Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 61

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 61 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 60

Pagi hari sedikit cahaya masuk kedalam rumah bu dian. Serasa malas sekali untukku bangun. Hanya menarik selimut yang menutupi tubuhku saat ini. kutarik lebih tinggi lagi hingga menutupi seluruh tubuhku kecuali kepalaku. Kupejamkan mata ini kembali dan…

Eh… selimut? Dari mana datangnya selimut ini? semalam aku kan tidak memakai selimut? bathinku yang kemudian membuatku beranjak bangun dari tidurku.

Dalam posisi duduk dan membelakangi bu dian, ku berbalik ke arah dimana wanita itu berada. Kulihat bu dian tertidur di kursi yang bisa diduduki satu orang itu. Kedua tanganya di satukan menjadi bantalan pipi kirinya, kakinya mengapit dan ditekuk diatas kursi tempat dia bersandar untuk tidur.

Kulihat wajah ayunya begitu tenang dan tentram, berbeda dengan tadi malam ketika jawaban judes menghampiriku selalu. Ingin aku membangunkannya tapi tidak tega karena wajahnya tampak begitu lelah. Semakin aku memandangi wajah ayu nan indah itu semakin aku merasa bersalah dengan diriku sendiri.

egh… egh… hoaaaaaammm…. erghhhh…. bu dian terbangun,

benar-benar gila… ini cewek menguap saja cantiknya minta ampun, bener-bener perpek! bathinku

perkosa saja bro, mumpung dia baru bangun, ndak ada kekuatan untuk melawan ucap bathin gelapku

Jangan, bro, ingat jangan menambah kesalahan kamu lagi ucap bathin terang

Halah… sok alim kamu! Hajar saja bro! balas bathin gelapku

DIAM! AKU TIDAK TEGA! ucap dedek arya dan selesailah sudah pertengkaran gelap dan terang

ughh… mas sudah bangun? Kenapa ndak bangunin aku? uuughhh ucap bu dian semakin membuatku terpana dengan gerak tangan yang merenggangkan persendian tulangnya

Mas…???? ucap bu dian kedua kalinya membuatku tersadar

Eh… eh… anu bu, takut mengganggu bu dian, bu dian kelihatan lelah sekali ucapku smabil menundukan wajahku

Dasar sok romantis! ucap bu dian, gila bangun pagi saja sudah judes sekali

Maaf… ucapku kemudian bangkit dan membelakanginya, melipat selimut yang aku kenakan

massss… ucapnya pelan

Eh… iya bu? ucapku menjawab pertanyaan bu dian

Oia bu terima kasih sudah memperbolehkan aku menginap semalam, sekarang saya mau langsung pamit lanjutku masih membelakanginya, selimut yang kulipat kemudian kutaruh di atas kursi

jangan…. ucapnya kemudian aku berbalik memandang, pandangan kami bertemu dan aku tersenyum kepadanya

ndak enak kalau kelamaan nanti digrebek bu ucapku

eh… itu… mas belum makan, biar aku masakan dulu, atau mas mandi dulu saja bersih-bersih… ucap bu dian

ndak usah bu, nanti jadi merepotkan bu dian ucapku

ndak, aku ndak repot mas, mas tunggu sebentar aku masakan makan pagi dulu… ucap bu dian bangkit dan beranjak ke dapur

bu… bu dian panggilku membuat langkah bu dian berhenti dan berbalik mellhat ke arahku

Sudah, ndak usah bu… ini saya sudah sms pak wan untuk menjemput saya ucapku sambil menunjukan Smartphoneku yang sedang aku sentuh-sentuh

eh… kan… e… masih nunggu, mas makan dulu saja nanti sakit ucap bu dian menco memaksaku

ndak enak bu kalau lama-lama disini, ndak enak juga sama anda ucapku

eh…. dia tampak sedikit bingung dan kemudian menundukan wajahnya

dia bukan siapa-siapa hanya teman ucap bu dian

ya walaupun teman atau siapakan saya juga tetap ndak merasa enak kan bu? Apalagi bu dian kelihatan akrab sekali dengan Anda waktu di warung ucapku dengan senyum, tiba-tiba bu dian melangkah lebih maju lagi dan menari tangan kananku yang telah selesai mengirimkan sms ke pak wan

