Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 69

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 69 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 68

Aku sudah mencoba untuk membangun duniaku disekitarmu… tapi apa? Apa yang selama ini aku dapat? Setiap kali aku mencoba mendekatimu, setiap kali aku sudah merasa dekat denganmu kamu semakin menjauh hiks hiks hiks…

apa sih sulitnya mendengar? Apa sih sulitnya memaafkan? Apakah memang benar aku ini tidak bisa dimaafkan? lanjutnya, membuatku memandangnya kembali memandang wajah itu untuk kesekian kalinya

APA SIH MAUMU?! teriaknya tanpa sama sekali memandangku

eh… aku sedikit terkejut dengan teriakannya

Alunan nafasku merasakan ketakutan, karbon dioksida pun terasa malas untuk keluar dan rasa bersalah kepadanya membuatku semakin tertancap di tempatku berdiri…

Aku tahu aku memang salah, aku mencarimu, aku menunggumu… mencoba untuk bisa mengerti akan dirimu… hiks hiks hiks

Aku tahu aku salah, tapi apa salahnya kamu mendengar sedikit saja penjelasan dariku hiks hiks… felix? ahhhh… hiks… oke aku tahu salah karena pernah jatuh hati kepadanya, tapi apakah hatiku bisa menerimanya dan melupakan bocah itu begitu saja? TIDAK!

memang benar aku telah menyakiti hati ketika aku dilamar, tapi seandainya hati itu tahu aku juga meraskan sakit karena telah membohongi hatiku sendiri. AKU TIDAK MENERIMANYA! KARENA AKU… AKU MEMILIH HATI YANG SELAMA INI AKU CARI! teriaknya

DENGAR TIDAK?! Hiks hiks hiks lanjutnya dengan teriakan-teriakan menghakimi egoku, membuatku semakin tak mampu untuk melangkah mendekatinya

Apa hanya karena apa yang dilihat oleh matamu kamu tidak mau mendengarkan kata hatimu dan mencoba mendengar penjelasanku? Egois! ucapnya mengingatkan aku tentang apa yang aku lihat ketika wanita ini dipaksa diruang dosen

I dedicate my life to you, you know that I would die for you
But our love would last forever
And I will always be with you and there is nothing we can’t do
As long as we’re together
I just can’t live without you and I want you to know
I need you like I’ve never needed anyone before

​Kenapa hanya diam? Marahi aku yang selama ini menyakitimu… aku sudah putus asa… aku mendatangimu dan mengatakan siapa aku, tapi kamu malah menjauhiku… Apa?

Apa hiks apa salahku? Hiks hiks hiks hiks Saat itu aku sudah ingin menyerahkan hatiku, hati yang selama ini mencarimu, hati yang malu ketika bertemu denganmu hiks hiks kenapa? kenapa menjauh hiks hiks hiks… ucapnya dengan isak tangis yang semakin menjadi, kucoba melangkah mendekatinya.

Aku kotor… ucapku lirih bertepatan dengan satu langkahku mendekatinya

kotor? Kotor bisa dibersihkan, rusak bisa diperbaiki! Kenapa selalu menyalahkan diri sendiri? apa tidak ada keyakinan dalam batin untuk bisa berubah? Dan kenapa harus menjauh? AKU TIDAK INGIn JAUUUUUUUUUUUUUUHH! ucapnya, membuatku semakin menjadi manusia terbodoh di dunia ini

kenapa sih tidak memberikan sedikiiiiiiiit saja untuk hati berpikir, berkeyakinan kalau semua pasti bisa diperbaiki tanpa harus menjauh, tanpa harus menyakiti!… hiks hiks hiks hiks… bisa kan untuk saling mengerti? lanjutnya, memang benar jika wanita selalu lebih dewasa dari lelaki. Kakiku semakin membeku dengan alunan angin malam yang dingin

Ayo ngomong dong hiks hiks hiks… katanya ahli bela diri… semua orang takut kepadamu… semua orang merinding di hadapanmu… tapi he he hiks hiks dengan hati saja tidak bisa jujur, memangnya hidup hanya untuk berkelahi! Hiks hiks hiks ucapnya, aku semakin terpaku dibuatnya

Aku yang salah… ucapku lirih

Ini bukan pengadilan hiks hiks hiks bukan untuk mencari siapa yang benar atau salah hiks hiks hiks… ini tentang bisa tidaknya manusia menghargai hatinya sendiri lanjutnya, hati? Apa benar aku mempunyai hati. Kenapa aku diam? Apakah karena hatiku sudah tidak ingin mengalah lagi?

