Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 73

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 73 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 72

Disebuah taksi yang berada tidak jauh dari tempat dira sedang merayu lelaki-lelaki itu. Lima orang yang berada di taksi sedang mendengarkan dari mikrophone mereka. Anton, penyusun rencana ini sudah duduk manis di jok depan, arya dan wongso juga telah duduk di jok belakang. Sedangkan dewo, dengan membuka sedikit pintu bagasi mobil dia merokok sambil mendengarkan cerita panas dari dira.

pinter dira, siiipz, 13 orang berarti didalam ada 11 orang ucap anton

tapi cara dia merayu bikin konak saja bro, pengen ngocok jadinya ucap dewo

ingat dewi wo! Tapi mantab benar itu dira, gimana kalau kita beri dia jatah saja untuk meladeni mas-masnya itu ucap wongso

edan… tapi kalau dira keblabasan, ndak papa juga ucap arya

memangnya apa yang dilakukan dira mas? ucap pak wan kepada anton

he he he… anak muda pak jawab anton

***

eh jangan mbak, barang bagus gini kok kita dapat sisa. Apalagi ini pepayanya kelihatannya sekel banget? ucap lelaki 1 dan mentowel susu dira

eh eh eh… ini bukan pepaya mas, kalau pepaya nggantung kebawah, ini melon mas, kan kenceng ucap dira sambil meraih tangan lelaki 1 dan ditempelkannya ke susunya

mbak, aku juga dong boleh ya… ndak pernah dapat sisa dari si bos nih ucap lelaki 2 dan dengangenit dira menarik tangan lelaki 2 untu kmenyentuh susunya

mau disini apa disitu mas? ucap dira

di dalam saja mbak, tenang saja mbak yang lain masih didalam mbak. Nanti kalau kita sudah selesai baru panggil mereka ucap dira

tambah satu ndak papa kok mas, kan lubang dira ada 3. Kasihan dong kalau lubang yang satunya dianggurin ucap dira

ssst.. gimana panggil saja si beton kesini, kemarin dia ndak dikasih lonthe sama si bos ucap lelaki 2

sebentar, BBM-nya saja biar aman ucap lelaki 1

Selang beberapa saat kemudian lelaki 3 atau yang disebut sebagai si beton keluar…

gila bro… barang bagus nih, ikutan yah ucap lelaki 3

yoi bro, dianya maunya rame-rame… tapi bagaimana didalam? Sudah pada mulai belum ucap lelaki 2

belum… itu si nonanya lagi disuruh nari stripteas, Cuma bisa ngocok doang… ucap lelaki 3

iiih… kelamaan… dira masuk saja deh kalau gitu… ucap dira

eh jangan mbak… ayo kita crotin dia ucap lelaki 1

Lelaki 1 yang berada ditengah-tengah sudah tidak tahan langsung meremas kedua buah melon dira. Dira mulai mendesah, dengan sigap dira mulai meremas batang lelaki 2 dan 3 yang berada disamping lelaki 1.

Tanpa babibbu, lelaki 2 dan lelaki 3 melepaskan celana mereka dan tangan dira mulai mengocok kedua batang yang lumayan besar. Tas kecil itu pun masih bisa menggantun di bahu dira.

iiih… lebih kecil dari punya eko, iiih… tapi ndak papalah, mumpung cintaku masih diluar kota bathin dira

Lelaki 1 dengan cekatan melorotkan kemben yang dikenakan dira. Tanpa curiga dengan bentuk payudara dira, padahal jika dibandingkan dengan payudara buan dengan payudara asli kemudian dioperasi seharusnya memliki bentuk yang berbeda.

Tapi lelaki 1 tak bisa membedakannya, mungkin karena dia tidak pernah berselancar di internet. Kepala lelaki 1 kemudian turun dan memainkan puting dira, dira hanya bisa mendesah kenikmatan merasakan jilatan di payudaranya.

bro… aku juga pengen ngrasain putingnya bro, gantian ucap lelaki 2 ke lelaki 1

enak bro… ucap lelaki 2 yang sama sekali tidak sadar akan bentuk payudara dira

aku juga bro gantian ucap lelaki 3

Tanpa kehabisan akal, lelaki 1 menurunkan celana dalam dira. Direnggangkannya kedua paha dira, kepalanya maju dan langsung lidahnya menyapu vagina buatan itu. klitorisnya tampak lebih besar namun lelaki 1 ini tidak peduli, untuk menjaga mereka mengetahuinya.

Dira mengapitkan kembali pahanya dan jongkok. Disuruhnya lelaki 1 berdiri, sambil menunggu lelaki satu membuka celana. Secara bergantian dira mengulum batang lelaki 2 dan 3.

asuuuu… (anjiiing) enak tenan rasanya… ucap lelaki 3

weidian ini to rasanya main bareng… setelah ini kita bisa menikmati tubuh si nona muda ucap lelaki 2

ayo mbak, aku juga pengen mbak… ucap lelaki satu menarik kepala dira, dengan santai dira mengulum batang lelaki 1

hi hi hi… maafin dira cintaku, tapi dira butuh hi hi hi… habis ini, mmm… ndak boleh lama-lama kasihan juga tuh si nona, to the point sajalah bathin dira

Secara bergantian dira mengulumi tiga kontol sekaligus. Selang beberapa saat dira merasa sudah yakin dengan keputusannya, dimintanya lelaki 1 untuk tiduran. dimasukannya batang lelaki 1 ke dalam vagina sintetisnya.

masnya jangan pada diem, itu anus dira anget lho mas… masnya yang satu sini, mulut dira anget juga lho mas ucap dira

Lelaki 3 menusuk anus dira, sedangkan lelaki 1 pasrah dengan genjotan dira. Lelaki dua maju kedepan wajah dira dan dimasukannya kontolnya kedalam mulut dira. Tiga lubang dira telah tertutupi semua oleh kontol-kontol yang menurut batin dira adalah lebih kecil dari milik kekasihnya eko.

