Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 62

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 62 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 61

eh itu mbak… ucapku kemudian menceritakan mengenai di tukang, aspal dan juga pertemuan di malam tahun baru itu. Semua aku ceritakan secara detail hingga pertemuanku dengan bu dian

asyik tuh ketemu permaisurinya hi hi hi ucapnya

mbaaaaaaaaaak ucapku sambil memerosotkan tubuhku dan sekarang duduk bersebelahan dengan mbak erlina

hm… mbak komen masalah ceweknya nanti ya, tapi sebenarnya apa yang ingin kamu ketahui? ucap mbak erlina

tentang semuanya… ucapku

hmm… gumamnya kemudian menyandarkan kepalanya di bahu mereka

seperti yang kamu ketahui, tapi yang jelas semua yang aku ketahui tentang mereka sudah kamu ketahui. Komplotan mereka, korupsi uang negara, narkoba, dan pesta seks, bahkan aku tidak menyangka bahwa dua orang dari mereka akan menjadikan anak mereka sendiri sebagai pelayan mereka

hanya rekaman itu yang aku punya, dan ayahku hanya bercerita mengenai mereka tidak detail. Seperti yang sudah aku ceritakan kepadamu. Atau kamu ingin tahu si buku? ucap mbak erlina membuatku sedikit terkejut

eh… darimana mbak tahu mengenai si buku? ucapku terkejut

sudah… ndak papa ar, mbak sudah tahu mengenai komplotan mereka. mereka berjumlah lima orang, tapi salah satu dari mereka akan disingkirkan ucap mbak erlina santai

tapi darimana mbak tahu mengenai si buku? ucapku memaksa

dari percakapannya dengan anaknya ucapnya datar

eh… jadi mbak tahu kalau anak si buku adalah… ucapku terpotong

mbak ara, ara medita kan? ucap mbak erlina datar

Aku hanya mampu terdiam, tak dapat berkata-kata lagi.

selamatkan dia… ucapnya

eh…ucapku

mbak tahu ayahnya adalah komplotan mereka, tapi tidak seburuk mereka berempat. Mbak berterima kasih kalau salah satu dari mereka sudah mati, tinggal tiga lagi. Tapi mbak sarankan lebih baik kita pergi dari daerah ini, daripada kamu mati konyol. Semalam kamu hampir tertembak bagaimana kalau besok? ucap mbak erlina

tetap hidup…

apa mbak menaruh dendam kepada mbak ara? ucapku

tidak… dia juga baik sama mbak, dia yang memberikan pekerjaan kepada mbak. Lagipula si buku bukan penjahat sepenuhnya seperti mereka dan… ucapnya terpotong

sebenarnya aku tidak ingin menolongnya mbak… ucapku

eh… kenapa? ucapnya terkejut

karena si buku adalah orang yang hampir memperkosa ibuku waktu aku SMA dulu, tapi entah mengapa aku mau menolongnya ucapku

ehem… mbak erlina tersenyum kepadaku

itulah namanya ksatria sayangku, sekalipun dulu pernah tersakiti tapi tetap mau memaafkan ucapnya

eh… mbak bisa saja, aku arya buka ksatria balasku

adikku tambah ganteng deh kalau lagi serius gini hi hi hi ucapnya sambil mentowel pipiku

apaan sich mbak? Uh… ucapku judes

marah ni marah hi hi hi ucapnya

Dian bagaimana? lanjutnya

ya ndak bagaimana-bagaimana? Mbak cemburu kan? ucapku

ngapain coba cemburu, kan kamu sudah jadi adik mbak balasnya

kalau seandainya aku jadi sama cewek lain? ucapku

Ndak papa sayangku, mbak sudah punya alan, dan sekalipun dia pergi mbak juga tidak akan mengejar kamu. kamu sebagai adik mbak sudah membuat mbak bahagia. Tapi… ucap mbak erlina

tapi apa mbak? ucapku

tapi sebelum ini jadi punya dian, mbak mau mainan ini dulu ucapnya sambil memaksa membuka celanan jeansku

mbak… mbak eh ufthhhhhhhhhhhhhh… akhirnya aku kalah juga, dedek arya langsung dikulumnya dengan ganas, kakiku berselonjor ke depan dan tangan kananku mengelus-elus rambutnya

mbak pengen lagi? ucapku tapi dijawabnya dengan menggelengkan kepala, bibirnya masih asyik mempermainkan dedek arya