I live my life for you
I wanna be by your side in everything that you do
And if there’s only one thing you can believe is true
I live my life for you

kenapa masih ganjel karena di marahi sama cewek judes dan ndak jelas? Iya kan?

Pakai hati? Pakai perasaan, punya ndak sih!… wanita itu mikirnya pakai perasaan, wanita itu inginnya dimengerti kenapa sih lelaki selalu berpikir pakai logikaaaaaaaaaaa terus hiks sekali saja…sekaliiiiii saja… pakai hati, pakai perasaan… hiks hiks tanyakan pada hati kenapa sih ada cewek marah-marah kepadaku?

Pasti ada jawabannya, pasti hiks hiks kalau pakai hati mikirnya! Hiks hiks hiks lanjutnya… aku tertunduk dan semkin tak mampu berkata-kata lagi, mungkin memang karena terlalu egois dan tidak mau disalahkan

Srrsssrrrssshhhh…. angin dingin menerpa kami berdua, suasana semaikin dingin dengan setiap deru tangisnya

Anda? Iya kan laki-laki itu kan? Apakah hati tidak mengatakan untuk berjuang? Apakah karena kotor harus kalah? Menjatuhkan puluhan laki-laki dengan kepalan tangan saja bisa, tapi menunjukan kata hati… hiks hiks hiks kenapa malah mengalah? Apakah hatimu memang sudah berpaling dariku? Katakan kepadaku? ucapnya yang kini memandangku dengan air mata yang mengalir di pipinya

Aku… aku … maafkan aku… ucapku

kenapa mas? Apakah janjimu dulu kepadaku adalah bohong? Aku selalu mengharapkan janji itu mas… selalu… karena bocah itu, adalah lelaki pertama yang membuatku menjadi seorang wanita dengan kata-katanya… hatiku juga sudah berjanji untuk menemukannya dan yakin akan bertemu dengannya…

dan… sekarang aku bertemu dengannya tapi… tapi apakah dia masih ingat akan janjinya? Hiks hiks hiks… aku terlalu bodoh… terlalu bodoh mengharapkannya… benarkan mas? Aku ini bodoh? Katakan mas kalau aku ini bodoh… iya kan he he aku bodoh ya mas hiks hiks hiks sangat bodoh tepatnya kan mas hiks hiks hiks ucapnya memandangku,

Eh… tidak ucapku

Aku langsung melangkah mendekatinya dan berlutut dihadapannya, kupegang kedua bahunya…

tidak, kamu tidak bodoh, aku yang bodoh… akulah yang selama ini salah… aku yang salah maafkan aku… aku tidak pernah bisa menangkap apa yang kamu inginkan maafkan aku… ucapku kepadanya memandang kedua matanya

aku benci! Aku benci kamu! dasar lelaki sok ganteng! Dasar lelaki bodoh… aku benci… aku sngat benci kamu… hiks hiks dasar lelaki sok jago… lelaki suka menyakit hati perempuan… aku benci… kamu itu gak ganteng… kamu itu jelek hiks hiks… mahasiswa jelek… ucapnya, ke dua tangannya mengepal memukuli dadaku

suka bohong… ndak mau jujur aku benar-benar benci kamu… gak ganteng, jelek, suka nyakitin, bodoh hiks hiks sok ganteng hiks ndak mau ngalah ndak mau jujur hiks pokonya benci aku benci kamu.. benci… benci… benci… benci… benci… benci… benci… benci… benciiiiiiiiiiiiiiiiii… ucapnya terus menerus sambil memukuli dadaku, walau aku tahu bukan itu kata hatinya

