Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 89

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 89 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 88

Sudah semuanya sudah berakhir sayang, kita tidak akan mengulangi kesalahan lagi. Didiklah anakmu dengan baik. Ah, rumah ini bayangan akan kesenangan kita masih saja tergambar di mataku. Ruang tamu, lorong, kamarku sendiri, kamar anakku, Tangga, pekarangan rumah, meja makan. Kadang aku merinding sendiri mengingatnya, aku harus bisa menghilangkan bayangan itu mula dari sekarang.

Tak akan lagi aku jumpa rumah ini lagi, rumah dimana aku mulai berenang di cinta yang liar. Mulai menyelam didalam lautan cinta yang liar. Kini aku harus meepi dan melupakan semuanya, menepi dan beranjak dari laut ini.

Aku sudah memiliki apa yang aku inginkan, arya seagai anak lelakiku dan satu lagi yang ada dalam perutku. Terima kasih mahesa kamu meninggalkan satu lagi bibit yang akan aku besarkan dengan penuh cinta. Aku akan menyayanginya sehingga dia tumbuh menjadi manusia yang benar.

Akan aku hapus kamu dari sejarah kehidupanku, karena arya akan menghapus namamu dari kehidupan kami selamanya. Aku memang menangis tapi aku bahagia karena akhirnya bisa menghentikan kesalahan yang sudah lama sekali terjadi. This is my last wild love, yupz ill never play again…

saatnya menemui ibu dan ayah bathinku melangkah keluar. Karena setelah aku kabari ayah dan ibuku mereka sudah pulang 1 hari setelah mahesa hancur. Melewati kamarku dan…

hmmm… aku harus membuang pakaian-pakaian ini, agar semuanya hilang tak ada lagi kenangan bathinku, kurapikan semua pakaian yang telah aku dan arya pakai selama ini. Dari awal hingga akhir ini, aku kumpulkan semua pakaianku, dan akan aku buang, bakar agar kenangan yang salah ini hilang…

ah, sudah… aku harus segera ke rumah ibu dan ayahku… mungkin aku akan menjadi anakanja lagi disana… bathinku, sembari menarik koper berisi pakaian-pakaian kenanganku dan akan aku bakar.

Dengan menggunakan mobil yang sama dengan yang aku gunakan, aku kemudikan ke rumah kakek dan nenek arya. kusemprot bagian dalam mobil dengan pewangi, agar tak lagi aku cium bau yang sama dengan kemarin. Ku arahkan mobilku ke rumah ayahkui dan… dasar anak nakal, biarlah aku akan kirim pesan di sematponnya nanti saja.

Aku tidak membutuhkan cinta lagi
Aku sudah memiliki cinta anakku, arya
Cinta kedua orang tuaku, Ayah dan Ibuku
Cinta dari keluargaku, kakakku, adiiku dan keluarga besarku
Aku sudah tidak ingin lagi berada dalam lingkaran yang gelap ini
Aku keluar… keluar dari cinta yang menurutku sudah tidak bisa aku kendalikan
Cinta ini terlalu buas dan bisa membuat semua berantakan ketika banyak mata yang mengetahui
Cinta yang memang seharusnya tidak pernah terjadi
Selamat tinggal

Semua sudah berakhir inilah saatnya memuali kehidupan baru. Aku menjalankan motorku dan mulai mengarahkan motorku ke rumah sakit dimana dian dirawat. Aku memang menangis tapi aku bahagia karena akhirnya bisa menghentikan kesalahan yang sudah lama sekali terjadi. Saat inilah saat yang tepat untukku, untuk memulai kehid…

Ciiiiittt……

mbak erlina gila apa tiba-tiba berdiri ditengah jalan! Bahaya mbaaaaak…. ucapku agak keras ketika tiba-tiba saja mbak erlin muncul kemudian berdiri dengan kedua tangan membuka lebar. Wajahnya malah tersenyum kearahku. Dia berjalan dan kemudian duduk dijok belakang REVIA, ah sudah lama aku tidak menyebut pacarku ini

Eh, mbak kok ini anu itu… arghhhh ucapku bingung

kamu mau menemui dian kan? Dirumah sakit? ucap mbak erlina

iya, kok mbak tahu? ucapku

dasar cowok dodol! ya iyalah, aku merawat dian selama ini, mbakmu ini kerja di rumah sakit itu tahu! ucap mbak erlina

mbak mau sekalian nebeng berangkat kerja? ucapku, tiba-tiba mbak erlina memelukku

tidak, aku ingin kamu antar aku ke kos, aku berangkat malam tadi ucap mbak erlina

mbak tapi dian… ucapku

dia bisa menunggu kamu mengantarku kan? ucapnya

mbaaaaak…. ucapku

hiks kamu jahat banget sih… jadi kamu mau melupakan begitu saja yang sudah kita lakukan? Hiks hiks… ucap mbak erlina

yeee… kalau nangis yang bener jangan gaya gitu ah ucapku yang tahu mbak erlin pura-pura

