Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 58

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97Part 98Part 99Part 100
Part 101Part 102Part 103Tamat

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 58 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 57

Brakkk… pintu mobil taksi ditutupnya dengan sangat kasar, membuat kami semua yang sebelumnya terpesona sedikit kaget. Wanita itu kemudian berbalik dan berjalan menuju ke arah kami dibarengi dengan mobil taksi yang mundur untuk meninggalkan warung wongso. Wanita dengan pakaian sangat terbuka ini berdiri di dekat kami dan kami memandangnya dengan penuh takjub akan kecantikannya.

Halo ganteng-ganteng sayangku muach muach… ucap wanita tersebut dengan tangan kirinya mentowel pipi kami satu persatu. Dan kami tahu siapa wanita ini…

DIRA?! teriak kami bersama, brakkkk… kami terjatuh bersama-sama

iiihhh.. segitunya deh kalau lihat dira, terpesona ya? ucap dira sedangkan kami mulai berdiri dan duduk kembali ke tempat kami

beneran kamu dir? Gila kamu dir! Bisa-bisanya jadi kaya gitu?! ucap anton

Bisa dong kan teruntuk cintaku eko… gimana cantik kan? ucap dira

HUEEEK! teriak kami bersama-sama

iiih… cantik yah? ucap dira

HUEEEEEEK! teriak kami bersama-sama lagi

owalah dir… dir… jaman kamu SMA itu banyak cewek yang suka sama kamu, saiki malah kamu jadi cewek… owalah yooooo yooooo…. ucap ibu wongso yang berada didepan pintu warung yang sudah sepi ini

DIRA! Kamu itu… iiiih… itu berlebihan tahu! ucap asmi yang keluar sambil menunjuk pada bagian dada dira

iiih jeles ya kamu say, punyaku lebih indah kan hi hi hi ucap dira

sudah… sudah, asmi ayo masuk saja, ndak usah ngurusi dira bisa sampe tahun batu juga ndak bakal selesai ucap ibu wongso yang kemudian menarik asmi masuk kembali ke warung

Dasar gila kamu, bisa-bisa diperkosa kamu dijalan! ucap wongso

Bisa dijadikan kambing peliharaan kamu dir ucap aris

Parah… parah… kamu dir ucapku

jangan gitchu dong ganteng… dira kasih yang spesial deh buat kalian ucap dira sambil membalikan tubuh

Nih disini cyiin, sepuasnya tapi jangan yang didepan ya karena yang didepan buat cintaku eko ucap dira sambil menunjukan anusnya

HUEEEEEEEEEK! teriak kami bersama

Hi hi hi hi hi… tenang saja cyin ini operasinya belum selesai nanti kalau udah selesai pastinya lebih bagus dari ini hi hi hi ucap dira yang memerkan tampilan barunya ke kami. sambil berputar-putar memperlihatkan tubuhnya ke kami.

Ya… walaupun dia sableng bahkan sampai harus operasi tapi di tetap sahabat kami. sahabat yang selalu membuat suasana kembali menjadi indah dan riang. Dia tidak pernah marah walaupun kami membully-nya berkali-kali. inilah sahabat-sahabatku, keluarga keduaku. Obrolan ringan berlanjut hingga beberapa gelas kopi gratis dari warung wongso berjajar di sebelah kami.

Walau kami bisa tertawa hingga terbahak-bahak hingga kami bisa terjengkang ke belakang, tetap saja dalam tawa kami ada sedikit ke khawatiran. Dan yang paling jelas terlihat adalah aku, wajahku, rautku, mimik mukaku menunjukan bagaimana aku sangat khawatir tentang Eri. Jika rani mungkin aku tidak begitu khawatir karena dia ada bersama tanteku. Memang mereka adalah sahabatku, dan mereka tahu akan perasaanku saat ini.

mereka selalu mencoba menenangkan aku dari setiap canda kami, mereka selalu bilang kalau mereka ada untuk aku. Apapun kesulitanku pasti akan mereka bantu apapun caranya. Aku hanya tersenyum mendengarkan celoteh mereka. Hingga tengah malam, Satu per satu dari kami mulai menguap dan akhirnya kami mengakhiri tongkrongan kami. aku pulang dengan membawa segudang pertanyaan yang membingungkanku. Hingga dirumah didalam kamar, aku rebah dengan segudang pertanyaan dan sejuta rasa lelah.

