Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 85

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 85 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 84

Ndan, aku Cuma butuh istirahat 2-3 hari saja ndan. Setelahnya aku tetap ingin kembali untuk melihat situasi ucap anton, ketika telah sampai ditempat tujuan

kamu ini aneh dikasih waktu libur malah mau berangkat, ya sudah terserah kamu ucap komandan

Anton kemudian pulang dengan menggunakan motor kantornya. Dengan pelan dia mengarahkan motornya ke rumah kontrakannya. Anton sudah mengontrak rumah sendiri, dengan tujuan agar semua rahasia tentang pekerjaan tidak diketahui oleh keluarganya. Memasuki rumah, anton langsung membuka kulkas dan meminum air dingin menghilangkan haus dilehernya.

Angkat tangan… ucap seorang perempuan yang asing dibelakang anton, anton meletakan botol minuman tersebut dan mengangkat tangannya. Terasa sebuag benda menonjok-nonjok punggungnya.

siapa kamu? ucap anton tegas

iiih… sama pacar sendiri lupa ucap peremuan tersebut, anton berbalik dan terekejut karena wanita tersebut adalah anti yang memegang sebuah centong sayur

lho? Lha tadi suaranya beda sama yang sekarang… ucap anton

sebel! ucap anti yang lansung berjalan menjauhi anton dan duduk disofa

maaf sayang, kan ndak tahu, dan… kok sayang bisa masuk ke rumah kan ndak ada kuncinya? ucap anton yang berjalan cepat mendekati anti. Anti kemudian menarik anton.

Kamu memang intel, tapi kamu tidak bisa membodohi pacarmu sayang. Pacarmu ini sudah menduplikatkan kunci sayang, biar pacarmu ini bisa tahu ada cewek lain yang masuk kerumah ini apa tidak! bentak anti

ada… ucap anton memeluk anti dari belakang

eh, siapa! Sayang kok berani-beraninya! Lepasin ndak! ucap anti marah ketika mendengar jawaban anton

ndak… ucap anton

pokoknya lepasin, mas sudah berani masukin cewek lain kerumah ini, anti ndak terima! ucap anti

ndak ya ndak… ucap anton, membuat anti semakin marah

lepasiiiiiiiiiiiiiin, anti benci sama mas… ucap anti

cewek itu unika sama wati… ucap anton membuat anti terdiam

itu kan… iiih nyebelin! ucap anti, anti unikawati. Anton kemudian melepaskan pelukannya. Dan tubuhnya tetap dibelakang anti. Diraihnya tangan kiri anti.

karena sudah masuk kedalam rumah tanpa seijin pemilik rumah, dan termasuk tindakan kriminal. Maka anda saya tangkap! ucap anton tegas,

Eh… mas apa-apaan sih, sebel! ucap anti

kamu akan saya borgol dan akan saya penjarakan! ucap anton, yang kemudian memasangkan sebuah cincin yang terhubung dengan sebuah rantai kecil. Anti terkejut ketika jari manisnya terpasang cincin tersebut, satu cincin di jari manisnya dan satu cincin di jari manis anton dan terhubung oleh sebuah rantai kecil.

mas… ucap anti lembut, wajahnya memerah

kamu dipenjara dirumah ini lho, kok bisa-bisanya sok imut gitu… goda anton

iya dipenjara dirumah ini kan? Terus jadi tahanannya mas kan? ucap anti yang matanya berkaca-kaca

iya, dan harus mmm… ucap anton terhenti mulutnya tersumbat oleh bibir anti yang tiba-tiba berbalik ke arah anton

melayani mas kan? Terus ini dipakai terus gitu? Berarti ndak boleh lepas? ucap anti

ya dilepaskan pas mau kerja saja kalau dirumah, dipasang lagi, biar cepet menghasilkan.. ucap anton

berapa? ucap anti

delapan, 5 pemain inti 3 cadangan ucap anton

ndak sekalian 16 mas, 11 pemain inti 5 cadangan? ucap anti, seorang mahasiswi di jurusan pendidikan jasmani guru sekolah dasar

terserah kamu sayang, mas nurut… ucap anton yang semakin rebah tubuhnya disofa

capek sayang? ucap anti, anton mengangguk

libur berapa hari? ucap anti, seakan tahu kalau anton besok libur

kok tahu kalau besok libur? ucap anton

punya pacar seorang intel, harus pintar menyadap kan? ucap anti sembari menarik sebuah mikropon kecil dari kerah anton

ah… gurus SD tapi pintar nyadap ya? 2-3 hari ucap anton tersenyum

istirahat dulu sayang, sini anti peluk, besok rambutnya dipotong ya sayang, sama nih kukunya juga ucap anti

dasar guru SD… besok aku obrak-abrik rumah ini biar kamu yang beresin ucap anton

ndak papa mau diobrak-abrikm, ntar anti bersihin tapi ininya harus nancep terus besok ucap anti, meremas selangkangan anton. Mereka berpandangan dan tersenyum manis, berpelukan dengan jari diborgol oleh cincin.

yang susah banget meluk kamu, ini dipaki dijariku semua saja ya protes anti

iya sayang iya, bobo yuk besok kamu lebih capek dari mas lho ucap anton

nantangin nih? ucap anti, mereka kemudian berciuman hingga kantuk menidurkan mereka.

Anti seorang mahasiswi dari jurusan pendidikan keolahragaan yang kepincu dengan anton ketika pertama kali melihatnya. Begitupula dengan anton yang langsung jatuh hati. Mereka akhirnya mengenal dan menjadi sepasang kekasih.

Namun pernah suatu hari anti menelepon anton untuk dijemput distasiun kereta api setelah anti pulang dari berpergian. Tapi anton yang sedang bertugas tak bisa mejawab telepon. Anti, merasa takur ketika karena anti pulang pada malam hari.