Maem dulu… ucapnya pelan sambil menunduk

dia bukan siapa-siapa ucapnya kembali pelan, aku semakin tak tega untuk segera pulang

minum hangat saja bu, dan biar saya buat sendiri ucapku pelan menarik tanganku

eh… ndak usah, aku buatkan saja mas ucapnya dengan wajah berseri lalu berbalik menuju dapur, langkahnya begitu cepat

Dalam berdiriku aku memandangnya berlalu menuju dapur. Sejujurnya aku masih ingin disini, namun jika aku terus disini sama saja menyiksa perasaanku dan perasaanya. Aku kembali duduk dan menunggu kedatangannya. Lama aku menunggu, bu dian kemudian datang dengan membawa sepiring roti tawar dan secangkir teh hangat.

Tak ada kata-kata dari kami berdua, setelah piring dan gelas itu diletakan aku kemudian langsung melahapnya hingga habis. Kulirik wajahnya kali ini tampak begitu kebingungan dengan sedikit senyuman di bibirnya.

Setelah makan selesai, aku mengucapkan terima kasih karena telah dibuatkan sarapan. Bu dian hanya mengangguk pelan. Dalam hening kami berhadapan tanpa saling memandang hingga sebuah suara mobil datang dan aku buka sedikit gorden, pak wan datang.

bu, pak wan sudah datang, saya pamit dulu dan terima kasih telah menolong serta merawatku ucapku sembari berdiri

eh…. iya sama-sama mas ucapnya pelan dengan wajah tertunduk

saya pamit ya bu ucapku sambil membungkukkan badan dan berbalik. Ketika tangan ini memegang daun pintu serta memutar kunci pintu

maukah kamu berhenti?…. ucapnya pela

Klek… klek… kunci pintu aku buka

Kleeeeeeeeeeeek… ku buka pintu rumah bu dian, pintu itu terbuka sebagian

belum sebelum semuanya berakhir, sebelum orang-orang itu, orang-orang yang semalam mengejarku hancur aku belum bisa berhenti… ucapku

eh… aku tidak tahu apa yang ingin kamu selesaikan tapi aku berharap agar kamu tetap berhati-hati karena orang-orang itu kelihatan sangat jahat ucapnya

pasti bu, saya akan berhati-hati dan saya akan sangat berhati-hati karena mereka semua harus menyesal atas perbuatan mereka ucapku, kulihat dia masih menunduk dan sangat terlihat dia tidak menggubris kata-kataku

dan… ucapnya terhenti

Eh… aku sedikit heran dengan wajahnya yang sama sekali tidak mau memandangku

Apakah kamu benar-benar jujur dengan itu semua? ucapnya membuatku terunduk

saya jujur, tak ada kebohongan didalamnya ucapku

Apakah kamu bisa berhenti? ucapnya dengan tangannya mengepal erat di samping pahanya, wajahnya tertunduk

huffffftthhh… aku belum bisa berhenti, karena aku sudah terperosok terlalu dalam, sangat dalam di lingkaran ini. Aku dan semua yang ada dalam lingkaran kegelapan ini belum mampu untuk keluar… sampai ada orang yang benar-benar tulus untuk menarikku keluar

Jika aku keluar mereka semua juga pasti akan keluar ucapku dengan mata sedikit berkaca, kepalaku menunduk. Suasana menjadi hening tanpa ada sepatah katapun

Hening….

