Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 86

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 86 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 85

Pagi menjelang udara dingin, masuk melalui sela-sela dinding dan ventilasi kamar ini. aku terbangun tepat jam 6 pagi, tubuh rasanya remuk redam dan pegal. Ingin rasanya kembali tertidur disamping lelakiku ini, namun aku kesampingkan aku tidak ingin melewatkan hari ini hanya dengan bermalas-malasan.

Kupandangi sejenak lelaki disampingku ini, dulu dia adalah bocah tapi semenjak kejadian dimana aku menyuruhnya membelikan cincin aku menjadi kekasihnya, secara de facto. Tapi secara de yure mungkin tidak, karena tidak mungkin.

Aku memang merasa bersalah terhadap kekasihnya, tapi ini adalah hari-hari terakhirku. Aku ingin semuanya aku lakukan bersamanya. Ah, untung saja aku dulu rajin minum jamu dan pil KB, kalau tidak bagaimana mungkin aku membesarkan anak sekaligus cucuku. Dian, maaf jika mertuamu ini meminta kekasihmu bersamku selama 2-3 hari ini.

Kupandangi wajah lucunya yang dulu sering aku timang-timang, ya dia pernah berjanji untuk menjadi penjagaku. Tapi sekarang kenyataanya adalah lebih dari serang penjaga. Kamu memuaskanku lahir dan batinku. Aku tahu semalam kamu tidak tega, karena aku adalah ibumu dan aku tahu kamu juga tidak bakalan tega dengan dian jika harus seperti semalam tapi mau bagaimana lagi, ibumu ini ngopi film di sematpon kamu. kamu juga sih sayang, pakai donlod film yang halus, yang kasar iiih… dasar anak cowok ibu.

Aku bangun dengan tubuh telanjangku tanpa membangunkannya, sekilas di cermin ketika aku melintas aku kembali melihat tubuhku. Memang masih rapet dan membuat anakku tergila-gila. Tapi setelah ini, aku tidak akan menjaganya. Dulu kau menjaganya agar mahesa bisa menjadi suami yang baik, tapi sayang kamu bodoh mahesa. Tubuhku aku rawat, aku buat seindah mungkin untuk kamu tapi kamu malah tidak menghiraukannya. Anakmulah yang memuji bahkan menjadikan aku sebagai wanita.

Aku menoleh kembali ke arah arya, anakku, setelah ini semua berakhir aku tidak akan menjaga tubuh ini, biar gendut, biar jelek yang penting saat kamu menikmati tubuh ini masih sama dengan tubuh ketika aku masih SMA. Memang menurutku tak jauh beda, hanya sedikit timbunan lemak di lenganku tapi untuk yang lainnya sudah berbeda.

Maklum sudah tidak perawan dan punya anak biasanya juga lengannya akan membesar. Berbeda jika aku masih perawan, setua apapun aku tetap saja lenganku tidak akan membesar seperti sekarang. Hmm… apa mungkin ya ini indikator perawan atau tidak perawan?

Kupandangi tubuhku sekali lagi…

Aku akan puaskan anakku di sisa hari pelariannya!haaaaah… walau sebenarnya seks bagiku adalah pelengkap bathinku

Kuambil selimut kecil untuk menutupi tubuhku, kubuka pintu depan villa untuk mengambil pakaianku. Berani? Ya jelas, tempat ini sepi dari orang. segera aku mengambil dan kemudian berbalik ke dalam villa kembali. Kulepaskan selimut itu sambil berjalan diruang yang luas ini, memandang kolam renang yang terlihat sangat dingin airnya.

Tubuh telanjangku kubawa memutari ruangan yang luas ini sesekali berhenti kembali ke pintu geser kaca untuk memandang kembali kolam renang yang sangat dingin itu. kusandarkan tubuhku pada kaca kulihat koper yang sudah aku persiapkan semuanya.

Ah, pasti arya akan minta macam-macam hari ini kalau melihat isi dari koper tersebut. Aku kembali kekamar dimana wajah arya masih terlihat pulas dalam tidurnya. Segera aku membersihkan tubuhku dengan air hangat, hanya berbalut handuk aku keluar dari kamar mandi.