Jalanan sepi hingga segerombolan orang mencoba memperkosanya. Tak disangka arya yang pada saat itu sedang mengantar teman kuliahnya pulang setelah rapat kegiatan di kampus melihat anti. Anti selamat karena arya. itulah mengapa persahabatan mereka bak sebuah intan yang sulit tergores, karena arya, anton bersyukur anti selamat.

***

Semua berawal dari para lelaki yang pergi dengan meninggalkan kata-kata perpisahan yang sangat menyayat hati bagi pasangan mereka. Mungkin semua mereka lakukan karena apa yang akan mereka hadapi adalah sebuah momen yang mengakhiri hidup mereka, bagaimana tidak?

Mereka yang biasa hanya berhadapan dengan berandal-berandal jalanan harus berhadapan dengan para gengster yang lebih berpengalaman daripada mereka. Hati wanita mana yang tidak hancur ketika kekasihnya berpamt seakan tak akan kembali.

Namun semua telah terjadi walau pada akhirnya mereka melukis wajah mereka dengan darah sang kekasihpun tak peduli lagi, yang penitng mereka telah kembali dengan senyuman. Ditambah lagi hadiah yang mereka berikan pada pada kekasihnya lebih dari harapan sang kekasih.

Berharap hanya kembali saja namun yang kembali membawa sebuah hadian lagi. Ah, semua telah mereka persiapkan sebelumnya jika mereka bisa kemblai, untungnya bisa kembali. Ah, koplak bikin koplak saja… koplak, apa itu dari singkatan kopi dan kolak ya? ha ha ha tak ada yang tahu… koplak koplak ha ha ha ha…

——————————————————–

Bu… ibu… eeee…. ucap ku ketika ibu membuka jaketnya.

Sedari tadi ketika ibu mencegatku ketika berboncengan dengan wongso, ibu megenakan jaket dan celana yang tidak ketat. Aku terpesona sesaat, hilang akalku ketika ibu membuka jaketnya.

Dada ibu yang membusung memperlihatkan sebuah gunung yang seakan-akan mau tumpah. Sebuah tank-top dengan tali menggantung dibahu ibu berwarna hitam sangat kontras dengan kulit ibu yang putih.

Tank-top ketat itu memperlihatkan sebuah lekukan tubuh wanita setengah baya, bahkan jika saja ada beberapa orang yang melihat ibu pastinya dia tidak mengira kalau wanita ini sudah berumur.

Apa sayang? ucap ibu

boleh arya yang mengemudi saja? ucapku ketika ibu hendak menjalankan mobil

ndak papa? Kamu ndak capek? ucap ibu

ndak bu… ucapku

Ibu hanya tersenyum kepadaku, kami kemudian berpindah tempat duduk. Kulepas semua pakaian berat di tubuhku hanya menyisakan kaos dan juga celana. Tanpa berlama-lama kujalankan mobil, ini semua akan berakhir karena waktu itu telah datang.

Tapi dalam sisi bathin aku merasa kasihan juga dengan ibu tapi apa mau dikata janji harus ditepati. Mobil berjalan, lampu-lampu kota menemani kami berdaua. Kedua tangan ibu kemudian merangkul tangan kiriku.

Dian manja ya sama kamu, sayang?ucap ibu tiba-tiba

ndak juga bu, biasa saja ucapku dengan wajah sedikit malu

ndak usah bohong, tuh wajah kamu merah goda ibu

ya seperti itulah bu… ucapku

3 hari ya sayang, manjain ibu.. ucap ibu tiba-tiba

iya bu pasti, kok ibu tahu kalau dian manja? ucapku

Dari kotak musik… ucap ibu

egh, maksud ibu? tanyaku

ibu sengaja memberikan kotak musik itu agar ibu bisa tahu kamu mau kemana, ada penyadanya sayang, apa kamu tidak heran kenapa ibu tiba-tiba pulang ke rumah ketika kamu pulang saat itu? itu ibu mendengar semua percakapan kamu, maaf kalau ibu nguping… karena dian sudah tahu semuanya jadi ibu tidak mungkin sering-sering bersamamu ucap ibu, kupelankan mobil dan kucium bibirnya

ndak papa bu, arya juga sebenarnya sudah kangen sama ibu waktu itu. ndak enak sama dian kalau ijin ketemu ibu… ucapku kembali menambah sedikit laju mobil

Ibu tahuh semua, juga tentang kenapa dian berada di gedung itu… ucap ibu

eh… kenapa ibu tidak memberitahu arya kalau dian… ucapku sedikit naik nada suaraku

ssssttt… jangan marah sayang, ibu tahu juga ketika kamu sudah berangkat. Setelah kamu berangkat, kamu berpesan pada dian agar dirumah kan? Tapi ibu mendengar dian menangis dari kotak musik itu. ibu juga lihat kamu ketika hendak berangkat, selang beberapa saat ibu melihat dian. dan ibu mencegatnya… ucap ibu

eh… terus… ucapku

ibu bertemu dengannya, saat itu… ucap ibu

Aku mencegat mobil dian diajalanan yang sepi. Segera aku keluar dari mobil, tampak dian terkejut dengan kehadiranku yang tiba-tiba ini. aku melangkah ke arah mobil dian, kulihat dian keluar dari mobil.

mama… ucap dian wajahnya tertunduk

sayang… ucapku yang langsung memeluknya, tangisnya pecah tiba-tiba. Aku dan dian duduk bersandar di depan mobil dian

kenapa kamu pergi? Arya sudah menyuruhmu untuk tetap di rumah? ucapku

mas sudah memutuskan untuk menyelematkan orang yang dia sayangi, maka aku juga. Maafkan aku ma, mungkin mas sudah cerita banyak tentang perjalanan dengan mama. Dan mama pasti tahu tentang seorang perempuan bernama, Wardani ucap dian, sedikit malu sebenarnya ketika dian mengatakan itu karena secara tidak langsung dia mengingatkan hubunganku dengan arya. ya, wardani arya pernah bercerita tentangnya, seorang wanita istri dari sukoco penjaga losmen itu.