H-1

Pagi hari…

ergh… apa ini? bathinku. Ku buka mataku secara perlahan dan ku coba melihat sumber kegaduhan yang membuat gaduh bathinku

Ibu… ucapku

slurrp… slurrppp… mmmm…. slurrrp…. mmmm aahhhh

baru bangun sayangku? ucap ibu dengan batang dedek arya yang dipegang dengan tangan kanannya tepat di depan mulutnya

Ibu kapan pulanghhhhh ouwhhhhh…. rintihku

slurrp… slurrppp… mmmm…. slurrrp…. mmmm aahhhh ibu kemudian melepaskan kulumannya dan duduk bersimpuh di depanku dengan posisi kakiku terbuka lebar. Aku bangkit dan duduk dengan tubuhku ditopang kedua tanganku di belakang.

Apa? Matanya kok kaya gitu? ucap ibu

cantik dan seksi bu ucapku melihat ibu memakai jarik yang dijadikan kemben yang menutupi sebagian susunya dan sebagian pahanya. Susunya tampak ingin melompat keluar dari kemben itu

teruuuuuus? ucap ibu, aku dekatkan tubuhku dan kepalaku menunduk ke susunya

arya suka ini ucapku sambil mengelus-elus gundukan

kan ini punya anak ibu, dan itu kamu sayang ku… ucap ibu sambil mengangkat kepalaku untuk memandangnya dengan menggunakan kedua tangannya. Dikecupnya bibirku secara perlahan, beberapa kecupan didarakannya lagi di bibirku.

Dan kecupan terakhir tak lepas dari bibirku, kupeluk tubuhnya dengan kedua tanganku. Akhirnya kedua bibir ini berpagutan saling menyedot dan saling melumat satu sama lain.

Ibu kemudan mengangkat pinggulnya hingga tepat di atas dedek arya dengan posisi masih berciuman. Hawa panas antara kami berdua mulai terasa disekitar kami. Hawa akan keinginan untuk segera dituntaskan. Perlahan dedek arya amblas ke dalam vagina ibu, benar-benar sungguh nikmat ditambah lagi lumatan bibir kami yang tak henti-hentinya bergerak saling memuaskan bibir pasangan.

Ouwh… kontol kamu gede dan keras ouwh kontol kamu menggaruk tempik Ibu… dalam sekali ouwh… enak… tempik ibu keenakan dengan kontol anak ibu ini… benar aaahhhh benar nikmat ouwh.. racaunya

enakan bu kontol anak ibu ufthhhh… tempik ibu sempit banget ouwh…. enak banget bu, kontol arya keenakan di tempik ibu ouwh… racauku

Ouwh sayangku… ibu kangen dengan kontol kamu ouwh… kontol kamu yan bisa memuasi ibu… erghhh… ibu akan selalu jadi istrimu, kekasihmu, pacarmu, dan wanita pemuasmu… ouwh yah dalam sekali sayang… menthok didalam sayangku benar-benar keras dan kuat… erghhhh…. racaunya sambil matanya terpejam dan pinggulnya naik turun

Ibu suka kontol anak ibu masuk ke tempik ibu kan? Bilang bu owh…. desahku

Iya ibu suka kontol anak ibu masuk ke dalam tempik ibu… ayo nak kamu ikut goyang sayangkuwh owh… tempik ibu keenakan dimasuki kontol kamu owhhh… yahh… ssshhh… mmmmhhhh…. racaunya

Ibu ergh… tempik ibu njepit sekali bu… sempit sekali…. ucapku

Jelas sayang, hanya kamu yang bisa memasuki dan memuaskan tempik ibu.. ouwhhh… tempik ibu selalu gatal kalau ingat kontol anak ibu ini oh…. ucap ibu