Hembusan angin yang masuk dari pintu seakan memberi sekit kesejukan dalam kepenatan ini…

Bu Dian ucapku dengan wajah tersneyum ke arahnya dan mencoba memecah keheningan

Eh… bu dian tersadar dari diamnya

Terima kasih banyak sudah membantu saya dan mengijinkan saya menginap ya bu,dan mohon maaf merepotkan bu dian, sekali lagi terima kasih bu,saya pamit pulang dulu ucapku sambil membungkukan tubuhku

Eh.. iya sama-sama ucapnya dengan sedikit senyuman, kubalas senyuman itu dan kemudian melangkah keluar

Mas… ucapnya pelan namun terdengar sangat keras di hatiku, aku menoleh kembali ke arahnya

hati-hati… ucapnya dengan sedikit senyum di bibirnya

pasti… ucapku yang kemudian membungkukan badan dan berlari ke pintu gerbang garasi

Aku membuka pintu garasi dan mengok ke kanan dan kekiri. Langsung aku berlari masuk ke dalam taksi melalui pintu belakang taksi yang sudah dibuka oleh pak wan. Tanpa banyak bicara pak wan langsung menghidupkan taksinya. Ketika hampir mendekati pos satpam, aku langsung tiduran di bagian bawah jok belakang.

Lho pak, kok ndak ada penumpangnya? ucap pak satpam ketika memberhentikan taksi pak wan

orangnya ndak jadi pergi mas, kalau begini kan saya yang rugi, sudah ndak mau ganti ongkos jemput lagi ucap pak wan

owalah… ya sudah pak, semoga setelah ini dapat pelanggan lagi ucap pak satpam

iya mas, terima kasih… duluan mas ucap pak wan

monggo pak ucap pak satpam, taksi kemudian berjalan menjauh dari perumahan ELITE, aku kemudian bangkit dan duduk di belakang

bagaimana tadi malam den? ucap pak wan

Hampir ketembak pak, tapi untung selamat… dari memata-mataiku semalam banyak sekali informasi yang aku dapatkan ucapku

bentar den, ketembak? ucap pak wan

iya pak ucapku

Aduh den, hati-hati to den, nanti kalau bagaimana-bagaimana pak wan kan juga bingung ucap pak wan

Sudah, pak wan ndak usah khawatir, nyatanya kan Cuma hampir ketembak dan lihat aku masih hidup pak he he he ucapku selengekan

DEN! Jangan main-main, bapak itu kalau dengar aden kenapa-kenapa, bagaimana pertanggung jawaban bapak sama kakek aden, pokoknya aden harus hati-hati, pokoknya harus berhati-hati lagi! ucap pak wan dengan sedikit membentak.

Sebenarnya apa yang dilakukan kakek wicaksono dulu hingga orang-orang seperti pak wan ini sangat menghormati kakek. Walau aku sudah sedikit mendengar dari pak wan tapi aku belum begitu tahu mengenai semuanya

Pak, pak wan tenang saja… aku pasti akan lebih berhati-hati ucapku pelan sembari menepuk bahunya

Ya, bapak percaya sama aden… pokoknya jangan sampai aden tertangkap, kakek aden disana juga mengharapkan seperti apa yang bapak harapkan ucap pak wan, walau aku tidak melihat matanya berkaca-kaca tapi dari suaranya yang parau sangat terdengar

pasti pak ucapku

Kemudian kami bercanda kesana kemari selama pak wan mengantarkan aku pulang. Sebelumnya aku berganti pakaian terlebih dahulu, dan mampir ke tempat pembuangan terakhir membuang pakaian yang aku kenakan semalam. Setelahnya aku pulang dengan jantung penuh dengan detak yang sangat cepat, apakah mungkin ayah sudah datang atau belum?

Namun sesampainya dirumah, rumah masih dalam keadaan yang sangat sepi. Aku pamit ke pak wan dan menyampaikan rasa terima kasihku, kulihat mobil taksi itu menghilang dalam pandanganku. Kini aku sendiri lagi dirumah ini, aku memasuki rumah dan langsung menuju ke dalam kamarku. Arghhh… aku terlalu lelah untuk semua ini.

Dalam lelahku, di waktu menjelang siang ini aku sendiri di dalam kamarku. Tak ada seorang pun dirumah ini yang menemaniku. Ingatanku kembali ke wanita itu, wanita yang selama ini telah hilang dari dalam hidupku.

Wanita yang selama ini aku kagumi dan terpisah oleh jarak. Dan setelahnya aku bertemu karena waktu, namun kondisiku sekarang ini seudah tidak sama lagi dengan yang dulu. Tidak sama lagi dengan yang dia lihat dulu.

