Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 57

Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5
Part 6Part 7Part 8Part 9Part 10
Part 11Part 12Part 13Part 14Part 15
Part 16Part 17Part 18Part 19Part 20
Part 21Part 22Part 23Part 24Part 25
Part 26Part 27Part 28Part 29Part 30
Part 31Part 32Part 33Part 34Part 35
Part 36Part 37Part 38Part 39Part 40
Part 41Part 42Part 43Part 44Part 45
Part 46Part 47Part 48Part 49Part 50
Part 51Part 52Part 53Part 54Part 55
Part 56Part 57Part 58Part 59Part 60
Part 61Part 62Part 63Part 64Part 65
Part 66Part 67Part 68Part 69Part 70
Part 71Part 72Part 73Part 74Part 75
Part 76Part 77Part 78Part 79Part 80
Part 81Part 82Part 83Part 84Part 85
Part 86Part 87Part 88Part 89Part 90
Part 91Part 92Part 93Part 94Part 95
Part 96Part 97

Cerita Sex Dewasa Cinta Yang Liar Part 57 – BanyakCerita99 – Cerita Sex Dewasa Bersambung – Cerita Sex Terbaru – Cerita Dewasa Terbaru – Cerita Bersambung

Cerita Sebelumnya : Cerita Sex Cinta Yang Liar Part 56

Tapi entah dari mana ingatan itu masuk, ingatan tentang kejadian di warung. Tentnang sikapnya yang datar kepadaku. Padahal sebelumnya dia… arghhh salahku juga menolak. Bodooooooh bodoh, kan kamu sudah memutuskan untuk mundur ar? Bodohlah… Iseng karena tidak ada kerjaan dan daripada pikiran sontoloyo itu masuk lagi, aku kemudian menelepon ayah.

Halo (suara keras dan seperti membentak)

omo, arya romo

iya sudah tahu, ada apa?

omo dimana? kok ndak dirumah?

lagi ada urusan, kamu dirumah sama ibu kamu saja

ibu di tante ratna, romo

ya sudah kamu dirumah, jaga rumah, romo pulang kapan-kapan

iya romo

kamu disuruh ibu kamu telepon romo? (jeglek… padahal Cuma iseng saja)

ya ndak romo, Cuma pengen telepon romo saja. Kalau romo ndak pulang arya kan ndak usah beli makan malam, karena tadi ibu nitipin uang buat beli makan malam

ndak usah saja, uangnya buat kamu. Ada keperluan apa ibumu ke tantemu? Bahas liburan akhir tahun apa awal tahun (waduh jawab apa ya? Kenpa aku malah bingung sendiri)

Awal tahu mungkin mo, yang jelas arya ndak tahu. Memangnya mau liburan ya mo? Enak dong? (jawabku sekenanya)

biasanya ya mereka liburan, ya sudah jaga rumah

Ampuuun tuan ampuuun saya tidak tahu…. (suara pelan dari telepon romo, membuat aku sedikit terkejut)

ya romo tuuuuuuuuuuuuut

Siapa? Siapa tadi yang memohon ampun? Kenapa suara seorang lelaki ada di dalam telepon romo siapa dia sebenarnya? Pikiranku semakin berkecamuk dengan berbagai pemikiran yang menjurus pada aksi romo berikutnya.

Tapi siapa? Kenapa ada orang yang harus hancur lagi? Aku melangkah ke kamar dengan pikiran yang masih amburadul. Sejenak aku menenangkan pikiranku, merebahkan diriku di atas kasur empuk yang nyaman.

I love you… i love you… through the fire and the hell, theres something i cant stop. I love you (saigon kick). Ringtone HP. Rani

Halo adikku yang manja

kakak iiih… masa manja

iya… iya ada apa?

Kak… eri kan…

Eri? Oh ya ya… ada apa? Gimana kabarnya?

Eri kak hiks…

an, ada apa? (wajah kebingungan seperti kehilangan korek api dengan posisi punya rokok)

Tadi….

***

Sudut pandang Rani yang menelepon eri

Sudah lama aku tidak kontak dengan eri, temanku sewaktu KKN dan juga temanku bersama walaupun kita beda jurusan dan fakultas. aku ingin sekali meneleponnya tapi aku sedang bersembunyi takut akan ketahuan, akhirnya aku menyampaikan niatku kepada mamah baruku, tante asih. Dan tante menyarankan aku untuk meneleponnya dengan nomor baru, tante kemudian memebelikan aku nomor baru dan aku menelepon eri.