Dira yang juga merupakan ahli beladiri, sudah pasti tahu bagaimana merapatkan otot-oto tubuhnya. Dengan cekatan tanpa basa-basi, vagina dira menjepit kontol milik lelaki satu. Anusnya pun merapat membuat keenakan lelaki 3 yang terus menggoyang kontolnya. Sedangkan lelaki 2 terasa sangat ngilu dibuatnya oleh sedotan dira.

dasar lonthe, tempikmu enak banget… peret sempit! Dah krasa mau keluar aku ucap lelaki 1

aku juga bro… anusnya juga wuah enak tenan bro… ucap lelaki 3

bibirnya sensual bro… uenak tenan, aku mau keluar ucap lelaki 2

iih dasar, gini saja dah keluar, si eko mah setengah jam baru keluar bathin dira

Dan crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Ketiga lelaki menumpahkan sperma ke dira, di tiga tempat yang berbeda….

uughh… pejunya enak mas… anget di tempik, anus sama mulut mmmm…. ucap dira, yang langsung bangkit karena memang tidak mengalami orgasme

ediyan…. aku KO, beneran lonthe hebat kamu mbak ucap lelaki 2

sini mas duduk sampingan biar dira bisa pijit punggung mas pake melon dira ucap dira, tanpa ragu mereka duduk berjajar dan dira dibelakang mereka semua

Dira mengeluarkan sesuatu dari tas kecilnya dan…

Clek… clek… clek…

argh apa-apan kamu arghhh… ucap lelaki 3 yang pertama kali tertusuk sesuatu

bro… arghhh… ucap lelaki 1 yang terlambat menyadari

weits… arghhh… sialan… arghhh…. ucap lelaki 2 yang sadar dan sempat menghindar tapi apa daya lawannya adalah ahli bela diri, sehebat apapun menghindar tetap saja terkena pukulan dan tendangan dari dira dan akhirnya tertusuk juga

dah masuk… dah beres… ucap dira ke dalam mikropon, dan semua orang yang berada di dalam taksi tersebut tersenyum mendengar ucapan dira

(sudut pandang orang ketiga selesai)

Aku dan ketiga koplak langsung keluar dari taksi menuju ke rumah itu. Dengan sedikit berlari akhirnya kami sudah sampai di belakang pintu gerbang. Kami mendapati dira yang sedang membersihkan cairan di vagina buatannya dan juga anusnya, bagian susunya masih terbuka lebar karena kemben yang menutupi payudara sintetis itu belum dinaikan oleh dira.

edan kamu dir, hampir saja aku ngocok tadi di bagasi ucap dewo

iiih ngocok, sini kalau mau ngrasain ucap dira

gundulmu! aku masih normal dir… balas dewio

kamu cocok dir kalau dimasukan ke dalam cerita panas, nanti tak buatkan cerita tentang lelaki bervagina, gimana dir? Nanti aku masukan ke forum semprot.com ucap anton

weh jangan, ntar cerita ini ndak kelar-kelar susah kita ucap wongso

benar juga, sudah biarkan dira bersih-bersih dulu… masalah cerita panas, kita bahas nanti. Ini masalah eri bro… ucapku,

eh iya sampai kelupaan, tapi siip… semoga racun dalam suntikan itu bisa ampuh dan tahan lama ucap anton

iiih kalian bisanya sap sip aja, hati dira sakit tahu, kalau eko tahu gimana coba hiks ucap dira yang sok gaya

lah, kan aku nyuruh kamu nggoda saja ndak sampe kenthu ucap anton

hi hi hi kelepasan sih, orangnya gede-gede sapa tahu kontolnya lebih besar dari eko, eh tahunya colokan kabel hi hi hi ucap dira

edan kamu dir… eh Dir tadi kok bisa nambah satu lagi ucap anton,

tuh masnya yang satu itu sms ke dalam, ya ketambahan pemain deh. Sensasi JAVnya dapet banget hi hi hi ucap dira sambil menaikan kembennya

edan… melon sintetis menggairahkan ucap dewo

iya ya kok bisa ya? ucap wongso

itu kamu masuki melon dir? ucapku

silikon bodoh… makanya besok, asmi, dewi, anti dan juga pacara baru kamu siapa namanya? Dian ya? suruh operasi kaya akyu… hi hi hi ucap dira

ndak usah kali… ucap kami pelan secara bersamaan

dir, aku foto… kamu setengah telanjang cepetan ucap anton

iiih… kamu mau sebarin di semprot.com ya? ogah ah, ntar pada calling dira ucap dira

edan kamu dir, cepetan buat mancing yang didalam dodolucap anton

iya… iya, gini ya? ucap dira sambil menyibakkan rok ketatnya ke atas dan nungging sambil menoleh kebelakang

siiipz…

Sekarang kita mendekat ke arah pintu rumah gedong (mewah) ini ucap anton, entah anton sedang melakukan apa tapi yang jelas, anton memancaing seseorang keluar dari rumah itu dengan menggunakan foto dira.

Kami bergerak secara bersamaan, mengendap-endap perlahan ke arah pintu rumah yang jaraknya lumayan untuk main futsal. Sesuai instruksi anton, Sekarang kami sudah berada di samping pintu masuk rumah. Dengan tetap tenang kami berlima tetap berada disamping pintu masuk bagian luarnya.

Pintu rumah ini tidak tertutup rapat mungkin saja ketika aku mendengar permainan dira tadi ada tambahan satu orang, lupa nutup pintu mungkin. Kemudian…

sialan itu orang dapat barang bagus saja bro ucap seorang lelaki (lelaki 4)dari dalam rumah menuju keluar tampak sekali dia sedang bercakap dengan seseorang. Berarti benar anton mengrim foto dira.

iya, kita dapat sisa ini ucap seorang lelaki lagi (lelaki 5)

Kleeek… trap… trap… trap… tanpa memperhatikan kanan dan kirinya langsung saja kedua lelaki yang sudah terbakar oleh foto dira langsung melangkah maju

Set… set… set… aku dan dewo memiting dua orang ini.

kalau you bergerak you mati! ucap dewo berbisik dengan gaya bicara yang diubah

ente juga, gerak berarti mati! ucapku

berapa orang yang ada didalam ucap anton

delapan orang egh… tolong ampuni kami… ucap lelaki 4 yang aku piting. Kenapa jadi 8 orang?

