Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 83

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 83 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 82

Dewo pulang setelah diantar aris, motor akhirnya dibawa oleh aris pulang ke rumah kekasihnya. Sedangakan dewo diturunkan aris tepat didepan rumahnya. Dewo memasuki rumah yang sepi ini, kedua orang tua dewo selalu tidur lebih awal karena memang seorang pedagang selalu harus bangun pagi. Didepan rumahnya dewo mencuci mukanya, menghilangkan bekas darah dan lain sebagainya.

Rumah yang tampak sepi sudah menjadi kebiasaan dewo, mengambil minuman dingin dan meminumnya. Melangkah ke kamarnya dengan sejuta rasa lelah, dewo duduk dikursi putar yang beroda dikamarnya.

Meja kamarnya selalu menjadi tempat ternyaman baginya untuk meletakan kepalanya. Beberapa saat kemudian dewo mengangkat tubuhnya, merenggangkan tubuhnya, kedua tangannya terbuka lebar tapi tiba-tiba saja kedua tangan itu diraih oleh seseorang dan ditekuk kebelakang sandaran kursi.

Dan klek… klek… tangan dewo terborgol dibelakang. Dewo diam tak berani menoleh kebelakang karena dia sudah tahu siapa yang ada dibelakangnya walau dia sedikit heran kenapa bisa orang ini bisa berada didalam kamarnya tanpa sepengetahuan dia. Sebenarnya dewo bisa saja berdiri, karena yang terborgol hanya tangannya. Terdengar suara pintu kamarnya tertutup dan terkunci.

berbalik… ucap orang tersebut, ya suara seorang wanita

Dewo memundurkan sedikit kursi beroda itu dan memutar kursi tersebut…

Eh…. dewo terkejut

Seorang wanita, berambut panjang hingga pantat berdiri didepannya. Susunya sekal, menempel didada wanita tersebut, tubuhnya langsing. Wajahnya memakai rias secukupnya, wanita itu terlihat sangat cantik sekali ditambah bibirnya bergincu tipis.

Tangan kanannya memegang kipas yang ditutupkan kemudian dipukul-pukulkan di telapak tangan kirinya. Pandangannya tajam kearah dewo. Dan yang jelas adalah wanita tersebut telanjang, dengan sebah kalung emas bergantungkan liontin bertulisakn D2, sebuag rantai monel mengelilingi pinggul wanita ini.

dengan sepatu hak tinggi dia berdiri didepan dewo. Ya, wanita ini adalah dewi, mahasiswi perbankan. Kenapa dia bisa tergila-gila pada dewo? Karena memang dewo seorang pekerja keras dan diusia mudanya sudah membantu mengembangkan usaha Ayahnya dan berkembang pesat dan semua itu karena dewo.

Bukan karena kekayaan dewo, tapi karena sifat pekerja keras dewo, kejujuran dewo, kasih sayang dewo dan… mungkin kalian perlu membaca percakapan dibawah ini, kenapa dewi tergila-gila…

Dewi melangkah ke arah dewo, dan dewo hanya bisa menelan ludah menyaksisakn tubuh indah itu. kaki dewi yang memakai sepatu hak tinggi itu naik ke tepat diselangkangan dewo tapi tidak menekannya. Diarahkannya kipas tertutup itu untuk menganat dagu dewo.

Kamu siapa? ucap dewi

Aku… aku… ucap dewo terbata-bata

SIAPA?! bentak dewi sedikit keras

Aku budakmu… ucap dewo

Aku siapa? ucap dewi

Kamu, ratuku, eh Tuan Putriku… Nyonyaku… ucap dewo dengan wajah sedikit takut tapi tetap bisa menikmatinya

ohh… kamu budakku ya? hmmm…. jadi tubuh kamu milik siapa? ucap dewi pelan dengan wajah menakutkannya

Tubuhku milik nyonya…. ucap Dewo

hmmm…. siapa yang menyuruh kontol kamu tegang! ucap dewi sedikit keras

Eh maaf nyah, maaf… ucap dewo sedikit keras tapi tetap saja batang dewo tidak bisa tertidur

Hmmm…. dasar budak nakal kamu ucap dewi, sedikit mengelus dan kemudian mencubit pipi dewo

aku ingin… ucap dewi terpotong

WO, WI OJO SERU-SERU NGKO DIRUNGOKE TONGGONE! IBU KARO BAPAK MEH NGURUSI DAGANGAN DHISEK! (WI, Wo, jangan keras-keras nanti didengar tetangga! Ibu sama bapak mau ngurusi dagangan dulu!) ucap ibu dewo, dewi spontan langsung mendekat ke arah pintu tanpa membukanya.

Ya ibu dan bapak dewo selalu bangun malam mempersiapkan dagangan kalau dagangan banyak, tapi bangun jam 3 atau jam 4 jika dagangan masih sedikit

Inggih bu, pangapuntenipun gih bu… (Iya bu, maafnya gih bu) ucap dewi yang tiba-tiba wajahnya berubah menjadi lebut. Dewo hanya diam dan mengamati dewi

Dewi masih dibelakang pintu kamar dewo, menempelkan kupingnya. Setelah beberapa saat terdengar bunyi pintu rumah ditutup dan dikunci. Dewi kembali ke arah dewo, dan wajahnya kembali menyeramkan. Kakinya diangkat kembali ke selangkangan dewo.