Aku memeluknya, kedua tanganya berkumpul didadaku…

hiks hiks hiks aku benci kamu… benci… sama kamu hiks hiks hiks… sangat benci kamu hiks hiks hiks ucapnya disertai isak tangis

iya… aku tahu maafkan aku… ucapku

Dasar bodoh! Hiks hiks hiks ucapnya

Aku mencintaimu… ucapkku tepat ditelinga kanannya

Kedua tanganya yang semula berkumpul didadaku, menelusup masuk diantara tangan dan dadaku. Kedua tangannya memelukku dengan erat…

dasar bodoh laki-laki bodoh… hiks hiks hiks… ucapnya

I LOVE YOU ucapku mengulangi

bodoh hiks hiks pintanya

I LOVE YOU ucapku mengulangi

lagi…. pintanya

katanya bodoh… sedikit godaku dalam haruku

cepetaaaaaaaaan! Hiks hiks hiks ucapnya dengan masih memelukku

I LOVE YOU ucapku mengulangi

ndak denger… masih benci… pintanya

I LOVE YOU ucapku mengulangi

masih benci hiks hiks… pintanya

benci… benar-benar cinta kan? ucapku

hiks hiks huum hiks hiks… pintanya

benar-benar cinta kamu… ucapku

bodoh!… ucapnya yang semakin manja

lagiiiiii pokoknya lagiiiiiii…. pintanya

I LOVE YOU… I LOVE YOU… I LOVE YOU ucapku mengulangi

ndak dengger…. pintanya

I LOOOOOOOOOOOOVE YOU ucapku panjang

ENGGAK DENGER! Who is you? hiks pintanya semakin manja

AKU CINTA DIAN RAHMAWATI ucapku keras

Aku siapa? hiks pintanya kembali semakin manja dengan sedikit tangis yang belum reda

ARYA MAHESA WICAKSONO CINTA DIAN RAHMAWATI ucapku kembali dengan pelukan semakin erat, aku mencium bahunya

Ndak denger… ucapnya datar kelihatan judesnya

HEIIIII SEMUANYA REMBULAN ANGIN MALAM LANGIT POHON-POHON …. AKU ARYA MAHESA WICAKSONO CINTA DAN SANGAT MENCINTAI DIAN RAHMAWATI DOSENKU SENDIRI teriakku dengan sedikit melepas pelukannya,

Kupegang kedua pipinya…

sudah dengar? ucapku

ndak denger apa-apa… jawabnya sambil sedikit menggelengkan kepala

beneran belum dengar? ucapku kembali memandangnya dengan tatapan cinta

belummmhhhhh…. mffffhhhh…. ucapnya, seketika itu pula ketika dia menjawab aku memajukan bibirku dan menciumnya. Ya bibir kami saling melekat…. Hingga sebuah lagu dari firehouse (I live my life for you) berhenti dan sebuah agu lawas kembali berputar

I could stay awake just to hear you breathing
Watch you smile while you are sleeping
While you’re far away and dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Every moment spent with you is a moment I treasure

Kedua tangannya memeluk leherku, tubuhnya di jatuhkannya ke tubuhku. Dibalasnya ciumanku, aku duduk terjatuh dan perlahan aku jatuhkan tubuhku kebelakang. Kedua kakiku terbuka lebar, tubuhnya berada diatasku.

Kedua tanganku berpindah dan memeluknya dari bawah ketiaknya. Kupeluk erat tubuhnya, kedua tanganya yang masih berada di belakang kepalaku berpindah di atas dadaku. Kini wajahnya tepat berada diatas wajahku, dia tersenyum kepadaku dan aku membalasnya. Tiba-tiba saja sedikit air mataku mengalir.

cengeng… begitu ucapku

hiks… jelek… ucapnya

biarin yang penting dapat dosennya sendiri ucapku menggodanya, dia hanya tersenyum dan sedikit mengangguk

Bodoh… ucapnya yang kemudian beringsut kebawah, pipinnya direbahkan di atas dadaku. Ah wanita, memang sulit dimengerti. Sedikit kuangkat kepalaku untuk melihatnya kembali. Kulihat dia sangat nyaman berada di atas dadaku, aku pun begitu.