benar ada delapan orang… ucap lelaki 5 yang dipiting dewo

katakan posisi mereka ucap anton

dua orang di ruang tengah, dua orang ada di sekitar kolam renang dan dua orang menjaga bos… ucap lelaki 4

yang kamu sebutin masih tujuh bodoh! ucap wongso

yang satu nona sedang menari dipinggir kolam renang ucap lelaki 5

arghhhh…. ucap lelaki 4 dan 5 bersamaan dan jatuh karena suntikan dari anton dan dira

dir… kamu nanti matikan lampu, jaga saklar tunggu aba-aba dariku ucap anton

iiih gantian beraksi, dira dilupain tapi ndak papa deh, yang dua ini kontolnya besar ndak ya? ucap dira dengan santai menarik dua orang tersebut ke arah meteran listrik yang berada tak jauh dari pintu rumah

ayo cepat masuk, mikrophone disiapkan! ucap anton

Malam semakin larut, aku semakin khawatir dengan keadaan eri. Argh… sialan kenapa juga harus mellibatkan banyak orang seperti ini. rembulan malam yang tidak sempurna tapi sudah bisa memperlihatkan cahaya terangnya mulai menemani langkah kami.

aku, wongso, dewo dan anton yang berada didepan kami memipin langkah kami. dengan mengendap-endap kami sudah memasuki ruang tamu. Terlihat dua orang lelaki yang tampak sedang mengelus-elus selangkanganya melihat kearah kolam renang dari kaca-kaca transparan yang menghubungkan ruang tengah dengan kolam renang. Terdengar percakapan mereka.

gila bro… bodinya masih ketutup aja dah bagus kaya gitu bro… aseeeek… dapat sisa pun ndak masalah nih bro ha ha ha ucap seorang lelaki (lelaki 6)

aku juga bro, pengen aku sumpal itu bibir seksinya dengan kontolku… udah cantik, manis, seksi lagi ndak rugi tuh si bos nggedein anaknya ha ha ha ucap seorang lelaki lagi (lelaki 7)

dir… matikan lampu ucap pelan anton ke arah mikrophone

Pet….

ah sialanmati lampu! ucap lelaki 6

biarkan saja yang diluar yang ngurusi, toh disana juga rameeeeeehhhhh ughhhhhh… ucap lelaki 7 menimpali yang kemudian jatuh karena tusukan jarum suntik anton

heh bro… HAH, siap ughhhhhhh lelaki 7 jatuh tersungkur

tarik mereka kedalam kita kembali keposisi ucap anton, menyuru kami kembali ke ruang tamu yang keadaannya lebih gelap

CEPAT NYALAKAN LAMPUNYA! teriak seseorang yang tak asing lagi si aspal

Selang beberapa saat kemudian terdengar langkah kaki mendekati memasuki rumah dari pintu belakang yang menghubungkan rumah dan kolam renang. Kami diuntungkan oleh cahaya rembulan, tempat kami gelap karena cahaya rembulan masuk dari kaca-kaca.

Tampak dua orang lelaki yang masuk kedalam secara bersamaan dan berjalan ke arah ruang tamu. Cahaya rembulan yang menembus kaca dibagian belakang mereka membuat kami bisa mengawasi gerak-gerik mereka.

semakin mereka mendekat kearah ruang tamu, semakin kami bersembunyi ke dalam. Dua orag lelaki itu sangat santai dalam melewati ruang tamu tanpa mengetahui keberadaan kami. tepat ketika mereka berdua berada di ambang pintu dan hendak membuka pintu, dengan sigap anton menancapkan dua buah suntikan ke punggung dua lelaki tersebut.

arghh… dua orang lelaki jatuh tersungkur, sebut saja lelaki 8 dan 9

5 diluar, 4 didalam berarti tinggal empat orang plus si eri ucap anton

Klek… klek… klekk…

eh nton apaan tuh? ucap wongso

kontol, ya jelas senapan laras panjang ucap anton

dimana kamu nyimpennya, kan ndak bawa tas? ucap dewo

kamu masukin ke anus kamu nton? ucapku

gundulmu! Ini bisa ditekuk-tekuk tak masukan ke punggung dodol! Dah diem saja kalian… ayo ikuti aku ucap anton

Kami berempat melangkah mendekati kaca-kaca yang menghubungkan ruang tengah. Mataku terbelalak ketika melihat keindahan tubuh eri yang sudah telanjang, dengan dua buah susu yang menggantung indah, masih sekal layaknya perawan.

Ah… memang sempurna tubuhnya tapi kalau diingat-ingat lagi, eri dan rani memang memiliki kelebihan pada bodi tapi wajah oke juga. Kami berjarak kurang lebih satu meter dari kaca itu agar tidak terllihat dari luar, anton dengan senapan laras panjangnya membuka sedikit kaca, mengarahkan moncong senapan ke arah dua orang lelaki yang membelakangi kami. ya, ditengahnya ada seorang yang biasa aku sebut aspal dan seorang wanita yang sedang menari dengan air mata mengalir itu adalah eri.

Slugh…

slugh…

Dua kali suara pelan tembakan yang terdengar lirih dengan jarak waktu beberapa detik, karena aku melihat anton harus memasukan kembali peluru kedalam senapan itu. Dua orang terjatuh, si aspal kemudian berdiri dengan tubuh hanya bertutupkan celana dalam itu. Dia sangat kebingungan berteriak-teriak memanggil anak buahnya, kulihat eri terduduk bersimpuh dengan tubuh bugilnya.

Tangisnya terdengar walau suara ayahnya lebih keras dari tangisnya. Tanpa berpikir panjang aku berlari ke arah kolam renang, aspal menyadari kehadiranku dan langsung mengambil pistol yang ada di meja dekat dengan kursi yang dia duduki. Dengan cepat dia mendekati eri dan menarik eri kearahnya. Dipeluknya leher eri dari belakang dan mengarahkan moncong pistol kepelipis eri.

Siapa kalian?! teriak aspal, jelas dia tidak mengenalliku karena penyamaranku. Aku terhenti sejenak karena kecerobohanku mendekat terlebih dahulu.