Halo

Halo er…

Siapa ya?

Masa kamu lupa sama suaraku?

Eh kamu…

Ssssttt… jangan sebut namaku, kamu ini dimana?

Eh iya.. ini aku dirumah

sama siapa?

Sendirian

bajingan itu tidak dirumah kan?

Tidak, memangnya ada apa?

kamu pasti sudah tahu er

Iya, aku sudah tahu kemarin ayahku juga marah-marah sendiri. kamu kemana saja

Aku lagi sembunyi, aku aman sekarang er

Syukurlah kalau begitu, seandainya saja aku bisa seperti kamu

Er, kamu tenang saja aku akan bilang sama kakek kita di KKN untuk menyelematkan kamu

Eh… Kakek??

masa kamu lupa, kakek kita di KKN yang teriak-teriak waktu ada bapak-bapak minta tolong itu lho, ingat kan? Ingat jangan sebut nama

“oh ya ya aku ingat

bagaimana bisa dia…

Aku ketemu sama dia er, dan dia juga sama seperti kita, anak dari seorang komplotan bajingan itu

ternyata benar dugaanku, dia adalah orang yang baik. Dan dia menyelematkan kamu. Bagaimana ibu kamu?

Ibuku keadaannya membaik. Er, kamu tenang saja aku akan bilang sama kak arya untuk menyelamatkanmu, dia pasti mau

Jangan, berbahaya. Dan sudah terlambat, aku sudah tidak bisa keluar rumah lagi. Setelah kejadian yang menimpa ayahmu

Maksud kamu?

Aku dikurung di sebuah rumah yang aku tidak tahu keberadaanya, dijaga oleh body guard dan hanya menanti hari eksekusi. Kemungkinan setelah tahun baru besok atau tepatnya seperti yang kita tahu sebelumnya

tidak, pokoknya kak arya pasti bisa selamatkan kamu

say, sudah kamu jangan bilang sama kakek. Ini terlalu berbahaya, mendengarmu selamat dan tidak jadi dijadikan mainan oleh para bajingan ini aku sudah cukup senang. Kamu disana baik-baik saja ya sayang. Aku akan pulang kerumah setelah tahun baru besok, kata bajingan itu aku akan dibawa kerumah kembali setelah mereka mengadakan pertemuan

Tidak er hiks pokoknya kamu harus tetap bersamaku hiks

sayaaaang cup jangan nangis, mungkin tepat di hari eksekusi itu aku akan mengakhiri hidupku dihadapannya

tidak, jangan

Sayang sudah ada yang masuk kerumah, jaga diri baik-baik ya sayang tuuuuuuuuuuuuut

Er… er… er…. hiks hiks hiks

***

ran, berarti eri juga?

iya kak, eri anak orang yang disebut sebagai aspal. Dan dia juga akan dijadikan budak seks seperti yang pernah aku ceritakan. Hari eksekusi adalah hari dimana aku dan eri akan menjadi mainan mereka. Maafin rani kak baru cerita

sudah… sudah tenang, kamu tahu kapan hari eksekusi itu?

tidak tahu kak, yang aku tahu waktu itu ayahku hanya mengatakan bulan kedua

hmmm… okay, kita masih punya waktu. Kamu nanti telepon eri lagi. Suruh dia simpan nomor kamu yang baru, dan suruh dia hapus semua memori pesan setelahnya, okay? Nanti nomor kamu aku minta

iya kak makasih kak

dan satu lagi, katakan pada dia untuk bersabar. Beri kabar kepadaku jika nanti dia sudah berada dirumahnya

Iya kak

dan satu lagi, adikku yang manja jangan menangis lagi okay?

iya kakakkuuuuu terima kasih

Sudah, kamu istirahat dulu ya adikku

ya kak

Seetlahnya aku menutup telepon, aku kemudian langsung bergerak menuju ke komputer. Kubuka email dari om nico. Dan coba aku pelajari emailnya. Ya benar, akan ada pertemuan besok pada malam tahun baru. Di email aku telah membaca sebuah percakapan layaknya chat, dimana ayah menyuruh om nico agar mempersiapkan diri. .

