Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 72

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 72 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 71

Setelahnya aku bercerita mengenai bagaimana aku sampai di desa banyu biru dan banyu abang, bertemu mbak maya dan hubunganku dengan mbak maya hingga akhirnya aku bisa bertemu untuk pertama kalinya dengan Kakek Wicak dan Nenek Mahesawati yang kehidupannya sangat memprihatinkan. Kuceritakan garis besar bagaimana kehidupan mereka yang teraniaya oleh ayahku.

Berlanjut kembali ke teka-teki mengenai komplotan-komplotan Ayah, mencoba mengetahui siapa nama-nama dari mereka semua. Hingga menuntunku ke tempat seorang wanita setengah bay bernama Tante Wardani, yang akhirnya aku juga terpaksa melakukan hubungan dengannya.

Mbak echa, mbak ella di PKL bagaimana aku bisa berhubungan dengan mereka. Dilanjutkan mbak erlina yang tidak sengaja aku selamatkan ternyata memberiku informasi besar mengenai semuanya. Mbak ara medita yang aku temui di KKN juga berkaitan dengan komplotan Ayah, yang merupakan anak dari Si Buku, orang yang mencoba memperkosa ibuku dan harus aku selamatkan nyawanya di kemudian hari.

Rani, dan Eri teman KKN yang merupakan anak dari dua orang komplotan ayahku. Yang kemudian terkahir adalah ayah rani yang dapat diselamatkan memberiku petunjuk mengenai memori masa lalu ayah dan juga perumahan ELITE ini.

maafkan mas jika cerita yang mas ceritakan membuat ade sedih. Itulah ayah mas yang sebenarnya, dan mas juga bingung dalam mengahadapi situasi ini, hingga akhirnya mas… ucapku lirih

itu jalan hidupmu dan aku disini untuk mendukungmu menjadi lebih baik. Aku hanya ingin kamu berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Menjadi pasangan hidupku… ade berharap mas lebih hati-hati lagi karena ade tidak mau kehilangan mas balasnya dengan air mata mengalir

maafkan mas atas semua yang telah terjadi, seandainya saja ayah mas tidak sekejam itu. mungkin mas tidak akan terperosok jauh dalam lingkaran gelap ini ucapku

jangan pernah memarahi masa lalu, jangan pernah menyesali masa lalu karena masa lalu itu tidak akan pernah berubah sekalipun mas menangis memohon untuk dirubah.. mas menolong mereka, tapi mungkin setelahnya diluar perkiraan mas tapi… hiks… ehem… ucapnya kemudian mengembangkan senyuman

jangan pernah mengulanginya lagi, karena apa yang ada dimas… sudah menjadi milik ade walaupun belum seutuhnya… ucapnya

eh maksud ade? ucapku

mas adalah milik ade sekarang ini, ketika mas bersama ade… ade tidak bisa melarang mas ini itu, karena memang pada dasarnya mas adalah pacar ade. Dan ade tidak akan memaksakan semuanya ke mas. Tapi jika suatu saat nanti kita sudah benar-benar sah… sekali saja mas melakukannya diluar entah dengan siapa dan ade tahu… ucapnya terpotong

eh… aku memandangnya tajam

mas tidak akan melihat ade hidup lagi… karena ade tidak mau kehilangan mas balasnya dengan senyum mengembang dan mata yang berkaca-kaca