Sampai mana tadi budak? ucap dewi

Sampai, nyonya bilang aku ingin, begitu nyah ucap dewo dengan wajah takutnya

oh iya iya… ucap dewi kemudian menarik kaos dewo dan mendekatkan bibirnya di telinga dewo

Aku ingin keluar tiga kali, setelah itu aku akan menjadi budakmu, kalau sampai kamu keluar dan aku belum keluar tiga kali…. ucap dewi berhenti, sebenarnya dia bingung ingin melanjutkan kata-katanya

menjadi budak nyonya seterusnya aku juga mau nyah… jadikan aku budakmu terus aku mau nyah ucap dewo

ooo jadi kamu ingin jadi budakku terus begitu? ucap dewi

Eh kalau nyonya inginnya seperti itu, aku mau nyah… ucap dewo

Tapi aku tidak suka sama cowok yang Cuma bisa jadi budak saja, ndak gentle! Ndak laki! Apa perlu aku mencari cowok lain saja? ucap dewi dengan sedikit godaan, walau pada dasarnya dewi tidak mau selain dewo

Nyonya… jangan nyah, budakmu ini pasti bisa buat nyonya keluar berkali-kali… pasti nyah… ucap dewo dengan wajah memohon

kalau begitu buktikan, dasar budak! ucap dewi

berdiri! ucap dewi,

Dewo kemudian berdiri dari kursi, dewi melihat dengan satu ujung bibir yang menyungging. Perlahan dewi berjalan memutari dewo, sambil kadang memukulkan kipas tertutupnya itu di pantat dewo.

Diambil sebuah gunting dan di robeknya semua pakaian yang menutupi dewo setelah pakaian celana dewo dilorotkan kebawah, bentakan keluar dari mulut dewi agar dewo melepas sendiri celana yang sudah turun hingga lutu dewo. Sembari menelan ludah, dewi sesekali melirik selangkangan dewo.

Siapa yang menyuruh berdiri? ucap dewi

maaf nyah, saya tidak bisa menahannya… ucap dewo dengan ketakutan

oooo… jadi sudah mulai berani kamu ya budak! bentak dewi, walau dalam darahnya berdesir ingin sekali menerkam selangkangan dewo

maaf nyah maaf… ucap dewo sekali lagi meminta maaf kepada dewi

berlutut! ucap dewi

Dewo kemudian berlutu, matanya kemudian ditutup kain oleh dewi. Dijambaknya rambut dewo kebelakang, hingga kepala dewo menengadah keatas. Dewi kemudian berjalan kedepan, dikangkanginya kepala dewo.

Ayo jilat budak! ucap dewi, dewo mencium bau harum di vagina dewi langsung menjulurkan lidahnya. Dewi menggigit bibir bawahnya, menahan desahnya.

bodoh! Itil aku budak! ucap dewi, walaupun sebenarnya jilatan dewo sudah pas pada itiil dewi

Arghh… yah begitu budakku… arghhh kamu pintar sekali, sedot! Jiilat yang kuat! bentak dewi yang selalu mencoba keras terhadap dewo tapi seandainya dewo bisa melihat ekspresi dewi yang sudah terbawa ole nafsunya. Lama sekali dewo menjilati vagina dewi, hingga dewi merasakan sensasi luar biasa dari perbuatannya sendiri.

Argh… dasar budak pintar! Arhgh… terus aku mau keluar owhh yah terus budakku owh…. agh lidahmua pas sekali yah terushhhhh…. rintih dewi hingga akhirnya tubuhnya mengejang menjambak rambut dewo dengan sangat keras

Tubuhnya lemas, dewi mundur dan duduk didepan dewo sambil merasakan sisa-sisa kenikmatan dari lidah dewo. Dipandanginya sejenak batang dewo yang menjulang keatas, tangannya sudah hampir meraihnya namun tidak secepat itu.

dewi kemudian mengangkangi batang dewo, diarahkannya batang itu ke vaginanya. Diturunkannya pantat dewi, dewi menahan sakit merasakan batang besar itu masuk. Matanya terpejam, bibir bagian bawah masuk kedalam mulutnya. hingga blesh…

ARGH!… teriak dewi tak mampu menahan lagi, kedua tangannya memegang bahu dewo

nyonyah… nyonyah tidak apa-apa? ucap dewo

Diam kamu budak! Kontol kamu ini kecil tahu! bentak dewi

maaf nyonyah… maaf, tapi budakmu ini berjanji akan memuaskannn erghhh… ucap dewo mulai merintih ketika tubuh dewi yang sudah tidak tahan memompa masuk batang dewo

Argh! Jangan sekali-kali arghh kamu mendesah… atau aku tampar kamu… arghhh… ucap dewi, dan dewo hanya mengangguk menahan nimmat dibatang kemaluannya

Aduh mas, batang kamu ini besar sekali, sumpek didalam vaginaku. Ugh… mas dewo… cintaku ough… aduh mas, mentok banget sayangku, ouegh… bathin dewi

Dewi kemudian memompa semaki kencang semakin keras, hentakan demi hentakan dirasakan sangat nikmat oleh vaginanya. Kepala Dewi menggeleng-geleng merasakan nikmat dari dalam vaginanya.