Ibu memegang bagian belakang kepalaku dan sambil tetap menaik turunkan pinggulnya. Kepalaku didekapnya di gundukan indah dadanya. Aku menjilati setiap nanometer gundukan itu, dan kadang lidahku aku selipkan diantara kemben dan susunya untuk merah puting susu ibu.

semakin lama goyangan ibu semakin kencang. Gesekan dinding vagina ibu semakin terasa, begitu hangat dan panas serta licin. Benar-benar kenikmatan tiada duanya.

sayang… oh oh sayang arghh… erghhhh sayaaaaaaaaaaaang ucap ibu melenguh

Tubuhnya melengking dan mengejang beberapa saat. Aku terpana melihat raut wajah ibu yang penuh kenikmatan itu, tambah semakin cantik dan benar-benar menggugah nafsuku untuk segera bangkit dan meninggi. Tubuhnya kemudian ambruk ke arah tubuhku, langsung aku peluk.

Tampak nafasnya terengah-engah tak karuan ketika kepalanya rebah di bahu kiriku. Kuelus punggungnya den perlahan, desahannya pun semakin terasa. Kenyalnya susu ibu sedikit terasa di dadaku. Ku angkat tubuh ibu untuk kembali tegak kembali. Kupandangi ibu yang tersenyum manis dengan wajah penuh kenikmatan itu.

Bu, arya pengen lihat susu besar dan kenyal punya ibu ucapku

bagaimana sayang hash hash has…. pokoknya ibu nurut kamu, mau diapakan terserah kamu sayang, sekarang ibu adalah istri kamu, kekasihmu, pacar kamu sekaligus pemuasmu sayangku , oh anakku hash hash hash desahnya

Iya, arya juga akan jadi suami ibu, kekasih ibu, pacar ibu dan pemuas ibu ….mmmmm ucapku yang langsung mencium bibir indahnya

Kubuka kemben ibu perlahan dan kupelorotkan sedikit hingga susu ibu terlihat semua. Kemudian kemben itu aku ikatkan lagi tepat dibawah susu ibu, sekarang yang tertutup adalah bagian bawah susu ibu hingga setengah paha ibu. kulepaskan ciumanku dan kukulum habis kedua puting itu, kedua tangan ibu menyangga bagian bawah susu ibu dan disodorkannya kedua susu itu kepadaku.

puting ibu kecil dan indah sekali mmmm slurrrppp…. mmmmm ucap ibu

hisap sayangku, hisap yang kuat buat puting ibu semakin besar, buat lingkar puting ibu semakin besar… beri tanda yang banyak sayangku… owhhh sedooot yang kuat… beri tanda bahwa ibu milikmu ouwh…. hisap yang kuat…. racau ibuku menambah nafsuku

Sedotanku semakin kuat, semakin benafsu dengan susu indah, besar, kenyal dan sekal ini. benar-benar susu yang ranum, betapa bodohnya ayahku meninggalkan susu indah ini. apakah dia tidak mempunyai nafsu sama sekali dengan ibu? padahal bodinya masih sama seperti dengan bodi ABG-ABG umur 20-an.

Bu… mmmmm… panggilku dan seketika itu aku mencium bibirnya

Tangan ibu kemudian beralih bahuku, aku peluk tubuh ibu dan ku dekatkan hingga ke menempel ketubuhku. Segera setelahnya aku baringkan ibu dan kukangkangkan kedua kakinya dengan posisi dedek arya masih berada didalam vagina ibu. segera aku menggoyang semakin cepat di awali dengan goyangan pelan.

puasi ibu nak… erghhh puasi ibu dengan kontol anak ibu ini… lebih keras lagi sayangku, ibu suka kalau mentok… erghhh… terus… goyang terussshhhhhhh buat susu ibu bergoyang untukmu sayanghhhhh racaunya

Ibu tambah cantik sekali kalau lagi dikenthu sama arya… ucapku dengan senyuman nakal

Kamu memang nakal, tempik ibu kamu masuki kontol kamu dan sekarang kamu bilang kamu suka wajah ibu kalau sedang kamu kenthu nakal sekali kamu sayang… ayo sayangku lebih nakal lagi sayang ohhhh mmmm…. puasi ibu…. racaunya kembali

owhhh bu nikmat sekali, aku ingin ngenthu ibu terus owh…. selalu… racauku

Goyanganku semakin cepat, dan semakin liar. Kedua tangan ibu meremas sprei yang ada di atas kepalanya. Bibir bawahnya digigit.