hi hi hi ketahuan… ucapnya

ke kos, sekarang! ucap mbak erlina

mbaaaaaak… please, dian… mbak, dian… ucapku

yang terakhir… ucap mbak erlina

mbak aku… ucapku terhenti

aku mohon, yang terakhir setelah itu kita kakak adik beneran… ucap mbak erlina

Tanpa berbasa-basi karena aku sudah kangen sama dian. aku langsung memacu motorku, tak ada pilihan lain. Ini juga semua kesalahanku, perawan pertama yang aku dapat adalah mbak erlina, dan yang selalu ada setelah ibu adalah mbak erlina. Ajeng yang ketiga, tapi untungnya dia tidak tahu apa-apa mengenai kehidupanku jadi tidak mungkin dia meminta jatah. Hmmm… tapi kenapa otakku tiba-tiba mengingat-ingat tubuh mbak erlin ya? semoga dian tidak tahu, ini yang terakhir adeku. Setibanya di kos, mbak erlina langsung masuk sembari menyerobot kunci motorku. Aku tidak bisa berkutik. Centung.

From : Ibu
Yang terakhir jangan nambah lagi,
Kasihan dian!

Aku kaget setengah mati ketika melihat BBM dari Ibu, ini berarti ibu tahu aku memboncengkan mbak erlina. Aku balas secukupnya dan meminta maaf kepada ibu, ibu menngiyakan namun tetap memarahiku. Mau bagaimana lagi, mungkin karena keliaranku sendiri yang membuatku harus melewati perpisahan aneh ini. aku menjatuhkan kepalaku di spedometer REVIA, perlahan kuangkat kepalaku dan memandang mbak erlina yang sudah berdiri bersandar pada pintu kamar kosnya. Kepalanya menunduk, kupandangi sejenak dan bayangan akan tubuh indahnya muncul kembali. Aku berdiri dan mendekatinya.

ada orang di kos mbak ucapku dihadapannya dan dia hanya menggeleng

Langsung kuangkat dagunya dan kudaratkan ciuman di bibirnya. Aku kembali terbawa nafsu birahiku, mbak erlina langsung memeluk leherku dan membalas ciumanku.

buat perpisahan yang indah ar, aku pengen sekali mengulang semuanya. Buat aku benar-benar merasakan wanita beruntung pernah menjadi mbakmu ucapnya

apa alan tidak… ucapnya

alan bisa tapi… kamu kan yang ambil, jadi kamu harus tanggung jawab. Ini yang terakhir aku janji ucapnya

Aku kembali mencium bibirnya, pintu yang sudah tidak terkunci lagi aku ayunkan daun pintunya. Pintu terbuka dan kami berciuman sambil berjalan, kututup pintu dan langsung remas susu mbak erlina. Kupandangi sejenak kedua matanya yang mulai terbakar oleh nafsu, dengan tangan masih meremas susunya aku kemudian kembali berciuman dengan mbak erlina.

Nafas kami bersatu kembali setelah sekian lama tak bersatu. Kerudungnya, ah… sensasi baru lagi aku rasakan disini. aku cium bibirnya dan aku dorong hingga mbak erlina bersandar pada dinding. Aku kemudia turun kebawah dan membuka rok panjannya yang berwarna putih. Kulorotkan CD-nya, ah harum sekali vagina mbak erlina.

harum banget mbak… ucapku

iih jangan dilihatin ar, mbak kan malu, itu habis mbak kasih parfum tadi… ucapnya

Sluurp… slurrp…. slurrrp….. aku mulai menjilati vagina mbak erlina dengan sangat buasnya. Walau sebenarnya tenagaku sudah hampir habis karena dengan ibu selama 3 hari ini tapi entah tenaga darimana, apa mungkin dedek arya yang bangkit dan memberiku tenaga karena ada sarang baru lagi?

ahhhh aryaaahhhh mmmmhhhh adikkuhhhh ohhhhhh yang sayang terus jilati…. memeku sudah kangen dengan lidahmu owh… yah clok vaginaku adikku sayang, yah terushh… mmmhhh… racaunya

Aku kemudian bangkit tangan kiriku menarik keatas baju dinas putihnya itu hingga berada diatas payudaranya dengan bantuan mbak erlina. Ku dorong pula Bra yang menutupi susunya itu, mbak elrina hanya mampu memejankam mata dengan pinggulnya yang bergerak maju mundur sendiri ketika tangan kananku masih mengocok vagina mbak erlina.

aaaaaaaaaaahhhh ahh ahh ahh ahhh ahhh ahhh ahhh… erghhh mmmmm ah ah ah desahnya

Ketika aku melahap puting susu kirinya dengan bibirku, mbak erlina menggelinjang. Tangan kirinya memegang kepalaku dan kadang menjambak rambutku. Aku ganti puting susu kirinya aku lahap dengan sangat liar. Mbak erlina semakin menjadi-jadi, pinggulnya bergerak tak karuan.

aryahhhh eeeeeehhhhhhhh aku hampis sampaiii ughhhhh emmmmmmmhhhh aaaaaaarhhhhh teriaknya lepas

Cairan hangat keluar dari vaginanya, kulihat wajahnya memandangku dengan pandangan kosong setelah mendapatkan puncak. Tubuhnya langsung beringsut turun, tanganku keluar dari vaginanya. Pemandangan wanita berkerudung yang sedang terpejam menikmati orgasmenya membuat nafsu liarku kembali bangkit.