Ya sebentar lagi, aku harus ke tempat itu. Ke tempat pertemuan itu mencari informasi tambahan mengenai pertemuan dihari kedua. Aku kemudian bersandar dan memjamkan mata memikirkan untuk besok ketika malam pergantian tahun. Tanpa aku sadari, pikiranku kembali ke arah kalung yang berada di dompetku. Ku ambil dan ku mainkan ditanganku. Kulihat dan kembali aku mengamatinya.

Kenapa aku masih menyimpanmu jika memang sudah tidak ada tempat lagi untuk menyimpanmu ucapku kepada kalung monel dengan gantungan kalung berupa cincin. Aku masukan kembali ke dalam saku di dompetku. Sebentar aku menghelas nafas, mengingat semua kejadian yag telah terjadi hampir 1,5 tahun ini.

Wooo ooo well have way there… woo ooo living on a prayer (Bon Jovi). Ringtone HP. Mbak erlina.

Halo mbak

Ar, kamu yang melakukannya? Aku sudah melihat di berita, dan identitas orang yang terbakar didalam mobil itu adalah salah satu dari mereka

yaelah… bukannya nanya kabar adiknya bagaimana, asal nyrocos saja

Iya adikku bagaimana kabarnya? Mau ngentot mbak lagi tidak?

iiiih mbak segitunya deh sama aku

lha harusnya bagaimana hi hi hi

he he he…

benar kamu?

Heem mbak, kok mbak tahu identitas dari yang terbakar?

adikku tambah ganteng deh hi hi hi, mbak tahu sewaktu mayatnya di bawa kerumah sakit untuk di lakukan identifikasi, oia kalau mau ngentot sini sayangku muach

yaelah, ini mbak diulang lagi

iya iya maaf kan Cuma bercanda

yah kok bercanda mbak

katanya suruh serius, pengen nih?

he he he ndak mbak lagi pusing

kenapa? oia kenapa kamu ndak cerita ke mbak?

begini mbak, tukang adalah ayah angkat dari teman KKN-ku dan setelah aku tahu mengenai semuanya, aku dan koplak kemudian menyusun rencana. Akhirnya itulah yang terjadi

anak angkat? Terus kenapa kamu menolongnya?

begini mbak…. (aku kemudan menceritakan secara detail ke mbak erlina dan juga eri)

Syukurlah salah satu dari mereka bisa kamu selamatkan, kalau bisa eri juga ya adikku sayang… jangan sampai ada yang menderita lagi karena mereka, mbak ndak habis pikir ternyata lebih banyak yang menderita. Tapi mbak ndak akan memaksa kamu untuk melakukannya karena ini terlalu berbahaya untuk kamu ar

tidak mbak, masih ada beberapa hal yang harus aku lakukan, menyelamatkan eri dan beberapa orang lagi (aku tidak menyebutkan mbak ara di dalam pembicaraan kami)

mbak akan selalu berdoa untuk keselamatan kamu adikku

terima kasih mbak

oia kalau pengen kesini ya, mbak juga kangen nih hi hi hi

kalau lagi serius gini jangan ditawari mbak, ntar keluarnya cepet he he he

letoy tuh

enak saja letoy

mana buktinya?

awas kalau ketemu lagi

hi hi hi dah adikku dan ksatriaku

iya mbakku tuuuuut….

Setelah telepon dari mbak erlina, rasa penat merasuk dalam pikiranku. Ada eri dan mbak ara, eri yang pertama kali harus aku amankan terlebih dahulu. Mbak ara, entahlah apakah aku akan menepati janjiku kepadanya.

Jika aku teringat akan percobaan pemerkosaan terhadap Ibu aku jadi tidak mampu untuk melupakannya. Dan rasa marah terus menggelayutiku ketika aku mengingat wajahnya, wajah si buku. Mataku kemudian terpejam dan terlelap dalam tidur.

H-2 sebelum malam tahun baru

Aku terbangung pada pagi hari, aktifitasku sekarang malas-malasan dan tak ada yang aku kerjakan. Dengan membawa Smartphone kesayanganku, aku pergi ke dapur membuat teh hangat. Dengan gaya sok luar negeri, aku ambil koran kemarin dan kuselipkan di ketek kiriku.