Pinggulnya seakan kehilangan kontrol dari otaknya, bergoyang memompa sendiri tanpa mau berhenti. lama dalam posisi itu, hingga akhirnya tubuhnya ambruk ke arah dewo, tangannya sudah tidak mampu lagi memgang bahu dewo.

Cairan hangat dirasakan oleh dewo pada batang kemaluannya. Dewi mengatur nafasnya, kembali menjadi kejam untuk kesekian kalinya. Dewi kemudian naik ke tempat tidur dewo dan berposisi menungging.

Budak berdiri kamu! has has has… cepat! bentak dewi

Dewo kemudian berdiri, dewi sedikit bangkit dan memegang batang dewo. Ditariknya batang itu dan diarahkannya ke vaginanya. Dewi kemudian membentak dewo untuk menggoyang. Tubuh dewi menjadi sangat lemas, kalah akan rasa nikmat yang diberikan oleh batang kemaluan dewo.

Tangannya sudah tak mampu lagi menahan tubuh bagian depanya. Tapi dewo terus menggoyang dan menggoyang. Dewi di kasur dan dewo berdiri diatas lantai kamarnya. Gonacangan yang diberikan dewo membuat dewi semakin kelojotan tak karuan.

argh… argh… terushhh terushhh aku hampir sampai terush yah terushhh owh… dalam sekali enakhh sekali oughh… yah terushhh ahhh kontol kamu enak nikmat sekali ough… yah terushhh aku hampir sampai arghhh yah arghhh arghhh ah ah ah ah ah ah….

terushhh owghhhhh aku sampaiiiiii arghhhhhhhh…. racau dewi, tubuhnya jatuh kedepan batang dewo terlepas dari vaginanya

Dewo masih berdiri tegap dengan mata tertutup. Dewi mencoba mengatur nafas meraskan kenikmatan ketiga yang dirasakannya. Dewi membalikan badannya dan menatap dewo dengan senyum kepuasan. Dewo bangkit dan mearik dewo hingga terjatuh disampingnya, dibuka borgol pada tangan dewo kemudian dewi membalikan tubuh dewo. Klek… klek.. klek…

Dewi membuka telapak tangan dewo, diletakannya sesuatu ditangan dewo. Penutup mata dewo dibuka…

Tuan budakmu siap melayani tuan… ucap dewi dengan tali yang melingkar di lehernya, dewo terkejut melihat dewi seperti ini padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah seekstrim ini. ditariknya dewi hingga jatuh dipelukannya.

okay… sekarang Cuma satu syaratku saja… ucap dewo dengan tersenyum

Apa tuan… ucap dewi tersenyum

itu yang berdiri di selangkanganku jangan sampai terlepas dari dalam selangkanganmu manis… atau… ucap dewo sembari mengelus leher dewi

jangan tuan, budakmu akan selalu memasukan batang tuan di vagina… jangan cari cewek lain tuan… ucap dewi

Ssssttt.. mana mungkin aku cari cewek lain… paling aku akan mencari cewek lain dengan nama rahayuningtiyas… ucap dewo, dewi tersenyum karena rahayuningtiyas adalah namanya, Dewi Rahayuningtiyas.

oh ya budakku yang cantik, kayaknya kamu ini kurang masa Cuma tali saja dileher kamu. harus aku tutup mata kamu ucap dewo,

Dewo tersenyum dan bangkit, duduk bersimpuh. Ditutupnya mata dewi dengan penutup mata yang baru saja dia kenakan. Dewo kemudian berdiri ditariknya kedua tangan dewi kebelakang, diikat dengan kedua tangan dewi dengan kain, ikatanya longgar.

Tapi dewi merasakan sesuatu yang aneh, setelah kedua tangannya diikat. Dewo kemudian merebahkan tubuhnya, mengangkangan kakinya dengan batang yang tegak.

budakku… ayo puasi aku, dan tepati janjimu… ucap dewo, sedikit banngkit untuk membuka penutup mata dewi

Dewi, membuka matanya tangannya kemudian dia paksa untuk lepas dari ikatan dewo. Dilihatnya sesuatu ditangannya, dan juga dirabanya sesuatu dilehernya. Air matanya keluar, senyum kebahagiaan terlukis di bibirnya. Ditubruknya dewo, dengan cepat batang dewo juga dimasukan dengan paksa ke vaginannya.

tuan… selamanya kamu akan jadi tuanku dan juga budakku… ucap dewi, dewo tersenyum dan langsung meaik turunkan pinggul dewi

Selanjutnya?

***

Aris pulang dengan tubuh sangat lelah setelah malam ini bertualang bersama koplak. Memasuki halaman rumah yang sudah menjadi tempat tinggalnya selama ini. kamarnya berada terpisah dari rumah utama, berada dibelakang rumah utama.