Eh… anak ini suka sekali ketika rambutku aku gelung kebelakang, terlihat lebih cantik katanya bathinku didepan cermin

Aku keluar menuju dapur dan segera aku memasak makan pagi untuk kekasihku ini. setelah semua siap, tak lupa aku membuatkan minuman kesukaannya, wait kofi sebenarnya ada satu lagi tehh tarik tapi aku tidak ada stok. Uh, tapi rokoknya itu yang bikin aku tidak suka. Aku kembali ke kamar dengan handuk masih melilit ditubuhku, aku duduk dipinggir sepering bed tepat disampingnya. Kupandangi sejenak wajahnya, untung sekali kamu mirip aku coba kalau mirip bajingan itu mungkin saat kamu bayi aku sudah benar-benar membunuhmu. Tapi, ah tangismu saat itu yang menyadarkan aku.

sayaaaaang bangun sayang… ucappku pelan sembari menggoyang tubuhnya, beberapa kali aku menggoyang tubuhnya tapi responnya tetap sama berbalik dan memluk guling, tidur lagi. Sama persis dengan aku ketika dibangunkan oleh neneknya.

sayang bangun sudah pagi, mau tidur saja? melewatkan hari ini? ucapku

erghh… iya bu hoaaaaaaaaaaaaam… ucapnya bangun dan merentangkan kedua tangannya, pandnagannya sayu kearahku

pagi ibuku yang cantik… ucapnya sambil mencium pipiku

ibu apa yang lain? ucapku

hoaaaam jangan seperti semalam, aryahhh hoaaaam ndak mau… ucapnya sambil mengucek matanya

teruuus? godaku, tiba-tiba arya memelukku

jadi istriku saja, dan selanjutnya ibuku… ucapnya manja

iya, ya udah arya mandi ya… diah sudah masak buat yayang arya ucapku berubah seketika mengikuti ucapannnya. Dia tersenyum dan mengecup bibirku.

iiih arya, bau sayang… ucapku manja

iya bu, arya mandi dulu… ucapnya

kok bu? protesku

eh… iya sayangku diah ucapnya kembali, aku tersenyum melihat tingkah lakunya

Dia segera bangun dan mengecup sekali lagi keningku. Anakku memang terkadang sangat romantis, beruntung dian akan memilikinya. Bagaimana denganku? Perasaanku sebenarnya sudah kembali menjadi ibunya, hanya saja aku ingin berpisah dengan cara yang sama seperti pertama kali memilikinya sebagai seorang lelaki.

Kulihat langkahnya sedikit gontai karena kantuk. Aku kembali ke dapur dan mengambil minuman kesukaannya. Kuletakan minuma hanga itu di meja kamar, tapi aku tak mendengar gemericik air di dalam kamar mandi. Aku dekati kamar mandi itu dan kudorong pelan, kulihat suamiku ini sedang duduk dikursi kecil tapi tak bergerak sama sekali.

mau dimandikan? ucapku

eh… tidak, aku ingin mandi sendiri sayang ucapnya memandangku

kok ndak mandi-mandi? ucapku

iya sebentar lagi ucapnya, tanpa berlama-lama aku lepas handuk dan berlutut dibelakangnya

Ku gayung air hangat yang ada dibak mandi, sebenarnya ada bet-up untuk berendam tapi aku itadk begitu menyukainya, maklum orang kuno. Sembari aku memandikan dan menyabuni tubuhnya, arya menggosok giginya. Ritual mandi tanpa gangguan seks sama sekali, teringat aku ketika memandikan tubuhnya ketika masi kecil. Selesai mandi, hanya menggunakan handuk aku duduk disampingnya sembari memandangnya menikmati kopi.

jangan ngrokok, atau tidak dirokok! ucapku tegas

eh… iya sayang cup ucapnya smebari memberikan kecupan

Pagi yang indah, arya hanya mengenakan celana kolornya dan aku berlilitkan handuk makan pagi bersama. setelah itu arya berganti pakaian, ku tarik koper dan kuperlihatkan isinya di dalam kamar.

harus pakai apa sayang? ucapku

hmm… aku ingin kamu tampil seksi, bolehkan? ucapnya

memang mau kemana? ucapku heran, karena aku sendiri berpikir kalau 4 hari ini aku akan berada di dalam villa

jalan-jalan ucapnya tersenyum, aku terkejut

eh, tapi apa kamu tega memerkan tubuh istrimu didean mata lelaki lain ucapku

ya ndaklah, cari suasana baru, cari tempat sepi… sekali-kali bolehkan main diluar sama istri? ucapnya mendekatkan wajahnya

iya sayang, nurut sama sayang ucapku manja

pakain ini, aku ingin melihat susumu membusung… aku suka susu kamu ucapnya dengan wajah sedikti memerah, membuatku sedikit malu

iiih ngeres deh.. ucapku

Kupakai bra dengan penyangga, lalau aku mengenakan baju berkerah dengan sedikit lengan yang menutupi lengan bagian atasku, hanya sedikit saja, serta rok pendek diatas lutuku. Ditariknya aku kedepan cermin, tangannya melingkar diperutku. Arya kemudian mundur dan menyuruhku sedikit menungging.