Aku duduk dihadapan komputer kamarku, rasa kantuk mulai merangkulku kembali. Namun rasa penasaranku masih menggelayut dipikiranku. Ku buka email om nico, dan tak kudapati percakapan. Rasa penasaran masih berada dalam otakku dan segera aku membuka Smartphone KS, oh sial bahkan BBM dalam grupnya saja sepi walaupun sudah aku koneksikan dengan wifi dari Smartphoneku.

Aku menunggu sejenak, mungkin saja pesan-pesan percakapan mereka belum. Sembari menunggu aku mengambil kalung dengan cincin monel itu.

Kenapa? apakah kamu jawabannya? ucapku kepada kalung itu, segera aku simpan kembali kalung itu

Ingatanku kembali ketika malam tadi bertemu dengan bu dian. Entah kenapa selalu saja dia datang dalam kabut tebal diriku. Seakan dia tahu bagaimana aku membutuhkannya, seakan dia adalah angin yang mennghembuskan kabut-kabut itu.

Wajah nan ayu dan cantik tampak selalu terpancar dari wajahnya, apalagi ketika dia bangun tadi pagi. Argh, sial kenapa ada wanita secantik itu? Aku mengira cantiknya hanya ketika diluar saja tapi tadi pagi, benar-benar gila melihat dia bangun saja sudah seperti berada di khayangan. Pikiranku terus berputar-putar di alun-alun otakku, dan ditengah-tengahnya selalu ada dia, bu dian.

Kuraih kembali Smartphoneku, dan kuamati kotak berlayar yang canggih ini. Lama aku menunggu tak ada pesan masuk dalam grup bbm. Mungkin saja mereka sudah tidak berkomunikasi lagi. Kuletakan kembali Smartphone KS dalam keadaan mati di tempat persembunyiannya. Apakah aku harus bertemu dengan kakekku untuk membicarakan semua ini? tapi sebelumnya aku ingin bertemu dengan mbak erlina, hanya itu pikiranku saat ini.

To : mbak erlina
Mbak, di kos?
Lama aku menunggu dan…

From : mbak erlina
Ndak, adikku sayang, ada apa?

To : mbak erlina
Pengen tanya-tanya ke mbak

From : mbak erlina
Ya, ke kos saja, kuncinya ada di atas pintu

To : mbak erlina
Ndak enak ah mbak, masa main nyelonong saja

From : mbak erlina
Ndak papa adikku sayang, sudah santai saja, okay

To : mbak erlina
Okay…

From : mbak erlina
Mbak kerja lagi, mpe ketemu dikos
Ku sentuh update status BBM di Smartphoneku…

Status bu dian
I try

Aku hanya tersenyum dan menaikan bahuku tak mengerti apa maksud dari statusnya, tapi yang jelas itu bukan untuk aku. Segera kuletakan kembali Smartphoneku dan bergegas untuk membersihkan tubuhku, berganti pakaian dan berangkat ke kos mbak erlina.

Dengan si montok REVIA aku kembali mengarungi jalan daerahku. Laju motor yang tidak terlalu kencang namun bisa menyalip beberapa pengendara sepeda onthel. Hingga akhirnya aku sampai di kos mbak erlina, tampak sepi.

Segera aku parkir motorku dan ku ambil kunci kosnya yang berada diatas pintu kosnya, tepatnya di ventilasi. Kulihat didalm kamar kos yang luas ini, ada beberapa makanan ringan disana, segera aku lahap tanpa meminta ijin ke mbak erlina. Lama aku menunggu hingga akhirnya aku tertidur.

Pukul 17:00, aku terbangun dari tidurku dan tak kudapati mbak erlina berada dikamar kos. Mungkin pekerjaannya menumpuk sehingga pulang terlambat. Aku kekamar mandi sebentar, membuang air kecil, ufth lega rasanya.