Ingatkan mas selalu, agar nanti ketika kita memang benar-benar bersama, mas sudah benar-benar baik untuk ade. Dan mas akan berusaha semaksimal mungkin untuk berubah, kamulah alasanku untuk berubah… bersama ataupun tidak selalu berada dalam hatiku karena kamu, Dian, yang bisa merubah aku… balasku dengan air mata berlinang, dian kemudian bangkit dan memelukku

maaaas hiks hiks hiks ade sayang banget sama maas, hiks hiks hiks pokoknya mas hati-hati, terus ndak boleh main sama cewek lain… mas Cuma punya untuk adeeeeee hiks hiks hiks buat ade seorang hiks hiks ucapnya sambil memelukku erat, terasa air matanya membasahi bahuku

heeh… untuk ade… ucapku

Aku menariknya dan membalas pelukannya, kurebahkan tubuhku diatas sofa begitupula tubuh dian ikut rebah bersamaku. Dian berada diatasku, duduk mengakangi pinggangku, pandangannya tajam ke mataku, dengan mata sendunya. Kening kami bersatu, diikuti hidung kami juga bersentuhan. Kurasakan air matanya menetes di wajahku, aku tersenyum dengan tangisan pelan.

be with me… always ucapnya lirih

always… with you balasku lirih

hiks hiks hiks jangan pernah tinggalin ade lagi, ade sudah capek nyari mas… ade sudah ndak mau lagi jauh dari mas, ade ndak tahu kenapa ade bisa cinta dengan mas, ade ndak tahu kenapa ade benar-benar ingin selalu dekat dengan mas hiks hiks hiks… yang ade tahu cuma…

ade akan bahagia bersama bocah itu… hiks hiks hiks ade sudah tidak mau lagi menanti dan kehilangan… sakit, ndak mau lagi hiks hiks hiks… isak tangisnya semakin menjadi

Kami berpelukan kembali, menangisi jalan cerita yang tidak seperti kenyataan kami. seandainya saja sebuah cerita indah, bertemu lalu berpisah kemudian bertemu kembali dalam keadaan yang lebih baik tanpa ada sebuah konflik atau polemik, ah itu hanya di sebuah cerita film saja.

Walau dalam hatiku aku selalu berharap hidupku seperti di film-film laga, dimana seorang ksatria selalu berada dijalan kemenangannya. Tak peduli seseulit apapun ketika berada dijalan yang gelap dan menakutkan, tetapi di akhir ceritanya selalu ada senyum di wajah sang ksatria itu.

Ah itu hanya mimpi, sekarang aku mempunya banyak beban di bahu dan hatiku. Ibu, kakek, nenek, pak dhe, bu dhe, sahabat-sahabatku, dan keluarga baruku erlina, rani, eri semua menjadi tanggung jawabku. Terlebih lagi kini ada seorang malaikat yang selalu menanti dan ingin selalu bersamaku, Dian. apa mungkin aku terlalu konyol dengan pemikiranku, menanggung semua beban ini sendiri?

jangan pernah mas menanggung beban mas sendiri hiks ada ade disini mas yah, jangan pernah sekalipun mas merasa diri mas sendiri karena mas punya ade, Ibu, keluarga dan juga sahabat-sahabat mas…

kami semua mendukungmu dan akan membantu menyelesaikan masalah mas sendiri ucapnya lirih ketika wajahnya beringsut dari samping wajahku dan kini berada di atas wajahku. Aku memeluknya kembali, seakan menangis sekeras-kerasnya.

argh… tidak mungkin ku bisa menyelesaikannya sendiri. kenapa selalu seperti ini? kenapa semua selalu aku yang memikirkannya? Bukankah selama ini aku tidak pernah mempunyai rencana jika bukan koplak yang membantuku. inilah aku memang selalu begini, memojokan diri sendiri karena masalah yang aku hadapi.