Arya… ibu hampir sampai… ayo suamiku… labih keras lagi oh…. racaunya

Aku juga cinta owh… ya enak sekali becek dan sempit sayangku… racauku, dan kuhujam sangat keras kedalam tempik ibu

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Langsung tubuhku rebah, dan kupeluk tubuh ibu sangat erat. kami mengejang bersama hingga nafas kami sedikit teratur. Kukecup keningnya dan kuelus rambutnya. Kupandangi wajahnya dan kemudian aku mencium bibir indahnya.

am i wild dear? ucap ibu

Lumayan bu…ucapku kembali mencium bibirnya

ibu ingin lebih liar lagi, ajari ibu sayang biar ibu punya pengalaman permainan yang liar ucap ibu

tapi aku lebih suka ibu yang anggun ucapku

dan juga liar sayang? ucap ibu dan aku hanya mengangguk. Memang keanggunan yang dikombinasikan dengan keliaran tampak lebih hot bagiku

berarti ibu harus pakai kebaya ya sayang? ucap ibu sambil jari tangan kanannya mengelus dadaku

jika begitu, arya akan perkosa ibu saja ucapku dengan senyum nakal

Hmmm… nakal kamu , masa ibu mau kamu perkosa ucap ibu

apapun ibu, aku suka ucapku kembali memeluknya dan menciumnya

Hingga akhirnya aku rebah disamping ibu, dan kami saling berpelukan. Rasa kantuk yang baru saja hilang kembali lagi ke dalam mataku. Akupun tertidur sekejap. Tepat pukul 09:30 aku terbangun, kudapati dedek arya berdiri tegak.

Tanpa mengenakan pakaian aku berjalan keluar kamarku menuju lantai bawah. Kudapati ibu sedang berada didapur dan mencuci piring. Kudatangi ibu dan langsung aku peluk dari belakang.

Aw… kamu itu bikin kaget saja sayang ucap ibu

Salah sendiri nyuci piring ndak pakai pakaian ucapku

Kamu suka sayang? ucap ibu

Heem ucapku

Apanya? ucapnya kembali

Aku suka pantat besar ibu ini, suka susu ibu yang besar dan masih seperti ABG ini ucapku

Cuma itu sayang? Kamu ndak suka ngontolin ibu atau mejuhin ibu? ucapnya

Iya bu, arya suka ngontolin mulut ibu, suka ngontolin tempik ibu… suka mejuhin wajah, mulut dan semua bagian tubuh ibu… ucapku sambil memeluknya dan mengecup-ngecup bahunya

tapi kenapa ndak kamu kontoli sekarang sayang erghhhh ucap ibu

Segera tangan kananku menelusup diantara himpitan pantat ibu. Dengan sedikit membungkuk aku dan tangan kiriku meremas susu kirinya. Aku masukan jari-jariku kedalam tempik ibu. akhirnya aku berjongkok dibelakangnya, kutarik pinggul ibu dan kumainkan tempik serta itil ibu.

erghh… jilati sayangku… sedot yang kuat itil ibu… ibu suka dijilati mulut anak ibu… enak sekali, ayahmu yang bajingan itu tidak pernah mau menyentuh ibu… sentuh ibumu ini, ibu suka dijamah oleh anak ibu… jamah ibu owh kocok lebih keraaaaassssssssss….. yah seperti itu…. jilati lagi arghhhhhh….. racaunya dimana aku memainkan itil dan mengocok vaginanya

terus terus lebih… ajari ibu bercinta jadikan ibu pemuas lidahmu owh….. ya seperti itu…. arghhhhhh… yah begitu aaaaaaarghhhhhhhh racaunya yang diakhiri oleh teriakan hingga tubuhnya mengejang beberapa kali. tanpa memberinya kesempatan untuk beristirahat, aku kemudian bagkit dan menarik pantatnya.