Tangan kiri membawa teh hangat dan tangan kanan dunhill yang menyala dan berkobar. Dengan gaya sok ye, aku berjalan ke arah ruang TV. bebas, bebas itulah yang aku rasakan sekarang. Kunyalakan TV dan ku dengarkan TV itu, jelaslah kudengarkan karena koran kemarin aku baca. Benar-benar tidak hemat listrik hari ini.

berikut sekilas bintang, hari ini warga didaerah ikan duyung menemukan sesosok mayat laki-laki yang tergeletak di pinggir sawah. Tidak diketahui jelas sebab kematiannya, warga yang menemukan mengira lelaki itu sedang tertidur karena mencari belut.

Setelah di dekati warga kemudian terkejut karena ternyata lelaki itu sudah tidak bernyawa dan membuat geger seluruh warga di ikan duyung. Menurut polisi yang langsung datang ke TKP setelah di hubungi warga mengonfirmasi bahwa kematian dari lelaki tersebut dikarenakan tusukan pada dada dan tembakan di keningnya.

Tak ada saksi mata mengenai pembunuhan ini sampai berita ini diterjunkan begitu berita kilat dari sekilas bintang, aku hanya menyibak sedikit koranku dan kembali membaca

Where did we come from? Why are me here? Where do we go when we die? (Dream Theater). Ringtone HP. Rani

Halo ran

kak, kakak lihat berita pagi ini?

Oh ya ni lagi nongkrong di depan TV

Kakak lihat berita pembunuhan ndak?

Cuma dengar saja, ada pa kok gugup sekali?

Itu… itu yang mati hiks…

Eh… ada apa ran? (langsung aku memindah chanel televisi dan mencari berita tentnang pembunuhan, mungkin saja ada yang baru akan menayangkannya)

itu pembantu dirumahku kak hiks, dia memang sudah tidak kerja menetap dirumahku hanya datang sewaktu dibutuhkan saja

HAH?! Yang benar kamu ran?

beneeeeer kak hiks itu pembantuku, yang bantu aku dulu dia menetap dirumah tapi hiks setelah bajingan itu mengambil alih semua harta ibu pembantu itu dipecat

bentar-bentar, ini ada beritanya lagi (sambil telepon aku mendengarkan berita)

Kakak hati-hati ya kak hiks hiks

iya kakak hati-hati, adikku sayang

beneran lho

Iyaaaa… sudah kamu pokoknya jangan keluar rumah, dan tetap dirumah. Kalau mau apa-apa minta tante asih saja

iya… hati-hati ya kak hiks

iya adikku sayang tuuuuuuuuut

Gila? Kenapa malah semakin melebar aksi mereka? Mereka sudah terlihat sedikit gugup dengan apa yang telah terjadi. Eh… laki-laki di suara telepon ayah, apa mungkin waktu aku menelepon itu ayah sedang… pasti dia yang melakukannya.

Sebuah pertanyaan besar dalam pikiranku, kenapa mereka bisa dengan mudah menghilangkan nyawa orang. jika memang begitu, aku harus menghadapinya dengan cara yang sama.

Satu hari penuh aku berada dirumah hingga sore hari, mengacak-acak email dan Smartphone KS. Nihil, itulah hasilnya. Aku semakin yakin dengan kegugupan mereka. Jika mereka tahu keberadaan Rani dirumah tante asih, maka bisa hancur semuanya.

Bahkan keluargaku bisa dibantai oleh mereka begitupula aku. Malam hari karena pikiranku sangat penat oleh semua yang tejadi, aku pergi ke warung wongso mungkin saja bisa melepas penat dengan guyonan.

Hei hei hei… ada cat tembok yang suka emosi dateng nih? Tumben-tumbenan malam-malam datang? ucap wongso, anton dan aris

gundulmu wong ucapku yang turun dari motor menuju ke mereka yang duduk di depan warung

Ya jelas emosi, lha cewek idamannya sedang makan bersama dengan seorang lelaki lain. Dihadapannya lagi ucap anton yang entah dari mana dia tahu cerita itu

Hancur hatiku mengenal dikau, jadi keping-keping huooooooo aris menyanyi mencoba mencandaiku

Ah! Matamu sempal (rusak)! Diam kenapa? rencana mau cari hiburan malah di bully! ucapku sedikit keras sambil mengambil minuman disebelah anton