Aris melepas semua pakaiannya dan kemudian membasuh semua luka dan kotoran di kran depan kamarnya. Sejenak dia menyulut dunhill mild, hingga satu batang terbakar habis. Dengan rasa lelah, dia memasuki kamarnya, dinyalakan lampu kamar. Aris tampak terkejut, melihat apa yang ada diatas kasurnya. Tangannya masih bergerak perlahan menutup pintu kamarnya hingga tertutup rapat.

miaow… ucap seorang wanita yang menirukan suara kucing. Tubuhnya telanjang dengan bandi kucing berada dikepalanya. Dan ekor-ekoran yang diikatkan pada pinggangnya.

EH… Risa… eh kok… ucap Aris masih terkejut, Risa ya nama wanita itu, pacar aris kemudian bangkit layaknya seekor kucing yang merangkak menuju ke arah aris.

Risa sayang… ucap aris kedua kalinya tapi tak digubris oleh wanita tersebut. Risa terus merangkak mendekati ari, dibukanya celana aris dengan kasar hingga muncul batang yang menegang perlahan dihadapan wajah risa.

Risa ugh…. erghhh sayang… sayang ughhh… risa sudah sayang… erghhh… ucap aris

Tapi risa tetap diam dan terus menjilati batang aris, sesekali dikulumnya batang itu hingga masuk sampai tidak terlihat lagi. Aris hanya bisa bersandar pada dinding dan melihat risa, kekasihnya, menikmati batang kemaluannya.

Pandangan aris tidak bisa leas dari risa, susunya yang masuk dalam kategori besar itu menggelantung walau hanya terlihat dari samping tapi itu membuat darah aris mendidih. Ditariknya perlahan kepala risa.

Ayo sayang disana… ucap aris meunjuk ke arah tempat tidurnya.

miaow… ucap risa yang kemudian merangkak cepat ke arah tempat tidur.

Risa memposisikan diri menungging ke arah aris. Aris dengan lembut mengelus-elus pantat risa, risa hanya bisa memiaow-miaow saja. aris kemudian berjongkok dilantai, tiba-tiba risa bangkit dan menggeleng-gelengkan kepala ke arah aris.

mau langsung? ucap aris

MIAAAAAOOOOW… ucap risa dengan senyum lebar, risa kemudian menungging kembali

Aris mengarahkan batang kemaluannya ke vagina risa, dengan perlahan tapi pasti, masuknya batang itu sedikit membuat pinggul risa terangkat. Hingga pada bagian dalam vaginanya terasa sangat penuh membuat risa menahan jeritnya.

Laki-laki inilah yang risa beri selaput dara miliknya, yang membuat hari-hari risa penuh dengan kebahagiaan. Kadang marah, kadang cuek tapi itulah namanya hubungan selalu ada rasa seperti itu. cemburu? Pastilah kalau tidak ada rasa cemburu, tak ada cinta namanya.

digoyang mashhh…agh… ucap risa tiba-tiba

kucing manisku… he he he… boleh ndak mas megang susunya… ucap aris menggoda

boleh sih… tapi digoyang dong mas… ucap risa

begini sayangku… ufthh… kamu itu aneh-aneh saja… aduh sayang susu kamu besar, memek kamu nyepit banget sayanghhhh erghhhh… ucap aris yang membungkuk sambil menggoyang pinggulnya dan meremas susu besar risa.

Pinggulnya terus bergoyang, tak puas dengan posisi kucing nungging ini. aris dengan perlahan membalikan tubuh risa, risa yang matanya sudah tampak memperlihatkan kepuasan itu menurutinya.

Tubuhnya berbalik dengan batang aris masih menancap dengan cepat aris langsung menurbuk susu itu, sambil terus menggoyang pinggulnya. Aris menjilati puting susu risa dengan sangat ganas, kedua tangan aris meremas pangkal susu risa dengan keras. Risa hanya mampu memegang kepala aris, menikmati sensasi menjadi kucing manis aris.

miauhhhhh… sayang, risa mau kehhhluarhhh erhhhh ah ah ah ah… sayang risa pengen peju arishhh… risa pengen dipejuhin arishhhh ahhhh ahhhah ah ah ah ah…. racau risa menerima setiap gempuran aris

pejuhin dimana sayanghhh ah ah ah ayo sayang… risa pengen dipejuhin dimana, aris mau sayanghhh owhhh… racau aris yang bangkit dan memegang pinggul risa

risa pengen mimi peju arishhh erghhh risa mau keluar sayanghhh… racau risa

iya sayang…. ah ah ah ah… jawab aris

Dengan posisi terlentang ini, pemandangan dimata aris sungguh indah. Membuat darahnya mendidih, menguap ditambah lagi wajah risa yang memerah dan juga susu risa yang naik turun. Lama menggoyang, tubuh risa tiba-tiba saja mengejang bertepatan dengan ujung batang aris hendak muncrat.

Dengan cepat dicabutnya batang aris dari vagina risa, aris langsung melompat ke atas kasur dan diarahkan batangnya kemulut risa. Mulut risa membuka dan aris langsung mendorong masuk batangnya kedalam mulut risa. Risa mengulum sambil sedikit mengejang, karena orgasmenya.