Aku buka celanaku dan kukeluarkan dedek arya yang sudah bangkit. Aku dorong-dorongkan ujung dedek arya ke mbak erlina yang masih berkerudung ini. mbak erlina yang terganggu kemudian membuka matanya, tersenyum kepadaku. Tangannya meraih dedek arya dan mulai mengocok dedek arya.

lihat adikku sayang, mbakmu masih pakai kerudung… kamu suka kan ucap mbak erlina, memberiku sebuah fantasi lilar tentang dirinya

iya mbak, aku suka mbak yang memakai kerudung itu, kulum mbak…. kulum kontol adikmu ini… kamu benar-benar seksi dengan kerudung itu mbak, apalagi aaahhhh ngulum kontol adikmu sendiri mbak ucapku

iya adikku sayang… seperti ini slurrp… slurrrp… pantesmmmslurrppp kamu suka mbak waktu pakai kerudung… seksi yah? ucap mbak erlina yang kemudian langsung mengulum dedek arya

arhhh enak sekali mbak, sudah lama aku ndak merasakan kulumanmu mbak owhh… yah terush mbak enak sekali… mmmhhhh…. arghhhhh… racauku

Mbak erlinan terus memompa keluar masuk dedek arya didalam mulutnya. wajahnya masih tampak ayu dengan kerudung putihnya tersebut. Aku semakin dibuat kelimpungan dengan kulumannya. Pinggulku pun akhirnya mengikuti irama, maju mundur. Hingga aku tidak tahan, aku pegang kepala mbak erlina, dia diam dan langsung aku maju mundurkan pinggulku.

Ah, sensasi yang luar biasa… aku tidak sanggup menahan nafsuku sendiri. sudah cukup puas dengan permainan bibirnya, aku berdirikan mbak erlina dan langsung aku balik tubuhnya menghadap ke tembok. Ku masukan dedek arya ke dalam vaginanya untuk kesekian kalinya setelah lama tidak memasukinya.

Arhhh mbak vaginamu sempit sekali mbak enak banget mbak ah ah ah ah… vagina cewek berkerudung sempit sekali mbak racauku sambil menggoyang tubuhku dibelakang tubuhnya

kontolmu lebih mantap sayang ah ah ah ah… enak banget sayang, puaskan dirimu, berikan mbak kepuasanhhh untuk terakhir kalinyahh ah ah ah ah berikan kepuasan pada mbak ini, ayo sayang ah ah ah entot memek mbakmu ini crotin kerudung mbak ah ah ah… racaunya

aku berikan mbak… ah racauku

ah sayang menthok erghhhh pelan menthok banget rasanya penuh banget memekku… aduh kamu entot mbakmu sendiri dasar adik nakal ah ah ah ah… entoto terus mbakmu ini sayang, entot sampai mbakmu keluar… kontolmu kontol entothhhhhh aaahhhhhh…. racaunya

ah mbak, enak bangeth mbak didalam… ah ah ah… aku pengen pejuhin kamu mbak, pejuhi kamu yang berkerudung ini ah… enak banget susumu ah kenyal sekali ucapku yang menggoyang dan meremas susunya

ah… yah pejuh aku ingin pejuh kamu di wajahku ar… pejuhin mbakmu diwajahnya aahhh… ayo entooooot lebih keras lagi, kenthu mbakmu lebih keras lagi buat memekku kesakitan karena kontol kamu ah ah ah aha… racau mbak erlina

ah yah mbak aku mau pejuhin kamu… arhhhh memekmu sempit, akupengen keluar…. racauku

iya sayang, mbakmu yang kamu entot ini juga mau keluar sayang… ah ah ah ah…. terus entot mbakmu sayang… entot terusssh mbak mau keluar…. ah ah ah ah sedikit lagi lebih kerashhhh ah ah ah ah ahh sayangku mbakmu aaah mbakmu ah mbakmu keluaaaaaaaaaar… teriaknya

aku juga mbak aku juga… aku keluar….ucapku, langsung aku hentakan sedalam mungkin batang dede arya merasakan cairan kenikmatan vagina mbak erlina. kutahan sperma yang akan keluar, kucabut batangku mbak erlina yang masih mengejang segera aku balik tubuhnya dan aku paksa dengan sedikit kasar untuk berlutut. Mbak erlina langsung membuka mulutnya, dengan sedikit kocokan spermaku keluar di wajah, mulut, kening hingga mata mbak erlina.

Ah… ahhh ahhh ahhh ahhh ahhh aaaaaaahhh… egh egh egh egh desahku mengejang ketika sperma itu keluar

Mbak erlina yang masiih sedikit mengejang menjilati sisa sperma di dedek arya. dengan senyum khasnya membuatku masih tetap tegak berdiri untuk menikmati tubuhnya. Diusapnya sperma diwajahnya dengan jari-jari lentiknya.