sayang, nurutkan sama aku ucapnya, membuatku berpikir macam-maca lagi. Aku melihatnya mengambil gunting

buat apa? ucapnya

Tanpa berkata-kata, dia menggunting rokku, kini rok yang aku pakai semakin pendek. yang tadinya tepat diatas lutut kini berada disetengah pahaku. Risih, tapi aku harus menurutinya, hmmm guntingannya rapi juga. Arya kemudian berdiri didepanku membuka dua kancing hingga braku terlihat ditambah lagi belahan dadaku sangat kentara. Susuku membusung, disangga oleh bra lipatan susuku yang telrihat diciumnya. Suamiku ini kemudian menyuruhku membungkuk kembali. Tiba-tiba…

aw… sayang…teriakku, ketika jarinya mengelus vaginaku

tempik tembemmu kelihatan sekali sayang, kelihatan tembem dengan CD tipismu ucap arya, nakal juga anakku ini

Aku lihat memang rok yang dia potong hanya menutupi pantatku saja, jika dibandingkan dengan celna hot pant mungkin ini lebih pendek, karena bagian belakangnya hanya menutup sedikit dibawah pantatku. arya berdiri dihadapanku, aku memendangnya dengan senyuman. Perlahan bibir kami berpagutan layaknya seorang kekasih.

Tangannya melingkar di belakang pinggangku, kakiku berjinjit agar bibirku tetap bisa meraih bibirnya. Selang beberapa saat, aku diajak keluar oleh anakku yang sekarang menjad suamiku. Sedikit risih memang, cepat setelah keluar dari villa aku masuk ke dalam mobil. Arya mengemudikan mobil dengan santai, kami berjalan memutari daerah villa milik ayahku. Tak ada kehidupan disekitar villa, jadi memang cocok untuk berduaan saja.

yang, hadap sini… ucap arya

iya kenapa, aaww… iiih nakal banget kamu itu yang ucapku, ketika jari tangannya masuk kedalam lipatan susuku membuatku kaget

kamu itu ternyata nakal banget ya? lanjutku kembali, seakan menghakimi dia. Arya tsenyum kepadaku dan kemudian memandangku, sembari mengemudi pelan

nakalnya kan sama istrinya jadi ndak papa kan? ucapnya, aku hanya tersenyum. Ya, dia seperti ini hanya karena acara perpisahan ini. kupandangi sejenak anakku ini, anak yang selalu penurut bahkan untuk berbuat nakal saja dia pasti akan kettakutan ketika pulang kerumah. Kali ini? biarlah…

Mobil tiba-tiba berhenti disebuah tempat yang sangat sepi, hening sesaat… arya memandangku, dan langsung meraih tubuhku, di lumatnya bibirku. Lama kami berpagutan, membuatku terbang sendiri. aku dorong tubuhnya. Aku kira akan ada serangan lain tapi arya keluar dari mobil dan berputar menarikku dengan lembut keluar dari mobil. Tanganku digandeng dan kami berdua duduk bersampingan di kap mobil. Arya disampingku langsung mendaratkan ciuman di bibirku, tangan kanannya mulai meremas payudaraku.

Lingkungan sekitar tampaknya memang berpihak kepadaku, tampak sepi dan sunyi hanya suara burung-burung yang berkicau. Di tebing yang dulu sering aku dan anakku berjalan-jalan, dulu aku bermain-main dengan arya sekarangpun kami juga bermain-main tapi permainan kami berbeda. tangannya dengan lembut meremas di susuku, tangan kananku mengelus-eleus lehernya. tangannya terus kebawah, pahaku dengan lembut di hipnotis untuk membuka lebar.

Tak sulit bagiku untuk membuka lebar pahaku walau aku memakai rok. Rok yang terlalu pendek membuatku mudah untuk membuka liang senggama penisnya itu. ah, sangat lembut sekali cara dia mengelus-elus vaginaku. Kedua tanganku kini menjadi penopang tubuhku yang terus saja tertekan karena bibir arya selalu maju mencium bibirku.

ergh mmmmhhh…. slurppp… mmmhhh bibirku dan bibir arya bertemu, aku benar-benar tak ingin melepaskan bibirnya

Tangannya masuk kedalam celana dalam, jarinya merayap mendekati vaginaku. Dan, erghhh…. tubuhku sedikit terangkat ketika jarinya menemukan bagian sensitifku. Klitorisku dengan sedikit kasar dimainkan oleh anakku sendiri, gila nikmat sekali.

Aku tidak mampu bertahan, tanganku keropos dan tidak mampu untuk menahan tubuhku lagi. Tangan kiri arya langsung menahan punggungku, mulutku sudah tidak mampu lagi meladeni ciumannya. Terlalu nikmat dibawah sana, mulutku hanya menganga dan dinikmati oleh anakku sendiri. oh tidak, aku tidak ingin keluar sekarang…

erghhh sayang sudah…. arh… racauku seketika itu memohon kepada arya, ah tapi namanya jiwa muda.

