap kamu sesuatu yang ah aku takut…
Bunga itu, yang tumbuh disekeliling kamu…
Cepatlah…
Cepatlah masuk…

Jangan buat aku menunggu
Tak ada teman disini…
Apa kamu tidak lelah berdiri disana?
Kemarilah masuk, aku tahu kamu berdiri disana
Menatap pintu..
Apa tanganmu terlalu lelah untuk memutar daun pintu itu…
Aku mohon masuklah, aku takut….

Kenapa sih lama sekali?
Apa yang kamu tunggu?
Kalau kamu terlalu lama disana aku bisa marah dengan kamu
Kamu yang tidak pernah aku tahu siapa kamu

Uuuuugh!
Kenapa sih?
Ada apa sih?
Mengapa?
Dimana kamu berada aku sudah tahu!
Tapi uuuugh
Masuk kenapa?
Kamu dokter? perawat?
Kamu tahu tidak kalau duduk di tempat tidur,
Memanandang sesuatu yang tidak pasti itu menjenuhkan!

Aku akan berada disini…
Memandang pintu yang kamu pandang sekarang
Aku akan berada disini…
Menunggumu membuka pintu itu
Aku akan berada disini…
Hingga aku tahu siapa kamu
Dan aku berharap kamu adalah….

***

I like the feel of your name on my lips
And I like the sound of your sweet gentle kiss
The way that your fingers run through my hair
And how your sip lingers even when you’re not there​

Kleeeek….

And I like the way your eyes dance when you laugh
And how you enjoy your two hour bath
And how you convinced me to dance in the rain
With everyone watching, like we were insane​

eh….
But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely
I love the way you love me

hai…

I like way that you sing sweet and low
When they’re playing our song on the radio
And I like the innocent way that you cry
At old time movies you’ve seen hundreds of time​

ehem…

But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely​

apa kabar?

So listen to me and I could list a million things
I’d love to like about you
But they all come down to one reason
I could never live without you​

huh…

I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely
I love the way you love me
I love the way that you love me​

Pintu itu terbuka, aku sedikit terkejut ketika pintu itu terbuka. Terbuka perlahan seakan semua waktu melambat disekitarku. Tatapan mata kami bertemu.

Jengkel….
Marah….
Huh….

hai, apa kabar? ucapnya sekali lagi

Aku memandangnya sejenak, bibirku kemudian maju. Kedua pipiku menggelembung…

apa kabar? untuk ketiga kalinya dia menanyakan hal yang sama

baik… ucapku dengan jengkel

syukurlah… ucapnya

mau ngapain? ucapku

jenguk kamu… balasnya

sudahkan? Sudah tahu kan kalau aku baik-baik saja tanyaku

iya… balasnya dengan snyum khasnya, ada sedikit memar di bibirnya

terus ngapain masih dikamar ini?! ucapku

eh… hanya ingin… ucapnya terpotong

kalau sudah ya keluar kan? ucapku

eh… baiklah… ucapnya masih dengan senyumn khasnya

Tubuhnya berbalik, aku raih bantal yang berada dibelakangku dengan tangan kiriku dan kulempar ke punggungnya. Bugh…

Aku tidak peduli, aku tekuk kedua kakiku dan kupeluk dengan kedua tanganku. Pipi kiriku aku rebahkan di lututkku memandang keluar jendela yang berada di kanan tempatku berbaring. Disamping kananku juga ada sebuah kamar mandi. Bodoh amat sama dia, huh…

Krieeet…

eh… aku sedikit terkejut ketika dia berada disamping kiriku, duduk di pinggi tempat tidur. Kurasakan bantal yang aku lempar diletakan dibelakang tubuhku.

lihat apa? ucapnya

lihat pemandangan dijendela ucapnya

pemandangan jelek kaya gitu kok ucapnya

huh… dasar! Nggak romantis! bathinku

biarin… ucapku, kurasakan elusan pada rambutku

ndak usah pegang-pegang ucapku

maaf, ada kotoran dirambut kamu ucapnya

apaan sih, duduk di kursikan bisa ndak usah di tempat tidurku ucapku sembari mengangkat kepalaku dan memandangnya

ini baru pemandangan… ucapnya

bodoh… balasku

Kami berpandangan… mata kami beradu… kulihat pnacaran indah nan teduh didalam matanya…

kenapa balik lagi? Sudah jenguk ya kel… eh… ucapku tertahan ketika kening kami beradu

jangan buat aku khawatir lagi… ucapnya

aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika kamu benar-benar hilang saat itu… lanjutnya

hiks… kulihat air matanya mengalir di pipinya

ma… hiks… maaf… isak tangisku pecah, ari mataku mengalir

jangan pergi-pergi lagi, aku takut sendirian dalam isak tangisku aku berucap

sekarang aku akan selalu bersamamu, kamu jangan buat aku khawatir lagi… ucapnya, dan aku hanya mengangguk