Ketika aku keluar kamar mandi kudapati mbak erlina sudah berada dibalik pintu kamarnya yang tertutup. Wajahnya tersenyum lebar memandangku, dijatuhkannya tas kecil yang menggantung dibahunya. Dibukanya lebar kedua tangannya seakan memanggilku untuk memeluknya.

weeeeeek…. ledekku sambil menjulurkan lidah

iiiih…. ucap mbak erlina kesal dan langsung saja melangkah cepat kearahku

Eh… mbak… mbak…. ucapku terkejut

Mbak erlina langsung saja berlutut di depanku, di bukanya dengan paksa celanaku. Tanpa menunggu lama, dedek arya yang mencium aroma seorang wanita langsung tegang dihadapan wajah ayu ini. tubuhnya masih berbaluk pakaian serba putih yang sedikit ketat dengan kerudung lebar yang masih menutupi kepalanya hingga lengan itu. Aku mendapat perlakuan seperti itu hanya diam saja, mematung karena dedek arya yang sekarang berkuasa atas diriku.

Mulutnya terbuka, tanpa bantuan tangnnya dia mencoba memasukan dedek arya dimulutnya. Perlahan dedek arya masuk kedalam mulut mbak erlina, kedua tangan mbak erlina memeluk pinggulku. Walau tidak bisa masuk secara keseluruhan, tapi sungguh nikmat. Kepalanya maju mundur memanjakan dedek arya. Dengan mulut yang maju dan tersumpal dedek arya, matanya melirik keatasku dan menyipit menandakan dia tersenyum kepadaku.

Dalam posisi berdiri aku hanya menarik kaosku ke atas dengan tangan kiriku sedangkan tangan kananku memegang kepalanya dengan lembut mengikuti gerakan kepalanya. Kepalaku menengadah ke atas mencoba menikmati sensasi kuluman bibir indah ini. kutundukan kepalaku dan kupandang kepala berbalut kerudung ini, lidahnya sedang menjilat-jilat dedek arya yang tegang mengacung. Kadang kepalanya miring tepat berada dibawah batang dedek arya untuk mengulum dan menjilati buah zakar.

ughh… mbak… mmmm… desahku

suka ndak adikku sayang? ucapnya yang kemudian mengulumi buah zakar itu lagi dan aku hanya mengangguk pelan

mbak gerah, bukain baju mbak ucap mbak erlina dengan masih mengulumi buah zakar dedek arya

Mbak erlina kemudian beralih mengulum batang dedek arya dari depan, tangannya memeluk pinggulku. Perlahan aku menjatuhkan lututku, mulut mbak erlina tidak mau lepas dari batang dedek arya. perlahan pula mbak erlina mundur menyesuaikan batang dedek arya yang posisinya mulai merendah.

Kedua tangannya kini menopang tubuh bagian depannya, posisinya seperti orang merangkak. Dengan sedikit membungkuk, aku mulai membuka kancing baju mbak erlina dengan bantuannya aku bisa membuka baju mbak erlina dengan mudah. Tampak tanktop ketat menempel di tubuhnya, segera ku membuka resleting rok yang dikenakannya. Dan… ugh pemandangan yang sangat indah sekali, ketika rok itu terbuka pemandangan berubah menjadi celana dalam yang sangat tipis dan menerawang. Kuelus-elus pantat mbak erlina dengan perlahan.

adikku sayang, kamu pengen apa mbak mau ucapnya dengan kepala berbalut kerudung dan lidah menjilati ujung dedek arya

diemut aja mbak, ufthhhhhh… ucapku terpotong

pas mbak pakai kerudung ya? Nakal deh, nanti pasti minta pake yang lain ucap mbak erlina yang malah membuat fantasiku berkembang

pengen apa bilang ya adikku sayang, mbak bakal bikin kamu puas lanjutnya

pengen erghhh…. ucapku

apa? Kok ndak jelas? ucapnya

mejuhin mbak ucapku sedikit keras

Cuma itu? jawab mbak erlina, dengan posisi mbak erlina menengadah ke atas melihatku sambil tersenyum sedangkan dedek arya mengacung-acung didepan mulutnya membuatku semakin terbak

mbak emutin dulu mbak, cepetaaaan ucaku sedikit manja

begini ya? ucapnya kemudian mengulum dedek arya

oh iya mbak, erghhhh…. bibir mbakhhh nikmhhhat sekali ough… yah… mmmmmhhh… ucapku sambil memegang kepala mbak erlina