Dengan sedikit melebarkan kakiku, Ku arahkan dedek arya ke liang vagina ibu kemudian aku tekan.

Owhh…. sayang… kamu memang nakal, ibu masih merasakan nikmat kamu beri kenikmatan lagi… ayo sayangku hajar ibu lebih keras lagi… ucap ibu

Ibu benar-benar nakal sekarang, ibu itu anak kepala daerah sekarang nakal sekali ucap ibu. plak aku tampar pelan pantat ibu dan mulai menggoyang

Kamu cucu kepala daerah juga suka ngenthu ibunya sendiri, nakal kamu erghhh… tampar lebih keras lagi sayang… buat ibu lebih nurut lagi samahhh kamuwhhh owhhh…. ucap ibu dan aku mulai menampar beberapa kali pantatnya hingga berwarna sedikit merah

Ibu … aku sedang ngontolin tempik ibu… owhh benar-benar nikmat… tempik ibu nikmat sekali… racauku

terus goyang sayang, susu ibu jangan dianggurin sayang remas dong sayang erghhh….racaunya

Posisi tubuhku yang semula tegak sekarang sedikit membungkuk. Kedua tanganku meraih susu ibu dan kuremas sangat kuat. Kugoyang pinggulku dan terasa menthok didalam. Semakin keras aku menggoyang, semakin terdengar suara desahan dan racauan ibu yang semakin liar.

Dengan kedua tangan masih disusunya aku sedikit menarik tubuh ibu agar mendekat kearahku, seakan tahu maksudku ibu mengangkat tubuhnya dan menolehkan kepalanya kebelakang. Kami sekarang berciuman dengan posisi masih gaya anjing. Kuarahkan ibu ke ruang TV sambil berjalan dan berciuman aku terus menggoyang pinggulku untuk menghujam vagina ibu. ibu tampak kesulitan namun tubuhnya tak mau protes akan tingkahku, tubuhnya mengikuti semua keinginanku. Ketika hendak keruang TV aku melihat kamar ibu.

Ke kamar ibu, aku ingin memuaskan ibu dikamar ibu ucapkku pelan, sambil mengarahkan ibu ke kamarnya.

owh… ya, puas ibu dikamar itu sayang… biar ayahmu itu tahu bau peju ternikmat bagi ibu ucapnya sambil mengikuti instruksi dari tubuhku

Klek… daun pintu dibuka dan aku masih dalam posisi doggy style menggoyang pinggulku sambil berjalan menuju ke arah tempat tidur ibu dan ayahku. Hingga akhirnya sampai di tempat tidur ibu merangkak ke depan tepat diatas tempat tidur. Kuarih tubuh ibu agar semaki mendekat, sekarnag posisi tubuh ibu membusung kedepan dengan vagina yang aku masuki oleh dedek arya dan bibirnya yang aku sumbat dengan bibirku. Tanganku tak hanya tinggal diam, tangan kananku menahan tubuh ibu agar tidak kembali jatuh kedepan dan tangan kiriku meremas-remas susu ibu.

Ayo sayangku kenthu ibumu diatas tempat tidur ini, jadilah lelaki yang selalu menyetubuhi ibumu di atas tempat tidur ini… owh… biarkan tempat tidur ini menjadi tempat kita memadu kasih owhhh… aduh… kontol kamu nakal sekali sayang… nyodoknya dalam sekali ughhhh mmmm slurppp…. ucap ibu

tentu bu, sekarang ini adalah tempat tidur kita berdua ouwh… benar-benar nikmat tempikmu… tempik ibu enak sekali, kontol anak ibu keenakan didalamnya… arghhhh… aku ingin muncrat terus di didalam tempik ibu… racauku kembali mencium bibirnya