Merasa bahwa aku bukan orang yang paling bahagia, dan tidak pernah merasakan bahagia karena masalah-masalah yang ditimbulkan ayahku. Kenapa selalu begini? Aku punya mereka, mereka yang bisa selalu kuandalkan, yang selalu aku coba lindungi.

terima kasih sayang… aku tidak menyangka dosenku sendiri yang sekarang menemaniku, terima kasih sudah memilihku, terlebih lagi selalu ada disetiap waktu, seandainya bukan kamu yang menjadi DPL-ku, seandainya kamu yang bukan menjadi dosbingku, aku tak mungkin memelukmu seperti saat ini… terima kasih, karena menjadi wanita yang menemaniku dikala itu, kita pasti bisa mengulanginya lagi sayang, pasti… hiks… jawabku

heem sayang…mmmm… ucapnya yang lalu meletakan bibirnya di bibirku

Tubuh kami bersatu walau pada dasarnya tidak seperti yang diharapkan seperti cerita-cerita sebelumnya. Aku hanya memeluknya, meremas tubuhnya dengan tubuhku. Merasakan hangatdari tubuhnya hingga akhirnya aku merasakan lelah karena menangis, kupeluk tubuhnya erat di sofa TV dengan rasa kantuk yang sangat kuat.

ade… ucapku dengan nafas sedikit tersengal

Ya mas…jawabny, terdengar nafasnya pun sedikit belum teratur

ade tadi mandi? tanyaku dengan bibir tersenyum

Eng… mas itu yang belum mandi, ade sudah mandi mas tahu sendiri balasnya sambil melepaskan pukulan ringan ke dadaku

Ouwh… pakai air? candaku

iih… mas lama kelamaan nyebelin uh,ya pakai air ucapnya sambil membalikan tubuhnya, dan kini aku memeluknya dari belakang, terlihat pipinya mencembung

bohong… balasku

terserah week… mas itu aneh-aneh saja jawabnya

ade yang aneh… mandi ndak pakai air balasku sambil memeluknya erat

mas ada apa sih? Kenapa masku sayaaaaang?iya deh ade mandi ndak pakai air ucapnya

pantesss… ini mas lengket terus ndak bisa lepas, ade pakai lem pasti tadi mandinya he he he candaku melunakkan suasana

ehem… besok ade mau pakai solasi saja, biar mas ndak kemana-mana lagi, nempel terus hi hi hi ucapnya sambil tersenyum dan memundurkan tubuhnya semakin kebelakang

kalau ndak kemana-mana, berarti ndak boleh kerja dong? candaku

iya ya… hmmm… nanti ada saatnya… ade ngantuk, pengen bobo… ucapnya lirih

heem… erghh… jawabku sambil tanganku memeluk tubuhnya

Dalam keheningan siang ini setelah beberapa jam aku bercerita semuanya. Lelah juga dengan perasaan sedih, aku memutuskan untuk memeluknya dalam panas siang ini. tidurlah sayang… tidur, aku akan bersamamu.

Ya, bersama wanita dewasa yang manjanya melebihi seorang gadis kecil. Wanita dewasa yang selalu manja dihadapanku, selalu ingin di dahulukan daripada yang lain. Wanita dewasa yang manja dan lebih dewasa pemikirannya dariku tetapi berlagak seperti anak kecil ketika dihadapanku.

Membuatku seperti seorang lelaki dewasa walaupun sebenarnya tidak bisa sebijaksana, sebertanggung jawab, sehebat laki-laki dewasa pada umumnya. Tapi dihadapanya, berbeda…

These is real life, these is real thing, these is real life that i cant hide (bon Jovi).Ringtone. nomor tidak dikenal.

Aku dan dian terkejut hingga terbangun karena suara ringtone Smartphoneku yang tak henti-hentinya berbunyi. Beberapa kali Smartphone itu diam tapi kembali lagi bersuara dengan kerasnya. Aku angkat tubuhku namun sebelumnya aku cium pipi kirinya. Dian tersenyum kepadaku dan masih tetap rebah pada posisinya. Ku ambil Smartphone yang tadi direbut oleh dian di lantai.

hoaam siapa mas?ergh… ucapnya sembari mengangkat tubuhnya sebagian dan bertumpu pada kedua tangannya

ndak tahu, nomornya ndak ke daftar, mas angkat dulu hoaaam… ucapku duduk dilantai dan bersandar di sofa tepat dibawah dian. dian kemudian memeluk leherku.