bodoh bodoh bodoh bodoh bodoh bodoh bodoh bodoh bodo jelek jelek jelek jelek… ucapnya, sambil jari telunjuknya menekan-nekan di dadaku

cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta cinta… balasku sambil sedikit tersenyum, kuusap air mataku dan kembali memeluknya dengan pandangan ke langit atas

lagi… ucapnya manja

ndak mau… balasku sambil nyengir dan aku tahu dian tidak melihatku

auuuuch… iya aku cinta dian… ucapku karena kesakitan di cubit pada bagian dadaku

ndak denger… ucapnya lirih tapi aku merasa dian mengatakan dengan sedikit senyuman di bibirnya

arya cinta dian… lanjutku, tangan kananku perlahan berpindah ke kepalanya, kuelus rambut panjangnya yang terurai

Aku merasakan remasan erat dari tangan kanannya tatkala tangan itu berada di pundakku. Deru tangisnya mereda seketika itu, hati kami seakan menjadi satu malam ini. ya menjadi satu kembali setelah beberapa tahun terpisah.

Memang kebodohanku mungkin ketika orang yang dulu mmm tepatnya seorang perempuan yang dulu pernah aku temui aku campakan begitu saja. Rasa bersalahku kepadanya tetap masih ada walau sekarang mulai sedikit ditenangkan oleh hatinya.

Hembusan nafasnya sangat terasa di dadaku, tubuhnya terasa hangat mungkin karena hatinya memang benar-benar hangat. Rembulan, ya rembulan itu masih sama dengan yang dulu ketika aku membuatnya benar-benar menangis.

Argh… mungkin rembulan yang selama ini identik dengan keindahan perempuan tidak terima dengan apa yang aku lakukan padanya. Mungkin jika rembulan itu bisa berbicara kepadaku, dia akan memaki-makiku pada saat itu tapi kelihatannya dia sedang tersenyum kepadaku saat ini.

mau bobo disini? ucapku memecah kesunyian

huum… ucapnya tanpa mau menggeser tubuhnya

ntar digigit nyamuk lho… ucapku

asal sama mas… ucapnya pelan tapi membuatku seakan menjadi seorang ksatria, aku tersenyum.

dek, geser yuk… tubuh kamu berat banget.. ucapku

eng… ucapnya sambil sedikit memukul dadaku

maksud mas ade gendut gitu? ucapnya

endaaak… eh itu… sebentar erghhh… ucapku bingung, salah ngomong bisa berubah ini suasana

Sedikit aku angkat tubuhnya, aku duduk dan begitupula dia kupandang matanya yang masih sembab karena tangisan. Kami berdua saling melempar senyum, walau dipipi kami berdua masih ada sisa air yang jatuh dipipi kami berdua.

Aku bergeser dan bersandar pada bangku tempat duduk bagian bawah, kutarik masuk tubuh dian ke dalam pelukanku. Dengan posisi kedua lututku tertekuk keatas, kupeluk erat tubuhnya. Pipi kanannya di rebahkan di dadaku dengan posisi tubuhnya miring, kini aku dapat melihat wanita ini dengan jelas.

Kukecup keningnya… seketika kedua tangannya beralih ke belakang memelukku, tubuhnya kini benar-benar menempel di dadaku. Dari keningnya kuarahkan bibirku ke telinga kirinya…
terima kasih… karena telah memilih hatiku… terima kasih karena telah mau menjadi sandaran hatiku…

I Love You… ill fix my life with you… ucapku

I don’t wanna close my eyes
I don’t wanna fall asleep
‘Cause I’d miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing
‘Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I’d still miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

​keep close to me… I Love You Too… Arya ucapnya

Ill keep my heart close to you, not only my heart but me, myself and i… will always close to you… ucapku

Huum… me too… give me hug, its cold… ucapnya, yang langsung aku peluk lebih erat lagi

Wajahnya terbenam ke dalam dadaku, ditutupi oleh kepalaku yang tepat berada didepannya. Wajahku memandang wajahnya, wajah yang terasa sangat nyaman. Matanya terpejam, seakan tak ingin lepas dan beranjak dari tempat ini begitupula denganku.