Dengan menahan nikmat, aku menyulut kembali batang dunhill. Sambil tangan kananku mengelus-elus kepala mbak erlina, aku merokok dan kubuang keluar jendela asapnya. Layaknya seorang raja yang di layani oleh selirnya. Kepala mbak erlina seakan-akan memompa dan memberikan servis terbaik dari mulutnya.

kubuang sebatang dunhill yang telah berubah menjadi asap, tanganku kemudian berubah menjadi nakal dan mulai menelusup kedalam tank-top mbak erlina. Kumainkan puting susunya, hingga akhirnya aku meremasnya dengan sangat kuat

mbak, aku mau keluar… ucapku dan dibalasnya dengan pompa bibirnya yang lebih menggila lagi

Croot croot croot croot croot croot croot croot croot croot

Tumpah ruah, semua peju di mulut mbak erlina. Tubuhku sedikit menjadi lemas, tanganku kutarik lagi dan mengelus-elus kepala mbak. Seakan-akan terasa sesuatu telah lepas dari tubuhku, keluar dengan penuh kenikmatan.

Dengan telaten mbak erlina membersihkan semua sperma yang keluar dari dedek arya. sebagian telah ditelannya sedangkan yang bercecer di mulutnya dan dedek arya dibersihkannya.

Slurrrp…. mmm… pokoknya kalau kamu belum punya cewek, mbak harus dikasih jatah terus lho.. ucap mbak erlina sambil mengulum jarinya dan duduk disampingku

segitunya sih mbak? ucapku

ya, ini kan bentuk terima kasih mbak sekaligus pengabdian mbak kepada adikku yang jomblo dan selalu galau hi hi hi godanya

Kami terlibat obrolan-obrolan ringan, kupakai kembali celanaku dan baru aku ketahui kos mbak erlina sedang sepi dikarenakan semua penghuni kos pulang kampung pada tahun baru ini. lama kami mengobrol hingga malam menjelang, mbak erlina kemudian memakai gamis terusan dan keluar dari kamarnya untuk menyediakan makan malam bersama.

Kulihat kerudung dan gamisnya tampak membuat dia begitu seksi, membuat aku semakin terbakar. Gamisnya jika aku lihat tampak sekali memperlihatkan lekuk tubuhnya, benar-benar sangat ketat gamis yang dikenakannya dan juga memperlihatkan tonjolan puting mbak erlina yang tidak tertutup oleh kerudung. Kulihat di dapur mbak erlina sedang meracik bumbu untuk dimasak, kudekati perlahan dan kupeluk dari belakang.

Aku pengen ngentot kamu lagi mbak… ucapku pelan

Hmmmm… iiih ngomongnya jorok adikku ini, dasar! Mbak tuh mau masak tahu! ucap mbak erlina, tanpa persetujuannya aku singkap gamis mbak erlina dan kulorotkan CD-nya

slurp… slurpp… ck ck ck ck ck… suara jilatanku dan kocokan jariku sudah meramaikan suasana sepi ini

Erghh… adeeek nakal banget, itu memek mbak diapain ughh… mbak mau masak… ughhhh… terus lebih keras lagi… masukin saja kontol kamu yang besar itu erghhh…. ucap mbak erlina yang sudah mulai terbakar, aku kemudian berdiri dan kupelorotkan celanaku, dan…

Ergh… terus… buat mbakmu keluar pejuhi mbak untuk ketiga kalinya ugh…. mmmhh… terus tersuh lebih keras lagih sayanghhhh adikku ngentot memek mbaknya… ughh… entot memek mbakmu terushh… racaunya semakin liar, kupeluk tubuhnya dan kugoyang lebih keras lagi dan lagi. Lama sekali aku menggoyang dengan kedua tangan mbak erlina yang semula memegang alat dapur dilepas semua.

