Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 68

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 68 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 67

Kejadian sebelumnya….

Setelah ibu memanggilku dan ternyata tidak jadi tadi, aku kembali merebahkan tubuhku disofa. Aku masih berada di sofa dengan gaya seorang raja, dengan tangan kananku memegang remot TV menyuruh TV mengganti acara sesuai keinginanku.

Lama aku menonton acara-acara yang kadang sedikit bermutu kadang acara yang tidak bermutu aku tonton. Kurang lebih setengah jam lamanya aku berada di depan televisi, ibu datang dengan wajah tersenyum kepadaku. Entah itu adalah senyum kebahagiaan atau apa, tapi yang jelas ada sedikit rasa gelisah di wajah ibu.

ada apa bu? Ibu senyum tapi kok suram begitu ucapku kemudian duduk

ibu bahagia sayang balas ibu yang kemudian duduk disampingku

Kriiiing…. Kriiiing…. Kriiiing…. Kriiiing….

sudah sekarang biar arya yang mengangkat ucapku yang kemudian berdiri dan mengangkat telepon rumah

Halo, dengan arya mahesa wicaksono bisa dibantu tu tu tu

Biasa saja ar, ini tante asih

eh tanteku, ada apa tan?

tante cuma mau ngomong saja ar, mungkin bisa jadi nasehat kamu juga

apa tante?

kamu masih ingat waktu kamu bawa ibu rani ke rumah sakit?

iya tan (kulihat ibu tersenyum, kini wajahnya bertambah sumringah entah apa yang terjadi dengan ibu)

kamu ingatkan, kalau Dian malam-malam pernah kerumah sakit

Ah diaN lagi, arya ndak mau dengar

eh eh eh kalau berani nutup telepon ini, tante ndak akan bantu kamu lagi, biar semua keluarga kita mati!

eh ndak tan, iya arya dengar

oke, tante waktu itu ceritanya belum selesai

eh… maksud tante (kucoba mengingat cerita tante tentang dian)

sebenarnya ketika tante bilang pada dian, kalau tante tidak mengerti apa maksud dari kerusakan yang parah, tante hanya menbak-nebak. Mungkin mesin yang dia maksud adalah kamu

terus apa hubungannya mesin dengan arya

kamu dengarkan dulu ya arya keponakan tante tersayang, setelah dia berterima kasih dan meninggalkan tante, tante kemudian memanggilnya, dia berhenti dan…

iya dan apa tante (tante kemudian melanjutkan cerita dirumah sakit yang ternyata belum usai)

***

(cerita lanjutan yang tante asih potong, ketika dirumah sakit ketika mengantar ibu rani)

terima kasih ucapnya sembari membungkukan badan dan meninggalkanku

Hei…. ucapku memanggilnya….

Eh… iya mbak ucap dian

apakah kamu benar-benar mencintainya? tanyaku kepada dian yang berbalik menghadap kearahku, aku mulai mengetahui kemana sebenarnya arah pembicaraan dian

Sangat, sangat mencintainya… tapi aku tidak tahu harus bagaimana? balas dian

aku tidak tahu kerusakan mengenai lelaki itu, yang jelas aku tahu lelaki itu. Jika memang dia benar-benar mengalami kerusakan parah, yang menjadi pertanyaaN adalah apakah kamu yakin dan mampu menerima dia serta yakin akan bisa memperbaikinya? Sekalipun kerusakannya sangat parah? tanyaku

eh… dian hanya menunduk tanpa bisa berkata-kata

kenapa diam? Kamu bilang kamu mencintainya, kenapa tidak menjawab? tanyaku kembali dan dia masih tertunduk dan diam

yan, mungkin selama ini aku selalu mengandaikan semuanya dengan mesin. Tapi ingat yang, mesin tidak memiliki perasaan, itu hanya ibarat saja. Dia manusia dan dia lelaki, mungkin dia bisa menundukan semua lelaki agar takut kepadanya, menundukan semua perempuan dihadapannya. Tapi dia manusia, dan laki-laki, dia juga butuh seorang perempuan yang benar-benar mencintainya lanjutku

aku mencintainya sangat mencintainya… benar-benar mencintainya, aku ingin bersama dia mbak, apapun itu… ucapnya kemudian dia menjatuhkan diri hingga duduk bersimpuh. Aku melangkah mendekatinya

jika kamu benar-benar mencintainya, kamu juga harus yakin bisa memperbaikinya separah apapun kerusakannya. Dia manusia, punya perasaan, separah apapun itu pasti bisa diperbaikinya. Jadi wanita jangan cengeng, judes itu juga perlu diar tidak dianggap remeh oleh lelaki. Sekarang aku tanya kepadamu, apa kamu yakin bisa memperbaikinya? tanyaku kembali sambil memeluknya

heem… hiks. ucap dian yang lepas dari pelukanku dan memandang tajam kearahku

aku tidak mendengarNya balasku

aku yakin mbak hiks ucap dian sedikit keras

aku tidak mendengarnya yan, apa kamu yakin mencintainya dan bisa memperbaikinya? tanyaku sekali lagi