iya mama tahu… ucapku

dia, ibuku… jawabnya dan membuat aku sedikit terkejut walau bathinku sebenarnya sudah mencoba menebaknya

Aku akan datang menggantikannya, jika saja mas melihatku ditempat pertemuan itu… maafkan aku ma, aku hanya mengambil keputusan untuk keselamatan ibu. aku sudah memutuskannya, aku ingin ibu terlepas dari nico dan… ucap dian terhenti

mahesa yang bajingan itu? ucapku, kulihat dian agak sedikit tidak enak ketika hendak menyebut nama suamiku itu, dian mengangguk pelan

tapi bagaimana kalau terjadi sesuatu terhadap kamu? arya pasti tidak bisa memaafan dirinya sendiri ucapku

aku tidak tahu ma, yan gaku pikirkan adalah ibu… sudah lama aku tidak bertemu dengannya, sudah lama pula aku berbohong kepadanya, padahal aku selalu berada dekat dengannya ucap dian (dekat disini adalah satu daerah dengan ibunya)

Pulanglah… mama mohon bujukku

tidak ma… ini sudah keputusanku… ucap dian, kulihat pandangan mata itu, keras, aku teringat akan keras kepalanya aku saat muda dulu

baiklah, mama tidak bisa melarangmu tapi… sebentar… ucapku, kembali ke dalam mobil dan mengambil sesuatu. Aku ajak dian masuk ke dalam mobilnya.

buka pakaianmu… ucapku

eh… mama mau ngapain? ucap dian, ada sedikit rasa takut dari wajahnya

sudah ndak papa, buka dulu… ucapku, akhirnya dian membuka karena dian merasa malu akhirnya aku memaksa dian membuka kaos yang dikenakannya kutarik keatas hingga payudaranya kelihatan. Ah beruntung sekali anakku ini, bahkan punyaku kalah dengan kepunyaan dian. sudah putih, langsing, cantik, hmmm… pasti arya bakal mainkan ini semua setiap hari.

sebentar… ucapku membuka salep, aku kemudian megoleskan disekitar puting dan payudara dian

buat apa ma? ucapku

sssttt… celananya juga sayang… ucapku

malu ah ma… ucap dian

cewek sama cewek kok malu, sudah ini terbaik buat kamu ucapku membujuknya, dian kemudian membuka celananya. Segera aku oleskan salep itu disekitar vagina dian

mama ndak terima kalau punya anak mama dimainkan sama orang lain, biar anak mama saja yang mainin… ucapku sedikit melihat dengan teliti bagian vagina dian, hmm… ternyata suara malam itu anakku sudah memerawani dian.

maksud mama? ucap dian

ini sejenis racun, orang yang nanti memainkan dada dan vagina kamu akan mengalami kematian. Jadi usahakan agar dia tidak mencium bibirmu, arahkan mereka untuk langsung memainkan puting susu atau vaginamu dengan bibir mereka… mama jamin mereka pasti akan mati saat itu juga ucapku

eh… makasih ma ucap dian sembari memakai pakaiannya lagi

sama-sama sayang, ingat jaga diri kamu… dan maafkan mama ya sayang… setelah ini mama tidak bisa ikut sampai kedalam gedung, hanya bisa menunggu hasil Arya saja. jika memang sampai malam nanti tidak ada kabar berita dari kalian berdua mama akan segera memanggil aparat keamanan ucapku

heem ma… ucap dian

sekali lagi maafkan mama sayang… ucapku smebari memeluknya didalam mobil

sudah ma, ndak usah diungkit lagi… mama juga hati-hati… ucap dian

oh iya, untuk menghilangkannya cukup kamu basuh dengan air saja. karena racun itu tidak meresap kekulit ucapku sebelum meninggalkan dian

Aku dan dian kemudian berpisah, segera aku hubungi asih yang sebenarnya tidak pernah ikut liburan setelah mengetahui aku memutuskan tidak ikut rombongan keluarga. ya, kami semua membohongi arya berlibur tapi mereka semua berada diluar daerah kecuali aku dan asih.

Asih masih berada dirumahnya begitupula dengan aku yang menginap disebuah tempat dimana arya pasti tahu tempat ini.

jadi ibu sudah tahu kalau aku sama dian mmmm…? ucapku terbata

sebenarnya ibu mikirnya Cuma pegang-pegang, tapi pas lihat vagina dian, ibu jadi tahu ucap ibu

lho kok ibu tahu, dari hanya melihat sedangkan biasanya wanita kan… ucapku

iiih… ya tahulah, ibu kan belajar sayang. Ingat Ibumu ini juga sekolah seperti kamu ucap ibuku

he he he… tawa cengengesanku

jaga dian setelah kita menjadi yang seharusnya… ucap ibu pelan

iya bu, pasti… tapi bagaimana dengan ibu? ucapku sambil menjalankan mobil kembali

ada… hmmm… ibu ma memberi tahu kamu sesuatu… ucap ibu tiba-tiba

eh, apa bu? balasku penasaran

Ibu kemudian mengambil Smartphonenya, aku memperlambat mobilku. Ibu membuka galeri di Smartphone ibu, dan memerlihatkan sesuatu yang sebenarnya aku belum begitu famliar. Kulihat ada dua garis di foto itu, tapi tetap saja aku tidak tahu.