Anakku yang juga suamiku sekarang ini, langsung dia menarik celana dalamku. Celana dalam putih tipis ini sekarang ada di salah satu kakiku, tubuhnya langsung turun. Dan argh, oh…

sayanghhhh… emmmmmh….. hangat lidahmu… oh anakku… suamiku, ah kulum itil ibumu nak terushhh yah terus mainkan dengan lidahm…

awhhhh pas sayang kocok disitu sayang yah… mmmh….

Ah anakku selalu pas dalam memuaskan vaginaku, lidahnya menyapu klitorisku dan jarinya bermain-main di dalam vaginaku. Terasa sekali bagian dalam vaginaku sedang digaruk, aku tidak mampu bertahan lagi kalau yang ini aku sudah tidak mampu lagi.

ah sayang ibu keluar, istrimu keluar arghhhhh… egh… egh… egh… pandanganku kosong, tubuhku mengejang kedua tanganku mendorong masuk kepala anakku. Vaginaku masih terasa nikmat, cairan itu keluar dan tersedot kedalam mulut anakku sendiri.

Arya berdiri dan langsung aku memeluknya, nafsuku bertambah tinggi. Aku ciumi telilnga anakku tanpa menunggu persetujuan darinya. Lidahku bermain-main ditelinga, kemudian turun dleher. Sedikit kepalaku mundur untuk memandang dada bidang yang terbungkus kaos.

Kuelus perlahan dan langsung aku tarik keatas, kulepas kaosnya. Kususuri sebuah lapangan di dadanya, lidahku menyapu seluruh dada anakku tak terkecuali puting susu seksi miliknya. Setelah puas aku jilati arya kemudian mundur, aku langsung membuka resleting anakku. Kukeluarkan dengan paksa penis anakku ini.

awh ibu sakit… ucapnya

eh, maaf sayang, istrimu sudah kepingin… ucapku dengan wajah merahku

iya ini buatmu sayang ucapnya

Burung anakku keluar dari resleting itu tapi tak seluruhnya kelihatan, aku buka celana dan kurutnkan sedikit. Lildahku sudah bermain-main di sekitar kepala penis anakku, tanganku mengocok batang anakku. Kupegang pinggangnya dan kudorong bibirku untuk melahap semua batangnya. Ah terasa sedikit sakit, batangnya menyentuh tenggorokanku dan ah…

Ah bu nikmat sekali… ucapnya, aku terngah-engah dengan tersenyum

Tanpa berkata-kata, aku turun dari mobil dan kuarahkan tubuh anakku untuk duduk dikap mobil. Kulepas celana anakku dan kini dia telanjang sedangkan aku masih mengenakan pakaianku. Kakinya terbuka lebar, dan aku tekan keatas penis yang nggilani ini. lidahku bermain-main di bagian bawah zakarnya, ah… baunya memang sedikit menyengat tapi entah kenapa aku menyukainya.

Bahkan terkadang lidahku menyapu bagian anusnya. Dia mengerang tak tahan dengan perlakuanku, rasakan saja tadi juga kamu yang buat aku kelojotan sekarnag gantian. Bau menyengat ini membuatku semakin memuncak, aku pindah jilatanku ke batang kemaluannya. Tak tahan dengan hanya menjilatinya aku langsung mengulum batang kejantanannya. Tangannya menuntun kepalaku agar lebih cepat mengulum.

ash.. ash… ash… sayang masukan, aku tidak tahan ucapku

aku juga sayang ucap anakku ini

Ditariknya lembut aku dan dimasukan ke dalam jok mobil bagian belakang. Aku disuruh menunggingkan pantatku, ah ada-ada saja keinginnannya. Dan ketika aku melihat kebelakang, dia memainkan batang kemaluannya di sekitar vaginaku.

cepat sayang masukan, jangan main-main terush mohonku, dan slesb…

Erghh… yah sayang terush arghh… goyang lebih kuat lagi, terushhh mmmhhh ah yah terush sayang terush, aku suka kontolmu itu, ah dalam sekali tempikku keenakan yah terush ergh.. racauku, tapi tak kudengar apa yang dia katakan

aaawwwwh…. arghh… ah ah ah ah ah ah ah ah ah ah rintih kenikmatanku ketika batang itu menusuk dengan sangat cepat, keluar masuk dengan sangat buasny

Aku tidak tahan, tak mampu aku membendung kenikmatan ini. vaginaku seakan-akan ingin meremas pemberi kenikmatan didalam vaginaku. Yah, aku ingin…