Lepaskan dia… ucapku berdiri dengan dewo dan wongso yang berada di tangga

Apa mau kalian? ucap aspal

Dia, wanita itu berikan pada kami… kamu bisa mencari yang lain yang lebih darinya ucap wongso aku berdiri dengan kaki sedikit gemetar lihat eri dalam ambang kematian, air matanya deras mengalir

ha ha ha… aku bukan orang bodoh, yang dengan mudah kalian bohongi!… lebih baik kalian mati dulu saja ucap aspal

bodoh… kamu itu sendiri, sedangkan anak buahmu sudah mati semua! Mau apa kamu dengan pistol itu? kalaupun kamu menembak satu diantara kami jelas dua orang diantara kami akan bergerak menghajarmu, paling tidak satu orang diantara kami bisa membunuhmu ucap wongso

apa? Tidak mungkin! Kalianlah yang akan ma… argh! ucapnya terpotong berbarengan dengan suara tembakan

Dhuar… klak… sreeeek… pistol terjatuh dari tangan aspal

arghh… rintih aspal ketika tangan yang mengacungkan tangan ke arah ku ditembak oleh anton

arghhh… dasar perempuan jalang! ucap aspal ketika tangan kirinya digigit oleh Eri.

Eri terlepas dari cengkraman aspal, dengan tubuh telanjangnya Eri berlari dia sembari mengambil pistol Aspal yang terjatuh. Dia langsung memelukku dan aku pun memeluknya dengan tujuan untuk menutupi tubuh telanjangnya.

sudah dibilangin kalau kamu itu sendirian masih saja berlagak ucap dewo

sekarang kamu mau ngapain, sekali saja kamu teriak… MATI! ucap wongso

ayolah aku hanya bercanda tadi, kalian ingin uang? Aku ada banyak… akan aku berika ke kalian semua asal lepaskan aku. Kalau kalian ingin anakku itu silahkan nikmati tubuhnya… ayolah, kita bisa buat deal-kan? Kita bisa berbisnis kawan… ucap aspal yang nampak kesakitan karena tangannya tertembak

siapa bilang kita butuh uang dan wanita? Kami sudah punya semuanya ucapku

orang kaya kamu kasih uang buat apa? ucap wongso

mungkin lebih baik kita bius dia dan kita masukan ke dalam penjara saja daripada banyak bicara… ucap anton yang muncul dari belakang dewo dan wongso sambil menenteng senapan anginnya

tidak hiks hiks hiks… erghh…. ucap Eri yang berada dalam pelukanku

er, kita bisa pergi biar lelaki ini masuk dalam penjara saja, nanti akan ada yang bisa mengurus… ucapku

kakak… hiks hiks hiks… ucap eri tersenyum dan terisak kearahku

Eri melepaskan pelukannya dan berbalik, kini dia membelakangiku…

Halooo ayah apa kabar? Baikkah ayah? Lihat ayah ingin ini ya? apa yang ini ayah? ucap eri sambil menunjukan meremas buah dada kirinya, dan kemudian mengelus bagian vaginanya. Tangan kanannya masih erat memegang pistol ayahnya si aspal.

Eri… maafkan ayah nak, ayah janji akan memperlakukanmu dengan baik ucap aspal

Lho ayah kok gitu, lihat yah… ayah pernah bilang kan sama anak ayah ini kan? ri kamu itu aku besarkan untuk aku nikmati tubuhkamu begitu kan kata ayah? ucap eri

eh… itu hanya bercanda sayang… sudah jangan diambil hati sayang… ucap aspal

lho, berari ayah beneran ndak mau ini? lihat ayah, ini kan juga hasil kerja keras ayah. Menyuruhku perawatan setiap minggu, biar kulit mulus, payudara besar, bokong juga kencang, lihat nih yah yang selalu ayah omongin, sekarang menggantung indah ayah tidak mau?

ucap Eri, kita hanya bisa memandang dari belakang tubuh eri, sedangkan aku yang berada tepat di belakang eri benar-benar bisa melihat gerak-gerik eri.

sayaaang… sudah sayang, ayah ndak mau kok sayang… sayang kan anak ayah yang baik ucap aspal

oh iya eri kan anak yang baik, yang selalu bantu ayah, tidak boleh buka-bukaan kan yah? Sekarang Eri buka untuk ayah.. kok ayah kelihatan sedih? Tadi Eri kan sudah nari, terus telanjang ini masih telanjang yah… ayah senyum dong… ucap Eri, sambil kedua tanganya memegang pistol dan diarahkannya ke Aspal

eri sayang maafkan ayah ya…

kawan-kawan ayolah kita bisa buat deal, kita bisakan berunding lanjut aspal ke arah kami

Er… sudah er, biarkan polisi yang mengurus dia ucap Anton

Sudah hentikan saja… ucapku lirih

Kak… ucap eri

hmm… jawabku

kakak sayang eri kan? ucap eri, moncong pistolnya diturunkan

iya… kan eri adik kakak… ucapku

kalau sayang eri, kakak dan teman-teman kakak diam ucap eri, langsung saja membuatku terdiam dan juga yang lain

Eh Ayah, maaf ya yah eri nyuekin ayah, padahal eri anak yang baik ndak boleh nyuekin ayahnya… eh ayah masih ingat ndak dengan yang namanya… emmm siapa ya, pokoknya dia itu cewek terus ayah itu suka banget narik rambut sama nampar cewek itu, namanya Rika Widiastuti ayah.