apa maksudnya itu bu? ucapku, karena foto itu hanya memperlihatkan foto perbesaran pada sebuah batang bergaris dua

ibu hamil… ucap ibu dan sesaat itu juga aku mengerem mobil, hampir saja Smartphone ibu terjatuh

kamu kenapa sayang? Sudah jangan kaget seperti itu? ucap ibu

tapi ibu hamil, dengan… eee… denganku? Kalau memang denganku, arya siap bert… ucapkku terhenti karena sebuah jari menyilang di bibirku

sssstttt… bukan sayang, ini dari ayahmu si mahesa ucap ibu

eh… jadi ibu melakukannya dengan… ucapku kaget dan sedikit emosi

ssssttt… sayang, dulu ibu berpikir untuk hamil darimu tapi setelah ibu berpikir lebih matang… cukup kita melakukan hubungan ibu dan anak ini tanpa ada sebuah peniggalan darimu. Kamu masih ingat waktu itu ibu datang bulan, setelah datang bulan ibu melakukannya denganmu dan ibu memintamu mengeluarkan di mulut dan wajah ibu? ucap ibu dan aku mengangguk

setelah itu kamu tahu kan kalau ibu berada dirumah bersama dengan ayahmu? Ibu membuat dia menyetubuhi Ibu, karena ibu tahu setelah ini semua berakhir ibu akan sendirian. Jika ibu mendapatkannya dari kamu, bagaimana perasaan dian jika suatu saat tahu semua itu? ibu juga wanita nak, jadi ibu harap kamu tidak marah… kita sudah banyak melakukan kesalahan dan ibu tidak ingin memperpanjangnya, cukup 2-3 hari ini, kamu menyirami benih ayahmu ini, jika kamu bersedia… ucap ibu

bu, jujur saja arya sedikit tidak terima tapi jika alasan ibu mengenai dian dan jujur saja arya memang tidak ingin menanam benih di ibu itu juga karena dian. kalau begitu, arya akan menyiraminya… dan mulai malam ini hingga menuju akhir, arya milik ibu… ucapku sambil memandang ibu

ibu juga milikmu, jadikan ibu semua yang kamu inginkan. Lakukan semuanya di semua tempat yang kamu inginkan… sepanjang malam, sepanjang hari… hingga kita berpisah… ucap ibu

Kami kemudian berciuman, dan saling melumat. Dedek arya terbangun dan ibu megelusnya…

Waktu kita tidak banyak. Kita ke tempat ini… ucap ibu sambil memperlihatkan sebuah foto di Smartphonenya

kamu ingatkan? Ibu tidak pernah ikut liburan, sepanjang hari ibu berada disini kecuali kalau ibu iseng pengen dengar percakapan kamu sama dian, ibu keliling-keliling perumahan dian ucap ibu, aku mengangguk

Aku jalankan mobilku kesalah satu tempat dimana dulu aku dan ibu pernah berajalan-jalan kesana. Disebuah villa milik kakekku yang berada ditempat yang nyaman dan sejuk. Setiap libura sekolah saat aku masih SD, aku dan ibuku selalu berlibur ke tempat ini.

mobil tepat berada didepan villa, tak ada tetangga disamping kanan dan kiri villa ini. ada tetangga villa pun itu juga berada sangat jauh dari villa kakekku. Aku turun dan membuka gerbang villa, aku kembali masuk ke dalam mobil dan memasukan mobil.

Semua aku lakukan sendiri, karena penjaga villa hanya datang ketika pagi dan sore saja. sedangkan sekarang panjaga itu diliburkan oleh Ibu semenjak ibu berada di villa. Aku berjalan ke pintu samping kiri. Kubuka pintu itu dan kami berpandangan sejenak…

Ayo bu… mmmmmhhhhh…. ucap ku namun ibu menarikku ke dalam dan melumat bibirku, aku kalah dengan perlakuan ibu

Aku mencium ibu dengan penuh nafsu, kuremas susu besar milik ibu. Maafkan aku dian tapi malam ini hingga bertemu aku milik ibu dan ibu milikku setelah semuanya berakhir aku akan bersamamu selamanya. Susu ibu tampak menggarahkan, besar dan sekal namun kini sudah ada yang mengalahkannya tapi pikiran itu aku tampik.

Aku akan menikmati apa yang ada didepanku. Lama kami saling melumat, kutarik ibu keluar dari mobil dan ku gandengan hingga didepan mobil sedan yang aku tunggangi. Ku angkat dan kududukkan di atas kap mobil.

arghh… sayang, masih panas mesinnya… ucap ibu

tapi ndak papa kan bu, sebentar saja… ucapku, ibu mengangguk dan langsung ku rebahkan

Kucium kembali bibirnya, tanganku kembali ke dada ibu. sambil meremasnya tangaku menggeser tali tank-top dan juga tali BH yang berada di bahu ibu. dengan paksa aku tarik tank-top berenda itu kebawah, ibu yang memang tahu kengnanku langsung mempermudah aku untuk melepas tank-top itu. ciumanku bergeser dari bibirnya, ke pipinya, kembali ke bibirnya dan turun ke dagunya. Dari daru itu aku mulai menjilati kebawah menuju leher ibu, semakin kebawah lidahku kini menyusuri belahan dada ibu.

sayang, susu ibu, menyusu seperti dulu sayang… erghhmmmm… desah ibu

slurpp… slurrp…

Kedua tanganku meremas pangkas susu ibu, membuat susunya bertambah menantang. Secara beragantian bibirku menyusu ke setiap puting ibu. ibu mendesah, tangannya secara lembut mengelus kepalaku dengan desahan yang selalu keluar dari bibirnya.

oh… sayang hisap yang kuat sayang, jadikan hariiihh inihhh erghh… milik kitahhh… aku istrimu dan kekasihmuwhhh owhhh sayanghhh arghh jangan digigithhhh mmmhhh… sayanghhhhh erghhh… racaunya ketika aku sedikit menggigit dan menarik puting susunya

argh sayang sudah sayanghhh punggung ibu panas… ucap ibu, aku langsung bangkit diikuti ibu

jahat banget, coba kalau nanti punggung ibu gosong gimana? ucap ibu

sebentar… ucapku masuk kedalam, kuambil jaket dan kuletakan di kap mobil

duduk bu… cepeeeetan rengekku

iya sayang… ucap ibu

Sejurus kemudian aku melepaskan celana ibu, hingga yang tersisa ditubuh ibu adalah tank-top yang berada diperutnya. Aku berjongkok, kuangkat paha ibu, lidahku mulai bermain-main. Kubuka lebar vagina ibu dengan kedua jariku, lidahku mulai menyaput setiap nanometer vagina ibu.