mbak, ugh benar-benar nikmat…. ucapku

nikmathhh… ngentoti cewek berkerudung ya dek ughh… racaunya

iya mbak… ucapku semakin keras dan kuhentakan lebih keras lagi

owh dek, lebih keras emhhh… susu mbak jangan kamu anggurin sayang arghhh… racaunya yang kemudian tanganku meremas payudara mbak erlina

mbak seksi… ucapku

ergh ergh ergh… heem… mbak sengaja pakai gamis kekecilan biar kamu horny sayang, biar kamu tubruk mbak lagi, biar kamu entoti memek mbak lagi terus… lebih keras, mbak ingin lebih… lebih lagi ooooohhh… racaunya

mbak kelu…. egh egh eg hegh ar… ucapnya dengan tubuh sedikit mengejang

Aku rasakan kembali cairan hangat dari vagina mbak erlina, kubalikan tubuhnya dan ku sandarkan tubuhnya di meja dapur. Kuarahkan kembali dedek arya ke liang vagina mbak erlina.

agh… kamu benar-benar egh… kocok kontol kamu di memek mbakmu, ini oghh… kontol kamu merajam memek mbak aish erghh… terushhh… ucap mbak erlina, dimana vaginanya aku tusuk-tusuk dengan dedek arya

mbak sangat seksi, aku suka mbak kalau pakai gamis seksi ini argh enak sekali memek kamu mbak ucapku sambil terus menggoyang pinggulku

Egh egh egh egh… terus pejuhin mbak ergh… mbak sudah tidak bisa mengontrol tubuh mbak, tubuh mbak butuh kontol kamu owh… yah terus mbak hampir sampai lagi ucapnya yang membuatku semakin keras menggoyang pinggulku. Lama berselang…

pejuhku mau keluar mbak teriakku tertahan

keluarkan mbak juga hampir sampai, pejuhin mbak sayang balasnya

Crooot crooot croot crooot croot crooot croot crooot

Aku keluar dan begitu juga mbak erlina, tubuhnya mengejang bersama dengan tubuhku yang mengejang beberapa kali. kupeluk tubuhnya dan kucium bibirnya dengan sedikit elusan di kepalanya yang tertutup kerudung.

Akhirnya setelah pertempuran sangat lama dengan posisi kesayanganku ini, aku bisa memuaskan seorang wanita berkerudung. Sensasi yang luar biasa bagiku. Aliran spermaku bercampur dengan aliran cairan hangat milik mbak erlina

Ugh… kamu paling bisa bikin mbak keluar… sudah adikku, nanti lagi… mbak masak dulu ya ucapnya

heem yang enak ya mbak… muach ucapku sambil mencium kepala bagian belakangnya

iya, tuh lihat paha sama gamis mbak jadi basah tuh, dasar nakal ucap mbak erlina

kapan-kapan tak basahi semuanya deh he he he ucapku

heem… boleh adikku hi hi hi ucapnya

Aku sudahi permainan ini dan bersih-bersih di kamar mandi kos mbak erlina. Selang beberapa saat kemudian kami makan bersama, tampak mesra memang walau kami buka sepasang kekasih. Lama kami bersama hingga akhirnya aku harus pulang, bagaimana tidak sebenarnya aku masih ingin disini namun karena mbak erlina mendapatkan sms kalau alan sedang menuju ke kos mbak erlina.

Dan sekarang posisi masih di bandara ibu kota negara, hanya butuh kira-kira 60 menit untuk sampai di daerahku ini. mbak erlina kemudian membersihkan kamar sekaligus dapur, memasukan semua pakaian seksnya kedalam mesin cuci.

mbak aku pulang dulu ucapku sambil memeluknya dan mencium bibirnya

mmmhh… sudaaaaaaah… kapan-kapan lagi ya, nanti mbak bakal pakai pakaian kesukaanmu itu hi hi hi mucah… ucapnya sambil mengecup bibirku

Akhirnya aku pulang kerumah, rumah yang sepi tanpa ada penghuni dalam rumah. Segera aku ke kamar dan berbaring di tempat tidurku, ku raih telepon pintarku ini dan kutelepon ibu. (yang bercetak tebal adalah diah ayu pitaloka)

Ada apa sayang

lagi ngapain bu?