AKU CINTA ARYAAAA DAN AKU PASTI BISA MENJAGANYA, MENJADIKANNYA MILIKKU HANYA UNTUKKU SELAMANYA! AKU PASTI BISA MERUBAHNYA MENJADI LEBIH BAIK LAGI, AKU PASTI BISA! Teriaknya sangat keras aku tersenyum dan kupeluk dian yang tersengal-sengal karena menangis

hei diam! ucap seoraNg perawat anak buahku

Sudah kamu pergi! Ini urusan saya! bentakku menoleh ke arah lelaki dibelakangku

eh… iya bu, maaf tidak tahu kalau itu bu asih, permisi bu ucapnya aku hanya mengangguk, aku kembali menatap dian

Sekarang, mulailah untuk bisa mengembalikan dia kepadamu… Arya itu orangnya mudah-mudah gampang, namanya juga lelaki. Lihatkan sehebat apapun arya dan teman-temannya, dia takut sama aku kan yan. Jadi kamu harus bisa memegang perasaannya dan logikanya, okay ucapku

heem mbak doakan aku ucapnya, kami berdua kemudian berdiri

pasti balasku, dian kemudian memelukku erat dan setelahnya dia meninggalkanku yang tersenyum bahagia

(Selesai)

***

Eh….

dian tadi telepon tante, makanya tante telepon kamu, supaya kamu itu jangan terlalu keras sama cewek! Dan satu hal lagi, tane tidak tahu kerusakan macam apa yang terjadi pada dirimu tapi berilah kesempatan pada perasaanmu agar kamu bisa memandang masa depanmu

iya tante, akan arya coba

semoga kamu bisa membuka hatimu kembali, agar kamu bisa merasakan yang namanya CINTA

iya tante

dah arya keponakan tante tersayang, muach

apaan sih tante

Dah ya

iya tante

————————————-

Akhirnya setelah menunggu antrian karena muatan yang ambrol atau lebih tepatnya tumpah, aku bisa melewati jalan macet ini. aku lihat truk tersebut menumpahkan muatannya sangat banyak sekali, ya memang sangat jelas butuh waktu berjam-jam agar muatan tersebut bisa disingkirkan.

Aku kembali menarik gasku dengan cepat. Sial, hampir satu setengah jam aku antri karena muatan yang tumpah tersebut dan matahari sudah mulai lelah menemaniku. Tante asih, ya dia yang telah membuatku sadar akan kebutuhan hatiku yang sebenarnya. Akhirnya aku sampai di perumahan ELITE, kuberhentikan REVIA disamping pos satpam.

pak, saya mau ke… ucapku

dah jalan saja mas, langsung saja ndak usah ninggal KTP, dah sering lihat masnya ucap pak satpam

makasih pak ucapku kembali menarik gas REVIA

Akhirnya aku sampai di depan rumah bu dian, kulepas helm tanpa menarik kunci motorku. aku turun dan langsung berlari kearah pintu gerbang rumah bu dian. Mobil bu dian tampak terparkir di sampig rumahnya sama persis ketika aku dikejar-kejar oleh bodyguard ayahku.

Teng… teng… teng… ku ketuk-ketuk pintu gerbang rumah bu dian

BU DIAN… BU DIAN… AKU TAHU BU DIAN DI DALAM… BUKAKAN PINTU BU… AKU INGIN BICARA teriakku tapi tak ada jawaban

Tanpa pikir panjang aku langsung menaiki pagar rumah bu dian dan langsung menuju pintu rumahnya.

Bu Dian… Bu Dian… ini Arya bu, aku tahu bu dian didalam tolong bukakan pintu bu, maafkan aku bu… aku mohon bu, bukakan pintu… teriakku sambil mengetuk-ngetuk pintu ribuan kali tapi hasilnya nihil

Aku lihat kedalam rumahnya dari kaca rumahnya, tampak sangat sepi. Aku jadi putus asa, kemana perginya dia? Aku duduk di kursi teras rumah bu dian, sambil berpikir kemana perginya aku sulut sebantang dunhill. Kulihat matahari yang mulai condong ke barat. Berbentuk bulat dan menyilaukan.

eh bulan… aku tahu dimana kamu bathinku, segera aku bangkit dan melompat pagar rumah bu dian

Ku naiki REVIA dan kutarik gas kembali, melewati pos satpam hanya dengan membunyikan klakson…

Kejadian sebelumnya…..