Aku tidak akan menyia-nyiakan sperma adikku ini, hmmmm nyammmm nyammmm… ucapnya sembari memasukan sperma itu ke dalam mulutnya

adik, sekali lagi… aku ingin keluar bersamamu tapi didalam memekku, okay? ucap mbak erlina, berdiri dan berjalan ke kamar mandi

Aku memandangnya kulihat jam sudah menunjukan pukul 10.30 WIB. Mbak erlina kemudian keluar dengan tubuh telanjangnya, kulihat tubuhnya yang mulus itu membuatku bergairah kembali. Ingin segera aku akhiri ini semua. Mbak erlina kemudian berbaring diatas tempat tidurnya, membuka pahanya rambut panjangnya terurai diatas kepalanya.

langsung saja sayang… sekali lagi, jika kamu tidak keluar bersama mbakmu ini. kamu harus mengentot mbak hingga kita bisa keluar bersama ancam mbak erlina, aku sedikit tersenyum. Kubuat pikiranku semesum mungkin agar aku bisa keluar bersamanya.

Aku tancapkan batang dedek arya ke vagina mbak erlina, kupeluk tubuhhnya dan aku berciuman dengannya. Pinggulku mulai bergerak dengan irama, pelan, cepat, sangat cepat. mbak erlina mendesah kepalanya mendongak ke atas. tubuhnya terus menerima hantaman dedek arya. aku memompa sembari menciumi bibirnya yang indah itu, meremas susunya, menjilati, menyedot susunya. mbak erlina mendesah, merintih, meracau lepas tak peduli jika ada orang datang ke kos.

Hingga akhirnya dedek arya merasakan kedutan di bagia batangnya. Mbak erlina meracau berteriak dia akan keluar. Serasa mentok didalam sana dan… akhirnya aku dan mbak erlina keluar bersama-sama. Tubuhku masih memeluknya, kunikmati sisa-sisa kenikmatan ini. kulumat bibirnya dengan sangat buas, menjilati susunya dan mnikmati setiap nanometer tubuhnya. Hingga akhirnya dia menangis dan memelukku…

terima kasih… terima kasih sudah membuatku bahagia ar hiks hiks kamu sudah tuntaskan janjimu padaku, terima kasih hiks hiks… maafkan aku telah mebawamu terlalu dalam, membawamu kedalam hubungan aneh ini, bahkan mengancamu… aku harap setelah ini kita masih bisa menjadi kakak-adik yang sebenarnya ya adikku sayang ucapnya, mengangkat kepalaku untuk melihat wajahku

iya mbak pasti… hiks mbak jangan nangis aku ikutan nangsis ini hiks… ucapku

setelah ini bahagiakan dian, dan setelah ini aku juga akan membahagiakan alan… maafkan mbakmu ya, setelah ini mbak janji akan selalu menjaga hubungan kita tetap mejadi lebih baik… ucap mbak erlina

iya mbak hiks… maafin arya sudah ngambil per… ucapku terhenti

bukan salahmu ar, tapi itu semua kehendakku… ini yang terakhir dan kita akan berpisah dan menjadi kakak-adik, okay? Hiks hiks ucap mbak erlina

iya mbak… ucapku

Kami berciuman untuk terakhir kalinya, kami mandi bersama. mbak erlina menceritakan kepadaku bahwa selama dirumah sakit dia dan dian selalu berkomunikasi. Mbak erlina yang tahu ayah dan om nico terbaring di rumah sakit, akhrinya memiliki keinginan untuk mengakhiri kegilaan bersamaku.

Mbak erlina kemudian mencari tahu alamat rumahku, setelah dia mendapatkannya dia datang kerumah tetapi tidak menemukanku. Sewaktu berada di warung langgananku dia melihat motorku dan berpesan kepada penjaga warung untuk mengabarinya jika motor itu diambil.

Pantas saja dia tahu ketika aku sedang berjalan menuju rumah sakit. Setelah mandi mbak erlina kemudian memakaikan pakaianku. Aku pun sebaliknya, memakaikan pakaiannya kembali. Aku keluar dari kos ini dengan hati yang cukup sedih walau pada awalnya aku merasa jengkel dengan mbak erlina yang tiba-tiba datang.

hei adik nakal… asal pergi saja! ucap mbak erlina didepan pintu

yeee mbak… ucapku

ndak salim dulu sama mbaknya… ucapnya, aku tersenyum dan langsung mendatanginya kujabatangannya dan kucium punggung tangannya

terima kasih mbak, maafkan aku… ucapku

ssssttt.. semuanya sudah berakhir, cepatlah temui dian, dia rindu sekali denganmu… cup… cup.. cup ucap mbak erlina yang kemudianmengecup pipi kiri, kanan, keningku

ndak papakan? Kan kakak sama adik, yang penting ndak boleh disini lagi ucap mbak erlina sembari mencubit bibirku

aww… iya mbak aku tersenyum

dan bahagiakan dian ar, kamu harus membahagiakannya atau mbakmu akan turun tangan…. ucap mbak erlina

pasti mbak… aku tersenyum,mbak erlina pun juga tersenyum kepadaku

Ar… terima kasih banyak atas semuanya… ucap mbak erlina sedikit membungkukan badan

apa begitu terima kasih sama adiknya, biasa sajalah mbakku yang cerewet ucapku tersenyum kepadanya. Kami salilng berpandangan sejenak…