Aaaaaaaaaaaaaahhh….. teriakku sangat keras

Kepalaku jatuh diantara kedua tanganku, aku mengejang, keluar semua cairan itu. setelah beberapa saat, nafasku kembali teratur. Arya masuk dan menggeser tubuhku hingga aku terbaring bersandar pada pinggiran jok belakang. Pintu ditutup dan arya menyalakan mobil sekedar untuk menghidupkan AC mobil. Dibuka lebar, kedua pahaku dan langsung ditancapkannya batang itu lagi.

ah, tempikmu nikmat sekali… bikin kontolku ketagihan ucapnya merayuku

ah yah sayang, itu untuk kamu. goyang lebih cepat lagi kita keluar bersama-sama… ucapku

Selang beberapa saat tubuhnya menggenjot dan memompa vaginaku. Aku kelojotan walau dengan posisi yang tidak menyenangkan ini aku tetap mendapat kenikmatan. Dengan posisi ini Batang kemaluannya menggaruk bagian atas dinding vaginaku. Aku tak tahan lagi, aku benar-benar tak tahan ketika batangnya masuk ke vaginaku. Tidka seperti batang mahesa yang dimana aku harus bekerja keras untuk mendapatkan puncak walau mahesa mendapatkannya sedangkan aku kosong.

ahhh sayang aku mau keluar lagi sayang… ah lebih cepat sayang lebih cepat lagihhh owhh… terushhh racauku

iyah tempikmu nikmat akhh… aku suka.. aku akan mengocoknya terus terus terus dan ah… yah enakhhh… racaunya

mau keluar sayang? Aku juga hampir ayo sayang lebih cepat lagih… ucapku, wajahnya sudah melihatkan kalau mani-nya sudah berada diujung-ujung

Tubuhnya memoma lebih cepat dan lebih cepat, aku menahan tubuhku dengan kedua tanganku bertumpu dibelakang jok. Terasa pengen pipis lagi…

Croot croot croot croot croot croot croot croot

Tubuhnya langsung memelukku, aku mengejang sesaat. Nafas kami bersatu dan kami berpelukan dengan mesaranya. Bibirnya mencium bibirku, ah aku merasa nyaman bersama dengan dirinya. Beberapa saa kemudian, dia mengajakku pulang aku mengangguk dan walau sedikit lelah aku tetap duduk di jok depan menemani anakku yang mengemudi sambil telanjang ini.

iiih masa ndak pakai baju godaku sambil menyentuh ujung penisnya yang masih tegang itu

suka kan? godanya, aku hanya tersenyum dan mengangguk

pakaian kamu sudah kamu masukan? ucapku

sudah tenang saja sayang… ucapnya, mencium bibirku

Dalam perjalanan pulang aku merasa lelah dan tertidur. mungkin karena ku bangun lebih pagi aku tidak sadar kalau sudah sampai di villa. Tubuhku seperti diangkat, dan ketika aku bangun aku sudah berada di sepering bet. Tapi dasar, aku sudah ditelanjanginya tanpa sepengetahuanku.

sudah bangun? ucapnya melangkah sembari membawa minuman hangat

nakal kamu ya, masa aku kamu telanjangi? ucapnya

he he he… ucapnya, sambil memberikan minuman hangat yang ternyata adalah teh

sruupuuut…. hmmm enak….

jadi kamu suka ya kalau aku pakai baju seksi? ucapku

suka… jawabnya singkat

berarti kalau jalan-jalan keluar, aku bagus kalau pakai baju seksi dan ketat ucapku

Ndak boleh! ucapnya keras, seperti membentak

ke kenapa? kan kamu suka? ucapku sedikit gugup

tubuh seksimu hanya aku yang boleh lihat, kalau yang lain ndak boleh ucapnya memandangku tajam

kan kamu sendiri yang bilang aku seksi? ucapku masih sedikit gugup

pakai seksi kalau hanya aku yang melihat! ucapnya

Benar saja, selama jalan-jalan tadi memang tak ada orang lain diluar sana. Dan tempat yag dulu pernah aku dan anakku ini datangi adalah tempat yang sepi. Jika aku ingat semua dari awal, arya selalu memakaikan baju seksi kepadaku ketika jalan-jalan malam dan itu dia selalu memilih jalanan yang sepi. Ditempat ketika aku diajak berpacaran dengannya juga sepi. Ah, beruntung kamu dian dan pasti kamu akan ditutupi olehnya. Jadi hati-hati ya sayang kalau nanti kamu keluar pakai pakaian seksi, pasti kamu dimarahi sama lelaki didepanku ini.

iya sayang iya, besok-besok kalau aku jalan-jalan pakai pakaian sopan deh ucapku mencoba menengkannya

heem… jawabnya sembari mencium bibirku

sayang, nanti tehnya tumpah… jawabku

Aku letakan teh di meja kamarku, tanpa panjang lebar. Arya langsung menarik tubuhku dan merebahkanku di tengah-tengah sepering bet.

mau pakai pemanasan atau langsung? ucapnya

kayaknya langsung saja… itu sudah berdiri tegak! ucapku

Dan…

Ahhh… sayang pelan… ughhhh… batang kamu sudah sering masuk tapi ehhhh tetep sakit jugahhh ah ah ah ah ah ah yah terus ah ah ah mentok sayang mentok… racauku, ketika batang itu masuk ke dalam vaginaku.