Setelah semua sperma keluar, aris mengelus kepala risa…

kok mas cepet banget? Hassssssh hassssssh ucap risa

mungkin kelelahan sayang, istirahat bobo yuk… ucap aris

tapi nanti pagi… habis sarapan kucing jantanku ini harus dan pokoknya harus… didalam kamar ndak boleh keluar-keluar slrrrp… slurrpp… ucap risa

kalau keluar untuk ngrokok sebentar sayang… ucap aris dengan batangnya dijilati risa

merokok apa dirokok? Sluurrrp… pilih sendiri ucap risa, aris tak bisa apa-apa lagi

dirokok sayang tapi… pakai ini lagi ya kucing betinaku… goda aris yang langsung memposisikan tubuhnya disamping risa. Aris mencoba mencium risa

eit… sebentar sayang, masa sayang mau ngrasain peju sayang sendiri… ndak boleh peju sayang Cuma buat risa, nanti ya sayang risa mau cuci mulut dulu… ucap risa bangkit dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya, keluar sebentar dan berkumur diluar kamar aris

Setelahnya, sepasang kekasih ini tidur dengan berpelukan erat. Lampu kamar yang telah dimatikan membuat suasana semakin panas. Ah… kucing jantan dan betina… Aris kemudian menggenggamkan sesuatu di tangan risa.

eh… mas… risa terkejut dan langsung membuka selimut, melihat apa sebenarnya ditangan namun aris tetap memejamkan matanya pura-pura tidur. Mata risa berbinar-binar…

mas… miaow banguuuuun… kucingmu pengen lagi… ucap risa

besok saja sayang, kan masih lama… ucap aris tetap memejamkan matanya, ditariknya risa kedalam pelukannya

ini benar mas? ucap risa menanyakan kotak transparan yang digenggamnya

kalau ndak benar, terus? ucap aris

hati-hati lho mas… ucap risa

Eh, hati-hati kenapa? ucap aris membuka matanya, diangkatnya dagu risa

kalau nikah sama kucing entar anaknya banyak, tahu sendiri kan kucing anaknya ndak mungkin Cuma satu goda risa

ndak papa anaknya banyak, Yang penting bapaknya Cuma kucing jantan ini ucap aris

iiih… papa ucing ndak boleh lemes lho besok ucap risa

ibu ucing tuh yang ndak boleh lemes… bobo dulu yuk ajak aris

Apa mungkin besok aris juga akan memakai bando telinga kucing ya? ah… tak ada yang tahu, yang jelas semuanya akan menjadi liar esok hari…

Thanks Ar… bathin aris, sebuah memori berputar kembali di otak aris dimana dia dulu mengijinkan risa untuk mengikuti acara cosplay yang diadakan oleh kelompok pecinta cosplay disebuah gedung.

Tapi arya datang ke aris, mengatakan agar risa tidak diijinkan karena itu acara yang tidak resmi dan para aggotanya tidak jelas berasal darimana tapi aris menolaknya karena dia sangat mencintai risa, aris sempat adu mulut dengan arya hingga sebuah bogem mentah medarat di pipi arya.

Bahkan aris sampai menuduh arya kalau arya iri dengannya. Ingatan aris masih jelas, ketika itu arya hanya tersenyum dan pergi. Setelah 2 jam kepergiaan arya, aris mendengar kabar kalau digedung tempat risa mengikuti acara digrebek oleh satuan aparat keamanan.

Aris datang ke gedung, dan bertanya kepada aparat yang masih sibuk dan dia mendapatkan informasi kalau kelompok itu hanya memanfaatkan identitas untuk pesta narkoba serta pesta seks. Kelompok tersebut memang sudah lama menjadi incaran polisi setempat, dan mejadi target operasi.

Saat itu dia kalut dan bingung namun dari belakang sebuah tangan memeluknya, dia mendapatan risa dalam kondisi selamat. Tangis haru menyelimuti merea berdua.

Waktu risa mau di gituin… arya datang dengan marah dan mengobrak-abrik tempat itu sendirian. Tadi arya sempat dihajar habis-habisan tapi dia terus berkelahi dan bisa membawa risa keluar bersamaan dengan aparat datang ucap risa, aris terhenyak tak menyangka arya yang menyelamatkan kekasihnya.

Sekilas dilihatnya arya tersenyum dengan darah dikepalanya, tak jauh dari tempatnya berdiri. Aris menangis sejadi-jadinya… dia melepaskan pelukan risa, risa paham, tapi langkah aris terhenti… ketika sebungkus rokok terbang kearahnya…

Rokok dulu bro… ucap arya

Makasih cat… ucap aris yang sedang menangis

sekali sahabat selamanya sahabat… dasar ahli keris! ucap arya, mereka bertiga kemudian tertawa bersama-sama

***

KOKO SAYAAAAAAAAAAAAAAAAANG! teriak dira ketika dira sudah berada didepan cafe milik eko

iya, sayangku dira…. ucap eko yang berlari kemudian berdiri didepan cafe, sembari membuka tangan

EKO CINTAKU, DIRA PULAAAANG! teriak dira, yang berlari kearah eko

Mereka kemudian berpelukan didepan cafe, dengan sangat bernafsu dira menarik eko ke cafe yang tentunya sudah sepi ini. ditengah-tengah cafe ini, dira langsung melorotkan celana eko. Ganas, sangat ganas, dira melumat batang eko dengan sangat kejam, menyedotnya. Membuat eko menjambak rambut dira, bukannya ditahan malah kepala dira dimaju mundurkan dengan sangat kasar. Dira bahkan tidak menghentikan aksi eko tapi menikmatinya. Kepalanya maju mundur, lidahnya menyapu batang eko.