Lying close to you
Feeling your heart beating
And I’m wondering what you’re dreaming
Wondering if it’s me you’re seeing
Then I kiss your eyes and thank God we’re together
And I just wanna stay with you
In this moment forever, forever and ever

Ujung jari telunjuk kananku menaikan dagunya membuat dian membuka matanya. Kudaratkan bibirku sekali lagi di bibirnya tanpa embel-embel dedek arya.

hatching… ada yang membicarakanku? Ah tidur lagi, dingin ucap dedek arya

Tubuhnya yang semula mendekapku, berpindah posisi bersandar ke dadaku tanpa melepaskan ciuman. Punggun kecil ini bersandar di dadaku, kupeluk erat perutnya dengan kedua tangannya melingkar di belakang kepalaku. Lama kami berciuman, dengan aroma nafas kami berdua. Aku tarik bibirku dari bibirnya dengan maksud mengakhiri ciuman, tapi tangannya yang melingkar di kepalaku menahan dan bibirku kembali tersungkur di bibirnya untuk ketiga kalinya.

I don’t wanna close my eyes
I don’t wanna fall asleep
‘Cause I’d miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

‘Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
I’d still miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

Perlahan dilepaskannya bibir merahnya dari bibirku, tangannya berpindah memeluk kedua tanganku yang mendekap perutnya. Tatapanya beralih dari menatap wajahku ke arah rembulan yang bersinar sempurnya. Aku masih tetap memandang wajahnya yang kini tampak dari samping.

rembulannya indah ya mas ucapnya

jelek… bagus rembulan yang ini ucapku sembari mengecup pipi kananya

emm… gitu sekarang…godanya

heem… bagusan yang mas lihat ucapku, kemudian wajahnya berpaling dan memandangku yang sedari tad terus memandangnya

yang mana? ucapnya

ini… ucapku sambil telunjuk tanganku menyentuh hidungnya

Tangan kanannya mengelus pipi kananku dan menarik lebih dekat lagi…

kenapa mmmmhhhhff…. untuk keempat kalinya bibir kami bertemu tapi tak selama yangketiga tadi

Maafkan aku… ucapku lirih

sudah tidak ada yang perlu dimaafkan, sekarang kita lanjutkan apa yang sudah kita lalui… tanpa harus mengulang dari awal, karena kita tidak bisa kembali lagi dimasa seorang bocah duduk berdua di halte bis bersama seorang perempuan… ucapnya tersenyum kepadaku

aku akan memperbaiki semuanya… ucapku

heem ade akan selalu bersama mas… ucapnya

hem dengan ade…ucapku yang langsung aku tempelkan pipiku di leher bagian kanannya, kupeluk erat tubuhnya dengan tangannya mengelus-elus kepalaku

We will fix what has been broken…

dan kita akan membangun kebahagiaan dari serpihan-serpihan kesedihan kita…

together… ucapnya

Yes, I Will…. balasku

Tangan halusnya mengangkat pipiku, aku memandangnya…

I Love you… ucapnya sambil merebahkan keningnya tepat di pelipis kiriku

I Knew… I love you too… ucapku dengan pelukan semakin erat di tubuhnya

I don’t wanna miss one smile
I don’t wanna miss one kiss
Well, I just wanna be with you
Right here with you, just like this

I just wanna hold you close
Feel your heart so close to mine
And just stay here in this moment
For all the rest of time

Don’t wanna close my eyes
Don’t wanna fall asleep
‘Cause I’d miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

‘Cause even when I dream of you
The sweetest dream will never do
‘Cause I’d still miss you, baby
And I don’t wanna miss a thing

Semilir angin masih menemaniku disini, menemani disetiap kebersamaan kami. Benar-benar lengket, dari aku dan bu dian eh sayang eh ade he he he he… tidak ada satu pun yang ingin lepas dari pelukan. Kini wanita yang selama ini selalu dan hanya bisa aku pandang untuk kedua kalinya bisa aku peluk.

Jadi teringat masa-masa dimana aku dan dia sedang bermain hingga aku bisa memeluknya dari belakang, kini? He he he he jangan salah, sudah aku peluk dengan erat.

Tubuhnya kembali bergeser, merebahkan tubuhnya miring ke dalam dekapan pelukan sang pangerannya. Pangeran? Yah… sekali-kali dunkz biarkan aku ini menyombongkan diri, baru ini lho arya punya pacar.