Selang beberapa menit, aku mengangkat kepalanya. Kucium bibir mbak erlina, tanganku kemudian meremas susu indah yang lumayan besar itu. Ciuman kami semakin panas.

sayang, tubuh mbak adalah hadiahmu, kamu boleh melakukan samaumu, mbak tidak arghhh akan menolak, adikku sekarang adalah rajaku ouwhh…. desahnya

awmmmm…. mmmhhh…. kusumpal kembali mulut mbak erlina yang tampak semakin liar ini

Gelombang panas mengelilingi tubuh kami, seakan tak mau lepas. Rasa takut di malam tahun baru membuatku ketakutan seakan menuntut pembalasan. Tangan kananku meraba perut mbak erlina, dengan mulut masih berciuman. Tangan kananku menelusup ke balik celana dalam seksi milik mbak erlina. Jariku menemukan klitoris mbak erlina dan mulai memainkannya. Desahan yang terhambat keluar dari bibir mbak erlina.

Tangan kiriku perlahan mendorong tubuh mbak erlina, seakan dia tahu apa yang ingin aku lakukan. Dengan pelan mbak erlina melepaskan ciuman dan mundur hingga terduduk. Kedua pahanya tertutup sementara ketika aku melepas celana dalamnya setelahnya kedua paha putihnya terbuka memperlihatkan sebuah lubang tertutup yang dihiasi sedikit rambut. Kuturunkan kepalaku, dielusnya rambutku dengan tangan kanan mbak erlina sedangkan tangan kirinya menumpu tubuhnya.

ouwh… jilat terus… emmmhhh… adik yang nakal ssssshhhh… masukin jarinya sayang, mainkan sehhhhsukaaah ouwh… muhhh racaunya ketika lidahku bermain-main

iya sayang… erghhh dihhhsedothhh yah begituhhh mbakhhh sudahhhh kangennhhh ouwh… yah terushhh sshhhhhh emmmhhhh… kocok lebih keras lagihhh racaunya ketika bibirku menyedot-nyedot klitorisnya dengan kuat, dan kocokanku semakin liar ketika mbak erlina memintanya

Tangan kirinya sudah tidak mampu lagi menahan tubuhnya, tangan kanannya yang semula membantu tangan kirinya untuk menopang tubuhnya pun sudah tak mampu lagi. Tubuhnya ambruk kebelakang, tubuhnya menggelinjang bergerak tak karuan setiap kali permaina lidah dan jariku di vaginanya semakin liar.

Arghhh… adikkuhhh owhhh… mbakhhh mbakkkhhhh arghhh lebih cepat lagi sayangku… emmmmhhh ah ah ah ah… terushhh… sedikit lagi…. racaunya

Selang beberapa menit dari racauannya, tubuhnya terangkat keatas. Cairan hangat keluar dari dalam vaginanya. Tubuhnya yang masih melengking sekian menit kemudian kembali lagi ke lantai, nafasnya tersengal-sengal dan beberapa kali tubuhnya mengejang.

Tanpa memberikan kesempatan kepada mbakku yang masih berkerudung ini, aku membalik tubunya. Dengan sedikit lemas mbak erlina mengikuti kemauanku dan berbalik, tubuhnya kemudian berposisi menungging. Ku pegang kedua pantat yang besar dan bahenol ini serta meremasnya dengan sangat kuat.