Ayo sayang goyang lebih keras lagi, katakan imajinasimu kepada ibu… apa yang kau inginkan ibu akan arghhh turuti asal kontol kamu memuaskan tempik kering ini sayang owhh… yah terus goyang terus… puasi ibumu ini sayang… puasi ibumu yang selalu merindukanmu dan kontol kerasmu inihhhh racaunya

Aku ingin menyetubuhimu, ngethu ibu diamanapun di kamar mandi, ditempat tidurku, ditangga, di dapur, di belakang rumah, di ruang tamu, di atas motorku, aku ingin ngenthu ibu selalu yeah enak sekali… jawabku

owh sayang itu pasti menyenangkan… ibu akan menurutimu ibu akan jadi wanita pemuasmu sayang yah… emmmhhh…. kontol kamu garuk-garuk tempik ibu lagi owgh… ibu mau dimanapun asalkan kamu yang memuasi ibu owghh yah… terus sayangku… racau ibuku

Tubuh ibu kemudian ambruk kedepan dengan kedua tangannya sebagai tumpuan. Aku terus menggoyangnya, kedua susunya aku remas semakin kuat. Semakin kuat aku meremas menandakan aku semakin dekat dengan puncakku. Kepala ibu mendongak ke atas merima setiap hantaman dedek arya di vaginanya.

Ibu aku pejuhin tempik ibu…. teriakku yang mendekati puncak

Pejuhin, pejuhin yang banyak… tandai semuanya… tandai tubuh ibu… tandai tubuh ini sabagai milikmu sayang owghhhh ibu juga hampir keluar… racaunya. Kuhentakan dengan sangat keras dedek arya kedalam vaginanya.

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Ku tahan dedek arya didalam vagina ibu yang juga mengeluarkan cairan hangat. Terasa sangat nikmat dengan gaya anjing kawin ini. kupeluk tubuh ibu yang ikut ambruk kedepan karena tidak mampu menahan tubuhku. Kukecup rambut indahnya dan kuelus-elus. Lama dalam posisi ini aku kemudian merebah di sampingnya, ibu kemudian berbalik dan memelukku merebahkan kepalanya didadaku. Hening lama, tak ada suara diantara kami ketika mengatur nafas ini.

sayang… ibu ingin sesuatu yang lain lagi ya… ibu ingin merasakan yang lain bersamamu sebelum kamu menemukan tambatan hati… ucap ibu memecah keheninngan

pasti bu, tapi kalau tidak menemukan ibu yang jadi pasanganku ucapku

Iya, sampai kendorpun ibu mau sayang hi hi hi ucap ibu

Kemudian kami beristirahat beberapa menit, ibu kemudian beranjak keluar kamar untuk menyiapkan makan pagi. Entah makan pagi atau siang akupun tidak tahu. Setelah beberapa saat kemudian aku bangkit dari tempat tidur, kupandangi tempat tidur ini sebagai tempat tidurku bukan milik dia lagi.

Aku keluar dan kudapati ibu sedang menyiapkan makanan. Ibu memandangku ddengan senyuman anggunnya, walau rambutnya tampak acak-acakan dan tubuhnya terlihat masih lusuh karena keringat kami berdua. Aku langsung duduk kearah ruang TV dan menghidupkan layarnya.

Makan sayang? ucap Ibu

Maem sama ibu ucapku

iya, ini ibu ambilin buat lelakiku ucap ibu sambil membawakan makanan dan duduk disampingku

Bu… Ibu lapar? ucapku

Iya dong, kamunya sihminta terus ucap ibu

Bu… aku berucap sambil menggenggam tangannya

Pasti ada maunya, anak muda belum puas-puas ucap ibu

kulumiiiiiiiiiiin… ucapku manja

iiiih nakal masa ibunya sendiri disuruh ngulum kontol anaknya ucap ibu yang kemudian beranjak ke arah tengah-tengah selangkanganku

kok bobo? Ibu bangunin ya sayang tapi janji jangan dimasuki ya? Perih kamu tadi nyodoknya keras-keras sih ucap ibu yang aku balas dengan anggukan. Ibu kemudian mengulum dedek arya dengan tangan dibawah, seperti gaya anjing mengulum

ugh… benar-benar nikmat bu owghhh mulut ibu pokoknya buat kontolku saja ucap ku yang dibalas dengan senyuman yang terlihat ketika mengulum dedek arya. kuelus-elus rambutnya perlahan, kadang jari-jari tanganku mengelus-elus lehernya.