Ayo Cintaku eko, sodok memek dira, anus dira… batang eko pokoknya untuk dira… goda dira

owh diraku sayang, kamu memang benar-benar seksi sayang… mulai malam ini, sampai besok pagi eko akan siksa memek sama anus dira… ucap eko

aw… iiiih takuuuut… jangan disiksa dong eko sayang tapi kalau bisa lebih kejam lagi sayangkuwh… ucap dira

eh eh eh… ternyata diraku ini mula nakal ya… ucap eko

Tanpa basa-basi lagi, eko menubruk dira hingga terlentang. Celana dalam dira tak perlu dilepas, karena sudah ada lubang berbentuk bibi pada celana dalam dira. Diarahkannya, batang eko itu kedalam memek sintetis dira.

Dira menjerit kegirangan, tangannya langsung melepas semua pakaiannya yang dikenakannya sendiri. payudara yang berada didadanya tampak membusung bergerak naik turun. Tubuh telanjang dira membuat eko semakin beringas,.

Ah, entah kenapa bisa seperti ini? kalau memang menyukai sesama kenapa dira harus dioperasi menjadi perempuan. ternyata semua berawal dari eko yang jatuh cinta kepada Sudira dalam keadaan laki-laki, awalnya eko memang menyukai dira dengan tubuh prianya.

Tapi akhirnya, karena mereka saling mencintai dan berpandangan hidup bersama. akhirnya dira meminta eko untuk menghoperasinya menjadi perempuan. eko pun setuju, itu demi kelangsungan kebersamaan mereka.

Goncangan demi goncangan terus didapat oleh dira, dengan cekatan eko membalik tubuh dira. Diangkatnya tubuh dira hingga berdiri. Dira mengerti maksud eko, dira sedikit membungkuk. Eko langsung memasukan batangnya ke anus dira.

Ayo sayangku, kita jalan-jalan di cafe sudah lama kita ndak jalan-jalan muteri cafehhh hash hash… ucap eko sambil menggoyang pinggulnya

Eghh eko nakkhhhalll ughhh kontol eko gede banget… ughh ayo sayang… ucap dira

Sambil menggoyang mereka berjalan mengitari cafe, tak ada orang tak ada satupun. Sepi, hanya desahan dan rintihan kenikmatan keluar dari mulut mereka. hingga didekat kolam, dira yang mengulum batang kemaluan eko hingga muncrat kesemuannya. Wajahnya penuh dengan sperma eko..

sampai pagi sayang? ucap dira, eko hanya mengangguk

dira, mau ndak aku ajak ke belanda… ucap eko

iiih jauh banget masa main saja ke belanda? ucap dira

kita nikah sayang… ucap eko

Eh… eko?????? ucap dira

eko mau apa? Mau masuk dari mana? Anus, vagina, apa mulut… cepet eko… cepeeet.. ucap dira

aku mau kamu sayang… ucap eko, selebihnya? (nubie ndak tahu permainan seks antar lelaki yang sudah berganti kelamin dengan lelaki, so… i dunno)

Din gantian kamu yang depan, capek bro! ucap tugiyo, diatas motor yang melaku semakin pelan

aku kesel tenan bro, wes rak kuat aku (aku capek beneran bro, dah ndak kuat aku) ucap udin yang tampak lesu

sama saja bro… apa kita tidur ditrotoar saja bro? balas tugiyo

iya bro setuju, tapi cari yang ada nasi kucing bro, lumayan bisa makan ma minum ucap udin

wah ide bagus itu bro… balas tugiyo

Motor kemudian melaju dengan sedikit cepat dari sebelumnya. Tampak wajah mereka terlihat sangat lelah dan tak mampu lagi untuk membuka mata. Dengan mata yang tinggal beberapa watt lagi ini mereka berdua mencari tempat nongkrong yang bisa dijadikan tempat tidur juga.

Ciiit…..

Edan! teriak udin dan tugiyo yang langsung mengerem mendadakn motornya ketika ada motor yang menyalip mereka dan berhenti mendadak didepan mereka berdua

WOI MAU MA…. Teriak tugiyo terhenti, ketika melihat seorang pembonceng turun dan membuka helmnya, seorang perempuan

ealah tug… ucap udin

Orang itu mendekati mereka berdua…

turun, kesana… ucap perempuan tersebut, tugiyo men-standar samping motornya dan turun

Kini tugiyo membonceng seorang perempuan dengan motor yang berhenti mendadak tadi. Sedangkan udin membonceng perempuan yang menyerobot tempat tugiyo sebelumnya. Motor yang diboncengi udin kemudian bergerak pelan mendekati motor yang diboncengi tugiyo.