Ayah ingat ndak? Itu kan juga ada dinamaku lho yah, namaku kan Eri Rika Widiastuti. Ayo yah ingat tidak? ucap eri yang kemudian mengarahkan moncong pistolnya kembali ke arah ayahnya, Aspal

Eh… Eri iya ayah tahu ayah salah, tapi ayah mohon maafkan ayah eri… ya, waktu itu kan ayah sedang eh eh mabuk, jadi waktu itu ayah khilaf… ucap aspal

Dhuarrrrr… tubuh eri terdorong kebelakag dan langsung aku tangkap tubuhnya, eri kemudian berdiri kembali. Jika dilihat dari arah moncong pistol di awal, seharusnya mengenai kepala tapi kaki dari aspal terkena. Memang sulit jika belum pernah memegang pistol.

argh Eri ampuuuun sayang ampun jangan bunuh ayah, kamu bisa memiliki semuanya… ucap aspal

khilaf ya yah? Berarti sebelum-sebelumnya hingga akhirnya Ibu meninggal, itu juga khilaf? Mmm… setahuku khilaf itu sekali yah… dan selanjutnya memang disengaja… ucap eri yang kini posisinya sudah benar-benar emosi, pistol yang dipegangnya di arahkan ke kepala aspal

ampun sayang maafkan ayah… hiks hiks ucap aspal sambil menangis

Er, sudah hentikan… anton, kalau dia mati kita tidak memiliki cukup informasi

cat hentikan Eri… ucap anton

Er… sudah hentikan, kita masih butuh di… ucapku terpotong

kak… lebih baik eri nyusul ibu daripada melihat lelaki ganteng didepan Eri ini masih hidup.. ucap eri, aku menoleh ke arah anton dan yang lainnya. Bahu mereka bertiga kelihatan kompak naik keatas. Aku berbalik memandang tubuh belakang eri yang telanjang.

Ayah… ucap Eri

ampun sayang ampuni ayah… ampuuuuun… ucap aspal

masih ingatkah juga sama bibi Wiwid? Dia juga bernasib sama seperti Ibu, padahal dia hanya pembantu yang mencoba mempertahankan harga dirinya ucap Eri

ampun sayang ampuni ayah… ampuuuuun… tolong sayang ampuni ayah ucap aspal

ini untuk mereka berdua… ucap eri

Dhuarrr….

Sebuah peluru panas tepat masuk kedalam kening aspal, matanya terbelalak tubunhnya jatuh kebelakang. Aku melihat kesamping kematian salah satu dari komplotan ayah. Aku berjalan mengambil pakaian Eri, aku melangkah mendekati eri yang menangis sesengukan. Ku tutupi tubuhnya walau tidak sepenuhnya tertutup. Tanganya turun, pistol terjatuh.

kakak… hiks hiks hiks dia yang telah membunuh Ibu dan Bibi, dia yang selama ini menyiksa mereka berdua begitu juga eri kak… hiks hiks hiks aku benci dia, sangat benci dia kak ucap eri yang tubuhnya bersandar ketubuhku, eri kemudian berbalik dan memelukku

sudah, semuanya sudah selesai… kamu akan selamat bersama kakak dan teman-teman kakak ucapku lirih

Bro… kita ikat mereka dulu… nanti kita hubungi polisi, kita selesaikan secepatnya

Cat, segera bawa Eri pergi ucap Anton

Ayo Er… ucapku dan dijawab anggukan oleh Eri

Kriiing… Kriiing… Kriiing ringtone sebuah Smartphone di kursi yang tadi diduduki oleh Aspal. Sambil menjaga langkah eri, aku dekati dan amati. Nomor Ayah, tak kuangkat tapi aku tetap membawa Smartphone itu. lampu rumah kemudian menyala, ku dapati koplak sedang mengikat anak buah yang terkena suntikan bius. Aku antar eri ke kamar, tak ada percakapan antara kami berdua.

Kak, kakak disini saja eri takut hiks hiks ucap eri

lha kan eri mau ganti baju ucapku

kakak sudah lihat kenapa eri malu, sudah pokoknya kakak disini, eri masih takut ucapnya

Aku menunggunya berdiri dan membelakanginya, selang beberapa saat eri sudah selesai. Eri sudah memakai kerudungnya dan Kemudian dia mengemasi semua barang-barangnya yang dinilai cukup penting baginya. Penting? Tapi kalau dilihat dari isi kamarnya tampak bersih semua, dengan senyum manjanya eri menyerahkan aku dua tas koper besar.

gila! bathinku

semuanya penting kak, jadi ndak ada yang eri tinggal ucap eri

hadeeeeh… ucapku

Aku dan eri keluar dari kamar, malah ditertawakan oleh para koplak mengenai apa yang aku bawa. Dua tas koper yang sangat besar, seakan-akan mau pindah. Wongso kemudian membantuku membawa, kami kemudian keluar dan dira sedanng asyik mainan kontol penjaga aspal yang terkulai pingsan.

Anton dan dewo kemudian membantu dira mengikat bawahan aspal, sejenak aku menjelaskan ke Eri mengenai siapa dira. Setelah semuanya beres, kami dijemput oleh taksi pak wan. Eri didepan dan kami berempat dibelakang, sedangkan dewo asyik tiduran sambil merokok di bagasi.

Eri nampak tersenyum ketika dira mulai menakali kami bertiga. Bahkan eri tak sungkan-sungkan untuk menyentuh payudara dira dalam perjalanan menuju pos satpam.

aku manggilnya mbak apa kak nih? ucap eri

ya mbak ding masa kak? Kak kan buat cowok, akyu cewek ucap dira

ih, gede banget mbak ucap eri sambil meremas susu dira

iiih mbak mau lesbian sama akyu, ndak papa sih… akyu juga mau kok kalau sama cewek daripada cowok-cowok kaya gini, jantan tapi ndak ada yang berani ucap dira

WEGAH! (NDAK MAU!) kamu cewek jadi-jadian teriak kami bertiga yang membuat kami tertawa terbahak-bahak, tawa canda kami hingga pos satpam

Mas, pokoknya atur bagaimana caranya mas tidak tahu apa-apa, okay? ucap pak wan

inggih pak, niku mawon CCTV pun kulo risak, kagem alasan yen menawi mangkih di takeni kalihan polisi (iya pak, itu saja CCTV sudah saya rusak, untuk alasan kalau saja nanti ditanya oleh polisi) ucap satpam

Sip mas ucap kami semua

Dok dok dok dok….