Lha rak tenan ( lha kan bener), dia lagi emosi… sudah tahu itu bukan minumanya main ambil saja! ucap aris

kadar gone anton wae owk (Cuma punya anton saja owk) pada ribut! ucapku

makanya jadi orang itu tanya-tanya dulu mas bro!

enak gak? ucap anton, kemudian aku sedikit merasa aneh dengan minuman disebelah anton

kok rasanya ada abu rokok? ucapku

HA HA HA HA HA HA HA tawa mereka bersama-sama

Ya jelaslah, itu bekas orang tak jadikan asbak ******! Dasar pemelihara jomblo ha ha ha ucap anton

biasa, kalau orang jatuh cinta, tai kucing rasa coklat, lebih parah lagi orang patah hati… apapun rasa coklat ha ha ha ha ucap wongso

patah hati okelah ar, tapi jangan bunuh diri disini juga dong, kasihan kita kan dikira ngebunuh kamu gara-gara minum es teh sisa campur abu rokokha ha ha ha tawa aris

juh juh juh asu kabeh! ucapku

HEI! Pisan maneh omongane ora di atur, Ibu kon ngelapi mejo nganggo ilat! (sekali lagi omngannya tidak di atur, Ibu suruh ngelap meja pakai lidah!) bentak ibu dari dalam warung

Ampuuuun DJ… eh Ampuuuun bu he he ucapku

Lagi patah hati bu, bloken halt! Ha ha ha ha ucap wongso

sudah ah ucapku langsung duduk disamping wongso dan menyulut dunhill. Pandanganku menerawang tak jelas, teringat akan eri yang sedang dalam penahanan.

Ada apa? Ngomong? Sariawan ya? ucap aris

ndak ada… lagi buthek saja ucapku

cerita…ucap wongso sambil menepuk bahuku

cerita saja… ucap anton yang berdiri kemudian masuk ke warung

Fyuuuuuuuuuh…. sejenak kami dalam keheningan, anton kembali dari dalam warung membawa empat gelas wait kofi

Ada yang gawat ar? tanya anton

endaaaaaak… jawabku santai

Aku lihat kamu serasa pengin bunuh kamu ar, kaya sama siapa saja kamu ar ucap aris

haaaaaaah… desahku yang menundukan kepala dan kemudian memandang mereka satu persatu. Mereka menatapku dengan tajam, seolah meminta jawaban atas kegelisahanku

fyuuuuuuuuuh…. desahku

Rani… ucapku

Ada apa dengannya? Ketahuan? ucap aris denga wajah khawatirnya

gimana ar? Serius kamu? ucap wongso dengan mimik muka seperti aris, yang kemudian sedikit duduk mendekat ke arahku

jangan main-main ar?! ucap anton yang sama khawatirnya dengan aris dan wongso

Kosek to… makane dirungoke sek, aku ki lagi mikir! (bentar to… makanya di dengarkan dulu, aku lagi mikir) ucapku dengan kedua tangan bergerak naik turun mencoba menenangkan mereka

gundumu! Ini masalah rani, kita ndak bisa nunggu kamu mikir koplak! bentak wongso di sampingku

iya… iya aku tahu, rani itu ndak kenapa-napa kakak-kakak raniiiiiiiiiiiiiiii…. ucapku

Wooooooooooooo! teriak mereka bertiga serempak

Plak! Tamparan ringan mendarat di kepalaku

Asem kamu ris! ucapku

Lha kamu, bikin orang khawatir saja ucap aris

Ah… kalian saja yang lebay! ucapku

sudah… sudah, terus apa yang membuatmu kusut cat? ucap anton

begini bro-ku semua yang koplak-koplak dan ganteng-ganteng dan sudah laku semua dan baik hati… ucapku

ora usah kedawan leh ngomong to the poin su! (ndak usah kepanjangan kalau ngomong, langsung ke poinya njing) ucap aris

Iya… iya… ucapku

huuuufffffttttt….. hela nafasku

begini dengarkan ucapku dan semua kepala mereka mendekat ke arah kepalaku

HUWAAAAAAAA HA HA HA HA HA teriakku

ASU! teriak aris

KAMPRET! teriak anton

CELENG! teriak wongso

HEI! teriak ibu wongso dari dalam warung membuat aku hanya cekikian dan semua terdiam