Kurasakan hangat dikeningku oleh bibirnya, ku sandarkan keningku di bibirnya sesaat. Tangan kanannya memegang daguku dan diangkatnya perlahan…

berjanjilah… ah hiks… ucapnya sembari menarik nafas

heem… aku sudah tak mampu berkata-kata lagi, air mataku terlalu deras mengalir di pipiku

heem apa? ucapnya kembali

aku berjanji… balasku

berjanjilah untu selalu bersamaku… ya… pelan, aku mengangguk, kening kami kembali bersatu

cewek judes… ucapnya, sembari menggoyang keningnya

kamu cowok jelek… balasku

cewek galak… hiks… ucapn sekali lagi

dasar bocah… ucapku membalasnya

Kening kami bersatu, mata kami terpejam. Menikmati sesuatu yang seakan akan terlewatkan setelah malam itu. keberuntungan berada dipihak kami, mungkin memang karena kebodohanku. Tapi aku mempunyai yang aku sayang mas, ibuku, ibu sudah menginginkanku untuk pergi jauh. Tapi kamu menolaknya, memang alasan yang kau utarakan juga alasan yang aku gunakan. Aku sayang kamu, lebih dari kata sayang, cinta kamu tapi lebih dari kata cinta mas… lebih…

eh…. dia mengecup keningku sekali lagi sembari mengusap air mataku

coba duduk agak sedikit tegak, ada kotoran dimata kamu ucapnya

eh… iya… ucapku mengangkat tubuhku yang semula bersandar pada kedua kakiku

merem… itu kotorannya ada di kelopak mata ucapnya

Aku memejamkan mataku…

Ting…

Kurasakan sesuatu di…

sudah hilang… ucapnya, padahal tak kurasakan sentuhan di kelopak mataku

Mataku terbuka kulihat kembali senyumnya yang mengembang, Tangan kiriku perlahan nyentuh sesuatu yang menggantung di leherku, ku angkat dengan tangan kiriku…

aku sudah menepati janjikukan? aku melihatnya lagi tersenyum masih ada sisa air mata disitu

kamu masih menyimpannya? tanyaku

karena aku yakin… kembali bibirnya mengecup keningku

hiks hiks terima kasih… tangisku pecah jika aku mengingatnya, tak kusangka barang murahan yang dulu pernah dia minta masih juga disimpannya

sudah jangan nangis… daguku terangkat

kamu yang bikin aku.. mmm… tak sampai aku menyelesaikan kata-kataku, bibirku sudah tidak bisa terbuka lagi. Hanya sebentar saja, kulihat dia berdiri, berjalan mengusap air matanya dan mendekati jendela…

ada apa? lirih keluar dari bibirku

ingin melihat pemandangan… kedua tangannya melebar, menopang tubuhnya di tepian jendela

Aku bergeser dan berdiri, bangkit turun dari tempat tidurku. Aku tidak ingin jauh, aku ingin selalu dekat dengannya…

lihat apa? pelan namun aku yakin dia mendengarnya, dia berbalik

ugh….

Sebuah pelukan erat, kedua tangannya memeluk tubuhku aku terperanjat kaget. Bibirku kemudian tersenyum, elusan lembut kurasakan dipunggungku. dagukuku tepat mendarat di bahu kananku…

sekarang kamu bisa lihat pemandangannya kan? ucapnya, mengatakan kepadaku akan pemandangan yang aku lihat tadi di jendela

tidak.. ucapku, dilonggarkannya pelukannya. Dengan kedua tangan masih berada di pinggangku, dia menatapku dengan mata merahnya

tadi katanaya… ucapnya

ini baru pemandangan… ucapku mengulang kata-katanya

dasar, suka kopi paste bibirnya tersenyum ketika kata-kata itu keluar, keningnya mendarat untuk kesekian kalinya di keningku

Ah, dia hanya ingin memelukku. aku tahu kamu pasti tak bisa jauh dariku kan? Aku yakin itu, karena aku merasakan hal yang sama dengan yang kamu rasakan. Iya kan? Jujur, iya kan?