Kedua tangannya memegang pinggulku, tubuhku digoyang dan terus digoyang. Susuku naik turun menjadi pemandangan yang dia suka. tubuhku terus digoncang dan bergoncang menerima setiap hentakan dari pinggulnya. Semakin cepat dan semakin dalam batang itu masuk, dipeluknya tubuhku dan kami berciuman.

Aku tidak mampu lagi meladeni ciumannya ketika vaginaku di hantam oleh kejantanannya. Berhetni sejenak batang itu memompa tubuhku kini gantian susuku yang dijamah dan dimainkan olehnya. Peramainan lidahnya di susuku di dibarengi dengan goyangan pinggulnya sesekali.

Setelah puas, arya bangkit dan menarikku hingga aku berada diatasnya. Aku mulai menggoyang pinggulku dengan liarnya. Susuku diremas kedua tangan kekarnya. Oh aku suka sekali memandang dadanya yang luas itu. goyanganku semakin liar, semakin menjadi-jadi dan…

argh sayang aku mau keluar… ucapku

yah terus goyang saja sayang, aku juga hampir keluar… racaunya

Aku semakin menggoyang dan menggoyang lebih liar dari sebelumnya hingga kedua lututku sudah tak sanggup lagi. Aku terjatuh kedepan dan sensasinya, ketika susuku bertemu dengan dadanya membuatku semakin larut dalam permainan ini. Pinggulku diangkat oleh kedua tangannya, dan pinggulnya mulai bergoyang lagi terus dan terus. Pinggulku pun merespon dengan iku tbergoyang.

aku keluar… aku keluar sayang aku keluar… racauku

Aku mememulk erat arya, arya pun memelukku dengan sangat erat. tubuh kami berdua sama-sama mengejang, nafas kami tersengal. Cairan hangat kembali menyirami adiknya, cairanku pun meleleh di batang arya.

ah..hash hash hash… nikmat tidak suamiku? ucapku

nikmat sekali sayang ucapnya

Aku dan arya kemudian berbaring bersampingan, tak ada yang bisa memisahkan kami saat ini. aku memluknya dan dia memlukku hingga akhirnya aku kembali terlelap karena lelah bersama dengan anakku, suamiku.

Dimalam hari, aku menyiapkan makanan terlambat karena terlalu lelah. Makan malam bersamanya, dengan tubuh telanjang kami. aku kira dia ingin aku seperti saat itu ketika dirumah tetapi tidak. Kami menghabiskan malam bersama, aku mencuci piring dan dia sedang menonton televisi.

sayang, sudah belum nyuci piringnya? teriaknya

sudah, ini baru saja selesai ucapku

kesini sayang… ucapnya,

Aku berjalan kearahnya yang duduk didepan TV. batangnya memangsedari tadi sudah berdiri, tanpa diperintah pun aku tahu kenginannya. Langsung aku berlutut diantara kedua pahanya, mengulum penisnya. Kepalaku dielusnya dengan lembut, susuku kadang diremasnya pelan. Setelah dia puas kulumanku, aku langsung ditariknya ke atas disuruhnya aku berdiri mengangkan diantara kepalanya. Lidahnya muali bermain-main membuat aku mendesah kuat.

jangan lamah lamah… aku ingin kontol kamu saaaahhhyang… erhhhh pintaku,

Langsung aku ditariknya dan ku raih penisnya. Kuarahkan kevaginaku yang sebenarnya semenjak makan malam tadi sudah basah. Tampak mulus masuk tapi aku merasakan sedikit sakit ketika batangnya masuk kedalam vaginaku. Aku muali memompanya, susuku naik turun diremasnya dengan gemas.

ah nikmatkah sayanghhh… tempikku nikmat sekali dimasuki batangmuh… racauku

susumu indah, tempikmu menjepit kontolkuahh ucapnya sambil menciumi susuku

kontolmu saja yang besar sayanghhh… ucapku

Tak puas dengan gaya itu, dia membalikan tubuhku. Kini aku menunggangi penisnya dengan membelakanginya. Aku kembali mengocok penisnya dengan vaginaku. Semakin liar, batangnya membuatku semakin tak sanggup untuk bertahan. Tiba-tiba, tubuh arya bangkit dan embuatku harus berdiri berjinjit.

pindah kamar saja sayang, lebih empuk pintanya

susah jalan awwww… yah sayang iyahh.. ucapku, yang memprotes tapi dengan sodokan penisnya membuatku menuruti keinginanya

Sambil berjalan berjinjit, kedua lenganku ditariknya kebelakang sedang vaginaku disodok penisnya. Sensasinya memang ada tapi susah untuk berjalan, hingga diatas kasur aku menungging dan dengan gaya anjing, vaginaku kembali disodok lagi. Aku mengerang kenikmatan, mengerangk karena aku mendapatkan rasa enak di vaginaku.