halo…

hiks hiks kak… eri sudah dirumah hiks…

eh rani… (mataku langsung terbelalak kaget karena itu adalah rani, kemudian dian berbisik kepadaku untuk mengaktifkan loudspeakernya)

cepetan tolong eri kak hiks hiks nanti malam dia hiks hiks hiks tolongiiiiiiiiin hiks hiks hiks

Eh iya… iya, kamu tenang dulu, kalau nangis terus kakak ndak bisa tenang juga?

iya hiks hiks hiks segitunya kakak sama rani hiks…

rani… tenang dulu… bukan maksud kak arya marahin kamu, tapi kalau adik ndak tenang nanti kitanya juga ikut bingung kan? Senyum dulu sayang (Dian menangkan rani)

mbak dian hiks hiks hiks kak arya nyebelin kalau ngomong bentak-bentak terus enakan sama mbak dian hiks hiks hiks

iya iya kakak minta maaf, dah sekarang rani cerita sama kakak tapi ndak pakai nangis dulu okay? Hirup nafas dalam-dalam okay?

huum huffffthhh….

sudah? Sekarng cerita ya…

okay.. hiks… eri tadi rani telepon, katanya dia sudah ada dirumahnya di perumahan ARWAH (ASRI DAN MEWAH) di nomor 69. Ayahnya bilang bahwa malam nanti setelah jam 8 malam, eri harus mau melayani ayahnya dan juga anak buah ayahnya. Dan setelah malam nanti eri harus menjadi pelayan ayah dan semua anak buah ayahnya, tidak boleh menolak apapun alasannya. Jadi kakak jika bisa kak tolong eri kak… jika kakak bisa…

okay, ill do it…

terima kasih kak, kakak memang kakak terbaik buat rani dan eri… mbak dian jangan cemburu ya mbak hiks…

iya ndak cemburu kan sama adik ipar hi hi hi ayo senyum dulu… (dian menjawab)

heem… adik sudah senyum kok mbak

okay sekarang kamu tenang ya, kalau eri memberikan informasi tambahan kamu langsung kabari kakak ya?

iya kak… nanti rani coba hubungi lagi, karena tadi setelah telepon eri bilang terlalu berbahaya kalau rani telepon terus

“ran, memang sebaiknya kamu tidak hubungi eri dulu. History Smartphonenya akan mencatat nomor kamu

kakak tenang saja, eri tadi sudah bilang kalau setiap kali telepon eri selalu menghapus log informasinya dan juga sms-smsnya

hufth… okay, kalau begitu kakak akan memikirkan bagaimana caranya untuk sampai kesana, okay?

ya kak, kakak hati-hati, jagain mbak dian juga ya kak..

iya pasti, kakak akan jaga kalian semua

terima kasih kak, rani sayang sama kakak… mbak dian jangan cemburu lho

iya sayang… (dian menjawab)

dadah kakak dan mbak tuuuut

Dian kini duduk bersila diatasku, kuletakan Smartphoneku dilantai dan mendongak ke atas. bibirnya kemuadian mendarat di bibirku.

hati-hati… ucap dian

pasti, karena kamu aku pasti akan lebih hati-hati ucapku, entah kenapa tiba-tiba mata dian mengatakan sesuatu kepadaku tapi aku tidak bisa menangkapnya

Aku bangkit dan kulihat jam dinding yang mulai menertawakanku menunjukan pukl 16:00. Ku tinggalkan dian di ruang TV tapi yang namanya cinta, dia tetap mengikuti masuk ke dalam kamar. Aku berganti pakaian didekatnya tanpa rasa risih sekalipun.

Memakai semua penyamaran yang selalu aku gunakan, dian memandangku dengan tatapan mata yang sedih. Dian kemudian keluar dari kamar entah kemana dia, aku segera menyiapkan semuanya mengirim sms ke pak wan untuk menjemputku.