Remasan seperti menggenggam dan menarik kedua pantatnya kesamping sehingga anus dan vaginanya bisa aku lihat. Tak tertarik aku dengan anus, vaginanya lah yang diinginkan dedek arya sekaran. Tanpa ku pegang insting dedekrya seakan tahu ada tempat indah didepannya, tempat dimana dia bisa berenang didalamnya. Kudorong perlahan dan masuk secara pelaaaaaaan.

ouwh… mbak sempit sekali… aku suka sekalihhhh erghhh…. desahku sambil memandang batang dedek arya masuk kedalam vagina mbak erlina

Erghh… pelan adekku sayang eghhh… pelan sudah lama ndak kamu pakai erghhh… jangan digoyang biarkan memek mbak temu kangen dulu, mbak benar-benar kangen sama kontol kamu sayang racaunya ketika semua dedek arya sudah masuk ke dalam vagina sempit mbak erlina

kangen? godaku

erghhh… ya jelas dong sayang, kan kontol kamu yang ngrobek punya mbak, jangan digoyang dulu… benar-benar keenakan memek mbak kalau dimasuki kontol kamu ucap mbak erlina

terus gini saja mbak? Mending adik kamu yang nakal ini main sabun di kamar mandi saja ah, arya cabut ya godaku

iiiiih… nyebelin, tunggu dulu… sakit tau dimasuki sama kontol kamu yang gede ini… biarin melar dulu punya mbak ucap mbak erlina

iya mbak ku sayang ucapku sambil membungkukan badan, merebahkan tubuhku dipunggungnya, langsung saja kedua tanganku menelusup masuk dibalik tanktopnya, meremas susu mbak erlina dan memainkan putingnya

adeeeekkkk ughhh… kamu benar-benar nakal, kamu berathhhhh… ahhhh…. memek mbak kamu masuki kontol sekarang mbak disuruh nahan tubuh kamu erghhh… ucap mbak erlina

sssstttt… katanya mau nurut sama adek, kalau ndak nurut diperkosa sama adek lho, kaya gini bisikku pelan sambil menarik dan menghentakkan keras batang dedek arya di vaginanya

awhhh… nakal kamu sayang… iyahhh mbak nurut sama adek, digoyang pelan ucapnya

Aku mulai menggoyang pelan pinggulku, batang dedek arya mulai menyusuri liang vagina mbak elrina. Terasa sangat nikmat di dalam sana, lama aku tidak merasakannya semakin kencang saja vagina mbak erlina. Goyangan pinggulku semakin aku percepat seiring dengan darah yang mulai mendidih karena sensasi wanita berkerudung ini. Kepalanya mendongak keatas, desahan dan jeritan kecil terdengar dari bibirnya.

Ah ah ah ah… terus… buat memek mbak keenakan adekku ough… benar-benar kontol kamu nikmathh sek rghhhhh sekali…. terus sayang racaunya

memek mbak enak sempit sekali, ugh… aku pengen pejuhin dalamnya mbak racauku dengan podidi sekarang aku memegang pinggulnya

iya pejuhin mbak, lebih keras lagi buat kontol kamu puas sayanghhh…. arghhh racaunya

Dengan posisi sedikit membungkuk aku tarik kedua tangannya. Seperti halnya sedang mengendarai kuda, aku hujam keras-keras liang vagina mbak erlina. Beberapa menit berjalan, aku sedikit kelelahan dengan posisi ini. kuminta tubuhnya berbaring miring dan kuangkat kaki kenannya kemudian kuletakan di bahu kiriku. Kumasukan lagi batang dedek arya ke dalam vagina dan kutarik ke atas tank-top mbak erlina sehingga terlihatlah dua buah bukit ranum, sekal dan kencang. Aku mulai menggoyang wanita berkerudung ini semakin buas.

ugh… kontolku keenakan mbak, ya enak sekali arghhh… mantab sekali mbak racauku

terus sayang mbak sudah lama ndak kamu kasih, ah ah ah ah enaaaak ya terus buat memek mbak lecet teruss terus lebih keras lagi… arghh kontol kamu memang benar-benar amazing.. ough racaunya dengan tangan kanannya memegang tangan kirikku sedang tangan kirinya berada diatas kepalanya

akan aku buat mbak keenakan dengan kontol adik mbak ini racauku membalas mbak erlina yang kini matanya terpejam dengan bibir bawahnya digigit

iya sayang mmmmhhh… errrrghhhh… terus sayang teruuusss…. mmmhhhhh… ah ah ah balasnya menikmati setiap sodokan

memek mbak kok menyempit ugh enak mbak enak banget racauku

enak kan erghhh… enak dijepit memek mbak kanhhhh ahhhhh ahhhh ouwh…. terus sayanghhh arghhhh… balasnya meracau

Kini aku telentangkan tubuh wanita berkerudung ini, kubuka lebar pahanya. Inilah saatnya penuntasan, kuletakan tanganku disamping pinggulnya. Ku tenggelamkan kembali dedek arya ke dalam memek wanita berkerudung ini.