ini lagi kumpul bareng tante kamu…. jomblooooooooooooo… (terdengar teriakan tante ratna)

ih apaan sih itu tante! Bilangin ke tante bu, dasar pemain sinetron abal-abal he he he

eh apa kamu bilang? Aku hajar kamu kalau kesini (tiba-tiba suara berubah menjadi suara tante)

Sudah-sudah… bentar sayang

iya bu

ada apa? (suara tenang hening tidak ramai seperti sebelumnya)

tanya kabar ibu saja

kamu sendiri bagaimana? Apa yang terjadi?

begini bu… (aku kemudian menceritakan semua percakapan ayah dan kejadian yang menimpaku)

benarkah itu? Terus ibu dan yang lainnya harus bagaimana sayang?

aku juga masih bingung… (kemudian aku teringat liburan awal tahu)

Bagaimana kalau pada bulan kedua ibu dan keluarga besar liburan saja, tapi di awal ibu mengajak romo dulu biar tidak mencurigakan

iya benar juga tapi…

tapi kenapa bu?

ibu kangen sama anak ibu, kan rencananya masih lama, ibu mau ketemu sama anak ibu dulu ya, kayaknya ada banyak cerita

iiih ibu, manja deh, iya ibu pulang dulu saja ndak papa

arya juga kangen sama ibu

iya besok ibu pulang sayang, kamu jaga rumah ya

iya bu tuuuuuut

Akhirnya telepon terakhir dari ibu membuatku terlelap dalam lelahnya malam. Tak ada mimpi indah dimalam ini kecuali lelah dalam lelapku. Aku masih ingin tidur dan bermimpi indah tentang seorang wanita yang telah mencuri organ dalam tubuhku, entah mau dibawa kemana tapi yang jelas aku menginginkan dia untuk terus membawanya.

Dian… dian… aku masih malu mengatakannya. Tiba-tiba saja timbul rasa bersalahku kepada dian entah kenapa wanita itu seakan-akan memiliki penawar untuk kegilaanku? Diaaaaan… dian… hufth…. zzzzz… zzzz…

Pagi menjelang, aku kembali pada rutinitasku tanpa Ayah dan Ibuku. Mandi, membuat mie instant dan kemudian bermalas-malasan. Menonton televisi dan yah hanya berlagak seperti seorang raja dirumah sendiri. Tapi raja yang selalu menyiapkan keperluannya sendiri. Setiap asap yang keluar selalu berbarengan dengan berjuta pertanyaan.

Apa yang harus aku lakukan sekarang?

Kemana aku harus pergi?

Berbagai petunjuk sudah aku dapatkan tapi tetap saja aku tidak bisa beraksi. Haruskan aku bertanya pada blue seperti dalam serial anak blues clues? Ataukah aku harus menunggu lampu kelelawar menyala dilangit malam seperti manusia kelelawar?

Atau haruskah aku menunggu teriakan minta tolong dan kemudian berayun dengan jaring laba-labaku? Argh, posisiku saat ini sangat membingungkan sekali tak ada yang bisa aku lakukan sekarang.

Aduh buyung mengapa lupa padaku, selama engkau dirantau kutunggu-tunggu dirimu. Ringtone HP. Ibu.

Halo bu

sayang maaf ya, kelihatannya ibu tidak bisa pulang dalam beberapa hari ini

kenapa bu?

Kakek dan nenek main kerumah tante ratna, nginep disini, kan kasihan tante ratna kalau mengurus keperluan kakek nenek sendirian, tidak apa-apa ya sayang?

iya bu, ndak papa, tapi bu…

iya…

Ibu sudah dapat kabar dari Dia, dimana atau sedang apa gitu bu? (Dia disini adalah mahesa wicaksono)

oia, setelah kamu telepon, ibu coba hubungi Dia, dari suaranya kelihatannya dia sedang dalam kegelisahan

maksud ibu

Sewaktu ibu telepon, suaranya seperti orang ketakutan, ibu tanya ke dia kapan pulang, tapi dia malah menjawab kalau tidak akan pulang dalam beberapa hari ini. Ibu juga sudah tawarkan mengenai liburan bersama keluarga besar kakek tapi dianya nolak. Bagus kan?