ibu mngerang, mendesah merasakan kenikmatan yang aku berikan kepanya. Jariku seakan tak mampu bertahan di bibir vagina ibuku sendiri, seperti halnya dedek arya yang sebenarnya sudah tidak tahan lagi untuk masuk kedalam. Ku masukan jari tengahku dan ku tekuk ke atas bagian dalam vagina ibu, sambil aku menjilati klitoris ibu, kukocok dengan pelan… pelan… pelan hingga pada RPM tinggi.

arghh… sayang… emmmh…. aiiiiiihhh…. ahhhh owhhhh anakkku tempik ibu kamu apakan arghhh yah mmmhhhh ufthhh sayanghhh geli ahhh enak nikmaathhh sayang ya terushhh sayanghhhh sudah lama kamu ndak main didalam sanahhh aahh ahhh ahhh ahh…

pas itu sayanghhh erghhh terus sedikith lagih buat ibumu ini keluarhhhh yah terushhh arghhhhhh…. egh egh egh egh egh teriak ibu keras, karena memang tidak ada orang disekitar sini.

Aku menengok ibu yang bersandar dengan kedua tangannya dibelakang, tubuhnya mengejang. Ibu tersenyum padaku dengan lembut. Aku dekati ibu dan ibu kini tampak lebih nakal pandangannya, tangannya meraih bahuku.

aku akan jadi siapapun terserah kamu, tapi aku ingin jadi lonthemu sekarang sayang, kamu mau tuanku yang ganteng? ucap ibu sembari jari kanannya menyapu keatas daguku, aku heran tapi terbawa oleh nafsu. Tangan kirinya kemudian menarik bahuku, hingga bibirnya tepat disamping telingaku

beri kenangan bermain diluar sayang, ibu juga ingin merasakan seperti ima ucap ibu membuatku kedua mataku terbelalak, tapi apa mau dikata otakku sudah tidak bisa berpikir jernih lagi yang ada hanyalah waktu yang sedikit

hmmm… jujur saja aku lelah, tapi aku tidak ingin melewatkan wanitaku ini… sekarang kontolku ingin merasakah kehangatan… ucapku

panggil dong… goda ibuku

Apa sayang???… ucapku

lonthe… ucap ibuku

apa semua itu perlu diperjelas? kalau berdebat kapan mainnya? Memangnya tempik kamu ndak gatel apa? ucapku semakin nakal, sambil lidahku menjilat leher ibu

ergh… mmmhhhh… ucap ibu mendorongku dan turun dari kap mobil

Dibukannya celana ku higga terlepas, digenggam batang dedek arya, sambil berjalan mundur ibu menarikku ke luar dari villa. Aku gugp dan bingung tapi kepalang tanggung, setahuku tak akan ada orang diluar sini tengah malam seperti ini.

Ditengah jalan ibu memandangku, dengan bibir bagian bawahnya digigit. Kuraba selangkangan ibu, hingga aku menemukan klitorisnya, sedikit aku remas dengan jari dan jempolku tepat pada klitorisnya.

aw… tuan… sakiiit… ucap ibu, kucium bibirnya

segeralah… bibirmu akan tampak lebih indah jika mengulum kontolku ucapku

Ibu langsung turun kebawah, kakiku sedikit aku buka lebar. Ah, ditengah jalan yang hanya terdiri dari bebatuan kecil tersusun rata ini aku menikmati kuluman ibu. sejenak aku memandangi bintang namun pemandangan yang indah adalah yang berada dibawahku.

Kulihat ibu memegang dedek arya dan ditekan hingga menempel pada perutku, lidahnya menyapu bagian bawah zakarku. Tidak sampai disitu, bibirnya mengulum buah zakarku dengan sangat ganas.

arghh… kulum… cepat kulummmhhhh… pintaku tapi tak ada respon dari ibu dan ibu malah menjilati batang kemaluanku, melihat ibu berada bawah sedari tadi sebenarnya sudah membuatku ingin merasakan kulumannya. Aku pegang kepala ibu dan aku arahkan bibirnya ke dedek arya

ayo ibuku, lontheku… buka mulutnya yang lebar dan masukan semua kontolku didalam mulutmu! ucapku sedikit keras dan memaksa, ternyata memang malam ini ibu ingin aku menjadi tuannya. Kedua tangan ibu turun dari batangku, mulutnya terbuka dan langsung melahap batanngn dedek arya. kepalanya maju mundur.

arghhh enak bu, owh lontheku enak banget kulumanmu owh… ya terushhhh mmmh… jangan gunakan tanganmu ya sayang… aku lebih suka melihatmu seperti ini racauku sembari menyuruh ibu

mmmmhhh mmmhaik muan (baik tuan)… ucap ibu, tak tega rasanya tapi aku harus menuruti semua kemauan ibu

yah kulum dengan benar… yah sepeti itu, arghhh… emhhh lidahmu jilat kontolku dengan lidahmu, ohhh ibu…. lontheku! ucapku sedikit keras, ibu langsung saja menuruti semua keinginanku

Kulumannya yang divariasi dengan jilatan lidahnya membuat aku semakin memuncak. Segera aku tarik tubuh ibu, dengan pelan aku tari tubuhnya mendekati gerbang. Kepalanya aku tekan pelan agar menempel pada gerbang, kedua tangannya menahan tubuh atasnya agar dadanya, susunya menempel pada pintu gerbang. Bagian pinggulnya aku tarik kebelakang, sehingga posisi ibu sekarnag menungging dengan susunya menempel pada gerbang. Ah, pemandang seperti di film-film yang pernah aku tonton.