Aku keluar dari kamar,mendapati dian berdiri mematung didepan pintu kamar. wajahnya sedih, pandangannya menunduk ke bawah seakan tak ingin aku pergi dari rumah ini. aku mendekatinya dan kupeluk tubuhnya, tangannya perlahan memelukku. Ku dengar sedikit suara sesengukan darinya.

Sudah tenang saja… ucapku

hiks hiks hati-hati pokoknya haru pulang lagi kerumah ucapnya

heem… balasku

Kami berpelukan lama, sebenarnya aku sudah tidak ingin lagi terlibat lebih jauh lagi. Sudah ada dian disini, sebenarnya aku jalani hidupku normal saja mungkin bisa. Iya, mungkin kalau saja ayah tidka mempunyai keinginan untuk membumi hanguskan keluarga besar ibu.

percuma kebersamaanku besama dian, dan aku tidak bisa menikmati indahnya hidup bersamanya. Lama kami berpelukan hingga sebuah taksi membunyikan klakson di luar rumah.

pak wan sudah datang, doakan mas ya… ucapku

heem pasti… jawabnya

Aku melepaskan pelukan dan berjalan ke arah pintu. Dian kembali menarik jaket yang aku kenakan dan merebahkan keningnya di punggungku.

hiks… mas harus hati-hati, ade nunggu dirumah… ucapnya

pasti… ucapku, aku berbalik dan mencium bibirnya

Setelahnya aku keluar dan dian hanya memandangku dari dalam rumah. Wajar dia tidak berani keluar rumah karena hanya memakai tank-top dan celana pendeknya. Aku masuk ke dalam taksi dan pak wan langsung berjalan, ku menoleh ke arah dalam rumaj. Tampak dian melambaikan tangannya ke arahku. Taksi berjalan semakin jauh, dan kini hanya aku bersama pak wan saja.

kemana den? ucap pak wan

Perumahan Arwah ucapku

ada apa den? Apakah aden sedang dalam misi baru lagi? ucapnya

iya, misi baru pak. Eri, teman KKN-ku salah satu dari anak komplotan Ayahku. Dia harus diselamatkan ucapku

Ciiit….

den, cerita sama bapak dulu, baru bapak mau jalan ucap pak wan

ini mengenai anak dari komplotan ayah yang perlu diselamatkan pak. Dia nasibnya sama dengan Rani yang waktu itu lho pak, masih ingat? ucapku

tapi kenapa aden sendirian? Terlalu berbahaya den ucapnya, yang kemudian menjalankan taksinya kembali

sudah tidak ada waktu lagi untuk menghubungi koplak, jam mainnya jam 8 malam. Dan kalau harus menghubungi koplak akan terlalu lama pak. Ini sudah hampir jam 6 sore ucapku

terlalu berbahaya den, hubungi teman yang lain den… ucap pak wan

kalau dihubungi bisa-bisa malah yang disana sudah di K.O pak ucapku

terserah aden, yang penting aden hati-hati… ucap pak wan

Perjalanan kembali berjalan tanpa pembicaraan, pak wan menyuruhku untuk berisitirahat sebelum sampai di tempat tujuan. aku berbicara kepada pak wan untuk membangunkan aku jika nanti aku tertidur. Dan benar akhirnya aku tertidur dalam lelapku, entah seberapa lama aku tertidur. hingga…

arghhhh….. teriakku spontan karena ada seseorang yang duduk diatasku, mataku terbuka dan mencoba mengangkat bokong yang mendudukiku

sialan… siapa….. DIRA?! ucapku yang seketika itu melihat keatas dan dira menoleh kearahku

apa? Mau main sendiri? mending sama dira kan enyaaak hi hi hi jawabnya

Plak… pipi kananku

Plak… pipi kiriku

aduh… sialan ka ka kalian kenapa? ucapku

sialan kamu cat, asu, celeng , bajingan… sudah dibilang jangan main sendiri, masih main sendirian! ucap wongso di kananku