Daya tahanku hampir saja jebol, tubuhku dibaliknya dan bahuku ditarik. Kembali aku mengulum penisnya itu, hanya sebentar saja aku langsung didorongnya dengan lembut untuk rebah diatas kasur. Diambilnya bantal untuk mengganjal pinggulku.

Kembali lagi sodokan demi sodokan aku terima di vaginaku, membuatku semakin menggila. Mulutku menganga, sembari memelukku dia memasukan lidahnya kedalam mulutku. Dadanya begitu hangat ketika susuku menempel didadanya. Aku memeluknya dengan erat, sangat erat dan…

akuh mau keluar… desisku pelan

akuh juga sayang… aku sirami janinmu… ucapnya

heem…mmmhhh terus sayang sedikit lagi… ucapku

iya aku juga… balasnya

Croot croot croot croot croot croot croot

Tubuhku mengejang sesaat, tapi pelukannya membuatku tak bisa menggerakan tubuhku. Aku kembali memeluknya, kami berciuman. Kali ini ciuman kami benar-benar lliar, lidahnya, lidahku seakan tak mau ada yang kalah. Saling melumat bibir lawan masing-masing.

hangat pejuhmu sayang… ucapku

cairanmu juga hangat… balasnya

Setelah berisitirahat beberapa menit, kini aku mulai melayaninya kembali. Tubuhku dibalilknya, menjadi posisi yang dia suka. doggy style, vaginaku di ceroco oleh batang kemaluannya. Itu goyangannya semakin liar, membuatku bernafas terengah-engah.

arhhh sayang… terus ah nikmat sekali… tubuhku butuh kepuasan darimu sayang terus sayang terus kocok vaginaku dengan kontolmu owhh… racauku

ah ah ah ah sempit sekali didalam sayangku… owh yah aku ingin memompamu, akan ku pejuhi rahimmu teriaknya

Tangaku sudah tak kuat lagi menahan tubuh bagian depanku. Aku terjatuh, payudaraku tergencet oleh tubuhku sendiri namun pinggulku masi tetap menungging dan dikocok terus oleh batang kemaluannya.

ahhhh…. nikmaaaaaaaaat sayang lebih kerassss aku butuh kontol kamuhhhh… yah terusshhh terussssh…. racauku dengan suara yang sudah mulai serak

Ibuku… istriku kamu memang hot diranjang… kontolku selalu terpuaskan oleh tempik sempitmu ini teriaknya

yah… tempikku memang untukmu ahhhh yah aaaah aaaaaaahhh dalam aaaaahhh… racauku sudah tak kuat lagi

Plak… Plak… Plak… tiga kali tamparan di pantatku membuatku terkaget…

awhhh sayang… teriakku

vaginamu semakin rapet saja…. racaunya

ah… ah… ah… kamu nakal, istrimu kamu tampar pantatnya ughhhh ucapku. Sedikit lagi aku merasakan klimaks, mungkin anakku ini tahu tapi dia menghentikan lajunya.

ah… ayo sayang aku sedikit lagi kelluar… ucapku

sebentar… ucapnya

Aku diangkat tanpa melepaskan penisnya dari vaginaku. Dengan tubunya sedikit miring kebelakang untuk menahan tubuhku. Anakku kemudian bangkit dan berdiri, diarahkannya aku didepan cermin. Aku malu ketika tubuhku di naik turunkan olehnya, melihat diriku yang tanpa busana sedang di kawini oleh anakku sendiri. batangnya keluar masuk di dalam vaginaku, memompa dan terus memompa.