katakan padaku, apa ini kemarin dimasuki suamimu? ucapku dengan sedikit keras sembari jariku bermain-main disekitar vaginanya

arghh… iya tuan… kemarin suamiku memasukan kontolnya yang kecil ke dalam tempikku arghhh ucap ibu

berani-beraninya kamu ya?hmmm… sekaranng harus dibersihkan dulu… kamu mau? ucapku dengan senyum bergaya

mauhhhh erghhh tuan mauhhh emmmmhhhh itilku owhhh… perih tuan jangan sdihhh owhhhh pencethhh… ucap ibuku memohon sedikit tersenyum namun wajahnya memerah

owh.. melawan ya? atau tidak mau aku bersihkan? ucapku

mau tuannhhh bersihkan tuanhhh aku mohonnhhhh maafkan ibumu, lonthemu ini yang main dengan suaminyahhhh erghhh… ucap ibu

arghhh… sempiiitthhh sekali bu arghhh mmmmhhhh…. yah enak sekali tempikmu bu mmmhhh…. racauku ketika batang dedek arya sudah mulai memasuki vagina ibu

ahh… pelanhhhhh kontol besarmu itu mmmmmhhhhh…. erghhhhh…. yah teruskan anakku, tuanku owhhh… bersihkan tempik ibumu dari bekas-bekas ayahmuhhhh mmmhhh yah terushhh dorong yang kuat… sirami adikmu ini sayanghhhh… ucap ibu, aku mamasukan jauh ke dalam vagina ibu kudekatkan kepalaku ke tengkuk ibu

oh… bu, arya benar-benar kangen… malam ini arya akan bersihkan vagina ibu dengan pejuhku bu… akan arya siram adik arya dengan pejuhku… bisikku pelan

iya sayang bersihkan ibumu yang melonthe ke ayahmu ini, ahhh… emmmmhhhh… biarkan didalam dulu sayanghhh… tempik lonthemu ini masih kangen dengan kontol besarmuwhhh… racaunya

Aku sampingkan wajahku disamping wajahnya, kulihat matanya terpejam bibir bawahnya. Sedikit lidahku menjilat kuping ibu yang membuatnya menggelinjang. Kulihat susunya tertekan di pintu gerbang, bahkan ada beberapa bagian susunya yang keluar dari sela-sela pintu gerbang itu.

pinggulku mulai bereaksi dengan menggoyang perlahan, tangan kananku menari-nari di vagina ibu mencari klitorisnya. Kugoyang semakin keras dan kumainkan klitoris ibu dengan lembut. Diawal terdengar desahan manis ibu, desahan yang pelan dengan menggigit bibir bawahnya.

buka matanya, kenapa? ndak ma ya? godaku, ibu langsung membuka matanya ketika goyangan pinggulku masih pelan

Ergh… anakku, tuanku kontol ah ah enak bangeth… mmmhh tersu goyang tuanku sayang ucap ibu menoleh ke arahku. Memabuatk aku semakin menggila ketika ku melihat wajah ibu yang merah merona dan sangat membuatku bernafsu. Pinggulku semakin mengehentak sangat keras…

arghh tuannn owhhh ya kontol … argh kontol… tuan arghhh lebih keras tuan yah tersh akhhh bersihkan tempikku tuan bersihkan tempik ibumu yang juga lonthemu tuan yah terus terushhh akhhh… nikmat tuan… nikmath sekali… kontol tuanku sayang nikmat arghh… teriak ibu yang sudah tidak peduli lagi dengan lingkungan sekitar.

Aku hanya bisa menikmati sensai dedek arya keluar masuk vagina ibu dan sensasi perbudakan lembut ini, jelas saja aku tidak ingin kasar karena dia adalah yang pertama dan yang selalu memberikannya kepadaku.

arhhh… aryaaahhh… kontol kamu enakhhh sayang, ibu kangen sekali sayang yah terus… jadikan ibumu budakmu sayanghhhh yah lebih keras lagi erghhh… racau ibuku

yah bu, aku akan membersihkan vaginamu, akan kubersihkan seluruh tubuhmu dengan pejuh kesukaanmu ini bu, malam ini kamu lontheku bu… yah enakhhh bangethhh buhhh… tempikmu enak bangethhhh… racauku yang merasakan vagina ibu menjadi lebih licin dari sebelumnya tapi sensasi sempitnya masih terasa sempit dan kenyal

argh tuankuwh… lonthemu mau keluarhhh… arghhh… ah ah tersuhhhh mmh hh ah … racaunya

jangan keluar dulu! Aku belum keluar, jangan sekali-kali keluar tanpa seijinku! ucapku keras, aku tarik kedua tangan ke belakang dengan masih memepet tubuh bagian atas ibu ke pintu gerbang villa.

tapi tuannnhhhhh ibumu ah lonthemu… mau keluar… aku mohon tuanhhh aku sudah tidakk tahan lagihhhhhh… racaunya

tunggu atau aku hukum kamu! ucapku

maafkan aku tuanhhh tapi lonthemu sudah tidak tahan arghhhhhhhhhh…. teriak ibu, tubuhnya melengking, kuhentikan sejenak, terasa caira hangat namun hanya sepersekian detika langsung aku goyang kembali pinggulku

argh tuan… arghh… sakit tuan… istirahat sebentar tuan…arghhh.. mohon ibuku

kamu melanggar! Harus dihukum… ah ah ah tempikmu belum bersih! ucapku tegas

arghh tuan… erghhh… tuanhhhh… owh maafkan lonthemu tuan… maafkanhhh arghhh terserah tuanhhh hukum lonthe tuanhhh…. racau ibuku, tubuhnya terlihat lemas tapi aku terus memompa. Hanya desahan yang aku dengar dari bibir ibuku, lama memompa…

arghhh… ibuku, lontheku terima ini! teriakku

iya tuan, aku jugahhhhh ahhhhh… teriak ibuku

Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot…

arghh… egh egh eg egh egh egh egh egh egh akhirnya tempikmu sekarang sudah bersih ibuku, owh lontheku… ucapku yang masih memegang kedua tangannya kebelakang