hi hi hi hi hi hi ha ha ha ha ha ha ha tawa kami bersama dihiasi linangan air mata

dasar cowok nyebelin! teriak mbak erlina

jadi mbakku selamanya, agar suatu saat kelak anakku memiliki budhe yang cerewet! ucapku sedikit keras

pasti… nanti ajari juga keponakanmu beladiri ya ucap mbak erlina

pasti, dah dulu ya mbak ucapku sembari berangkat mengendarai motorku

***

Aku melihatnya lagi, dan aku menatapnya lagi. Aku bersatu dengannya untuk terakhir kali. Anak ini yang dulu aku berpikir dia sama saja dengan ayahnya ternyata lebih dari yang aku duga. Dia menepati janjinya, dia anak yang jujur penuh keberanian dan cinta.

Aku memang sudah berniat mengakhiri semua ini semenjak aku melihat dua bajingan itu terluka parah dirumah sakit. Tapi ternyata anak ini telah bercerita kepada dian, dian yang memintaku untuk berhenti dan menjadi kakak yang seharusnya. Yah walaupun aku dan dian lebih tua aku beberapa bulan, dia mau menerimaku sebagai kakaknya yang jelas kakak iparnya. Hmmm… semua sudah berakhir….

Setelah anak itu hilang dari pandanganku, aku kembali masuk ke dalam kamar kosku. Masih tercium wangi aroma tubuhnya, ah aku sedikit galau kalau seperti ini. Mungkin aku akan mencintainya bahkan akan aku rebut dia dari dian seandainya saja aku tidak pernah bertemu dengan Alan. Alan terlalu baik padaku, bahkan dia menerimaku ketika aku mengatakan kepadanya keperawananku telah hilang oleh seorang lelaki sebelum pacaran dengannya.

Padahal saat pacaran dengannya aku masih perawan. Alan… alan… kamu sangat baik, perhatian bahkan setiap ada wanita yang mendekatimu di tempat yang jauh kamu selalu bilang kepadaku. Kau katakan kepadaku aku wanita terbaik buatmu, ya aku akan menjadi wanita terbaik buatmu mulai sekarang.

Segera aku merapikan kamarku, ku semprot wangi kamarku dengan parfum khas alan. Ku ambil semua kenangan-kenangan bersama arya. ah, masih saja aku simpan sprei ini, bahkan bekas darah juga masih ada disini. harus aku buang dan aku hilangkan.

ssshhh huuuuuuuuufttttttttt mulai sekarang aku adalah kakak perempuanmu arya, kakak perempuan seperti semestinya! Dan kamu harus membahagiakan dian, kalau tidak aku yang pertama kali mencarimu dan membunuhmu hi hi hi ucapku di kamar yang sudah rapi ini. sejenak bathinku terisak dan kembali menangis. Bathinku berucap sesuatu yang ah…

Ada sesuatu yang tidak aku mengerti mengenai cinta
Sesuatu yang kecil didalam diriku, apakah ini yang disebut sebagai mengkhianati?
Terkadang kehadirannya membuatku lupa akan dirinya yang jauh
Tapi ketika dia pergi, aku merindunya sebagai seorang adik
Dan kembali mencintai yang berada di jauh sana

Namun sekarang semuanya telah berakhir
Aku tidak ingin membuatnya menjadi sepertiku
Mengkhianati cinta yang benar-benar mencintaiku
Perempuan itu lebih pantas untuknya
Dan aku… ahhh… apakah aku pantas untukmu kekasihku yang selalu mengirimku cinta?
Aku harap kamu masih mencintaiku, masih menganggapku sebagai seorang wanita
Wanita yang selalu kau cintai

Maafkan aku Alan… telah menduakanmu
Karena aku berada dalam lingkaran yang tak mungkin aku tinggalkan
Maafkan aku Alan… telah mengkhianatimu
Karena jika tidak, dendamku tidak akan terbalaskan
Mungkin aku hanya menghindar dari kenyataan dimana sebenarnya
Tanpa perlu aku memaksa dia pasti akan membalaskannya untukku
Mungkin karena aku terlalu terbuai dengan kejujurannya
Mungkin karena aku terhanyut dalam keberanianya

Alan…
Sekarang dia adalah adikku, aku akan menyimpan semua yang telah aku lakukan
Sekarang aku ingin kembali seperti yang dulu, walau sudah ada yang berkurang dariku
Maafkan aku bukan kamu yang mengambilnya, tetapi hatiku tetap untukmu
Aku berjanji pada diriku sendiri Alan…
Mulai sekarang, aku ingin menjalani cinta yang sebenarnya denganmu
Bukan Cinta yang liar seperti sekarang
I’m tired of swimming in the wild love
Goodbye… Wild Love
Aku harap kau tidak akan pernah mengetahuinya
I Love you Alan, I Love You more than everything…

***

Ke mana pun angin berhembus menuntun langkahku
Memahat takdir hidupku di sini
Masih tertinggal wangi yang sempat engkau titipkan
Mengharumi kisah hidupku ini