Setelah aku menerima telepon dari tante asih, aku melihat ibu tersenyum sumringah entah apa yang telah terjadi padanya. Tapi ada sedikit rasa gelisah dan takut didalam senyuman itu. aku letakan gagang telepon di tempatnya.

The time has come ucap ibu, aku terperangah ketika mendengar kata-kata itu

Eh… What do you mean mom? ucapku, sambil melangkah dan kemudian berlutut tepat dihadapan ibu yang duduk disofa

tadi bukan tetangga tapi dian ucap ibu

eh… dian ucapku

Iya, dian ucap ibu, kemudian menceritakan apa yang terjadi sebenarnya…

***

(Cerita ketika ibu arya (Diah) membukakan pintu karena ada bel)

Hari ini setelah aku membayar hutang di toko depan aku kembali kerumah. Kupangku kepala arya dipangkuanku, karena dia lelaki yang selama ini selalu melindungiku. Hingga ada suara bel, aku suruh arya membukakan pintu tapi dasar karena mungkin dia sedang banyak masalah dia hanya bermalas-malasan saja.

Aku kemudian melangkah kedepan dan membukakan pintu, betapa terkejutnya aku ketika melihat wanita yang selama ini sering aku singgung ketika ngobrol bersama anak semata wayangku. Dia dian.

Dian ucapku, dia hanya mengangguk kulihat matanya sembab mungkin karena menangis

Arya… teriakku dari depan

Iya bu! balas anakku, tiba-tiba dian memegang pergelangan tanganku dan menggelengkan kepala

Oh… ndak jadi, dah kamu disitu saja. Ini sudah kok teriakku

Yaelah ibu, Arya tiduran lagi balas anakku dari dalam

Come ini? ucapku, dia hanya menggeleng kepala

Aku kemudian duduk bersamanya dikursi depan rumah dan menutup pintu rumah.

Ada apa? ucapku memandangnya, dia menunduk dengan nafas sedikit tersengal. Dia hanya diam.

Aku seorang wanita, begitupula dian. ketika aku melihatnya aku merasakan rasa sakit yang dia rasakan, rasa ingin memiliki namun tak bisa. Seketika itu aku merasa sangat bersalah kepadanya, melihatnya saja aku sebenarnya tak sanggup.

Apalagi dia sudah mengetahui hubunganku dengan anakku sendiri. Jantungku berdebar, apakah dia akan marah kepadaku? Tapi tidak, dari cara dia datang, lukisan diwajahnya aku menagkap dia ingin menyampaikan sesuatu kepadaku.

Can I… ucapnya terpotong

Heem jawabku mencoba untuk tenang

Can I… ucapnya terpotong lagi

Heem, iya… jawabku tak mampu aku memaksanya untuk berbicara, aku bisa melihatnya sedang mengumpulkan keberanian

Can I Replace your place? ucapnya, dan membuatku sedikit gugup

As his lover? lanjutnya sambil memandangku dengan aliran air mata dipipinya, seketika itu pula hatiku luluh melihat keberanian dia menerima anakku yang telah melakukan hubungan yang salah

Saya tahu, tante adalah Ibu yang cantik dan baik untuk arya, dan aku sudah tahu hubungan ibu dengan arya lebih dari hubungan ibu dan anak. Tapi bisakah ibu memberiku kesempatan kepadaku, hiks hiks… ucapnya terpotong, kutahan air mataku mendengar keberaniannya

untuk menjadi kekasihnya, saya sangat mencintai anak ibu, saya mohon berikanlah satu tempat itu untukku. Aku juga ingin menjadi anakmu, aku ingin menjaga anakmu, merubahnya menjadi seperti seharusnya.

Aku tidak akan merebutnya hanya ingin bersamanya, mencintainya dan mengembalikannya kepada tante sebagaimana mestinya sebagai seorang anak. Biarkan dia menjadi milikku, saya mohon hiks hiks hiks…

saya benar-benar mencintainya, sangat mencintainya sebagai seorang lelaki yang selama ini selalu dalam benak dan hatiku… saya memang pernah menjalin hubungan dengan orang lain tapi anak ibu, arya selalu berada dalam hatiku tak bisa tergantikan

Saya mohon dengan amat sangat, berikanlah hiks hiks satu tempat itu kepadaku… tempat sebagai kekasihnya, tempat sebagai pasangan hidupnya hiks hisk ucapnya, aku berdiri dan berlutut dihadapannya, kupeluk erat dian, dangat erat. ingin rasanya aku menangis, tapi aku menahannya.