Sejenak aku berdiam dalam posisi yang sama, kulepaskan tangan ibuku. aku kira ibu akan bertahan untuk berdiri, tapi ternyata tangan ibu hanya berpindah dan tubuhnya merosot jatuh duduk. Tubuhnya bersanda ke gerbang villa, aku langsung berlutut. Aku merasa bersalah…

eh maafk… ucapu terhenti

hashh hashh hashh hashh hashh… eh tuan, tempikku sudah bersihkan? Mulutku belum tuan, masih ada sisah hash hash peju tuan? Tolong tuan bersihkan mulutku jugahhh hash hash hash… ucap ibu membuatku terkejut

ah, bu sud… ucap ibu menutup mulutku dengan tangannya

Aku raih kepalanya dan aku masukan dengan paksa kontolku ke mulut ibu yang masih mengatur nafas. Tanpa berlama-lama ibu membersihkan, kontolku dari sisa-sisa kenikmatannya dan juga pejuhku. Kepalanya aku maju mundurkan, selayaknya seorang tuan yang memperkosa budaknya.

sudah bu, ayo masuk… ucapku

sudah bersihkan tuan? Sekarang aku milik tuan seutuhnya kan? Tuan disinilah 3 hari tuan, aku masih kangen… ucap ibu yang tidak bisa aku tolak, aku mengangguk

ayo… berdirilah… ucapku

ah, tuan aku tidak pantas berjalan, aku ingin merangkak disamping tuan… ucap ibu,

Aku menggelengkan kepala karena aku tak tega dengan itu semua. Aku berlutu, kuraih tubuh ibu dan kumasukan lagi dedek arya yang masih berdiri tegak. Aku bopong ibu dengan posisi vaginanya dimasuki oleh dedek arya. aku masuk ke villa, kututup pintu gerbang. Ibu memelukku dengan erat dan menyandarkan kepalanya dibahuku.

tuanku sayang barang-barangnya ada di jok belakang ucap ibu,

Segera aku buka pintu belakang mobil, dan kutarik koper besar itu dengan masih tetap menggendong ibu. kubiarkan semua pakaianku dan pakian ibu berada didepan mobil. Ketika membuka pintu villa memang agak kesulitan tapi dengan bantuan ibu akhirnya bisa masuk.

Masuk ke villa memang ada sebuah ruang tamu kecil, hanya ukuran 3 x 3 meter saja, setelah itu melewa ruang tamu sebuah ruangan luas. Dikiriku ada sebuah tangga naik kelantai dua, sebuah tempat yang hanya untuk bersantai terdapat dua kursi dan satu meja saja diatas sana.

Diruang luas ini, terdapat tuang TV, dapur yang menjadi satu kemudian ada teras dibelakang rumah dan juga kolam renang kecil serta satu kamar hanya satu kamar saja untukku dan ibu. Ah, imajinasiku terbang luas untuk menikmati tubuh wanita ini. segera aku rebahkan tubuh ibu di sofa.

sudah bu… istirahammmmmmmmm…. ucapku yang langsung disumbat oleh bibirnya

ahh… setelah kamu bangun, kamu ingin aku jadi apa terserah tapi sekarang hash aku adalah lonthemu, jadi perlakukan aku seperti yang aku mau ucap ibu

tapi, sekali-kali ibu yang menja… ucapku terhenti

sssstttt… kamu tahu aku kan sayang? Aku adalah wanita penurut jadi tidak mungkin menjadi yang kamu pikirkan, atau kalau kamu tidak mau… lebih baik lupakan aku sebagai ibumu ancam ibu

Aku menghela nafas sebentar, kupandangi wajah ibu yang seakan-akan ingin selalu menjadi bawahku. Kudorong ibu dengan sedikit kasar, dan kulepaskan tank-topnya. Aku kemudian duduk disofa, disamping ibu.

Turun dari sofa! ucapku, ibu kemudian bangkit dan hendak berdiri

siapa yan suruh berdiri! Ulangi! Turun sambil merangkak! ucapku sedikit keras, kulihat di wajahnya tampak memerah tapi ada raut kebahagiaan diwajahnya. Ibu kemudian kembali rebah dan memiringkan tubuhnya, turun dari sofa dengan kedua tangannya terlebih dahulu. Pantat besarnya itu aku tampar ketika didepan wajahku ibu, berdiam sebentar.

siapa suruh kamu diam! Cepet! ucap ku, ibu kemudian turun dan merangkak

merangkak berputar, kemudian jalan kearahku! Kulum kontol anakmu! ucapku,

Aku melihat ibu seperti itu malah ada sedikit gairah yang membakar tubuhku. Ibu merangkak berputar kemudian bergerak kearahku, kepalanya tepat di depan dedek arya yang masih tegang. Hanya dengan memandangya saja ibu sudah tahu apa keinginanku. Lidahnya menyapu dedek arya, menjilat dan mengulumnya. Terasa nikmat tapi tidak membuatku merasakan ingin cepat keluar.