Hiks hiks hiks setelah sekian lama, akhirnya hiks hiks hiks…. sebenarnya aku yang bodoh atau memang aku yang sok ganteng? Ah tapi sudahlah, perempuan berbaju SMA saat itu, perempuan yang selalu dalam ingatanku, perempuan yang selama ini selalu aku harapkan dalam mimpi malamku, akhirnya berada dipelukanku.

Ah… apakah ini mimpi? Jika memang benar ini adalah mimpi… tolong jangan pernah bangunkan aku. Matanya yang indah, hidungnya… sekarang dalam dekapanku, aku tak akan pernah lagi melepaskannya.

Wajahnya tampak sekali lelah, matanya terpejam memeberikan isyarat kepadaku agar tak mengganggunya sementara ini. Alunan nafas yang teratur, terasa hangat didadaku. Aroma wangi rambutnya yang sedikit acak-acakan ini sangat terasa menusuk hidungku.

Tangan kananku meraih kepalanya menekan ke dalam dadaku, tangan kiriku memeluk erat pinggangnya. Pipi kiriku aku rebahkan di atas kepalanya.

Pulang? ucapku lirih

Kalau mas bareng ade…

ade baru mau pulang jawabnya

Kalau mas pulang, ade mau disini saja… ucapnya yang sebenarnya aku tidak begitu mengerti

Iyaa… bareng ade, yuk, dingin… ucapku

Tubuhnya bangkit, lepas dari pelukanku. Matanya terbuka perlahan, sangat indah yang kemudian menatap mata hina ini. dian tersenyum kepadaku, ya dian dan mengangguk ke arahku mengisyaratkan bahwa dia setuju untuk pulang. Aku kemudian bangkit dengan kedua telapak tangannya aku genggam sembari aku berdiri aku tarik kedua tangannya agar ikut berdiri bersamaku.

ternyata kamu kecil ya? godaku

iih apaan sih… huh… ucapnya sambil meleparkan pukulan ringan ke dadaku

iya iya… ndak papakan kecil tapi pacarnya tinggi ucapku dengan senyuman, sebenarnya tidak kecil ini cewek, standarlah. Hanya mungkin karena aku tinggi saja dia kelihatan kecil.

heem… ucapnya tersenyum tepat didepanku, kakinya sedikit berjinjit dengan kedua tangannya bertautan dilakang tubuhnya. Aku letakan tangan kiriku tepat di atas kepalanya.

cup… kucium keningnya

Tangan kananku meraih dagunya…

mmmhhh mmmhhh mmmhhh mmmhh mmh mmhhh mhh… sekali lagi aku menciumnya, yes yes!

Sssssttt… maunya… ehem… ayo pulang mas… ajaknya

Maunya? Jelaslah… kamu kan perempuan yang aku mau sejak aku SMP dulu. Hmmm… kulihat dia mengambil tas dan Smartphonenya yang masih memutar lagu klasik. wanita ini kemudian berdiri dan tersenyum kepadaku, aku bergerak ke arah kirinya dan meraih tangan kirinya.

Yuk…. ucapku, dijawabnya ajakanku dengan pandangan sipit matanya karena bibirnya tersungging ke atas

Dosenku pacarku dan juga kekasihku, akan aku usahakan semampuku untuk menjadi istriku. Mungkin judul cerita yang paling tepat adalah jalan cintaku bersama dosenku. Berjalan beriringan, memandangnya dan juga dipandang olehnya. Seakan jalan di taman ini semuanya memihak kepada kami berdua, melebar dan tak ada halangan.

aduh…. ucap dian, tiba-tiba kakinya sedikit kesleo hingga dia terjatuh namun dapat aku raih tubuhnya.

Kulihat ke sepatu yang dipakainya, ternyata hak pada sepatunya patah. Segera aku jongkok di depannya, kulepas sepatunya dan aku lihat hak sepatunya.