Den wicak… den wicak…. teriak seorang satpam, aku membuka kaca taksi belakang. Dengan cepat setalah kaca mobil terbuka, tanganku ditarik oleh mereka

Akhirnya saya bisa salim sama turunannya Ndoro Wicak ucap satpam itu dan kemudian satu satpam juga mengambil inisiatif yang sama

walah mas sudah, mas… yang hebat itu kakek saya bukan saya ucapku, tapi mereka hanya tersenyum

pokoke atos-atos gih den, kawulo siap ngrewangi aden (pokoknya hati-hati ya den, kami siap membantu aden) ucap mereka berdua

terima kasih mas, saya ndak bakal lupa sama kalian ucapku

Setelah basa-basi sebentar, taksi kembali berjalan menuju motor yang kami parkir. Sebenarnya motor itu disediakan jika terjadi kejar mengejar lagi, tapi karena ini tidak ada ditambah bawaan Eri yang sangat banyak akhirnya aku tetap bersama pak wan. Aku kemudian menelepon tante asih.

halo…

tante, ni arya, mau nitip lagi

nitip apaan

Eri…

dasar, kamu habis! ERGH! Kamu ndak papa?

ndak papa, tenang saja tan

ya sudah langsung antar kerumah saja, kunci rumah ada di pot depan gerbang, dibawahnya pot ya… om kamu sama adik-adik kamu sedang dirumah kakek kamu bareng sama ayah tante (adik kakek) sekarang ini

iya tan, makasih

biarkan eri didalam rumah jangan suruh keluar, untuk malam ini tante tidak bisa menemani eri, karena tante nanti pulangnya ke rumah kakek

Iya tan tuuuut

Aku menutup telepon dan kemudian berbicara sebentar kepada koplak. Diputuskan Dewo dan Dira kembali warung wongso sedangkan anton dan wongso dengan dua kendaraan mengikuti taksi menuju rumah tante asih. Perjalanan, Sesekali Eri memandangku kebelakang, dan aku tersenyum kepadanya.

Sesampainya dirumah tante asih, aku mengambil kunci rumah tante asih. Setelah barang-barang eri dikeluarkan, Pak wan kemudian pamit terlebih dahulu karena sudah sangat lelah, dan selalu berpesan agar besok lebih berhati-hati lagi dan tidak gegabah. Anton kemudian memasukan satu motor ditinggalkan untukku.

Aku tunggu dirumah wongso, oh ya Smartphoneya kamu bawakan… mau kamu pegang atau aku saja? ucap anton

kamu saja nton ucapku sambil menyerahkan Smartphone milik aspal

hei, jaga itu adik kamu, suruh dia bobo dulu sudah malam. Nanti kamu kerumahku, ada informasi penting ucap wongso

okay… ucapku

tapi ditungguin dulu itu adik kamu, informasinya masih bisa diundur 1 sampai dua jam jadi tenang saja. Lagian kita bakalan ngalong (begadang) malam ini ucap anton

yoi broooow… ucapku

Anton dan wongso kemudian pergi meninggalkan aku dan eri. Setelah masuk ke dalam rumah, aku kirim BBM ke tante asih mengenai kamar yang dipakai oleh Eri, tante asih kemudian menjawab kamar tamu belakang. Aku antar Eri ke kamar tamu belakang. Sesampainya dikamar tamu, aku masukan semua koper.

Kak… ucap Eri

iya… jawabku sambil berbalik

Tiba-tiba Eri memelukku hingga ku terjatuh di kasur

maafkan eri kak, Eri sudah memutuskan yang pertama adalah kakak… ucapnya

er… sudah, aku sudah ada Dian.. aku tidak ingin lagi melakukammmmmm…. ucapku tertutup oleh bibirnya

Eri mohon kak, sekali saja kak… hanya untuk berterima kasih dan juga melepas semuanya kak, setelah ini Eri tidak akan minta lagi ucap Eri

tapi Er, aku tidak tega dengan kekasihku… sudahlah kamu menjadi adikku saja itu lebih dari cukup bagiku balasku

Eri sudah berjanji pada diri Eri, kalau kakak yang menyelamatkan aku… Eri akan meberikan Eri kepada kakak, jika Eri mengikari janji eri sendiri, lebih baik eri menyerahkan diri kepada mereka ucap eri

tapi er, dian er dian… ucapku

kak, mbak dian ndak bakalan tahu selama kakak ndak menceritakannya ucap eri yang kemudian menciumku untuk kedua kalinya

Hei… ucapku sambil menatapnya tajam kedalam matanya, kedua tangaku dengan kasar memegang kepala yang masih berkerudung itu. Tatapan mata eri menjadi tatapan mata sedikit ketakutan akan wajahnya.

Rino… ucapku pelan

Eh… Eri tersentak ketika mendengar nama itu

Tubuhnya beringsut turun dan terduduk di lantai bawah kasur. Dipeluknya kedua kaki yang tertekuk dan disembunyikannya wajah itu didalam pelukannya. Terdengar isak tangis dari dalam wajah yang terbenam itu. malam yang semakin larut, membuat isak tangisnya terdengar semakin jelas.

Rino… hiks hiks hiks…

Maafkan aku ar… Eri janji hiks hiks hiks akan jadi adik yang baik hiks hiks hiks ucapnya, aku beringsut dan duduk disampingnya

jadikan dia yang pertama, sejak KKN, dialah orang yang paling perhatian dengan kamu. dibandingkan dengan aku, aku hanya lelaki yang numpang mampir tidak pantas mendapatkan yang pertama dari kamu

Aku sudah memiliki tambatan hati, jadi aku mohon agar kamu bisa mengerti akan hal itu. aku sudah terlalu jauh saat itu dengannya, sekarang dia sudah berada didalam lingkaranku, aku tidak ingin dia jauh lagi. Aku tidak ingin melakukan kesalahan lagi, hanya itu… ucapku, walau dalam bathinku selalu teringat akan kata-kata ibu ketika aku mencari dian

maafkan aku hiks hiks hiks ucapnya yang kemudian memelukku

Kamu tahu Ar, dian sangat beruntung memilikimu hiks hiks hiks hiks ucapnya

Rino juga beruntung memilikimu, jangan pernah sekali-kali kamu melihat keindahan orang lain dan kemudian memandang keindahanmu berada di bawah mereka. karena kebahagiaan orang lain itu hanya sebatas pandangan saja. Karena yang menjalani hidup mereka bukan kita, jadi mungkin saja yang kita lihat tidak seperti yang mereka alami. Bersyukurlah atas kebahagianmu sendiri

jika kamu melihatku beruntung, itu sangat bodoh… kamu tahu sendiri bagaimana Ayahku… aku yakin rani telah bercerita banyak tentang aku dan Ayahku… haaaaah… ucapku diakhiri desahan berbarengan dengan tubuhku yang bersandar pada kasur

Ingatlah er, buatlah kebahagiaanmu sendiri dengan rino. Karena aku yakin dia telah banyak berkorban seperti halnya anta kepada rani. Bersembunyilah dan aku akan menyelesaikan semuanya bersama sahabat-sahabatku.