Tak lama berselang dedek arya bangkit, ibu kemudian sedikit mengangkat tubuhnya. Dijepitnya dedek arya diantara belahan susunya, sedikit diludahi agar bisa naik turun dengan sempurna. Kepalanya mendongak keatas meminta agar mulutnya di lumat olehku. Akupun menunduk dan melumat bibir Ibu.

Ibu lapar? ucapku

Iya sayang, wanita pemuasmu ini kelaparan, suapin sayangku biar diah bisa memuaskan kamu lebih ucap ibu yang mulai menyebut namanya

Kuambil piring berisi nasi yang diletakan oleh ibu disampingku. Kukunyah sesendok makanan dimulutku, setelah lembut kupegang kepala ibu dengan kedua tanganku. Mulut ibu seakan tahu, mulutnya langsung membuka dengan tubuhnya berhenti naik turun tapi kedua tangannya tetap menggoyang susunya untuk menjepit dedek arya. kumasukan makanan itu kemulutnya dan ditelan langsung oleh ibu, walau ada sedikit yang tumpah disekitar bibirnya aku jilati dengang lidahku dan ku arahkan mulutnya.

Lagi sayang… diah pengen disuapi lagi, ayo sayang suapi lagi… kamu juga makan sayang… ucap ibu

iya wanita pemuasku, lelaki pemuasmu ini pasti akan selalu menyuapimu ucapku Begitulah hingga makanan didalam piring telah habis, kini aku menikmati pemandangan ibu sedang memuasi dedek arya.

Diah lebih kenceng, arya pengen pejuhin mulut sama wajah diah ucapku semakin berani

heem arya, pejuhin diah ya… diah belum mimik peju arya hari ini, begini kan arya? ucap ibu

Ouwh diah pinter banget kontol arya mau pipis rasanya ucapku

Ayo arya, pejuhin diah… diah sudah kangen peju arya ucap ibu

Semakin keras dan cepat ibu mengocok susunya didedek arya. dan….

Diah, ar… yah mau keluar… mulut diah dibuka… arya pengen pejuhin mulut diah… racauku

aaaaaaaaak….. ucap ibu membuka mulutnya tapi sambil tetap menggoyang susunya

arya keluar…. ucapku, ibu langsung melepas jepitan susunya dan dipegangnya dedek arya diarahkan kedepan mulutnya

Crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot crooot

Beberapa tembakan masuk kedalam mulutnya tapi setelah beberapa tembakan itu, Ibu menutup mulutnya dan memjamkan matanya. Segera setelahnya beberapa tembakan mengenai wajahnya. Keanggunan, keliaran dan keindahan bersatu dihadapan mataku.

sluurpp sluurrrp… anak ibu semakin nakal ya…. slurrrp ucap ibu

Ah ah ah… pokoknya ibu harus suka… ah ah ah ucapku

suka deh kalau kamu semakin nakal sama ibu ucap ibu

Dibersihkannya wajahnya dan kemudian mengulum sisa-sisa sperma yang masih menempel di dedek arya. setelah bersih, ibu kemudian mengajakku mandi. Ibu memandikanku seperti masa kecilku, da aku juga memandikannya.

Selama mandi aku berbincang dengan ibu, Aku kemudian mengatakan kepada Ibu yang terjadi kemarin mengenai kematian pembantu rani. Demi keselamatan Ibu, aku minta ibu untuk kembali ke rumah tante ratna. Ya karena rumah tante ratna memiliki keamanan yang bagus ketimbang rumahku..