aku tidak bisa jauh dari kamu… aku tidak ingin kamu jauh lagi hiks.. ucapnya lirih

heem… ucapku, dengan air mata kembali mengalir

benar kan kamu tidak bisa kan, aku juga tidak bisa hiks… dasar cowok nyebelin… bathinku

peluk… mas… pintaku tanpa menunggu lama aku mendapatkannya

lebih erat mas… tangan kananku ku gerakan walau masih terasa sakit tak aku pedulikan, aku ingin meremas tubuh lelaki ini

Kami berpelukan lama, sebuah momen indah dalam hidupku. Aku menyayanginya dan ku yakin kamu pasti menyayangiku juga kan sayang? Aku akan menjagamu, aku aka selalu didekatmu lagi, sekarang dan selamanya. Aku meyayangimu, aku akan… hiks.. pokoknya sama kamu…

capek… pelan sekali suaranya

heem… ucapku

bobo yuk… balasnya

heem… balasku, dia melepas pelukanku

gendong.. manjaku

heeh ayuks… tubuhnya berbalik

ndak mau, depan… suaraku sangat manja, aku sendiri malu ketika mendengarnya

eh… iya… kedua tangannya langsung memiringkan tubuhku, aku digendong layaknya ratu

Tubuhku direbahkannya di tempat tidur…

yang sakit yang kanan ya? dengan wajah yang sangat dekat dengan wajahku

heem… Cuma itu yang bisa aku ucapkan

mas dibelakang ya? lembut sekali, ugh preman tapi kok bisa ya lembut

heem…

Aku memiringkan tubuhku dan kemudian aku rasakan pelukan dperutku. Tangan kirinya menyelinap masuk diantara leher dan bantal. Tangan kanannya menarik perutku, aku menggeser tubuhku kebelakang. Ah… hangat sekali rasanya disini…

mas capek?ucapku, aku tidak perlu tahu dia darimana yang penting setelah ini kamu tidak akan kemana-mana

kalau ade capek, mas capek… ugh.. suka.. suka banget

ade pengen bobo… manjaku

berarti mas juga bobo… ucapnya

dieluuuuuus… manjaku sekali lagi

iya… tangan kananya kemudian mengelus lengan kananku

bukan ituuuu… malu sih, tapi kangeeeeen…

eh… yang mana? kepalanya aku rasakan sedikit mengangkat. Daripada aku malu mengatakannya tangan kiriku mencoba meraih tangan kanannya yang berada di lengan kananku. Aku turunkan, dengan sedikit mengangkat tangan kananku aku arahkan masuk melaluk kaos bagian bawah yang aku pakai.

eh… nanti kalau ada yang masuk, kan belum mas kunci, mas kunci dulu ya… ucapnya

aaa… pergi lagi… manjaku

eh ta tapi adeeeee… kata-katanya memanjakanku

bodoh! jengkel rasanya

iya, senyum dong. Mas ndak bisa bobo lho kalau ade ndak senyum ucapnya dan tangannya sudah meremas lembut payudaraku. Aku tersenyum… kurasakan tubuhnya kembali rebah dibelakangku. Elusannya dan remasan itu menuju keputingku tapi tiba-tiba berhenti.

ennngg…

kemarin kan itunya yang bikin… aku mengerti

sudah dicuci, kata mamanya mas bisa ilang kalau dicuci saja ucapku

lho ketemu sama ibu dimana? ucapnya

eng.. ndak jadi bobo… manjaku, yang malas menceritakan pertemuanku dengan ibunya.

iya.. iya.. senyuuuum… aku kembali tersenyum ketika dia mengatakan hal itu kepadaku

Bukan perasaan akan nafsu yang aku miliki sekarang walau itu muncul sedikit tapi yang aku rasakan nyaman hanya itu…

mas bobo… dedeknya juga disuruh bobo… ade takuuuuttt… ucapku

eh… maaf yang, refleks… ucapnya membuatku tersenyum ketika merasakan, itunya menempel di pantatku

Aku masih merasakan dedeknya berdiri, tapi mau bagaimana lagi namanya juga lelaki. Kalau tidak berdiri malah aku nanti yang bingung hi hi hi takuuuut kalau ingat ukurannya. Bodoh ah, yang penting aku merasa nyaman sekarang. Aku ingin tidur dipeluknya,di elusnya dan dimanjanya. Dengusan nafasku, lelahku menyelimutiku. Hingga akhirnya aku tertidur…

Bersambung