Yes, you can… Maafkan tante karena telah mengambil tempatmu, maafkan tante sayang… tante akan mencoba mengakhirinya, tante sudah menunggu lama sekali kehadiranmu sayang… maafkan tante setelah ini dia pasti akan menjadi milikmu selamanya, dan menjadi anak tante.

kita saling berusaha untuk bisa mengakhiri ini ya sayang ucapku di telingan kananya, kutarik wajahku dan memandangnya. Dian mengangguk dan kuhapus air matanya

Tante akan berusaha menyampaikannya kepada arya, dan tante harap kamu jug abisa bersabar ya sayang… pasti bisa, semua kegilaan antara tante dan arya pasti bisa diakhiri, karena kuncinya adalah kamu, terima kasih telah datang sayang… ucapku, dian hanya mengangguk dan memelukku dengan erat

apakah kamu ingin menemuinya? tawarku kepada dian, dia hanya menggeleng

baiklah, biar tante yang bicara kepada arya ucapku

Dian sayang tante hiks hiks hiks ucapnya sambil memelukku erat, sangat erat sekali. Dari dulu hingga sekarang aku memang sangat merindukan seorang anak perempuan

tante juga sayang dengan dian ucapku

Setelah itu aku antar dian pergi dari rumahku, dian kemudian naik taksi langganan arya. setelah taksi itu menghilang, aku masuk kedalam rumah dan mendapati arya dengan gaya sok rajanya diatas sofa. setelahnya ada sebuah telepon, entah dari siapa tapi ketika arya mengankat dan berbicara, aku tahu dia asih.

***

Waktu itu telah tiba sayang, kita harus mengakhirinya ucap ibu

tapi bu… balasku

kita pasti bisa, kita sudah berjanji diawal kan sayang ucap ibu sambil menitikan air mata

tapi arya tidak bisa meninggalkan ibu sendirian ucapku

bisa, pasti bisa, karena kita tetap akan bersama sebagai seorang ibu dan anak ucap ibu

Sekarang kejarlah dia, kamu pasti dimana dia berada ucap ibu,

Aku hanya mengangguk dan berlari kearah kamar berganti pakaian dan menambil apa yang seharnya aku ambil. Dengan sedikit tergesa-gesa aku turun dari tangga, ketika hendak keluar rumah ibu memelukku dari belakang.

Maafkan ibu, tapi sebelum ayahmu benar-benar hilang dari kehidupan ibu. ibu tidak akan melepaskanmu, ibu masih butuh kamu sebagai anak dan juga kekasih ibu. setelah semuanya berakhir, ibu pasti akan melepaskanmu. Jangan kamu katakan kepada dian, tentang ini semua. Ibu tidak ingin menyakitinya lebih dalam lagi. Apakah kamu bisa sayang? ucap ibu

Bu, arya sudah berjanji kepada ibu. setelah semuanya berakhir, arya akan menjadi anak ibu dan ibu akan menjadi ibu arya kembali. Ya, setelah ayah hilang dari kehidupan kita balasku

terima kasih nak, sekarang kejarlah dia ucap ibu, aku berbalik dan memeluk ibu, ku daratkan bibirku di bibirnya tapi dihalanginya oleh kedua jari kanan

sedikit demi sedikit kita bisa menguranginya sayang ucap ibu tersenyum

okay, mom jawabku, ditariknya kepalaku dan dikecupnya keningku

Ayo sana cepat, kejar cintamu! perintah ibu, dan aku mengangguk dan berlari menyusuri lorong rumahku

SEMANGAT SAYANG! Teriak ibu

PASTI BU teriakku sambil mengangkat tangan kananku

Matahari sudah mulai tertidur dalam lelapnya malam. Tapi aku menarik gas REVIA dengan sangat dalam hingga membuat semua orang yang aku salip memaki-makiku. Tak kupedulikan apa yang mereka katakan. Beberapa saat kemudian tiba-tiba dua buah motor racing menghadangku didepan, membuat aku mengerem mendadak.

Ciiiiiiiit….