Meski kuterbang jauh melintasi sang waktu
Ke mana pun angin berhembus, ku pasti akan kembali

Kulukiskan indah wajahmu di hamparan awan
Biar tak jemu kupandangi selalu
Kubiarkan semua cintamu membius jiwaku
Yang memaksaku merindukan dirimu

Meski langit memikatku dengan sejuta senyum
Aku takkan tergoyahkan, aku pasti akan kembali
Aku paaaaaaaasti akaaaaan kembali​

Alunan lagu band lokal kesayanganku yang menemaniku selama perjalanan ke Rumah sakit. Walau band lawas tapi lagu-lagunya bermutu. Bukan lagu mengeja dan tetap berkualitas walau sudah usang. Akhirnya aku sampai di rumah sakit ini, aku segera melangkah menuju resepsionis menanyakan dimana dian berada.

Sedikit ingatanku kembali ketika pertama kali bertemu dengan mbak erlina, ya disini ditempat ini. setelah aku mendapatkan informasi, aku segera menuju ke lantai. Ah, seperti biasa aku menggunakan tangga entah kenapa aku mungkin memang orang ****** tapi mau bagaimana lagi naik tangga lebih enak kelihatannya. Bisa menyapa orang ketika bertemu, begitukan dasarnya orang-orang di negara tempatku tinggal. Negara yang selalu ramah… ya begitu pula orang-orang yang berada didalamnya.

Hingga akhirnya aku berada dilantai dimana dian berada, aku lihat tante wardani yang sedang berjalan membelakangiku berbelok. Aku berlari ke arah tante wardani dan tiba-tiba saja sebuah tangan halus menarik tanganku. Aku terhenti sejenak, kulihat ke arah tangan itu menarikku.

bisa kita bicara sebentar ucap perempuan tersebut

eh… mbak itu bikin kaget saja, ada apa mbak? ucapku

hanya ingin berbicara saja… di ruanganku, sebentar ucapnya

iya mbak dokteeeeeeeer ucapku mengikutinya keruangannya

Tertulis sebuah ruang dokter bertuliskan , Dr. Ara, simple tidak ada lengkapnya. Aku masuk dan sesaat setelah pintu tertutup mbak ara kemudian berbalik. Tiba-tiba saja memelukku dengan sangat erat.

terima kasih ar… terima kasih banyak… ucap mbak ara

iya mbak sama-sama, jadi yang mau dibicarakan apa? ucapku

Cuma pengen peluk kamu saja, rasanya hatiku bahagia ketika mendengar orang-orang itu telah kaku disana ucapnya

peluk aku, sekali ini saja… ucapnya

haaassssh… okay ucapku langsung kupeluk tubuhnya

kamu ndak mau hadiah? ucap mbak ara

mbak tahu wanita yang tertembak? ucapku

heem… balasnya

mbak pengen aku merasakan bersalah? ucapku

tidak… ucap mbak ara, mengangkat tubuhnya dan memandangku tapi kedua tangannya masih memeluk pinggangku

baiklah… aku tahu, Dian Rahmawati Sukoco ya? Dia sangat beruntung mendapatkan lelaki sepertimu ar ucap mbak ara

eh… kenapa ada nama pak koco sekarang? Kapan dikasihnya? bathinku

ya.. ucapku membenarkan walau sebenarnya aku tidak tahu darimana nama sukoco berasal

aku tidak akan mengangganggumu tapi berikan aku ciuman perpisahan… ucap mbak ara yang tiba-tiba saja memeluk pinggangku lebih erat, matanya memandangku tajam

mbaaaak… dian ada disini… ucapku

aku tidak akan melepaskan tanganku sebelum kamu memberikannya. Tak peduli… ruangan ini sering dimasuki oleh perawat-perawat yang menemuiku jika kamu tidak memberikannya, mereka akan tahu aku memelukmu disini… ucap mbak ara, mau bagaimana lagi?

Aku daratkan bibirku di bibirnya, mbak ara memiintaku menciumnya dengan melumat bibirnya. Akhirnya aku berciuman dengan mbak ara, lama sekali berciuman mungkin ada sekitar 10 menitan. Walau dedek arya akku tahu bangun tetap saja dia melemas lagi karena otakku memikirkan dian.

terima kasih… ar… ucapnya sembari melepas ciumannya

sama-sama mbak… boleh aku pergi sekarang? ucapku, mbak ara mengangguk

Ketika aku membuka pintu hendak keluar…

Ar, terima kasih banyak seandainya saja aku tidak bertemu denganmu, mungkin semuanya sudah menjadi hilang… ucapnya

sama-sama mbak, dan terima kasih mau menolong warga saat aku KKN ucapku

iya… oh iya, dia ada diruang VVIP. Disana aku sudah tulis namanya di pintu kamarnya… ucap mbak ara

oh oke siap ucapku

kamu ndak tanya nama yang aku tulis disana? ucap mbak ara

eh, emang ditulis apa? ucapku

Aryas Love ucap mbak ara, aku malu wajahku sedikit memerah

yeeee dokter galak ternyata romantis juga ya he he he ucapku

Aku memandang mbak ara sejenak, pandangan kami bertemu. Mungkin kami berdua teringat ketika kami pertama kali bertemu di rumah sakit ini..