Arghh… gunakan susumu, cepat! Seharusnya kamu tahu itu! ucapku

Tanpa berlama, lama ibu sedikit maju. Pertama dia mengulum batangku, selanjutnya dedel arya diselipkan diantara kedua susu besarnya. Ibu sedikit meludah untuk mempermudah perjalanan dedek arya diantara kedua susunya.

setiap kali ibu menurunkan kebawah, ujung dedek arya langsung dikulumnya ketika naik kuluman dilepaskan. Sebuah pemandangan yang penuh dengan sensasi, ditambah lagi tubuh putih mulus ibu yang membuatku semakin bergairah.

tuanhh… enak tidak tuan? ucap ibu yang mencoba memanjakanku

yah… enak, beri aku pemandangan indah lagi ucapku

tuan panggil aku lonthe, tuan tidak pernah memanggilku lonthe ucap ibu

argh… ya berikanaku yang lebih indah lagi lontheku ucapku, menuruti keinginan ibu

Ibu langsung memompanya dengan sangat cepat, susunya naik turun memberikan aku pemandangan yang indah. Ditambah lagi ketika ibu turun, batang dedek arya naik, dan lidahnya menjulur menjadi landasan dedek arya untuk masuk kemulutnya. Terus dan terus seperti itu…

argh… aku mau keluar, aku mau keluar di mulut ibu eh lontheku ucapku dengan dahi mengrenyit

tuan masukan ke memeku tuan, sirami adikmu ucap ibu

argh… aku ingin dimulut, biar mulutmu bersih tidak ada sisa-sisa dari mahesa! bentakku

Ibu sedikit terkejut namun kembali lagi memompa…

aku… ah kulum kocok dengan mulutmu aku ingin keluar di mulut! Cepaaaaat! teriakku

Ibu langsung mengulum batang dedek arya, sembari mamaju mundurkan kepalanya dan Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… beberpa kali tembakan masuk kedalam mulut ibu. disedotnya kuat batang dedek arya, hingga terlepas dan berbunyi plup. Diperlihatkan spermaku sebentar dan kemudian ditelah oleh ibu tanpa sisa.

ahh… aku sudah bersih tuan, batang tuan sudah lemas ucap ibuku,

Ibu kemudian bangkit dan mengambil air minum. Setelahnya ibu kembali ke dasar selangkanganku. Aku raih kepala bagian belakan dan kucium bibirnya. Susunya aku remas secara perlahan.

Bangunkan lagi, jika kamu tidak bisa aku tidak akan memasukan kontolku ke vaginamu lagi ancamku

bisa tuan, aku pasti bisa… ucap ibu tersenyum

Ibu kemudian melumuri kembali batang dedek arya dengan ludahnya. Diapitnya dedek arya dengan susu besarnya itu, sejenak aku memandang ibu sangat telaten dan itu yang aku suka. Perlahan demi perlahan aku mulai menikmati sensasi ini. batang dedek arya sedikit mulai sedikit kembali bergairah. Aku hanya menikmati pemandangan ini, apalagi ketika memulainya rambut panjang ibu dikucir sanggul membuatku semakin terpikat kecantikannya. Batang dede arya langsung berdiri tegak setelah hampir 15 menit ibu memanjakannya.

ah, sudah berdiri tuan, bolehkan aku masukan? ucap ibu

iya, sekarang puaskan dirimu ucapku layaknya seorang tuan bagi ibuku

Ibu kemudian berdiri menghadapa kearahku, dedek arya dipegang oleh tangannya diarahkannya ke vagina ibu. perlahan aku bisa melihat bagaimana dedek arya teersenyum memasuki liang senggamanya. Ibu kemudian naik turun dan memompa dedek arya dengan penuh semangat, tangku ku letakan di belakang kepalaku menikmati sensasi dari ibuku sendiri. susunya naik turun, ibu memohon untuk diremas tapi aku menolaknya.

remas sendiri! aku ingin lihat kamu menjadi wanita seksi malam ini ucapku

argh… begini tuan yah… owh lebih enak kalau diremashhh tuanhhhh tapihhhhh apapunnh aku lakukanh untuk tuanhhha hhh kontol tuan menyentuh bibr rahimku yah… enak seklai tuan, kontolmu enak sekali didalam vaginaku, aku ingin memompanya terushhh yah enakhhh, tempikku digaruk sama kontol tuanhhh… racau ibuku

terushhh mendesah, dan mendesah aku ingin mendengarnya! ucapku

yah tuanhhh ah aku ingin keluar bersamah tuanh… ah kontol tuanh paling nikmat sekalihhh owhhh enak tuanhhhh enakhhhh sangat nikmat didalam sanahhhh ah panjang kuathhh dan arghhhh mentokkhhhh tuanghhhh… racau ibuku

Selang beberapa saat kemudian, tubuh ibu memompa semakin kencang. Aku merasakan dedek arya kembali ingin memuncratkan sesuatu dari dalam sana. Tubuh ibu semakin menggila, semakin bergoyang ke kanan dan kekiri. Kupegang punggung ibu agar tidak terjatuh kebelakang, walau tahu tubuhnya sudah tidak seimbang ibu terus memompanya.

tuanhhh aku mau… keluar ucap ibu

Aku juga… ucapku, langsung aku tarik tubuh ibu dan kurebahkan di sofa giliran aku berada diatas dan…

Aku sirami rahimmu bu… teriakku

Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot… Crooot…

Aku benamkan lebih dalam lagi batang dedek arya, kupeluk tubuh ibu dan ibu memelukku. Terasa cairan hangat mengalir dibatang dedek arya. tubuh kami mengejang bersama-sama, mengejang mengeluarkan nikmat bersama.

Ah… terima kasih Ibu… lontheku… ucapku

sama-sama, anakku.. tuankuhh… ucapnya

Nafas kami berstu bersama, tak lama kemudian aku angkat tubuh ibu dengan dedek arya masih menancap di vaginanya. Kuangkat tubuhnya dan kurebahkan di kasur kamar. kupeluk tubuhnya dan ku cium bibirnya. Aku pindah kebelakang tubunya dan kuselimuti tubuhnya dengan selimut. Kupeluk dengan erat…

bu… ucapku

iya… balasnya

apakah kita bisa bangun pagi? ucapku

bisa sayang, nanti lonth… ucap ibu aku potong

sudah selesai… ucapku

iya, nanti ibu bangunkan kamu sayang… ucap ibu

Kuremas susunya yang besar itu dan sembari satu tanganku memeluk tubuhnya… akhirnya kami terlelap dalam lelahya malam…

Bersambung