ah…. sayang… ini memalukan… tolong… ah jangan didean cermin… pintaku

ah… kamu tampak seksi ibu, tubuhmu pasti dan selalu membuat tergila-gila… lihat tempikmu yang sedang menikmati kontol anaknya sendiri itu ucapnya

a…hh… kamu nakal… emmmhhh… aku mau keluar sayang… aaaaaaaaaaaaaaaaa ucapku berteriak karena mendapatkan orgasmeku

lihat tempikmu pipis bu ucap arya

ash ash… malu tahu… ucapku sambil menutup wajahku, sedikit aku ka jari-jariku dan kulihat cairanku melelh diantara batang kemaluannya

lihat susu ibu, untuk seumuran ibu susu ibu masih sangat bagus masih sekal dan tidak menggantung… ucapnya memujiku

kamu ini… pindah dikasur saja, belum keluarkan? ucapku dan dia megangguk

Aku kemudian direbahkan diatas kasur, setahuku aku akan di pompa lagi tapi tidak. Arya turun dari kasur dan menggeser cermin itu kembali. Aku heran apa yang ingin dilakukannya, selang beberapa saat dia naik kekasur lagi. Tubuhku dibaliknya, doggy style, wajahku tepat dihadapan cermin itu. sungguh memalukan tapi aku benar-benar malu. Ingin rasanya aku memprotesnya tapi…

ahhh… pelan sayang pelan… racauku

ah, tempikmu ini tidak boleh pelan-pelan untuk menikmatinya… aku ingin robek tempikmu ini sayang. Ucapnya

ah robek sayang robeklah… ah sayang aku malu…. racauku kembali sembari menundukan kepalaku

Tak ada respon darinya, kulihat matanya terpejam ketika menggoyang pinggulnya. Terlihat sangat jelas dicermin itu. Lama-kelamaan aku hanya bisa menunggingkan pinggulku, tubuh bagia depanku jatuh. Malu tapi aku ingin sekali melihat kembali anakku menyetubuhiku dari belakang. Wajahnya terbakar oleh nafsu kepada ibunya sendiri, sedangkan aku sudah tidak bisa mengendalikan tubuhku. Tubuhku butuh kepuassan ya kepuasan dari anakku.

arhhhh sayang tempikmu enak nikmat… aku ingin kuarkan lagi dirahimmu… racaunya

ahhh… iya sayang keluarkan sebanyak-banyaknya ke dalam rahimku, semprot… pejuhi rahimku dengan cairan cintamu… ucapku yang sudah tidak kuat,

aku keluaaaaaaaaaaaaaaaaar… teriaknya dan hentakan keras ke dalam vaginaku, aku ikut orgasme

aaaaaaaaaaaaaaarghhhhhhhhhh… teriakan keras dariku merasakan batangnya benar-benar merobek vaginaku, dalam sekali masuknya

Mataku tak bisa lepas dari cermin itu, kulihat anakku mengejang. Ambruk kedepan dan mengangkat tubuhku dengan cara meremas susuku ini. diangkat hingga aku berlutut kepalaku menoleh kebelakag dan kami berciuman.

lihatlah cairan kita bersatu ucapnya, aku kemudian menoleh kearas cermin

kamu itu aku kan malu… ucapku

malu kenapa? aku sudah lihat seluruh bagian tubuhmu kenapa harus malu? ucapnya

iih… capek yang, pengen bobo… tapi kontol kamu tetep didalem yang sampai lemas ya… pintaku manja

tapi bersihin dulu pakai mulut kamu yang seksi ini pintanya

iya sayang iya…ucapku

Arya terlentang, aku berbalik menghadap ke arahnya. Seperti seekor anjing aku menjilati penisnya. Aku kulum, aku bersihkan kontol anakku sendiri dengan mulutku. Kujilati setian centimeter batang kemaluan anakku.

lihatlah… pejuhkukeluar dari vaginamu… ucapnya, aku menoleh kebelakang

Memang terasa spermanya meleleh di vaginaku, vaginaku tampak berbentuk O. Malu juga tapi aku menikmati persetubuhan ini.

sluurrpp… tapi aku lebih tertarik dengan sisa pejuh kamu yang ada di kontol kamu ini sayang balasku

bersihkan ya istriku yang tercinta… pujinya

Akhirnya setelah batang itu mulai lembek, aku ditanganku aku bangkit dan lagsung aku cium bibrnya dengan bibir bekas spermaya. Diatas kasur ini kami berguling, berciuman hingga lelah dan penisnya lepas dari vaginaku. Aku tertidur dalam pelukannya. Esok adalah hari terakhirku terhitung tiga hari semenjak aku datang kevilla ini.

Aku terbangun karena goyangan pelan tubuhku, serasa sangat malas untuk bangun setelah duahari ini tenagaku terkuras. Aku buka mataku perlahan dan…

“eghhh hoaaaam… eh… ibu cantik sekali” ucapku ketika mataku terbuka melihat ibu dengan kebayanya

“mandi dulu sana nak” ucap ibu, aku bangkit dan hendak mencium pipinya. Ibu memundurkan kepalanya.

“sama ibu sendiri kok kaya gitu ndak boleh to ya, sana mandi dulu. Itu sarapannya sudah ibu siapkan” ucap ibu,

“eh… iya” ucapku, ibu berlalu keluar dari kamar

Bersambung