Motor yang menyala kemudian digas dengan sangat dalam menimbulkan suara sangat keras. Udin dan tugiyo hanya diam tak berani memprotes sama sekali. Tapi karena rasa tidak enak dengan orang-orang disekelilingnya.

Ani, jangan dikeras-keras ndak enak didengar sama warga sekitar, ya sayang? ucap udin lembut

Ana sayang pelan sayang ucap tugiyo lembut

suka-suka! ucap perempuan bernama ani dan ana, saudara kembar. Ani kekasih udin sedangkan ana kekasih tugiyo

tapi sayang… ucap udin terhenti

Diam! bentak ani

Udin memandang tugiyo dan menaikan bahunya, tugiyo pun sama halnya dengan udin merasa heran. Udin dan tugiyo kemudian memeluk tubuh kekasihnya masing-masing. Kepala mereka berdua maju berada dibahu kekasihnya.

Dilihatnya senyum mengembang di bibir kekasihnya. Motor langsung melju dengan kencang tanpa sepatah kata keluar dari mulur mereka. perjalanan yang lumayan jauh dan membuat udin serta tugiyo mengantuk.

Sudah sampai mas ucap ani kepada udin, begitu pula ana yang memberitahukan kepada tugiyo telah sampai

lho kok kerumah sayang? ucap tugiyo

Sepi… ucap ana kepada tugiyo,

Ana kemudian turun dan membuka pintu gerbang rumahnya, selang beberapa saat tugiyo memasukan motornya ke dalam rumah diikuti ani dengan udin. Dengan senang tugiyo dan udin mengikuti ana dan ani masuk kedalam rumah.

Udin langsun saja merebahkan sofa panjang ruang tamu, melihat sudah tidak ada tempat lagi untuknya. Tugiyo berjalan masuk kedalam danmerebahkan tubuhnya sofa ruang keluarga.

nih mas minumnya ucap ani kepada udin, udin kemudian bangkit dan meminum secangkir kopi hangat dari ani

pada kemana? ucap udin

keluar, kerumah kakek sama nenek ucap ani

kok ndak ikut? ucap udin

Ikut? Setelah mas pamitan seperti tadi pagi? (koplak menyerang malam, jadi pamitnya pagi) ucap ani

eh, maaf… namanya juga menolong teman yang ucap udin merasa bersalah

terus? Kalau beneran kenapa-napa gimana? Aku kamu suruh menikah sama temen kamu yang masih hidup gitu? Iiiih sebel banget sama mas, emang arisan apa? huh ucap ani

he he he maaf, namanya juga ndak tahu didepan ada apa sayang ucap udin

sebel banget… Cuma minta maaf doang gitu? ucap ani. Udin memandang wajah wanita yang duduk didepannya, kemudian beranjak dan duduk disampingnya. Pelan, tangan udin memeluk tubuh ani dari samping. Ani langsung merebahkan tubuhnya kesamping didalam dekapan udin

kangen… hiks banget… ucap ani

iya maaf… ucap udin, sambil mengecup kepala ani

besok lagi hiks kalau mau pamit ngomongnya jangan aneh-aneh… khawatir tau ndak? Ucap ani menengadahkan kepalanya

iya cuprutku… ucap udin

ennnng… wajah ani berubah menjadi sangat manja

Bibir udin kemudian bergerak pelan dan mendarat di bibir ani. Mereka berciuman dengan sangat lembut. Tangan udin ditarik tangan ani untuk meremas payudara ya masih terbungkus kaos lengan pendek itu.

Din, aku tak kekamar dulu ngantuk ucap tugiyo

Eh, ya yo… ucap udin melepaskan ciuman sesaat, kemudian dilanjutkan lagi ciuman itu

Kamar aja yuk mas.. ucap ani

bukannya kamu satu kamar sama ana? ucap udin

pas masih perawan iya, kan sudah ada mamasku… ucap ani manja

Dibopongnya tubuh ani, ani kemudan menunjukan kamar barunya. Setelah masuk ceklek… tanpa basa-basi karena tubuh sudah sangat lelah udin menyosorkan bibirnya ke bibir ani.

ayo mas, mas butuh istirahat kan? Cepet mas… masukin saja langsung, ndak papa… masih ada besok erghh mmmhhh mmh … ucap ani

besok? ucap udin kaget

iya, kan kerumah kakek sama neneknya sampai lusa… jadi… awas kalau besok pulang?! Jangan pernah kembali lagi kesini! ancam ani

he he he kalaupun harus pulang bulan depanpun mau kok ucap udin sambil meremas pantat ani, ani menjerit langsung membetet hidung udin

Sambil berciuman ani dan udin saling melepas pakaian mereka berdua. Bibirnya hanya terlepas ketika mereka saling melepas kaos mereka. dengan nafsu yang mulai bangkit, udin mengangkat tubuh ani dan direbahkannya di sepringbet.