Cepet! Penasaran aku ucap wongso sambil memiting kepalaku

Iya… ampun bos ampun… ucapku, langsung wongso melepaskan pitingannya

begini, ini masalah eri teman KKN-ku, dan tak lain juga teman rani jelasku, kulihat mereka semua napak serius ketika mendengarkannya kepala mereka mendekat ke arah kepalaku

Dia, Eri…

adalah anak dari salah satu komplotan ayahku dan…. ucapku

HEH! mereka bertiga kaget

Ssssst…. diam! ucapku

dan dia juga akan dijadikan mainan seperti eri jika tidak ada yang menolongnya ucapku

Mereka bertiga kemudian menjauhkan kepala mereka. Wongso memangku dagunya, anton bersandar menerawang ke langit, sedangkan aris, kedua siku tangannya berada pada pahanya dengan kepalanya menunduk ke bawah.

Dimana dia sekarang? ucap anton

Rani… tidak tahu keberadaanya, setelah kejadian malam itu… eri di bawa ke daerah dimana dia tidak mengetahuinya, jika suasana mulai reda dia akan dibawa kembali kerumahnya oleh Ayahnya

satu hal lagi, dia dijaga oleh body guard… lanjutku

terus apa yang harus kita lakukan? ucap aris

Tidak tahu, eri tidak tahu keberadaan dirinya, kemungkinan dia disekap dalam kamar, itu hanya asumsiku. Jika dia tidak disekap dalam kamar mungkin dia tahu keberadaannya dan bisa mengatakannya kepada rani ucapku

menurutku tidak, dia tidak mengatakan keberadaanya karena dia tidak mau membahayakan orrang lain yang mau menolongnya ucap wongso. Kata-kata wongso ada benarnya dan membuatku sedikit termenung.

Mungkin ada baiknya kita menunggu… ucap anton

Maksud kamu? ucap aris dan aku secara bersamaan

jika kita gegabah, mungkin malah akan menimbulkan kecurigaan. Sekalipun kita tahu, kita tidak menguasai medan bisa berbahaya bagi kita. Dan…

lelaki yang terbunuh dipinggiran sawah adalah pembantu dari rani ucap anton

bb bb bagaimana kamu bisa tahu? ucapku

Guoblok! Ya aku tahu to kang mas aryaaaaaaa… kamu tahu sendiri aku ini siapa? ucap anton membuatku betepuk jidat

benar kata anton, kita hanya bisa menunggu… jika kita tahu dia berada diluar daerah kita, kita tidak bisa menguasai medan dan bisa membuat kita terbunuh ucap wongso

ya betul ucap aris

dan kamu suruh rani untuk selalu menghubungi dan mencari informasi dari eri ucap anton

ya betul ucap aris

agar kita bisa tahu pergerakan mereka lanjut anton

ya betul ucap aris

bisa ndak sih kamu kasih saran ndak Cuma bilang ya betul ya betul terus ucap wongso kepada aris

ya betul.. eh… ucap aris

Plak..! tamparan ringan dari anton untuk kepala aris

aduh… lha aku harus ngomong apa? Kalian kan lebih berpengalaman? ucap aris

Dasar! Bisnismen keris! ucapku

ya betul ucap aris

KAMPRET! bentak kami bertiga, membuat aris melompat menaiki kursi

ya betul ucap aris kembali keluar

Ya, mungkin memang ada benarnya juga. Kami harus menunggu karena di daerahku ini semua jalan dusah kami kuasai. Paling tidak kami hafal jalan seandainya kami harus berlri-larian kesana kemari. Tiba-tiba sebuah taksi datang ke warung wongso, tepat berada di kiriku dan wongso yang duduk menghadap ke warung.

Kami semua yakin itu bukan taksi pak wan. Semua perhatian kami tertuju pada mobil taksi itu ketika pintu belakang mobil yang dekat dengan kami terbuka sedikit. Sebuah kaki putih nan jenjang keluar terlebih dahulu diikuti dengan tangan kanan sang pemilik kaki dimana sebuah tas kecil menggantung di tangan kanannya.

Wanita itu dengan rambut panjang bergelombang berdiri di samping pintu mobil. Tangan kirinya menyibak rambut yang menutupi bahu kirinya. Matanya yang indah dengan bulu mata buatan dan sedikit eye shadow menghiasi matanya. Dadanya yang sedikit terbuka tampak sangat membusung membuat mata kami semakin terpana akan keindahan dari buah yang tumbuh di dadanya itu.

Bersambung