Dan ingat jangan pernah bertindak bodoh, jika kamu ingin rino yang pertama maka kamu harus menjaganya. Aku tahu rino pasti juga akan memberikan yang pertama kepada kamu ucapku

Maafkan eri… maafkan eri hiks hiks hiks hiks hiks… ucapnya

Ar hiks hiks… ucapnya kembali

ya… ucapku sambil mengelus-elus kepalanya

apakah eri masih bisa jadi adik kamu? hiks hiks hisk ucapnya lirih

tentu adik manis, Ibuku pasti senang karena aku memiliki banyak adik. Ibuku juga ingin punya anak cewek lho… ucapku, dia tersenyum dan kemudian memelukku

terima kasih kakak, terima kasih… tapi aku ingin panggil kamu mamas saja ya ucapnya

eh… terserah deh, asal jangan panggil om saja nanti dikira om-om gatel he he he candaku

heem makasih mamasku yang ganteng… ucapnya

mamas, jangan bilang sama rino atas kejadian malam ini ya, eri jadi malu kalau inget… ucapnya

ya ndak lah, rino kan sahabat mamas ucapku

Dalam hening aku memeluknya sebagai seorang adik tentunya, dan akan kuceritakan semua kepada dian. Dialah sekarang pelabuhan terakhirku, dan dipelabuhan itulah aku akan mendirikan sebuah bangunan-bangunan permanen dan menetap didalamnya. Tak ingin lagi aku berlayar, tapi semua itu tergantung pada ibu. ahhh…. ibu, aku harap aku bisa menyelesaikannya agar semuanya segera berakhir.

mamas… ucapnya kembali memecah keheningan

hemmmm…. balasku

jika bertemu dengan rino, katakan pada dia aku baik-baik saja. Terakhir kali dia bertemu denganku, dia dihajar oleh anak buah ayah. Eri yakin rino adalah laki-laki yang baik, tapi eri tidak tahu setelah kejadian itu apakah rino masih memiliki perasaan yang sama pada eri. Karena eri sempat marah-marah ke rino waktu itu ucapnya

ouwh… kenapa tidak ditelepon dan bercerita sebenarnya? ucapku

eri malu mamaaaaas… ucapnya

ya deh, besok tak carinya anak itu ucapku

ya sudah, mamas mau ketemu sama teman-teman mamas dulu ya? ucapku

mamas, hati-hati… ucapku

Eri kemudian aku beri nomor tante asih agar dia bisa menghubunginya. Dan aku berpesan kepada eri untuk tidak keluar rumah apapun yang terjadi sampai tante asih datang dan mengantar eri ke tempat rani. Hingga didepan pintu ketika aku membuka pintu rumah…

mamas… tunggu eri ingat sesuatu ucapnya

eh, apa? ucapku

Apakah yang mamas tahu yang bernama pak warno? ucapnya

eh… itu kakek aku, apa yang kamu ingat? Cepat katakn ucapku mendekatinya dan memegang kedua lengannya sambil menggoyang tubuhnya

eh… iya mamas, sebentar kalau digoyang gini eri ndak bisa cerita ucapnya

eh maaf, sekarang ceritalah… ucapku

waktu itu, eri mendengar percakapan bajingan itu dengan seseorng ditelepon ketika eri disekap dirumah yang eri tidak tahu itu dimana….

***

hai, bo ada apa? ucap ayahku

oh tenang saja, aku ndak bakalan bernasib sama dengan tukang ucap ayahku, aku mendengar dari balik pintu kamarku

oh ya ya ya… hmmm… apakah kita tidak bisa melakukan secepatnya, karena warno itu sangat berbahaya. Bisa jadi dia yang memata-matai kita selama ini. lebih baik kita habisi secepatnya lanjut ayahku

oh begitu, ya benar juga… ha ha ha kalau terlalu tergesa-gesa, aparat keamanan bisa saja melakukan penyelidikan dan menjurus kekita. Baiklah kalau itu rencana kamu dengan menguasai para bandar, mengancam pejabat dan para pemakai yang berada di instansi dan aparat keamanan setelahnya baru kita buat mereka melakukan tugas kita untuk menghabisi keluarga mantan kepala daerah itu. Cara yang bagus, aku setuju kalaiu begitu lanjut ayahku

oh, tenang masih perawan dan kita bisa menikmatinya ha ha ha ha lanjut ayahku

***

begitu mas ceritanya ucap eri, aku geram, aku marah kupukul tembok-tembok yang berada di sampingku

mamas, maafkan eri kalau eri salah ngomong ucapnya

oh tidak, tidak, mamas malah berterima kasih akan informasinya ucapku

lebih baik mamas sekarang memberitahu kakek mamas ucapnya

Benar apa yang dikatakan oleh Eri…

iya mamas, pamit dulu dan ingat jangan pernah keluar rumah karena bisa jadi mereka mencarimu. Pastikan semuanya dalam keadaan aman bagimu, tunggu tante asih, ingat didalam rumah saja! Dan ingat satu hal lagi, selama kondisi belum aman jangan pernah terbuai dengan keinginan ketemu dengan rino karena itu akan membahayakan kalian berdua, jika nanti rino hubungi kamu atau bagaimana kamu harus tetap menjaga diri kamu aman sampai mamas memberikan informasi kalau suasana sudah aman ucapku tegas