BAJINGAN KALAU NAIK MOTOR HATI-HATI DASAR BANGSAT! teriak seorang dari mereka, mereka berjumlah empat orang

HAJAR SAJA! teriak seorang lagi

Ah, sial kenapa pada saat seperti ini ada saja gangguan bathinku

WOI, KAMU BERANI SENTUH DIA, MATI KAMU CACING! teriak seorang yang aku kenal

Bos Dewo sama bos karyo, mati kita ucap seseorang dari mereka, aku menengok kebelakang

Kamu tahu siapa dia?! bentak karyo

Ini Arya, dasar kalian ******! Ketua koplak tahu! ucap dewo sambil membuka kaca helmku, sial kapan aku jadi ketua koplak, bukannya koplak tidak pernah ada ketuanya

Eh… maaf bos, ndak tahu… ucap seseorang dari mereka yang langsung tertunduk dan berjalan membungkuk meraih tanganku tapi aku menolak

Ah, sudah… sudah… aku lagi terburu-buru wo, kar… ucapku

kalian singkirkan motor kalian, atau aku bakar disini teriak karyo, langsung mereka singkirkan motor mereka

Aku tinggal dulu, kar, wo ada urusan penting ucapku

Cinta ya? semangat! ucap dewo

Asyik gak jomblo lagi ha ha ha canda karyo

Eh… aku menoleh ke arah mereka

Sudah, ndak perlu aku ceritakan, sana cari bidadarimu itu! teriak dewo

Tanpa meminta cerita dari dewo dan karyo, aku langsung menandap gas melewati keempat orang yang hendak menghajarku. Kulihat mereka menunduk dan ketika aku meleati mereka. dalam perjalanan menuju tempat itu, pikiranku berputar.

Apakah dian juga bertemu dengan koplak sebelumnya? Masa bodoh mau bertemu atau tidak yang terpenting, aku sudah menemukan jawabannya. Kupacu lebih dalam lagi, tapi tetap seperti itulah REVIA. Tampak sekali REVIA mengejan menahan sakit karena setiap lubang jalanan dan jalan tidak rata aku tabrak begitu saja.

Akhirnya aku sampai di tempat ini, tempat dimana aku selalu bertemu dengannya. Malam menghiasi, bulan purnama bersinar terang. Kuparkir REVIA dengan sangat tergesa-gesa. Kulepas helmku, kutaruh dikaca spion sebelah kanan tanpa mematikan mesinya.

Kamu disini jangan kemana-mana ya? ucapku pada REVIA, aku berbalik dan berlari tiba-tiba aku mendengar seru mesin REVIA berhenti, aku menoleh dan tersenyum ke arah REVIA seakan dia tahu bahwa aku pasti akan kembali lagi padanya.

Aku berlari…

Mendekati…

Ku dengar alunan lagu, dan semakin dekat semakin jelas…

Lagu dari sebuah Smartphone yang mulai berganti…

Semakin dekat….

Dan kurang dari 5 meter aku berdiri disamping bangku, kulihat seorang wanita duduk dengan wajah bersinar cahaya rembulan. Wajahnya sembab, air matanya masih mengalir. Aku berjalan mendekatinya, selangkah demi selangkah. Aku tahu dia mengetahui kehadiranku…

I Found you ucapku tapi wanita itu tidak menoleh sedikitpun, Sambil kakiku melangkah mendekatinya. Mendekati wanita dengan celana ketat model legging dengan tank-top putih yang sebagian ditutupi oleh jaket kainnya. Tas mungil berada disamping kanannya ya walau aku tidak bisa melihatnya dengan jelas, ada tali panjang yang menggantung di samping kanannya.

hiks hiks hiks hiks… tangisnya, kedua tangannya memeluk perutnya.

Langkah kakiku semakin mendekatinya, angin menyapaku membuat semua telingaku membisu. Hati serasa ingin menangis ketika melihatnya…

hiks hiks hiks hiks… tangan kanannya mengusap air matanya

hiks hiks hiks hiks… hiks hiks you found me before… suaranya memecah kekakuan diantara kami berdua langkahku terhenti, berdiri mematung layaknya arca di pintu gerbang sebuah istana dengan tatapan yang tertuju pada wanita itu

Pandangannya lurus kedepan, seakan tak menghiraukan kedatanganku…

iya kan? Kamu telah menemukanku sebelumnya? Hiks hiks hiks ucapnya kembali, setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya membuatku semakin membisu, pandanganku terjatuh ke tanah dihadapanku

Hiks hiks hiks… kenapa? kenapa diam? hiks lanjutnya semakin tak kuasa aku berkata-kata, keegoisanku hanya mampu membuatku mendengar lagi dari Smartphonenya

I live my life for you
I wanna be by your side in everything that you do
And if there’s only one thing you can believe is true
I live my life for you

Bersambung