Sudah mas, aku lepas saja ucapnya

ndak papa ndak pakai sepatu? ucapku

heem ndak papa… kan ada mas ucapnya sambil tersenyum kemudian berdiri

aku bawakan saja sepatunya ucaku sambil aku meraih kedua sepatu yang dicincing oleh tangan kirinya

Beberapa langkah kemudian aku berjalan kembali…

Aw… mas… ucapnya yang kaget ketika aku bergerak kebelakangnya dan membopongnya

Aku tidak menjawab keluhan dari bibirnya. Dengan manjanya kepalanya dimasukan ke dalam dadaku. Senyumnya semakin melebar, aku sedikit meliriknya kebawah. Langkahku aku lambatkan agar lama aku menggendongnya.

waktu ade datang kesini, rasanya tadi dekat jalan dari tempat parkir sampai ke bangku tadi… ucapnya dengan kedua mata terpejam

… aku tidak menjawabnya

masih jauh kah? ucapnya menggoda dengan senyumnya

sangat jauh… ucapku

sangat jauh atau dibuat jauh? ucapnya kembali

dibuat jauh… walau berat ucapku

iiiih… berarti ade ndut gitu maksudnya? ucapnya sambil membetet hidungku

auch… awas nanti aku betet hidung ade… ucapku

emang berani? tak kasih C nanti TA-nya ancamnya

tega banget… kalau mas jadi dosen ade, mas kasih A ucapku

enggak ah… C aja, bagus kok balasnya

kan bagusan A rayuku

C… Cinta… ucapnya kembali memjamkan matanya dengan bibir semakin melebar

A… Aishiteru… balasku

Tak ada perbincangan diantara kami berdua, semuanya terdiam dengan senyum masing-masing. Aku berjalan walau lambat akhirnya aku sampai di depan REVIA. Dapat aku merasakan REVIA tersenyum kepadaku.

Non… sudah sampai… ucapku

… tak ada jawaban tapi bibirnya tetap tersenyum

adeeeee… sudah sampai, apa mau dibonceng didepan? ucapku

heem… balasnya, waduh gimana cara boncenginnya?

Dengan susah payah aku posisikan duduk dan memmangku dian….

iiih beneran didepan, ntar ade jatuh lagi… ucapnya tiba-tiba dan sedikit melompat, membuatku sedikit kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh

dibelakang saja… ucapnya yang langsung membonceng di belakang

katanya tadi di depan…. ucapku

ndak, pengen dibelakang bisa meluk mas… ucapnya dengan pipi direbahkan di punggungku dan memelukku dengan sangat erat

Entah mimpi apa sebenarnya aku semalam, memboncengkan dian dosenku. Aku nyalakan REVIA dan berjalan dengan kecepatan sangat cepat, 40 Km/jam menuju rumahnya. Tangan kiriku mendekap kedua tangannya yang memeluk tubuhku.

Perjalanan sangat indah ini aku lalui dengan hati yang bermawar-mawar. Akhirnya memasuki daerah kota yang penuh dengan keramaian malam, melewati keramaian di sebuah warung pinggiran yang berjajar.

Cinta mas… ucapnya

AKU CINTA DIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN! balasku dengan teriakan keras

ih… mas keras banget banyak yang denger tuh ucapnya dengan dagu bersandar di bahuku

biarin semua orang tahu… balasku

tuh pada lihatin kita mas ucapnya

Aku berhentikan motorku di tengah-tengah warung berjajar…

WOI…. INI PACARKU AKU CINTA DIA… teriakku membuat semua orang yang berada dalam warung keluar melihat kami

Woooo… Arya koplak… ucap seorang dari mereka yang mengenalku

mas… sudah… ayo pulang, iiih… ucapnya sambil mencubitku

auch… iya… he he he balasku

Beberapa orang kemudian masuk ke dalam warung lagi, dan aku jalankan lagi motorku.

Woi cat… ojo lali mangan-mangane (jangan lupa makan-makannya) teriak seseoranng, yang setelah aku lihat ternyata wongso dan asmi. Aku balas acungan jempol ke arahnya, dan mereka hanya tersenyum kepadaku.

kok malah sembunyi? ucapku

iiih mas, kan ndak perlu gitu juga… ucapnya

berarti malu punya pacar mas? balasku

ndak… jawabnya

he he he… jawabku cengengesan

AKU JUGA CINTA ARYA! teriaknya

Aku terkejut mendengar teriakan wanita yang aku bonceng dibelakangku. Pelukannya semakin erat dan semakin membuatku terhanyut dalam alunan cintanya. Tak kupedulikan orang-orang yang melihatku dan kadang menertawakanku.

Bersambung