kemaki (sok berlagak hebat)… ucap dewo

durung tahu digebuki po? (belum pernah di pukuli orang ya?) ucap anton di depanku

eh… kok kalian bisa disini ucapku

maaf den, pak wan ndak bisa membiarkan aden sendirian… ucap pak wan

BENAR ITU! MAIN BARENG ITU LEBIH BAIK DARIPADA MAIN SENDIRI YANG PENTING BUKAN KENTHU BARENG-BARENG! HA HA HA HA jawab wongso, anton, dewo, dira

maaf ya den, begitu bapak tahu aden mau melakukan misi sendiri. bapak langsung mengirimkan sms ke mas wongso ucap pak wan

dan yang bisa saat ini Cuma kita berempar cat, jadi ya kita berlima saja sudah oke. Dan tenang saja, nanti pak wan bisa langsung pulang karena kita tadi datang bawa motor tiga. Dari yang diceritakan pak wan, kita akan menyelamatkan eri tanpa ada orang lain.

3 motor, 1 untuk kamu, 2 untuk kami berempat. Nih kuncinya motornya ada dibelakang taksi, aku nanti sama anton, dira sama dewo ucap wongso

lha ini dimana? Dir kamu turun kenapa? berat tahu! ucapku

iiih… enak kan disini, kontol kamu kok ndak berdiri ya? ucap dira

lha aku tahu kamu cowok ngapain berdiri?! protesku

iiih segitunya, nanti dira tit fuck deh kalian satu-satu kalau selesai hi hi hi ucap dira

matamu! teriak kami berempat

ini sudah disamping perumahan, pos satpam ada didepan cat. Dam sekarang sudah jam setengah delapan ucap anton

lha bagaimana kita masuk? ucapku

tenang den, itu yang jaga orang banyu abang. Mereka teman bapak, dan juga tetunnya aden tahu kan. jadi aden dan teman-teman aden bisa masuk dengan bebas. Bapak tidak menduga kalau sasaran berikutnya tempat ini. Akan saya kode dari sini… ucap pak wan

mantabz! Teriak kami berlima

maaf ya bro… ucapku

biasanya juga bagaimana… tenang bro… ucap wongso menepuk bahuku, begitupula dewo. Anton mengacungkan jempol dan dira menekan dedek arya dengan bokongnya.

pakai ini, untuk komunikasi… dan aku sudah siapkan rencana, plat nomor pak wan saja sudah aku ganti sejak tadi waktu berangkat dan mendengar cerita dari pak wan aku sudah siapkan semuanya… tapi ingat, ini rencana dadakan dan kita tidak tahu jumlah mereka ucap anton memberikan peralatan komunikasi kecil kepada kami.

Pak wan mengedipkan lampu taksi, dan selang beberapa saat terlihat satpam keluar dari pos satpam. Kedua satpam itu dan memberi kode agar kami segera masuk ke dalam perumahan. semua motor yang berada dibelakang taksi kami tinggal begitu saja. Mobil melewati pos satpam.

mas, tolong jagain motornya den arya ucap pak wan kepada salah satu satpam

inggih pak, kulo jagi, atos-atos nggih pak, den, kalihan mas-masnipun (iya pak, saya jaga, hati-hato ya pak, den, dan mas-masnya) ucap satpam tersebut dengan sangat sopan apalagi ketika menghadap kearahku

den wicak pokoknya hati-hati ucap seorang satpam lagi sambil mengetuk pintu kaca belakang

inggih mas (iya mas) ucapku, mobil kemudian berjalan masuk ke dalam perumahan

gila, arya hebat banget, pada hormat sama kamu semua ucap dira

kakek den arya yang selama ini membantu kami, dan kami belum sempat membalasnya. Jadi cucunya harus kami lindngi semua, kalau dikatakan siap mati, kami siap ucap pak wan