hi hi hi he he he he… he…. he…. ha ha ha ha ha ha ha ha tawa kami bersama

Setelah pertemuan dengan mbak ara, aku ke kamar mandi sebentar. Mencuci mulutku agar tak tercium bau mbak ara he he. Selepas keluar dari kamar mandi, aku berjalan menuju ruang VVIP, ketika aku melangkah. Tiba-tiba seseorang memanggilku…

Ar… panggil lelaki itu

eh… kamu nton, aku kira siapa? ucapku

Anton kemudian mengajakku ke atap gedung, ah dunhill…

nihhh…. ucap anton melempar sesuatu kearahku, sebuah kotak dan aku buka sebuah botol kecil dan sebuah suntikan

apa ini? ucapku

dasar, kamu ndak lulus SD apa, baca tuh keterangannya, goblol! ucap anton

iya pak komandan… ucapku, aku langsung membacanya

masih bisa bergerak ndak? ucapku

masih tapi terbatas, kalau dikasih itu ya lemes terus, walaupun mereka sehat. Gerakannya pun tidak akan seperti ketika mereka sembuh. Intinya lemas terus lah… ucap anton

darimana? ucapku

si dokter cantik anaknya pak medita… ucapnya, ah mbak ara.

dimana mereka? ucapku

lantai bawah kamar dian, masih terkapar… ucap anton

nton, makasih banyak ya… ucapku

makasih… makasih, emang sini ngasih apa ke kamu? suuuudaaaaaahlaaaaaaah… ucapnya

oiya kayaknya koplak bakal jarang kumpul ar… ucap anton

lho lho lho… ada apa? ucapku

aku sudah melamar anti, dan dia sekarnag tinggal bersamaku. Kemarin aku sempat bertemu dengan karyo, hermawan dan udin. Mereka juga sudah melamat pasangannya dan mungkin yang lain juga. Tinggal kamu… ucapnya, aku hanya tersenyum mendengar kebahagiaan ini.

aku akan menyusul… tapi…. ucapku

tapi apa? ucap anton

koplak masih ada kan? ucapku

ha ha ha ha… masih ada tapi hanya jarang kumpul. Kalau aku, tahu sendirilah bagaimana aku dhadapan anti.. ucap anton menunjuk hidungnya sendiri

aku juga nton, kayaknya harus berdiplomasi jauh-jauh hari kalau mau kumpul. Sekarang aku sudah tinggal bersama dian… ssssssssssshhh aaaaaaashhhhhhhhhh… tapi aku harap kita masih tetap menjadi satu ucapku

satu ya tetap, tapi kalau dulu kita bisa dari jam 12 malam sampai jam 12 malam lagi sekarang…. paling 30 menit sudah disuruh pulang ha ha ha ha ucap anton

Aku dan antoon tertawa bersama, ngakak habis tak habis-habisnya aku berhenti tertawa. Jika di lihat lagi koplak memang sangat mencintai pasangannya. Sampai-sampai diberi label suami takut istri, tapi bukan berarti takut yang sebenarnya. Takut kalau sudah tidak ada yang mengendalikan emosi mereka, karena hanya pasangan mereka saja yang bisa. Aku dan anton kemudian berjalan menuju ke kamar ayah dan om nico. Tepat didepan kamar yang dijaga oleh dua petugas…

masuk saja… ucap anton, aku mengangguk dan kemudian masuk ke dalam kamar ini. kulihat dua orang memandangku tajam yng terbaring lemas karena perban dan juga kayu-kayu penyangga pada tangan, kaki dan lehernya. aku hanya tersenyum… melangkah menuju ke arah mereka…

Apa kabar? Bagaimana rasanya? ucapku sembari berdiri ditengah-tengah mereka

bajinganhhh kamu ucap ayah

dasar bajingan ucap om nico

lho… lho kok malah aku? Bukannya kalian? ucapku

masih ingat ini? ucapku sembari melepas kalung dileherku

kamu…. ucap ayah

ingat tidak, kan pernah aku perlihatkan ke kalian ucapku, mereka terdiam

aku mencari mereka, mereka yang selalu merindukan aku. Aku menemukan mereka, dan mereka hidup berbalik sangat berbalik dengan kehidupan kalian. Kalian bisa hidup enak, makan enak, tidur di kasur empuk… hmmmmm… tapi tahu tidak kalau mereka tinggal dirumah yang peyot, makan juga tidak teratur, tidur saja di ranjang dengan kasur papan kayu… ucapku

tahu tidak? ucapku, mereka terdiam

TAHU TIDAK! SIAPA YANG BAJINGAN! MEREKA ITU YANG BUAT KALIAN JADI ORANG HEBAT! TAHU TIDAK! seketika emosiku meledak

eh… kamu searusnya tidak melakukan ini kepada ka… ucap ayah

tidak seharusnya? Aku sudah berjanji kepada mereka, janji harus ditepati dan aku akan membuat kalian lebih menderita dari yang mereka rasakan… ucapku, aku mendekati mereka dan duduk disamping ayahku

lho ndak bisa gerak ya? ucapku

ergh sialan kamu… ucap ayah, yang semua tangannya tampak berbalut dengan perban dan juga kayu penyangga

kakek wicak itu orangnya bijaksana lho yah, bahkan dalam keterasingannya pun mereka masih tetap dianggap sebagai orang nomor satu di banyu biru dan banyu abang, begitu pula nenek mahesawati. Mereka pindah karena memang sudah tidak ingin melihatmu lagi datang, mereka sudah tidak punya apa-apa lagi.