Okay bu, bisa arya jadikan informasi tambahan, ibu disana baik-baik ya

iya sayang, kamu juga harus hati-hati, ibu ndak mau ada apa-apa sama kamu, okay?

Okay mom

lebih hati-hati lagi dan jangan sampai ketahuan, ibu sebenarnya marah sama kamu nak, coba kalau kamu ketembak atau ketangkap bagaimana? Untung ada dian

iya bu iya… arya akan hati-hati lagi

ibu kok jadi kangen dian ya sayang?

ah ibu, sudah dong

iya… iya sudah, jangan lupa maem dan jangan sering begadang

oke bu tuuuut

Dian lagi, dian lagi… apa ndak ada yang lain? Adakan cewek selain dian yang bisa ibu kangenin? Cewek lain? Emang siapa? Aku sendiri saja bingung. Ya memang cuma dia yang selama ini ibu kenal dekat ya walaupun jarang sekali bertemu. Sedang apa ya dia? Hei! Kenapa malah mikirin dia? Bodoh ah!

Selama 4 hari setelah tahun baru, kegiatanku benar-benar seperti pengacara rumahan. Bisa dibilang aku adalah pengangguran banyak acara, tapi Cuma dirumah saja. Ketika aku menghubungi koplak pun mereka sedang asyik dengan pacar mereka sendiri, ada yang berlibur ke puncak dan ngecamp disana.

Ada yang ngajak pacaya indehoi di daerah wisata, dan masih banyak lagi. Aku? Pemelihara jomblo tapi selalu mndapat servis ha ha ha servis? Sudah ndak ada sekarang, terakhir mbakku tapi dia sekarang juga lagi sama pacarnya. Sama siapa coba?

Dihari keempat setelah aku bertemu dengan mbak erlina, aku menaiki si montok REVIA. Susah juga nyalanya, mau bagaimana lagi? 4 hari tanpa berpergian dan hanya bertapa digarasi. Mesin tidak pernah aku panaskan, sekali di nyalakan langsung mati mesinnya.

Maklumlah mesin tua, keluaran di tahun milenium tapi belum injeksi. Selang beberapa menit setelah berjuang sekuat tenaga, akhirnya bisa juga nyala si REVIA montok ini. Lama aku panaskan mesin motor REVIA hingga sebatang dunhill habis menjadi asap dan tertinggal filternya. Setelah aku yakin panas dalam mesin sudah merambat keseluruh tubuh REVIA, aku menaikinya dan greeeeeeeeng.

Diatas dua roda yang berputar kini aku mencoba mencari suasana baru dalam kehidupanku. Menyetrika aspal jalanan didaerahku dengan kedua roda yang sudah lumayan halus ini. Kecepatan REVIA sama dengan kecepatan kursi terbalik dengan angka nol dibelakangnya.

Kulihat kanan kiriku disetiap langkah revia mengantarkan aku. Beberapa orang sedang bercengkrama satu sama lain dipinggir jalan, saling melempar senyum kepada orang-orang yang mereka kenal. Adapula yang sedang menawar harga buah yang didagangkan dipinggir jalan. Berbagai ragam asal mereka tak menyurutkan mereka untuk saling bertegur sapa.

Aku tahu mereka bukan dari daerahku, dan aku tahu bahasa ibu mereka tidak sama dengan bahasa didaerahku. Dari bentuk wajah, warna kulit , bahasa bahkan keyakinan mereka semuanya berbeda tapi mereka tetap satu. Tak kulihat pertengkaran ketika mereka sedang saling menawar harga. Tak kulihat bentak-bentakan ketika mereka sedang berbicara satu sama lain. Itulah negaraku, negara dimana selalu menghormati perbedaan, BHINEKA TUNGGAL IKA, walau beda kita tetap satu!

Kuputari semua jalan-jalan yang pernah aku telusuri, terkadang aku teringat akan masa-masa indah bersama wanita itu. Tapi segera aku lupakan tentangnya daripada aku memendam kemudian aku ungkapkan tapi kenyataanya dia tidak mau. Mau ditaruh dimana mukaku? Bokong?

Bersambung