Mereka berempak kelihatan melongo, dan yang jelas aku sedikit berkaca mengingat kakek yang terakhir kali memelukku. tak berlarut-larut dalam cerita, kemudian anton mengatakan rencananya kepada kami agar kami bisa masuk kedalam rumah.

lha alamatnya? ucap pak wan

perumahan arwah nomor 69 ucapku

okay, langsung pada posisi. Pak, berhenti dulu sebentar ucap anton

Anton kemudian bersembunyi di jok depan mobil tepatnya meringkuk di tempat kaki. Dira kemudian duduk dipinggir kiri jok belakang, wongso meringkuk dibawah jok. Dewo keluar dan masuk ke bagasi belakang dan tentunya tidak ditutup rapat, sedangkan aku meringkuk disamping dira dan ditutupi oleh kain yang entah dari mana dapatnya. Lampu taksi dalam keadaan mati dan berjalan mendekati tempat tujuan, berputar-putar sejenak dan berhenti. Kulirik jam digital pada taksi menunjukan pukul 20:30.

DIRA (Sudut pandang orang ketiga)

Wanita? Bukan… pria? Juga bukan… inilah salah satu anggota koplak yang koplaknya kebangetan. Sudira, laki-laki perempuan inilah yang selalu menjadi tombak depan koplak ketika menyelesaikan masalah arya.

Klek… blughh… pintu taksi terbuka dan kemudian dibanting oleh dira. Dira dengan tas kecil tergantung di bahunya melangkah mendekati pintu gerbang diiringi Taksi yang bergerak maju kemudian berputar dan berhenti tidak jauh dari rumah Eri. Dira yang kemudian berada di depan pintu gerbang dihadang ada dua orang tinggi besar.

Siapa kamu?! mau apa?! ucap lelaki 1

iiih si mas galak banget deh, ini akyu dipanggil kesini katanya ada pesta, dan akyu salah satu yang meramaikan lho mas, masa mas ndak bisa lihat sih dandanan akyu ucap dira, kedua lelaki itu sebenarnya sudah terbelalak dengan pakaian dira yang sangat seksi dan bahkan memperlihatkan sebagian payudaranya

hmmm.. slurrp enak tuh, namanya siapa nih? ucap lelaki 2, menelan ludah sambil mencolek tangan dira

Dira mas, ih mas colek-colek deh… kan jatahnya nanti, mau sekarang mas? Ndak papa sih, dira suka lho mas kalau main diluar. Asyik deh kayaknya apalagi lawannya dua orang hhmmm… ucap dira

ssst… bagaimana, kita nikmati dulu saja? ucap lelaki 1

benar juga, mumpung masih fresh ini ucap lelaki 2

tapi jangan didalem bro, ntar kalau ketahuan disini saja ucap lelaki 1 memberi isyarat ke lelaki 2 untuk bermain disekitar pintu gerbang saja, dira hanya senyum-senyum dan mendekati lelaki 1. Tangannya mengelus bagian selangkangan lelaki 1.

ughhh… kayanya memang harus disini ucap lelaki 1

disini juga ndak papa kok mas, dira kuat kok… memang didalam masih ada berapa? ucap dira menyelidiki sambil satu tangannya mengelus selangkangan lelaki 2. Posisi dira sekarang berada ditengah laki-laki

Ouwh… ada 11 orang lagi didalam, emang kuat ya mbaknya kalau sembilan orang? ucap lelaki 1

iiih jangankan 11 orang, 13 sama masnya kalau minta lagi saja dira kuat kok. Suka banget kalau dira jadi pusat kontol-kontol masnya hi hi hi… kaya di pidio-pidio jepang gitu mas, mandi sperma

ayo kapan nih? Apa dira perlu masuk ke dalam dulu, masnya dapat sisa? lanjut dira merayu

***

Bersambung