Warga tidak bisa berbuat apa-apa karena mereka juga hidup sederhana, mereka tetap membantu kakek dan nenek dalam hal makanan dan lain sebagainya. Bahkan tanpa dibayarpun wara melayani mereka bak raja dan ratu didaerah itu. hmmm… pasangan yang serasi tapi sayang… kamu malah jadi bajingan! ucapku

kamu tidak menceritakan mereka mmmmm…. ucap ayahku dan kututup mulutnya dengan tanganku

dan ayah tahu, kamu juga hei jangan sok ndak denger! Kamu juga di besarkan oleh mereka ucapku sembari menendang tempatnya berbaring

arghh… jangan kamu tendang dasar sialan! ucap om nico

kamu itu yang sialan, sebut sembarang orang sialan. Dasar bajingan! ucapku menedang kembali, dia mengaduh kesakitan karena sedikit saja goncangan tubuh mereka merasakan sakit

Oh iya lupa aku mau melanjutkan dongengku… kupandangi ayah

dan ayah tahu, ketika aku datang… mereka menceritakan semuanya, dan kalung ini disimpan ole nenek diberikan kepadaku agar aku bisa menunjukannya ke ayah… anaknya dan juga teman anaknya yang sekarang terbaring lemas… lanjutku sembari memegang kalung nenek dan aku perlihatkan tepat di wajah ayah, lalu aku berdiri dtengah-tengah mereka dan membelakangi mereka

oh ya, kalian berpikir tidak kalau aku hanya akan datang dan diam begitu saja? ucapku, tak ada jawaban

aku tidak akan membiarkan kalian bisa berdiri tegak lagi… ucapku

Aku membuka kotak yang diberikan anton, seperti seorang dokter aku memasukan jarum suntik ke botol itu. aku mendekati infus ayah, ayah berteriak-teriak minta tolong.

percuma yang jaga diluar sana itu temanku ucapku sembari menyuntikan cairan itu di infus ayah

Aku ambil lagi cairan itu dengan menggunakan jarum suntik, dan aku mendekati om nico. Kusuntikan cairan itu ke infus om nico.

well… selamat menikmati akhir hidup kalian, dan aku beritahu… sekalipun kalian mencoba bunuh diri tak akan aku biarkan, aku akan membuat kalian tetap hidup, dan menderita lebih dari kakek dan nenek ucapku dan berbalik

Teriakan bajingan, segala macam umpatan terdengar keras… aku hanya tersenyum… sembari mengangkat kedua tanganku…

lebih keras lagi… ucapku yang membelakangi mereka sembari mengakat kedua tangan bak seorang musisi yang mengatur orkestranya

ha ha ha ha ha… tawaku

Aku kemudian diam… aku berbalik dan memandang ayah… yang wajahnya terlihat marah…

terima kasih telah mendatangkan aku ke dunia ini… karena kamu ada aku, karena aku adalah pemberhentimu… terima kasih… ucapku tersenyum dan melangkah keluar

sudah? ucap anton

sudah… dan aku berharap aku masih bisa mengawasi mereka, aku tidak ingin mereka bunuh diri. Mereka harus lebih menderita dariemua orang yang mereka hancurkan… ucapku dengan tatapan tajam

celeng! Wajahmu jangan serius gitu kenapa, nakut-nakutin saja! ucapku

eh… he he he terbawa suasana wan (awan kinton sebutan anton)… balasku

wes lek dang, bojomu njalok kelon kae lho (dah cepat, istrimu minta kelon itu lho) ucap anton

ah.. yah… segera aku berlari menuju lantai atas,

ketika itu berlari aku melihat tante war hendak masuk ke dalam lift. Aku berteriak memanggilnya dan tante war melihatku. Dia menunjuk-nunjuk ke jalan yang mengaarah ke kamar dian sambil tersenyum bahagia.

DIAN SUDAH MENUNGGUMU ucap tante war dan pintu lift tertutup

Aku memandang jalan itu kembali, dan aku melangkah ke arah kamar dian. langkah itu seperti meumbuhkan bunga diantaranya. Langkahku semakin cepat dan berlari hingga aku berada didepan pintu yang bertuliskan Aryas Love. Aku tersenyum sejenak…

Didalam sini ya….
Haruskah aku mengetuk pintu?…
Haruskah aku membukanya langsung?…
Kenapa rasanya lebih berat daripada bimbingan skripsi yah?…
Lho… kok tiba-tiba ada bunga tumbuh di pinggiran pintu?…
Adakah yang menanam bibir bunga disini?…
Kenapa gemetar sekali rasanya tubuh ini?…
Tidak dingin, tapi tubuhku kaku…​

Bersambung