Apa mungkin dia mencurigai kita sayang? ucap ibu

mungkin bu, tapi aku tidak tahu ucapku

kalau iya, dia pasti akan mengakhiri hidup kita terlebih dahulu ucap ibu

Ibu tenang saja, itu tidak akan terjadi

kita pasti bisa menyingkirkannya lanjutku

kamu hati-hati ya sayang, nanti ibu akan telepon ayahmu kalau ibu masih dirumah tante ratna ucap ibu

Apa itu tidak semakin berbahaya bu? ucapku

sudah kami tenang saja, disamping perumahan tante ratna kan ada kantor polisi jadi lebih aman ucap ibu

iya bu… ucapku

kamu jangan gugup sayang, tenang nanti ibu akan ajak ngobrol ayah kamu biar semua terlihat seperti biasa ucap ibu

biasa? ucapku

ya biasa, kan kamu tahu sendiri ibu dan ayah tidak pernah akur, jadi ya nanti itu bisa ibu jadikan alasan untuk nginep di tante ratna ucap ibu

tapi ibu harus hati-hati, jangan sampai keceplosan ucapku

tenang sayang, ibu lulusan S2 lebih pintar dari bajingan itu hi hi ucap ibu

Setelah mandi kemudian aku meminta ibu untuk bersih-bersih dan menyiapkan pakaian untuk menginap dirumah tante ratna. Jadi ketika aku meninggalkan ibu sendirian pikiranku aman. Selama ibu bersiap-siap aku memesankan taksi, ya pak wan aku minta untuk mengantar ibu kerumah tante ratna.

Sembari menunggu taksi datang aku dan ibu bercumbu diruang tamu. Pak wan kemudian datang, aku antar ibu sampai di taksi.

Pak titip ibu, antar ibu kerumah tante ratna ya? ucap ku

Iya den pasti ucap pak wan

Kulihat taksi itu menghilang dari pandanganku, taksi berwarna biru itu. Aku hanya berharap semuanya akan baik-baik saja. Aku kemudian kembali ke kamarku, menyiapkan penyamaran untuk besok malam, pakian serba hitam dan juga tak lupa aku siapkan wig rambut panjangku.

Serta stocking tangan berwarna hitam untuk menutupi putihnya kulitku. Entah besok akan seperti apa a juga tidak tahu, yang jelas aku harus menghilangkan ciri-ciriku karena mungkin saja akan ketahuan.

Wiu wiu wiu wiu wiu wiu wiu wiu . ringtone HP. Tante asih

Halo tan, ada apa?

Ar, kamu hati-hati semalam ada yang mengacak-acak dokumen rumah sakit. Tapi orang itu sudah tertangkap oleh pihak rumah sakit dan diserahkan ke pihak kepolisian

Eh… berarti, mereka mencari tahu keberadaan Ibunya rani

bisa jadi, dari CCTV rumah sakit orang yang mengacak-acak dokumen rumah sakit memutari semua ruang di rumah sakit, mereka kemungkinan mencari ibunya rani

hmmm… okay tan terima kasih buat informasinya. Tan, bagaimana kalau mereka datang kerumah petinggi rumah sakit satu persatu

tenang saja kamu ar, tante sudah pindah kok sejak kemarin sore setelah diberitahu rani tentang kematian pembantunya

pindah?

ya, tapi bukan tante yang pindah, tante pindahkan rani dan ibunya ke tempat yang lebih aman. Dia di rumah mertua om kamu yang diluar kota jadi kamu tenang saja. Karena jika tante ikut pindah akan terlihat mencurigakan

iya tan, bagus kalau begitu

kamu hati-hati ya ar

iya tan tuuuuuuuuuuuut

Selepas telepon dari tante aku hanya bisa menduga-duga mengenai apa yang akan terjadi berikutnya. Jika mereka semakin brutal, bisa jadi aku akan mati dalam waktu dekat. Tapi tidak, aku tidak ingin kehilangan orang-orang yang aku sayangi lagi.

Mereka harus lebih dulu aku lumpuhkan baru kemudian aku. Rasa lelah pertempuran dengan ibu, dan rasa tidak sabar dalam dadaku untuk menunggu besok. Akhirnya aku memutuskan untuk tidur saja agar waktu berjalan lebih cepat.

Bersambung