siap mamas ucapnya yang langsung memeluku

salim dulu mamas ucapnya meraih tanganku dan mencium punggung tanganku

kamu itu ada-ada saja he he he balasku

Segera aku mengeluarkan motorku dan menutupnya kembali tanpa ditemani eri. Kunci aku kembalikan ke tempat semula sehingga semuanya tampak rapi. Aku pacu motorku ke jalanan menuju waurng wongso, tak ada penghalang malam ini. semua jalan tampak kosong sekali sehingga bisa dengan mudah aku menerobos semua jalanan. Hingga akhirnya aku sampai di warung wongso yang sudah sangat tertutup rapi tapi didepan rumah wongsoa yang terletak di belakang warungnya tampak ada bayangan lima orang disana. Aku heran kenapa bisa tambah satu orang lagi, padahal tadi kalau tidak salah kami beraksi hanya belima dan yang pulang juga empat orang. kenapa jadi 5? Aku segera parkir motorku dan berjalan kearah rumah wongso, tiba-tiba satu bayangan bergerak dengan cepat menghampiriku dan ketika orang itu terkena sinar rembulan yang redup baru aku tahu dia adalah….

Ar, bagaimana keadaan Eri ar? Tolong katakan kepadaku… ucap lelaki yang memegang kedua bahuku dan menggoyangnya

ew ew ew ew ew ew ew ucapku mengucapkan kata-kata ew setiap kali dia menggoyang tubuhku

jangan bercanda ar, aku mohon… hiks hiks hiks ucapnya

sialan lho no, bagaimana aku mau ngomong kalau terus kamu goyang… kampret! bentakku

eh maaf ar, aku hanya khawatir dengan Eri ucap rino

dah kita kesana dulu, nanti aku ceritakan semuanya ucapku sambil merangkul rino dengan wajah sangat khawatir

cat itu temen lo dikasih obat bius saja dari tadi nangis terus nggak ketulungn nunggu kamu ha ha ha ucap wongso

Kleeeeek….

maaas… kalau begadang jangan malam-malam, atau huh ucap asmi dari balik pintu yang baru terbuka dengan mengacungkan kepalan tangan ke arah wongso

iya dinda, Cuma sebentar kok… nanti akan kakaknda usir koplak ya ucap wongso kepada asmi, dengan wajah cemberutnya asmi masuk lagi kedalam rumah wongso

Asu… koyok pitik ae digusah (Anjing kaya ayam saja di usir) ucap dewo, kami semua tersenyum

Aku akhirnya duduk bersama koplak, sedangkan rino bersamaku dan dia masih saja khawatir

kalian ketemu dimana? ucapku kepada koplak

waktu tadi habis nganter kamu, aku beli rokok sama wongso cat, pas lagi ngobrolin kamu sama eri eh… nih orang langsung nyambung dan malah sujud-sujud pakai nangis segala… kampret! ucap anton

ha ha ha ha… emang bener gitu no? ucapku, rino hanya mengangguk

Sudah, Eri dalam keadaan aman, dia juga menanyakan kamu… ucapku

benarkah erghhh… ucapnya terpotong karena kaosnya depanya langsung aku cincing

denger no, eri dalam bahaya dan juga kami semua. Kamu boleh hubungi dia, boleh telepon dia tapi ingat jangan pernah menunjukan ekspresi bahagia diluar sana. Karena aku yakin sudah merasakan bagaimana dihajar oleh bodyguard eri kan? ucapku dan rino mengangguk dengan ketakutan

sebelum aku mengijinkan kamu bertemu dengannya. Kamu boleh telepon, dan ketika kamu keluar kamu harus tetap merasa sedih. Itu demi kebaikan eri dan kamu, sekali saja kamu memperlihatkan ekspresi bahagia, yang aku takutkan hanya satu…. kamu dan eri mati bersama ucapku, wajah rino semakin ketakutan

eri ditempat yang aman, kamu bisa menghubunginya dan jika ada orang yang menanyaimu katakan saja kamu sudah tidak ingin berususan lagi dengan eri. Setiap kali kamu menghubunginya, langsung hapus semua pesan ataupun histori di hape kamu. kamu bisa? ucapku

bisa ar, aku yakin pasti bisa. Selama aku bisa bersama eri di akhir cerita hidupku ucapnya

okay, aku akan ijinkan eri menerima teleponmu tapi ingat jangan pernah membawa bahaya untuk kalian berdua. Bersikaplah seakan kamu tidak bisa menemukannya, bisa? ucapku

bisa ar… ucapnya kemudian aku melepaskan bajunya yang aku tarik ke atas

kamu galak banget ternyata ar… ucapnya

widiiiiih ternyata kakak angkat eri galak juga ha ha ha ucap dewo

ini masalah nyawa no ucapku

aku bersyukur Eri baik-baik saja… jadi eri sekarang jadi adik angkat kamu ar? ucap rino

ya begitulah, kalau kamu sekali saja main-main sama eri… kamu akan berurusan denganku ucapku dengan senyum jahat

ndak Cuma dia lho mas sama kita-kita juga ha ha ha ha ucap dewo yang tertawa seperti penjahat

eh.. aku bersyukur bisa KKN bersama kamu dan Eri, seandainya saja KKN Eri tidak bersama kamu dan hanya aku saja, mungkin tidak akan ada titik terang dari perasaanku kepadanya ucap Rino

everythings gonna be fine, as long as you can keep your love for a while ucapku

iya, ar dan mas-masnya teman arya terima kasih banyak… ucap rino berdiri dan membungkuk ke arah kami

woi… santai kenapa? ndak usah terlalu formal ucap anton

wah belum pernah hidup dijalan ini orang ucap dewo

sudah-sudah namanya juga mahasiswa teladan, tul ga no? ucapku

eh… bukannya begitu, aku hanya mengungkapkan rasa terima kasihku ucap rino

dah yang penting kamyu jaga diri ya sayang ucap dira yang sedang bersolek dengan kaca di tangannya

Kami semua memananng rino dengan senyuman, rino pun tersenyum seakan mengerti maksud kami.

ar, mungkin aku akan pulang kerumah terlebih dahulu sembari menunggu kabar darimu. Aku akan mengikuti arahan dari anta ucap rino

eh… anta, oia gimana kabar dia? ucapku

Bersambung