Dipandanginya sejenak tubuh wanita telanjang itu, kulit sedikit gelap dan membuat udin semakin bernafsu. Apalagi payudara ani yang membusung dan puting susu yang mencua ke atas. tangan ani terbuka lebar…

Ayo mamasku… kok lama sekali? Apa sudah bosan? ucap ani menggoda

iya, aku bosan… ucap udin

Eh… mas kok bilangnya gitu sih… ucap ani ngambek

bosan kalau jadi pacar kamuuuu…. udin melompat dan mengangkangi ani

kamu harus jadi ibu dari anak-anakku ucap udin yang mundur dan membuka kedua paha ani

iiiih sok romantis deh… ya udah, buat satu gimana? ucap ani

beneran? Sudah siap? ucap udin, ani menggeleng

katanya buat satu… ucap udin, yang sudah mengarahkan batang kemaluannya tepat di depan vagina ani

hi hi hi… ngomong dulu sama bapak, sama ibu baru ani mau… ucap ani

lha sekarang berarti? ucap udin

sekarang… ya sekarang, kalau mamas benar-benar sudah siap, ayo siapa takut.. tantangan berbalik ke udin

hmmm… sebentar, tabungannya kurang dikit lagi, tunggu beberapa bulan lagi, aku pasti melamar kamuuuuwhhhhhhh owhhhhh sempiiiiiiitttthhhh… rintih udin yang memasukan batang kemaluannya ke dalam vagina ani

mas pelllhhhhlannnnnghhhh ughhh… dalem banget itu mashhh…. ughh racau ani meikmati sensasi batang udin masuk kedalam

iya punya dedek sempit teruushhhh ufthhhh…. erghhh….. ah enak banget punya mas keenakan didalam sana sayang ughhh yah enak banget ah ah ah ah aha… ucap udin yang mulai menggoyang pinggulnya, tubuhnya kemudian membungkuk, tangannya meremas susu sekal milik ani. Memang tidak terlali besar tapi sudah membuat tangan udin kesulitan meremas.

Bibir mereka berciuman dengan sangat lembut berkebalikan dengan pinggul mereka yang berdansa dengan sangat liar. Tangan udin meremas dan kadang memilin-milin puting susu ani, membuat ani menjerti tertahan namun bibirnya seakan tak mau lepas dari bibir udin. Kedua tangan ani memeluk leher udin sembari tubuhnya menikmati hujaman-hujaman dari batang udin.

oh mas… dedek mau keluar… erghhh…. dalem bangethhh… mashhh… terushhh yang kenceng mashhh dedek mau keluar mau… ucap ani

mas juga mau keluar… bareng-bareng sayang ugh…. ucap duin

Selang beberapa saat, udin menghentakan sangat dalam batagng kemaluannya. Tubuh ani melengking bersamaan dengan hantaman keras batang kemaluan udin ke bagian yang sangat dalam dari vaginanya. Tubuh ani mengejang sesaat, udin langsung memeluknya dan menciumi bibirnya. Di elusnya rambut ani dengan sangat lembut, mata ani masih terpejam mencoba mengatur nafas.

Sayang… kecapekan ya? ndak seperti biasanya? ucap ani

heem… ucap udin, dipegang kedua pipi udin dengan kedua telapak tangan ani

sana ngrokok dulu… tapi dikit saja ya sayang… ucap ani

Eh… iya sayang makasih ya sayang ucap udin

nanti kalau sudah selesai, itu langsung ditancepin lagi sayang terus bobo ya… ucap ani

Udin menganggukkan kepala kemudian keluar hanya mengenakan celana kolor. Dilihatnya tugiyo sedang duduk santai menikmati rokok di depan TV yang padam. Udin kemudian duduk di samping tugiyo.

Cepet bener? ucap udin

Biasalah kecapekan aku din, biasanya juga dia keluar tiga mpe empat kali aku baru keluar ucap tugiyo

Sama… huffftttthh… balas udin sembari mengeluarkan asap

ndak nyangka dulu kita hampir sempat berantem gara-gara ani dan ana ya yo? ucap udin

ha ha… kalau saja si cat tembok itu ndak melerai kita dan membawa ana, ani pada saat itu mungkin kita sudah jadi musuh abadi… ha ha ha ucap tugiyo

memang bajingan itu si cat ya yo, ha ha ha.. ucap udin

Setelah sebatang rokok udin habis…

aku kembali dulu din, mau istirahat… mungkin besok pagi baru lanjut ucap tugiyo

sama yo, aku juga mau istirahat… besok pagi yang dilantai atas aku apa kamu? ucap udin

kamu sajalah, aku dbawah… ntar pas sorenya kita gantian, kamu dilantai bawah aku dilantai atas balas tugiyo

yo… ucap udin, menghentikan langkah

apa din? ucap tugiyo yang memandang wajah udin yang tampak serius

ana itu kan mbaknya, aku sudah punya rencana mau nikahin ani yo. Kamu kapan? ucap udin, tugiyo tersenyum

aku sudah bilang sama ana, yang jelas, ndak lama kok din, setelah lulus mungkin… ucap tugiyo

Tawa mereka pecah sembari berangkulan menuju kamar kekasih masing-masing…

Bersambung