Argh… lebih dalam lagih emmmhhh… lebih keras racaunya dengan kedua tangan berada di atas kepalanya menambah keindahan busungan payudaranya.

lebih keras lagi lebih cepaaaaaaatttthhhhh arghhhhh… enaakkkkh bangethhhh oh owh owh ohhhhh racaunya semakin menggila

mbak, aku mau keluar… arghhh…. racauku diiringi goyangan pinggul yang semakin keras

mbak jugggg… ah…. terus lebih keras lagi mbak hampir sampai racaunya

Arghhhhhhhh……… teriaknya sedikit tertahan dengab tubuh melengking dan

Croot croot croot croot croot croot croot croot croot croot

Aku terkulai lemas di atas tubuh mbak erlina, tubuh mbak erlina masih sedikit mengejang. Kurasakan empuk payudaranya di dadaku. Nafasnya tersengal-sengal, ku usap lembut kerudungnya dan kucium kening mbak erlina. Dengan mata yang terpejam, bibirnya masih saja bisa memperlihatkan senyuman kepadaku.

Kupeluk tubuh wanita yang memberiku ketenangan dihari ini, kucium bibirnya dan dibalasnya hingga lelah menghilang dari tubuh kami. hingga akhirnya aku tinggalkan mbak erlina yang sedang beristirahat karena mungkin lelah, aku beranjak dan bersih-bersih.

Setelah bersih-bersih aku keluar dari kamar mandi, ketika itu mbak erlina hanya mengenakan tank-topnya saja tanpa kerudung. Kami berciuman sebentar dan setelahnya mbak erlina masuk ke kamar mandi.

Aku menunggu diluar, dekat dengan jendela kamar kosnya. Dengan sebatang dunhill menyala di tangan kananku sedang tangan kiriku memegang sekaleng minuman bertuliskan W&A. Aku hanya mengenakan kaos oblong dan celana jeans yang aku kenakan tadi. Lama aku menunggu akhirnya mbak erlina keluar dari kamar mandi.

ngrokok teruuuuuuuuuuuus! Udah dirokok masih saja ngrokok ucap mbak erlina judes

iya deh tak matikan tapi nati kalau sudah tinggal filternya saja he he he ucapku

sama aja kaleee ucap mbak erlina

mbak, kok tadi tiba-tiba nubruk saja? Kengen berat sama adiknya ya? ucapku memandang mbak erlina yang mengenakan tank top putih serta celana pendek sepaha

iya dong, adik sich ndak pernah jenguk mbaknya hi hi hi ucap mbak erlina yang berjalan ke arah meja riasnya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk

mbak tahu sendiri kan? ucapku santai

iya… iya… ucap mbak erlina

obat apaan itu mbak? ucapku

obat biar kamu ndak jadi bapak adikku sayang muachucap mbak erlina

Pil KB? ucapku

Lha boleh ndak? Atau kamu mau jadi bapak? ucap mbak erlina

yah jangan dong mbak ucapku memelas

makanya… glek glek glek ucap mbak erlina yang langsung menelan pil tersebut

tanggal merah kok berangkat mbak? ucapku

namanya juga rumah sakit, ndak ada liburnya kecuali kalau ada yang mau gantian shift ucap mbak erlina yang berdiri dan berjalan ke arahku, da kemudian duduk di bawahku

ndak enak ya kerja dirumah sakit, masa libur-libur berangkat? ucapku menggodanya

enak ndak enak ya enak, kan ada kamu yang ngenakin mbak hi hi hi goda mbak erlina, yang tak kuhiraukan karena pandanganku menjadi kosong

euy jangan melamum, mikirin apa? ucap mbak erlina menepuk pahaku

Bersambung